You are on page 1of 1

RABU WAGE, 29 JULI 2015

( 13 SAWAL 1948 )

BANYUMAS-PURWOREJO

KEDAULATAN RAKYAT
HALAMAN 14

TERBENTUR ATURAN NAVIGASI

Komersialisasi Bandara Wirasaba Ditolak


PURWOKERTO (KR) - Meski lima pemerintah
kabupaten yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pada tahun 2017
bandara Wirasaba di Purbalingga sudah beroperasi, namun sampai dengan pertengahan tahun 2015
perizinan komersialisasi Bandara Wirasaba belum
selesai.

KR-Driyanto

Wisatawan kunjungi objek wisata alam Baturraden.

LEBARAN, RAIH PENDAPATAN RP 1,49 MILIAR

Baturraden, Primadona Wisata Alam


PURWOKERTO (KR) - Selama libur
Lebaran dari hari H hingga H+10, objek wisata
alam Baturraden dikunjungi oleh wisatawan
sebanyak 110.072 orang yang datang dari berbagai kota. "Mereka kebanyakan datang dari
luar Banyumas dan Purwokerto," kata Kepala
Unit Pelaksana Teknik (UPT) Lokawisata
Baturraden, Arif Totok saat dihubungi KR,
Selasa (28/7).
Menurutnya, dari wisatawan yang datang
selama 10 hari tersebut, pendapatan yang
diperoleh sebanyak Rp 1.495.729.000. Sedang
target pendapatan objek wisata Baturraden
tahun 2015 sebanyak Rp 4,5 miliar. Pendapatan yang diperoleh hingga saat ini mencapai Rp
4 miliar.
"Masih kurang Rp 500 juta, hingga akhir
tahun kekurangan target pendapatan itu,

masih dicapai karena masih ada liburan akhir


tahun," ujarnya. Dijelaskan dari sekian objek
wisata yang ada di Banyumas, objek wisata
alam Baturraden masih menjadi primadona.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda
Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata
(Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo
Jatmiko, menjelaskan pada libur Lebaran kali
ini pihaknya hanya menargetkan 80.000 pengunjung khusus untuk Lokawisata Baturraden. Sementara objek wisata lain yang dikelola
Pemkab Banyumas hanya mematok 5.00020.000 pengunjung
Ia menambahkan puncak kunjungan Lokawisata Baturraden terjadi pada H+2 Lebaran
atau Minggu (19/7) lalu. Tercatat sebanyak
24.034 pengunjung masuk menikmati sejumlah
wahana yang disediakan oleh pengelola. (Dri)-o

PLTP Dieng Akan Tambah Kapasitas 25 MW


BANJARNEGARA (KR) - PT Geo Dipa
Energi (GDE) Unit Dieng akan menambah kapasitas Pusat Listrik Tenaga Panasbumi
(PLTP) Dieng dari 25 MW menjadi 50 MW pada tahun 2016. Untuk keperluan tersebut, PT
GDE memanfaatkan beberapa sumur panasbumi yang sudah ada.
General Manager PT GDE Unit Dieng, Dodi
Herman, mengatakan ada beberapa sumur
panasbumi yang belum dimanfaatkan. Sumur
dengan kedalaman sekitar 2.300 meter itu sudah lama dibuat dan siap digunakan untuk
menambah kapasitas PLTP. "Kami tinggal
membenahi dan memasang peralatannya,"
katanya saat berbincang dengan wartawan di
Banjarnegara, Selasa (28/7).
Energi panasbumi dari sumur-sumur lama
akan disalurkan ke power plant, sehingga
menambah kapasitas 25 MW. Listrik dari

PLTP Dieng masuk ke jaringan interkoneksi


Jawa-Bali-Nusatenggara melaui Gardu
Induk Wonosobo.
Dodi Herman mengatakan, potensi listrik
panasbumi di gunung Dieng sekitar 400 MW.
Namun, hingga kini baru sebagian kecil yang
dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
Kendalanya, biaya pembangunan PLTP sangat
mahal. Sebagai gambaran, untuk membangun
satu sumur diperlukan biayanya sekitar Rp 90
miliar. "Itupun, belum tentu sumur mengeluarkan uap panasbumi," katanya.
Ditambahkan oleh Dodi, PLTP sebenarnya
sangat ramah lingkungan dan produksi energi panasbumi tak akan ada habisnya selama
masih ada magma dalam perut bumi.
"Namun karena mahalnya biaya awal, PLTP
khususnya di Dieng tak cepat berkembang,"
(Mad)-o
katanya.

