You are on page 1of 25

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Ilmu pengetahuan yang kita terima saat ini tidaklah terjadi secara tiba-tiba

dan tidak hadir langsung dalam bentuk selengkap yang kita dapatkan saat ini.
Ilmu pengetahuan ada sebagai akibat dari fitrah manusia untuk selalu berpikir,
mencari tahu sesuatu, dan berfilsafat. Sehingga dapat dikatakan, ilmu pengetahuan
ada sejak manusia lahir dan sejak itu pula manusia terus berkeinginan untuk
mencari tahu sesuatu.
Proses lahirnya ilmu pengetahuan tidak terjadi pada beberapa tahun saja,
melainkan membutuhkan waktu yang berabad-abad hingga akhirnya menjadi
sebuah ilmu pengetahuan yang lengkap dan menyeluruh. Namun perlu diingat
pula bahwa suatu ilmu pengetahuan bersifat kontinu atau berkelanjutan secara
terus-menerus. Selama manusia terus berpikir, terus berfilsafat, maka suatu ilmu
pengetahuan juga akan terus berkembang dan selanjutnya terbentuk suatu ilmu
pengetahuan yang baru dan begitu pula seterusnya.
Satu ilmu pengetahuan bersifat tidak sempurna, melainkan saling
berkaitan antara ilmu pengetahuan yang satu dengan ilmu pengetahuan yang
lainnya dan akan terus mengalami pembaharuan seiring berjalannya waktu.
Sehingga dapat dikatakan, ilmu pengetahuan yang lengkap dan kompleks saat ini
merupakan hasil proses pembaharuan ilmu pengetahuan di masa lampau yang
terjadi secara terus-menerus. Begitu pula selanjutnya, ilmu pengetahuan saat ini
pasti akan mengalami proses pembaharuan, penyempurnaan, dan perbaikanperbaikan yang terjadi secara terus-menerus selama beberapa waktu ke depan. Hal
ini akan berkaitan pula dengan kualitas pola pikir manusia. Dari hasil
perkembangan ilmu pengetahuan, dapat dilihat bagaimana kualitas pola pikir
manusia. Kualitas pola pikir manusia saat ini berbeda dengan kualitas pola pikir
manusia di masa lampau dan pasti berbeda pula dengan pola pikir manusia di
masa mendatang. Pola pikir manusia akan terus terasah dengan sikap-sikap kritis
yang dimiliknya. Pola pikir manusia yang terus terasah inilah yang
1

mengakibatkan ilmu pengetahuan akan terus selalu mengalami pembaharuan
berupa pertentangan dan penyempurnaan. Untuk itu, perlu bagi kita untuk
mengetahui bagaimana proses perkembangan ilmu pengetahuan dan secara
otomatis kita akan mengetahui bagaimana perkembangan pola pikir manusia dari
masa lampau hingga saat ini.
1.2

Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, adapan rumusan masalah yang diangkat

dalam makalah ini antara lain:
1. Bagaimana tahap perkembangan ilmu pengetahuan?
2. Apa saja proses yang terjadi pada tiap-tiap masa perkembangan ilmu
pengetahuan tersebut?
1.3

Tujuan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, tujuan dari

makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui tahap perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Untuk mengetahui proses yang terjadi pada tiap-tiap masa perkembangan
ilmu pengetahuan tersebut.

2

1 Zaman Pra Yunani Kuno Zaman ini dapat dikatakan sebagai masa awal manusia hidup di bumi. artinya manusia menerima begitu saja pengalaman dan fakta-fakta yang terjadi. belum ada pemikiran secara kritis seperti mengapa hal ini bisa terjadi. dari sisi geografis artinya. yaitu dari segi kronologis dan dari segi geografis. Menggunakan pengalaman sebagai pedoman hidup sehari-hari. Dari sisi kronologis. Belum banyak hal yang bisa dilakukan pada manusia pada zaman ini. belum banyak yang terpikirkan oleh manusia yang hidup di zaman ini. sehingga belum ada ilmu pengetahuan yang jelas yang terlahir pada zaman ini (ilmu pengetahuan masih bersifat abstrak). yaitu: 2. ilmu pengetahuan dalam perkembangannya berlangsung secara bertahap-tahap dengan membutuhkan kurun waktu tertentu (berabad-abad). Pola pikir manusia zaman ini adalah receptive mind.1. Sedangkan.1 Periode Perkembangan Ilmu Pengetahuan Periode perkembangan ilmu pengetahuan ditinjau dari dua hal. Adapun tahap-tahap perkembangan ilmu pengetahuan ditinjau dari sisi kronologis. tetapi beberapa negara berkontribusi ata perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dan saling berkaitan. Pembahasan pada makalah ini akan menjelaskan proses perkembangan ilmu pengetahuan dari segi kronologis. Selain itu. bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya tidak hanya terjadi di satu negara atau wilayah tertentu saja. 3 .BAB 2 PEMBAHASAN 2. b. Rizal (1996) dalam Surajiyo 2015 menyebutkan kemampuan dan pola pikir yang dimiliki oleh manusia pada zaman ini antara lain: a. pengetahuan atau pengalaman yang ia terima masih bersifat dihubungkan dengan kekuatan magis. Satu hal yang terpikirkan oleh manusia pada zaman ini bagaimana cara untuk bisa bertahan hidup. Begitu pula dengan pola pikir manusia.

Ada pergejolakkan antara mitos-mitos yang dipercayainya selama ini dengan pikiran mereka. bukan keagamaan atau mitologi. bukan sekadar mitos atau pengalaman yang dipercayai oleh nenek moyang mereka sebelumnya.1. yaitu sikap tergugah utuk mencari tahu sesuatu secara kritis dan mendalam. Mereka mulai tergugah untuk mencoba mencari tahu sesuatu secara lebih mendalam. dan mengungkapkan ide-idenya atau pendapatnya. 2. d. Ilmu pengetahuan yang tercipta pada zaman ini masih bersifat mengenai alam. Pemikiran mengenai gejala alam secara kritis atau filsafati. lebih nyata. Setiap orang mulai memiliki kebebasan untuk berpikir. e. mencari tahu sesuatu. sehingga pada zaman ini mulai ditemukan abjad-abjad dan sistem bilangan alam yang masih bersifat abstrak. melainkan bersikap inquiring attitude. Teknik berfilsafat mulai digunakan. Selanjutnya. Kemampuan menyusun kalender yang didasarkan pada percobaan terhadap hasil abstraksi yang dilakukan. Dari pemikiran para filsuf pertama ini. dan sesuatu yang dapat dilihat (badaniah). lebih riil. Pernyataan-pernyataan para filsuf tersebut lebih banyak mengarah pada gejalagejala alam. Sehingga tidak heran jika pada zaman ini mulai terciptalah ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan modern dan mulai munculnya para filsuf pertama. Manusia tidak lagi bersikap receptive attitude (sikap mudah menerima begitu saja). sesuatu yang mutlak yang merupakan awal mula terbentuknya 4 .2 Zaman Yunani Kuno (Abad ke-6 SM-200 M) Pada zaman ini. tiap orang mulai berpikir untuk lebih kritis daripada nenek moyang sebelumnya. manusia pada zaman ini mulai mecoba hal-hal baru. terdapat kesamaan pola pikir bahwa mereka sama-sama mencari dan mengkaji asas pertama (arkhe). sehingga dapat dikatakan para filsuf saat itu merupakan para filsuf alam. Manusia tidak lagi mudah percaya dengan pengalaman dan mitologi-mitologi atau magis. seperti mencoba untuk menulis dan berhitung.c. Kemampuan meramalkan suatu peristiwa atas dasar pengalaman (peristiwa-peristiwa sebelumnya).

