You are on page 1of 91

Skenario

Seorang wanita berumur 30 tahun, datang ke poliklinik mata dengan keluhan mata merah disertai
nyeri.Keadaan dialami sudah 2 hari.
Kata sulit : Kata/ kalimat kunci :
 Wanita 30 tahun
 Mengeluh mata merah disertai nyeri
 Sudah 2 hari
Pertanyaan :
1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan anatomi dari mata!
Bagaimana patomekanisme dari mata merah!
Bagaimana patomekanisme terjadinya nyeri pada mata!
Jelaskan etiologi mata merah!
Sebutkan penyakit-penyakit pada mata merah, penglihatan kabur dan penurunan

penglihatan!
6. Jelaskan histologi dari mata!
7. Jelaskan fisiologi dari mata!
8. Bagaimana alur diagnostik pada skenario?
9. Bagaimana penangan awal pada skenario?
10. Bagaimana perbedaan patomekanisme penglihatan normal dengan penglihatan kabur?
11. Bagaimana perbedaan mata merah yang disebabkan oleh bakteri dan virus?
12. DD!!

PATIMAH TUL M
2011730158

1. ANATOMI MATA

Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari luar
ke dalam, lapisan–lapisan tersebut adalah : (1) sklera/kornea, (2) koroid/badan siliaris/iris, dan
(3) retina. Sebagian besar mata dilapisi oleh jaringan ikat yang protektif dan kuat di sebelah luar,
sklera, yang membentuk bagian putih mata. Di anterior (ke arah depan), lapisan luar terdiri atas
kornea transparan tempat lewatnya berkas–berkas cahaya ke interior mata. Lapisan tengah
dibawah sklera adalah koroid yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluh-pembuluh
darah untuk memberi makan retina.Lapisan paling dalam dibawah koroid adalah retina, yang
terdiri atas lapisan yang sangat berpigmen di sebelah luar dan sebuah lapisan syaraf di
dalam.Retina mengandung sel batang dan sel kerucut, fotoreseptor yang mengubah energi cahaya
menjadi impuls syaraf.

Kelopak Mata
Kelopak atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta mengeluarkan
sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan komea. Palpebra merupakan alat
menutup mata yang berguna untuk melindungi bola mata terhadap trauma, trauma sinar dan
pengeringan bola mata.Dapat membuka diri untuk memberi jalan masuk sinar kedalam bola mata

yang dibutuhkan untuk penglihatan.Pembasahan dan pelicinan seluruh permukaan bola mata
terjadi karena pemerataan air mata dan sekresi berbagai kelenjar sebagai akibat gerakan buka
tutup kelopak mata.Kedipan kelopak mata sekaligus menyingkirkan debu yang masuk. Kelopak
mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian depan sedang di bagian belakang ditutupi selaput
lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal. Gangguan penutupan kelopak akan mengakibatkan
keringnya permukaan mata sehingga terjadi keratitis et lagoftalmos.
Pada kelopak terdapat bagian-bagian :
- Kelenjar seperti : kelenjar sebasea, kelenjar Moll atau kelenjar keringat, kelenjar Zeis pada
pangkal rambut, dan kelenjar Meibom pada tarsus.
- Otot seperti :M. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah,
dan terletak di bawah kulit kelopak. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis
okuli yang disebut sebagai M. Rioland. M. orbikularis berfungsi menutup bola mata yang
dipersarafi N. facial M. levator palpebra, yang berorigo pada anulus foramen orbita dan
berinsersi pada tarsus atas dengan sebagian menembus M. orbikularis okuli menuju kulit kelopak
bagian tengah.Bagian kulit tempat insersi M. levator palpebra terlihat sebagai sulkus (lipatan)
palpebra.Otot ini dipersarafi oleh n. III, yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau
membuka mata.
- Di dalam kelopak terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya
atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra.
- Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita merupakan pembatas
isi orbita dengan kelopak depan.

- Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh lingkaran
pembukaan rongga orbita. Tarsus (terdiri atas jaringan ikat yang merupakan jaringan penyokong
kelopak dengan kelenjar Meibom (40 bush di kelopak atas dan 20 pada kelopak bawah).
- Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a. palpebra.

Konjungtiva tarsal yang terletak di belakang kelopak hanya dapat dilihat dengan melakukan eversi kelopak. kanalikuli lakrimal. . meatus inferior. Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian. sakus lakrimal. Glandula lakrimal terletak di temporo antero superior rongga orbita. sedang kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V..Sistem ekskresi mulai pada pungtum lakrimal. Konjungtiva tarsal melalui forniks menutup bulbus okuli. Gambar 1.Konjungtiva merupakan membran mukosa yang mempunyai sel Goblet yang menghasilkan musin. Gambar kelopak mata atas Sistem Lakrimal Sistem sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola mata.Persarafan sensorik kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal N. duktus nasolakrimal. yaitu :  Sistem produksi atau glandula lakrimal.V.

Sakus lakrimal terletak dibagian depan rongga orbita. sakus lakrimal dan duktus nasolakrimal. Sistim Saluran air mata Konjungtiva Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang. Bila pungtum lakrimal tidak menyinggung bola mata. maka cairan berlendir kental akan keluar melalui pungtum lakrimal. yang terdiri atas pungtum lakrimal. Untuk melihat adanya sumbatan pada duktus nasolakrimal.Konjungtiva mengandung . Sistem ekskresi. maka air mata akan keluar melalui margo palpebra yang disebut epifora. maka sebaiknya dilakukan penekanan pada sakus lakrimal. Gambar 2. Air mata dari duktus lakrimal akan mengalir ke dalam rongga hidung di dalam meatus inferior. Film air mata sangat berguna untuk kesehatan mata. Bila terdapat penyumbatan yang disertai dakriosistitis. kanalikuli lakrimal. Air mata akan masuk ke dalam sakus lakrimal melalui pungtum lakrimal. Epifora juga akan terjadi akibat pengeluaran air mata yang berlebihan dari kelenjar lakrimal. Bermacam-macam obat mata dapat diserap melalui konjungtiva ini.

Bola Mata Bola mata terdiri atas :   Dinding bola mata o Sklera o Kornea Isi bola mata o Uvea o Retina o Badan kaca o Lensa Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Bola mata dibungkus oleh 3 lapis jaringan. Konjungtiva terdiri atas tiga bagian. Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan tempat peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi.Musin bersifat membasahi bola mata terutama kornea. merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. yaitu :    Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus. agar tidak tergelincir ke belakang mata. konjungtiva tarsal sukar digerakkan dari tarsus. Bersama-sama dengan kelenjar lacrimal yang memproduksi air mata. Konjungtiva bulbi menutupi sklera dan mudah digerakkan dari sklera di bawahnya. Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. Bagian terdepan sklera disebut kornea yang . yaitu : 1. Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata. selaput ini turut menjaga agar cornea tidak kering. Konjungtiva bulbi dan forniks berhubungan dengan sangat longgar dengan jaringan di bawahnya sehingga bola mata mudah bergerak.1 Selaput ini mencegah benda-benda asing di dalam mata seperti bulu mata atau lensa kontak (contact lens).kelenjar musin yang dihasilkan oleh sel Goblet.

Otot siliar yang terletak di badan siliar mengatur bentuk lensa untuk kebutuhan akomodasi. Badan siliar yang terletak di belakang iris menghasilkan cairan bilik mata (akuos humor).Lensa mata mempunyai peranan pada akomodasi atau melihat dekat sehingga sinar dapat difokuskan di daerah makula lutea. Jaringan sklera dan uvea dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahan suprakoroid.Pada iris didapatkan pupil yang oleh 3 susunan otot dapat mengatur jumlah sinar masuk ke dalam bola mata. maka akan robek dan terjadi ablasi retina. . Jaringan uvea ini terdiri atas iris. sedang sfingter iris dan otot siliar di persarafi oleh parasimpatis. dan koroid. Badan kaca mengisi rongga di dalam bola mata dan bersifat gelatin yang hanya menempel pupil saraf optik. Bila terdapat jaringan ikat di dalam badan kaca disertai dengan tarikan pada retina. badan siliar.Otot dilatator dipersarafi oleh parasimpatis. makula dan pars plans.bersifat transparan yang memudahkan sinar masuk ke dalam bola mata. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada pangkal iris di batas kornea dan sklera. 2. Lensa terletak di belakang pupil yang dipegang di daerah ekuatornya pada badan siliar melalui Zonula Zinn. 3. Lapis ketiga bola mata adalah Retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyak 10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak. Kelengkungan kornea lebih besar dibanding sklera. Terdapat rongga yang potensial antara retina dan koroid sehingga retina dapat terlepas dari koroid yang disebut ablasi retina.

Bagian dalamnya berwarna coklat dan kasar dan dihubungkan dengan koroid oleh filamen-filamen jaringan ikat yang berpigmen. Gambar 3.Terdapat 6 otot penggerak bola mata. dan meminum air banyak. Sklera anterior ditutupi oleh 3 lapis jaringan ikat vaskular. tidak bening. Diantara stroma sklera dan kapsul Tenon terdapat episklera.Dibagian belakang saraf optik menembus sklera dan tempat tersebut disebut kribosa. tidak kenyal dan tebalnya kirakira 1 mm. Kornea .Sklera mempunyai kekakuan tertentu sehingga mempengaruhi pengukuran tekanan bola mata. Kekakuan sklera dapat meninggi pada pasien diabetes melitus.Sklera sebagai dinding bola mata merupakan jaringan yang kuat. miotika. yang merupakan dinding luar ruangan suprakoroid. Penampang horizontal mata kanan Sklera Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan pembungkus dan pelindung isi bola mata. dan terdapat kelenjar lakrimal yang terletak di daerah temporal atas di dalam rongga orbita.Sklera berjalan dari papil saraf optik sampai kornea. atau merendah pada eksoftalmos goiter. Bagian luar sklera berwarna putih dan halus dilapisi oleh kapsul Tenon dan dibagian depan oleh konjungtiva.

Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan. saraf ke V saraf siliar longus berjalan suprakoroid. Persarafan uvea didapatkan dari ganglion siliar yang terletak antara bola mata dengan otot rektus lateral. bagian selaput mata yang tembus cahaya. merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah depan dan terdiri atas lapis : Epitel. yang terdapat 2 pada setiap otot superior. 1 cm di depan foramen optik.Kornea (Latin cornum = seperti tanduk) adalah selaput bening mata. Arteri siliar anterior dan posterior ini bergabung menjadi satu membentuk arteri sirkularis mayor pada badan siliar. membrane descement dan endotel Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar longus. yang menerima 3 akar saraf di bagian posterior yaitu : . masuk ke dalam stroma kornea.Uvae posterior mendapat perdarahan dari 15 .20 buah arteri siliar posterior brevis yang menembus sklera di sekitar tempat masuk saraf optik. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea. medial inferior. yaitu iris. dimana 40 dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar masuk kornea dilakukan oleh kornea. Trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea. Uvea Walaupun dibicarakan sebagai isi. saraf nasosiliar. membrane bowman. badan siliar. Pendarahan uvea dibedakan antara bagian anterior yang diperdarahi oleh 2 buah arteri siliar posterior longus yang masuk menembus sklera di temporal dan nasal dekat tempat masuk saraf optik dan 7 buah arteri siliar anterior. Endotel tidak mempunyai daya regenerasi.Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3 bulan. dan koroid. terdiri atas 3 bagian. sesungguhnya uvea merupakan dinding kedua bola mata yang lunak.Bulbul Krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah limbus. stroma. menembus membran Bowman melepaskan selubung Schwannya. satu pada otot rektus lateral. Seluruh lapis epitel dipersarafi sampai pada kedua lapis terdepan tanpa ada akhir saraf.

retina terbentang dari ora serata sampai kepapil saraf optik. Jika otot-otot ini berkontraksi iamenarik proses siliar dan koroid kedepan dan kedalam.Di dalam badan siliar terdapat 3 otot akomodasi yaitu longitudinal. yang letaknya diantara sklera dan. Permukaan depan iris warnanya sangat bervariasi dan mempunyai lekukan-lekukan kecil terutama sekitar pupil yang disebut kripti.Orang dewasa ukuran pupil adalah sedang.1. simulasi. iris. yang terdiri atas otot-otot siliar dan proses siliar.Otototot siliar berfungsi untuk akomodasi. mengendorkan zonula Zinn sehingga lensa menjadi lebih cembung. Saraf sensoris. koma dan tidur sesungguhnya. dan badan siliar terletak antara iris dan koroid.Pupil anak-anak berukuran kecil akibat belum berkembangnya saraf simpatis. dan sirkular. Saraf simpatis yang membuat pupil berdilatasi. yang berasal dari saraf simpatis yang melingkari arteri karotis.Badan siliar dimulai dari basis iris kebelakang sampai koroid. Pada ganglion siliar hanya saraf parasimpatis yang melakukan sinaps. radiar. dan orang tua pupil mengecil akibat rasa silau yang dibangkitkan oleh lensa yang sklerosis. yang berasal dari saraf nasosiliar yang mengandung serabut sensoris untuk komea. 3. Ditengah iris terdapat lubang yang dinamakan pupil. yang mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk kedalam mata. dan badan siliar. Pupil kecil waktu tidur akibat dari : .Batas antara korneosklera dengan badan siliar belakang adalah 8 mm temporal dan 7 mm nasal.Pupil waktu tidur kecil .Koroid adalah suatu membran yang berwarna coklat tua.Iris terdiri atas bagian pupil dan bagian tepi siliar. Akar saraf motor yang akan memberikan saraf parasimpatis untuk mengecilkan pupil. mempersarafi pembuluh darah uvea dan untuk dilatasi pupil. Pupil Pupil merupakan lubang ditengah iris yang mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.Fungsi proses siliar adalah memproduksi Humor Akuos. hal ini dipakai sebagai ukuran tidur. Iris berpangkal pada badan siliar dan memisahkan bilik mata depan dengan bilik mata belakang. Koroid kaya pembuluh darah dan berfungsi terutama memberi nutrisi kepada retina. 2.

