You are on page 1of 14

BAB I

1.3

Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembahasan dalam makalah

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Berkembangnya kemampuan manusia dalam berpikir dan memikirkan tentang hidup

dan kehidupan yang sedalam-dalamnya (thoughtfull living) menjadi salah satu penyebab
munculnya filsafat. Kehadiran filsafat yang kian berkembang sejak 25 abad yang lalu
membuktikan bahwa filsafat sangatlah penting bagi manusia. Seiring dengan pentingnya
fungsi dan peran filsafat dalam kehidupan manusia maka filsafat dikenal sebagai master

ini ialah:
1. Untuk mengetahui arti dari filsafat.
2. Untuk mengetahui arti dari pengetahuan
3. Untuk mengetahui arti dari ilmu pengetahuan
4. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara filsafat, pengetahuan dan ilmu
pengetahuan.

scientarium atau induk bagi seluruh ilmu pengetahuan.
Berkaitan dengan filsafat sebagai induk bagi seluruh ilmu pengetahuan maka
perumusannya tidaklah mudah untuk dilakukan melainkan hanya seorang filsuf yang otentik
yang mampu melakukannya, Sedangkan mahasiswa sebagai bagian dari manusia yang
sedang mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan tentunya perlu memahami filsafat
agar dapat memahami ilmu pengetahuan itu secara sempurna sehingga pembahasan
mengenai filsafat sangat diperlukan di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, pada bab
selanjutnya akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian filsafat, pengetahuan dan ilmu
pengetahuan.
1.2

Rumusan Masalah
Melalui latar belakang yang telah dibahas di atas maka berikut ini rumusan masalah

yang perlu dijawab pada bab selanjutnya
1. Apakah yang dimaksud dengan filsafat?
2. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan?
3. Apakah yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan
4. Apakah persamaan dan perbedaan antara filsafat, pengetahuan dan ilmu
pengetahuan?

1

g. e. 1996) juga memiliki arti secara terminologi. yang disebut hakikat. (iii) upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan: sumbernya. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). sedangkan jika dilakukan arabisasi fisafat disebut sebagai falsafah. dan nilainya. kita katakan dan untuk menyatakan apa yang kita lihat. f. hakikatnya. yang terdiri atas dua kata: philos/philia/philein (cinta) dan shopia (hikmah. inteligensi). Jadi secara etimologi. Descartes (1596–1650) menerangkan filsafat merupakan kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan. philosophia. dan estetika. Aristoteles (382–322 SM): mendefenisikan filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika. (ii) upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar secara nyata. pengetahuan. kata filsafat berarti pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada. yang tetap dan yang tidak berubah. etika. Di samping itu. pengaruh lingkungan dan pandangan hidup yang berbeda serta akibat dari perkembangan filsafat ini sendiri. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya. (v) disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu kita melihat apa yang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai ke “mengapa” yang penghabisan. 2005).1 Pengertian Filsafat Kata filsafat memiliki berbagai macam padanan bahasa. sebab asal dan hukumnya. Selanjutnya. perenungan tentang bidang pengetahuan. Al Farabi (872–950) menerangkan filsafat sebagai ilmu (pengetahuan) tentang hakikat bagaimana alam maujud yang sebenarnya.1 a. Berikut ini j. (iv) penyelidikan kritis c. hasrat bertanya dan keraguan dari manusia (Rapar. filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau love of wisdom dalam arti yang sedalam-dalamnya (Surajiyo.BAB II PEMBAHASAN 2. apa yang harus diketahui (etika). Socrates (469-399 SM) mengartikan filsafat sebagai cara berpikir yang radikal dan menyeluruh. retorika. keterampilan. Plato (427–348 SM) mendefinisikan filsafat ialah pengetahuan yang bersifat untuk Filsafat mencapai kebenaran yang asli. pengalaman praktis. Driyarkara (1913–1967) berpendapat bahwa filsafat merupakan perenungan yang atas pengandaian-pengandaian dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh berbagai sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab “ada dan berbuat”. ekonomi. h. Al Kindi (800–870) berpendapat bahwa filsafat adalah pengetahuan benar mengenai hakikat segala yang ada sejauh mungkin bagi manusia. Cicero (106–043 SM) menyatakan filsafat ialah ibu dari semua ilmu pengetahuan lainnya. Di samping itu. i. Immanuel Kant (1724–1804) berpendapat filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya 4 persoalan yakni: apa yang dapat diketahui (metafisika). Adapun istilah filsafat pada dasarnya berasal dari bahasa Yunani. d. kebijaksanaan. cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya b. sampai di manakah harapan kita (agama) dan apa yang dinamakan manusia (antropologi).1. Notonagoro (1905–1981) menyatakan bahwa filsafat itu menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam. Dalam bahasa Inggris filsafat disebut sebagai philosophy. Melalui berbagai definisi yang telah dikutip dari banyak filsuf ini dapat diambil kesimpulan bahwa filsafat adalah kegiatan memikirkan. terdapat pengertian filsafat yang diterjemahkan secara beragam oleh para ahli atau para filsuf (orang yang berfilsafat) dan menurut Tafsir (2001) keanekaragaman pengertian ini disebabkan oleh perbedaan konotasi filsafat. politik. Adib (2011) menjelaskan bahwa secara terminologi filsafat dapat diartikan dengan beberapa hal berikut ini: (i) upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas. logika. filsafat yang muncul dikarenakan adanya ketakjuban. ketidakpuasan. N. keabsahannya. menelaah dan mencari kebenaran beberapa definisi filsafat yang dikemukakan oleh berbagai filsuf: 2 . 2.

