You are on page 1of 2

Antibiotik pada Kehamilan

Oleh redaksi pada Sen, 10/25/2010 - 09:02.

Artikel

Kesehatan ibu saat kehamilan sangat menentukan perkembangan janin. Berbagai macam penyakit mulai ringan
hingga berat bisa saja terjadi. Tidak jarang untuk menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan pada akhirnya ibu
mengkonsumsi berbagai obat. Namun banyak obat-obatan yang dikonsumsi ibu dapat masuk dalam plasenta dan
mempengaruhi janin. Oleh karena itu, baik pemberian dan pembelian obat perlu dilakukan dengan hati-hati.
Ada kalanya, ibu hamil yang mengalami infeksi memerlukan penggunaan antibiotik sebagai pilihan obat. Sebagian
antibiotik pada semua fase kehamilan aman dikonsumsi, sebagian lagi dikontraindikasikan pada fase tertentu, dan
ada juga yang dikontraindikasikan untuk semua fase kehamilan.
Berdasarkan indeks keamanan obat pada kehamilan menurut United States Food and Drug Administration (US FDA),
klasifikasi obat berdasarkan tingkat keamanan penggunaannya selama kehamilan dibagi dalam lima kategori. Lima
kategori tersebut terdiri dari A, B, C, D, dan X, dengan urutan yang paling aman hingga paling berbahaya.
Pada ibu hamil, penggunaan antibiotik dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1.

Antibiotik yang dianggap aman

2.

Atibiotik yang harus diberikan secara hati-hati

3.

Antibiotik yang merupakan kontraindikasi

1. Antibiotik yang dianggap aman


Kenyataannya amat jarang obat yang termasuk kategori A, bahkan vitamin pun tergolong kategori B. Beberapa
golongan antibiotik A:

Golongan Penisilin dengan ikatan protein rendah mampu melintasi plasenta dengan mudah dan dianggap
aman untuk digunakan namun beberapa golongan Metiltetrazoletiol harus digunakan lebih hati-hati.

Golongan Makrolid tidak menunjukkan efek samping yang berbahaya untuk janin, tetapi tetap diperhatikan
kontraindikasi pada kehamilan.

Golongan Nitrofurantion dan metronidazol juga dapat dianggap aman.

2. Antibiotik yang harus digunkaan hati-hati


Obat yang termasuk kelompok ini hanya boleh digunakan dalam kondisi tertentu yang sangat diperlukan. Golongan
antibiotik B diantaranya adalah Fluorokuinolon, Kontrimoksazol, dan Kloramfenikol. Pada Kloramfenikol sebaiknya
tidak digunakan selama kehamilan, kecuali bila obat lain yang lebih aman tidak bisa digunakan.

3. Antibiotik yang merupakan kontraindikasi


Antibiotik yang termasuk dalam golongan C adalah Tetrasiklin dan Aminoglikosida. Tetrasiklin bila diberikan pada
periode perkembangan tulang dan gigi (bulan keempat dan kelima gestasi) menimbulkan yellow dyscoloration yang
akan mempengaruhi gigi dan tulang yang sedang dibentuk. Sedangkan Aminoglikosida harus digunakan secara
hati-hati pada trimester kedua.
Disimpulkan oleh: Linda Wati dari buku berjudul Penyakit-Penyakit Pada Kehamilan: Peran Seorang Internis,
diterbitkan oleh Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FKUI.