Sudut filtrasi berbatas dengan akar berhubungan dengan sklera kornea dan disini ditemukan sklera spur yang membuat cincin melingkar 360 derajat dan merupakan batas belakang sudut filtrasi Berta tempat insersi otot siliar longitudinal. Retina Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening. Berdekatan dengan sudut ini didapatkan jaringan trabekulum. hipermetropia. Anyaman trabekula mengisi kelengkungan sudut filtrasi yang mempunyai dua komponen yaitu badan siliar dan uvea.Dibagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan terdapat makula lutea (bintik kuning) kira-kira berdiameter 1 . dan kanal Schlemm yang menampung cairan mata keluar ke salurannya.Kira- . blokade pupil.2 mm yang berperan penting untuk tajam penglihatan.Fungsi mengecilnya pupil untuk mencegah aberasi kromatis pada akomodasi dan untuk memperdalam fokus seperti pada kamera foto yang difragmanya dikecilkan.Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata.1.Sudut bilik mata depan sempit terdapat pada mata berbakat glaukoma sudut tertutup. terdiri atas penyebaran daripada serabutserabut saraf optik.Letaknya antara badan kaca dan koroid. baji sklera. Sudut bilik mata depan Sudut bilik mata yang dibentuk jaringan korneosklera dengan pangkal iris.Ditengah makula lutea terdapat bercak mengkilat yang merupakan reflek fovea. Berkurangnya rangsangan simpatis 2. kanal Schelmm. Kurang rangsangan hambatan miosis Bila subkorteks bekerja sempurna maka terjadi miosis. Pada sudut fitrasi terdapat garis Schwalbe yang merupakan akhir perifer endotel dan membran descement. katarak intumesen.Di waktu bangun korteks menghambat pusat subkorteks sehingga terjadi midriasis. dan sinekia posterior perifer. garis Schwalbe dan jonjot iris. Bila terdapat hambatan pengaliran keluar cairan mata akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata sehinga tekanan bola mata meninggi atau glaukoma.Bagian anterior berakhir pada ora serata. Waktu tidur hambatan subkorteks hilang sehingga terjadi kerja subkorteks yang sempurna yang akan menjadikan miosis.

kira 3 mm kearah nasal kutub belakang bola mata terdapat daerah bulat putih kemerah-merahan. merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang yang mempunyai bentuk ramping. Lapis nukleus luar. kecuali didaerah makula. merupakan lapis aselular merupakan tempat sinaps sel bipolar. merupakan lapis aselular dan merupakan tempat sinapsis sel fotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal 5. merupakan membran hialin antara retina dan badan kaca. sel horizontal dan sel Muller Lapis ini mendapat metabolisme dari arteri retina sentral 6. 2. dan sel kerucut.Daerah papil saraf optik terutama terdiri atas serabut saraf optik dan tidak mempunyai daya penglihatan (bintik buta). Lapis pleksiform luar. Di dalam lapisan-lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina. 4. . disebut papil saraf optik. Retina terdiri atas lapisan: 1. merupakan lapis akson sel ganglion menuju ke arch saraf optik. sel amakrin dengan sel ganglion 7.Arteri retina sentral bersama venanya masuk kedalam bola mata ditengah papil saraf optik. Lapis nukleus dalam. 8. Membran limitan interna. 2. Lapis serabut saraf. merupakan tubuh sel bipolar. Ketiga lapis diatas avaskular dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid. dimana kerucut lebih banyak.Batang lebih banyak daripada kerucut.Arteri retina merupakan pembuluh darah terminal. yang ditengahnya agak melekuk dinamakan ekskavasi faali. Lapis fotoreseptor. merupakan susunan lapis nukleus sel kerucut dan batang. Lapis pleksiform dalam. 3. Lapis sel ganglion yang merupakan lapis badan sel daripada neuron kedua. Lapisan luar retina atau sel kerucut dan batang mendapat nutrisi dari koroid. Membran limitan eksterna yang merupakan membran ilusi.

. bikonveks 5 mm tebalnya dan berdiameter 9 mm pada orang dewasa.Badan kaca bersifat semi cair di dalam bola mata. Badan kaca tidak mempunyai pembuluh darah dan menerima nutrisinya dari jaringan sekitarnya: koroid. yaitu mempertahankan bola mata agar tetap bulat.Mengandung air sebanyak 90% sehingga tidak dapat lagi menyerap air. Lensa mata Lensa merupakan badan yang bening.Perlekatan itu terdapat pada bagian yang disebut ora serata. dan papil saraf optik. Kebeningan badan kaca disebabkan tidak terdapatnya pembuluh darah dan sel.Permukaan lensa bagian posterior lebih melengkung daripada bagian anterior.Gambar 5.Badan kaca melekat pada bagian tertentu jaringan bola mata.1Struktur badan kaca merupakan anyaman yang bening dengan diantaranya cairan bening. Fundus okuli normal Badan kaca Badan kaca merupakan suatu jaringan seperti kaca bening yang terletak antara lensa dengan retina.Kedua permukaan tersebut bertemu pada tepi lensa yang dinamakan ekuator. Sesungguhnya fungsi badan kaca sama dengan fungsi cairan mata. badan siliar dan retina. Pada pemeriksaan tidak terdapatnya kekeruhan badan kaca akan memudahkan melihat bagian retina pada pemeriksaan oftalmoskopi.Nukleus lebih keras daripada korteks.Lensa pada orang dewasa terdiri atas bagian inti (nukleus) dan bagian tepi (korteks).Lensa mempunyai kapsul yang bening dan pada ekuator difiksasi oleh zonula Zinn pada badan siliar. Peranannya mengisi ruang untuk meneruskan sinar dari lensa ke retina. pars plana.

ala magna os. dan dasar orbita yang terutama terdiri atas tulang maksila. Lensa orang dewasa di dalam perjalanan hidupnya akan menjadi bertambah besar dan berat.frontal. Terletak di tempatnya. fenoid 1. os. palatina . Dinding orbita terdiri atas tulang : 1. Keadaan patologik lensa ini dapat berupa :    Tidak kenyal pada orang dewasa yang akan mengakibatkan presbiopia. zigomatik. sfenoid.frontal 1. Inferior : os. Rongga Orbita Rongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat 7 tulang yang membentuk dinding orbita yaitu : lakrimal. Secara fisiologik lensa mempunyai sifat tertentu. Atap atau superior : os. maksila. yaitu :  Kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi untuk menjadi   cembung Jernih atau transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan. bersama-sama tulang palatinum dan zigomatikus. zigomatik. frontal. os. Fungsi lensa adalah untuk membias cahaya. sehingga difokuskan pada retina. nukleus makin membesar sedang korteks makin menipis. os. Rongga orbita yang berbentuk piramid ini terletak pada kedua sisi rongga hidung.Peningkatan kekuatan pembiasan lensa disebut akomodasi.Dengan bertambahnya umur. Tidak berada di tempat atau subluksasi dan dislokasi. sehingga akhirnya seluruh lensa mempunyai konsistensi nukleus. Keruh atau spa yang disebut katarak. Dinding lateral orbita membentuk sudut 45 derajat dengan dinding medialnya. Lateral : os. etmoid.

abdusen (VI). dilalui oleh saraf optik.Fisura orbita superior di sudut orbita atas temporal dilalui oleh saraf lakrimal (V). Oblik inferior Aksi primer ekstorsi dalam abduksi Sekunder  elevasi dalam aduksi danabduksi dalam elevasi 2.abduksi dalam depresi 1. Otot penggerak mata terdiri atas 6 otot yaitu : 1. Nasal : os. saraf nasosiliar (V). etmoid Foramen optik terletak pada apeks rongga orbita. os.Fisura orbita inferior terletak di dasar tengah temporal orbita dilalui oleh saraf infra-orbita dan zigomatik dan arteri infra orbita.1Fosa lakrimal terletak di sebelah temporal atas tempat duduknya kelenjar lakrimal. maksila. lakrimal. Rektus lateral. Oblik superior Aksi primerintorsi pada abduksi Sekunder depresi dalam aduksi . vena.2. dan saraf simpatik yang berasal dari pleksus karotid. Rektus inferior Aksi primer depresi pada abduksi Sekunderekstorsi pada abduksi danaduksi pada depresi 2. saraf okulomotor (III). Aksi  abduksi 3. saraf troklear (IV). dan arteri vena oftalmik.1Rongga orbita tidak mengandung pembuluh atau kelenjar limfa. os. arteri. saraf frontal (V). Otot Penggerak Mata Otot ini menggerakkan mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakkan mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot. Rektus medius .

yang kemudian berinsersi pada sklera dibagian temporal belakang bola mata. 1. III Fungsi menggerakkan mata    depresi (gerak primer) eksoklotorsi (gerak sekunder) aduksi (gerak sekunder) . berjalan antara oblik inferior dan bola mata atau sklera dan insersi 6 mm di belakang limbus yang pada persilangan dengan oblik inferior diikat kuat oleh ligamen Lockwood. Rektus superior Aksi primer elevasi dalam abduksi Sekunder intorsi dalam aduksi . Oblik superior dipersarafi saraf ke IV atau saraf troklear yang keluar dari bagian dorsal susunan saraf pusat. abduksi dan eksiklotorsi. Rektus inferior dipersarafi oleh n. Berfungsi menggerakkan bola mata untuk depresi (primer) terutama bila mata melihat ke nasal. Otot Oblik Superior Oblik superior berorigo pada anulus Zinn dan ala parva tulang sfenodi di atas foramen optik. Mempunyai aksi pergerakan miring dari troklea pada bola mata dengan kerja utama terjadi bila sumbu aksi dan sumbu penglihatan search atau mata melihat ke arch nasal.Oblik superior merupakan otot penggerak mata yang terpanjang dan tertipis. bekerja untuk menggerakkan mata keatas. Otot Rektus Inferior Rektus inferior mempunyai origo pada anulus Zinn. berinsersi pada sklera posterior 2 mm dari kedudukan makula. berjalan menuju troklea dan dikatrol batik dan kemudian berjalan di atas otot rektus superior. 3.aduksi dalam elevasi 1.Aksi  aduksi 4. Otot Oblik Inferior Oblik inferior mempunyai origo pada foss lakrimal tulang lakrimal. dipersarafi saraf okulomotor. abduksi dan insiklotorsi.

terutama bila mata melihat ke lateral : . Otot Rektus Superior Rektus superior mempunyai origo pada anulus Zinn dekat fisura orbita superior beserta lapis dura saraf optik yang akan memberikan rasa sakit pada pergerakkan bola mata bila terdapat neuritis retrobulbar. dan berinsersi 5 mm di belakang limbus. 4. Dengan pekerjaan menggerakkan mata terutama abduksi. Fungsinya menggerakkan mata-elevasi. terutama bila tidak melihat ke lateral . VI. Otot ini berinsersi 7 mm di belakang limbus dan dipersarafi cabang superior N.Menggerakkan mata untuk aduksi (gerak primer).III. Otot Rektus Medius Rektus medius mempunyai origo pada anulus Zinn dan pembungkus dura saraf optik yang sering memberikan dan rasa sakit pada pergerakkan mata bila terdapat neuritis retrobulbar.insiklotorsi FINA INA HAMIDAH 2011730133 2.Rektus inferior membentuk sudut 23 derajat dengan sumbu penglihatan.aduksi. Otot Rektus Lateral Rektus lateral mempunyai origo pada anulus Zinn di atas dan di bawah foramen optik.Rektus medius merupakan otot mata yang paling tebal dengan tendon terpendek. Bagaimana patomekanisme dari mata merah dan patomekanisme terjadinya nyeri pada mata? . 5. Rektus lateral dipersarafi oleh N. 6.

Mata terlihat merah akibatnya melebarnya pembuluh darah konjungtiva yang terjadi pada peradangan mata akut. Adanya zat ini. sedang pembuluh darah arteri perikornea yang letak lebih dalam akan melebar pada iritis dan glaucoma akut kongestif.Patomekanisme Mata Merah Seperti yang kita ketahui pada mata normal sclera terlihat berwarna putih karena sclera dapat terlihat melalui bagian konjungtiva dan kapsul tenon yang tipis dan tembus sinar.Rangsangan ini diperantarai oleh substantia P.Oleh karena  itu. sementara sebut saraf c untuk rangsangan nyeri tipe lambat. Silakan menikmati: . misalnya: konjungtivitis. zat-zat inflamasi akan dikeluarkan.  lebih dari 40% dari masalah mata di negara berkembang memiliki gejala klinis mata merah. Hyperemia konjungtiva terjadi akibat bertambahnya asupan pembuluh darah ataupun berkurangnya pengeluaran darah seperti pada pembendungan pembuluh darah. sangat penting bagi kita untuk memahami penyebab dari mata merah dan juga dapat membedakan  sebab­sebab dari kondisi ini. Pada konjungtivitis dimana akan terjadi vasokonstriksi sehingga mata akan kembali putih. pleksus arteri konjungtiva permukaan melebar. Di samping itu juga ada baradikidin. keratitis.Menurut sebuah penelitian. atau iridosiklitis. membuat rangsangan sampai ke korda spinalin. Pada keratitis . Dari sini akan dilanjutkan ke thalamus kemudian ke bagian somato sensorik untuk dipresepsikan sebagai rasa nyeri. Serabut saraf alfa untuk rasa nyeri yang cepat. Bono Pazio  Mata merah adalah kasus yang sering ditemui pada praktik klinik sehari­hari. RR. Patomekanisme Nyeri Mata Apabila terjadi kerusakan pada jaringan. Bila terjadi pelebaran darah konjungtiva atau episklera atau perdarahan antara konjungtiva dan sclera maka akan terlihat warna merah pada mata yang sebelumnya berwarna putih.Nosiseptor ini mengirim sinyal ke saraf aferen melalui serabut saraf alfa dan c.Zat-zat ini merangasang nosiseptor teraktivasi.