Pemburu kebenaran Seorang filsuf ialah seorang pemburu kebenaran. Bagi para filsuf penting untuk berpikir secara radikal agar dapat menemukan akar dari permasalah yang sedang dicari sehingga ketika akar permasalahan telah didapat. mudah bagi para filsuf untuk memahami segala sesuatu yang tumbuh di atas akar tersebut. perburuan kebenaran. Mencari asas Filsafat tidak hanya mengacu pada bagian tertentu dari suatu realitas melainkan pada keseluruhannya. 3) Spekulatif: hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. d. Berpikir secara radikal Radikal berasal dari kata radix yang berarti akar sehingga jika filsafat memiliki sifat dasar berpikir radikal maka makna dari hal tersebut ialah dalam berfilsafat haruslah mencari pengetahuan yang mendalam (sampai ke akar-akarnya).tanpa kejelasan. b. Berpikir logis merupakan pemikiran yang sanggup menarik kesimpulan dan mengambil keputusan yang tepat dan benar dari premis-premis yang digunakan. Mengejar kejelasan berarti harus berjuang dengan gigih untuk mengeliminasi segala sesuatu yang tidak jelas.dalam arti sedalam-dalamnya akan sesuatu yang nyata yang telah ada guna menjawab terbuka untuk dipersoalkan kembali dan diuji demi meraih kebenaran yang lebih pasti keraguan dan pertanyaan yang muncul tentangnya. c. sistematis dan kritis. Berpikir sistematis merupakan rangkaian pemikiran yang berhubungan satu sama lain atau berkaitan secara logis. sehingga terlihat jelas bahwa kebenaran filsafati tidaklah bersifat mutlak dan final. memburu kebenaran dan mencari kejelasan tidak mungkin berhasil dengan baik tanpa adanya pemikiran yang rasional. e. Berikut ini penjelasan dari sifat dasar tersebut: a. Untuk memperoleh kebenaran yang sungguh-sungguh yang dapat melainkan terus bergerak dari satu kebenaran menuju kebenaran baru yang lebih pasti. Dalam memandang keseluruhan realitas. 2. dipertanggungjawabkan maka setiap kebenaran yang telah didapat haruslah senantiasa 3 . bahkan yang serba rahasia dan penuh teka-teki. Dengan menemukan esensi suatu realitas maka realitas itu dapat diketahui dengan pasti dan menjadi jelas. mencari asas. pencarian kebenaran dan dipikirkan dengan rasional (Rapar. Sedangkan berpikir kritis berarti tingginya kemauan untuk terus menerus mengevaluasi argumenargumen yang mengklaim diri benar. Berupaya mencari asas berarti juga berupaya menemukan sesuatu yang menjadi esensi realitas. 1996).2 Karakteristik Filsafat Filsafat sebagai cara untuk mencari kebenaran yang hakiki akan suatu hal yang dipertanyakan karena keheranan dan keraguan manusia terhadap sesuatu hal tersebut memiliki beberapa karakteristik yang diterangkan melalui sifat dasar dan ciri-cirinya. Berpikir secara rasional berarti berpikir logis. Kebenaran yang diburu merupakan kebenaran hakiki tentang seluruh realitas dan setiap hal yang dapat dipersoalkan. Mencari kejelasan Salah satu penyebab lahirnya filsafat adalah keraguan sehingga untuk menghapus keraguan tersebut diperlukan kejelasan.1. Seorang filsuf akan selalu berupaya untuk menemukan asas yang paling hakiki dari realitas. filsafat akan menjadi sesuatu yang mistik dan tak mungkin mampu menggapai kebenaran. 2) Mendasar: pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensi objek yang dipelajarinya sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan. pencarian asas. filsafat senantiasa berupaya mencari asas yang paling hakiki dari seluruh realitas. kabur dan gelap. mendasar dan spekulatif dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Menyeluruh: pemikiran yang luas karena tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandang tertentu. Adapun ciri-ciri filsafat menurut Surajiyo (2005) terbagi dalam tiga hal yaitu menyeluruh. Berpikir rasional Berpikir radikal. Hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Lima sifat dasar itu ialah dipikirkan secara radikal.

b) Kesangsian: banyak filsuf-filsuf yang lain seperti Descrates menunjukkan bahwa kesangsian merupakan sumber utama pemikiran. dipandang atau disorot oleh suatu disiplin ilmu (Surajiyo. murid Plato. diteliti dan dipelajari serta dibahas sebagai kajian ini. Tafsir (2001) namun berbagai macam itu dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar yakni: objek menegaskan bahwa objek formal filsafat adalah penyelidikan yang mendalam.3 Sumber (Asal) Filsafat material filsafat dan objek formal filsafat.2. b. objek material filsafat lebih luas dari objek material sains. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir-pikir dan berdiskusi akan keadaan diamati. objek formal filsafat adalah sudut pandang yang sehingga ia mulai berfilsafat karena manusia cendrung berpikir bahwa di luar ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau sudut dari manusia yang terbatas terdapat sesuatu yang tidak terbatas. tidak seperti di pembentukan pengetahuan itu.kira abad ke-7 Syafiie (2010) adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan atau sesuatu yang akan SM. dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama mengenai objek filsafat: lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. meskipun daru berbagai Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu. Adapun Lasiyo dan Yuwono (1985) menjelaskan 2. Berikut ini penjelasan alam. ilmu pemerintahan. “komentar. dan c) Sehingga. oleh sains (seperti Tuhan).1. dari objek empiris. objek material merupakan hal yang diselediki. mana objek material itu disoroti. Jawabannya sederhana: di Yunani. tetapi pada macam pengertian dinyatakan bahwa filsafat membahas berbagai macam sesuatu yang ada saat yang sama membedakannya dari bidang-bidang lain. Selanjutnya. Surajiyo (2005) dan Adib (2011) berpendapat bahwa sama-sama membahas negara sebagai objek materialnya dan oleh sebab itu disebut ditinjau dari sisi historisnya. dan 2) ada objek material filsafat yang memang tidak dapat diteliti matahari dan langit”. Plato. 2005). daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Tafsir (2001) menjelaskan tentang objek material yaitu sebagai berikut: ini banyak yang sama dengan objek sains namun tetap memiliki dua perbedaan yakni: a) Keheranan: banyak filsuf yang menunjukkan rasa heran sebagai asal filsafat.4 bahwa objek formal merupakan sudut pandang menyeluruh secara umum sehingga Objek Filsafat Filsafat yang dibahas secara mendalam agar menemukan kebenaran dan dapat mencapai hakikat dari objek materialnya. yakni objek material yang selamanya tidak empiris. Adapun 4 . Objek formal filsafat Kesadaran akan keterbatasan: manusia merupakan makhluk yang lemah dan terbatas Menurut Surajiyo (2005). terutama filsafat Barat muncul di Yunani semenjak kira. Socrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah dan menyebabkan objek material disebut subject matter. Yudea (Israel) atau Mesir. terdapat tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat sebagai ilmu kenegaraan. dunia. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah Adapun contoh dari objek material adalah ilmu politik. seperti 1) sains menyelidiki objek material yang empiris dan filsafat menyelidiki bagian abstrak halnya Plato yang mengatakan: “mata kita memberi pengamatan bintang-bintang.komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat administrasi negara. dan Aristoteles. Objek material filsafat mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Objek material ialah suatu bahan yang menajdi tinjauan penelitian atau Babilonia. Selanjutnya. hukum tata negara dan ilmu negara saling tumpang tindih karena besar pada sejarah filsafat. dari suatu disiplin ilmu pengetahuan bisa saja sama dengan objek material ilmu sekarang di pesisir barat Turki. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki. memusnahkan keraguan memiliki objek pembahasan yang luas.1. sehingga pokok bahasannya saling tumpang tindih (convergency) Socrates. Banyak yang bertanya-tanya a. Selanjutnya. Adapun yang dimaksud objek filsafat menurut Filsafat. Setiap objek material Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filosof ialah Thales dari Mileta. Tetapi filosof-filosof Yunani yang terbesar tentu saja ialah: pengetahuan lainnya.