yaitu ada pada makanan maupun pada batu padas sekalipun. seperti dalam bentuk cairan. Anaximandros mengatakan bahwa hal-hal yang berlawanan tersebut tidak dapat bersatu dan adanya hukum keseimbangan yang berbunyi bahwa saat ada satu hal yang dominan. hawa atau udara 5 . membantah teori Thales. Mereka mencari satu hal yang hakiki tersebut. berasal dari Miletos dan akrif dalam politik dan sebagai penasehat raja. b. Thales pernah meramalkan bahwa akan adanya gerhana matahari dan ternyata memang terjadi pada tahun 585 SM. Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini merupakan to apeiron yang berceraiberai. Air dapat diamati dalam bentuk yang bermacam-macam. Thales menyatakan bahwa sumber dari segala sesuatu di bumi ini atau asas pertama dari terbentuknya alam semesta beserta keseluruhannya adalah air. mengatakan bahwa tidaklah mungkin sesuatu yang tak terbatas (ti apeiron) dapat menjadi asas pertama dari seluruh alam semesta dengan segala isinya. 1980). dan hal-hal lain yang berlawanan. termasuk pada hal yang kering dan pada hal yang bersifat sebagai lawannya. kaering dan basah. Anaximandros mengungkapkan bahwa asas pertama di muka bumi ini adalah sesuatu yang tidak terbatas (to apeiron). sehingga terbentuklah segala sesuatu yang bersifat panas dan dingin. Anaximandros (610-540 SM). yaitu api. Demikian juga selanjutnya. Berikut adalah para filsuf di zaman Yunani kuno beserta pemikirannya (Hadiwijono. Udara yang menjadikan manusia dapat bertahan hidup dengan cara bernapas. Menurut dia air bukanlah asas pertama karena seharusnya asas pertama terdapat dimana saja. maka lawannya tersebut pasti akan mengusahakan sesuatu agar derajatnya sama dengan yang dominan tersebut. benda halus (uap). Baginya asas pertama dari segala sesuatu adalah hawa atau udara. 1980): a. dan benda keras (es) dan terdapat di segala benda. suatu dasar yang ada di belakang segala gejala. sehingga keseimbangan kembali seperti semula. Kala itu. Anaximenes (538-480 SM). Thales (625-545 SM).segala sesuatu yang ada saat ini (Hadiwijono. digolongkan sebagai “tujuh orang bijak” kala itu. c.

Ajaran yang kedua yaitu dia mengatakan bahwa asas pertama segala sesuatu adalah bilangan. antara lain: a. namun mulai lahir pula para filsuf dengan sasaran berfilsafat mereka adalah manusia. Udara yang memadat akan melahirkan angin. Pythagoras (580-500 SM). Asas-asas bilangan tersebut adalah genap-ganjil dan terbatas-tidak terbatas. hewan. Hawa atau udaralah yang melahirkan segala benda di dalam jagat raya. 1980: 16). yaitu menyimpulkan ilmu pengetahuan yang sifatnya umum dengan berpangkal dari banyak pengetahuan yang sifatnya khusus. d. Selanjutnya.yang mempersatukan segala sesuatu di dalam jagat raya. misalnya berpindah dalam bentuk tumbuhan. lahirlah para filsuf yang tidak hanya mengarahkan perhatian mereka pada alam saja. atau ke manusia yang lain. tidak dalam buku. Penyucian tersebut dilakukan dengan melakukan pantangan-pantangan terhadap makanan tertentu. Ada 2 ajaran Pythagoras yang sangat berpengaruh. Dia mengatakan bahwa jiwa adalah sesuatu yang berdiri sendiri. yang tidak bersajad dan tidak dapat mati. merupakan tokoh yang memiliki ajaran rahasia yang disampaikan secara lisan. air. Sokrates menemukan suatu cara berpikir yang disebut induksi. yaitu: suatu kepercayaan bahwa jiwa tidak dapat mati dan mempelajari ilmu pasti. Udara yang mengencer atau mencair melahirkan api. Bilanganlah yang dapat mewujudkan satu kesatuan. sehingga terciptalah definisi umum 6 . Asas-asas bilangan terdapat pada segala sesuatu. Namun bila penyuciannya kurang. tanah. Sokrates (469-399 SM) merupakan seorang dialektika dimana dalam pengajarannya dialog memegang peranan penting. Bilangan-bilangan yang berlawanan tersebutlah yang membentuk suatu keharmonisan dan keselarasan. maka jiwanya akan berpindah ke kehidupan yang lain sesuai dengan keadaannya. seiring berjalannya waktu pada zaman ini. Sehingga jiwa yang terdapat di dalam tubuh adalah suatu hukuman dan perlu adanya sebuah penyucian pada diri seseorang agar jiwanya dapat terbebas dari dalam tubuh tersebut dan hidup bahagia setelah kematian. Beberapa filsuf beserta pemikirannya (Hadiwijono. dan batu.