 apabila mata mengeluarkan air dalam  jumlah besar maka dapat diduga penyebabnya adalah alergi atau virus.     Setelah kita mengklasifikasikan berdasarkan visusnya.  maka dapat diduga bahwa penyebabnya adalah bateri.    Gambar diatas menunjukan anatomi dari mata. Kontak dengan pasien yang sebelumnya terkena infeksi mata merupakan faktor  .Misalnya.Lapisan paling luar dari mata disebut kornea.  orang yang sering bekerja di luar (outdoor worker) memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terkena  penyakit pterygium.Kornea  dilapisi oleh selaput tipis yang disebut dengan konjungtiva. Diagram ini akan memudahkan kita dalam  mengklasifikasikan penyebab dari mata merah:     Pengamatan yang seksama dari mata pasien sangat penting.     Berbicara tentang ketajaman penglihatan mata. Sumbatan pembuluh darah akan menyebabkan cairan bola mata menjadi buram sehingga kemampuan melihat mata  akan menurun.     Mata merah disebabkan oleh terjadinya sumbatan dari pembuluh darah konjungtiva tersebut.Misalnya. apabila mata mengeluarkan cairan yang pus. kita harus dapat membedakan apakah pasien  diklasifikasikan sebagai memiliki mata merah yang disertai dengan penglihatan normal ataupun pasien  memiliki mata merah dengan penurunan visus.Konjungtiva ini adalah daerah yang kaya  dengan pembuluh darah.Wawancara dengan pasien dapat digunakan  untuk mengidentifikasi faktor­faktor risiko yang dapat menyebabkan kelainan­kelainan mata. karena dari pengamatan tersebut kita dapat  mengira etiologi penyebab kelainan mata tersebut.Sedangkan.

 mata merah yang disebabkan oleh virus tidak menimbulkan  rasa sakit yang parah.Tanda yang khas adalah keluarnya  banyak cairan dari mata. Pendekatan klinis dari mata merah: Untuk memudahkan kita mendiagnosis penyebab dari mata merah. coxasckievirus.Ketajaman penglihatan biasanya tetap  terjaga.Bakteri: Apabila penyebab mata merah adalah bakteri. Biasanya.Pathogen yang biasanya menyebabkan infeksi bakteri adalah streptoccocus pneumoniae.Mata juga memiliki ketajaman penglihatan yang normal.Virus: Virus yang sering menyebabkan mata merah biasanya adalah adenovirus. 2. haemophilus  influenzae.  epstein barr virus. enterovirus.Ada perasaan mengganjal di mata. marilah kita simak diagram alur diagnosis di  bawah ini: alur diagnosis mata merah Beberapa penyebab mata merah yang sering dijumpai di klinik: 1. HSV maupun influenza.risiko dari konjunctivitis dan juga penggunaan kontak lens merupakan salah satu faktor risiko dari  keratitis. . biasanya pasien merasakan rasa sakit yang cukup hebat.  Rasa sakit bisa jadi seperti menyengat.

angin.     Sangat banyak hal yang dapat menyebabkan mata merah. Diperlukan banyak tes untuk menyingkirkan  penyebab kelainan mata tersebut MATA MERAH VISUS NORMAL PTERIGIUM Definisi Pterygium merupakan lipatan konjungtiva dan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga (triangular-shaped fold) yang maju sampai ke permukaan kornea. kekeringan dan asap. faktor penyebab yang paling umum adalah : 1. 4. tes  tonometri dapat digunakan untuk mengukur tekanan mata. Paparan berlebihan pada lingkungan yang keras seperti debu. Klasifikasi Pterygium 1. inflamasi dari sklera.Glaukoma: Pasien glaukoma bisanya merasakan rasa sakit yang luar biasa. Bekerja di luar rumah 3.Tetapi.Apabila terjadi peningkatan tekanan mata. Tipe 1 . Pupil juga tidak bereaksi dengan baik dengan cahaya. Ketajaman penglihatan pasien biasanya akan menurun. Paparan berlebihan pada alergen seperti bahan kimia dan solvent Epidemiologi Umum terjadi pada usia 20-30 tahun dan di daerah yang beriklim tropis. Mata sangat berair . 4. Apabila penyebab mata merah adalah alergi biasanya mata menjadi merah dan ada rasa gatal yang terasa sangat kuat. Apabila mata merah  disebabkan oleh skleritis.Scleritis: Mata merah juga dapat disebabkan oleh skleritis. panas.  5. kotoran. Apabila mata tersentuh akan terasa sakit.   Tes­tes lanjutan juga dapat dilakukan untuk menentukan penyebab dari mata merah.Alergi: Alergi bisa disebabkan oleh debu.3. bulu­bulu atau parasit yang hidup di rumah kita. biasanya rasa sakit akan meningkat apabila terjadi pergerakan mata. Terkena paparan sinar matahari yang berlebihan 2.  maka dapat diduga bahwa pasien terkena glaukoma.Misalnya. hampir selalu didahului oleh pinguecula Penyebab Penyebab pasti dari pterygium tidak diketahui.

Pada orang yang lain. Pterygium tidak menimbulkan rasa sakit. Gejalanya termasuk : 1. Lesi/jejas ini asimtomatis. Pemeriksaan Visus 2. Mata kering 3./diseases/?chunkiid=96971 Diagnosis 1. Keluar air mata (berair) 5. dapat kambuh (recurrent) sehingga perlu tindakan pembedahan. Mata merah 2. Tipe 2 Melebar hingga 4 mm dari kornea. Pterygium ini diperhatikan karena alasan kosmetik. Gejala Gejala pterygium bervariasi dari orang ke orang. Jika memakai soft contact lense. Iritasi 4. 3.Lesi/jejas yang luas (extensive). pterygium akan tumbuh cepat dan dapat meyebabkan kaburnya penglihatan.. Sensasi seperti ada sesuatu dimata 6. Penglihatan yang kabur www. Tipe 3 Meluas hingga lebih dari 4 mm dan melibatkan daerah penglihatan (visual axis). Timbunan besi (ditunjukkan dengan Stocker line) dapat terlihat di epitel kornea bagian anterior/depan pterygium. Dapat mengganggu precorneal tear film dan menyebabkan astigmatisme. dapat berhubungan dengan fibrosis subkonjungtiva dan meluas hingga ke fornix yang terkadang dapat menyebabkan keterbatasan pergerakan mata. jika kambuh. Slit lamp .upmc.com/. meskipun sebentar-sebentar dapat meradang (intermittently inflamed). pterigyum akan tetap kecil dan tidak mempengaruhi penglihatan. gejala dapat timbul lebih awal karena diameter lensa yang luas bersandar pada ujung kepala pterygium yang sedikit naik/terangkat dan ini dapat menyebabkan iritasi. Pada beberapa orang.. 2.Meluas kurang dari 2 mm di atas kornea.

seusai pengangkatan pterygium dengan operasi. dapat ditambahkan : 1. debu. maka pterygium harus dioperasi. misalnya dengan memakai kacamata hitam. selain itu menunda operasi sampai usia dekade 4 dapat mencegah rekurensi. lubrikasi okular seperti airmata buatan. Pemberian mytomycin C to aid in healing dan mencegah rekurensi. apabila operasi dilakukan Penatalaksanaannya Observasi  Pemeriksaan mata secara berkala. Medikamentosa Dapat diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. lindungi mata dari paparan langsung sinar matahari. biasanya ketika pterygium tidak menimbulkan atau menimbulkan gejala yang minimal. Pencegahan Secara umum.Penatalaksanaan Tujuan utama penatalaksanaan pterygium adalah untuk : • Mengevaluasi ukuran • Mencegah inflamasi • Mencegah infeksi • Aid dalam proses penyembuhan. dan angin. . 2. kortikosteroid untuk mengurangi inflamasi. Akan tetapi pterygium dapat muncul kembali. Therapy radiasi Operasi Apabila penglihatan menjadi kabur.  Apabila gejala bertambah berat.

Tes sondase Negatif Positif Pseudopterygium tidak memerlukan pengobatan. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. Jakarta : Sagung Seto PINGUEKULA . Letak pseudopterygium ini pada daerah konjungtiva yang terdekat dengan proses kornea sebelumnya. Ilmu Penyakit Mata. 2002. Jakarta : FKUI PTERIGIUM PSEUDOPTERIGIUM 1. atau alasan kosmetik. kecuali sangat mengganggu visus. Lokasi Selalu di fisura palpebra Sembarang lokasi 2. Sering pseudopterigium ini terjadai pada proses penyembuhan tukak kornea. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran.PSEUDOPTERIGIUM Pseudopterigium merupakan perlekatan konjungtiva dengan kornea yang cacat. Ulkus kornea (-) Ulkus kornea (+) 4. serta pembedahan. Ilyas. Sidarta 2006.Riwayat peny.Progresifitas Bisa progresif atau stasioner Selalu stasioner 3. sehingga konjungtiva menutupi kornea.

biasanya bilateral (mengenai kedua mata). bahwa rangsangan luar mempunyai peranan pada timbulnya pinguekula. Sidarta 2006. tetapi umumnya diterima. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta : Sagung Seto Pengobatan Biasanya tidak diperlukan. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran. debu. Pencegahan . Pinguecula biasanya tampak pada konjungtiva bulbar berdekatan dengan limbus nasal (di tepi/pinggir hidung) atau limbus temporal.jika terjadi inflamasi/ radang akut yang disebut pinguekulitis. Jakarta : FKUI Pinguecula sangat umum terjadi. maka diberikan steroid lemah. Patogenesis Patogenesis belum jelas. llyas.Definisi Pinguekula merupaka benjolan pada konjungtiva bulbi yang merupakan degenerasi hialin jaringan submukosa konjungtiva. udara kering. sinar matahari. 2002. Terdapat lapisan berwarna kuning-putih (yellow-white deposits). Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. tak berbentuk (amorphous) http://kabarindonesia. Sebagai rangsangan luar antara lain adalah panas.com//. tidak berbahaya.

mengganjal 4. yang kadang menutupi perforasi jaringan bola mata yang terjadi. Ilyas. konjungtivitis hemorraghik. pemakaian antikoagulan. arteiosklerosis. mata terasa kering 2. konjungtiva yang kemotik. Sidarta 2006. batuk rejan). Ilmu Penyakit Mata. Episkleritis umumnya mengenai satu mata dan terutama perempuan usia pertengahan dengan bawaan penyakit rematik. pada keadaan yang berat diberi kortikosteroid tetes mata atau sistemik atau salisilat. Keluhannya dapat berupa : 1. Biasanya tidak perlu pengobatan karena akan diserap dengan spontan dalam waktu 1-3 minggu. Pengobatan yang diberikan adalah vasokonstriktor. hipertensi. rasa sakit yang ringan 3. Perdarahan subkonjungtiva dapat juga terjadi akibat trauma langsung atau tidak langsung. Jakarta : FKUI EPISKLERITIS – SKLERITIS Episkleritis Merupakan reaksi radang jaringan ikat vaskular yang terletak anatara konjungtiva dan permukaan sklera.Mencegah rangsangan luar sangat dianjurkan HEMATOMA SUBKONJUNGTIVA Hematoma subkonjungtiva dapat terjadi pada keadaan dimana pembuluh darah rapuh (umur. .

3. Jakarta : FKUI Pengobatan . umumnya mengenai sebagian sklera anterior. dapat sembuh sempurna atau bersifat residif Skleritis Adalah reaksi radang yang mempengaruhi bagian luar berwarna putih yang melapisi mata. berbeda dengan nodul pada episkleritis yang dapat digerakkan. 2. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : Sagung Seto Gejala - Kemerahan pada sklera dan konjungtiva - Terdapat perasaan sakit yang berat yang dapat menyebar ke dahi. alis dan dagu yang kadang membangunkan sewaktu tidur akibat sakitnya yang sering kambuh.Pada episkleritis penglihatan normal. skleritis anterior diffus Radang sklera disertai kongesti pembuluh darah episklera dan sklera. Ilmu Penyakit Mata. 2002. - Fotofobia - Mata berair - Penglihatan menurun Ilyas. Sidarta 2006. Skleritis dibedakan menjadi : 1. berwarna merah. Skleritis nekrotik Jenis skleritis yang menyebabkan kerusakan sklera yang berat. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia.Penyakit ini biasanya disebabkan kelainan atau penyakit sistemik. tanpa nodul. Skleritis nodular Nodul pada skleritis noduler tidak dapat digerakkan dari dasarnya. peradangan sklera lebih luas.

Mukopurulen . Konjungtivitis Purulen. pseudomembran. Konjunctivitis dapat disebabkan bakteri. eksudat dengan sekret yang lebih nyata di pagi hari. lakrimasi. virus. Konjungtivitis Kataral 2. kemosis. alergi toksik. flikten. pseodoptosis akibat kelopak membengkak. VIRUS BAKTERI ALERGI  GATAL Minimal Minimal Berat  HIPEREMI Menyeluruh Menyeluruh Menyeluruh  LAKRIMASI ++ + +  EKSUDAT Minimal Banyak (muko- Minimal (SEKRET) (serous. Biasanya sebagai reaksi konjungtivitis akibat virus berupa terbentuknya folikel pada konjungtiva. Jenis Konjungtivitis dapat ditinjau dari penyebabnya dan dapat pula ditinjau dari gambaran klinisnya yaitu : 1. folikel. Apabila ada penyakit yang mendasari. granulasi. purulen/purulen) (benang) + Jarang - Monosit PMN Eosinofil mukous)  ADENOPATI  SEL-SEL Gambaran klinis yang terlihat pada konjungtivitis dapat berupa hiperemi konjungtiva bulbi (injeksi konjungtiva). membrane.Pada skleritis dapat diberikan suatu steroid atau salisilat. mata merasa seperti ada benda asing. dan adenopati preaurikular. klamidia. maka penyakit tersebut perlu diobati. hipertrofi papil. KONJUNGTIVITIS Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva. dan molluscum contagiosum. biasanya terdiri dari hyperemia konjungtiva disertai dengan pengeluaran secret.

Pneumokok. Dapat disertai blefaritis atau obstruksi duktus lakrimal. hiperemi konjungtiva tarsal. Herpes Zoster Oftalmik dapat pula disertai konjungtivitis. Gambaran Klinis Injeksi konjungtiva. tanpa folikel. seperti : tetrasiklin. Pada infeksi virus dianjurkan pemakaia sulfasetamid atau obat anti-virus seperti IDU untuk infeksi Herpes Simplek. Diplobasil Morax Axenfeld dan basil Koch Weeks. Konjuntivitis Membran 4. Bisa juga disebabkan oleh virus. Mukopurulen Etiologi Pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi gonokok. Apabila penyebabnya karena inf. terdapat sekret baik serous. atau bahan kimia seperti bahan kimia basa (keratokonjungtivitis) atau bahan kimia yang lain dapat pula menyebabkan tanda-tanda konjungtivitis kataral. mukus. perlu dipikirkan dua kemungkinan penyebab. tanpa flikten. Konjungtivitis Flikten Konjungtivitis Kataral Etiologi Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. tanpa cobble-stone. Konjungtivitis Vernal 6. pada bayi (terutama yang berumur di bawah 2 minggu) bila dijumpai konjungtivitis purulen. bakteri maka dapat diberikan antibiotik. mukopurulen (tergantung penyebabnya). kloromisetin. Konjungtivitis Folikular 5. . Pengobatan Pengobatan Konjungtivitis Kataral tergantung kepada penyebabnya. antara lain stafilokok aureus.3. misalnya Morbili. Konjungtivitis Purulen. dan lain-lain.

