You are on page 1of 12

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN

PSIKOSOSIAL ANAK JALANAN AN. R


DI JALAN PASIR KALIKI SUKAJADI KOTA BANDUNG

NAMA MAHASISWA

: MELDA ISKAWATI

NPM

: 220112150118

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROFESI KEPERAWATAN JIWA ANGKATAN XXX
BANDUNG
2015

I.

HASIL PENGKAJIAN
Identitas Klien
Nama

: An. R

Umur

: 12 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat & tanggal lahir

: Bandung, 23 Januari 2003

Pendidikan terakhir

: SD

Pekerjaan

: manusia silver dan pengamen

Status perkawinan

: Belum Kawin

Agama

: Islam

Suku Bangsa

: Sunda

Alamat

: Citepus, Bandung

Tanggal Pengkajian

: 6-7 September 2015

Alasan menjadi anak jalanan :


Kegiatan di jalanan baru ditekuni klien R semenjak satu tahun terakhir.
Klien yang masih duduk di bangku kelas 6 SD ini pada awalnya tidak menjadi
anak jalanan. Ayah yang bekerja serabutan dan ibu sebagai tukang cuci terkadang
tidak cukup untuk membiayai sekolah klien serta saudaranya. Klien merupakan
anak ke emapat dari 5 bersaudara. Ia mengaku sering tidak ada bekal untuk ke
sekolah sehingga anak R memutuskan untuk mengamen dari angkot ke angkot.
Awalnya ibu melarang dengan alasan masih kecil, namun karena kondisi akhirnya
anak R diperbolehkan mengamen. Setelah muncul komunitas manusia silver, anak
R ikut bergabung dan membalur tubunya dengan cat silver. Kegiatan tersebut ia
lakukan sepulang sekolah.
Komponen Psikososial
1. Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Persepsi klien terhadap tubuhnya:
Klien merasa tidak puas atas kondisi tubuhnya, karena bagian tubuhnya
banyak yang terkena luka akibat memakai cat terutama luka pada bagian kaki
klien ada luka yang sampai membuat sebagian kulit kakinya mengelupas.

Selain itu, klien juga merasa bahwa dirinya tidak ganteng dan tidak ada yang
bisa dibanggakan dari bagian tubuhnya tersebut.
-

Persepsi klien terhadap bagian tubuh yang disukai dan tidak disukai :
Bagian tubuh yang tidak disukai klien adalah bagian wajah terutama
mulut dan gigi, karena menurut klien bagian mulutnya agak tonggos sehingga
suka diejek oleh teman-temannya.
b. Identitas Diri
- Status dan posisi klien dalam keluarga :
Status klien dalam keluarga adalah sebagai anak, klien merupakan anak
ke 4 dari 6 bersaudara.
-

Status dan posisi klien di lingkungan :


Anak R merupakan anak jalanan dan juga anggota di komunitas silverman

Kepuasan klien terhadap status dan posisinya :


Klien merasa tidak puas sebagai statusnya sebagai anak karena selama
menjadi anak klien belum bisa berbakti kepada kedua orangtuanya. Kondisi
ekonomi yang kurang baik membuatnya harus turun ke jalanan untuk
mencari uang sebagai pengamen dan manusia silver. Klien mengaku banyak
memiliki kakak namun kondisi perekonomian kakak juga tidak baik sehingga
tidak ingin merepotkan kakaknya.
Selain itu klien juga tidak merasa cukup puas sebagai anak jalanan,
karena klien ingin seperti anak-anak yang lain yang dapat bermain dengan
bebas, berada di rumah untuk belajar. Namun, klien R harus ke jalanan
sepulang sekolah untuk mencari tambahan bekal sekolah. Kegiatan ini sudah
dilakukannya selama satu tahun. Awalnya ibu klien melarang untuk menjadi
manusia silver karena masih kecil. Namun karena keadaan akhirnya sang ibu
yang hanya sebagai tukang cuci di rumah tetangga dengan terpaksa
membiarkan anaknya untuk menjadi manusia silver dan pengamen.

c. Peran diri
- Tugas yang diemban didalam keluarga/kelompok/masyarakat :
Tugas klien adalah mencari uang untuk membantu keluarga dan juga
komunitasnya (manusia silver).
-

Kemampuan klien dalam melaksanakan tugas/peran tersebut :