objek formal filsafat ialah kebenaran. Metode Kritis: Socrates dan Plato Bersifat analisis istilah dan pendapat. maka semua pengertian (ide-ide) dalam introspeksi dibandingkan dengan cerapan atau tanggapan atau impresi dan kemudian disusun bersama geometris. Filsafat yang memakai metode ini dihubungkan erat dengan teologia dan filsafat ini dipandang sebagai suatu filsafat kodrati yang murni. Di samping itu. dengan jalan analisis. Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks. Dengan jalan introspeksi intuitif dan dengan pemakaian simbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikiran. Metode Intuitif: Plotinus dan Bergson Guna menyelami hakikat segala kenyataan diperlukan intuisi yakni naluri yang telah mendapatkan kesadaran diri. dicapai intuisi akan hakikathakikat „sederhana‟ (ide terang dan berbeda dari yang lain). terang. Metode Geometris: Rene Descrates dan pengikutnya 5 . Sehingga Runes dalam Dictionary of Philosophy yang dikutip oleh Surajiyo (2005) menguraikan. yang telah diciptakan untuk memikirkan sasaran serta memperluas sasaran itu menurut kehendak sendiri tanpa batas. d. g. e. Locke.5 Metode Filsafat Metode merupakan cara bertindak menurut sistem aturan tertentu (Bakker. b. Tak jauh dengan banyaknya pendapat mengenai definisi filsafat maka terdapat pula banyak metode pada filsafat dikarenakan penerapan metode untuk mencapai hakikat kebenaran sesuai dengan corak pandang seorang filsuf itu sendiri. Metode Fenomenologis: Husserl dan Eksistensialisme Fenomenologis adalah suatu aliran yang membicarakan tentang segala sesuatu yang menampakkan diri atau suatu aliran yang membicarakan tentang gejala. Filsafat yang memiliki unsur logika. Motode Transendental: Immanuel Kant dan Neo-Skolastik Filsafat dengan metode ini ditekankan pada aktivitas pengertian dan penilaian manusia dengan menggunakan analisis yang kritis. Metode Empiris: Hobbs. Berkeley. Adapun yang dipandang benar adalah apa yang jelas dan 2. Socrates tidak menyelidiki fakta-fakta melainkan ia menganalisis pendapat atau aturan yang dikemukakan orang. kita harus menyaring pengalaman kita dengan maksud sebagai upaya mendapatkan fenomen dalam wujud yang semurni-murninya. menemukan yang benar. ditarik berbagai kesimpulan. 1984). Menurut Kant. etika dan estetika memiliki ada hubungannya dengan pengertian manusia. kebaikan dan keindahan Descrates berpendapat bahwa ada ketersusunan alami dalam kenyataan yang secara berdialektika. Bregson: dengan jalan pembauran antara kesadaran dan proses perubahan. diselidiki syarat-syarat apriori bagi suatu pengertian. budi untuk etika dan rasa untuk estetika. David Hume Hanya pengalamanlah menyajikan pengertian benar. Dengan bertitik tolak dari definisi dan prinsip yang jelas dengan sendirinya. Ilmu pengetahuan itu telah mengajarkan kita bahwa perlu terlebih dahulu secara kritis menilai pengenalan atau tindakan mengenal itu sendiri. c. f. Metode ini bersifat praktis dan dijalankan dalam berbagai macam percakapan. ia berusaha keras objek material yaitu akal untuk logika. Pada prinsipnya metode ini ingin mencapai hakikat segala sesuatu atau hal yang sebenarnya yang menerobos semua gejala yang tampak dengan mengggunakan proses penyaringan (reduksi) yang terbagi menjadi: 1) Reduksi fenomenologis. pemikiran telah mencapai arah yang pasti di dalam ilmu pengetahuan alam seperti yang telah disusun oleh Newton. dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. Aquinas. Metode Skolastik: Aristoteles. Dalam metode ini pangkal utama pemikirannya ialah empirisme namun tetap menerima konsekuensi terhadap ilmu alam yang bersifat matematis.menurut Syafiie (2010). Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu. sepanjang sejarah filsafat yang telah dikembangkan sejumlah metode filsafat yang berbeda dengan cukup jelas dapat dirangkum ke dalam 10 metode berikut ini: a. tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan.1. Filsafat Abad Pertengahan Bersifat sintetis-deduktif. T.