Konjungtivitis Pseudomembran disebabkan oleh infeksi yang hiperakut.000 IU/kgBB/hr dibagi dl 4 dosis selama 7 hr + irigasi saline Konjungtivitis Membran Etiologi Konjungtivitis Membran dapat disebabkan oleh infeksi Streptokok hemolitik dan infeksi difteria. . serta infeksi pneumokok. Konjungtivitis Purulen ditandai sekret purulen seperti nanah. Antibiotik lokal dan sistemik  AB sistemik pd dewasa : Cefriaxone IM 1 g/hr selama 5 hr + irigasi saline atau Penisilin G 10 juta IU/IV/hr selama 5 hr + irigasi  AB sistemik pd neonatus : Cefotaxime 25 mg/kgBB tiap 8-12 jam selama 7 hr atau Penisilin G 100. Penderita harus dirawat diruang isolasi.yaitu infeksi golongan Neisseria (gonokok atau meningokok) dan golongan klamidia (klamidia okulogenital) Gambaran Klinis Gambaran konjungtiva tarsal hiperemi seperti pada konjungtivitis kataral. kadang disertai adanya pseudomembran sebagai massa putih di konjungtiva tarsal. Mata harus selalu dibersihkan dari sekret sebelum pengobatan. Pengobatan Pengobatan konjungtivitis purulen harus intensif.

pada orang dewasa diberi injeksi penisillin 2 hari masing-masing 1.000 unit 2 hari berturut-turut. Kerato-Konjungtivitis Epidemi Etiologi Infeksi Adenovirus type 8.2 juta unit.000 unit/KgBB. yaitu membran dan pseudomembran. konjungtivitis follikular toksik dan konjungtivitis follikular yang tidak diketahui penyebabnya.Massa ini ada dua jenis. Untuk mencegah gangguan jantung oleh toksin difteria. Pada infeksi difteria.Gambaran Klinis Penyakit ini ditandai dengan adanya membran/selaput berupa masa putih pada konjungtiva tarsal dan kadang juga menutupi konjungtiva bulbi. Jenis Konjungtivitis Follikular 1. masa inkubasi 5-10 hari Gambaran Klinis Dapat mengenai anak-anak dan dewasa . yaitu konjungtivitis viral. Apabila penyebabnya infeksi Streptokok B hemolitik. Pengobatan Tergantung pada penyebabnya. diberikan antibiotik yang sensitif. perlu diberikan antitoksin difteria 20. diberi salep mata penisillin tiap jam dan injeksi penisillin sesuai umur. pada anakanak diberikan penisillin dengan dosis 50. Konjungtivitis Folikular Dikenal beberapa jenis konjungtivitis follikular. konjungtivitis klamidia.

berbulanberbulan bahkan bertahun-tahun setelah sembuhnya penyakit. disamping tanda-tanda konjungtivitis follikular akut dan faringitis akut. tetapi kelainan kornea dapat menetap berminggu-minggu. Kelenjar preaurikuler dapat membesar dan nyeri tekan. Gejala-gejala subyektif berupa mata berair. kelopak mata membengkak. konjungtiva bulbi kemosis. Terdapat pendarahan subkonjungtiva. Konjungtivitis Hemorraghik Akut . Pengobatan Tidak terdapat pengobatan yang spesifik. Lebih sering mengenai dua mata. Faringitis timbul beberapa hari setelah timbulnya konjungtivitis follikular akut. subepitel. konjungtiva tarsal hiperemi. Terdapat demam. Gejala radang akut mereda dalam tiga minggu. baru timbul gejala di kornea. Pada akhir minggu pertama perjalanan penyakit. Pengobatan Tidak ada pengobatan yang spesifik 3. 2. Pada kornea terdapat infiltrat bulat kecil. superfisial. kelopak mata membengkak. Dua minggu sesudah perjalanan penyakit dapat timbul kelainan kornea. silau dan seperti ada pasir. Demam Faringo-Konjungtiva Etiologi Penyebab paling sering adalah adenovirus tipe 3 Gambaran Klinis Lebih sering pada anak daripada orang dewasa. Kelenjar pre-aurikuler dapat membesar. dianjurkan pemberian obat lokal sulfasetamid atau antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. yaitu terdapat infiltrat bulat kecil superfisial.Gejala radang mata timbul akut dan selalu pada satu mata terlebih dahulu.

Etiologi Penyebabnya adalah Entero-virus 70. Pada konjungtiva tarsal dapat ditemukan perdarahan dan pada konjungtiviis ini biasanya disertai pembesaran kelenjar pre-aurikular. nyeri tekan. Konjungtivitis New Castle Etiologi Virus New Castle. disertai gejala subjektif seperti ada pasir. masa inkubasinya 1-2 hari Gambaran Klinis Timbulnya akut. silau dan rasa sakit. berair. Inclusion Konjungtivitis . tetapi dapat diberi antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. masa inkubasi 1-2 hari Konjungtivitis ini biasanya mengenai orang-orang yang berhubungan dengan unggas. tampak folikel-folikel kecil yang terdapat lebih banyak pada konjungtiva tarsal inferior. Pengobatan Tidak dikenal obat yang spesifik. tetapi dianjurkan pemberian tetes mata sulfasetamid atau antibiotik. Penyakit ini berlangsung 5-10 hari. berair dan diikuti rasa gatal. terkadang sampai dua minggu. biasanya dimulai pada satu mata dan untuk beberapa jam atau satu dua hari kemudian diikuti peradangan akut mata yang lain. Pengobatan Tidak ada pengobatan yang efektif. 5. 4. Sering unilateral Gejala subjektif : seperti perasaan ada benda asing. konjungtiva tarsal hiperemi dan hiperplasi. Gambaran Klinis Gambaran Klinik : kelopak mata bengkak. penyakit ini jarang dijumpai.

Stadium sikatriks Sikatriks konjungtiva pada folikel konjungtiva tarsal superior yang terlihat seperti garis putih halus. folikel. Stadium Insipiens atau permulaan Folikel imatur kecil-kecil pada konjungtiva tarsal superior. Stadium penyembuhan trakoma inaktif. dapat pula diberikan sulfonamid atau eritromisin 6. Stadium akut (trakoma nyata) Terdapat folikel-folikel di konjungtiva tarsal superior. pada kornea di daerah limbus superior terdapat keratitis pungtata epitel dan subepitel. 2. Trachoma Etiologi Klamidia trakoma Gambaran Klinis Gambaran klinik terdapat empat stadium : 1. sikatriks meluas tanpa peradangan Pengobatan . dimana akan terlihat titik-titik hijau pada defek kornea. 4. sedang pada bayi gambaran kliniknya adalah suatu konjungtivitis purulen yang juga disebut Inclusion blenorrhoe. beberapa folikel matur berwarna abuabu 3.Pannus pada kornea lebih nyata.Etiologi Klamidia okulo-genital. masa inkubasi 4-12 hari Gambaran Klinis Gambaran kliniknya adalah konjungtivitis follikular akut dan gambaran ini terdapat pada orang dewasa dan didapatkan sekret mukopurulen. Pengobatan Diberikan tetrasiklin sistemik.Kelainan kornea akan lebih jelas apabila diperiksa dengan menggunakan tes flurosein.

Keluhan lain adalah rasa seperti berpasir dan silau. yang biasanya terdapat pada kedua mata. maka dapat terjadi lakrimasi yang terus menerus sampai berakibat eksema kulit. flikten dapat juga dijumpai di konjungtiva bulbi. Sekret mata pada dasarnya mukoid dan menjadi mukopurulen apabila terdapat infeksi sekunder. Selain di limbus. Apabila peradangannya berat. terutama bila berada dilapangan terbuka yang panas terik. Pengobatan Kortikosteroid tetes atau salep mata. Dan sifatnya sering kambuh Apabila flikten timbul di kornea dan sering kambuh. Penyakit ini dapat mengenai dua mata dan dapat pula mengenai satu mata. Konjungtivitis Vernal Etiologi Kemungkinan suatu konjungtivitis atopik Gambaran Klinis Gejala subyektif yang menonjol adalah rasa sangat gatal pada mata. dapat berakibat gangguan penglihatan. . konjungtiva taarsal dan kornea. Pada pemeriksaan dapat ditemukan konjungtivitis dengan tanda khas adanya cobble-stone di konjungtiva tarsalis superior.Pemberian salep derivat tetrasiklin 3-4 kali sehari selama dua bulan. tetapi bisa juga pada satu mata. • Gizi buruk dan sanitasi yg jelek merupakan faktor predisposisi • Lebih sering ditemukan pd anak-anak Gejala Adanya flikten yang umumnya dijumpai di limbus. Konjungtivitis Flikten Etiologi • Disebabkan oleh karena alergi terhadap bakteri atau antigen tertentu (hipersensitivitas tipe IV). Apabila perlu dapat diberikan juga sulfonamid oral.

Pada pemeriksaan tedapat edema konjungtiva bulbi. menebal dan kusam. Etiologi Terjadi pada penyakit-penyakit yang menyebabkan defisiensi komponen lemak air mata. kelenjar air mata. silau. Manifestasi Klinis Gatal. Keluhan berkurang bila mata dipejamkan. dan kadang-kadang penglihatan kabur. musin. Bila terjadi bersama atritis rheumatoid dan penyakit autoimun lain. dan terdapat erosi kornea. MATA MERAH DENGAN VISUS MENURUN KERATITIS . Terdapat gejala sekresi mucus yang berlebihan. KONJUNGTIVITIS SIKA Konjungtivitis sika atau konjungtivitis dry eyes adalah suatu keadaan keringnya permukaan konjungtiva akibat berkurangnya sekresi kelenjar lakrimal. Kadang tedapat benang mucus kekuning-kuningan pada forniks konjungtiva bawah. mata tampak kering. sukar menggerakkan kelopak mata. disebut sebagai sindrom sjogren. Dapat dilakukan terapi bedah untuk mengurangi drainase air mata melalui oklusi pungtum dengan plug silicon atau plug kolagen. parut kornea. infeksi sekunder oleh bakteri. Sebaiknya diberikan air mata buatan tanpa zat pengawet kerena bersifat toksik bagi kornea dan dapat menyebabkan reaksi idiosinkrasi. mata seperti berpasir. Komplikasi Ulkus kornea. akibat penguapan berlebihan atau karena parut kornea atau hilangnya mikrovili kornea. Penatalaksanaan Diberikan air mata buatan seumur hidup dan diobati penyakit yang mendasarinya.Pengobatan  Usahakan mencari penyebab primernya  Diberikan Kortikosteroid tetes mata/salep Kombinasi antibiotik + kortikosteroid dianjurkan mengingat kemunginan terdapat infeksi bakteri sekunder. dan noevaskularisasi kornea. hiperemis.

dan sensasi seperti kelilipan. Penyebabnya di antaralain adalah blefaritis. Keratitis Pungtata Merupakakan keratitis pada kelenjar Bowman dengan adanya inflitrat berbentukbercak halus pada permukaan kornea yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit infeksi virus antara lain virus herpes. sakit. tobramisisn tetes mata. Keratitis dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kekurangan air mata. sehingga terjadi penurunan visus. nampak kelainan konjungtiva. Keratitis adalah infeksi pada kornea yang biasanya diklasifikasikan menurut lapisan kornea yang terkena. Pengobatan yang bisa diberikan adalah air mata buatan. silau. sengan fotofobia berat. yaitu keratitis superfisialis apabila mengenai lapisan epitel atau Bowman dan keratitis profunda atau keratitis interstisialis (atau disebut juga keratitis parenkimatosa) yang mengenai lapisan stroma). Keratitis pungtata subepitel Terjadi di daerah kelenjar bowman. Keratitis pungtata biasanya bilateral dan berjalan kronis tanpa terlihat kelainan konjungtiva. Bila tidak diobati dapat menyebabkan tukak pada kornea. keratopati. herpes zoster. mata merah. Keratitis Marginalis Merupakan infiltrat yang tertimbun pada tepi kornea sejajar dengan limbus. Hemophilus aegepty. Keratitis memberikan gejala silau. keracunan obat. Keratitis Superfisialis Merupakakan keratitis superfisial dengan adanya inflitrat berbentuk bintik-bintik putih pada permukaan kornea. mata merah. dan keracunan obat topikal. . dan Esrichia. Hal ini diikuti perbaikan jaringan . Biasanya penderita akan mengeluh sakit seperti kelilipan. dan mata kering. dengan pembentukan luka dan pembuluh darah. Pengobatan yang dapat diberikan berupa vitamin B dan C dosis tinggi. yang berakibat pengapuran kornea dan astigmatisma. alergi terhadap suatu jenis obat topikal dan reaksi konjungtivitis kronis. trakoma. Penyakit ini dapat terjadi berulang dengan adanya Streptococcus pneumonia. dan hijau saat pewarnaan fluoresen. Pasien akan mengeluh sakit. a. radiasi. dan siklopegik. Terjadi pada kornea superfisial. Biasanya bilateral dan kronis. Moraxella lacunata. keluar banyak air mata.Kornea dapat mengalami peradangan (keratitis) dengan atau tanpa adanya komponen infektif. dan merasa kelilipan. dan vaksinia.