Klien merasa mampu untuk melakukan tersebut, asalkan tidak


tertangkap oleh dinas sosial. Ketika razia biasanya anak R sering lari karena
jika itu tidak dilakukan ia akan ditangkap dan tidak bisa mencari uang.
Perasaan klien terhadap perannya :
Klien merasa baik-baik saja terhadap tugas dan perannya, karena klien
menganggap mencari uang sebagai anak jalanan itu adalah hal yang baik
asalkan tidak mencuri. Namun terkadang klien juga merasa malu sebagai
anak jalanan jika bertemu dengan teman-temannya yang bukan anak jalanan.
Selain itu, ada sedikit kekhawatiran dalam diri klien karena sebenarnya
dalam melaksanakan tugasnya mencari uang dijalanan ini masih kejarkejaran dengan petugas dari dinas sosial. Beberapa kali klien R pernah
tertangkap razia sehingga ia tidak bisa mencari uang. Pengasilannya menurut
klien sudah lumayan untuk sekolah dan jajan hanya saja ketika sedang sedikit
mendapat uang terkadang klien sering sedih karena pengahasilan Rp 40.000
hingga Rp 60.000 harus ia bagi dengan komunitas manusia silver. Klien juga
sering khawatir serta cemas terhadap masa depannya, ia ingin sekali menjadi
polisi dan membanggakan kedua orang tuanya namun apakah dengan kondisi
ekomoni seperti ini ia dapat terus bersekolah sedangkan biaya sekolah
tidaklah murah.
Klien bercerita terkadang sedih karena ia berbeda dengan temantemannya. Ketika sepulang sekolah ia harus pergi ke jalanan untuk
mengamen dan menjadi manusia silver, kegiatan ini ia lakukan di beberapa
tempat tidak hanya di lampu merah pasteur tetapi juga di BIP, Dago, dan
daerah Ciwalk. Ia mengaku jika tidak mencari uang ia mungkin harus keluar
dari sekolah. Beberapa tahun lalu pernah berhenti sekolah karena terkendala
biaya.
d. Ideal Diri
Harapan Klien terhadap Tubuh, status, tugas/peran
Harapannya klien terhadap tubuhnya adalah klien ingin luka-luka yang
ada ditubuhnya cepat sembuh. Harapan klien terhadap statusnya sebagai anak
klien berharap bisa menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua,
selain itu klien dapat menjadi anak jalanan yang baik dan bisa mengangkat
derajat anak jalanan sehingga anak jalanan tidak selalu diberi stigma negatif

oleh masyarakat. Untuk kedepannya anak R ingin terus bersekolah hingga


bisa bekerja di tempat yang layak tidak sebagai anak jalanan.
e. Harga Diri
Hubungan klien dengan teman-temannya di jalanan cukup baik, jika ada
masalah klien bisa membicarakan masalahnya itu kepada teman-temannya atau
kepada ibu klien, namun hubungan klien dengan orang-orang disekitar
rumahnya tidak begitu dekat karena klien dan kakaknya memang jarang di
rumah.
Klien merasa bahwa selain teman-temannya yang di jalanan, klien sering
dipandang sebelah mata, diremehkan oleh orang lain atau teman-teman
sekolahnya, hal ini membuat klien merasa tidak nyaman dan malu. Klien juga
malu jika bertemu dengan teman-teman sekolahnya.
2. Hubungan Sosial
Orang yang berarti dalam kehidupan klien adalah ibu dan teman-teman
anak jalanan. Jika ada masalah ataupun klien butuh bantuan, klien biasanya
bercerita kepada temannya ataupun ibu. Kelompok masyarakat yang diikuti
klien hanya kelompok anak jalanan saja, di lingkungan rumah klien tidak
mengikuti kegiatan atau kelompok apapun. Menurut klien kelompok anak
jalanan ini sudah seperti keluarga baginya, klien merasa bisa saling berbagi
suka dan duka dengan kelompok anak jalanan ini.
3. Pendidikan dan Pekerjaan
Klien masih bersekolah kelas 5 SD dan disamping sebagai siswa, klienpun
sebagai pengamen dan manusia silver di jalanan.
Gaya Hidup
Klien mengatakan bahwa ia tidak memiliki kebiasaan ngelem. Namun,
sekitar lingkungan anak jalanan saudaranya memiliki kebiasaan ngelem. Ia
juga khawatir akan terbawa kebiasaan tersebut karena banyak sekali anak
jalanan yang lebih tua darinya memiliki kebiasaan ngelem.
-