Agus Setya Ketua Pemuda Muhammadiyah


PURWOREJO (KR) - Agus Setya Ardianto
AMd dilantik sebagai Ketua Pimpinan
Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM)
Kabupaten Purworejo. Kepengurusan periode
2014-2018 diminta segera melakukan konsolidasi untuk menggerakkan organisasi dan
membentuk kader pemuda islami di Purworejo.
Pelantikan dilakukan Ketua PWPM Jawa
Tengah Zainudin Ahpandi SE di Auditorium
Universitas Muhammadiyah Purworejo
(UMP). "Tantangan Pemuda Muhammadiyah ke depan semakin besar, maka semua
harus solid bahu-membahu membangun
organisasi," tegas Zainudin Ahpandi, Selasa
(28/7).
Menurutnya, potensi pemuda islami di
Indonesia khususnya Purworejo sangat besar.
Apabila dihimpun dan digerakkan, maka
akan sangat memudahkan proses pembangunan bangsa. Pembangunan bangsa sen-

diri, lanjutnya, tidak hanya fisik, melainkan


menitikberatkan pada mental dan akhlak.
Agus Setya Ardianto menggantikan Diki
Anwar Sani SPd yang habis masa jabatannya.
Selain ketua, pimpinan wilayah Jawa Tengah
juga melantik 27 pengurus. "Pengurus baru
harus amanah menjalankan tugas demi
memaslahatkan masyarakat Purworejo di
berbagai lini," tegas Diki Anwar Sani.
Sementara itu, Wakil Ketua PP Muhammadiyah Majelis Dikdasmen Prof Dr Imam Robandi MEng dalam pidatonya mengemukakan, perkembangan teknologi memudahkan
masyarakat untuk mengakses atau melakukan sesuatu. Kemudahan itu juga dirasakan
masyarakat muslim ketika mereka menjalankan dakwah.
Teknologi harus disikapi positif dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk sarana dakwah. "Warga Muhammadiyah jangan sampai
gagap teknologi (gaptek)," ujarnya. (Jas)-o

Keluarga Korban Tenggelam Terima Santunan


KEBUMEN (KR) - PMI
Kebumen memberi santunan
kepada Siti Khasanah (35),
istri Suratin (38) warga Desa
Tambakprogaten Kecamatan
Klirong yang tewas tenggelam
di Pantai Tanggulangin pada
Lebaran hari ketiga lalu. PMI
juga siap menyalurkan tiga
anak keluarga tidak mampu
itu untuk tinggal di panti
asuhan sekaligus menanggung biaya sekolah.
Santunan berupa uang duka Rp 500.000, beras 15 kg,
minyak goreng, kecap dan mi
instan diserahkan oleh Ketua
PMI Kebumen Komper Wardopo bersama Sekretaris Kinanto. "PMI membantu karena mereka keluarga tidak
mampu. Apalagi tiga anak
korban masih butuh biaya hidup dan biaya sekolah," ujar
Wardopo.
Musibah yang menimpa
Suratin terjadi Minggu (19/7).
Pagi itu Suratin mengajak
tiga anaknya Wanti Safitri
(12), Adi Prayitno (9) dan Muhamad Juprianto (4) bermain
ke tepi laut di muara Sungai
Luk Ulo Desa Tanggulangin.

"Dari Kementerian Perhubungan sudah menyetujui


pembangunan Bandara Wirasaba. Namun, Ditjen Perhubungan belum bisa mengeluarkan izin, karena terbentur aturan navigasi lalu-lintas udara," kata Bupati Banyumas Achmad Husein,
Senin (27/7).

Menurutnya, terbenturnya
aturan navigasi karena lalulintas udaranya berbenturan
dengan penerbangan dari
Bandara Tunggul Wulung
Cilacap. Bahkan Ditjen Perhubungan sudah mengeluarkan surat penolakan komersialisasi Wirasaba yang dikirim ke Pemprov Jateng seki-

tar bulan Juni lalu.