dan 5) filosofia kesenian. b) Aristoteles: 1) logika (susunan pikiran). filsafat ekonomi. Dengan jalan analisis pemakaian bahasa sehari-hari ditentukan sah atau tidaknya ucapan-ucapan seorang filsuf/filosofis.7 Peran dan Kegunaan Filsafat Filsafat tidak dipelajari dan dilakukan secara sia-sia. ekonomika–kesusilaan kekeluargaan. menyaring segala sesuatu yang tidak ada hubungan metafisika. 6) Filsafat-filsafat khusus lainnya seperti filsafat bahasa. 6 . etika. Metode dialektis Hegel mengikuti dinamis pemikiran atau 2) Metafisika: berasal dari bahasa Yunani meta physika (sesudah fisika) yang memiliki alam sendiri yang diungkapkan melalui tiga langkah yakni dua pengertian yang banyak arti yakni upaya untuk mengkarakteristikkan eksistensi atau realitas sebagai bertentangan yang didamaikan (tesis – antitesis – sintesis). gerakan pikiran atau konsep. penyaringan terhadap segala hal yang bukan eidos atau inti Selanjutnya. Berikut ini beberapa pembagian cabang filsafat menurut para filsuf yang dikutip oleh Salam (2005): a) 3) Logika: suatu pertimbangan akal atau pikiran yang dinyatakan dalam bahasa. filsafat sosial dsb. filsafat hukum. Berikut ini penjelasan timbal balik dengan kesadaran murni supaya dari objek yang itu akhirnya orang sampai pada apa yang ada pada subjek sendiri. matematika–kuantitas barang. Sehingga hasil reduksi kedua ialah „penilikan hakikat‟. pikiran. h.6 fisika dan hakikat yang bersifat transendental. Estetika merupakan cabang filsafat yang membahas tentang seni dan keindahan. 2) fisika (tentang dunia materiil). j. Objek pembahasannya ialah hakikat Pada metode ini kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan yang berlakunya seperti pada ilmu pengetahuan positif (eksakta). estetika dan filsafat khusus lainnya. suatu keseluruhan atau suatu pembahasan filsafat yang komprehensif mengenai i. jalan untuk memahami kenyataan ialah dengan mengikuti mengenai pencabangan filsafat tersebut: 1) Epistemologi: berasal dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata. pemahaman intelektual atau pengamatan spiritual. Adapun peran filsafat menurut Rapar (1996) ialah sebagai berikut: 1) Pendobrak. 2) filosofia teoritika (fisika–dunia materiil. ilmu). kebiasaan) dan ethikos (susila. Adanya pembagian ini disebabkan karena objek yang dipandang dalam filsafat sangatlah luas. 3) filosofia praktika (etika– kesusilaan perseorangan. Metode Analitika Bahasa: Wittgenstein 2.2) Reduksi eidetis. Metode Neo-Positivistis seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada. Etika sering disebut sebagai filsafat moral. (2005) mengelompokkan cabang-cabang filsafat menjadi enam bagian yaitu epistemologi. keadaban atau kelakuan dan pebuatan baik). filsafat pendidikan. 5) Estetika: berasal dari bahasa Yunani aisthesis yang berarti pencerapan indrawi. dan 3) etika (tentang kebaikan). Keistimewaan metode ini ialah semua kesimpulan dan hasilnya senantiasa didasarkan pada penelitian bahasa yang logis. politika–kesusilaan 4) Etika: berasal dari bahasa Yunani ethos (sifat.1. 3) Reduksi transendental. Cabang-cabang Filsafat Agar mempermudah seseorang mempelajari filsafat maka lapangan filsafat haruslah dibagi-bagi dan diperinci lebih jelas. Filsafat mengenai pikiran atau cara berpikir benar atau salah. filsafat teknik. Plato: 1) dialektika (tentang ide-ide atau pengertian umum). sejalan dengan eksistensinya yang baru maka secara umum Salam sari atau hakikat gejala. 4) filosofia poetika/aktiva (pencipta). watak. metafisika–tentang ada). sehingga epistemologi ialah suatu cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan. filsafat mampu mendobrak tertawannya intelektualitas manusia sejak berabad-abad silam dikarenakan kepercayaan manusia terhadap mitos dan keskralan yang berasal dari nenek moyang yang tidak dapat diganggu gugat. logika.1. Metode Dialektis: Hegel dan Marx Menurut Hegel. melainkan memiliki peran dan kegunaan tersendiri. kenegaraan). 2.

filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohannya. Keyakinan muncul melalui kemampuan kejiwaan manusia untuk memproses kematangan kepercayaan. 4) Intuisi (intuition). Menurut John Hospers dalam bukunya An Introduction to Philosophical Analysis yang dikutip oleh Surajiyo (2005) pengetahuan dapat terjadi melalui enam hal berikut ini: 1) Pengalaman indra (sense experience). 2011). dan pandai. dan analitis.2. koheren. filsafat telah berhasil mengembangkan pemikiran rasional. kritis. berilmu. Sedangkan secara terminologi pengetahuan dapat kita definisikan dengan apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Berdasarkan hal inilah filsafat disebut sebagai master scientiarum. terang. lebih luas dan mendalam serta menemukan esensi suatu permasalahan. 6) Keyakinan (faith).2) Pembebas.2. Sedangkan kegunaan filsafat menurut Rapar (1996) ialah terbagi menjadi dua yakni kegunaan bagi ilmu pengetahuan dan kegunaan dalam kehidupan praktis dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Bagi ilmu pengetahuan.2 Pengetahuan 2. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. mengerti. filsafat menuntun manusia untuk melakukan tindakan yang konkret berdasarkan pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas tersebut. mendalam. luas. 3) Otoritas (authority). filsafat menggiring manusia ke pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. filsafat membebaskan pemikiran manusia dengan cara membimbingnya untuk berpikir secara rasional. Pengetahuan itu adalah milik atau isi pikiran (Gazalba. merupakan berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada NabiNya untuk kepentingan umatnya. karena dengan pengetahuan kita bisa menjawab segala persoalan yang ada. 2. integral. Kemudian. merupakan salah satu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan baru. 2) Nalar (reason). sedang dan akan terus berupaya membebaskan manusia dari Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses berpikir atau usaha manusia dari kekurangan pengetahuan yang menyebabkan manusia picik dan dangkal. Karenanya ilmu pengetahuan pun semakin tumbuh subur. 2) Bagi kehidupan praktis. 1992). 5) Wahyu (revelation). metodis. termasuk didalamnya adalah ilmu (Adib. 7 . dikatakan sebagai sumber dikarenakan suatu kelompok dapat memperoleh pengetahuan melalui seorang yang mempunyai kewibawaan dalam pengetahuannya dan pengetahuan ini biasanya tanpa diuji karena yang menyampaikan adalah orang yang berwibawa dan mempunyai otoritas. terus berkembang menjadi dewasa hingga pada tingkat kedewasaan yang penuh ilmu tersebut akan mampu berdiri sendiri. 2. Kekhilafan akan terjadi apabila ada ketidaknormalan pada indra tersebut. dalam kamu besar bahasa Indonesia kata pengetahuan memiliki arti yaitu mempunyai makna pengetahuan. sedangkan didalam bahasa Inggris secara etimologi kata knowledge yang mempunyai arti segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu. Wahyu dikatakan sebagai sumber pengetahuan karena manusia mengenal sesuatu melalui kepercayaannya. Kepercayaan bersifat dinamik sedangkan keyakinan bersifat statik.1 Pengertian Pengetahuan Di dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mendengar kata pengetahuan berasal dari kata dasar “tahu”. maupun akal. insaf. antara sumber wahyu/kepercayaan dan keyakinan sangat sukar dibedakan secara jelas. sadar.2 Terjadinya (Sumber) Pengetahuan Kita memperoleh pengetahuan setiap hari tentunya tidak semerta-merta tanpa adanya sumber atau asal. sistematis. merupakan sumber pengetahuan berupa alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra. teratur. dengan adanya intuisi maka manusia mampu melahirkan pernyataan-pernyataan berupa pengetahuan yang muncul dari tidak adanya pengetahuan. belum tahu menjadi tahu baik melalui penalaran secara langsung melalui panca indera 3) Pembimbing. logis. dan terpelajar. Filsafat telah.

Pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. “Pengantar Filsafat” telah mengutip beberapa definisi ilmu pengetahuan dari beberapa pakar. Mohammad Hatta berpendapat bahwa tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal (sebab-akibat) dalam satu golongan masalah yang b. Pengetahuan ilmu: ilmu sebagai terjemahan dari sciense diartikan untuk menunjukan ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitatif dan objektif.2. para pakar telah mendefinisikan makna ilmu pengetahuan dengan berbagai macam definisi. Dalam pengetahuan ini ada usaha secara bertahap dengan menggunakan logika yang rasional untuk mendapatkan hubungan sebab-akibat dari suatu realitas. yang diteliti secara kritis. Titus. Sedangkan dalam bahasa Inggris. 2. karya seni. maka di dalam kehidupan manusia dapat memiliki berbagai pengetahuan dan kebenaran.4 Jenis Pengetahuan Beranjak dari pengetahuan adalah kebenaran dan kebenaran adalah pengetahuan. 2. atau orang hanya akan memperoleh keyakinan (tanpa keraguan) dalam melihat realitas. dan validitas. kata science lebih menunjukkan pada ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitatif dan objektif (Salam. Metode ini dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan metode alternatif. karena menurutnya ilmu pengetahuan hanya memberikan tekanan pada ilmu. atau memahami (Wahid.2. 2005). Kata “ilmu” itu sendiri diserap dari bahasa Arab “’alima-ya’lamu-ilman” yang berarti mengetahui. yang secara etimologi berasal dari bahasa Latin “scinre”. Oleh karena itu hasil dari metode ini adalah pengetahuan biasa (knowledge). menurut Miramihardja (2009). Mengapa dikenal metode pre scientifik. 3. namun tidak semua orang memilki kemampuan melihat masa depan dari wajah yang dilihat itu.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Secara etimologi (bahasa). ilmu pengetahuan dan ilmu tidak ada bedanya secara prinsip. kontemplatif dan spekulatif. yaitu mempelajari atau mengetahui. karena tidak semua orang bisa melakukan metode ini secara berulang. Dikemukakan bahwa pengetahuan yang dimiliki ada empat (Salam. Metode pertama dikenal dengan metode pre-scientifik. Misal. Hasil dari metode ini antara lain : wahyu. Pengetahuan filsafat: pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat Metode Mendapatkan Pengetahuan Terdapat beberapa metode agar manusia dapat memperoleh pengetahuan. Sehingga apabila para ahli membahas tentang ilmu dan ilmu pengetahuan. Metode ini menghasilkan pengetahuan ilmiah atau sanins. Metode ketiga dikenal dengan metode khusus (non-scientific methods).3 c. ilmu (science) diartikan sebagai common sense yang diatur dan diorganisasikan. Gabus lebih ringan daripada air. di antaranya: Menurut Harold H. Burhanuddin Salam (2005) dalam bukunya 2. 8 . Metode ini saya katakan khusus. 2005). Pengetahuan agama: pengetahuan yang hanya diperoleh dari tuhan lewat para utusanya. Secara terminologi (istilah). Misalnyanya: ada seorang anak yang meramal kejadian masa datang hanya dengan melihat wajah. mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwaperistiwa dengan menggunakan metode-metode observasi. karena seseorang memiliki sesuatu dimana ia menerima secara baik. mengapa gabus terapung diaras air? Tentunya jawaban ilmiah akan dibawa pada perbedaan berat jenis dari air dan gabus. reliabilitas.2. yaitu: a. 1996). menurut Gazalba (1992) metode-metode tersebut ialah: 1. dan sering diartikan dengan good sense. Metode kedua dikenal sebagai metode ilmiah (scientific methods). ialah dalam sisi sistematika. kata “ilmu” merupakan terjemahan dari kata “science”. Pengetahuan biasa: pengetahuan yang dalam istilah filsafat dengan istilah common sense. dsb 2. Dalam pengertian yang sempit.3 Ilmu Pengetahuan karena orang hanya akan mendapat pengetahuan semata. Mungkin melihat wajah bisa dilakukan semua orang. karya filsafat. mengerti. maka maknanya secara prinsip sama.3. artinya “to know”. Akan tetapi yang perlu dibedakan adalah pengetahuan dan ilmu pengetahuan.

Sehingga. Hasil dari ilmu pengetahuan sifatnya akumulatif dan merupakan milik bersama. melainkan terletak pada manusia yang menggunakan metode tersebut. di antaranya: a. kesalahan-kesalahan itu bukan karena metodenya. Segi kedua ini mencakup suatu aksi. pertama. menemukan. Ketiga. yaitu: a. menurut kedudukannya tampak dari luar luar maupun menurut bangunnya dari dalam. c. Inu Kencana Syafiie (2005) dalam bukunya “Pengantar Ilmu Pemerintahan” mengutip pengertian ilmu pengetahuan dari Van Poeljo. di mana dari masing-masing bagian bergantung satu sama lain yang teratur secara pasti menurut asas-asas tertentu. Lebih lanjut beliau menjelaskan. dan „pengetahuan‟. Kedua. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ralph Ross dan Ernest van den Haag menambahkan ciri-ciri umum dari ilmu pengetahuan. Artinya cara penggunaan metode ilmu tidak tergantung pada yang menggunakannya. karena beberapa karakteristik atau sifat umum yang dimiliki ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan akan membawa manusia pada kemajuan dalam kehidupannya. hasil dari ilmu pengetahuan yang telah lalu dapat dipergunakan untuk penyelidikan dan penemuan hal-hal yang baru. menurutnya ilmu pengetahuan adalah tiap kesatuan pengetahuan. dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.2 Karakteristik Ilmu Pengetahuan Sejarah membuktikan. Berbeda dengan prosedur otoritas dan intuisi. Menurut Mohammad Adib (2011) dalam bukunya “Filsafat Ilmu” yang mengutip pernyataan The Liang Gie tentang definisi ilmu. van Peursen. 2. ilmu pengetahun merupakan pengetahuan tersusun. yang tergantung pada pemahaman secara pribadi. 9 . ilmu pengetahuan merupakan kecakapan untuk mengetahui secara tersusun (sistematis). sehingga diperoleh penjelasan mengenai gejala objek yang bersangkutan. dan konsisten) menentukan hakikat dan prinsip tentang hal yang dipelajari. Masih menurut Salam (2005). Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Arief Sidharta (2008) dalam bukunya “Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu itu?” mengutip definisi ilmu pengetahuan dari C.3. logis. dan tidak menjadi monopoli bagi yang menemukannya saja. Berdasarkan uraian tentang definisi ilmu pengetahuan menurut para pakar di atas. b. „mengetahui‟. c. Ilmu itu bersifat umum. juga tidak tergantung pada pemahaman secara pribadi. maka dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu pengetahuan tentang objek Ashley Montagu memberikan definisi ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang tertentu yang disusun secara sistematis sebagai hasil penelitian. Menurut Salam (2005) yang mengutip pendapat Randall. Artinya. Kemajuan yang dihasilkan ilmu pengetahuan itu memungkinkan. memperoleh pemahaman. Ilmu itu bersifat empiris.sama tabiatnya. memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan. Ilmu pengetahuan itu objektif. kemasyarakatan. Setiap orang dapat menggunakan dan memanfaatkan hasil penelitian atau hasil penemuan orang lain. Hasil ilmu pengetahuan kebenarannya tidak mutlak dan bisa terjadi kekeliruan. analisa. beliau mengemukakan beberapa karakteristik atau ciri umum ilmu pengetahuan. atau kemanusiaan untuk tujuan mencapai kebenaran. beliau menyimpulkan bahwa batasan ilmu pengetahuan adalah usaha mencapai serta merumuskan sejumlah pendapat yang tersusun sekitar suatu keseluruhan persoalan. menurutnya ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. atau suatu usaha. dan diperiksa secara disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan studi dan percobaan untuk teliti. yaitu susunan dari perumusan pendapat-pendapat tertentu. karena yang melakukan penelitian adalah manusia. Sedangkan Wiramihardja (2009) menyatakan bahwa pengertian ilmu pengetahuan meliputi pengertian „tahu‟. menurutnya ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. b. ilmu pengetahuan merupakan suatu keadaan pada seseorang. sistematis. Namun yang perlu diketahui.A. dengan menggunakan metode tertentu (secara rasional. Ilmu itu rasional. tindakan.

