You are on page 1of 66

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Individu dalam menghadapi setiap stres akan memberikan respon
yang sangat beragam dan unik. Semua unsur dari individu akan terpengaruh
dengan adanya stressor, baik biologi, psikologi, sosial, spiritual maupun
kultural. Respon-respon individu ada yang masih dalam rentang yang
adaptif maupun yang maladaptif. Respon yang adaptif tentunya individu
bisa mengelola stres dengan baik menggunakan mekanisme koping yang
tepat bagi dirinya. Tetapi respon yang maladaptif akan sangat merugikan
invidu kearah suatu gangguan kejiwaan yang

dapat merusak konsep

dirinya. Bahkan bisa menimbulkan suatu ganggauan stres karena trauma.
Perawat sebagai tenaga profesional harus mempunyai pengetahuan tentang
stres, mekanisme koping yang tepat bagi stres dan cara penanganannya,
sehingga mereka dapat mengenalinya apabila terjadi pada klien dan
keluarga. Pada akhirnya dapat melakukan pencegahan secara efektif.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalh diatas, maka penulis dapat
merumuskan masalah :
1. Apa itu konsep stress dan konsep koping ?
2. Bagaimana model teoritical stress?
3. Apa saja penyakit yang berhubungan dengan stress dan PTSD ?
4. Apa trend an isu yang berkaitan dengan pelaksanaan stress seperti tepai
psikofarmka dan terapi aktivitas kelompok ?
5. Bagaimana pengukuran strategi koping dan apa aspek sosial budaya
koping?
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah menyusun makalah ini mahasiswa mampu dan mengerti
konsep stres dan koping serta aplikasinya dalam keperawatan.

2. Tujuan Khusus
a)
Mahasiswa keperawatan mengerti dan memahami konsep stres
(pengertian, sumber, anatomi, dan fisiologis respons stress manusia,
b)

indikator, dan jenis).
Mahasiswa keperawatan mengerti dan memahami model teoritical

c)
d)
e)

stress.
Mahasiswa Keperawatan mengerti dan memahami penyakit yang b
erhubungan dengan stress
Mahasiswa keperawatan mengerti dan memahami tentang trend dan
isu

f)

yang

berkaitan

dengan

penatalaksanaan

stress

;

terapi

psikofarmaka.
Mahasiswa Keperawatan mengerti dan memahami tentang trend dan
isu yang berkaitan dengan penatalaksanaan stress ; terapi aktivitas

g)

kelompok.
Mahasiswa mampu mengerti dan memahami tentang Post Traumatic

h)

Stress Disorder ( PTSD ).
Mahasiswa mampu mengerti dan memahami tentang pengertian dan

i)

pentingnya koping.
Mahasiswa mampu mengerti dan memahami tentang pengukuran

j)

strategi koping.
Mahasiswa mampu dan mengerti tentang aspek sosial dan budaya
koping.

D. Ruang Lingkup
1.3.1. Konsep stress
1.3.2. Model teoritical stress.
1.3.3. Penyakit yang berhubungan dengan stress
1.3.4. Trend dan isu penatalaksanaan stres yaitu terapi psikofarmaka
dan terapi aktivitas kelompok
1.3.5. Post Traumatic Stress Disorder
1.3.6. Konsep, pengukuran strategi dan aspek budaya koping.

D. SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penulisan pada makalah ini adalah :
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum
1.2.2 Tujuan Khusus
1.3. Ruang Lingkup
1.4. Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1. Konsep Stress
2.1.1. Konsep stres (pengertian, sumber, anatomi, dan fisiologis
respons stress manusia, indikator, dan jenis)
2.1.2. Model teoritical stress
2.1.3. Penyakit yang berhubungan dengan stress
2.1.4. Trend dan isu penatalaksanaan stress; terapi psikofarmaka.
2.1.5. Trend dan isu penatalaksanaan stress; terapi aktivitas kelompok.
2.1.6. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
2.2. Konsep Koping
2.2.1 Pengertian dan pentingnya koping
2.2.2. Pengukuran strategi koping.
2.2.3. Aspek sosial dan budaya koping.
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

stress didefinisikan sebagai suatu respon tubuh terhadap respon psikososial tekanan mental atau beban kehidupan.BAB II LANDASAN TEORITIS 2. 2009). respon stress. yang merupakann segala masalah atau tuntutan untuk menyesuaikan diri dan mengganggu keseimbangan kehidupan (Potter &Perry. fisiologis. sumber. 1976 dalam Potter & Perry. Menurut Hawari (2006). Jadi stress adalah Stres adalah segala situasi dimana tuntutan .1. indikator dan jenis stress A.1 Pengertian Stres. anatomi. 2009). KONSEP STRES 2. Pengertian Stress Stres adalah fenomena yang mempengaruhi semua dimensi dalam kehidupan seseorang. Stress adalah segala situasi dimana tuntutan non spesifik mengahruskan seseorang individu untuk berespon untuk melakukan tindakan (Selye.1. Sedangkan Keliat (2011) mengungkapkan bahwa stress adalah perubahan hidup yang memerlukan perubahan.

perubahan dalam peran keluarga atau masyarakat. suara. yaitu: 1. Misalnya demam. 2. proses penyakit. hubungan seseorang dan rasa memiliki. proses penuaan. stressor dibedakan menjadi dua. Menurut Keliat (2011) ada 4 sumber stress yaitu : 1. Menurut Potter dan Perry (2009).tekanan dapat berasal . yaitu : 1. Lingkungan : Cuaca. Sosial : Hubungan antar manuasia 3. Fisik : Tumbuh kembang. gizi 4. Steressor internal Stressor ini berasal dalam diri seseorang. Frustasi Timbul akibat kegagalan dalam mencapai tujuan karena adanya hal melintang. B. Tekanan Timbul sebagai akibat tekanan hidup sehari-sehari. Menurut Maramis (1999) dalam Sunaryo ada 4 sumber penyebab stres psikologis. 2. menyelesaikan masalah. 2. Misalnya perubahan yang bermakna dengan suhu lingkungan. Stres dapat menyebabkan perasaan negatif atau yang berlawanan dengan apa yang di inginkan atau mengancam kesejahteraan emosional. prakiraan yang akan datang. 3. Stressor ekstrenal Stressor yang berasal dari luar diri seseorang. menoupose. Respon atau tindakan ini termasuk respon fisiologis dan psikologis. Konflik Timbul karena tidak bisa memilih diantara dua atau lebih macam keinginan atau kebutuhan atau tujuan. Sumber Stress Stimulus yang mengawali individu terhadap perubahan perilaku disebut stressor atau sumber stress. Pikiran buruk : Persepsi terhadap masalah.nonspesifik mengharuskan seorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan. peraturan. atau suatu keadaan emosi seperti bersalah. kondisi kehamilan. Stres dapat mengganggu cara seseorang dalam menyerap realitas.

DeLaune dan Ladner (2002) dalam buku Fundamental of Nursingmenjelaskan bahwa ada 6 (enam) macam tipe stressor atau sumbersumber stress. terutama sistem saraf otonom dan sistem endokrin dan respon cepat terhadap stres.perkembangan(pergantian perkembangan Psikologis Kognitif Lingkungan - ke dari tahap satu perkembangan selanjutnya) Trauma penyakit gizi buruk/kurang nutrisi Nyeri Ketidak nyamanan gangguan tidur kelaparan kecemasan ketakutan kemarahan kurang bahagia Pikiran Persepsi Interpretasi terhadap kejadian Temperatur polusi udara polusi suara kesesakan/kepadatan tekanan waktu C. GAS menggambarkan bagaimana respon tubuh terhadap stressor melalui reaksi peringatan. Sindrom adaptasi umum (General Adaptation Syndrom) Sejak tahun 1930 hingga 1950. 2003). yaitu tiga tahap reaksi terhadap stres (Page dan Lindsey. tahap .dari dalam diri sendiri dan dari luar induvidu. 4. Hans Selye mengembangkan hipotesis lari atau lawan dari Cannon untuk mendeskripsikan GAS. Krisis Keadaan yang mendadak yang menimbulkan stress pada individu. GAS melibatkan beberapa sistem tubuh. yaitu : Type Stresor Contoh Physiologis . tahap pertahanan dan tahap kelelahan.

peruparu memasukkan lebih banyak udara. yaitu ketahanan. Penigkatan kadar glukosa darah. baik melalui aktivitas sistem neuroendokrin dan melalui penyediaan endorfin yang menurunkan rasa nyeri. Peningkatan aliran darah ke otot. maka individu akan menuju ke tahap kedua. organ serta respon sistemok menurun. flight atau freeze. kelenjer adrenal untuk mengirim adrenalin dan norepinefrin sebagai pembangkit emosi). c. jika stressor merupakan ancaman terbesar bagi kehidupan atau berlangsung untuk waktu yang lama. masukan oksigen dan kesadaran mental. jantung berdenyut lebih cepat dan lebih keras sehingga dapat mengalirkan darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke otot untuk mempertahankan tubuh mealui perilaku fight. Dengan cara ini GAS melindungi terhadap stres. Endorfin adalah hormon yang bekerja pada otak (seperti morfin dan opiate) menghasilkan perasaan damai dan mengurangi rasa nyeri (lazarus. Penigkatan denyut jantung d. Alarm Reaction Stage (Reaksi Peringatan) Stres menstimulasi pesan psikologis tubuh dari hipotalamus ke kelenjer (misalnya. (Page dan Lindsey. b. Stage of Resistance (Tahap Ketahanan) Ketika stres terus berlanjut. Peningkatan volume darah. 1. sistem pencernaan mengurangi kerjanya dan mengalirkan darah ke area yang dibutuhkan untuk pertahanan. maka individu masuk . jika stressor tetap ada dan tubuh tidak dapat beradaptasi. penigkatan kadar hormon mengakibatkan: a.Ketika tubuh mendapatkan kebutuhan fisik seperti trauma. Perubahan dalam sistem tubuh tesebut mempersiapkan individu untuk melawan atau meninggalkan dan biasanya berlangsung dari 1 menit sampai beberapa jam. Namun. tubuh berespon dengan rileks dari kelenjer. maka kelenjer putuitari berkomunikasi dengan hipotalamus yang menyekresikan endorfin. Apabila individu beradaptasi terhadap stres. 2003) Selain itu. pupil mata berdilatasi untuk menghasilkan lapang pandang terluas. 2. 1999).

dan tingkat glukosa darah. yang akan menggerakkan sistem saraf simpatis (Potter & Perry. Sebagai contoh sel-sel spesifik dalam formasi retikularis menyebabkan individu yang tidur menjadi . Neurofisiologi berespon terhadap fungsi stres melalui umpan balik negatif. frekuensi nafas. memonitor status fisiologis tubuh secara terus menerus melalui hubungan traktus sensorik dan motorik. Anatomi dan Fisiologis respon stress manusia Tiga susunan otak terkait mengontrol respon tubuh terhadap sebuah stress : 1. mengalihkan darah dari intestinal ke otak.ke tahap ketiga yaitu kelelahan. dan pernafasan. Reaksi ini mempersiapkan individu untuk bertindak dengan meningkatkan denyut jantung. Formasi Retikulasi Reticulator formation. Respon fisiologis telah diperkuat. Teori Walter Cannon dalam (Wenner. Sebagai contoh impuls sistem saraf parasimpatis atau simpatis berjalan dari medula oblongata ke regulasi kontrol jantung untuk mengatur denyut jantung. Impuls berjalan menuju dan dari oblongata untuk meningkatkan atau menurunkan fungsi vital. menghasilkan perilaku yang abnormal. dan otot lurik. serta peningkatan darah. tetapi dengan tingkat energi yang rendah koping sesorang terhadap stressor akan menurun. Stage of Exhaustion (Tahap Kelelahan) Tahap kelelahan terjadi ketika tubuh tidak dapat lagi menahan efek stressor dan ketika tubuh telah menghabiskan energi yang diperlukan untuk mempertahankan koping. perbedaan regulasi fisiologis dan jika terus berlanjut dapat menyebabkan kematian. 3. Contoh seperti menggigil untuk menghasilkan panas tubuh. sekelompok kecil neuron dalam batang otak dan korda spinalis. D. 2007) adalah respon lari atau lawan (Fight or Flight Response) terhadap stres. tekanan darah. Denyut jantung meningkat saat merespon impuls dari serabut simpatis dan menurun saat merespon impuls dari serabut parasimpatis. 2. 2009). Tubuh tidak dapat melindungi dirinya terhadap dampak dari kejadian. Medula Oblongata Medula oblongata mengontrol denyut jantung denyut jantung.

Ketika kadar hormon turun. Respon tersebut di buktikan terdiri dari : a. Stresor terdiri dari : ransangan positif ( eutres ). trauma. darah putih dalam darah. 2009). kelenjar pituitari menerima pesan untuk meningkatkan sekresi hormon. yang berfungsi menurunkan produksi kortisol.sadar kembali. 2001). b. Stres menjadi patologis apabila stres tersebut melebihi kemampuan seseorang untuk mengatasinya. Ketika kadar hormon naik. Contoh. penyakit. pengalaman kegagalan. memonitor secara terus menerus kadar hormon dalam darah dan mengatur sekresi hormon. kelenjar kecil yang menempel pada hipotalamus. dan paratiroid. Peningkatan resiko menderita penyakit tertentu Pada fisiologis. Ketakutan fisik dan psikologis akan menyebabkan stres yang disebut stresor. stres membuat individu sakit karena:  Peningkatan tingkat kekuatan hormon yang mengubah proses dalam tubuh kita . 3. atau meningkatkan tingkat kesadaran ketika kebutuhan meningkat. dan suatu kehilangan. Peningkatan glukokortiroid plasma dan pembesaran kelenjar adrenal. Hans Seyle menjelaskan pola respon fisiologis yang dijumpai pada berbagai stres dalam (Corwin. kelenjar pituitari mengatur sekresi hormon tiroid. Tujuan respon tersebut adalah untuk beradaptasi atau menghilangkan ketakutan yang terjadi. menghasilkan hormon-hormon yang diperlukan untuk beradaptasi dengan stress. stres mengacu pada gaya / kekuatan fisik atau psikologis pada seseorang yang menimbulkan suatu respon / tanggapan. kelenjar pituitari menurunkan produksi hormon (Potter & Perry. gonad. Stres berkepanjangan dapat menyebabkan penyakit. Kelenjar Pituitari Kelenjar pituitari. atau penderitaan mental yang timbul dari keinginan untuk berprestasi. Adrenocorticotropic hormone (ACTH). Stres patologis mencakup infeksi. Selain itu. Penurunan ukuran organ-organ limpoid dan penurunan jumlah sel c. ransangan negatif ( distress ).