Dijelaskan, jalur udara
Cilacap cukup padat, selain
pesawat komersial, juga ada
latihan penerbangan sehingga masih berbenturan jika
Wirasaba
dikomersilkan.
Selain itu juga jalur penerbangan dari Jakarta-Yogya
juga menambah kepadatan
lalu-lintas udara di wilayah
sekitar Wirasaba. Meski begitu, kepadatan navigasi tersebut sebenarnya bisa diatasi,
mengingat masih banyak kota yang jalur udaranya lebih
padat, seperti Yogya dan Solo.
Selain masalah navigasi,
yang kendala lainnya, pembangunan komersial bandara

Wirasaba, hanya jarak antar


bandara yang dalam aturan
disebutkan minimal radius
100 kilometer atau berjarak
200 kilometer. Sementara
jarak antara Bandara Wirasaba dengan Tunggul Wulung di Cilacap hanya sekitar
70 kilometer.
Penjelasan itu tercantum
dalam Peraturan Menteri
Perhubungan. Kendala tersebut bisa diatasi dengan
mengubah Peraturan Menteri atau ada kekhususan
untuk Wirasaba. Berkaitan
keberadaan pembangunan
bandara komersial Wirasaba, Pemkab Banyumas sa(Dri)-o
ngat mendukung.

Harga Elpiji Melambung


PURWOREJO (KR) - Harga elpiji di
sejumlah tempat Kabupaten Purworejo
tetap saja mahal usai Lebaran 2015.
Masyarakat membeli elpiji 3 kilogram
mulai harga Rp 20.000 - Rp 27.000 pertabung. Padahal pada pertengahan Ramadan, harga gas rata-rata Rp 18.000 Rp 19.000 pertabung.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan
masyarakat. Bahkan sebagian penduduk
yang tinggal di perdesaan memilih beralih menggunakan kayu bakar. "Saya beli
terakhir pada Minggu kemarin, harganya
Rp 27.000 di warung pengecer," ungkap
Agung, warga Desa Redin Kecamatan
Gebang kepada KR, Selasa (28/7).
Kenaikan harga terjadi beberapa hari
menjelang Lebaran. Menurutnya, adalah
wajar apabila harga naik menjelang
Lebaran karena permintaan juga semakin banyak. Namun harga seharusnya
kembali normal setelah Lebaran selesai.
Lonjakan harga gas juga dirasakan
warga Desa Bulus Kecamatan Gebang.
Namun harga jual tidak semahal yang di-

alami penduduk Desa Redin. Menurut


warga Bulus Agus Riyanto, harga elpiji di
desanya rata-rata Rp 20.000 pertabung.
"Tapi tetap naik, biasanya di eceran Rp
18.000," katanya.
Pedagang pengecer elpiji di Kecamatan
Purwodadi, Mujiyem menuturkan, harga
jual gas di tingkat eceran tergantung cara
pedagang mendapat pasokan. Pedagang
yang membeli gas dari pangkalan cenderung menjual murah karena produk didapat dengan harga sesuai standar pemerintah.
Namun sejumlah pedagang, lanjutnya,
membeli gas dari pengecer lain. "Mereka
menjual dengan harga mahal, kami yang
beli juga tidak mau rugi. Akhirnya jualnya lebih mahal lagi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perdagangan Dinas Koperasi Perdagangan
Perindustrian dan Pariwisata (Dikoperindagpar) Kabupaten Purworejo
Slamet Widodo mewakili Kepala Dikoperindagpar Purworejo Dra Suhartini
MM mengemukakan, pemerintah akan

menelusuri kondisi harga di sejumlah


daerah pelosok. "Kami belum terima laporan pasti namun akan menindaklanjuti dengan mengecek lapangan," ucapnya.
Menurutnya, berdasar perhitungan
kuota, pasokan elpiji untuk masyarakat
Purworejo diperkirakan cukup hingga
akhir tahun. Bahkan Pertamina menambah alokasi kuota dari 4.580.760 tabung
tahun 2014 menjadi 4.923.887 tabung di
2015, atau naik 7,5 persen. Harga eceran
tertinggi ditentukan Rp 15.500 pertabung
di tingkat pangkalan.
Pemkab juga akan mengundang agen
untuk koordinasi dan melakukan pendataan pangkalan. Gubernur, lanjutnya, menginstruksikan pemerataan minimal satu pangkalan setiap desa. "Sementara ini dilaporkan 286 pangkalan
di bawah empat agen, satu pangkalan
lain belum menyetor data. Apabila ada
pemerataan, keluhan masyarakat terkait pasokan dan kenaikan harga bisa
(Jas)-o
teratasi," tandasnya.