Ajaran Plato sebenarnya merupakan jawaban atas masalah yang terjadi di antara ajaran para filsuf sebelumnya. Bahwa di dalam diri setiap manusia harus memikirkan kebahagiaan dan kebajikan jiwanya. kebenaran. Dalam ajarannya. Selanjutnya dari banyak jawaban khusus tersebut. tidak mungkin di dunia ini hanya bersifat selalu berubah saja ataupun tetap selamanya saja. persahabatan. Disinilah Plato mulai memikirkan pertentangan ini. Sebaliknya. yaitu bahwa segala sesuatu yang bersifat 7 . b. Definisi umum yang mulai diciptakan oleh Sokrates. Sokrates juga mendefinisikan lebih mendalam mengenai jiwa manusia. yaitu sebagai sebuah inti dan hakikat dari manusia itu sendiri sebagai pribadi yang bertanggung jawab. yaitu dialektika.yang penting sekali arti dan peranannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Cara yang digunakan Sokrates adalah dengan melakukan dialog (memberikan banyak pertanyaan) ke banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Palto melanjutkan ajaran Sokrates. Plato menawarkan sebuah pemecahan. Selanjutnya. Parmenides menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini sifatnya tetap dan kekal dari dahulu hingga saat ini. dan lainlain. Plato (427-347 SM) adalah salah satu dari murid Sokrates. baik keluarga maupun pekerjaan untuk mendapatkan banyak jawaban yang sifatnya tentu saja khusus sesuai dengan latar belakang yang berbeda-beda tersebut. Sokrates menarik sebuah kesimpulan yang sifatnya umum. Menurut Plato. Plato berpikiran bahwa tidak mungkin seandainya mengakui kebenaran yang satu dengan menolak atau melepas atau membuang yang lain. misalnya arti umum tentang keadilan. Dari sinilah Sokrates mendapatkan kesimpulan mengenai orang jahat dan orang baik. yaitu menyatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah berbuat baik dan menggunakan metode yang sama dengan Sokrates. Herakleitos menyatakan bahwa di dunia ini segala sesuatu pasti mengalami perubahan atau pergerakan dalam tiap aspek kehidupan. yaitu ajaran Herakleitos dan Parmenides yang saling berlawanan.

2. tidak terbatas aktivitasnya. Oleh karena itu. Aristoteles (384-322 SM) mengajarkan teori yang berlawanan dengan ajaran Plato. Paling tidak masa ini dapat digambarkan melalui empat klasifikas yaitu zaman patristi. Agama dijadikan sebagai justifikasi dari Ilmu Pengetahuan. zaman awal skolastik. yaitu pengajaran tentang hal-hal yang kongkrit. jenis sesuatu. Ajaran filsafat teologi dari Bapa-bapa gereja menunjukkan pengaruh 8 . Aristoteles juga mengajarkan dua pengenalan. c. Pengenalan inderawi memberi pengetahuan tentang bentuk benda tanpa materi (satu aspek saja). Sedangkan.3. yaitu: pengenalan inderawi dan pengenalan rasional. Selain itu. Menurut Plato. 2. Pengenalan rasional berkaitan dengan rasioa yang ada pada manusia.berubah dikenal sebagai pengamatan dan segala sesuatu yang bersifat tetap atau tidak berubah dikenal sebagai akal atau idea. lepas dari benda kongkrit. aktifitas ilmiah terkait juga dengan atifitas keagamaan.3 Zaman Pertengahan (200 M – 1500 M) Setelah masa Yunani Kuno berakhir. Pengenalan rasional inilah yang memimpin kepada ilmu pengetahuan. Aristoteles mengenalkan cara berpikir secara logika. idea adalah pola segala sesuatu yang tempatnya di luar dunia ini. yang berdiri sendiri. Aristoteles adalah asas yang berada di dalam benda yang kongkrit yang secara sempurna menentukan jenis suatu benda itu yang menjadikan benda yang kongkrit tersebut dikatakan sebagai yang diinginkan. dan fisika-metafisika. Para ilmuwan pada asa tersebut hamper semuanya theology. berkaitan dengan hakikat sesuatu. (Suryadilaga. 2013).1. silogisme. zaman keemasan skolastik dan zaman akhir abad pertengahan.1 Zaman Patristik Patristik dari kata latin “patres” yaitu Bapa-Bapa Gereja kemudian dipilahkan atas Patristik Yunani (Patristik Timur) dan Patristik Latin (Patristik Barat). maka dilanjutkan dengan masa pertengahan (middle ages) yang ditandai dengan tampilnya para teolog di lapangan ilmu pengetahuan.1.

Clemens (150 M – 210 M) dan Origenes (185 – 254 M). Martyr adalah pemikir yang sejak semula telah mempelajari berbagai sistem filsafat. Dengan demikian. Kedua pandangan yang berusaha menengahinya dengan menyintesiskan kedua pemikiran tersebut. merancang suatu teologi yang tersusun secara ilmiah berdasarkan filsafat Yunani. Clemens dan Origenes berasal dari Alexandria. seharusnya tidak ada lagi pemikiran filsofis. terdapat pula pemikiran filosof yang disebut sebagai kebudayaan kafir. Yang menolak adalah karena mereka sudah mempunyai sumber kebenaran yaitu Firman Tuhan dan tidak dibenarkan mencari kebenaran lain seperti filsafat Yunani. yaitu yang berdasarkan agama Kristen dan berdsarkan filsafat Yunani. ketika itu terdapat dua pendirian yang berlainan. Ia menulis dua buku tentang pembelaan hak agama kristen. Pandangan bahwa setelah ada wahyu Ilahi yang terwujud dalam Yesus Kristus. Mereka berusaha untuk memperlihatkan bahwa iman sesuai dengan pikiran-pikiran paling dalam dari manusia.Plastino. tetapi tidak ada salahnya menggunakan filsafat Yunani. Jadi. Zaman keemasan Patristik. khususnya Platonisme dan Stoisme (Wiramirhadja. dan ketika masuk agama kristen. para ahli pikir bergam pemikirannya : ada yang menolak filsafah Yunani dan ada yang menerimanya. Sedang yang meneria beranggapan bahwa walau telah ada sumber kebenaran. yaitu Yustinus Martyr. Mereka berhasil membela ajaran kristiani terhadap tuduhan dari pemikir kafir (Adib. zaman keemasan terbanguun setelah Kaisar Constatinus Agung mengeluarkan “Edik Milano” yang melindungi warganya dalam dan untuk menganut agama Kristen. Beberapa nama perlu ditampilkan dalam uraian ini. Masa Patristik. kota pusat intelektual pada akhir zaman kuno. meliputi Yunani ataupun Latin yang muncul pada masa yang kurang lebih sama. Pandangan pemikir agama pun terbagi menjdai tiga dalam menanggapi filsafat ini. Ketiga pandangan yang justru mneyatakan bahwa filsafat Yunani merupakan langkah awal menuju agama (preparatio evengelica). Jadi harus diterima dan dikembangkan. yang diambil tata cara berpikirnya (Adib 201). Di Yunani. Menurut Wiramirhadja (2009) dalam masyarakat luas. pemikiran filosofis tidak akui. Sebelumnya gereja Kristen 9 . 2009). 2011). ia masih mneyebut dirinya filosof.