Budaya
Klien bersuku sunda, dan dalam kesehariannya klien menggunakan bahasa

sunda
4. Spiritual
Nilai, keyakinan dan kegiatan ibadah

Klien beragama Islam, kegiatan ibadah yang bisa dilakukan oleh klien
adalah sholat dan mengaji. Menurut penuturan klien, jika klien tidak capek
sepulang mengamen ia pergi mengaji ke mushola dekat rumahnya.
II. Rumusan Diagnosa Keperawatan
Data
Masalah Keperawatan
Ds:
Harga diri rendah situasional
- Klien merasa malu sebagai anak jalanan
jika bertemu dengan teman-temannya
-

yang bukan anak jalanan.


Klien merasa bahwa selain

teman-

temannya yang di jalanan, klien sering


dipandang sebelah mata, diremehkan oleh
orang lain atau teman-teman sekolahnya,
hal ini membuat klien merasa tidak
-

nyaman dan malu.


Klien mengatakan terkadang sedih karena
ia berbeda dengan teman-temannya.

Do:
-

Perasaan negatif terhadap diri sendiri


Keluhan fisik
Klien tampak sedih ketika menceritakan
mengenai keluarganya

III.

Tindakan Keperawatan
IV.
V.
VI.
VII.
XI.

Inisial klien

: An. R

Diagnosa

Keperawatan
Harga diri situasional

Rencana Tindakan Keperawatan


Nama Mahasiswa
NPM

VIII. Tujuan
XII. Tujuan jangka pendek:
1. Klien dapat
mengidentifikasi
kemampuan dan aspek
positif yang dimiliki
2. Klien dapat menilai
kemampuan yang dapat
digunakan
3. Klien dapat menetapkan/
memilih kegiatan yang
sesuai kemampuan
4. Klien dapat merencanakan
kegiatan yang sudah dilatih
XIII.
XIV. Tujuan jangka panjang:
XV. Harga
diri
klien
meningkat dalam menghadapi

IX.

: Melda Iskawati
: 220112150118

Intervensi

1. Mengidentifikasi

X.

Rasional

kemampuan

1. Data awal untuk menggali

dan aspek positif yang masih

kemampuan positif yang

dimiliki klien
XVII.
XVIII.
XIX.
2. Membantu
kemampuan

dimiliki

klien

menilai

yang

dapat
seperti

dengan

klien

kemampuan yang masih dapat


digunakan saat ini
3. Membantu klien dapat memilih/
menetapkan

dapat

meningkatkan harga diri

digunakan,
mendiskusikan

klien

kegiatan

kemampuan
4. Membantu klien

agar

sesuai
dapat

klien
XX.
2. Kemampuan

saat

ini

menggali

klien

untuk

mengenal

aspek

positif

yang dimiliki klien


XXI.
3. Mengarahkan
dalam
menentukan pilihan yang
tepat
4. Perencanaan yang matang
dan

sesuai

kemampuan

masalah berat yang bersifat

merencanakan kegiatan sesuai

dapat memudahkan klien

tiba-tiba datang kepada klien.

kemampuannya

dalam menjalankan pilihan

XVI.

dan

memberi

kesempatan kepada klien untuk


mencoba kegiatan yang telah
dipilih
XXII.
XXIII.
XXIV.
XXV.
XXVI.
XXVII.
XXVIII.
XXIX.
XXX.
XXXI.
XXXII.
XXXIII.
XXXIV.
XXXV. Tindakan Keperawatan
XXXVI.

XXXVII. Inisial klien

: An. R

Nama Mahasiswa

Melda Iskawati

NPM

: 220112150118
XXXVIII.

Diagnosa

XXXIX.

Implementasi

XL.

Evaluasi

Keperawatan
Harga
diri
rendah XLII. 6 September 2015
- Memberi salam dan menyapa klien
situasional
- Memperkenalkan diri meliputi nama lengkap, panggilan,
XLI.

asal, dan tujuan perkenalan serta kontrak waktu selama 30


-

menit
Menanyakan nama lengkap dan nama panggilan klien

serta asalnya
Menanyakan kabar klien saat ini
Menanyakan kegiatan yang baru dilakukan saat ini
Menanyakan kegiatan sehari-hari klien di rumah maupun

di jalanan
Menanyakan perasaan klien saat ini dan menanyakan

tentang diri klien


Menanyakan latar belakang klien menjadi anak jalanan
Menanyakan konsep diri klien
Menanyakan bagaimana hubungan sosial klien dengan

orang lain
Menanyakan spiritual klien
Mendengarkan cerita klien dengan penuh perhatian dan

empati
Mengakhiri pertemuan dan melakukan kontrak dengan
klien untuk pertemuan selanjutnya.
XLIII.