Koperasi Harus Menyerap Tenaga Kerja


PURWOREJO (KR) - Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg menandaskan,
koperasi yang selama ini sudah berkembang di masyarakat harus dapat menjadi pilar perekonomian rakyat.
Dapat menyejahterakan masyarakat dan anggotanya.
"Koperasi juga dapat menyerap tenaga kerja sehingga
mampu mengurangi angka
pengangguran," katanya pada upacara puncak peringatan HUT ke-68 Koperasi di
halaman kantor Setda setempat, Selasa (28/7).
Kegiatan yang diikuti insan koperasi se-Purworejo ini
juga menyertakan perwakilan dari berbagai dinas dan
instansi serta BUMN dan
BUMD dan lembaga terkait
lainnya. Pada kegiatan itu juga dibagikan berbagai peng-

hargaan dan trofi bagi para


juara lomba yang digelar selama kegiatan HUT.
Menurut Mahsun Zain, sejak awal gagasan pembentukan koperasi ditujukan

untuk meningkatkan posisi


tawar anggotanya. "Kenyataan ini terbukti mampu dilakukan di berbagai negara
maju di dunia," katanya seraya menambahkan, di ne-

KR-Gunarwan

Bupati Mahsun Zain membagikan trofi kejuaraan kepada pemenang lomba kegiatan HUT Koperasi.

gara-negara maju hampir


sebagian besar supermarket
dimiliki dan dikelola koperasi.
Dengan peran koperasi
seperti ini, katanya, anggota
dan masyarakat merasa memiliki dan senang berbelanja
di koperasi karena dapat
potongan harga.
Namun juga diakui, pada
usianya yang ke-68 tahun ini,
posisi koperasi di Indonesia
memang belum bisa sejajar
dengan koperasi-koperasi di
dunia yang usianya sudah
lebih tua.
"Tapi kita tidak boleh pesimis karena banyak koperasi
yang bagus dan di Purworejo
banyak koperasi yang berkembang dan mampu menyejahterakan masyarakat
dan anggotanya," papar Mah(Nar)-o
sun Zain.

Harga Sembako Masih Tinggi

Kontes Kambing Etawa

CILACAP (KR) - Kendati Lebaran telah berlalu, namun harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Cilacap masih
tinggi. Diperkirakan hal itu terjadi akibat pasokan bahan pokok
untuk Cilacap masih minim. Sejumlah daerah yang menjadi pemasok kebutuhan bahan makanan masih rendah pada musim
kering yang terjadi sejak akhir Juni lalu.
"Memang ada beberapa barang yang harganya telah turun, namun belum seberapa," ujar Rinten, pedagang Pasar Gede Cilacap,
Selasa (28/7). Di antaranya, harga daging sapi murni yang semula
Rp 110.000/kilogram (Kg) kini turun menjadi Rp 105.000/kg, daging ayam Ras dari Rp 39.000/kg kini Rp 38.000/kg, telur ayam
negeri dari Rp 20.000/kg turun menjadi Rp 19.500/kg.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan
UMKM Cilacap, Dian Arinda Murni, mengatakan tidak semua
harga barang kebutuhan pokok di Cilacap turun pada pasca
Lebaran. Karena diketahui ada pula yang naik dan tetap.
"Untuk harga cabai rawit merah justru naik dari Rp 40.000 perkilogram menjadi Rp 45.000 per kilogram," katanya. Sedang harga beras, gula pasir, minyak goreng dan barang pabrikan lainnya
(Mak)-o
tetap stabil.