Karyanya tersebut secara sistematis menggambarkan seluaruh sejarah filsafat pada masa Patritik Yunani sebanyak tiga jilid (Wiramirhadja. Dalam filsafat. 2009). Rasio insani hanya dapat abadi jika mendapat penerangan dari rasio Ilahi. Terdapat beberapa hal penting untuk dipahami dari pemikiran Augustinus. b. lepas dari iman kritiani. Mereka membangun sintesis dari agama Kristen dan kebudayaan Helenitas. tetapi bergantung kepada Allah. Tulisannya merupakan penghayatan rohani pribadinya. Pemikiran lain yang mempengaruhinya adalah stoisme. Zaman keemasan Pratistik Latin terjadi. Meurutnya. Prinsip perkembangannya berbeda dengan evolusi Darwin karena tidak mengandung mutasi jenis. Mula-mula Allah menciptakan materi yang tidak mempunyai bentuk tertentu. tetapi mengandung matrei yang tidak mempunyai bentuk tertentu. Pada abad ke-4. ia jga tergolong pengikut neoplatonisme. Ia sendiri tidak sepaham dengan pendapat yang mengatakan bahwa filsafat itu otonom. Tiga Bapak Gereja yang penting untuk disebut mewakili kehidupan pemikiran masa ini. Pada abab ke 8 Zaman Patristik Yunani berakhir. Nama besar dari jajaran Bapak Gereja Barat adalah Augustinus (354 – 430) yang dinilai menjadi pemikir terbesar untuk seluruh Zman Pratistik. bahkan platonisme juga.pada dasarnya mereka menggunakan neoplatoisme yang merendahkan materi. Diantara ketiga orang tersebut yang paling menonjol adalah Gregorious dari Nyssa. Iluminasi atau penerangan. filsafat hanya dapat dipahami sebagai “filsafat kritiani” atau “kebijaksanaan kristiani”. Adapun kekuatan dan kelemahan pemikiran Augustinus terletak pada pemikirannya. Allah adalah guru tinggal dalam batin kita dan menerangi roh manusia. Dunia jasmani yang terus-menerus berkembang.mengalami penindasan dibawah penguasa Romawi yang menjajahnya. adalah Gregorius dari Nanziana (330-390). tetapi mengandung benih (rationes seminales) berupa prinsip bagi perkembangan jasmani. didalam benih 10 . yaitu : Wiramirhadja (2009) a. Meurutnya. Basilius (330-379) dan adiknya Gregorius dari Nyssa (335 – 394). dengan Johannes Damascenus sebagai raja yang menulis suatu karya berjudul “Sumber Pengetahuan”.

tetapi tidak mengakui dualisme ekstrim Plato tubuh bukan seumber kejahatan. Jasanya adalah menerjemahkan logika Aristoteles kedalam bahasa Latin dan mneulis beberapa traklat logika Aristoteles. dalam usianya yang ke-44 tahun. tidka banyak pemikiran filasafati yang patut dikemukakan pada masa ini. Lembaga pendidikan yang dibangunnya terdiri dari 3 jenis. Manusia. 2009): a. Ia dianggap sebagai filosofi akhir Rowami dan filsof pertama Skolastik. pendidikan yang ditanggung keuskupan. yaitu perpindahan bangsa Hun dari Asia ke Eropa. sumber kejahatan adalah dosa yang berasal dari kehendak bebas. ilmu pengetahuan adalah 11 . Hal ini menyebabkan perkembangan pemikiran kultural berjalan pesat. ia dikenai hukuman mati dengan tuduhan berkompol. Akibat situasi yang ricuh. Kaisar Karel Agung yang memerintah pada awal abad ke-9 dan berhasil emncapai stabilitas politik yang besar. dan pendidikan yang dibangun raja atau kerabat pekerjaan. 2.1. jiwanya terkurung tubuh. Seperti dikatakan Thomas Aquinas pada abad ke-13. Meskipun demikian.3. Suatu masalah tidak akan mencapai jalan buntu apabila berdasarkan akidah c. Menurut Augustinus sebagaiman dipengaruhi Platonisme. sehingga bagsa Jerman berpindah melintasi perbatasan kakisaran Rowami yang secara politik mengalami kemerosotan. yaitu pendidikan yang digabungkan dengan biara. Ahli pikir Boethius (480 – 524 M).2 Zaman Awal Skolastik Zaman ini ditandai dengan terjadinya migrasi penduduk.segala hal telah ada. Boethus adalah guru logika Abad Pertengahan dan mengarang beberapa traklat teologi yang dipelajari sepanjang Abad Pertengahan b. seperti sesudah telor akan lahir ayam. seluruh pemikiran Abad Pertengahan berada dalam naungan teologi. namun ada beberapa tokoh dan situasi penting yang harus diperhatikan dalam memahami filsafat pada masa ini (Wiramirhadja.

Suatu topik dibahas secara sistematis dengan menampung semua argumen pro dan kontra. d. Selanjutnya. Ia terkenal terutama karena argumentasinya. Dalam pelaksanaanya. hal yang terbesartentulah berada dalam kenyataan. Pertama. Anselnus (1033 – 1109) memimpin biara di Normandi. bahwa Allah itu benar-benar ada. Ketiga. Ia meluruskan perkataan Augustinus dengan mengatakan “Saya percaya supaya saya mengerti”. tidka ada sesuatu yang nyata. aialah masalah “universalia”. Konsepkonsep umum menurut nominalisme hanya bunyi. Allah itu Maha Besar sehingga tidak terpikirkan oleh sesuatu yang lebih besar. yaitu realisme atau sering disebut ultra-realisme dengan tokohnya Gulielmus yang membiacarakan masalah “kemanusiaan”. Ia telah memberikan sumbangan terhadap penyelesaian masalah yang ramai dibicarakan dalam kalangan Skolastik. f. Ekdua. Ia berjasa dalam menerjemahkan karya Pseudo – Dionysios kedalam bahasa Latin sehingga menjadi referensi bagi dunia pemikiran abad-abad selanjutnya. pemikirannya tidak dilanjutkan orang. Ada tiga langkah pembuktian filasafatinya. nominalisme. baik kuliah maupun 12 . dengan tokohnya Roscelinius.pembantu teologi. terdapat dua pendirian. Allah tidak hanya berada dalam pemikiran. e. Perancis dan uskup Agung di cantebuty. karena apa yang hanya ada dalam pikiran tidak mungkin lebih besar. Akan tetapi karena agak sulit dicerna. ia membangun sintesis teologis. Eriugene (810 – 877) bekerja di sekolah lingkungan istana Karel Agung. Universalia menyangkut konsep-konsep umum yang menentukan kodrat dan kedudukan konsep-konsep tersebut. Dalam hal ini. Inggris. Ia berpendapat bahwa selain indivisu-individu. Cara mengajar yang teridiri dari dua jenis yaitu cara kuliah yang diberikan seorang mahaguru dan cara diskusi yang dipimpin seorang mahaguru. Berdasarkan neoplatonisme. Pemikirannya merupakan kelanjutan dari pemikiran Augustinus c. Abelardus (1109 – 1142) berjasa dalam bidang logika dan etika. tetapi juga ada dalam kenyataan.