dan penurunan visus. dan basitrasin. Keratitis bakterial Keratitis yang disebabkan oleh bakteri. Pada yang epithelial akan mengakibatkan kerusakan sel epitel dan membentuk ulkus kornea superfisialis. Sel radang ini mengeluarkan bahan proteolitik untuk merusak virus tetapi juga akan merusak jaringan stromal di sekitarnya. dapat berupa bakteri gram negatif atau gram positif. . dan serologik positif terhadap sifilis. Keratitis Herpes Simpleks Virus herpes simpleks merupakan parasit intraselular obligat. gentamisin 15mg/ml. Terdapat injeksi siliar disertai pembuluh darah ke arah dalam sehingga memberikan gambaran merah pucat “salmon patch”. Pada yang stromal terjadi reaksi imunologik tubuh terhadap virus yang menyerang reaksi antigen-antibodi yang menarik sel radang ke dalam stroma. Gejala yang bisa didapatkan pada pasien adalah infiltrat yang berhifa dan satelit. merupakan keratitis nonsupuratif profunda yang disertai dengan neovaskularisasi. sehingga iris susah dilihat. Pengobatan yang dapat diberikan berupa tetes mata atropin untuk mencegah sinekia. Bentuk infeksi keratitis herpes simpleks dibagi dalam 2 bentuk yaitu epitelial dan stromal. Antibiotik untuk gram positif antaralain cefazolin 50mg/ml. sadlenose. Pengobatan yang diberikan adalah gentamisin setiap 1-2 jam. dan mata.Keratitis Interstisial Keratitis ini terjadi pada jaringan kornea lebih dalam. Selain itu siklopegik diberikan untuk istirahat mata. berair. Terapi antibitotik yang diberikan untuk bakteri gram negatif adalah tobramisin 15mg/ml. polimiksin. rongga mulut. dapat ditemukan pada mukosa rongga hidung. Diagnosis dibuat dengan preparat KOH10% menunjukkan adanya hifa. Kelainan ini biasanya bilateral. Pada kornea keruh. Pada keratitis akibat sifilis akan ditemukan trias Hutchinson. Disetai juga adanya cincin endotel dengan plak yang tampak bercabang. keluar banyak air mata. Pasien biasanya akan mengeluhkan fotofobia. Keratitis Jamur Pasien biasanya akan mengeluh sakit mata hebat. Pengobatan pada yang epitelial ditujukan terhadap virusnya sedang pada yang stromal ditujukan untuk menyerang virus dan reaksi radangnya. dan silau. vancomycin .

Pada keratitis stromal Keratitis Herpes Zoster Disebabkan oleh virus varicella-zoster. penglihatan kabur dan pada pemeriksaan didapatkan injeksi konjungtiva dan silier. maka akan terjadi gangguan pada ketiga cabang N V. VII. keluhan mungkin karena kelopak yang sedikit membengkak atau mata berair yang bila sering diusap menyebabkan lecet kulit palpabra. Tipe epitel Gambaran klinis infeksi primer herpes simpleks pada mata biasanya berupa konjungtivitis folikulasris akut disertai blefaritis vesikuler yang ulseratif. mata berair. Tipe stromal Pada serangan berulang.Pada keadaan ini penderita datang dengan keluhan silau. Pada keratitis epitel/dendritik dapat diberikan trifuldin per 2 jam atau antiviral oral 5x400mg/hari. Gambaran khas pada kornea adalah bentuk dendrit. dan unilateral. keratitis herpes simpleks epitelial kadang tidak dikeluhkan oleh penderita. Biasanya yang terganggu adalah cabang oftalmik. Pada dasarnya infeksi primer ini dapat sembuh sendiri. Secara subjektif. . akan tetapi dapat juga bentuk lain. sedikit merah.Kebanyakan penderita juga disertai keratitis epitelial dan dapat mengenai troma tetapi jarang.Gambaran pada kornea adalah lesi disiformis tetapi dapat juga bentuk-bentuk lain yang tidak spesifik dan lazim disebut keratitis meta-herpetika. berair. akan tetapi pada keadaan tertentu di mana daya tahan tubuh sangat lemah akan menjadi parah dan menyerang stroma.Secara objektif didapatkan iritasi yang ringan.a. bila yang terserang antara pons dan ganglion Gasseri. dan pada kornea didapatkan infiltrat stroma yang dapat disertai uveitis dan hipopion.Virus ini dapat menyerang saraf kranial V. dan VIII. Pada nervus trigeminus. serta pembengkakan kelenjar limfa regional. b. kornea menjadi target utama dan menimbulkan keratitis stroma yang dapat disertai dengan uveitis. penderita menutup matanya karena silau.

dan kelopak atas serta sudah disertai dengan vesikel. pengobatan yang bersifat simtomatik adalah tetes metil selulose. koksidiodes imiitis serta bakteri patogen lainnya. dan memberikan kesan kurangnya air mata. bila disertai infeksi sekunder bakterial dapat diberikan antibiotik.Dapat diberikan pula obat-obatan yang meningkatkan sistem imunitas tubuh. dan kelopak mata disertai kemerahan yang dapat disertai vesikel. Pemberian asiklovir oral maupun topikal tampak menjanjikan.Secara subjektif. Keratitis Flikten Merupakan reaksi imunologi terhadap stafilokokus aureus. serta dapat dibantu dengan vitamin C dosis tinggi. Kedua erupsi kulit tidak melewati garis median. penderita biasanya datang karena ada benjolan putih kemerahan di . memperpanjang perjalanan klinik penyakit.Erupsi ini unilateral dan tidak melewati garis median. dapat mengalami supurasi. siklopegia. biasanya penderita datang dengan rasa nyeri disertai edema kulit yang tampak kemerahan pada daerah dahi. tetapi kadang-kadang rasa nyeri ini dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.Dapat terjadi demam atau malaise dan rasa nyeri yang biasanya berkurang setelah timbulnya erupsi kulit. Pemberian kortikosteroid oral maupun topikal merupkan kontraindikasi karena dapat meningkatkan aktivitas virus.Palpebra tampak menyempit apabila kelopak atas mengaami pembengkakan. tampak erupsi kulit pada daerah yang dipersarafi cabang oftalmik nervus trigeminus. alis. Nyeri disertai erupsi kulit yang tidak melewati garis median adalah khas untuk infeksi oleh herpes zoster. maka terjadi pembengkakan kulit di daerah dahi. alis. serta memicu infeksi bakteri atau jamur. Pada mata. Secara objektif. Bila cabang nasosiliar yang terkena.biasanya juga pembengkakan kelenjar pre-aurikler regional yang sesuai dengan sisi cabang oftalmik N V yang terkena. Biasanya penderita herpes zoster oftalmik pernah mengalami penyakit varisela beberapa waktu sebelumnya. maka akan timbul vesikel di daerah hidung dan kornea terancam. Secara subjektif.Terdapat hiperemia konjungtiva.Bila cabang oftalmik yang terkena. yang bila pecah akan menimbulkan sikatriks. obat-obatan neurotropik.

Pada ulkus yang menghancurkan membran Bowman dan stroma. Gambaran yang khas adalah terbentuknya papula atau pustula pada kornea atau konjungtiva karena itu penyakit ini biasanya disebut kerato – konjungtivits flikten. tear-film kornea mudah pecah. sedangkan bila komponen lemaknya yang berkurang maka diberikan lensa kontak.Pada kerusakan kornea yang lebih lanjut dapat terjadi ulkus kornea dengan segala komplikasinya. pada tingkat dry-eye. akibat kerusakan Nervus V ULKUS KORNEA Ulserasi kornea dapat meluas ke dua arah yaitu melebar dan mendalam. akan menimbulkan sikatriks kornea.pinggiran mata yang hitam. tear breakup time berkurang. sehingga kornea menjadi kering dan mudah terkena trauma. 10. 11. Keratitis lagoftalmus. 9. dapat ditemukan keratitis dengan gambaran yang bermacammacam. tes schirmer berkurang. Apabila yang kurang adalah komponen air dari air mata. Dapat dikarenakan parese Nervus VII. akibat mata tidak dapat menutup sempurna.Apabila jaringan kornea terkena. keratitis filamentosa.Bila kornea terkena. sukar menggerakan kelopak mata. maka mata berair. atau pungtata. Pada tukak dapat diberikan antibiotik topikal atau oral.Secara objektif.Kelainan kornea dapat berupa erosi kornea. Ulkus yang kecil dan superfisial akan lebih cepat sembuh. yaitu infiltrat dan neovaskularisasi. Keratitis Sika Keratitis Sika adalah keratitis yang pada dasarnya diakibatkan oleh kurangnya sekresi kelenjar lakrimal dan atau sel globet. . kornea dapat jernih kembali. kejernihan permukaan konjungtiva dan kornea hilang. dan dapat disertai rasa sakit dan penglihatan kabur. silau. Keratitis neuroparalitik. Terdapat benjolan putih kekuningan pada daerah limbus yang dikelilingi daerah konjungtiva yang hiperemis. diberikan air mata tiruan.

Tukak Jamur . Pengobatan diberikan Gentamaisin. Tukak Virus Tukak kornea oleh virus herpes simpleks cukup sering dijumpai.Trauma kecil ini dengan cepat melebar dan mendalam serta menimbulkan perforasi kornea. Tukak mengeluarkan discharge kental berwarna kuning kehijauan. 3. Tukak dapat juga terjadi pada bentuk diiform bila mengalami nekrosis di bagian sentral. Tukak karena Bakteri Tukak streptokokus Gambaran tukak kornea khas. akan terjadi abses kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel lekosit. Tukak stafilokokus Pada awalnya berupa tukak yang berwarna putih kekuningan disertai infiltrat secara adekuat. Bentuk khas dendrit dapat diikuiti oleh vesikel-vesikel kecil di lapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan tukak. hilangnya sebagaian jaringan kornea. tobramisin.Tukak cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea. Basitrasin dalam bentuk tetes. 1. injeksi subkojungtiva.Tukak kornea marginal biasanya bebas kuman dan disebabkan oleh reaksi hipersensitifitas terhadap Stafilokokus Aureus.Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi iritis disertai hipopion. Walaupun terdapat hipopion tukak seringkali indolen yaitu reaksi radangnya minimal. Gejala Objektif berupa injeksi siliar. Tukak Pseudomonas Biasanya dimulai dengan tukak kecil di bagian sentral kornea dengan infiltrat berwarna keabu-abuan disertai edema epitel dan stroma.Gejala Subjektif sama seperti gejala keratitis. karena eksotoksin yang dihasilkan oleh Streptokokus Pneumonia. dan adanya infiltrat. dan intravena.Tukak berwarna kuning keabu-abuan berbentuk cakram. Pengobatan dengan Sefazolin. 2. tukak yang menjalar dari tepi ke arah tengah kornea (serpinginous). karbensilin yang diberikan secara lokal subkonjungtiva serta intravena.

dapat disebabkan oleh efek langsung suatu infeksi atau merupakan fenomena alergi terhadap antigen dari luar atau antigen dari dalam.Apabila memungkinkan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tes sensitivitas untuk dapat memilih obat jamur yang spesifik. fibrin.Sakit terbatas di daerah periorbita dan mata serta bertambah sakitnya bila dihadapkan pada cahaya dan tekanan. makrofag. Uveitis Anterior Keluhan pasien pada awalnya dapat berupa sakit di mata. Fibrin dimaksudkan untuk menghambat gerakan kuman akan tetapi justru mengakibatkan perlekatan-perlekatan misalnya perlekatan iris pada permukaan lensa (sinekia posterior). fotofobia. Radang iris dan badan siliar menyebabkan rusaknya Blood Aqueous Barrier sehingga terjadi peningkatan protein.Sakit mata lebih nyata pada iridosiklitis akut daripada iridosiklitis kronik dan sangat hebat bila disertai dengan keratitis. Pengobatan obat anti jamur dengan spektrum luas. dan lakrimasi. dan sel-sel radang dalam humor akuos yang tampak pada penyinaran miring menggunakan sentolop atau akan lebi jelas bila menggunakan slit lamp. yang bisa ditemukan juga pada permukaan lensa dan sudut bilik mata depan. sakit kepala. sel plasma dapat membentuk presipitat keratik yaitu sel-sel radang yang menempel pada permukaan endotel kornea. Sel-sel radang yang terdiri atas limfosit. Fusarium dan sefalosporim menginfeksi kornea setelah suatu trauma yang disertai lecet epitel. Akumulasi sel-sel radang dapat pula terjadi pada tepi pupil disebut Koeppe nodules. UVEITIS Peradangan uvea biasanya unilateral. . hal ini dimungkinan oleh penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam waktu yang lama atau pemakaian kortikosteroid jangka panjang. Pada iridosiklitis yang berat sel radang dapat sedemikian banyak hingga menimbulkan hipopion. berkas sinar yang disebut fler. berminyak disebut mutton fat keratic precipitate. Apabila presipitat keratik ini besar.Tukak kornea oleh jamur akhir-akhir ini banyak ditemukan. bila di permukaan iris disebut Busacca nodules.

media refraksi keruh. tetes mata steroid 4-6 x sehari tergantung pada beratnya penyakit. kortikosteroid oral diberikan apabila pemberian lkal dipertimbangkan tidak cukup. antibiotik diberikan apabila mikroorganisme penyebab diketahui. Dari pemeriksaan akan didapatkan Terdapat injeksi siliar. prinsipnya untuk membuat pupil selebar-lebarnya dan tetap tinggal lebar selama 2 minggu. COA : dangkal atau sedang.Pada uveitis anterior supuratif dapat disertai gejala umum sepertii panas. fler serta sel dalam bilik mata depan serta endapan fibrin pada pupil yang dapat menyebabkan sinekia posterior. lensa : glaukoma flicken. 2 tetes tiap 15 menit selama beberapa jam  Manitol hipertonis 20% I. sakit kepala dan terus muntah-muntah. tekanan intraokular sangat tinggi. Dalam anamnesis. presipitat keratik. GLAUKOMA AKUT Seseorang yang datang dalam fase serangan akut glaukoma memberi kesan seperti orang yang sakit berat dan kelihatan payah. Iris : sinekia (-).5-3 gram/kgBB bila gliserol tidak berhasil . Penderita sendiri memegang kepalanya karena sakit. sering dikiranya seorang penderita dengan suatu penyakit sistemik. keluarganya akan menceritakan bahwa sudah sekian hari penderita tidak bisa bangun. konjungtiva : Injeksi siliar. menggigil. nyeri dirasakan di dalam dan di sekitar mata. ditemukan bengkak palpebra. Pemberian obat-obatan untuk menurunkan TIO pre-operasi :  Gliserin gliserol oral 1 ml/kgBB dalam larutan 50% dicampur air jeruk dingin  Pilokarpin 2%.V 1. Terapi : Glaukoma sudut tertutup merupakan keadaan darurat bedah mata. kornea : edema. dan sebagainya. kadang-kadang pakai selimut. gelisah. Pengobatan Iridosiklitis adalah tetes mata sulfas atropin 1 %. funduskopi : papil hiperemis. Penglihantannya kabur sekali dan dilihatnya warna pelangi di sekitar lampu. pupil : middilatasi / iridoplegi.Hal inilah yang mengelabui dokter umum. Pada pemeriksaan. visus menurun (kadang sampai 1/~). mereka diantar oleh orang lain atau dipapah.