kafein. Peningkatan kontraktilitas miokardial. yang kemudian akan menstimulus hipotalamus. kelenjar adrenal. Respons stres Hans Sayle ditandai dengan suatu rantai atau pola kejadian fisiologi yang disebut sindrom adaptasi umum (General Adaption Syndrome / GAS). contoh LAS adalah radang. Peningkatan metabolisme darah . Hipotalamus melepaskan corticotrophin releasing hormone (CRH). yang menstimulasi kelenjar hipofisis anterior untuk melepaskan adreno cortico trophin (ACTH). seperti tidak mendapat istirahat yang cukup atau diet yang benar. Stresor menstimulus sistem saraf simpatis. struktur limfatik.  Mengabaikan tanda peringatan penyakit atau kegagalan mengikuti pengobatan atau terapi yang di anjurkan ( Potter & Perry. Peningkatan pembekuan darah 4. konsumsi alkohol. Respon tubuh terhadap sindrom stres atau GAS . dan kelelahan. Selama masa stres. Organ tubuh yang di pengaruhi oleh stres adalah saluran cerna. yang kemudian akan menstimulus sistem saraf simpatis. Selain beradaptasi secara umum. Respon tubuh terhadap epineprin mencakup : 1. struktur limfatik mengalami altrofi(penyusutan). Pilihan koping yang tidak sehat. yang meningkatkan curah jantung dan aliran darah untuk mengaktifkan otot 2. Dengan stres yang berkepanjangan kelenjar adrenal mengalami pembesaran yang cukup signifikan. resistensi. 2009 ) Stres juga dapat dipertimbangkan sebagai suatu respons. Dilatasi bronki. Hal ini disebut sebagai sindrom adaptasi lokal (LAS). yang memungkinkan peningkatan asupan oksigen 3. terjadi dengan pelepasan hormon adaptif tertentu dan perubahan selanjutnya pada struktur dan komposisi tubuh. tubuh dapat juga bereaksi secara lokal. penggunaan tembakau. medulla adrenal menyekresi epineprin dan norepinefrin sebagai respon terhadap stimulasi simpatetik. Seyle mengatakan bahwa baik GAS ataupun LAS memiliki 3 tahap yaitu: reaksi alam.

gugup  Kesedihan yang mendalam  Ketakutan. Perilaku  Penurunan produktivitas  Gerakan yang irelevan  Gelisah  Insomnia  Kontak mata yang buruk  Suka mencari kesalahan orang lain  Mengekspresikan kekhawatiran  Kurang bersosialisasi  Perilaku negatif meningkat B. khawatir . Semua pengaruh hormon adrenal tersebut menyebabkan individu mampu melakukan aktivitas fisik yang jauh lebih berat dibanding dengan yang mungkin ia lakukan. 2012 adalah : A. E.Afektif  Gelisah. Angiotensin cenderung meningkatkan tekanan darah dengan mengkontriksi arteriol. Peningkatan metabolisme lemak untuk membuat energi tersedia dan untuk mensintesis senyawa lain yang diperlukan oleh tubuh. Renin adalah enzim yang menghidrolisis salah satu protein darah untuk memproduksi angiotensin.5. Indikator Stress Indikator Stress menurut NANDA Diagnosa Keperawatan. menyesal  Perasaan tidak adekuat  Berfokus pada diri sendiri  Mudah marah  Bingung. Pengaruh utama norepinefrin adalah penurunan aliran darah ke ginjal dan peningkatan sekresi renin.

yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat. Kognitif  Gangguan daya ingat  Gangguan perhatian dan konsentrasi  Penurunan lapangan persepsi  Penurunan kemampuan untuk belajar  Penurunan kemampuan untuk memecahkan masalah  Cenderung menyalahkan orang lain  Khawatir  Melamun  Tidak semangat D. Fisiologis  Peningkatan produksi keringat  Peningkatan ketegangan  Anoreksia  Gangguan pencernaan  Kelemahan otot  Peningkatan tekanan darah  Peningkatan denyut nadi  Peningkatan frekuensi pernapasan  Gangguan tidur  Vertigo  Sering berkemih F. .jenis Stress Eustres. Tidak percaya diri  Kesedihan atau senang yang berlebihan  Ketidakberdayaan C. Jenis.

penurunan. dan destruktif (bersifat merusak). stres disebabkan karena zat kimia seperti adanya obat-obatan. Stres mikrobiologi. 2010). Di tinjau dari penyebabnya. suara yang bising sinar matahari atau karena tegangan arus listrik. fleksibilitas. kemampuan adaptasi. 3. dan kematian. Ini adalah semua bentuk stres yang mendorong tubuh untuk beradaptasi dan meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi. stres tersebut bersifat positif. sehat.positif. 5. Distres adalah semua bentuk stres yang melebihi kemampuan untuk mengatasinya. Stres kimiawi. Ketika tubuh mampu menggunakan stres yang dialami untuk membantu melewati sebuah hambatan dan meningkatkan performa. Di sisi lain. faktor hormon atau gas dan prinsipnya karena pengaruh senyawa kimia. stres disebabkan karena kuman seperti adanya virus. Ketika seseorang mengalami distres. Hal tersebut termasuk konsekuensi individu terhadap penyakit sistemik dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi. membebani tubuh. 2. organ dan lain-lain. bakteri atau parasit. orang tersebut akan cenderung bereaksi secara berlebihan. Stres fisiologik. dan menantang (Potter & Perry. dan menyebabkan masalah fisik atau psikologis. yang diasosiasikan dengan keadaan sakit. basa. dan tidak dapat berperforma secara maksimal (Potter & Perry. bingung. Stres fisik. dan tingkat performance yang tinggi. stres disebabkan . stres yang di sebabkan karena keadaan fisik seperti karena temperatur yang tinggi atau yang sangat rendah. dan konstruktif (bersifat membangun). 2010). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan. 4. fungsi jaringan. Stres proses pertumbuhan dan perkembangan. negatif. stres dapat di bedakan ke dalam beberapa jenis berikut: 1. yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat. stres disebabkan karena gangguan fungsi organ tubuh diantaranya gangguan dan struktur tubuh. zat beracun asam. distres.

ketika tuntutan lingkungan dan . perkawinan dan proses lanjut usia. Sebagai respon non spesifik tubuh terhadap setiap tuntutan yang ditimbulkanya. terjadi dengan pelepasan hormone adaptif dan perubahan selanjutnya pada struktur dan komposisi kimia tubuh. peristiwa hidup atau sekelompok situasi yang membangkitkan reaksi fisiologis dan psikologis (Holmes dan Rahe dalam Kozier. afektif dan adaptif (koping). dan struktur limfatik. sosial budaya atau faktor keagamaan. Model Bebasisi stimulus Dalam model ini stress didefinisikan sebagai stimulus. Individu dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. satu organ/salah satu bagian tubuh saja yang bereaksi. Respon tubuh tersebut. Teori model berbasis transaksi ini menekankan sekelompok respon kognitif. 2010) 2. Satu contoh LAS adalah proses peradangan. 3. selain beradaptasi secara umum tubuh dapat juga beradaptasi secara local. Model berbasis respon Stress dipertimbangkan sebagai satu respon. 6.2 Model Teoritikal stres Model Stres 1. kelenjar adrenal. Hal ini disebut LAS (syndrome adaptasi local). 2. Stres psikis dan emosional. stres disebabkan karena gangguan situasi psikologis atau ketidak mampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri seperti hubungan interpersonal. Organ tubuh yang dipengaruhi saluran cerna. keduanya saling mempengaruhi. Model berbasis transaksi Lazarus menyatakan bahwa teori stimulus dan respon tidak mempertimbangkan perbedaaan individu.1. Stress mengacu pada setiap kejadian.karena proses pertumbuhan dan perkembangan seperti pada pubertas. sindrom stress atau GAS (syndrome adaptasi umum).

2. Jika gejala stres yang datang melampaui durasi stressor maka individu dapat mengalami trauma (Hyger dan Sohie. Stress membantu merangsang proses berfikir dan membantu individu untuk tetap waspada terhadap lingkungan mereka. Pada contoh yang baru disebutkan. individu dapat sharing dengan kelompok sebayanya dengan cara ini dapat membantui beradaptasi terhadap stress. 2009). Factor ketiga adalah lingkungan sosial. Faktor terakhir yaitu sumber yang dapat digunakan untuk mengatasi stressor.1. Bagaimana individu bereaksi terhadap stres akan bergantung pada bagaimana mereka memandang dan mengevaluasi dampak dari stressor. ada 4 faktor yang mempengaruhi kemampuan menghadapi stress. Disini perawat dan rs adalah sumber bagi klien untuk mengurangi keparahan stressor. Tahapan Stres Seseorang mengalami stress sebagai konsekuensin dari kejadian dan pengalaman hidup sehari-hari. Ketika stres mengganggu mekanisme koping seseorang. efeknya pada situasi dan dukungan saat mengalami stres dan mekanisme koping mereka. akan terjadi ketidakseimbangan yang akhirnya menghasilkan krisis (Aguilera. Individu berespon terhadap persepsi perubahan lingkungan dengan respon adaptif atau koping (Monat dan Lazarus dalam Kozier. Faktor kedua berkenaan dengan praktik dan norma kolompok sebaya. system sosial atau system jaringan individu. Faktor pertama bergantuing pada pada pengalaman dengan stressor serupa. 4. 2001). Model adaptasi Dalam model ini. Contoh seorang wanita tuna wisma mencari bantuan dari praktisi perawat klinik untuk merawat infeksi pelviks akutnya. adanya jaminan kesehatan gratis merupakan sumber yang dapat mengatasi stressor (Mechine dalam Potter &Perry. 1998).3 Penyakit yang berhubungan dengan stres . Kemudian perawat merujuknya ke rs untuk mendapat terapi.internal atau keduanya membebani atau melebihi sumber adaptif. 2010).

tembakau Mengabaikan tanda peringatan terhadap penyakit atau kegagalan mengikuti pengobatan atau tahap (Monat.menggunakan alkohol. Namun bila stressor tetap ada dan tubuh tidakdapat beradaptasi maka individu akan masuk tahap ketiga yaitu kelelahan.Lazarus dan Reevy.2007 dalam Potter dan Perry.diit  yang tidak benar.Saat merespons impuls dari saraf parasimpatis denyut jantung menurun. Mekanisme koping yang tidak sehat contohnya istirahat kurang.A.Kadar hormone.tekanan darah. peran saraf parasimpatis pada tahap ketahanan dimana tubuh mempertahankan dan merespon reaksi peringatan dengan cara berlawanan. Medula oblongata Impuls system saraf simpatis dan parasimpatis berjalan dari medulla oblongata ke regulasi control jantung untuk mengatur denyut jantung. . 3.Saat merespon impuls dari saraf simpatis denyut jantung meningkat.2009) Yang bertugas mengontrol respon tubuh terhadap stress 1.denyut jantung.Contohnya individu tidur menjadi sadar kembali. Formasi retikularis Merupakan sekelompok keci neuron dalam batang otak dan kordaspinal yang memonitor status fisiologi tubuh secara terus menerus melalui hubungan dengan traktus sensorik dn motorik. Jadi. Reaksi peringatan yaitu hipotalamus dan pituitary posterior. 2.Penyakit Yang Berhubungan Dengan Syaraf Parasimpatis Stres bila tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan penyakit karena dipengaruhi oleh :  Kekuatan hormon meningkat sehingga merubah proses dalam tubuh  kita. Kelenjar pituitary Yang menghasilkan hormone untuk beradaptasi dengan stress Contoh ACTH untuk menurukan kortisol.curah jantung kembali normal dan tubuh memperbaiki segala kerusakan yang terjadi.

Sistem saraf autonom dibagi dua. et al. otot jantung dan kelenjar-kelenjar visceral. 2007. 2009). Reaksi ini mempersiapkan individu untuk bertindak. Hal ini dapat terjadi karena : - Terjadi peningkatan tingkat kekuatan hormone yang mengubah - proses dalam tubuh kita Pilihan koping yang tidak sehat. pemilihan diet yang tidak benar. diameter pembuluh darah. dalam Potter & Perry. kafein dan substansi lainnya Mengabaikan tanda peringatan penyakit atau kegagalan mengikuti pengobatan atau terapi yang dianjurkan (Lazarus.. seperti tidak mendapat istirahat yang cukup. pencernaan makanan.Stres merupakan fenomena yang mempengaruhi semua dimensi Stress berkepanjangan dapat membuat individu menjadi sakit. 1009). Penyakit Yang Berhubungan Dengan Saraf Simpatis Sympathetic autonomic nervous system (SANS) atau yang disebut saraf simpatis merupakan bagian dari sistem saraf autonom. serta penurunan aktivitas saluran cerna. B. Serabut-serabut afferennya membawa masukan dari organ-organ viseral (menangani pengaturan denyut jantung. yaitu sistem saraf parasimpatis dan sistem saraf simpatis. 2009). Saraf eferen motoriknya mempersarafi otot polos. rasa lapar. Bagian simpatis meninggalkan sistem saraf pusat dari daerah torakal lumbal medulla spinalis. 2003. Tujuan utama saraf simpatis adalah mempersiapakan tubuh agar siap menghadapi stress atau yang disebut respons bertempur atau lari (Price & Wilson. Sistem saraf autonom merupakan sistem saraf campuran. pembuangan dan sebagainya). penggunaan tembakau. mual. Beberapa fungsi saraf simpatis adalah peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernapasan. Walter Cannon mengajukan respons lari atau bertempur (fight or flight response) terhadap stress yang akan menggerakkan sistem saraf simpatis (Aldwin & Werner. Sedangkan bagian parasimpatis keluar dari otak melalui komponen saraf cranial dan bagian sacral medulla spinalis. hal. pernapasan. Reaksi fight or flight merupakan persepsi atau reaksi yang menyebabkan sistem saraf simpatis merangsang . - alcohol. 2007 dalam Potter & Perry.

. akan terjadi keadaan rangsangan yang kronis. p. Fungsi sosial meliputi pekerjaan. Respons maladaptive merupakan respons kronis dan berulang. Respons stress bisa sangat menguntungkan tetapi bisa juga membahayakan. Cannon menjelaskan bahwa reaksi tubuh yang dihasilkan dapat berdampak positif dan negative. Kesehatan psikologis atau memiliki rasa kesejahteraan (kebahagiaan. Respons fisiologis. Bila produksi hormone adrenal kortikal berlangsung lama atau berlebihan. 1991). yaitu : e. Tetapi bila terjadi reaksi yang berlebihan. seperti respons sistem saraf simpatis.83). kepuasan hidup. akan timbul pola perilaku menarik diri dan depresi. Respons stress diperlukan sebagai situasi yang mengancam. Saat tubuh sudah siap secara fisiologis untuk beraksi namun tidak dapat melakukannya. yang akan menyebabkan tekanan darah tinggi. Respons fight or flight merupakan reaksi yang normal karena mendorong individu untuk merespons dengan cepat ketika ada rangsangan. Sasaran adaptasi dapat dikategorikan dalam tiga area. hubungan sosial dan keluarga yang sasarannya berupa hubungan positif Respons maladaptive yang membahayakan sasaran tersebut meliputi kesalahan penilaian dan koping yang tidak memadai (Lazarus. respons simpatis-adrenal-moduler. akan menghasilkan suatu keadaan frustasi dan membahayakan kesehatan orang tersebut. Somatik / kesehatan sosial untuk mencapai keadaan kesejahteraan optimal f. 1990. semangat juang atau moril) g. atau pola respons sesuai berjalannya waktu yang tidak ditujukan untuk mencapai sasaran adaptasi. perubahan arteriosklerotik dan penyakit kardiovaskuler. Bila respons stress tidak efektif disebut sebagai maladaptive.kelenjar adrenal pada sistem endokrin untuk mengeluarkan atau mensekresi epinephrine yang memberikan reaksi tubuh. yang berlangsung lama atau berlebihan. Selain itu akan terjadi penurunan respons imun dan dapat timbul infeksi. akan berdampak negative bagi tubuh dalam jangka waktu yang lama (Sarafino.