3 Zaman Keemasan Skolastik Zaman keemasan skolatik terjadi pada abad ke-13. setelah akademia ditutup pada abad ke-2.3. 2. hukum. Sekolah ini merupakan universitas pertama didunia dan yang mula-mula bekerja bekerja sama antar sekolah di Paris. Dua ordo yang terkenal adalah ordo fransiskan yang didirikan Fransiskus pada 1209 dan ordo dominikan yang didirikan Dominiskus pada tahun 1215. Pada abad ini dibangun sintesis filosofis penting dan berkaitan dengan tiga hal yaitu : Wiramirhadja (2009) a.diskusi dibuatkan buku pegangan yang arinya pendapat-pendapat. umumnya universitas terdiri atas empat fakultas yaitu kedokteran.3. sastra dan teologi. b. Sekolah-sekolah di Paris secara bersama-sama membangun universitas yang meliputi keselut=ruhan guru dan mahasiswa. baik secara langsung mapupun tidak langsung. Dari sententiae kemudian dibuat buku pegangan lain yang disebut Summa yang artinya ikhtisar 2. Sejak abad ke-9 di seluruh Eropa Barat didirikan sekolah. c. terutama karya Aristoteles. merupkaan faktor kedua yang mempengaruhi perkembangan hidup intelektual. Didirikannya universitas-universitas pada tahun 1200.1. Penemuan ini merupakan faktor penting dala perkebangan intelektual.1037). Ajaran Aristoteles masuk kedunia barat.4 Masa Akhir Abad Petengahan Pada akhir abad XIV terjadi sikap kritis atas berbagai usaha pemikiran yang menyintesiskan filasafati dan teologi yang semakin menyimpang dari 13 .1. Penemuan karya filsafat Yunani. Ordo-ordo membiara baru. Secara tidak langsung ajaran ini masuk melalui Arab dengan tokohtokohnya Ibn Sina (980. Sedangkan secara tidak langsung ajaran ini masuk melalui Sisilia. Ibn Rushd (1126 – 1198) serta bebrapa filosof Yahudi. Pada Abad Petengahan. Di paris sekolah-sekolah itu merupakan terbanyak.

“Jalan kuno” adalah madzhab-madzhab skolasti tradisional. 2009). aristotelisme moderat. Oleh karen aitu penegnalan indrawi harus dianggap intuitif. Diakuui bahwa kita tidak megetahui apa-apa. perkembangan tampil dalam bentuk “jalan modern” yang dipertenyangkan dengan “jalan kuno” (Wiramirhadja. Pendapat-pendapatnya sering bertentangan dengan gereja. meskipun masih menulis komentar atas Sententiae (Wiramirhadja. sementara konsep “kemanusiaan” sama sekali tidak dimiliki siapapun. terutama Paus di Vatikan. dan intusisi. Terjadilah perytengkaran yang menyebabkan ia lebih memperhatikan masalah-masalah logika. Pengenalan indrawi kurang sempurna. Rasio embentuk konsep berdasarkan pengenalan indrawi dan aktivitasnya dikuasai prinsip nonkontradiksi. Pikiran-pikiran Gulielmus lebih terkenal dengan naman Okcham. Allah merupaka ojek intuisi manusia. Dua tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan ilmu pengetahuan dam modern. Bentuk pengenalan paling sempurna adalah bersifat indrawi. dan albertisme. Filsafat Abad Pertengahan diawali Boethius dan diakhiri oleh Nicolaus Cusanus (1401 – 1464). lebih langsung. ialah Johannes Buradanus (1298 – 1359) di Paris dan Thomas Bradwardine (1300 – 1349) di Oxford. Okcham mempunyai pendirian ekstrim menngenai hal ini yang biasnya disebut terminisme dan nominalisme.pendapat Aristoteles. manusi dapat mencapai segala sesuatu yang tidk terhingga. rasio. “Jalan baru” didasari pemikiran Gulielmus (1285 – 1349) dari Inggris yang menjadi anggota ordo fransiskan. Menurutnya manusia tidak mengenal kodrat. neoplatonisme. ialah panca indra. 2009). Pemikrannya cenderung pada empirisme. Pengenalan intelektual yang abstrak mempunyai konsep-konsep umum sebagai objeknya. dibedakan dengan pengenalan abstrak. tetapi lebih cenderung pada individual. Okcham menekankan bahwa konsep merupakan suatu “tanda wajar” sedangkan term atau istilah yang menjelma konsep dalam bahasa bersifat konvensional sehingga dapat berlainan (Wiramirhadja. 2009). Ia . nama kota kelahirannya. Dengan intuisi.enolak individuasi. Nicolaus Cusanus membedakan tiga macam pengenalan. 14 . terutama thimisme dan scotisme. Dalam filsafat.