LVIII. S:
LIX. Klien menjawab salam dan
memperkenalkan diri yang meliputi
nama lengkap, panggilan, asal, tujuan
dan menyetujui kontrak waktu yang
telah ditetapkan.
LX. Klien menceritakan kabar an
keadaanya pada saat diwawancara dan
klien

juga

menjelaskan

kegiatan

sehari-hari yang dilakukan.


LXI. Klien
menceritakan

latar

belakang Ia menjadi anak jalanan.


LXII. Klien merasa malu sebagai
anak jalanan jika bertemu
dengan

teman-temannya

yang bukan anak jalanan.


LXIII. Klien merasa bahwa selain
teman-temannya yang di
jalanan,

klien

sering

XLIV.
XLV.
XLVI.
XLVII.
XLVIII.
XLIX.
L.
LI.
LII.
LIII.
LIV.
LV.
LVI.
LVII.

dipandang sebelah mata,


diremehkan oleh orang lain
atau

teman-teman

sekolahnya,
membuat

hal
klien

ini
merasa

tidak nyaman dan malu.


LXIV. O:
LXV. Klien

memperkenalkan

diri

dengan suara pelan dan sedikit terbatabata,

terkadang

dalam

menjawab

pertanyaan klien tidak fokus sehingga


menanyakan

pertanyaan

yang

berulang. Selain itu saat berinteraksi


klien menunduk dan melihat kemanamana, namun klien dapat berinteraksi
sesuai kontrak waktu
LXVI. A:
LXVII.Harga diri rendah situasional
LXVIII.
P:
LXIX. Merencanakan kontrak waktu
untuk

pertemuan

selanjutnya

mengenai kemampuan yang dimiliki


LXX. Harga
situasional

diri

rendah LXXI. 7 September 2015


- Menyapa klien dan memberikan salam
- Mengadakan kontrak waktu selama 30 menit
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Menjelaskan kepada klien tentang cara menentukan

klien.
LXXII.
LXXIII.

S:
Klien menjawab salam,

menyetujui

kontrak

waktu

dan

mengungkapkan perasaannya. Klien

kemampuan yang dimiliki


Membantu klien untuk memilih kemampuan yang

mengatakan baru memakai cat silver

dimiliki saat ini


Memotivasi klien agar mengembangkan kemampuan

yang ia miliki
Mengevaluasi isi topik pembicaraan dengan memberikan

pertanyaan kepada klien


Mengakhiri pertemuan dan melakukan kontrak waktu

seksama dan antusias


LXXVI.
A:
LXXVII.
Harga

untuk pertemuan selanjutnya

situasional

setahun yang lalu, dahulu klien adalah


pengamen.
LXXIV.
O:
LXXV.Klien memperhatikan dengan

dilanjutkan
LXXVIII.
LXXIX.

dan

diri

intervensi

rendah
dapat

P:
Merencanakan kontrak

waktu pertemuan selanjutnya untuk


mengevaluasi kegiatan yang sudah
dilakukan klien
LXXX.

LXXXI.
situasional

Harga diri rendah LXXXII.


8 September 2015
- Menyapa klien dan memberikan salam
- Mengadakan kontrak waktu selama 30 menit
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Menanyakan kepada klien kegiatan yang sudah dilakukan
- Mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan

LXXXIII.
LXXXIV.

S:
Klien menjawab salam

dan menyetujui kontrak pertemuan


LXXXV.
Klien
menceritakan
perasaannya hari ini
LXXXVI.
Klien

menjelaskan

kegiatan yang sudah dilakukan dan


mengevaluasi kegiatan tersebut
LXXXVII. O:
LXXXVIII. Klien
menunjukkan
kemajuan dan lebih terbuka serta
mengungkapkan

bahwa

dengan

kegiatan positif dan kemampuan yang


dimiliki merupakan suatu hal yang
menyenangkan
LXXXIX.
A:
XC. Harga diri mulai meningkat
XCI. P:
XCII. Kegiatan selesai dilakukan dan
menjelaskan kepada klien perencanaan
jangka panjang
XCIII.
XCIV.