Biasanya efek tersebut terjadi bersama karena stres mempengaruhi seseorang secara keseluruhan. Secara emosi mampu menimbulkan perasaan negatif atau nonkonstruktif terhadap diri sendiri. Situasi krisis menunjukkan bahwa seseorang memiliki titik balik dalam kehidupan. Brown. gangguan kardiovaskuler. Secara intelektual. gangguan gastroinstestinal. usia) akan menyebabkan sakit. ketidakteraturan menstruasi. Secara sosial. Golanty and K.Frekuensi intensitas dan durasi situasi stress berperan dalam perkembangan emosi negative dan pola sekresi neurokimia yang terbentuk. gangguan respirasi.Stres dapat memiliki konsekuensi fisik. sosial. intelektual. Krisis perkembangan terjadi selama seseorang berpindah melalui tahap-tapah kehidupan seperti . E. Secara fisik. Setiap stressor pun akan menimbulkan keadaan gangguan fisiologis. Gerald Caplan mengungkapkan ada dua jenis krisis. gangguan muskuloskeletal. 2002 dalam Kozier 2010). Penyakit Stres Berhubungan dengan Situasi Krisis Stres merupakan pengalaman individu yang disembunyikan suatu rangsangan atau stresor. Edline. dan spiritual. gangguan kulit. dan secara spiritual stres dapat mengancam keyakinan dan nilai seseorang (Kozier. akan meningkatkan kepekaan seseorang terhadap penyakit. kesehatan. stres dapat mengancam homeostasis fisiologi seseorang.2010) Banyak penyakit yang terkait dengan stres yaitu gangguan metabolik. stres dapat mempengaruhi persepsi dan kemampuan dalam memecahkan masalah. M. Kepekaan tersebut diikuti dengan predisposisi pada orang yang bersangkutan (kecenderungan genetis. C. Bila keadaan ini berlangsung lama atau responsnya berlebihan.2002 dalam Kozier 2010). emosi. penurunan respon imun. serta kecendrungan terhadap kecelakaan (G. yaitu krisis perkembangan dan krisis situasional. stres dapat mengubah hubungan seseorang dengan orang lain. Stresor adalah dorongan yang menggangu yang ada di dalam berbagai sistem (Neuman dan Faweet.

Sementara.Individu menjadi bertambah atau berkurang stresnya sebagai akibat dari krisis. depresi. perubahan pimpinan dan penambahan tanggung jawab. atau penyakit yang parah (Varcarolis et al. pengurangan. Persepsi terhadap suatu kejadian. kelahiran seorang anak. Kemudian. dapat menyebabkan stres. Penyesuaian diri terhadap penyakit kronis juga meenyebabkan stress situasional.pernikahan. 2006 dalam Potter & Perry. cancer. tergantung pada bagaimana individu tersebut mengatasi krisis (Lazarus. tindakan penatalaksanaan dari perawat yang berkompeten dapat meminimalkan stres pada pengasuh (Gauler et al. atau masa pensiun. krisis situasional dapat diprovokasi oleh sumber eksternal seperti perubahan pekerjaan. Perubahan pekerjaan yang penuh tekanan termasuk promosi. diabetes. Stres yang melebihi tingkat homeostasis dapat menciptakan kondisi yang tidak stabil bagi proses psikologi yang normal seperti tekanan darah. perpindahan. dan jantung koroner. kematian. 2009). pernapasan. Stres yang berkaitan dengan biaya pengobatan dan keterbatasan akses ke penyelenggara tidak dapat juga diabaikan. juga memciptakan hipertensi jantung. 2004 dalam Potter&Perry. 2009) . Faktor – faktor Stress menurut Aguilera 1998 yaitu :  Faktor Situasional Stres situasional berasal dari perubahan pekerjaan baik pada dirinya sendiri maupun anggota keluarga dan relokasi. Ketika individu dibwah stres tubuh menyiapkan respon dengan adrenalin releasing cholestrol glucose into the blood stream. keluarga juga berpotensi mengalami stres. Meskipun bertindak sebagai pengasuh. Penyakit yang sering ditemukan seperti obesitas. asma. Ketidakpastian pengobatan dapat menyebabkan stres dalam semua usia. stres dapat mempengaruhi sistem imun. migran (Schneiderman et al 2001). hipertensi. dukungan yang bersifat situasional dan mekanisme koping akan mempengaruhi pengembalian kesadaran atau homeostasis. 2007 dalam Potter&Perry 2009). restrukturisasi. kecelakaan kendaraan bermotor. dan fungsi endokrin.

keluarga. merupakan faktor yang dapat menciptakan kontrobusi seseorang menjadi lebih baik. dan saat terpisah dari keluarga. melihat anak-anak meninggalkan rumah. teman. Dukungan sosial dapat menjadi penyeimbang dari stres (Caplan 1981 dalam Interpersonal Relationship 2003). Karakteristik dalam Situasi Krisis Karakeristik Batas Waktu Konsep Diri Terjadi di situasi Krisis 4 – 6 minggu Kerugian yang dirasakan . atau dirawat di rumah sakit. dapat dari keluarga. pekerjaan sekolah. interpretasi dan memberi persepsi koping dan dukungan yang berkualitas di situasi krisis. perubahan struktur keluarga akibat perceraian atau kematian orang - tua. Menurut Caplan. tempat ibadah. teman-teman dan sekolah. - Faktor Maturasional Stres bervariasi dalam setiap tahap kehidupan seperti : Pada anak-anak mengidentifikasi stresor dengan penampilan fisik. Pada praremaja stresor terkait dengan masalah kepercayaan diri. 2009). stres berpusat sekitar perubahan utama dalam lingkungan hidup. Pada lansia. akan menjadi sebagai pertumbuhan atau pengalaman hidup seseorang. (Chen et al. kehilangan orang tua. tempat kerja maupun sekolah (Edens etr al 1992). meliputi permulaan sebuah keluarga dan karier. Pada dewasa. 2009). dan - penuaan fisik. Pada remaja stres dapat terjadi saat mencari identitas diri dengan teman sebaya. pertumbuhan personal akan mungkin tumbuh di situasi krisis.  Faktor Sosiobudaya Lingkungan dan stresor sosial menyebabkan masalah perkembangan. seksualitas. dan pilihan karier dapat - menyebabkan stres (Aguilera 1998 dalam Potter&Perry. stresor meliputi kehilangan otonomi dan kekuasaan karena kelemahan atau masalah kesehatan yang membatasi stamina dan kekuatan. 2005 dalam - Potter&Perry. Selain itu. Hasil yang ada. dalam menghadapi pertanyaan tentang penggunaan substansi yang merusak otak . Dukungan sosial.

Jadi mekanisme umpan balik terus menerus memonitor kadar hormon dalam tubuh. Kelelahan Adrenal Untuk mengatur stres kelenjar adrenal harus menjaga kadar hormon kortisol yang tinggi didalam tubuh. tekanan darah. dan metabolisme. Terdapat kelenjar pituitari yang menghasilkan hormon-hormon yang digunakan untuk beradapatasi dengan stres.seseorang akan mempengaruhi kesejahteraan Situasi krisis seseorang belum Pengalaman Personal Ketidakmampuan tentu sama dengan orang lain dalam Tidak ada acuan untuk mengatasi situasi Pola perilaku perubahan normal mengatasi situasi krisis Pola perilaku berfungsi untuk indivisu dan orang lain D. Sinyal kelenjar adrenal hipotalamus menghasilkan lebih banyak hormon adrenalin dan kortisol lalu melepaskannya kedalam aliran darah. Tubuh manusia merespon stres dengan mengaktifkan saraf dan hormon tertentu. Penyakit yang berhubungan dengan respon Hormon Respon tubuh terhadap stres berhubungan dengan respon hormonal adalah timbulnya berbagai penyakit yang diakibatkannya.Stres yang tinggi dan terus menerus akan menyebabkan kestabilan hormon terganggu sehingga akan menyebabkan beberapa penyakit sebagai berikut : A. hormon-hormon ini mempercepat denyut jantung. Sindrom Cushing Sindrom Cushing adalah kondisi tubuh ketika jumlah kortisol . seperti hormon ACTH yang berfungsi menurunkan kortisol. kecepatan nafas. Kelelahan adrenal ditandai dengan tubuh yang mudah lelah walaupun dari bangun tidur yang cukup. Namun kortisol yang berlebihan memiliki dampak negatif dan menyebabkan kelelahan adrenal. Stres sangat mempengaruhi individu. B.

hormon biologis penting yang membantu mengatur kesehatan tulang dan otot. Penyakit ini ditandai dengan rendahnya tingkat kortison dan aldosteron dalam tubuh yang biasanya akan mempengaruhi tekanan darah. Pheochronocytoma adalah tumor medula kelenjar adrenal dan timbul akibat kelebihan sekresi hormon epinefrin dan norepinefrin. mual. Gangguan penyakit ini terjadi karena sekresi berlebihan hormon aldosteron. Kondisi ini menyebabkan masalah tekanan darah. D. Masalah Kelenjar adrenal pada wanita. serta hasrat sexual pada wanita. 2. E. F. Stres pada wanita yang disebabkan oleh berbagai masalah bisa memicu koping yang tidak tepat misalnya merokok dan minum alkohol.Terapi Psikofarmaka . G. Hiperaldosteronisme Aldosteronisme adalah hormon yang berfungsi mempertahankan tingkat natrium dan kalium dalam darah.4 Trend dan isu dengan penatalaksanaan stress 1. Kelebihan hormon ini menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan kelenjar adrenal melawan stres. keseimbangan protein.1. Kelenjar adrenal memainkan peran penting dalam memproduksi androgen.berlebihan diproduksi oleh kelenjar adrenal. kelemahan dan muntah. Komplikasi kelenjar Adrenal pada anak-anak Anak-anak juga bisa mengalami masalah pada kelenjar adrenal. Penyakit Addison Gejala penyakit ini sangat sulit untuk diidentifikasi. Lebih jauh lagi. masalah kelenjar adrenal pada wanita menyebabkan peningkatan resiko osteoporosis dan insomnia. C.Anak yang menderita masalah kelenjar adrenal menunjukan gejala kelelahan. Sindrom cushing adalah kondisi kelelahan dan kelemahan otot dan kadang-kadang memicu kelumpuhan.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) mendifinisikan kesehatan
sebagai “Keadaan Sehat Fisik, mental dan Sosial, bukan semata-mata
keadaan tanpa penyakit atau kelemahan”. Definisi ini menekankan
kesehatan sebagai suatu keadaan tanpa penyakit, kesehatan jiwa adalah
suatu kondisi sehat emosional, psikologis, dan sosial yang terlihat dari
hubungan Interpesonal yang memuaskan,

perilaku dan koping efektif,

konsep diri yang efektif, konsep diri yang positif dan kestabilan emosional.
Strees ialah realita kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari.
Strees disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian(Keliat,
Budi Anna, 1999). Streesor bisa berasal darimana saja, seperti lingkungan,
diri sendiri, pikiran dan lainnya. Peran perawat jiwa sangat dibutuhkan klien
dengan gangguan kesehatan jiwa atau stress dalam mengatasi gangguan
kebutuhan dasarnya sampai dengan pemberian terapi Psikofarmaka dan
terapi aktivitas kelompok sehingga klien mampu mencapai derajat
kesehatan jiwa secara optimal.
Manajemen pengobatan adalah isu yang krusial bagi banyak klien
penderita gangguan jiwa, dan managemen ini sangat mempengaruhi hasil
terapi. Penting bagi perawat untuk mengetahui cara kerja, efek samping,
kontraindikasi, interaksi obat tersebut, serta intervensi keperawatan yang
diperlukan untuk membantu klien menatalaksana program pengobatan.
Berikut beberapa prinsip yang menjadi pedoman penggunaan obat
dalam menangani gangguan psikiatri (Hyman, Arana dan Rosenbaum,1995
dalam Videbeck, Sheila L, 2008).

Obat diseleksi berdasarkan efeknya pada gejala target klien,

misalnya pikiran waham, serangan panik, atau halusinasi.
Banyak obat psikotropika harus diberikan dalam dosis yang adekuat

selama periode waktu sebelum efek seutuhnya dicapai.
Dosis obat sering kali disesuaikan sampai dosis terendah yang

efektif untuk klien.
Sesuai aturan, individu lansia memerlukan dosis obat yang lebih
rendah untuk menghasilkan efek terapeutik dan obat dapat
memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai efek terapeutik

sepenuhnya.
Obat psikotropika sering kurang secara bertahap (bersangsur-

angsur), bukan secara mendadak dihentikan.
Perawatan tindak lanjut sangat penting untuk memastikan kepatuhan
pasien terhadap progam pengobatan, melakukan penyesuaian dosis

obat dan menatalaksana efek samping.
Prinsip farmakologi terdiri dari:

1. Farmakokinetik
Ialah studi tentang bagaimana tubuh terpengaruhi oleh obat. Fungsi
tubuh terdiri dari absorpsi ( bagaimana obat berpindah mengikuti aliran
darah). Distribusi (bagaimana obat berpindah ke berbagai jaringan tubuh).
Metabolisme (bagaimana obat diubah oleh enzim hati, secara aktif/inaktif).
Dan eliminasi (bagaimana obat dikeluarkan dari tubuh di waktu-waktu
tertentu).
2. Farmakodinamik
Ialah studi tentang efek obat di tubuh, interaksi obat di lokasi target.
Psikofarmaka mencakup dua konsep yaitu neurotransmitter dan blood brain
barier
1.