Pada zaman ini banyak ditemukan ilmu-ilmu baru. sedangkan ilmu pengetahuan menekankan perlunya eksperimentasi.2. Polandia. tidak didasarkan atas campur tangan ilahi. Pada zaman ini manusia Barat mulai berpikir baru dan mulai melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini membelenggu kebebasan dan mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. kelahiran sastra di Inggris. Mereka telah menemukan teori atau konsep baru yang menjadi sejarah dalam perkembangan ilmu.1. (Surajiyo. Pada masa kebangkitan ini. empirisisme. dan Spanyol dan penemuan ilmu perbintangan oleh Copernicus dan Galileo (Andriyani & Indah. Hal ini disebabkan argumentasi filsafat sematamata mengandalkan logika. Perlu ditegaskan bahwa pemikiran Abad Pertengahan berdasarkan payung agama. 2015). Meskipun demikian perlu diperhatikan suatu masa yang relatif singkat yang membatasi Abad Pertengahan dan Modern yaitu Abad Pencerahan atau Aufklaerun yang merupakan masa peralihan dari Abad Pertengahan dan Modrn. sekulerisme. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri. 2013). dan ilmu. Zaman ini merupakan penyempurnaan kesenian. sementara Kristen semakin ditinggalkan karena semangat humanism. mengembangkan dan teori ekonom yang heliosentrisme (berpusat di matahari). emlainkan pecinta eksperimen yang membawanya kepada pemikiran ilmu masa miodern. Ciri utama renaissance yaitu humanisme. individualisme. Ia matematikawan. dan rasionalisme. Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisisme. Teorinya tentang matahari sebagai pusat Tata 15 . a. Perancis. diantaranya penemuan percetakan. keahlian. penemuan benua baru oleh Colombus. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Niklas Koppernigk atau Nicolaus Copernicus (1473 M . sedangkan abad modern oleh payung ilmu pengetahuan.1543 M) adalah seorang berkebangsaan astronom. mulai bermunculan ilmuwan-ilmuwan baru.4 Zaman Pencerahan (1500 – 1700 M) Menurut Wiramirhadja (2009) pengetahuan yang luas menjadikan Nicolaus bukan saja sebagai ekponen Abad Pertengahan.

Tycho Brahe (1546 M .1601 M) adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. d. intorno à due nuove scienze diterbitkan di Leiden pada 1638. Kepler sangat dihargai bukan hanya dalam bidang matematika. Tycho adalah astronom pengamat paling menonjol di zaman pra-teleskop. Untuk penerbitan karyanya. dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. yang menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa.Surya. c.pada 7 Januari 1610. Tycho memiliki mesin cetak dan pabrik kertas. Johannes Kepler (1571 M . Galileo juga sempat mengamati planet Neptunus pada 1612 namun ia tidak menyadarinya sebagai planet. tetapi juga di 16 . filsuf. matematikawan dan astrolog. Pada buku catatannya.1642 M) adalah seorang astronom. Asistennya yang paling terkenal adalah Johannes Kepler. Neptunus tercatat hanya sebagai sebuah bintang yang redup. b. dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern (teori ini menimbulkan revolusi ilmiah). seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah. Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada zaman itu. Ia memiliki sebuah observatorium yang dinamai Uraniborg. Buku karangannya adalah Dialogo sopra i due massimi sistemi del mondo yang kemudian diterbitkan di Florence pada 1632. Europa. Ganymede. Ia paling dikenal melalui hukum gerakan planetnya. di Pulau Hven. dan Discorsi e dimostrazioni matematiche. yang diterbitkan pada tahun 1543 M. Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop (dengan 32x pembesaran) dan berbagai observasi astronomi seperti menemukan satelit alami Jupiter -Io. Galileo Galilei (1564 M . Karya terobosannya berjudul On the Revolutions of the Heavenly Spheres (Mengenai perputaran Bola-Bola Langit). dan Callisto.1630 M). ia adalah seorang astronom Jerman.

Roger Bacon berpendapat bahwa pengalaman (empirik) menjadi landasan utama di awal dan ujian akhir bagi semua ilmu pengetahuan. Karyanya yang lain ialah Tabulae Anatomicae Sex. semua planet adalah benda-benda fisik yang dengan harmonis diaturoleh serangkaian hukum yang beragam. berputar pada porosnya dan mempengaruhi gerakan planet-planet. Expounding the Optical Part of Astronomy (Suplemen untuk Witelo. Menjabarkan Bagian Optik dari Astronomi). Apa yang telah ia pelajari dari Mars dan Bumi pasti berlaku juga atas semua planet. Jadi.bidang optik dan astronomi. Penjelasan Kepler tentang pembiasan cahaya tertuang dalam buku Supplement to Witelo. Buku Kepler itu adalah tonggak sejarah di bidang optik. ia menyimpulkan bahwa setiap planet mengitari matahari dalam orbit elips pada kecepatan yang bervariasi sesuai dengan jaraknya dari matahari. Astronomiae Pars Optica (Bagian Optik dari Astronomi). De Stella nova in pede Serpentarii (Tentang Bintang Baru di Kaki Ophiuchus). Andreas Vesalius (1514 M . Roger Bacon (1214 – 1294). Ia adalah orang pertama yang menjelaskan cara kerja mata. dan Somnium (Mimpi). Tabulae Rudolphinae (Tabel-Tabel Rudolphine). Kepler mengerti bahwa matahari bukan sekadar pusat dari tata surya. Harmonice Mundi (Keharmonisan Dunia). Bagi Kepler. Karyanya berupa buku De Humanis Corporis Fabrica (Pengerjaan Tubuh Manusia). tujuh jilid dari De humani corporis fabrica. e. ia adalah ahli anatomi.1564 M). Ia banyak bergerak dalam lapangan politik dan agama sehingga ia ditahan dalam penjara. Dioptrice (Dioptre). Karya Kapler yang lain berupa buku Mysterium cosmographicum (Misteri Kosmmografis). f. Astronomia nova (Astronomi Baru). Epitome astronomiae Copernicanae (diterbitkan dalam tiga bagian dari 1618-1621). Sekalipun Roger Bacon menganjurkan pengalaman sebagai basis ilmu pengetahuan namun ia sendiri tidak meninggalkan tulisan atau karya yang cukup berarti bagi ilmu pengetahuan. sebuah buku yang dipersembahkan untuk Charles 17 . Matahari juga berfungsi seperti sebuah magnet.

