You are on page 1of 1

Resume Artikel

Nama : Jaka Pramudya
NIM

: 115020307111044
Korupsi Panin Bank

Semakin hari waktu berjalan semakin banyak adanya tindak pidana korupsi yang
terjadi. Hal ini pula seperti yang terjadi di Panin Bank Banjarmasin pada tahun 2010 yang
merembet hingga tahun 2013. Di dalamnya terdapat beberapa temuan yang ada seperti :
rekayasa kredit di perusahaan, sengketa internal antara pemberi kerja dan pengawainya,
penyimpangan SOP,penyalahgunaan wewenang pimpinan cabang, serta ada pula pada tahun
yang sama telah terjadi penjualan jaminan atas nama debitur PT Masrur Borneo. Jaminan
yang di jual berupa surat kuasa palsu.
Sangat disayangkan sekali hal ini dapat terjadi begitu saja, terlebih lagi sang pelaku
telah meninggal dunia (Herman Kusuma). Tetapi di luar itu karyawan-karyawan yang
terindikasi pelaku masih menjabat di panin bank.
Menanggapi hal ini Bank BI bersama dengan Polri dan kejaksaan bekerja sama untuk
menangani masalah ini. Terlebih lagi pihak auditor yang menemukan masalahnya akan di
pecat begitu saja. Tim pemecat beralih melalui Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa
dan Asuransi, menyatakan bahwa pemecatan terjadi setelah tim audit tidak mau diperintah
untuk mengubah laporan temuan audit Kantor Cabang Banjarmasin, dan menemui tim
pengawas Bank Indonesia di luar persetujuan direksi. Namun, direksi PaninBank mengklaim
pemecatan dilakukan setelah ada pemanggilan kerja yang tidak seluruhnya dipenuhi.
Pembentukan panja mengemuka sejak DPR menerima aduan dari Serikat Pekerja
Niaga Bank Jasa dan Asuransi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Kasus Bank
Panin, bisa menjadi pintu masuk untuk melihat maraknya penyimpangan perbankan saat ini.
Bank perlu pembenahan sistem, kontrol, operator, dan pengawas secara periodik.
Semoga kasus yang terjadi pada Bank Panin tidak terjadi pada bank-bank lain yang
ada di negeri ini.

http://www.infobanknews.com/2013/01/direksi-paninbank-sudah-laporkan-fraud-cabangbanjarmasin/
http://jaringnews.com/ekonomi/perbankan/33315/bi-pantau-kasus-karyawan-bank-paninyang-dipecat