Neurotransmitter
Neurotransmitter disintesis oleh precursor dari tubuh. Precursor

diekstraksi dari aliran tubuh yang disintesis sel ke neurotransmitter.
Neurotransmitter diaktivasi dengan dua cara=mereka diolah oleh enzim atau
mereka dikembalikan ke presinapsis.
Neurotransmitter yang penting :
Astilkolin = Alzheimer disease dan Parkinson
Dopamine = schizofrenia dan Parkinson
GABA = ansietas
Norepineprine= manik dan depresi
Serotonin = manik dan depresi
Obat psikotropika dapat mempengaruhi neurotransmitter dengan
beberapa

cara

:

Mempengaruhi

pelepasan

neurotransmitter,

obat

psikotropika dapat berkombinasi dengan reseptor, obat psikotropika dapat
mempengaruhi respon reseptor kepada neurotransmitter, dan
psikotropika dapat mengakhiri naktivasi neurotransmitter

obat

2. Blood brain barrier ( sawar darah otak )
Otak dilindungi oleh fluktuasi blood brain barrier. Barrier ini meregulasi
sejumlah dan kecepatan darah memasuki otak. Air, karbondioksida, oksigen
memasuki barrier. Sawar darah otak mempunyai tiga dimensi, yaitu :
dimensi anatomi (struktur kaplier yang menyuplai darah ke otak dan
mencegah molekul “salah masuk”), dimensi fisiologi (Sistem transport
kimia yang membolehkan beberapa molekul masuk otak.
Molekul yang lipofil/lipid yang bisa melewati sawar otak, sedangkan
yang “higly water soluble” lambat

melewati sawar dan dalam jumlah

tertentu. Jadi hanya obat yang bisa masuk dan dalam jumah tertentu yang
bisa efektif mengobati psikiatrik), dan dimensi metabolic (Barrier metabolik
mencegah molekul yang masuk ke otak dengan aksi enzim di kapiler otak.
Contohnya: leudopa dapat melewati sawar otak tetapi kebanyakan
mengurangi dopamine sebelum semuanya

masuk ke otak. Produk

metabolic, dopamine, tidak bisa melewati barrier (ini cara otak melindungi
kita dari substansi di sirkulasi peripheral)).
Peran perawat psikiatrik dalam psikofarmaka:
Perawat psikiatrik mempunyai pengetahuan dan kompetensi untuk
memberikan pelayanan kepada klien agar gangguan psikiatrik dengan
berbagai cara. Adapun peran perawat psikiatrik khususnya dalam
psikofarmaka antara lain :
 Pengkajian pasien
Pengkajian meliputi riwayat penyakit sebelumnya, pemeriksaan fisik
dari lab, evaluasi psikiatri pengakajian sosiakultural dan riwayat obat, harus
lengkap sebelum ditegakkan diagnosa dan intervensi. Informasi ini
membantu membedakan penyakit jiwa dari aspek personality pasien yang
terjadi sebelum sakit.
Pasien dengan terapi psikofarmaka akan menimbulkan efek samping.
Efek samping yang timbul setelah pengobatan berjalan harus diidentifikasi
dan diobati segera.
 Koordinasi terapi modalitas
Perawat berperan dalam program terapi klien, masing-masing klien
dengan terapinya sendiri. Koordinasi terapi modalitas menjadi tanggung
jawab utama perawat yang bekerja dengan klien dalam terapi. Perawat lah

yang menyatukan terapi obat dengan nonpharmacological terapi sesuai dengan pengetahuan. seperti lithium dapat memnyebabkan reaksi serius tiba-tiba seperti sindrom neuroleptik maligna  Edukasi medikasi/obat Perawat berada diposisi penting untuk mendidik pasien dan keluarga tentang obat-obatan. dosis obat sesuai kebutuhan klien dan membantu efek samping yang ditimbulkan.  Memonitor efek samping Peran ini mencakup membuat standar pengukuran untuk efek samping berdasarkan gejala penyakitnya. terapi potensial sesuai kondisi pasien. Dengan begitu maka diharapkan pemberian obat psikotropik efektif dan aman. Berikan pengajaran tentang keuntungannya. Monitor obat terapeutik adalah penting karena beberapa obat mempunyai waktu terapeutik yang sempit . Karena pasien menggunakan obat dalam jangka waktu lama. resiko potensial.Dengan begitu.  Drug maintenance program  Perawat ialah tempat bertanya bagi pasien tentang pengobatan terbaru mereka. peneliti dan konsultan. Siapa yang dihubungi jika timbul masalah.  Penelitian klinik/obat Perawat bisa ikut serta dalam penelitian interdisiplin. Perawat bisa terlibat diberbagai level mulai dari mengumpulkan data. tahu apa yang dilakukan. Ini mencakup pengajaran informasi yang lengkap sehingga dapat diterima dan dipahami oleh pasien.Perawat sebagai adminitrasi untuk membuat jadwal obat. evaluasi dan meminimalkan efek samping. Efek samping dan penyakitnya. dan efektif untuk klien. Perawat psikiatri harus dapat :  Menggambarkan perbedaan psikofarmaka berdasarkan persamaan dan .  Administrasi obat psikofarmaka Perawat berpengaruh besar dalam mempengaruhi pengalaman pasien dengan terapi psikofarmaka. Perawat dapat berkontribusi memberikan pandangan keperawatan kepada tim peneliti. mencegah reaksi yang merugikan. aman. perawat membantu memaksimalkan efek terapeutik dan meminimalkan efek samping.

misal : Waham dan Halusinasi. yang berefek lebih efektifi dalam mengobati aspek depresi skizofrenia. DC . Hal ini membuat obat tersebut efektif dalam menangani gejala target tetapi juga menimbulkan banyak efek samping ekstrapiramidal karena penyekatan reseptor D2. dan D4. Reseptor dopamin diklasifikasikan kedalam sub kategori ( D1. D2. Kerja utama semua antipsikotik pada sistem saraf ialah menyekat reseptor neurotransmiter dopamin. D3. Dua jenis antpsikotik ini tersedia dalam injeksi depot yang . Mendiskusikan psikofarmaka mulai dari respon umum ke respon khusus  Membedakan gejala psikiatrik dari efek samping obat. dan D5) dan d2. D4.  Menyampaikan prinsip dasar farmakokinetik dan farmakodinamik  Mengidentifikasi penggunaan psikofarmaka di komunitas tertentu  Melibatkan klien dan keluarganya  Mengindentifikasi faktor yang mencegah masalah klien selama perawatan  Menggambarkan intervensi nonpsikoformaka dengan tepat  Mendiskusikan penggunaan alat pengukuran standar  Demostrasi pendidikan pengetahuan psikofarmaka yang penting (ANA. D3. yang menyebabkan insiden efek ekstrapiramidal yang rendah. antipsikotik atipikal. Yang terbaru.et al:Phsyciatric mental health nursing psicofarmacologi project. misalnya Klozapin ( Clozaril ). untuk adaptasidari meningkatkan Laraia Mt. D4 dikaitkan dengan gangguan jiwa. D3. Antipsikotik tipikal merupakan antagonis (bloker) yang kuat D2. merupakan bloker D2 yang relatif lemah. Antipsikotik ( neuroleptik ) Digunakan untuk mengobati gejala psikosis. 1994) Jenis – jenis psikofarmaka: 1. Washington. Selain itu antipsikotik atipikal menghambat reuptake serotin.

distonia akut (rigiditas otot. pseudoparkinsonisme. 3. resiko terjadi kanker payudara). Bangun/ bangkit secara perlahan. lidah kaku. dan laringospasme yang berakibat susah bernafas). untuk menghindari jatuh karena adanya Hipotensi Ortostatik atau pusing akibat penurunan tekanan darah. Pada Flufenazin ( Prolixin ) memiliki durasi 7 – 28 hari. antipsikotik juga berefek pada peningkatan prolaktin (terjadi pembesaran payudara pada pria wanita. Bila klien lupa minum obat satu dosis antipsikotik. penurunan libido. makanan berserat dan berolah raga. mulut kering. dan Haloperidol (Haldol ) berdurasi 4 minggu. disfungsi ereksi dan orgasme. Diskinesia Tardif (DT). ketidakteraturan menstruasi. akatisia. kongesti nasal. Kaji tingkat rasa kantuk 6. Minum cairan bebas gula untuk mengurangiefek dari antikolinergik pada mulut kering. sulit menelan. 5. Setelah kondisi klien stabil dengan terapi oral. abaikan dosis yang . 2. - Efek Samping Antipsikotik Efek gejala ekstrapiramidal (GEP). Syndrom Maligna Neuroleptik (SMN). Penyuluhan pada klien dan penatalaksanaan pengobatan Antipsikotik 1. Efek samping dari Antikolinergik sering terjadi akibat penggunaan antipsikotik. fotofobia. antara lain: Hipotensi ortostatik. Selain golongan Klozapin. akan dilanjutkan dengan pemberian injeksi depot setiap 2. Menggunakan pelindung dari sinar matahari (Efek fotosensitivitas yang menyebabkan mudah terbakar) 4. 2000). dan berkurangnya ingatan. mengganti dengan jenis yang berbeda dan dengan cara memberi antikolinergik seperti ( Egan & Hyde.medianya dari minyak wijen sehingga obat tersebut diabsorbsi dengan lambat. Pencegahan konstipasi dengan menganjurkan asupan cairan yang lebih banyak. Untuk mengatasi efek samping yang timbul dengan cara pengurangan dosis antipsikotik.(Pemberian pencahar tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang menyusui). dan Agranulositosis yang berpotensi fatal.4 minggu untuk mempertahankan efek terapeutik.

Antidepresan Diguanakan dalam terapi gangguan depresi mayor. tanya ke dokter untuk pemberian propanolol atau Benzodiazepin. keinginan.terlupa ( Jika lupanya lebih dari 4 jam ). jika efek sedasi ini menetap atau tidak berkurang gejalanya. segera hubungi dokter untuk merubah dosis atau mengganti obat.  Efek sedasi akan berkurang secara perlahan.  Hindari minuman beralkohol  Jangan hentikan pengobatan antidepresan secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter bila timbul gejala kelainan seksual (gangguan orgasme atau ereksi) . gangguan panik dan gangguan ansietas lain. yang bertujuan untuk mengurangi mual.  Mengkonsumsi makanan tinggi serat dan menambah asupan cairan untuk mencegah konstipasi.  Anjurkan minum yang tidak berkalori untuk menghindari mulut kering  Anjurkan pengaturan program diet menghindari peningkatan berat badan yang seimbang untuk dan berolah raga secara teratur. 7. Antidepresan berinteraksi dengan dua neurotransmiter (Norepinefrin dan Serotonin) yang mengatur mood. proses sensori dan nafsu makan.  Dosis obat di minum pada pagi hari untuk mencegah insomnia  Gunakan obat penghilang gejala pusing dan diare sesuai anjuran atau resep dokter. Ajarkan klien untuk menggunakan pengingat agar mempermudah klien minum obat dengan teratur. yaitu :  Anjurkan klien minum obat bersamaan dengan jadwal makan klien. perhatian. depresi bipolar dan depresi psikotik. Penyuluhan klien dan penatalaksanaan pengobatan Antidepresan.  Untuk kegelisahan motorik atau tremor di tangan.

Efek samping: Mual.Penyuluhan klien untuk penatalaksanaan pengobatan antiansietas : . mengantuk. dan gangguan memori atau gangguan sensorium). Jika timbul letargi (Keletihan.Penyuluahan klien mengenai penatalaksanaan penobatan: Obat Penstabil Mood: 1. Depakote. Konsumsi obat bersama makan untuk mengurangi mual Untuk efek tremor halus pada tangan. Bila lupa satu dosis obat. kemaikan berat bada dan akne.Gunakan obat seuai resep.Hindari pekerjaan / aktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi. . Anti ansietas (Ansiolitik) Digunakan untuk mengobati ansietas dan gangguan asietas. dan mengobati episode akut mania ( Litium. 1. Anjurkan banyak minum yang bebas kalori. gangguan stres pascatrauma dan putus alkohol. kurang minat) Konsultasikan ke dokter 5. Jika mengkonsumsi litium. .Jangan menghentikan penggunaan benzodizepin secara tiba-tiba (konsulkan ke dokter) . 8. Obat Penstabil Mood ( Antikonvulsan ). konsultasikan ke dokter untuk 4. obat. rasa logam di mulut. Minimalkan efek samping sedasi atau mengantuk dengan konsumsi dosis yang lebih besar menjelang tidur dan dosis kecil sepanjang hari. insomnia. depresi SSp ( sedasi. Digunakan untuk mengobati gangguan efektif bipolar dengan menstabilkan mood klien. 10. koordinasi yang buruk. tremor halus pada tangan. Depakene). hubungi dokter untuk petunjuk selanjutnya. pemberian penyekat beta seperti propanolol (Inderal). 3. 6. pertahankan asupan air dan aktivitas yang merangsang sekresi keringat berlebih karena menurunkam kadar litium serum dengan cepat. 7. untuk pengurangan dosis atau menghentikan obat. misal menyetir dan hindari minuman beralkohol karena meningkatkan depresi . poliuri. hindari alkohol. . keletihan atau letargi. Karbamazepin. polidipsi. diare. menghindari atau meminimalkan tinggi rendah mood yang mencirikan gangguan bipolar. 9. anoreksia. Atur diet yang seimbang untuk menghindari kenaikan badan yang signifikan. OCD. . Efek samping : menimbulkan ketergantungan fisik (Benzodiazepin). Cek kadar serum secara periodik untuk memastikan kadar terapeutik 2. depresi. Anjurkan untuk beraktivitas olah raga secara teratur.

2. 2. Besar kelompok . mual. penurunan berat badan. proses pengambilan keputusan dan hubungan otoritas dalam kelompok.SSp. obat ADHD ialah stimulan SSp metilfenidat (Ritalin). halitosis. Efek samping : keletihan. 2. Efek samping : anoreksia. ketidaksamaan. tremor. ADHD ). kesamaan. Disulfiram ( Antabuse ) Digunakan dalam terpai alkohol (menghentikan kecanduan alkohol). 3. pemolin (Cylert). Di dalam terapi aktivitas kelompok.5 Terapi Aktifitas Kelompok Kelompok merupakan sekumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang lain. Disulfiram adalah agen S sensitisasi yang menyebabkan reaksi merugikan ketika di campur dengan alkohol dalam tubuh. Struktur kelompok diatur dengan adanya pimpinan dan anggota. Komponen kelompok 1. arah komunikasi dipandu oleh pemimpin sedangkan keputusa diambil secara bersama.1. atau impotensi. Sedangkan kelompok berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain untuk menemukan cara menyelesaikan masalah. komunikasi. Stimulan (amfetamin) Digunakan untuk mengobati ganguan psiktri pada hiperaktivitas defisit perhatian ( attention deficit / hyperactivity dosorder. kebencian. terdapat tujuan yaitu untuk membantu anggotanya berhubungan dengan orang lain serta mengubah perilaku yang destruktif dan maladaktif. dan vitabilitas. kesukaan dan menarik. Struktur Kelompok Menjelaskan batasan. takut. mengantuk. Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. dan dekstroam fetamin. 2001) dari berbagai latarbelakang yang berbeda dalam penanganannya seperti agresif. saling bergantung dan mempunyai norma yang sama ( Stuart dan Laraia.