Di dalam badan kaca ditemukan masa putih abu-abu.M  Untuk nyeri bila perlu meperidin 100 mg I. konjungtiva kemotik dan merah. Bila mual diberi asetazolamid 500 mg I. streptokok. Kekeruhan ataupun abses di dalam badan kaca. aspergilus. bentuk abses satelit .Jamur yang sering mengakibatkan endoftalmitis supuratif adalah aktinomises.Endoftalmitis yang disebabkan jamur masa inkubasi lambat kadang-kadang sampai 14 hari setelah infeksi dengan gejala mata merah dan sakit. Penyebab endoftalmitis supuratif adalah kuman dan jamur yang masuk bersama trauma tembus (eksogen) atau sistemik melalui peredaran darah (endogen). Endoftalmitis eksogen dapat terjadi akibat trauma tembus atau infeksi sekunder pada tinclakan pembedahan yang membuka bola mata. Operatif tetap diperlukan baik tekanan intraokular sudah bisa diturunkan ataupun belum. kelopak merah dan bengkak. jamur. hipopion ringan. Pasien biasanya mengeluhan nyeri dan mata merah. pneumokok. keadaan ini akan memberikan refleks pupil berwama putih sehingga gambaran seperti retinoblastoma atau pseucloretinoblastoma.M atau analgetik lain. Peradangan supuratif di dalam bola mata akan memberikan abses di dalam badan kaca. fitomikosis sportrikum dan kokidioides. ataupun parasit dari fokus infeksi di dalam tubuh. Berbentuk radang supuratif di dalam rongga mata dan struktur di dalam nya. pseudomonas dan basil sublitis. biasanya akibat infeksi setelah trauma atau bedah. Endoftalmitis endogen terjadi akibat penyebaran bekteri. atau endogen akibat sepsis. ENDOFTALMITIS Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata. bilik mata depan keruh yang kadang-kadang disertai dengan hipopion. kelopak sukar dibuka.Peradangan yang disebabkan bakteri akan memberikan gambaran klinik rasa sakit yang sangat.Bakteri yang sering merupakan penyebab adalah stafilokok. komea keruh.

Sedang bila pnemokokus. subkonj. Neiseria . Pseudomonas diobati dengan gentamisin. Penyebabnya jamur cliberikan amfoterisin B150 mikro gram sub . kemosis - kornea : keruh - COA : hipopion - Pupil. streptokokus dan stafilokokus . Subkonj. dengan gentamisin. basitrasin (topikal). tobramisin dan karbesilin (top. Endoftalmitis diobati dengan antibiotika melalui periokular atau subkonjungtiva.penisilin G (top. Batang gram negatif lain gentamisin (top. tobramisin dan karbesilin (top. Antibiotik yang sesuai untuk kausa bila kuman adalah stafilokok. Sikloplegik diberikan 3 kali sehari tetes mata. injeksi konjungtiva. Penyulit endoftamitis adalah bila proses peradangan mengenai ketiga lapisan mata (retina koroid dan sklera) dan badan kaca maka akan mengakibatkan panoftalmitis. dengan proyeksi sinar yang baik. . Enukleasi dilakukan bila mata telah tenang dan ftisis bulbi.konjungtiva. subkonj.penisilin G (top. Apabila pengobatan gagal dilakukan eviserasi. dan IV). subkonj dan IV). metisilin (subkojuntiva dan IV). injeksi siliaris.di dalam badan kaca. Dari hasil pemeriksaan akan ditemukan - visus sangat menurun (1/300 sampai 1/~) - sekret (+/-) - konjungtiva bulbi /. dan IV). Prognosis endoftamitis dan panoftalmitis sangat buruk terutama bila disebabkan jamur atau parasit. iris dan lensa biasanya sulit dinilai - Funduskopi sulit dinilai - USG : gambaran endoltalmitis - TIO meningkat Pengobatan yang dapat diberikan berupa Antibiotik topikal dan sistemik ampisilin 2 gram/hari dan kloramfenikol 3 gram/hari. Batang gram negatif. dan IV). Kortikosteroid dapat diberikan dengan hati-hati. hiperemis. Subkonj. dan IV).

Laila Farhana 2011730147 HISTOLOGI MATA Secara histologis. yaitu retina yang terdiri atas lapisan epitel pigmen luar dan lapisan retina sebenarnya di dalam. tetapi tetap paralel terhadap permukaan organ dan cukup banyak mengandung substansi dasar dan beberapa fibroblas. Di bawah lapisan epitel kornea terdapat lapisan homogen tebal yang terdiri dari serat-serat . Struktur sklera terdiri atas jaringan ikat padat yang liat. Sedangkan. Setiap mata terdiri atas 3 lapis konsentris. lapisan tengah atau disebut juga lapisan vaskular atau traktus uveal yang terdiri atas koroid. dan meneruskan informasi visual ke susunan saraf pusat. Retina fotosensitif sebenarnya berhubungan dengan susunan saraf pusat melalui nervus optikus dan meluas ke depan menuju ora serrata. Kornea terdiri atas 5 lapisan. dan iris . Masa pergantian sel-sel ini lebih kurang 7 hari. mengolah. membran Descemet. membran Bowman. sebuah lensa untuk memfookuskan bayangan. fibroblas dan serat elastin. yaitu lapisan luar yamg terdiri dari sklera dan kornea . Sklera merupakan lapisan luar dari mata yang berada pada 5/6 posterior mata. lapisan dalam . Permukan luar sklera yaitu episklera dihubungkan oleh sebuah sistem longgar serat-serat kolagen halus pada lapisan padat jaringan ikat yang disebut simpai Tenon. Sklera berbentuk opak dan berwarna putih. yang terutama terdiri dari berkas kolagen pipih yang berjalin. dan endotel. dan mendapatkan metabolit melalui difusi dari pembuluh darah yang berdekatan serta dari cairan kamera okuli anterior. Epitel kornea merupakan epitel berlapis pipih tanpa lapisan tanduk dan terdiri ats 5 atau 6 lapisan sel. korpus siliar. Di antara simpai Tenon dan sklera terdapat ruang Tenon. Sklera relative avaskular. serta sistem sel dan saraf yang berfungsi menampung. bagian 1/6 anterior mata tidak berwarna dan transparan yang disebut kornea. yaitu lapisan epitel. Berbeda dengan bagian posterior. selapis selsel fotosensitif. setiap mata mengandung sebuah bola fibrosa kuat yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk mata. di antara sklera dengan koroid terdapat lamina suprakoroid yang merupakan lapisan tipis jaringan ikat longgar dengan banyak melanosit. Ruang ini memungkinkan bola mata dapat bergerak memutar ke segala arah. stroma.

retina hanya terdiri . Lapisan tengah (vaskular) mata terdiri atas 3 bagian. dan serat elastin. Di antara pembuluh darahnya terdapat jaringan ikat longgar dengan banyak fibroblas. makrofag. Membran Bruch terdiri atas 5 lapisan. Koroid merupakan lapisan yang sangat vaskular. serta banyak terdapat melanosit dalam lapisan ini. Di bawah stroma terdapat membran Descemet yang merupakan struktur homogen tebal yang terdiri atas filamen kolagen halus yang tersusun dalam bentuk 3 dimensi. Secara histologis. sel mast. sel plasma. Sel dan serat dari stroma berada dalam substansi glikoprotein amorf yang metakromatik yang banyak mengandung kondroitin sulfat. serta ditutupi oleh lamina basal dari kapiler lapisan koriokapiler pasa satu sisi dan lamina basal dari epitel pigmen pada sisi lain. yaitu membran Bruch. Serabut kolagen di dalam setiap lamel saling berjajar pararel dan melintasi seluruh lebar kornea. limfosit. Lapisan ini merupakan membran Bowman yang sangat membantu stabilitas dan kekuatan kornea. Lapisan ketiga. Terdapat membran hialin amorf tipis yang memisahkan lapisan koriokapiler ini dari retina. korpus siliaris. yaitu stroma terdiri dari banyak lapisan berkas kolagen paralel yang saling menyilang secara tegak lurus. Lapisan dalam dari koroid terdapat lapisan koriokapiler yang mengandung lebih banyak pembuluh darah kecil dari bagian luarnya. Lapisan terakhir adalah endotel kornea yang merupakan epitel selapis pipih. yang merupakan cincin tebal yang utuh pada permukaan dalam bagian anterior sklera. dan melanosit. pembuluh darah. korpus siliaris terdiri atas jaringan ikat longgar dengan banyak serat elastin. Ia memiliki fungsi penting untuk nutrisi retina. Korpus Siliaris adalah sebuah perluasan koroid ke anterior setinggi lensa. dan iris.kolagen yang bersilangan secara acak dan pemadatan substansi interselular tanpa sel. Di antara lapisan-lapisan ini terjepit juluran-juluran sitoplasma fibroblas yang tampak pipih mirip sayap kupu-kupu. Pada potongan melintang berbentuk segi tiga . yaitu koroid. Korpus silliaris mengelilingi muskulus siliaris yang terdiri dari 2 berkas serat otot polos yang berinsersi pada sklera di anterior dan pada berbagai daerah dari korpus silliaris di posterior. dengan jalinan serat elastin pada lapisan tengahnya dan dilapisi oleh lapisan serat kolagen pada kedua permukaaannya. serat kolagen. Sel-sel ini memiliki organel khas bagi selsel yang secara aktif mentranspor dan membuat protein untuk sekresi. Pada daerah korpus siliaris.

Prosessus Silliaris merupakan juluran mirip rabung dari korpus siliaris. dengan rabung dan alur. Lapisan berikutnya adalah jaringan ikat longgar yang sangat vaskular. dengan demikian membentuk “ humor akueus”. Iris dibentuk oleh sel pigmen tidak utuh dan fibroblast. yaitu simpai lensa. Sebagai pusatnya adalah jaringan ikat longgar & banyak kapiler bertingkat yang ditutupi 2 lapisan epitel. dipenuhi oleh granul-granul melanin. Sel-sel ini secara aktif mentransport unsur plasma kedalam bilik posterior. epitel subkapsular dan serat lensa. Dibawah lapisan ini. Sel-sel tanpa pigmen dari lapisan dalam memiliki lipatan basal & interdigitasi luas ( khas untuk sel pertransport ion ). iris berbentuk rata dan melapisi badan siliar dan prosesusnya. Iris mengandung berkas otot polos yang tersusun melingkari pupil dan membentuk “muskulus kontruktor pupil ” di Iris. Lensa merupakan struktur berbentuk bikonveks yang sangat elastis. terdiri atas kolagen tipe IV dan glikoprotein amorf. Lensa memiliki 3 komponen utama. sedikit pembuluh darah. serta bersebelahan dengan massa utama korpus siliaris. ditemui jaringan ikat. Struktur histologi simpai lensa merupakan membrana basal yang sangat tebal. Lapisan kedua yang menutupi lapisan pertama berasal dari lapisan sensoris retina dan terdiri atas epitel selapis silindris tanpa pigmen.Permukaan anterior iris tidak teratur dan kasar . fibroblast dan melanosit. Lapisan yang langsung berbatasan dengan korpus siliaris terdiri atas epitel selapis silindris yang banyak mengandung melanosit. Simpai lensa atau kapsul lensa ( pembungkus ) memiliki tebal kurang lebih 10-20 mikrometer. Dari prosessus siliaris muncul zonula ( serat –serat oksitalan ) . yaitu cairan dengan komposisi sama seperti plasma dengan kadar protein kurang dari 0.atas 2 lapisan sel. Epitel supkapsular terdiri atas . Melanosit pada stroma iris menentukan warna mata. bersifat homogen.B anyaknya pigmen mencegah masuknya cahaya. Pada permukaan posterior. Epitel dalam berhubungan dengan bilik posterior . dan kaya karbohidrat .1 % ( plasma 7%). refraktil. serta dilapisi oleh 2 lapisan epitel. Iris adalah perluasan koroid yang menutupi sebagian lensa dengan menyisakan lubang bulat di pusat yang disebut pupil. . yang berinsersi dalam capsula lentis dan berorigo dimembrana basal sel-sel dalam membrana basal sel-sel berpigmen luar . serat. Iris merupakan bagian anterior dari uvea yang memberikan warna pada bola mata . Epitel luar memiliki juluran mirip lidah dengan bagian basal radier dan dipenuhi miofilamen yang overlapping membentuk “muskulus dilatator pupil” dari iris.