kegiatan intuitif dan analitik saling berperan dalam menemukan kebenaran. Universal. c. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek. ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa. Dalam mengkaji objek. jalan. ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh. Objektif. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga. dunia. Wahyu Allah (agama) berisikan pengetahuan. Objeknya dapat bersifat ada. Berbeda dengan pengetahuan. bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian. 3. d. maka intuisi menghasilkan ilmu pengatahuan tanpa melalui proses penalaran. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah. Di antara syaratsyarat ilmu pengetahuan adalah: 1. tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Pengetahuan intuitif ini dipakai sebagai hipotesis bagi analisis selanjutnya. sejak nabi pertama sampai nabi terakhir. Kata “metodis” itu sendiri berasal dari bahasa Yunani “metodos” yang berarti: cara.3 Sumber Ilmu Pengetahuan Menurut Salam (2005). terpadu. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Aliran ini berpendapat bahwa manusia itu dilahirkan sebagai kertas atau meja putih. 2. yakni persesuaian antara tahu dengan objek.3. seperti latar belakang dan tujuan penciptaan manusia. Maka yang dimaksud metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Dunia empiris merupakan sumber ilmu pengetahuan utama dalam dunia pendidikan. Pelopor pemahaman ini adalah Rene Descartes. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu yaitu: a. menyeluruh. b. Contoh: semua segitiga bersudut 180º. 2. yang dicari adalah kebenaran. Pengalaman manusia Dengan ini muncul aliran “empirisme” yang dipelopori oleh tokoh yang bernama John Locke. yang kemudian akan melahirkan paham “intelektualisme” dalam dunia pendidikan. Konsekuensinya. Vardiansyah (2008) menyatakan. pengalamanlah yang akan memberikan lukisan padanya. dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmuilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia.3. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). yang kemudian dikenal dengan teori “tabula rasa” (teori kertas putih). Metodis. sehingga disebut kebenaran objektif. baik mengenai kehidupan seseorang yang terjangkau oleh empirik maupun yang mencakup permasalahan yang transendental.d. atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Wahyu Allah Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan Allah kepada manusia melalui perantara para nabi yang diutus-Nya. serta kehidupan di akhirat nanti. Ilmu itu bersifat akumulatif. banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu. 2. Pikiran manusia Hal ini akan melahirkan paham “rasionalisme” yang berpendapat bahwa sumber satu-satunya dari pengetahuan manusia adalah rasio (akal budi). Aliran ini sangat mendewakan akal manusia. Sistematis. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya. Karena itu untuk mencapai 10 . setidaknya ada empat sumber lahirnya ilmu pengetahuan. 4.4 Syarat-syarat Ilmu Pengetahuan Intuisi manusia Jika ilmu pengetahuan yang diperoleh secara rasional dan empiris adalah hasil dari penalaran. dan segenap isinya.