Banyaknya sesi bergantung pada tujuan kelompok. 6. Lamanya Sesi Waktu optimal untuk satu sesi adlah 20-40 menit bagi fungsi kelompok yang rendah dan 60-120 menit bagi fungsi yang tinggi. Komunikasi Tugas seorang pemimpin kelompok adalah mengobservasi dan menganalisis pola komunikasi dalam kelompok. Komunikasi setiap anggota kelompok 2. Di dalam komunikasi terdapat elemen paling observasi komunikasi verbal dan non verbal. Jika anggota kelompok terlalu besar akibatnya tidak semua anggota mendapat kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. task roles. dan individual roles. Pemimpin kelompok dapat mengkaji hambatan dalam kelompok .Jumlah anggota kelompok yang nyaman adalah kelompok kecil yang anggotanya berkisar 5-12 orang. bisa 2 kali seminggu atau dapat direncanakan sesuai kebutuhan. tingkat kompetisi dan seberapa jauh anggota kelompok mengerti dan melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan. yaitu : 1. sedangkan menurut Rowkins. 3.Kekuatan Kelompok . Tema umum yang di ekspresikan 4. 4. Kemampuan anggota kelompok sebagai pandangan terhadap kelompok 6. konflik interpersonal. Rancanagan tempat dan duduk 3. Proses penyelesaian masalah terjadi 5. Frekwensi komunikasi dan orang dituju selama komunikasi 5. menurut Lanceter (1980) adalah 10-12 orang.Peran Kelompok Terdapat 3 peran kelompok yaitu yang ditampilkan anggota kelompok dalam kerja kelompok yaitu Maintenance roles. pendapat dan pengalaman. Berdasarkan Stuart dan Larcia (2001) adalah 7-10 orang. William dan Beck (1993) adalah 5-10 orang.

serta mengembangkan prilaku adaptif. merencanakan dan melaksanakan kegiatan rekreasi untuk kelompok klien yang memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi. perawat memiliki peran yang berbeda dalam pengaturan kelompok. dam dihargai eksistensinya oleh anggota kelompok yang lain. Hal ini mempengaruhi anggota kelompok untuk tetap betah dalam kelompok.(Stuart & Laraia. seorang perawat mungkin melihat sekelompok klien dalam sesi terapi. memfasilitasi kelompok pendukung bagi orang-orang yang berbagi masalah tertentu. atau memberikan informasi pendidikan pasien untuk kelompok klien. 7. untuk menemukan cara menyelesaikan masalah. Tujuan dan fungsi kelompok Tujuan adalah membantu anggotanya berhubungan dengan oranglain serta mengubah prilaku yang destruktif dan maladaptif. . Anggota kelompok merasa diiliki. Misalnya. dan dalam perawatan kesehatan jiwa mental. Perawat dipanggil untuk bekerja dengan kelompok-kelompok klien. diakui. 8. Norma Kelompok Pemahaman tentang norma kelompok berguna untuk mengetahui pengaruhnya terhadap komunikasi dan interaksi dalam kelompok. Kelompok merupakan laboratorium tempat mencoba dan menemukan hubungan interpersonal yang baik. Kekohesifan Merupakan kekuatan anggota kelompok bekerja sama dalam mencapai tujuan. 2001).Untuk menetapkan kekuatan anggota kelompok yang bervariatif diperlukan kajian siapa yang paling banyak mendengar dan siapa yang membuat keputusan dalam kelompok. Kelompok berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain. Kekuatan kelompok ada pada kontribusi dari setiap anggota dan pemimpin dalam mencapai tujuannya.

regresi kelompok dapat terjadi ketika anggota baru ditambahkan. alat dan sumber.Perkembangan kelompok Kelompok. jika perlu dana yang dibutuhkan. Proposal dapat pula pedoman atau panduan menjalankan kegiatan kelompok.Setiap tahap dicirikan oleh anggota mengekspresikan berbagai aspek masalah antarpribadi yang sama atau konflik. Tugas pemimpin adalah untuk memahami dan membantu kelompok ketika bergerak sepanjang jalur pertumbuhan. seperti individu. uraian tentang proses evaluasi anggota kelompok. 2001). memiliki kapasitas untuk pertumbuhan dan perkembangan. (Stuart & Laraia. daftar kerangka teoritis yang akan digunakan dalam mencapai tujuan. Ketercapaian tujuan sangat dipengaruhi oleh prilaku pimpinan dan pelaksanaan kegiatan kelompok untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu perlu disusun prposal atau panduan pelaksaanaan kegiatan kelompok. tempat dan waktu sesi. daftar kriteria anggota kelompok. Ia mengacu kepada struktur kelompok sebagai hubungan interpersonal antara anggota dan aktivitas tugas sebagai interaksi langsung berhubungan dengan tugas. 1. uraian proses seleksi anggota kelompok. Dalam pengembangan kelompok. atau kelompok mungkin mundur ke tahap sebelumnya. fase mungkin tumpang tindih. Garis besar isi proposal adalah: tujuan umum dan khusus. Juga. prilaku anggota yang diharapkan. Fase pengembangan kelompok dapat dianggap jalan yang kelompok diperlukan untuk membentuk dan mencapai tujuannya. uraian struktur. daftar pemimpin kelompok disertai keahliannya. misalnya.Tuckman percaya bahwa setiap kelompok berkaitan dengan penyelesaian tugasnya. mereka memiliki kemampuan untuk mundur dan menolak bekerja secara efektif. prilaku pemimpin yang diharapkan. (Budi Anna & . Tuckman berteori bahwa konsep sentral pembangunan kelompok adalah ketergantungan dan saling ketergantungan. Fase prakelompok Hal penting yang harus diperhatikan ketuka memulai kelompok adalah tujuan dari kelompok. jumlah anggota dan sesi.

sebagian ingin pemimpin yang memutuskan dan yang lain lebih mengarahkan atau sebaliknya anggota ingin berperan sebagai pemimpin. and performing. Pada tahp akhir. storming. Yalom (1995) membagi dalam 3 fase orientasi. kejujuran. 1. anggota belajar perbedaan tidak peru ditakutkan. Pemimpin perlu memfasilitasi ungkapan perasaan. dan kohesif. Fase awal kelompok Fase ini ditandai dengan ansietas karena msuknya kelompok baru dan peran yang baru. Perasaan positif akan semakin sering diungkapkan. Perasaan bermusuhan yang ditampilkan. Mengorientasikan anggota pada tugas utama dan melakukan kontrak yang terdiri dari tujuan. waktu pertemuan. 2005). dan antara komunikasi misalnya hanya satu orang yang bicara pada satu waktu. baik antara anggota kelompok maupun anggota dengan pemimpin dapat terjadi pada tahap ini. Tahap konflik Peran dependen dan interdependen terjadi pada tahap ini. Belajar perbedaan . baik positif maupun negatif dan menggali penyebab. Tahap kohesif Setelah tahap konflik. rasa memiliki. anggota kelompo merasakan ikatan yang kuat satu sama lain. atau kohesif antara anggota kelompok diupayakan terbentuk pada fase orientasi. struktur. norma prilaku. norming. Budi anna & Akemat.Akemat. anggota kelompok merasa bebas mebuka diri tentang informasi dan lebih intim satu sama lain. kerahasiaan. Pada tahap ini. Tuckman membagi dalam 4 fase yaitu forming. Adapula anggota yang netral dan dapat mebantu menyelesaikan konflik peran. konflik. 2005: Tahap orientasi Pada tahap ini pemimpin kelompok lebih aktif dalam meberi pengarahan. Pemimin tetap berupaya meberdayakan kemampuan anggota kelompok dalam penyelesaian masaalah.

instalasi informasi. anggota kelompok menyadari produktivitas dan kemampuan yang bertambah disertai percaya diri dan kemandirian. peniruan prilaku. Fase terminasi Terminasi dapat sementara atau akhir. 2. alturisme. Juga dalam dikumentasi implementasi tentang pencapaian dan prilaku yang perlu dilatih pada klien diluar sesi. Pada akhir fase. Serta mengurangi dampak dari faktor apa saja yang dapat mengurangi produktivitas kelompok. kesamaan. ( Stuart & Laraia. dan kekohesifan kelompok. koreksi pengalaman. anggota kelompok akan membantu pencapaian tujuan yang menjadi suatu realitas. Tugas utama pemimpin adalah membantu kelompok mencapai tujuan dan tetap menjaga kelompok kearah pencapaian tujuan. belajar hubungan interpersonal. Proses keperawatan . 3. pengembangan teknik interaksi sosial. katarsis. Evaluasi difokuskan pada jumlah pencapain baik kelompok maupun individu. 2001). Pada tiap sesi dapat pula dikembangkan instrumen evaluasi kemampuan individu . Fase kerja kelompok Pada fase ini sudah menjadi tim. faktor eksistensi. tetapi menyenangkan bagi anggota dan pemimpin kelompok. Perlu dicatat dan didokumentasikan yang berupa notulen.dan persamaan. Walaupun mereka bekerja keras. Pada kondisi ini kelompok segera masuk ke fase berikut yaitu perpisahan. Terminasi dapat pula terjadi karena anggota kelompok atau pemimpin kelompok keluar atau pemimpin kelompok keluar dari kelompok. terminasi yang sukses ditandai dengan perasaan puas dan pengalaman kelompok akan digunakan secara individual pada kehidupan sehari-hari. Kelompok menjadi stabil dan realistis. Kekuatan therapeutik tampak seperti yang dijelaskan Yalom dan Vinogradov (1989) yaitu sebelas faktor : meneri informasi.

fungsi perawat sebagai terapis kelompok berbeda dari perawat menerapkan proses keperawatan untuk klien. Jenis-jenis terapi kelompok. Fokus adalah membuat sadar diri.Seperti dalam psikoterapi individu. dan sosialiasi 2. kelompok therapetik. Rawlins. Terapis/Perawat akan menilai anggota kelompok dan menerapkan strategi untuk membantu klien mecapai tujuan. dan terapi aktivitas kelompok. intensive problem solving groups. Dalam beberapa pendekatan untuk terapi kelompok. orientasi realita. pschotherapy groups. Contoh kasus berikut disajikan untuk menggambarkan peran keperawatan dalam membangun. dan Beck (1993) dalam Budi Anna & Akemat. self help groups. membuat perubahan. seorang perawat melakukan terapi kelompok tidak menerapkan proses keperawatan. atau ketiganya. Terapi kelompok Adalah metode pengobatan ketika klien ditemui dalam rancangan waktu tertentu dengan tenaga yang memenuhi persyaratan tertentu. terapis dipandu oleh teori psikoterapi. . menyoroti penekanan pada peran perawat dalam kelompok. yaitu : Stuart dan laraia. multidisciplinary teams. Kelompok terapeutik Membantu mengatasi stress. penyakit fisis kritis.(Norren & Lawrence. brief therapy groups. melaksanakan dan mengevaluasi intervensi kelompok. tumbuh kembang. Pengkajian seorang terapis akan dalam hal teori tertentu dan tidak akan mengarah pada diagnosis keperawatan. Wiliams. stimulasi sensoris. peningkatan hubungan interpersonal. 1998). 2001 membagi dalam menjadi task group. terapis tidak akan mengidentifikasi hasil. educational groups. 1. Kelompok dibagi sesuai kebutuhan yaitu stimulasi persepsi. melainkan akan fokus pengalaman di masa kini. 2005 mebagi dalam 3 terapi yaitu terapi kelompok. Dengan demikian. supportive therapy groups. activity groups and pear support groups.

Kualifikasi terapis Rwalins. bola tenis. . Tujuan yaitu : mencegah masalah kesehatan.ruangan nyaman dan tenang. diskusi/Tanya jawab. Setting : klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran . meningkatkan kualitas kelompok. A. Tujuan khusus Sesi 1 Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap. kaset (marilah kemari).jenis Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) 1. literatur. lokakarya. mendidik dan mengembangkan potensi anggota kelompok. pengalaman tertentu megikuti terapi kelompok. Perawat diperkenankan memimpin terapi jika telah dipersiapkan secara profesional mempunyai pengetahuan tentang maslah klien dan mengetahui metode yang dipakai untuk kelompok khusus serta terampil sebagai pemimpin. bermain . Wiliams. Alat = tape recorder. Tujuan umum = klien dapat meningkatkan hubungan social dalam kelompok secara bertahap. Jenis-jenis Terapi Aktifitas Kelompok Jenis. Praktik yang disupervisi pada saat berperan sebagai pemimpin kelompok. jadwal kegiatan Metode = peran/stimulasi dinamika kelompok.atau penyesuaian sosial. nama panggilan. asal. Terapi Aktifitas Kelompok: Sosialisasi Upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. dan Beck ( 1993) mengidentifikasi 3 area yang perlu dipersiapkan untuk menjadi terapis atau pemimpin kelompok yaitu persiapan teoritis melalui pendidikan formal. buku catatan dan pulpen. dan hobi. bacaan. Antara anggota kelompok saling membantu dalam menyelesaikan masalah.

.Persiapan : memlilih klien yang sesuai dengan indikasi : isolasi social.Langkah : . evaluasi/validasi. orientasi. menanyakan diri anggota kelompok lain. hobi. evaluasi sama Perbedaan difase kerja = anggota yang kebagian bola berkenalan dengan cara memberi salam. rencana tindak lanjut dan kontrak yang akan dating Sesi 2 Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok dengan memperkenalkan diri.Kerja : jelaskan kegiatan. memanggil panggilan.Orientasi : memberi salam terapeutik. . mempersiapkan alat dan tempat. dipercaya. Setting. menarik diri membuat kontrak dengan klien. ulangi dan beri ujian. memilih satu masalah untuk dibicarakan dan memberi pendapat tentang masalah pribadi yang dipilih. asal. Sistem difase kerja hampir sama dengan sesi 4 . tulis nama panggilan pada papan nama. menyebutkan identitas diri dan menanyakan lawan bicara Sesi 3 Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok dengan cara menanyakan kehidupan pribadi dan menjawab tentang kehidupannya. pekerjaan). menanyakan kehidupan pribadi (orang terdekat. memilih topic yang ingin dibicarakan. metode. dan fase persiapan. kaset dihidupkan bola diedarkan.Terminasi : evaluasi dengan memperkenalkan diri baik secara verbal atau non verbal. alat. Sesi 4 Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota kelompok dengan :menyampaikan topic yang ingin dibicarakan. saat tape dimainkan maka anggota yang memeganggakn bola. dan memberi pendapat tentang topic yang Alat tambahan : flipchart/whiteboard dan spidol Fase kerja : putaran bola terdiri dari tiga cara sesuai tujuan diatas Sesi 5 Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang lain dengan menyampaikan masalah pribadi. Perbedaan di fase kerja: anggota yang memegang bola bertanya tentang kehidupan pribadi anggota kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara memberi salam. memperkenalkan nama. kontra (jelaskan tujuan aturan main) .