selapis sel epitel kuboid yang hanya pada permukaan anterior lensa. Serat lensa, tersusun
memanjang dan tampak sebagai strukur tipis & pipih. Serat lensa merupakan sel yang
berkembang jauh berasal dari sel epitel subkapsular, yang akhirnya kehilangan inti dan organel
lain dan menjadi sangat panjang 7-10 mm, lebar 8-10 mikrometer, tebal 2 mkrometer. Serat lensa
berisikan sekelompok protein yang disebut “kristalin”. Produksi serat lensa berlangsung seumur
hidup, namun makin lama makin berkurang.
Korpus vitreus menempati ruang mata dibelakang lensa dan merupakan gel transparan yang
terdiri dari air, 99%, kolagen, glikosaminoglikan yang berhidrasi berat, yang unsur utamanya
adalah asam hialuronat.
Retina adalah lapisan dalam bola mata yang terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian posterior
yang fotosensitif dan bagian anterior yang tidak fotosensitif, menyusun lapisan dalam korpus
siliaris dan bagian posterior iris. Epitel pigmen terdiri atas sel silindris dengan inti dibasal.
Dearah basal sel melekat erat pada membran Bruch dan membran sel memiliki banyak invaginas
basal. Membran lateral sel menunjukkan tautan sel dengan zonula okludens dan zonula adherens
yang mencolok pada apeksnya, selain pada desmosom & taut rekah. Apeks sel memiliki banyak
juluran dari 2 jenis mikrovili langsing dan selubung silindris yang membungkus ujung-ujung dari
fotoreseptor. Apeks sel penuh vesikel padat dengan berbagai bentuk yang merupakan berbagai
tahap fagositosis dan pencernaan ujung-ujung segmen luar fotoreseptor.
Retina pars optika terdiri atas lapisan luar, yang terdiri dari sel-sel fotosensitif, yaitu sel
batang (rods) dan sel kerucut (cones), lapisan tengah neuron bipolar yang menghubungkan sel
batang & kerucut dengan sel ganglion, dan lapisan dalam sel-sel ganglion yang berhubungan
dengan sel bipolar melalui denrit dan mengirim akson ke susunan saraf pusat. Akson –akson
berkumpul pada papil optikus membentuk nervus optikus,
Di antara lapisan batang dan kerucut dan sel-sel bipolar terdapat daerah yang disebut
lapisan pleksiform luar atau lapisan sinaptik, tempat terbantuknya sinaps antara sel rods dan
cones. Daerah tempat terbentuknya sinaps sel bipolar den sel ganglion disebut lapisan pleksiform
dalam.
Struktur tambahan dari mata adalah konjungtiva, kelopak mata dan saluran air mata.
Konjungtiva adalah membrana mukosa tipis dan transparan yang menutupi bagian anterior mata
sampai kornea dan permukaan dalam kelopak mata. Struktur histologinya terdiri atas epitel

berlapis silindris dengan banyak sel goblet dan lamina propria yang terdiri atas jaringan ikat
longgar.
Kelopak mata adalah lipatan jaringan yang dapat digerakkan dan berfungsi untuk
melindungi mata. Kulit pada kelopak mata bersifat longgar & elastis .Ditemui 3jenis kelenjar
pada kelopak mata, yaitu kelenjar Meibom, kelenjar Zeis, dan kelenjar Moll. Kelenjar Meibom
adalah kelenjar sebasea panjang dalam lempeng tarsal yang tidak berhubungan dengan folikel
rambut. Kelenjar Zeis merupakan kelenjar sebasea kecil yang dimodifikasi dan berhubungan
dengan folikel bulu mata. Kelenjar keringat Moll berbentuk tubulus mirip sinus dan
mencurahkan sekretnya kedalam folikel bulu mata.
Alat lakrimalis terdiri atas kelenjar lakrimalis, kanalikuli, sakus lakrimalis dan duktus
nasolakrimalis. Kelenjar lakrimalis merupakan kelenjar tubuloalveolar yang terdiri atas sel-sel
jenis serosa. Kanalikuli memiliki garis tengah 1 mm dan panjang 8 mm. Kanalikuli dilapisi oleh
epital berlapis squamous yang tebal. Sakus lakrimalis terletak dalam fosa lakrimalis dan dilapisi
oleh epitel bertingkat silindris bersilia. Sedangkan duktus nasolakrimalis merupakan lanjutan ke
bawah dari sakus lakrimalis. Duktus nasolakrimalis membuka ke dalam meatus inferior, lateral
terhadap konka inferior dan dilapisi oleh epitel bertingkat silindris bersilia.
SkleraBerwarna putih, mengandung serabut kolagen, fibroblas, zat-zat utama
Kornea Transparan, tidak berwarna, mengandung 5 lapisan:

 Epitel
 Membran Bowman
 Lamina propria
 Membran Descemet
 Endotel
KoroidDibagi menjadi 4 lapisan:
1. SuprakoroidMengandung lamella(merupakan membran tipis)
2. Pembuluh darah (stratum vasculosa)

 Lapisan luar: pembuluh darah besar
 Lapisan dalam: pembuluh darah sedang
3. Lamina koriokapiler  Mendistribusikan nutrisi untuk bagian terluar retina
4. Lamina vitrea, laminaelastika/basalis/membran Bruch
 Merupakan membran non-selular, ada 2 lapisan:
 Lamella elastika eksterna (sangat tipis)
 Lamella kutikula interna (lebih tebal)
Badan SiliarisDibagi atas 2 zona:
1. Orbikulus Silliaris (Pars Plana)
2. Korona Silliaris (Pars Plicata)

Iris  yang membagi 2 bilik (anterior dan posterior)

Bilik anterior : didepan iris

Bilik posterior : dobelakang iris.

Badan vitreous :bahan berbentuk agar-agar transparan yang dibatasi oleh : lensa,
membran bagian dalam retina. membran posterior zonula.

LensaLensa merupakan suatu organ transparan, dengan bentuk bikonveks.Lensa memiliki 3
komponen struktur:

diskus optikus. Epitel pigmen 2. kecuali pada fovea centralis. Membran limitan luar 4. yaitu: 1.1. Korteks: Terdiri dari korteks anterior (depan nukelus) dan korteks posterior (belakang nukleus). 2. 3. Lapisan nukleus luar/lapisan granular 5. Lapisan batang dan kerucut 3. Kapsul lensa : berisi serat-serat lensa yang terbentuk oleh sel-sel epitel. Lapisan fleksiformis luar/lapisan molekular . RetinaMemiliki 10 lapisan. Nukleus: Terletak pada bagian sentral. sepitel selapis kuboid hanya ada pada permukaan lensa.

6. Lapisan nukleus dalam/lapisan granular
7. Lapisan fleksiformis dalam/lapisan molekular
8. Lapisan sel ganglion
9. Lapisan serabut saraf
10. Membran limitan dalam

Rezky Pratama
2. FISIOLOGI MATA
Mata menangkap pola iluminasi dalam lingkungan sebagai suatu gambaran optik pada
sebuah lapisan sel-sel peka cahaya, yaitu retina, seperti sebuah kamera menangkap bayangan
pada film.
Tidak semua cahaya yang melewati kornea akan mencpai fotoreseptor peka cahaya
karena adanya iris. Ukuran pupil yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk dapat
disesuaikan variasi kontraksi otot-otot iris. Otot iris yang sirkuler bila berkontraksi akan
menyebabkan terjadinya miosis (diameter pupil mengecil), otot sirkuler dipersarafi saraf
parasimpatis. Bila otot radial berkontraksi akan terjadi hal yang sebaliknya yaitu midriasis, otot
ini dipersarafi oleh saraf simpatis.
Pembelokan suatu cahaya (refraksi) terjadi ketika berpindah dari satu medium dengan
kepadatan yang berbeda dengan medium yang lain. Dua faktor berperan dalam derajat refraksi
yaitu sensitas komparatif dan sudut jatuhnya berkas cahaya di medium kedua.Dua struktur yang
paling penting dalam kemampuan refraktif mata adalah kornea dan lensa. Permukaan kornea
struktur yang paling pertama dilalui cahaya sewaktu masuk mata, yang melengkung berperan
paling besar dalam kemampuan refraktif total mata karena perbedaan densitas pertemuan
kornea/udara jauh lebih besar dibandingkan dengan perbedaan densitas lensa dan cairan yang
mengelilinginya. Kemampuan refraksi kornea seseorang tetap konstan karena kelengkungan
kornea seseorang tetap konstan karena kelengkungan kornea tidak pernah berubah.Sebaliknya,

kemampuan refraksi lensa dapat disesuaikan dengan mengubah kelengkungannya sesuai
keperluan untuk melihat dekat atau jauh.
Kemampuan menyesuaikan kekuatan lensa sehingga baik sumber cahaya dekat maupun
jauh dapat difokuskan di retina dikenal sebagai akomodasi.Kekuatan lensa bergantung pada
bentuknya, yang diatur oleh otot siliaris.Otot siliaris adalah otot polos melingkar yang melekat
ke lensa melalui ligamentum suspensorium.Ketika otot siliaris melemas, ligamentum
suspensorium tegang dan menarik lensa, sehingga lensa berbentuk gepeng dan kekuatan refraksi
minimal. Sebaliknya ketika otot siliaris berkontraksi maka ligamentum suspensorium akan
melemas sehingga lensa kurang mendapat tarikan sehingga berbentuk spheris (bulat), semakin
besar kelengkungan lensa semakin besar kekuatannya. Pada mata normal, otot siliaris melemas
dan lensa akan mendatar untuk penglihatan jauh, tetapi otot tersebut justru berkontraksi untuk
penglihatan dekat. Otot siliaris dikontrol oleh system saraf otonom.Serat saraf simpatis
menginduksi relaksasi otot siliaris untul penglihatan jauh, sementara serat saraf parasimpatis
menyebabkan kontraksi otot untuk penglihatan dekat.
Fungsi utama mata adalah untuk memfokuskan berkas cahaya dari lingkungan ke sel-sel
batang dan kerucut, sel fotoreseptor retina.Fotoreseptor kemudian mengubah energi cahaya
menjadi sinyal listrik untuk disalurkan ke SSP. Cahaya harus melewati lapisan ganglion dan
bipolar sebelum mencapai fotoreseeptor retina kecuali fovea.
Fotopigmen akan mengalami perubahan kimiawi apabila diaktifkan oleh cahaya. Suatu
fotopigmen terdiri dari protein enzimatik yang disebut opsin yang berikatan dengan retinen.
Ketika menyerap cahaya, molekul fotopigmen berdiosiasi menjadi kompoinenretinen dan
opsin, dan bagian retinenya menagalami perubahan bentuk yang mencetuskan aktivitas
enzimatik opsin.Secara spesifik, perubahan biokimiawi yang diinduksi oleh cahaya di
fotopigmen menyebabkan penutupan saluran Na+ gerbang zat perantara kimawi di segmen luar
membran.Saluran-saluran

ini

berespons

terhadap

second

messenger

cGMP,

yang

menghubungkan penyerapan cahaya fotopigmen dengan penutupan saluran Na+. konsentarsi
cGMP tinggi dalam keadaan gelap, menjaga saluran- saluran Na + tetap terbuka, dengan demikian
akan terjadi depolarisasi fotoresptor dan menahan saluran-saluran Ca2+ di terminal sinaps tetap
terbuka, sehingga zat perantara dapat dikeluarkan dalam keadaan gelap. Setelah terpajan cahaya
konsentrasi cGMP menurun menyebabkan penutupan saluran Na+ dan menimbulkan
hiperpolarisasi membran, sehingga terjadi penurunan pelepasan transmiter.Transmiter yang
dikeluarkan terminal sinaps fotoreseptor memiliki efek inhibisi pada sel bipolar.Penurunan

pengeluaran transmiter yang menyertai hiperpolarisasi membran mengurangi efek inhibisi pada
sel bipolar. Sel bipolar kemudian akan memperlihatkan potensial berjenjang yang serupa dengan
fotoreseptor, setelah itu terjadi juga potensial aksi di sel ganglion kemudian terjadi perambatan
poensial aksi ke korteks penglihatan di lobus oksipitalis iotak untuk persepsi penglihatan.
Penglihatan warna bergantung rasio stimulasi 3 jenis sel kerucut.Setipa sel kerucut
diaktifkan paling efektif oleh panjang gelombang yang berbeda dalam rentang yang ditentukan
oleh namanya- biru, merah atau hijau. Persentase stimulasi maksimum warna biru untuk merah,
hijau dan biru masing-masing adalah 0:0:100. Persentase stimulasi maksimum pada warna hijau
untuk merah, hijau dan biru masing-masing adalah 31:67:36. Persentase stimulasi maksimum
pada warna merah untuk merah, hijau dan biru masing-masing adalah 83:83:0. Jumlahtiaptiap
jenis sel kerucut yang dirangsang dikode dan disalurkan ke jalur-jalur yang terpisah ke otak.
Akibat refraksi, berkas-berkas cahaya dari separuh kiri lapangan pandang jatuh di
separuh kanan retina kedua mata. Demikian juga , berkas dari sepa=ruh kanan lapangan pandang
mencapai separuh kiri kedua retina. Tiap-tiap saraf optikus keluar dari retina membawa
informasi dari kedua belahan retina yang dipersarafi.Informasi ini dipisahkan sewaktu kedua
saraf optikus tersebut bertemu di kiasma optikus yang terletak di bawah hipotalamus. Di dalam
kiasma optikus, serat-seart dari separuh medial kedua retina bersilangan ke sisi yang berlawanan,
tetapi serat yang dari separuh lateral tetap di sisi yang sama. Berkas serat yang telah
meninggalkan kiasma optikus dikenal sebagai traktus optikus. Tiap-tiap traktus optikus
membawa informasi dari separuh lateral salah satu retina dan separuh medial retina yang lain.
Dengan demikian, persilangan parsial ini menyatukan serat-serat dari kedua mata mata yang
membawa informasi dari separuh lapangan pandang yang sama.

Penghentian pertama di otak untuk informasi dalam jalur penglihatan adalah nucleus
genikulatus lateralis di thalamus.Nucleus ini memisahkan informasi yang diterima dari mata dan
memancarkannya melalui berkas serat yang dikenal sebagai radiasi opikus ke bagian-bagian

misalnya penglihatan dekat.Gelombang cahaya mengalami divergensi kesemua arah dari setiap titik sumber cahaya. sehingga lensa konkaf berguna untuk memperbaiki kesalahan refraktif mata tertentu. Dua struktur utama dalam refraktif mata adalah kornea dan lensa. sebaliknya . sehingga permukaan refraktif mata bersifat konveks. Tidak semua serat di jalur penglihatan berakhir di korteks penglihatan.Dua faktor berperan dalam derajat refraksi : (1) Rasio indeks bias dari kedua medium.Fotoreseptor dimata hanya peka terhadap panjang gelombang antara 400 dan 700 nm.korteks yang berlainan. Visus dan Refraksi Cahaya adalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik yang terdiri dari paket-paket individual energi yang disebut foton dan berjalan menurut cara gelombang.Kemampuan refraksi kornea seseorang tetap konstan karena kelengkungan kornea tidak pernah berubah. Sebagian akan diproyeksikan ke daerah-daerah otak lain untuk tujuan selain persepsi penglihatan langsung. Lensa dengan permukaan konkaf (cekung) menyebabkan divergensi. Berkas cahaya akan mengalami pembelokan jika mengenai permukan medium lainnya kecuali dalam keadaan tegak lurus. Tiap-tiap belahan korteks penglihatan menerima informasi secara simultan dari bagian lapangan pandang yang sama dari kedua mata tersebut. Mekanisme Pembiasan Cahaya.Permukaan kornea yang melengkung berperan paling besar dalam kemampuan refraktif total mata. Suatu lensa dengan permukaan konveks (cembung) menyebabkan konvergensi berkas cahaya. (2) Sudut jatuhnya berkas cahaya di medium kedua. Pembelokan berkas cahaya (refraksi) terjadi ketika berkas berpindah dari satu medium ke medium lainnya dengan kepadatan yang berbeda. Pada proses penglihatan berkas cahaya yang bersifat divergen harus dibelokkan untuk difokuskan ke sebuah titik di retina untuk menghasilkan suatu bayangan akurat mengenai sumber cahaya.