satu ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan lainnya adalah objek material atau lapangan e. dan lain sebagainya. Eksperimen Kegiatan eksperimen adalah berdasarkan pada prinsip metode penemuan sebabakibat dan pengujian hipotesis. suhu. dan sebagainya. b. merasakan. ilmu kedokteran. Observasi yang cermat dan teliti sangat diperlukan dalam penelitian ilmiah. tempat. d.6 Metode Ilmu Pengetahuan Adapun metode-metode yang dipakai dalam ilmu pengetahuan (Salam.5 Objek Ilmu Pengetahuan c. pendengaran. cahaya. Teknik pengawasan (techniques of control). mikroskop. Apabila objek materialnya sama. melakukan observasi. ilmu pengetahuan itu. atau konsep-konsep. boleh jadi disebabkan karena adanya kerusakan atau gangguan pada faktor- dan ilmu kebangsaan. dan hal-hal lain yang diperlukan dalam penelitian yang dipelajari menjadi dua bagian besar. (2) kelompok ilmu pengetahuan manusia (sosial). Bahkan ilmu ekonomi. dan perasa. 2005). ilmu biologi. gerakan. atau kondisi yang memungkinkan observasi dapat dilakukan dengan cermat yang mempelajari objek yang sama. simbol-simbol. Kesalahan atau kegagalan observasi mempelajari manusia. adalah: 1. ilmu sosiologi. itu semua juga mempelajari manusia. penciuman. yang membedakan antara faktor tersebut. untuk menghasilkan kesimpulan yang cermat. Indra yang normal dan sehat Semua indra diperlukan untuk melakukan observasi yang cermat. 2. 3. atau alat-alat lain yang dapat alam dan manusia. Semua ilmu itu keadaan cuaca. ilmu hukum. tanpa Observasi memerlukan penjelasan yang panjang-lebar. ilmu psikologi. menyentuh. peraba. objeknya manusia. objek ilmu pengetahuan itu ada dua. meraba. kemudian ia 11 . Menurut Salam (2005). dan secara tepat dan akurat. 2005). para ahli membagi ilmu pengetahuan berdasarkan objek mengukur waktu.3. tempat. Kematangan mental itu dikemukakan dalam bentuk sederhana yang mengandung refleksi. Metode trial and error cenderung Metode observasi meliputi pengamatan indrwi (sense perception). Terdapat beberapa teknik atau metode dalam eksperimen. 2. maka yang membedakan ialah objek Pengetahuan lapangan Peneliti yang mengenal lapangan penelitiannya. serta pengalaman formalnya atau sudut pandang dalam ilmu pengetahuan itu sendiri (Salam. Peneliti mengontrol kondisikondisi yang berhubungan dengan objek yang sedang ia pelajari. mencium.3. Contoh. bukan hanya kemampuan berpikir. yaitu Alat-alat bantu fisik Seperti: teleskop. berat. disebut dengan “learning by doing” daripada disebut “learning by thinking”. sejarahnya. Trial and Error Metode trial and error (coba-coba) telah dikenal secara universal.tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial. yaitu: a. di antaranya: a. seperti: penglihatan. semua mendengar. seperti istilah-istilah. suara. pada dasarnya. seperti: melihat. stopwatch. Maka. yaitu (1) kelompok ilmu pengetahuan alam. paham tentang instrumen intelektual yang diperlukan. tetapi peneliti juga harus pula. harus tersedia konteks dan tertentu Dalam hal ini. akan lebih memudahkan peneliti dalam 2. Oleh karena itu. berbeda. padahal itu merupakan ilmu pengetahuan yang jelas Peneliti juga harus memperhatikan faktor waktu. luas. lainnya terkait objek penelitiannya. Tetapi itu saja belum cukup. karena bisa saja ada dua atau lebih ilmu pengetahuan Cara mengatur posisi. Ada beberapa hal penting yang harus dipenuhi dalam melakukan observasi.

serta dapat pula meramalkan kejadian-kejadian yang tentang baik-buruk. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebagian anggota sebagai perwakilan tersebut benar-benar dapat mewakili keseluruhan anggota b. 1. 5. Praktis (applied science/ilmu terapan) yaitu adalah ilmu yang langsung Statistik ditujukan pada pemakaian atau pengamalan pengetahuan itu. 2. benar-salah. norma. Menurut Subjeknya 2. Khusus. atau lukisan) adalah ilmu yang fenomena yang berbeda. sebagai hasil hubungan sebab-akibat yang mungkin mempelajari objeknya secara konkret berdasarkan tempat dan waktu terjadi pada kegiatan observasi dan eksperimen. 2. sedangkan faktor-faktor universal.3. dan sebagainya. ilmu bilangan tertentu dari satu kelas atau kelompok sebagai wakil dari keseluruhan pertanian. dengan sifat-sifat tersendiri (unik). yaitu ilmu yang meliputi keseluruhan yang ada. b. kita juga dapat membuat perbandingan-perbandingan dengan membebankan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan. kesusilaan. Teoritis Metode perbedaan (the method of difference). Universal/umum. c. fenomena muncul atau hilang bersama-sama. sosiografi. jadi ilmu ini dapat Istilah statistik berarti pengatahuan tentang mengumpulkan. akan datang dengan tingkat akurasi yang tinggi. Ilmu ini diperinci lagi menjadi: a) Ilmu alam (natural science). grafis. Sampling b) Positif yaitu ilmu yang mengatakan bagaimanakah orang harus membuat Yang dimaksud sampling adalah apabila kita mengambil beberapa anggota atau sesuatu dan mencapai hasil tertentu. terlepas dari pengaruh manusia. Yaitu hubungan antara dua b) Ideografis (ide. ilmu kedokteran. Konkonitan Variasi (concomitant variation). berbicara menggunakan tabel atau grafik. Menurut Objeknya 1. misalnnya: agama/teologi dan filsafat. mempelajari objeknya dalam keabstrakannya. misalnya: ilmu teknik.7 Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan diklasifikasikan berdasarkan para pakar itu meninjaunya. Ilmu praktis ini pun menggolongkan bilangan/data sebagai dasar induksi. lain menghilang. atau yang satu muncul dan yang etnografi (ilmu bangsa-bangsa). dan sebagainya. 4. kelompok tersebut. 12 . fenomena-fenomena. kemudian ia mencatat akibat-akibatnya. dan mencoba lainnya diusahakan tidak berubah atau tetap. pernyataannya yang konkret kapan saja dan di mana saja. cita-cita. dan menentukan bagaimana manusia harus berbuat sesuatu.“memanipulasi” kondisi-kondisi ini dengan mengubah satu faktor tertentu. etika. Statistik memungkinkan kita diperinci menjadi: untuk menjelaskan sebab-akibat dan pengaruhnya. yaitu ilmu yang membahas hanya mengenai salah satu bidang tertentu dari kehidupan manusia. yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda menurut keadaannya di alam raya ini. menggambarkan tipe-tipe dari a) Normatif yaitu ilmu yang memesankan bagaimanakah kita harus berbuat. kelompoknya atau tidak. Burhanuddin Salam (2005) mengklasifikasikan ilmu pengetahuan berdasarkan subjeknya dan objeknya. a. misalnya: agama. misalnya: ilmu sejarah. Metode ini menunjukkan dua tertentu. seluruh hidup manusia. dan sebagainya. jadi objeknya terbatas. menganalisis. kemudian peneliti membuat suatu menemukan unsur-unsur yang selalu dapat kembali dalam segala perbedaan yang diperoleh dari pengamatannya dalam kesimpulan penelitiannya. Metode ini digunakan untuk a) Nomotetis adalah ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang berlaku membedakan satu faktor atau kondisi pada satu waktu.