Terapis meminta tiap anggota kelompok menyusun kartu sesuai seri. mempunyai contoh yaitu 1. Alat flipchart diganti dengan kartu kwartet Fase kerja : . Terapi aktifitas kelompok stimulus kognitif/persepsi adalah terapi yang bertujuan untuk membantu klien yang mengalami kemunduran orientasi. Anggota yang memegang bola. Menonton Televisi 2.terapis membagi 4 kartu pada masing-masing anggota. Membaca Koran 3. sisanya dimeja. jika kartu lengkap. menstimuli persepsi dalam upaya memotivasi proses berfikir dan afektif serta mengurangi perilaku maladaptif. Kondisi fisik sehat. Klien dapat mempersepsikan stimulus yang dipaparkan kepadanya dengan tepat 2. diumumkan pada kelompok dengan membaca judul/subjudul. Alat = tidak pakai flipchart/kartu kwartet. dapat meminta kartu yang dibutuhkan. menjawab dan memberi pada orang lain sesuai dengan permintaan. Tujuan Khususnya yaitu : 1. 2. Klien dapat menyelesaikan masalah yang timbul dari stimulus yang dialami A. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulus Persepsi Umum. Melihat gambar . mengambil satu kartu dari tumpukan kartu diatas meja Sesi 7 Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan kelompok yang telah dilakukan.Sesi 6 Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok dengan cara :bertanya dan meminta sesuai dengan kebutuhan pada orang lain. Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi Kognitif atau Persepsi Klien dilatih mempersepsikan stimulus yang disediakan atau stimulus yang pernah dialami. jika kartu belum lengkap. kooperatif dan mau mengikuti kegiatan. dapat berkomunikasi verbal. Tujuan umum agar klien mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan maslah yang diakibatkan oleh paparan stimulus kepadanya.

video. Terapi Aktifitas Kelompok Stimulasi sensoris suara terdiri dari 3 sesi.Mencegah perilaku kekerasan sosial 4.Mengontrol halusinasi dengan patuh meminum obat D. Klien mampu berespon terhadap gambar yang di lihat 3. Mengenal Halusinasi 2. yaitu : 1. dan nyanyian. Melatih positif pada diri sendiri 3. Menonton televise/video 4. Mengontrol halusinasi dengan melakuka kegiatan 4. yaitu dari diri sendiri. Klien mampu mengekspresikan perasaan melalui gambar Adapun aktifitas stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap penglihatan.B. pendengaran dan lain-lain seperti gambar. Terapi Aktifitas Kelompok : Stimulus Sensori Terapi Aktifitas Kelompok ini adalah upaya untuk menstimulasi semua pancaindera (sensori) agar member respons yang adekuat. Terapi aktivitas kelompok : Orientasi Realitas Terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas adalah upaya untuk mengorientasikan keadaaan nyata pada klien. Mengontrol halusinasi dengan menghardik 3. Tujuan khusus yaitu : 1. Tujuan umum yaitu klien dapat merespon stimulus pancaindera yang diberikan. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi : Perilaku Kekerasan Terdiri dari 5 sesi yaitu : 1. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi : Halusinasi Terdiri dari 5 sesi yaitu : 1. tarian. menarik diri. Mencegah perilaku kekerasan yang biasa dilakukan 2. Klien mampu berespon terhadap suara yang di dengar 2. Identifikasi hal positif dari diri sendiri 2. Mencegah perilaku kekerasan fisik 3. Mendengar music 2. Mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap 5. . yaitu : 1. Mencegah perilaku kekerasan spiritual 5. Klien yang mempunyai indikasi Terapi Aktifitas Kelompok sensorik adalah klien isolasi sosial. Mencegah perilaku kekerasan dengan patuh mengonsumsi obat C. Menggambar 3. harga diri rendah yang di sertai dengan kurangnya komunikasi verbal. Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi : Harga Diri Rendah Terdiri dari 2 sesi.

tidak kenal dirinya: salah mengenal oranglain: tempat dan waktu. Contoh TAK orientasi Realitas Sesi 1 : pengenalan orang Tujuan :   Klien mampu mengenal nama-nama perawat Klien mampu mengenal nama-nama klien Setting   Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran Ruangan nyaman dan tenang Alat   Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK Spidol. tempat dan waktu sesuai dengan kenyataan. orang lain. tempat dan waktu. Tujuan : tujuan umum adalah klien mampu mengenali orang. Sedangkan tujuan khusus :    Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada.oranglain. kebingungan. tempat dan waktu. Klien mengenal waktu dengan tepat Klien dapat mengenal diri sendiri dan orang disekitarnya dengan tepat. tape recorder. yaitu diri sendiri. bola tenis. Klien dengan gangguan jiwa psikotik mengalami penurunan daya nilai realitas. kaset ‘dangdut’ Metode . dimensia. Aktivitas dan indikasi Aktivitas yang dilakukan tiga sesi berupa aktivitas pengenalan orang. Hal ini dapat menyebabkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien. lingkungan/tampat dan waktu. waktu dan orang-orang disekitarnya. perlu adanya aktivitas yang memberikan stimulus secara konsisten kepada klien tentang realitas lingkungan. Klien tidak lag mengenali tempat. Klien yang mempunyai indikasi TAK orientasi realitas adalah klien halusinasi.

lama kegiatan 45 menit. asal dan hobi. searah jarum jam dimulai dengan terapis. asal dan hobi dari klien yang lain. penggilan. Saat musik dihentiksn.  Dinamika kelompok Diskusikan dan tanya jawab Langkah kegiatan 1. mepersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. klien yang sedang memegang bola tenis menyebutkan nama   lengkap. Evaluasi : terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK. Tahap terminasi 1. meliputi  nama lengkap. harus minta izin pada petugas. Tera[is menjelaskan aturan main berikut: jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok. 3. membuat kontrak dengan klien. Ulangi langkah sampai semua klien mendapatkan giliran Terapis meberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dengan mengajak klien lain bertepuk tangan. Orientasi  Salam terapeutik : salam dari terapis kepada klien  Evaluasi validasi: menanyakan perasaan klien saat ini  Kontrak : terapis menjelaskan tujuan kegiatan. saat musik terdengar bola tenis dipindahkan dari satu klien ke klien yang lain. Terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan. panggian. yaitu mengenal orang. Tahap kerja  Terapis mebagikan papan nama untuk masing klien  Terapis meminta klien menyebutkan nama lengkap. dan asal Terapis meminta klien menulisakan nama panggilan pada  papan nama yang dibagikan Terapis meminta klien memperkenalkan diri secara berurutan.  panggilan. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok 2. Tindak lanjut: terapis menganjurkan klien menyapa oranglain . setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. Persiapan  Memilih klien sesuai dengan indikasi. 4.

Klien mampu menyebutkan nama. F.. Kontrak yang akan datang: terapis meberikan kontrak untuk TAK yang akan datang yaitu”mengenal waktu” . panggilan. kemampuan klien yang diharapkan adalah dapat menyebutkan nama. panggilan. contoh klien mengikuti TAK orientasi realitas orang. asal dan hobi klien lain. menyepakati waktu yang tempat. khususnya pada tahap kerja. panggilan. kemampuan mengenal oranglain No Aspek yang dinilai 1 2 Menyebutkan nama klien lain Menyebutkan nama panggilan klien 3 4 yang lain Menyebutkan asal klien yang lain Menyebutkan hobi klien lain Nama Nama Nama Nama Nama klien klien klien klien klien Petunjuk : tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien. untuk tiap klien beri penilaian tentang kemampuan klien mengetahui nama. Formulir evaluasi sebagai berikut : Sesi 1 TAK : Orientasi realitas orang. Dokumentasi Dokumentasi pada catatan proses keperawatan tiap klien. Anjurkan klien mengenal nama klien lain diruangan. Individu bereaksi terhadap stress tergantung pada .sesuai dengan nama panggilan 3. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Artinya individu tidak mungkin terhindar dari stress. asal dan hobi klien lain sebelahnnya. Post traumatic distress disorder (PTSD) Stress melekat pada kehidupan. Untuk TAK orientasi realitas orang. Beri tanda checklist jika klien mampu dan tanda silang jika klien tidak mampu. Evaluasi Dilakukan pada saat proses TAK berlangsung. asal klien lain. hobi.

pengalaman kekerasan yang menyerang personal. Defenisi PTSD dan ASD. . Dalam Potter PA & Perry AG. Dalam Potter PA & Perry AG. individu bisa mengalaminya sendiri atau bersama-sama. kecelakaan lalu lintas yang berat.  2000. Dalam Potter PA & Perry AG. 2000. yaitu :  Acut stress disorder ( ASD ) Adalah gangguan stress akut yang dimulai dengan pengalaman individu . Kejadian ini dapat terjadi pada semua kelompok umur. ketidakberdayaan ( APA. dapat berlangsung sampai beberapa bulan bahkan tahunan. Gejala ini mulai dalam 3 bulan pertama setelah trauma. karena tidak ada yang bisa memperkirakan secara tepat siapa yang akan mengalami trauma. kesaksian atau pertentangan dengan kejadian traumatic dan respon terhadap ketakutan yang kuat. 2010). disiksa. 2010) Jadi dapat disimpulkan bahwa post traumatic stress adalah perkembangan gejala-gejala yang dicetuskan oleh sebuah kejadian yang siapapun yang menghadapinya secara umum menimbulkan stress yang luar biasa. gejala muncul setelah kejadian yang tidak diduga atau kematian yang mengenaskan. Gangguan stress pasca trauma (Post traumatic stress disorder/ PTSD) diawali dengan gangguan stress akut (acut tress disorder /ASD). kejadian bencana. disandra. Jika individu tidak mampu mengatasi dampak buruk dari stress maka akan memicu terjadinya trauma. didiagnosa dengan penyakit yang mengancam kehidupan (APA. 2010 ) Post traumatic stress disorder ( PTSD ) Adalah perkembangan karakteristik setelah kejadian traumatik yang dialami individu yang mengancam integritas fisiknya atau mengancam integritas fisik orang lain. 2000. 2001. dampak buruk yang serius. (Hyer& Sohnle. atau ancaman kematian atau trauma pada anggota keluarga atau orang terdekat (APA.bagaimana mereka memandang atau mengatasi dampak dari stressor. Beberapa pengalaman yng menimbulkan PTSD meliputi : terlibat dalam perang militer. diculik.

pekerjaan.dalam Townsend. 2005 ). dan area fungsi lainnya . Mimpi buruk yang berulang-ulang mengenai kejadian. dalam townsend. sementara  yang lain tidak Bisa terlibat dalam penyalahgunaan obat ( APA. mengerikan. Pada anak ditunjukan dengan perilaku tidak terorganisir atau agitasi. B. meliputi gambaran. Pada anak pengulangan dapat terjadi dimana tema atau aspek trauma diekspresikan. tidak berdaya. Kriteria diagnosis PTSD adalah : A. 2. fikiran. dapat didiagnosa dengan PTSD. atau persepsi. Pada anak . Kejadian traumatik yang persisten yang dirasakan kembali. Karakteristik gejala meliputi :     Adanya pengalaman yang traumatic Adanya kecemasan yang tinggi Respon mati rasa secara umum Kenangan yang mengganggu atau mimpi buruk tentang peristiwa  yang dialami Beberapa individu tidak mampu secara tepat menginggat aspek   traumanya Gejala depresi yang cukup berat Beberapa kasus klien menguraikan perasaan bersalah yang menyakitkan terhadap kenapa dia tetap bertahan hidup . injuri berat. menyaksikan atau berhadapan dengan kejadian atau kejadian-kejadian dimana individu terlibat secara aktual. ancaman kematian. Jika gejala muncul kurang dari 1 bulan maka diagnosanya adalah ASD . 2000. 2005 ) Jika gambaran gejala yang lengkap terjadi lebih dari 1 bulan yang menyebabkan gangguan hubungan seseorang dengan lingkungan sosialnya. Biasanya dengan satu atau lebih cara berikut : 1. dari diri sendiri atau orang lain 2. ancaman integritas fisik. Individu mengalami kejadian traumatik Biasanya ditunjukkan dengan : 1. Ingatan akan kesedihan yang berulang dan mengganggu dari kejadian traumatik. Respon individu yang terlibat sangat ketakutan. Individu pernah mengalami .

dalam Townsend. Gangguan yang disebabkan distress yang bermakna secara klinis atau adanya kerusakan dalam hubungan sosial. dan disosiasi. pemutaran kembali episode yang lalu) 4. Respon kejut yang berlebihan 6.Usaha untuk menghindari fikiran. Menghindari stimulus secara persisten terkait trauma ditunjukan dengan : . Durasi gangguan lebih dari 1 bulan E. menikah. Sangat waspada 5. Gejala persisten yang meningkat (tidak ada sebelum trauma) Yang ditunjukan dengan satu atau lebih gejala berikut : 1. Etiologi PTSD Teori etiologi PTSD Green. Wilson and Lindi. Tanda-tanda distress psikologis 5. Teori ini menjelaskan bagaimana orang tertentu terkena PTSD . 2000. tempat atau orang-orang yang - mendorong ingatan pada trauma Tidak mampu memahami aspek penting dari trauma Mengurangi ketertarikan atau partisipasi dalam aktivitas yang - bermakna Merasa sendiri dan terasing dari orang lain Membatasi rentang afektif (tidak mampu mencintai orang lain) Sensasi masa depan pendek (tidak ada harapan untuk karier.biasanya berupa mimpi yang menakutkan tampa mengenal isinya 3. ilusi. Tindakan atau perasaan seolah-olah kejadian traumatik berulang (perasaan dari pengalaman yang lalu. atau perkembangan normal sepanjang rentang kehidupan) D. pekerjaan. Tanda-tanda reaksi fisik C. atau area fungsi lainnya (APA. memiliki anak. halusinasi. Mudah marah atau ledakan kemarahan 3. Variabel karakteristik yang berhubungan adalah : . 1985 menunjukan model teori dari etiologi PTSD. Sulit mulai tidur. Sulit berkonsentrasi 4. 2005). sementara orang lain dalam kejadian yang sama tidak mengalami PTSD. perasaan dan percakapan terkait - trauma Usaha untuk menghindari aktivitas . sering terbangun 2.