Penemuannya dalam ilmu pasti adalah sistem koordinat yang terdiri atas dua garis turus X dan Y dalarn bidang datar. pemikiran Abad Pencerahan perlu dicantumkan karena dipandang penting bagi kelahiran Abad Modern yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia (Wiramirhadja. maka Abad Pencerahan tidak dibahas secara lebih mendalam. Ia pun juga menulis Radicis Chynae. Karena sistem tersebut didasarkan pada dua garis lurus yang berpotongan garis lurus.V. Vesalius juga membuktikan bahwa tulang dada (sternum) terdiri dari tiga bagian. Garis X letaknya horizontal dan disebut axis atau sumbu X. Kedudukan tiap titik dalam bidang tersebut diproyeksikan dengan garis-garis lurus pada sumbu X dan 18 . sedangkan garis Y letaknya tegak lurus pada sumbu X. Charles Darwin dengan teorinya strugglefor life (perjuangan untuk hidup). Karya ini menekankan keutamaan pembedahan dan memperkenalkan isilah pandangan anatomis tubuh manusia. Thompson dengan temuannya elektron. Rene Descartes. Andrea Vesalii suorum de humani corporis fabrica librorum epitome yang didedikasikan untuk Philip II dari Spanyol. Zaman modern ditandai dengan berbagai penentuan dalam bidang ilmiah. Vesalius disebut-sebut sebagai pemulai masa anatomi manusia modern. maka sistem koordinat itu dinamaka ortbogonal coordinate system. JJ. 2009).1. Maka dari itu. Perkembangan ilmu pengeahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak Zaman Renaissance. Isaac Newton dengan temuannya teori gravitasi. tokoh yang terkenal sebagai bapak filsafat moden. Berikut penjelasan sekilas dari filsuf-filsuf tersebut: a. Seperti Rene Descartes (1596-1650).5 Zaman Modern (17 M – 19 M) Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak Zaman Reaissance. Dikarenakn kedudukannya yang terjepit antara Abad Pertengahan dZaan Abad Modern. sebuah teks pendek mengenai tumbuhan obat. Meskipun demikian. 2. menemukan dalam ilmu pasti ialah sistem koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. Rene Descartes juga seorang ahli ilmu pasti.

yaitu teori Gravitasi. Teori gravitasi ini dapat menerangkan dasar dari semua lintasan planet dan bulan. Isaac Newton. Charles Darwin. c. Secara singkat adalah sebagai berikut: - Teori Gravitasi menerangkan bahwa planet tidak bergerak lurus. Pentingnya sistem yang dikemukakan oleh Rene Descartes ini terletak pada hubungan yang diciptakannya antara ilmu ukur bidang datar dengan aljabar. panjangnya jarak yang ditempuh tergantung dari kecepatan tiap detik dan panjangnya waktu pergerakan. Teorinya yang terkenal adalah struggle for life (perjuangan untuk hidup). Cara pergerakan Caluculus ini banyak manfaatnya untuk menghitung berbagai hubungan antara dua atau lebih hal yang berubah. yaitu kekuatan yang selalu akan timbul jika ada dua benda berdekatan. namun mengikuti lintasan elips. Teori Gravitasi Newton ini dipergunakan oleh para ahli berikutnya untuk pembuktian laboratorium dan penemuan planet baru di alam semesta. Darwin berpendapat bahwa perjuangan untuk hidup berlaku pada setiap kumpulan makhluk hidup yang sejenis. pengaruh pasang-surutnya air samudera. karena adanya pengaruh gravitasi. Panjang garis dapat dinyatakan serupa dengan hukum phytagoras mengenai Hypothenusa. Penemuan Descater ini dinamakan Analytic Geometry. dikenal sebagai penganut teori evolusi yang vanatik. bersama dengan ketentuan yang teratur. Ketiga bidang tersebut dapat diuraikan (dalam Rizal Mustansyir. b. tetapi menurut ketentuan yang tetap atau teratur. Misalnya ada benda bergerak. Darwin menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi pada makhluk di bumi terjadi karena seleksi alam. - Perhitungan Calculus. 1996). Tiap titik dapat dinyatakan dengan dua koordinat Xi dan Yi. makaY akan bertambah pula. dan peristiwa astronomi lainnya. 1996). perhitungan Calculus.sumbu Y. dan Optika. yaitu hubungan antara X dan Y. Kalau X bertambah. berperan dalam ilmu pengetahuan modern terutama penemuannya dalam tiga bidang. karena meskipun sejenis namun tetap menampilkan kelainan-kelainan 19 . (Rizal Mustansyir.

Teknologi komunikasi dan informasi 20 . Kedua. ruang. sejak semula sudah ada hubungan yang erat antara filsafat dan fisika. (Rizal Mustansyir. 1993). kuasa. dan waktu). Ini berarti bahwa alam semesta itu bersifat kekal. konsep ruang. Penemuan dan penciptaan silih berganti dan makin sering. atau dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. ajaran filsafat tradisional yang menjawab fenornena tentang materi. kuasa. Makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri akan memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup lebih lama sedangkan yang kurang dapat menyesuaikan dirinya akan tersisihkan karena kalah bersaing. melipat dua setiap tahun. persuasi filosafis mengenai metode fisika. Dengan demikian. Masing-masing ilmu mengembangkan disiplin keilmuannya dan berbagai macam penemuan-penemuannya. Einstein percaya akan kekekalan materi. 1996). Zaman Kantemporer ini ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Menurut Traut fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang mernbentuk alam semesta juga menunjukkan bahwa secara historis hubungan antara fisika dengan flsafat terliht dalam dua cara. dan waktu. tetapi juga tidak berubah status totalitasnya atau bersifat statis dari waktu ke waktu.1. dan lain-lain. teori alam semesta. Oleh karena itu yang dapat bertahan adalah yang paling unggul (survival of the fittest). Makhluk hidup yang berkelainan kecil itu berbeda-beda daya menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan. bidang fisika menempati kedudukan yang paling tiggi. Informasi ilmiah diproduksi dengan cepat. bahkan dalamdisiplin-disiplin tertentu seperti genetika setiap dua tahun (Jacob. Di samping teori mengenai fisika. Fisikawan abad ke-21 adalah Albert Einstain menyatakan bahwa alam itu tidak terhingga besarnya dan tidak terbatas.kecil. Di antara ilmu khusus yang dibicarakan oleh para filsuf.6 Zaman Kontemporer (Abad ke 20 – sekarang) Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kontemporer berkembang dengan sangat cepat. 2. Pertama. dan dalam interaksi antara pandangan subtasional tentang fisika (misalnya: tentang materi.

Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Selain Einstein yang terkenal dengan teori relativitasnya. sehingga dunia menjadi sangat kecil. berbagai satelit komunikasi. Perkembangan ilmu kelistrikan sangat pesat dan dapat menghasilkan alat-alat yang canggih seperti komputer yang sangat berguna dalam menunjang kegiatan penelitian guna meningkatkan kegunaan ilmu pengetahuan alam dan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat. Bidang ilmu lain juga mengalami kemajuan pesat. Teknologi komunikasi dan informasi termasuk salah satu yang mengalami kamajuan sangat pesat. berbagai satelit komunikasi. penemuan mesin cetak merupakan peristiwa yang sangat penting. Mulai dari penemuan komputer. Rutherfordl. dalam sejarah ilmu pengetahuan alam juga dikenal teori kuantum dan struktur atom yang diperkenalkan oleh Max Planck di Jerman. dan orang tidak mau menerima begitu saja apa yang diperolehnya dalam hidupnya sekarang. Selanjutnya dalam media komunikasi. Mulai dari penemuan komputer. Penemuan radioaktivitas oleh Becquerel dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat digunakan untuk penelitian-penelitian dalam berbagai bidang. teori alam semesta. sehingga terjadi spesialisasi ilmu yang semakin tajam. dan lain-lain. Disamping teori mengenai fisika.termasuk salah satu yang rrrengalami kemaj uan sangat pesat. dan sebagainya. yang dimanfaatkan dengan baik pertama di Eropa. Schroedinger adalah para ahli yang memberi sumbangan besar dalam bidang pengetahuan ini. internet. Di samping kecenderungan ke arah spesialisasi. internet. sehingga dihadirkannya bidang ilmu baru seperti bioteknologi yang dewasa ini dikenal dengan teknolagi kloning. Ilmuwan kantemporer mengetahui hal yang sedikit. Ilmnu kedokteran semakin menajam dalam spesialis dan subspesialis atau super-spesialis. Media elektronik kemudian merevolusi informasi dengan televisi. dan lain-lain. apalagi nasib yang diterimanya 21 . Bohr. koran jarak jauh (telezitting). demikian pula bidang ilmu lain. Penyebaran informasi melonjak dengan luar biasa. tetapi secara rnendalam. Struktur atom dapat lebih dapat dijelaskan dengan menggunakan teori kuantum ini. dan sebagainya. kecenderungan lain adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan lainya. Pauli.

sehingga sukar diketahui masing-masing dimulai oleh siapa. mulai dari manusia yang hanya bersifat menerima. Seluruh kehidupan praktis sudah terkomersialisasi. perkembangan ilmu juga ditandai dengan terjadinya spesialisasi-spesialisasi ilmu yang semakin tajam. Kebutuhan dan produksi mulai dipertukarkan melalui alat penukar surat atau kartu berharga sampai sampai ke perbankan elektronik. Hal inilah yang menimbulkan gejala deformation professionelle yakni perubahan bentuk sebuah wujud dilihat dari kacamata professional.sewaktu dilahirkan. Ilmu kedokteran semakin menajam dalam spesialisasi dan subspesialisasinya. 2. masyarakat telah bergerak ke tahapan pascailmiah dengan ketergantungan informasi yang lebih banyak dan pada komputer sebagai sistem eksper untuk mengolahnya. Kemajuan ilmu pengetahuan mengubah masyarakat dari tahapan prailmiah dengan kehidupan berladang dan beternak yang dipengaruhi oleh banyak hal yang eksternatural ketahapan ilmiah dengan kehidupan kota dan komunikasi yang padat. hingga pada pemikiran- 22 . Di beberapa negara. Akibat dari semakin terspesialisasinya ilmu. yang berlangsung dengan intensif dan cepat. dapat dilihat keterkaitan antar periode berkenaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam. Di sisi lain pada zaman kontemporer ini. Ilmuwan kontemorer hanya mengetahui hal yang sedikit tetapi secara mendalam. asumsi dan prinsip sehingga membuat lingkup penglihatan keilmuan makin bertambah sempit pula. pengkajian suatu bidang keilmuan makin sempit ditambah dengan berbagai pembatasan dalam pengkajiannya seperti postulat. yaitu: a. dimana dan bilamana. suara dan cetakan sekaligus dan dapat bersifat individual dan personal. Tiap periode menunjukkan perkembangan pola pikir manusia. mulai berpikir secara kritis tentang alam dan tentang hakikat dirinya sendiri. Sekarang mikroelektronik dan multimedia membawa kita ke masyarakat informasi yang sanggup menyajikan gambar.2 Keterkaitan Antar Periode Berdasarkan penjelasan tiap-tiap periode di atas.

perbaikan. 23 . Selalu ada pertentangan. Tiap periode menghasilkan teori-teori dan penemuan-penemuan tersendiri sesuai dengan keadaan manusia pada saat itu.pemikiran yang bersifat aplikatif. d. b. Dan selanjutnya menghasilkan ilmu pengetahuan yang selalu berkembang pula. Pada periode yang semakin berkembang. c. dan pembaruan ilmu pengetahuan. para filsuf dan ahli mulai menciptakan teori aplikatif dan alat-alat aplikatif untuk digunakan manusia sebagai tuntunan hidup di tiap periodenya.

2. zaman pencerahan. Masing-masing periode tersebut memiliki keterkaitan tersendiri berkenaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dimana ilmu pengetahuan dalam perkembangannya selalu kontinu (berkelanjutan). sehingga ilmu pengetahuan juga akan mengalami perkembangan. antara lain: 1. Pola pikir manusia selalu mengalami perkembangan. zaman modern.BAB 3 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan tersebut. zaman pertengahan. zaman Yunani kuno. Periode perkembangan ilmu pengetahuan. dan zaman kontemporer. 3. yaitu: dimulai pada zaman praYunani kuno. kesimpulan yang dapat ditarik. 24 . Filsafat dan ilmu pengetahuan telah ada sejak manusia itu dilahirkan.

. Sutardjo. Aksiologi dan Logika Ilmu Pengetahuan .. Yogyakarta : Putaka Pelajar Andriyani. Indh Nurma. Filsafat Ilmu : Ontologi. Program Studi Teknologi Pendidikan PPs UNS Bartens. 2013. 2011. 1999. Sujarwo. Yogyakarta : Penerbit KANISUS Hadiwijoyono. Universitas Negeri Semarang Surajiyo. 2013. Edisi Revisi. Jujun S. Sejarah Filsafat Yunani : Dari Thales ke Aristoteles. M Alfatih. Jurnal Universitas Indraprasta PGRI Jakarta Suriasumantri. 1980. 2015. Jurnal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Wiramihardja. Yogyakarta: Penerbit KANISIUS Prakoso. Bandung : PT Refika Aditama 25 . Pegantar Filsafat Sistematika dan Sejarah Filsafat Logika dan Filsafat Ilmu (Epistimologi)Metafifika dan Filsafat Manusia Aksiologi. Teguh Budi. Edisi ke 2. Mohammad. Asih. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. 2009. Sejarah Perkembangan Ilmu. 2013. Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Analisis Komparatif Islam dan Barat). Harun. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Suryadilaga.DAFTAR PUSTAKA Adib. 2003. Klasifikasi dan Strategi Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Epistimologi. Sari Sejarah Filsafat Barat. Sejarah.