BANYUMAS (KR) - Sebagai kecamatan peternak kambing


etawa yang paling maju se-Kabupaten Banyumas, maka dalam rangka memeriahkan HUT ke-70 Kemerdekaan RI bulan
depan, Pemerintah Desa Samudera Kulon Kecamatan
Gumelar selaku koordinator acara bakal menggelar Kontes
Kambing Etawa. Gelaran unik tersebut juga diproyeksikan sebagai tontonan untuk umum yang menghibur.
"Kecamatan Gumelar secara nasional dikenal sebagai
kawasan dengan budidaya kambing etawa. Pusat peternak
kambing etawa ada di Desa Samudera Kulon, maka lombanya
juga disitu. Gelar kontes kambing etawa merupakan lomba
yang unik, karena nantinya kambing-kambing bakal didandani seperti layaknya dalam lomba fashion show," kata Ketua
Panitia, Rastono, Selasa (28/7).
Disebutkan, sebagai produsen ternak kambing jenis unggul,
yakni etawa, maka hampir seluruh penduduk di Desa Samudera Kulon hidup sebagai peternak.
Disebutkan, pelaksanaan lomba direncanakan mulai Sabtu
(8/8) hingga Jumat (21/8) yang berlangsung di lapangan bola
(Ero)-o
voli Gumelar, lapangan Desa Samudera Kulon.

FKUB Pererat Toleransi Umat Beragama


KR-Sukmawan

Ketua PMI Kebumen Wardopo (kiri) menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
Setiba di pantai, tiga
anaknya bermain. Sedangkan Suratin memasang jaring dengan menyeberangi
muara Sungai Luk Ulo.
Musibah terjadi karena saat
memasang jaring, Suratin
terkena pusaran air hingga
tenggelam. Tragisnya, kejadian itu dilihat anaknya.
Bahkan Suratin sempat
melambaikan tangan ke
anaknya sebelum benar-benar tenggelam.

Anaknya yang tidak


mampu menolong, hanya
bisa berteriak minta bantuan. Pencarian yang langsung dilakukan warga bersama tim SAR dan BPBD
Kebumen, tidak membuahkan hasil. Mayat korban
baru ditemukan pada hari
ketiga setelah kejadian di
kawasan pantai perbatasan
Desa Tanggulangin dan
Tegalretno Kecamatan Pe(Suk)-o
tanahan.

TEGAL (KR) - Forum Kerukunan


Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal menyatakan sikap tidak akan terpancing
oleh peristiwa di Kabupaten Tolikara
Provinsi Papua. Dalam menghadapi situasi itu FKUB mengeluarkan pernyataan
sikapnya, yakni tetap setia kepada Pancasila dan UUD 1945, serta turut menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Selain itu menjaga iklim kondusif dengan tetap mempererat toleransi
antarumat beragama, menghormati kebebasan untuk menjalankan peribadatan
sesuai agama masing-masing, mencegah
setiap bentuk provokasi yang bisa berakibat pada perpecahan umat dan terancamnya kesatuan bangsa. Menjaga normanorma agama dan sosial yang ada di

tengah masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum.


Kami anggota FKUB sepakat untuk
menjaga kondusivitas Kota Tegal dan
bantu pemerintah untuk meningkatkan
kerukunan umat beragama, ujar Ketua
FKUB Kota Tegal, Drs H Suwarso MPd
kepada KR, Selasa (28/7).
Sehari sebelumnya, para anggota
FKUB menandatangani pernyataan sikap yang dibacakan oleh Walikota Tegal,
Hj Siti Masitha. Kemudian Walikota dan
para anggota FKUB serta Forkopinda
menandatangani pernyataan sikap
Walikota Tegal meminta kepada FKUB
dan Forkopinda untuk menyosialisasi
pernyataan bersama tersebut melalui
media massa, spanduk dan baliho, mela-

lui jaringan struktur pemerintah tingkat


RT dan RW, serta melalui anggota
TNI/Polri hingga di tingkat kelurahan,
melakukan silaturahmi kepada tokohtokoh agama, untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi di Tolikara secara
komprehensif agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu meminta kerja sama
untuk menenangkan massa serta mencegah kemungkinan timbulnya mobilisasi
massa untuk melakukan aksi balasan.
Kementerian Agama Kota Tegal menerbitkan surat edaran kepada seluruh
tempat ibadah di Kota Tegal agar segala
bentuk ceramah dan khutbah didominasi
dengan ajakan untuk menjaga kedamaian dan kerukunan antarumat beraga(Ryd)-o
ma, ujar Bunda Sitha.