. status sosial ekonomi. Post traumatic syndrome berhubungan dengan kejadian distress yang dianggap berada diluar jangkauan pengalaman manusia biasa yang dibuktikan oleh : kilas balik. atau dinegara asing) 2. mati rasa psikologis sehubungan kejadian . mimpi buruk. kenangan yang mengganggu. seperti yang dirasakan sebelum trauma atau yang dirasakan hilang timbul selama atau setelah kejadian. Pengalaman yang sangat traumatis Meliputi :       Berat dan lamanya stressor Adanya persiapan antisipasi Mengancam jiwa Mengancam kehidupan sejumlah orang Adanya resiko berulang Lokasi dimana trauma dialami (dilingkungan keluarga.1. Lingkungan pemulihan Meliputi :  Tersedianya dukungan sosial  Kekompakan dan perlindungan dari keluarga dan teman  Sikap sosial terhadap pengalaman  Budaya yang mempengaruhi Diagnosa keperawatan dan kriteria hasil Meliputi : 1. merusak diri. Berduka disfungsional berhubungan dengan kehilangan diri. dirumah. Kapasitas individu Meliputi :  Kekuatan ego  Adanya pencetus psykopatologi  Sumber koping yang efektif  Hasil pengalaman lalu dengan stress / trauma  Tendensi perilaku ( temperamen )  Dalam tahapan perkembangan psikososial  Faktor demografi ( umur. pendidikan ) 3. dibuktikan oleh mudah marah dan ledakan kemarahan. penyalahgunaan zat. dissosiasi atau amnesia 2.

kilas balik. 9. Mengucapkan keinginan untuk menempatkan trauma pada masa lalu dan melanjutkan hidupnya Perencanaan dan implementasi Intervensi keperawatan PTSD antara lain : 1. dan libatkan orang terdekat jika klien menginginkan. kenangan yang mengganggu. klien menunjukan : 1. mengatur waktu dengan klien 2. Dapat berkonsentrasi dan membuat tujuan yang realistis untuk masa depan 5. Hormati keinginan klien dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Dapat menunjukan strategi koping yang adaptif ( seperti teknik relaksasi. mimpi buruk 3. Berikan pendekatan yang tidak mengancam. Melibatkan orang terdekat dalam proses pemulihan dan keinginan 6.menyampaikan secara verbal perasaan bersalah karena masih hidup. music seni ) 4. menepati janji. Konsisten . Temani klien selama periode kilas balik dan mimpi buruk. Kriteria hasil PTSD . Menunjukan penurunan. menerima dukungan Mengucapkan tidak ada ide atau keinginan merusak diri Melakukan usaha melewati rasa bersalah Cukup tidur Menyampaikan sumber-sumber di komunitas yang bisa diminta bantuan pada saat stress 10. Dorong klien membicarakan kejadian trauma. berikan jaminan keamanan dan pengamanan. dan memastikan klien bahwa gejala-gejala ini biasa terjadi setelah trauma 3. sesuai fakta dan bersahabat. Ikut dalam kelompok dari individu-individu yang sudah pulih dari pengalaman traumatic yang sama 11. lingkungan privacy. Dapatkan riwayat yang akurat dari orang terdekat tentang trauma dan respon spesifik klien 4. gunakan pendekatan yang tidak mengancam. mental imagery. menunjukan penerimaan. Menetapkan staf yang sama untuk kontak dengan klien sesering mungkin. 7. 8. Menggali dan validasi perasaan . Dapat menghadapi kejadian trauma 2.

2.klien yang diekspresikannya 5.2 Konsep Koping 2. jika gejala itu timbul 2. 7. Praktekan strategi koping adaptif untuk masa depan. . Dapatkah klien mendidkusikan perubahan yang terjadi di hidupnya 4. Dapatkah klien mendidkusikan kejadian trauma tampa serangan panik 2. 6. Apakah klien bisa sukarela mendiskusikan kejadian trauma 3. Identifikasi strategi koping yang mal adaptif. seseorang belajar cara mengatur/memanage perasaan stressnya yang timbul dari situasi – situasi yang menakutkan yang mereka alami (Farafino 1986). Diskusikan strategi koping yang digunakan dalam berespon terhadap trauma. 8. Pada usia anak – anak. Dapatkah klien menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain 13. Apakah klien mempunyai rencana tindakan untuk mengatasi gejala. Apakah perasaan bersalah berkurang 12. Dapatkah klien melihat masa depan dengan optimis 14. karena kejadian trauma Apakah klien masih mengalami kilas balik Dapatkah klien tidur tampa bantuan obat Apakah klien masih mengalami mimpi buruk Mampukah klien mempelajari strategi koping yang baru saat stress Dapatkah klien menunjukan strategi koping yang baru Dapatkah klien menyebutkan tahapan berduka dan perilaku normal pada masing-masing tahapannya 10. 5. Bantu individu untuk mencoba memahami trauma jika mungkin Evaluasi Evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan pertanyaan berikut : 1. termasuk tokoh agama dan adat . Libatkan system pendukung yang tersedia. 6. 9. Dapatkah klien menyadari posisi dirinya dalam proses berduka 11. Diskusikan alternatif strategi lainnya. Apakah klien mencoba bergabung dengan kelompok pendukung dari korban yang mengalami trauma yang sama 15.1 Definisi dan Pentingnya Koping terhadap Stress Seseorang dalam semua golongan usia pasti mempunyai pengalaman stress dan berusaha untuk menghadapinya.

dalam fundamental keperawatan Kozier 2010 koping adalah “upaya kognitif dan perilaku” untuk mengelola tuntutan eksternal dan internal tertentu yang dinilai membebani atau melewati atas sumber daya yang ada dalam diri individu.1986). Contohnya. . seandainya anda dalam kondisi kelebihan berat badan dan perokok. Koping juga dapat dideskripsikan sebagai keberhasilan menghadapi atau menangani masalah dan situasi. Koping adalah proses dimana seseorang berusaha untuk memanage pengamatan bertentangan antara tuntutan dan sumber – sumber yang mereka hargai dalam situasi stress. Beberapa definisi coping dikeluarkan oleh Lazarus & Folkman 1984. Kata mengatur/manage dalam definisi ini berarti mengindikasikan bahwa usaha – usaha koping dapat di variasikan dan jangan memaksa membawanya pada solusi masalah. Ketika kita melihat bahwa stress melibatkan sebuah pengamatan yang bertentangan antara tuntutan situasi dan sumber pengamatan yang bertentangan antara tuntutan situasi dan sumber seseorang.Karena tekanan emasional dan fisik yang menyertai stress sangatlah tidak nyaman. koping juga dengan sederhana dapat menolong seseorang mengubah persepsinya yang bertentangan. bertoleransi atau menerima kenyataan yang menyakitkan atau mengancam. Strategi koping (mekanisme) koping adalah cara berespon bawaan terhadap perubahan lingkungan atau masalah atau situasi tertentu. Moos & Schaefer.198. dan dokter anda memerintahkan anda untuk menurunkan berat badan dan berhenti merokok. Menurut Folkman dan Lazarus (1991). seorang anak yang menghadapi keadaan stress saat ujian di sekolah dapat mengatasi/mengkoping dengan merasakan mual dan diam dirumah. atau menghindari atau melarikan diri dari situasi (Lazarus & Folkman. Contohnya. karena banyak faktor yang membuatmu mempunyai resiko tinggi terkena penyakit jantung. Walaupun usaha – usaha koping dapat ditujukan untuk mengkoreksi atau mengatasi masalah. maka kita harus mempelajari apa itu koping. Kita mengkoping stress dengan/melalui kognitif dan transaksi perilaku kita dengan lingkungan.

Mungkin yang lain akan mencoba sungguh – sungguh mengatasi kekhawatirannya dengan alkohol. Koping merupakan suatu proses yang secara konstan berubah untuk mengatur kebutuhan akan sumber daya individu. Hal ini merupakan kondisi stress.1. 2010). Koping adalah upaya kognitif dan perilaku untuk mengelola tuntutan eksternal dan internal tertentu yang dinilai membebani atau melewati batas sumberdaya yang ada dalam diri individu. 2. Seberapa kemampuan anda mengatasi/mengkoping masalah ini?. Pengertian Koping a. Seseorang akan menggunakan metode yang berbeda dalam mengatasi situasi bertentangan antara tuntutan situasi dan sumber seseorang. Proses koping bukanlah satu kejadian/single event. anda mungkin akan menjadi orang yang lemah atau bahkan mati. Koping Koping adalah suatu usaha individu untuk mengatasi stres psikologis (Lazarus.2. Yang lain lagi mungkin akan berserah diri pada Tuhan dan meninggalkan masalah. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi koping adalah cara seseorang menghadapi atau menangani masalah dan situasi. dalam Potter dan Perry. Beberapa orang mungkin mengkopingnya dengan mencari informasi tentang bagaimana meningkatkan kemampuannya untuk berubah. 2007. Koping adalah upaya kognitif dan tingkah laku untuk mengatur tuntutan yang spesifik baik eksternal maupun internal yang dinilai sebagai beban atau sumber-sumber yang melebihi kemampuan seseorang . maka proses koping merupakan sebuah siklus yang dinamis.2. Yang lainnya mungkin dengan sederhana akan mencari dokter lain yang tidak terlalu to the point atau tegas. Strategi/mekanisme koping adalah cara berespon bawaan terhadap perubahan lingkungan atau masalah atau situasi tertentu. yang bahkan akan meningkatkan resiko.Anda akan dihadapkan pada ancaman. tapi anda tidak berfikir bahwa anda dapat mengubah tingkah laku anda. Karena koping melibatkan transaksi yang terus menerus dengan lingkungan. Konsep Koping 2.

Jadi. cara.Pengukuran adalah proses. 1992 dalam Wong. 2004). Strategi Koping Menurut Stuart dan Laraia (2005). Melibatkan tugas dan upaya-upaya langsung untuk mengatasi ancaman itu sendiri.penghargaan substitusi. Pengukuran strategi koping adalah suatu cara khusus untuk mengatasi stres psikologis yang dianggap berbahaya.2 Pengertian strategi pengukuran koping Strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Kamus Besar Bahasa Indonesia). 3. 2. mengancam. 1977 dalam J. konfrontasi. 2002). dievaluasi objek yang diinginkan. Koping adalah usaha untuk menguasai suatu situasi yang dianggap berbahaya. Cognitively Focused Di mana orang tersebut mencoba untuk mengontrol arti masalah dan dengan demikian menetralkannya. 2. a. dan mencari nasihat. Koping dapat digambarkan sebagai hubungan dengan masalah dan situasi. yang relatif tidak megubah karakteristik kepribadian atau hasil koping (Ryan. menimbulkan konflik atau menantang (Monat dan Lazarus.(Folkman dan Lazarus. Paula. atau menimbulkan konflik namun tidak mengubah karakteristik kepribadian individu tersebut dalam menghadapinya untuk mencapai hasil koping yang lebih baik. Strategi koping adalah cara khusus mengatasi stressor yang dibedakan dari gaya koping. mengancam. ada 3 strategi koping. 1991 dalam Kozier. perbuatan untuk mengukur (Kamus Besar Bahasa Indonesia). 2009). atau menghadapinya dengan berhasil/sukses. menyeleksi ketidaktahuan.2. Contohnya termasuk negosiasi. Wenger. individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stres. Christensen. Problem Solving Focused Mengacu pada upaya untuk memperbaiki situasi dengan melakukan perubahan atau mengambil beberapa tindakan. yaitu: 1. contohnya termasuk membandingkan hal yang positif. Emotion Focused dan .

Keyakinan Keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting. mereka bahkan mungkin memiliki cara-cara merusak untuk menangani dengan realitas. seperti keyakinan akan nasib dalam mengatasi stres. karena selama dalam usaha mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan tenaga yang cukup besar. mengandalkan pada keyakinan bahwa apapun akan berhasil. melamun dan berfantasi. penekanan. misalnya. Contohnya termasuk penggunaan mekanisme pertahanan ego seperti penyangkalan. Strategi coping jangka pendek dapat mengurangi stres dengan batas toleransi sementara tetapi di akhir cara yang efektif untuk mengatasi dengan realitas. strategi jangka panjang dapat bersifat konstruktif dan realistis. dalam situasi tertentu berbicara dengan orang lain tentang masalah ini dan berusaha untuk mengetahui lebih banyak situasi adalah strategi jangka panjang. Kesehatan fisik Kesehatan merupakan hal yang penting. atau proyeksi. dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. dan menyerah pada orang lain untuk menghindari kemarahan. tetapi orang sering merasa lebih baik. Contohnya strategi jangka pendek menggunakan minuman beralkohol atau obat. Emosi fokus coping termasuk pikiran dan tindakan yang meringankan penderitaan emosional. B. Keterampilan memecahkan masalah Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi.Di mana pasien berupaya untuk memperbaiki situasi dengan melakukan perubahan atau mengambil beberapa tindakan. menganalisa situasi. mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk . 2. 3. koping berfokus emosi tidak memperbaiki situasi. Strategi koping juga dilihat sebagai jangka panjang atau jangka pendek. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Koping 1.

informasi. 1998). Terdapat 8 indikator yang akan diukur. saudara. termasuk dengan cara mengambil resiko. atau dukungan emosional pada lingkungan sosial di sekelilingnya. yaitu: Berorientasi pada Permasalahan (problem-solving focused) 1. Dukungan sosial Dukungan ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang tua. Materi Dukungan ini meliputi sumber daya berupa uangatau barang barang. teman. Langkah lainnya dalam strategi ini adalah membuat perencanaan dari hal-hal yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah dan menjalankan rencana tersebut. 6. 3.menghasilkan alternatif tindakan. Confrontive coping Merupakan usaha yang bersifat agresif dalam mengubah situasi. Seeking social support Usaha-usaha mencari nasihat. anggota keluarga lain. Individu melakukannya dengan cara bertahan pada apa yang diinginkan. Caranya meminta pendapat orang lain terkait pemecahan masalah yang dihadapinya. Berorintasi pada emosi (emotion focused) . Keterampilan sosial Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku dimasyarakat. 4. 5. Planful problem solving Memusatkan usaha pada masalah dengan hati-hati untuk mengatasi situasi yang menekan. 2. Semuanya akan dijelaskan sebagai berikut (dalam Auerbach dan Grambling. dan lingkungan masyarakat sekitarnya.