yaitu ilmu yang mempelajari BAB III berbagai hal di mana jiwa manusia memegang peranan yang menentukan. dan sebagainya. Kesimpulan dari manusia. logis. rupiah dan harga. pengetahuan Ilmu pengetahuan adalah suatu pengetahuan tentang objek tertentu yang disusun secara sistematis sebagai hasil penelitian. ilmu fisika. hukum. misalnya apa yang akan terjadi jika harga naik. dapat kami simpulkan bahwa: jiwanya. baik melalui penalaran secara langsung melalui panca indera Menjelaskan (explaining. dan ilmu pengetahuan. menelaah dan mencari kebenaran dalam suatu faktor berdasarkan gejala-gejala yang sudah sering terjadi sebelumnya. ilmu pengetahuan dapat menjelaskan letak suatu dapat menjelaskan Berdasarkan pengertian filsafat. yaitu ilmu yang memandang benda-benda 3. Filsafat adalah kegiatan memikirkan. yaitu ilmu harus dapat menjelaskan sesuatu berdasarkan 3. komponen dalam suatu sistem secara menyeluruh. analisa. pengetahuan.8 Fungsi Ilmu Pengetahuan 2. misalnya: ilmu sejarah. misalnya: ilmu biologi. yaitu: 1. atau kejadian. dan sebagainya.serta mencari hukum-hukum yang mengatur apa yang terjadi di alam raya Ilmu pengetahuan harus dapat menjelaskan faktor sebab akibat suatu peristiwa ini. untuk dapat menjawab segala persoalan yang ada. ilmu ukur. ilmu kimia. ilmu Pengetahuan adalah hasil proses berpikir atau usaha manusia dari belum tahu menjadi tahu. ilmu aljabar. dan diperiksa secara premis pangkal ilir yang telah ditetapkan sebelumnya. c) Ilmu kerohanian/kebudayaan (social science). ilmu ekonomi. misalnya: ilmu hitung. Adapun fungsi ilmu pengetahuan yang utama ada tiga. ilmu bahasa. Ilmu Fungsi Ilmu pengetahuan dalam mengendalikan harus dapat mengendalikan ini dijabarkan secara logis berdasarkan pada beberapa azas dasar gejala alam berdasarkan suatu teori misalnya bagaimana mengendalikan kurs (axioma). 3) Fungsional. maka kita dapat mengetahui persamaan dan perbedaannya. Meramalkan (prediction) 13 . PENUTUP Yang dilihat bukan benda-benda di alam raya yang terlepas dari manusia. memberi kepastian (tidak mutlak) yang bersifat kemungkinan besar 4. Mengendalikan (controlling) terlepas dari isinya tetapi hanya menurut besarnya atau jumlahnya. describing) 4) Genetik. 2. dan ilmu pengetahuan tersebut. dan sebagainya. maupun akal. ilmu pendidikan. sehingga hanya dapat bersangkutan. tetapi justru melihat benda-benda di alam raya yang mengalami pengaruh a. pengetahuan. teliti. ilmu 1. dengan menggunakan metode tertentu (secara rasional. 2. b) Ilmu pasti (mathematics).3. ilmu sosiologi. Fungsi ilmu pengetahuan dalam menjelaskan memiliki 4 bentuk yaitu: 1) Deduktif. atau hampir pasti. sistematis. Berikut adalah tabel persamaan dan perbedaan antara filsafat. arti sedalam-dalamnya akan sesuatu yang nyata yang telah ada guna menjawab keraguan dan pertanyaan yang muncul tentangnya. Ilmu pengetahuan dapat menjelaskan berdasarkan pola dan konsisten) sehingga diperoleh penjelasan mengenai gejala objek yang pikir induktif dari sejumlah kasus yang jelas. Juga karena manusia berbuat berdasarkan kekuatan Dari pembahasan di atas. 2) Probabilistik.

Jakarta : Grafindo. Jakarta : Bumi Aksara. dan Logika Ilmu Pengetahuan.Tabel 3. keadilan. Epistemologi. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Sidharta. Mohammad. 6 Ketiganya memiliki metode masing-masing. Yogyakarta: Kanisius. Inu Kencana. Metafisika dan Filsafat Manusia. Pengetahuan. Jan Hendrik. 2005. tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan. Bandung : Refika Aditama. Pengetahuan. Keseluruhan yang ada Pengetahuan Yang dipelajari terbatas karena hanya sekedar kemampuan yang ada dalam diri kita untuk mengetahui sesuatu hal. Wiramihardja. Pengetahuan. Salam. Pengantar Filsafat.1. Bertugas memberikan jawaban Sumber: Data diolah (2015) DAFTAR PUSTAKA Adib. Sidi. dan Ilmu Pengetahuan Ketiganya merupakan hasil proses berpikir atau usaha manusia untuk menjawab suatu persoalan tertentu dalam rangka mencari suatu kebenaran. kesusilaan. Ramli Abdul. Jakarta : Bulan Bintang. Filsafat Ilmu–Ontologi. Bandung : Pustaka Sutra. 2009. Pengantar Filsafat. Ilmu Pengetahuan Cenderung kepada hal yang dipelajari dari sebuah buku panduan. Sistematika Filsafat. Pengantar Filsafat –Sistematika dan Sejarah Filsafat. 2008. Perbedaan Filsafat. 2011. Mencari prinsip-prinsip umum. 3 Ketiganya memberikan pengertian mengenai hubungan yang ada antara kejadiankejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebabnya. Burhanuddin. Filsafat Ilmu Komunikasi–Suatu Pengantar. Ilmu pengetahuan adalah kajian tentang dunia material. Ilmu Pengetahuan dapat sampai pada kebenaran melalui kesimpulan logis dari pengamatan empiris. Vardiansyah. Edisi ke-2. 2 Ketiganya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya yang timbul dari hasrat manusia (objektivitas) akan pengetahuan yang lebih mendasar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Sutardjo. 2005. dan Ilmu Pengetahuan No 1 2 3 4 Filsafat Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. 2 Ketiganya mencari rumusan yang sebaik-baiknya untuk menyelidiki objek selengkap-lengkapnya. Bandung : Refika Aditama. 2005. Gazalba.2. 7 Ketiganya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia Sumber: Data diolah (2015) Tabel 3. 2008. Persamaan Filsafat. 5 Ketiganya memiliki karakteristik masing-masing. 1992. 14 . 1996. Aksiologi. Aksiologi. Objek penelitian yang terbatas Menilai objek renungan dengan suatu makna. Jakarta: Bumi Aksara Syafiie. 4 Ketiganya hendak memberikan sintesis. dan sebagainya Bertugas mengintegrasikan ilmu-ilmu. 1 Persamaan Filsafat. 1996. Wahid. Ulumul Qu'ran. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Rapar. yaitu suatu pandangan yang bergandengan. Ilmu pengetahuan adalah definisi eksperimental. Misalkan : agama. Arief. Dani. Logika dan Filsafat Ilmu (Epistemologi). Jakarta : Indeks. Tidak menilai objek dari suatu sistem nilai tertentu. Surajiyo. Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu Itu?. dan Ilmu Pengetahuan No.