6. merokok. Individu dengan kondisi seperti ini merusaha menolak atau larut dalam masalah. Positive reappraisal Usaha-usaha untuk menemukan makna yang positif dari masalah atau situasi menekan yang dihadapi. 7. 8. Escape avoidance Strategi berupa perilaku menghindar atau melarikan diri dari masalah dan situasi stres dengan cara berkhayal atau berangan-angan juga dengan cara makan. Individu berharap dnegan strategi tersebut situasi buruk akan segera berlalu. Individu akan berusaha menyimpan keadaan atau masalah yang sedang dihadapi agar orang lain tidak tahu. minum. Self control Usaha yang dilakukan oleh individu untuk mengatur perasaan-perasaan tersebut dengan cara menyimpannya.4. dan menganggapnya seakan tidak pernah terjadi sesuatu. Accepting responsibility Usaha strategis yang pasif dimana individu mengakui atau menerima dirinya memiliki peran dalam maslaah tersbeut. Distancing Usaha yang bertujuan untuk menjaga jarak antara diri sendiri dengan masalah yang dihadapi dan bertingkah laku mengabaikan masalah tersebut. 5. dan dari situasi tersbeut individu akan . Individu akan mengkritisi diri sendiri apabila sedang menghadapi masalah dan ia merasa dirinya yang bertanggung jawab. menggunakan obat-obatan.

firasat buruk. 9. . gelisah. Gangguan tidur ditandai oleh : sukar untuk tidur. gemetar. tidak dapat istirahat tenang. bangun dengan lesu. 2. Ketakutan ditandai oleh : ketakutan pada gelap. ketakutan pada keramaian lalu lintas. mudah menangis. 2008). tidur tidak nyenyak. Perasaan cemas. 1. daya ingat menurun. Seeking social support Strategi yang dipakai individu untuk mendapatkan simpati dan pengertian orang lain. Disamping itu. 3. lesu. dan mudah tersinggung. mimpi buruk atau menakutkan. D. mudah terkejut. ditandai dengan : cemas. 5. HARS terdiri dari 14 kelompok gejala yang masing-masing kelompok dirinci lagi dengan gejala-gejala yang lebih spesifik (Hawari. 2008).berusaha menemukan suatu keyakinan baru yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi. daya ingat buruk. takut akan pikiran sendiri. ketakutan ditinggal sendiri. Alat Ukur Koping Instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur skala stres adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang biasanya digunakan untuk mengukur skala kecemasan karena kecemasan merupakan salah satu emosi yang paling menimbulkan stres yang dirasakan oleh banyak orang (Wangmuba. terbangun malam hari. Gangguan kecerdasan ditandai oleh: sukar konsentrasi. salah satu respon individu dalam menghadapi stres adalah perasaan cemas (Herlambang. 4. ketakutan pada orang asing. Ketegangan yang di tandai oleh : merasa tegang. 2009). ketakutan pada kerumunan orang banyak. ketakutan pada binatang besar.

suara tidak stabil. muka merah dan kering. Gejala kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) ditandai oleh : takikardia (denyut jantung cepat). nyeri dada. jari gemetar. muka merah dan pucat. mengerutkan dahi atau kening. ditandai oleh : gelisah. ereksi melemah. perut terasa kembung atau penuh. Gejala sensorik (sistem saraf) ditandai oleh : tinitus (telinga berdenging). nyeri lambung sebelum atau sesudah makan. 8. ejakulasi dini. nafas pendek dan cepat. perasaan tercekik. . Gejala somatik (otot) ditandai oleh : nyeri pada otot. tidak tenang. merasa lemah. masa haid berkepanjangan. kaku. perut melilit. ereksi hilang. muka tegang. mudah berkeringat. Gejala Urogenital (perkemihan dan kelamin) ditandai oleh : sering kencing. sedih. Gejala Saraf Autonom ditandai oleh : mulut kering. merasa nafas pendek/ sesak. tidak dapat menahan kencing. darah haid berlebihan. darah haid sangat sedikit. bangun dini hari. impotensi. Gejala pernafasan di tandai oleh : rasa tertekan atau sempit didada. 13. rasa lemah seperti mau pingsan. muntah. perasaan di tusuk-tusuk. haid beberapa kali dalam sebulan. perasaan berubah-ubah sepanjang hari. kedutan otot. 10. dan kontipasi (sukar buang air besar) 12. gigi gemerutuk. denyut nadi mengeras. sering menarik nafas panjang. berat badan menurun. penglihatan kabur. masa haid sangat pendek. detak jantung menghilang (berhenti sekejap). Perilaku sewaktu wawancara. 11. bulu kuduk berdiri. 14. defekasi lembek. berdebar-debar. Gejala Gastrointestinal (pencernaan) ditandai oleh : sulit menelan. tidak datang bulan (tidak ada haid). otot tegang.6. mual. 9. muka memerah. 7. Perasaan depresi (murung) di tandai oleh : kehilangan minat. kurangnya kesenangan pada hobi. pusing/ sakit kepala.

Sering muncul dalam hubungan antara dua orang dimana kepercayaan mutual dan keterikatan diekspresikan dengan cara saling menolong untuk memenuhi kebutuhan bersama. Skor 42-56 =kecemasan berat sekali 2.  Katagori pertama membuat orang percaya bahwa dirinya diperhatikan atau dicintai. masing-masing kelompok diberi penilaian angka (skor) antara 0-4. Cobb (1976) dalam buku ajar medikal bedah (2002) mendefinisikan dukungan sosial sebagai rasa memiliki informasi terhadap seseorang atau lebih dengan tiga katagori. . dimana bila salah satu anggota keluarga mendapatkan masalah. Ekspresi tersebut sering disebut sebagai dukungan emosional. Skor 4 : semua gejala ada Penilaian hasil yaitu dengan menjumlahkan nilai skor kelompok gejala 1 sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut: 1.Dari 14 kelompok gejala. Skor 28-41 = kecemasan berat 5. yang artinya adalah: 1. Skor 3 : lebih dari separuh gejala yang ada 5. Skor 14-20 = kecemasan ringan 3. Skor 1 : 1 dari gejala yang ada 3. Skor 0 : tidak ada gejala sama sekali 2.2. Skor kurang dari 14 = tidak ada kecemasan 2. Skor 21-27 = kecemasan sedang 4. Contoh dalam kehidupan sehari – hari bisa kita perhatikan dalam kehidupan kekeluargaan. Skor 2 : separuh dari gejala yang ada 4.3 Aspek Sosial Budaya Aspek Sosial Budaya Koping Aspek sosial budaya koping disini berkaitan dengan dukungan sosial yaitu sumber daya eksternal dalam mekanisme koping individu. keluarga lain akan ikut membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh anggota keluarga tersebut.

Karena dukungan akan dapat dirasakan bila mana terjadi keterlibatan dan perhatian yang mendalam. 2002)  Mencoba rasa optimis mengenai masa depan . akan mendapatkan support koping sosial dari berbagai lapisan masyarkat sekitar berkenaan dengan posisi dia di dalam masyarakat. Hal ini disebut sebagai dukungan harga diri. Bila mana keberadaannya dalam sosial sangat diakui atau terpandang akan menaikan perasaan harga diri. Sebagai contoh bila mana dari anggota jaringan komunikasi membutuhkan suatu bantuan akan dapat segera memanfaatkan sarana yang disediakan oleh jaringan komunikasi tersebut. contoh informasi sarana umum. seperti nomor telpon kegawatdaruratan ( Nomor Ambulance. Dalam menghadapi suatu penyakit (stressor).  Katagori informasi ketiga membuat sesorang merasa bahawa dirinya merupakan bagian dari jaringan komunikasi dan saling ketergantungan. Dukungan sosial berawal in utero. 1993. teman dan hubungan komunitas bersama pertumbuhan sesorang. dalam Brunner & Suddarth. dipelihara melalui kebiasaan keterikatan maternal dan paternal. bukan hanya hubungan sebatas permukaan. Dalam aplikasi kehidupan bisa kita lihat bila mana ada individu yang memiliki status tertentu di masyarakat (contoh seorang pejabat negara). sarana pelayanan kesehatan. dll). Dukungan sosial memfasilitasi prilaku koping seseorang. contoh lain kemudahan – kemudahan individu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan ( pelayanan konseling). Pemadam kebakaran. berkembang dalam keluarga. Dalam kehidupan sehari – hari bisa kita jumpai komunikasi sosial yang bisa dimanfaatkan untuk individu bila menghadapi suatu masalah. namun hal ini bersifat kondisional. ada 5 cara pentung individu yang digunakan yaitu : (Jalowiec. Katagori informasi kedua menyebabkan sesorang merasa bahwa dirinya dianggap atau dihargai.

atau kelompok pendukung dan ritual. mekanisme koping. Gunakan bahasa dan ketrampilan komunikasi yang efektif secara budaya untuk memahami persepsi klien terhadap stres dengan jelas dan tepat. dalam Potter dan Perry 2010). Penerapannya dalam praktik keperawatan adalah : - Pahami bahwa stressor dan gaya koping bervariasi pada budaya yang . beberapa budaya stres emosi harus diawasi sedangkan pada budaya lainnya hanya merupakan ekspresi emosi. 2000) berguna untuk membantu dalam melakukan pengkajian yang akurat terhadap tingkat stres klien. pemberian nasihat. 2009. menjadi tidak berdaya. Budaya yang berbeda mengontrol stres dengan cara yang berbeda juga. mengalami krisis kesehatan atau penyakit kronis. Yang termasuk keterikatan secara budaya adalah bagaimana individu meninggalkan rumah orangtua. 2000. Konteks budaya membentuk tipe rangsangan lingkungan yang menghasilkan stres tersendiri. Contoh : perbedaan budaya menunjukkan transisi perkembangan dan titik balik kehidupan secara berbeda pula. Menurut Aldwin. Koping berfokus masalah merupakan pengontrolan dan penanganan stres. Terkait dengan koping berfokus emosi. Budaya klien mendefinisikan apa yang dimaksud dengan tekanan bagi seseorang dan cara koping terhadap stres (Aldwin. Hal ini termasuk sistem legal untuk menyelesaikan konflik. dalam potter & perry. dan sistem dukungan sebelum melakukan intervensi. merawat keluarga. Budaya memberikan cara yang berbeda untuk beradaptasi dengan stres. Menggunakan dukungan sosial  Menggunakan sumber spiritual  Mencoba tetap mengontrol situasi maupun perasaan  Mencoba menerima kenyataan yang ada Standard of Care for Psychiatric Mental Health Nursing Practice (ANA. budaya bervariasi pada strategi koping berfokus emosi dan berfokus masalah. atau ketergantungan.

serta stress dan koping.Organisasi sosial Organisasi sosial mengacu pada organisasi dan struktur keluarga. nilai dan keyakinan agama. Bechtel et al. Perawat harus menyadari bahwa komunikasi nonverbal memiliki makna yang berbeda dalam berbagai budaya.Orientasi waktu Orientasi waktu. atau cara waktu dipandang secara tepat atau cukup akurat. 1998. . yang semuanya mempengaruhi peran individu dan dengan dengan demikian mempengaruhi mekanisme koping individu. antara lain : .Variasi biologis . Merekomendasikan suatu model untuk mengkaji klien dengan menggunakan fenomena budaya.Kontrol lingkungan Kontrol lingkungan mengacu pada kemampuan individu mengendalikan keadaan sekelilingnya atau faktor langsung di lingkungan. Budaya terbukti mempengaruhi konsep individu tentang penyakit dan sakit. 2001).berbeda - Gunakan introspeksi untuk mengkaji persepsi dirinya sendiri terhadap stress dan koping dalam suatu konteks budaya - Kaji pengaruh budaya pada pengkajian pandangan klien terhadap stres - Tentukan institusi dalam suatu budaya klien yang memfasilitasi koping Budaya memiliki pengaruh yang paling besar pada keyakinan dan praktik kesehatan individu (Campinha-Bacole. . . Dalam Videlbeck. Dalam Videlbeck. 2001.Jarak atau ruang fisik Berbagai budaya memiliki perspektif yang berbeda-beda tentang hal yang dianggap sebagai jarak fisik yang nyaman dari orang lain ketika berkomunikasi. 1994.Komunikasi Komunikasi verbal akan sulit ketika klien dan perawat tidak berbicara menggunakan bahasa yang sama. . dapat berbeda untuk beberapa budaya. kesukuan dan budaya. .

Mengkaji stressor dan sumber koping dalam dimensi sosial dan budaya mencakup penggalian bersama klien tentang besar. 1993. dalam Potter dan Perry. tipe. Bagaimana individu menilai stres tergantung pada budaya individu dan penanganan stressor atau koping juga dipengaruhi budaya individu. 1994. . Sebagai contoh : kita sekarang mengetahui bahwa individu dari beberapa budaya/etnik berespon secara berbeda-beda terhadap stressor. 2005). dan kualitas dari interaksi sosial yang ada. Respon individu terhadap stress apakah individu menjaga kontrol personal atau menjadi lebih ekspresif secara emosional.Ada variasi biologis di antara individu dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Stressor pada keluarga dapat menimbulkan efek disfungsi yang mempengaruhi klien atau keluarga secara keseluruhan (Reis dan Heppner. Perawat harus waspada tentang perbedaan kultural dalam respons stress atau mekanisme koping. 2005). Apa yang dirasakan sebagai suatu stressor pada satu budaya dapat dipandang sebagai masalah kecil pada budaya lain. Contoh : klien dari suku Afrika-Amerika mungkin lebih menyukai untuk mendapatkan dukungan sosial dari anggota keluarga daripada bantuan profesisonal (Murata. dalam Potter dan Perry.

Respon atau tindakan ini termasuk respon fisiologis dan psikologis. stres mengacu pada gaya / kekuatan fisik atau psikologis pada seseorang yang menimbulkan suatu respon / tanggapan. Sumber stress yaitu sumber internal dan sumber eksternal. bertoleransi atau menerima kenyataan yang menyakitkan atau mengancam. hubungan seseorang dan rasa memiliki. Tujuan respon tersebut adalah untuk beradaptasi atau menghilangkan ketakutan yang terjadi. Kesimpulan Stress adalah Stres adalah segala situasi dimana tuntutan nonspesifik mengharuskan seorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan. Kata mengatur/manage dalam definisi ini berarti mengindikasikan bahwa usaha – usaha koping dapat di variasikan dan jangan memaksa membawanya pada solusi masalah.BAB III PENUTUP A. Stres dapat mengganggu cara seseorang dalam menyerap realitas. menyelesaikan masalah. koping juga dengan sederhana dapat menolong seseorang mengubah persepsinya yang bertentangan. Proses koping bukanlah satu kejadian/single . Stres dapat menyebabkan perasaan negatif atau yang berlawanan dengan apa yang di inginkan atau mengancam kesejahteraan emosional. Ketakutan fisik dan psikologis akan menyebabkan stres yang disebut stressor. atau menghindari atau melarikan diri dari situasi. Pada fisiologis. Walaupun usaha – usaha koping dapat ditujukan untuk mengkoreksi atau mengatasi masalah. Koping adalah proses dimana seseorang berusaha untuk memanage pengamatan bertentangan antara tuntutan dan sumber – sumber yang mereka hargai dalam situasi stress.

emotion focused. Saran Setelah mempelajari dan memahami konsep stress dan koping.event. Mengkaji stressor dan sumber koping dalam dimensi sosial dan budaya mencakup penggalian bersama klien tentang besar. cognitively focused. Stressor pada keluarga dapat menimbulkan efek disfungsi yang mempengaruhi klien atau keluarga secara keseluruhan B. dan kualitas dari interaksi sosial yang ada. Koping juga memiliki strategi dalam pelaksanaannya yaitu : problem solving focused. diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan konsep stress dan koping dengan efektif baik pada kehidupan individu maupun masyarakat. Karena koping melibatkan transaksi yang terus menerus dengan lingkungan. tipe. . maka proses koping merupakan sebuah siklus yang dinamis Koping juga dapat digambarkan sebagai hubungan dengan masalah dan situasi. atau menghadapinya dengan berhasil/sukses.