Ketika otot siliaris melemas. otot siliaris melemas dan lensa mendatar untuk penglihatan jauh. maka akan terjadi penurunan kelenturan lensa yang dikenal dengan presbiopia. ligamentum suspensorium tegang dan menarik lensa.Ketika berkontraksi. pergantian sel hanya terjadi pada tepi luar lensa. yang diatur oleh otot siliaris.Otot siliaris dikontrol oleh sistem saraf otonom. Hal ini terjadi karena pada lensa. Seiring dengan peningkatan usia. . Mekanisme Akomodasi Proses meningkatnya kelengkungan lensa disebut akomodasi.Kekuatan lensa bergantung pada bentuknya. sementara bendabenda dekat difokuskan dibelakang retina walaupun mata sudah berakomodasi sehingga benda terlihat kabur. Pada orang presbiopia matanya akan terfokus secara permanen pada suatu jarak yang hampir tidak berubah-ubah. bagian atas untuk penglihatan jauh dan bagian bawah untuk penglihatan dekat. garis tengah otot ini berkurang dan tegangan di ligamentum suspensorium mengendur dan lensa meningkat kelengkungannya (semakin cembung). ssel-sel yang berada di tengah lensa tidak mengalami pergantian sehingga semakin meningkatnya usia akan menyebabkan kekakuan pada lensa. Kelainan Pembiasan Hiperopia (penglihatan Jauh) Hiperopia biasanya bisa disebabkan oleh bola mata terlalu pendek atau karena sistem lensa terlalu lemah.Serat-serat saraf simpatis menginduksi relaksasi otot siliaris pada penglihatan jauh.Penderita hiperopia memiliki penglihatan jauh lebih baik daripada penglihatan dekat. tetapi otot siliaris akan berkontraksi sehingga lensa menjadi lebih cembung pada penglihatan dekat. sehingga bisa dikoreksi dengan lensa konveks.Benda-benda jauh terfokus diretina hanya dengan akomodasi. Agar dapat melihat jarak dekat atau jauh dengan jelas. sehingga lensa berbentuk gepeng. sementara sistem parasimpatis menyebabkan kontraksi otot untuk penglihatan dekat.kemampuan refraksi lensa dapat disesuaikan dengan mengubah kelengkungannya sesuai untuk melihat dekat atau jauh. Pada mata normal. maka harus menggunakan kacamata bifokus.

Pembilangnya adalah 20 (jarak orang yang membaca huruf Snellen). Disamping itu. Ketajaman penglihatan normal adalah 20/20. Uji ketajaman penglihatan biasanya didefinisikan sebagai jarak pisah minimal. bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina. bayangan yang agak jauh akan tampak kabur dan bergelombang.Bola mata dalam keadaan normal berbentuk seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina (area sensitif mata). kontras antara rangsang dan latar belakang. Astigmatisma ini dapat dikoreksi dengan lensa silindris. dan lama waktu rangsang).Miopia (Penglihatan dekat) Keadaan ini bisa diakibatkan bola mata yang terlalu panjang atau karena daya bias sistem lensa terlalu kuat. Tajam Penglihatan Ketajaman penglihatan adalah fenomena yang kompleks dan dipengaruhi pleh berbagai macam-macam faktor.Sehingga orang myopia memiliki penglihatan dekat yang lebih baik daripada penglihatan jauh dan dapat dikoreksi dengan lensa konkaf. yaitu jarak terpendek yang masih memungkinkan 2 garis terlihat terpisah dan tetap terlihat sebagai 2 garis. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. Astigmatisma Astigmatisme atau mata silindris merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena lengkung kornea mata yang tidak merata. Sumber cahaya dekat dibawa ke fokus tanpa akomodasi (walaupun dalam keadaan normal akomodasi diperlukan untuk penglihatan dekat). seseorang dengan .Secara klinis ketajaman penglihatan sering ditentukan dengan menggunakan huruf-huruf Snellen yang dilihat dari suatu jarak 6 m (20 ft). penyebutnya adalah jarak terjauh dari huruf-huruf Snellen ( seorang normal dapat membaca garis terkecil yang dapat dibaca orang yang diperiksa). Sementara sumber cahaya jauh difokuskan didepan retina dan nampak kabur.Pada orang astigmatisme. faktor retina (keadaan sel kerucut).Faktor-faktor tersebut antara lain faktor optik (keadaan mekanisme pembentukan bayangan).Hasilnya dinyatakan dalam pecahan. dan faktor rangsang (penerangan.

sangat penting bagi kita untuk memahami penyebab dari mata merah dan juga dapat membedakan sebab-sebab dari kondisi ini. Silakan menikmati: Gambar diatas menunjukan anatomi dari mata. kita harus dapat membedakan apakah pasien diklasifikasikan sebagai memiliki mata merah yang disertai dengan penglihatan normal ataupun .ketajaman penglihatan 20/15 memiliki penglihatan yang lebih baik daripada normal. Sumbatan pembuluh darah akan menyebabkan cairan bola mata menjadi buram sehingga kemampuan melihat mata akan menurun.Lapisan paling luar dari mata disebut kornea. Berbicara tentang ketajaman penglihatan mata. lebih dari 40% dari masalah mata di negara berkembang memiliki gejala klinis mata merah.Menurut sebuah penelitian. dan seseorang yang memiliki ketajaman penglihatan 20/100 memiliki penglihatan yang dibawah normal Yunisa Putri Alur diagnostik mata merah Mata merah adalah kasus yang sering ditemui pada praktik klinik sehari-hari.Kornea dilapisi oleh selaput tipis yang disebut dengan konjungtiva. Mata merah disebabkan oleh terjadinya sumbatan dari pembuluh darah konjungtiva tersebut.Konjungtiva ini adalah daerah yang kaya dengan pembuluh darah.Oleh karena itu.

Misalnya. apabila mata mengeluarkan cairan yang pus. karena dari pengamatan tersebut kita dapat mengira etiologi penyebab kelainan mata tersebut. Diagram ini akan memudahkan kita dalam mengklasifikasikan penyebab dari mata merah: Pengamatan yang seksama dari mata pasien sangat penting.Wawancara dengan pasien dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kelainan- . Setelah kita mengklasifikasikan berdasarkan visusnya.Sedangkan.pasien memiliki mata merah dengan penurunan visus. apabila mata mengeluarkan air dalam jumlah besar maka dapat diduga penyebabnya adalah alergi atau virus. maka dapat diduga bahwa penyebabnya adalah bateri.

biasanya pasien merasakan rasa sakit yang cukup hebat. inflamasi dari sklera. 3. mata merah yang disebabkan oleh virus tidak menimbulkan rasa sakit yang parah. . Apabila mata tersentuh akan terasa sakit.Misalnya. Pendekatan klinis dari mata merah: Beberapa penyebab mata merah yang sering dijumpai di klinik: 1.Alergi: Alergi bisa disebabkan oleh debu. 4.Glaukoma: Pasien glaukoma bisanya merasakan rasa sakit yang luar biasa.Ada perasaan mengganjal di mata. haemophilus influenzae. enterovirus.Tanda yang khas adalah keluarnya banyak cairan dari mata.Virus: Virus yang sering menyebabkan mata merah biasanya adalah adenovirus. coxasckievirus. 5. tes tonometri dapat digunakan untuk mengukur tekanan mata. Ketajaman penglihatan pasien biasanya akan menurun. orang yang sering bekerja di luar (outdoor worker) memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terkena penyakit pterygium. biasanya rasa sakit akan meningkat apabila terjadi pergerakan mata. Apabila penyebab mata merah adalah alergi biasanya mata menjadi merah dan ada rasa gatal yang terasa sangat kuat. epstein barr virus. Mata sangat berair .Bakteri: Apabila penyebab mata merah adalah bakteri. Kontak dengan pasien yang sebelumnya terkena infeksi mata merupakan faktor risiko dari konjunctivitis dan juga penggunaan kontak lens merupakan salah satu faktor risiko dari keratitis. maka dapat diduga bahwa pasien terkena glaukoma. Pupil juga tidak bereaksi dengan baik dengan cahaya. 2. Biasanya. bulu-bulu atau parasit yang hidup di rumah kita.Pathogen yang biasanya menyebabkan infeksi bakteri adalah streptoccocus pneumoniae. HSV maupun influenza.Scleritis: Mata merah juga dapat disebabkan oleh skleritis.kelainan mata. Apabila mata merah disebabkan oleh skleritis. Tes-tes lanjutan juga dapat dilakukan untuk menentukan penyebab dari mata merah. Rasa sakit bisa jadi seperti menyengat.Ketajaman penglihatan biasanya tetap terjaga.Misalnya.Apabila terjadi peningkatan tekanan mata.Mata juga memiliki ketajaman penglihatan yang normal.

Sangat banyak hal yang dapat menyebabkan mata merah. Ciprofloxacin HCl (Baquinor® TM) . Maka. Sulfacetamid Na (Albucid®) 1. • jangan menyentuh kedua mata dengan kain yang sama • Berhenti memakai lensa kontak.Diperlukan banyak tes untuk menyingkirkan penyebab kelainan mata tersebut. kompres hangat untuk konjungtivitis bakteri atau virus. • Cobalah obat tetes mata antiinflamasi atau antiinfeksi. masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus. juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus dengan berbagai golongan. Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam bentuk tetes atau salep. (sesuai gejala) GOLONGAN TETES MATA ANTIINFEKSI Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba. diagnosis kelainan mata merah sangat sulit Penanganan awal mata merah • Jangan menggisik mata karena bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut. • Kompres air dingin membantu meringankan konjungtivitis alergi. Berikut ini jenis zat aktif yang ada dalam obat antiseptik dan antiinfeksi mata : 3.

tampak kemerahan. Staphyllococcus aureus. Oxytetracycline dan turunannya (Terra-cotril®) 8. Pengobatan bergantung kepada penyebabnya dapat berupa antibiotika. Cendo Gentamycin® TM) 7. virus. Tobramycin (Tobradex®) 8. Sedangkan sediaan salep matanya Neomycin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat atau Bacitracin 10. Ikamicetin®. Cendo Floxa®) 6. silau. 7. Streptococcus epidermidis. adanya secret/kotoran mata. Cendo Fenicol®. buram atau kelopak mata bengkak. Sagestam® TM. Cendo Vision®. Ofloxacin (Tarivid® TM) 11. anti alergi. Dibekacin Sulfat (Dibekacin Meiji® TM) 5. Misalnya Cendo Lyteers®. Kombinasi Neomycin Sulfat dan antibiotik lainnya Untuk sediaan tetes mata Neomisin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat dan Phenylephrine atau Polymixin B Sulfat dan Gramicidin.Ulkus kornea yang disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa. Sediaan dgn kombinasi: Cendo Mycos® (dgn Hydrocortison). Chloramphenicol dan kombinasinya Sediaan Chloramphenicol: Colsancetine®. Ofloxacin (Tarivid® TM. jamur dan alergi. . Streptococcus pneumoniae. Acyclovir ANTIINFLAMASI Peradangan pada mata sering disebabkan oleh infeksi bakteri. 4. Vision® dan Voltaren Opthma®. Serratia marcescens. Gejala yang dirasakan pasien misalnya mata berair dan gatal.anti inflamasi. Streptococcus viridans. 6. Gentamycin Sulfat (Garamycin® TM. anti jamur dan anti virus.

Sementara sumber cahaya jauh difokuskan didepan retina dan nampak kabur.Penderita hipermetropia memiliki penglihatan jauh lebih baik daripada penglihatan dekat. bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina.Sehingga orang myopia memiliki penglihatan dekat yang lebih baik daripada penglihatan jauh dan dapat dikoreksi dengan lensa konkaf. Sumber cahaya dekat dibawa ke fokus tanpa akomodasi (walaupun dalam keadaan normal akomodasi diperlukan untuk penglihatan dekat). sementara benda-benda dekat difokuskan dibelakang retina walaupun mata sudah berakomodasi sehingga benda terlihat kabur.Pada orang astigmatisme.Benda-benda jauh terfokus diretina hanya dengan akomodasi. Miopia (Penglihatan dekat) Keadaan ini bisa diakibatkan bola mata yang terlalu panjang atau karena daya bias sistem lensa terlalu kuat.Bola mata dalam keadaan normal berbentuk seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina (area sensitif mata). . Astigmatisma Astigmatisme atau mata silindris merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena lengkung kornea mata yang tidak merata. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. sehingga bisa dikoreksi dengan lensa konveks.Mahardika PERBEDAAN MEKANISME PENGLIHATAN MATA KABUR DAN PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN Kelainan Pembiasan Hipermetropia (penglihatan Jauh) Hipermetropia biasanya bisa disebabkan oleh bola mata terlalu pendek atau karena sistem lensa terlalu lemah.

Astigmatisma ini dapat dikoreksi dengan lensa silindris. bayangan yang agak jauh akan tampak kabur dan bergelombang.Faktor-faktor tersebut antara lain faktor optik (keadaan mekanisme pembentukan bayangan). pneumococci. Tajam Penglihatan Ketajaman penglihatan adalah fenomena yang kompleks dan dipengaruhi pleh berbagai macam-macam faktor.Hasilnya dinyatakan dalam pecahan. dan seseorang yang memiliki ketajaman penglihatan 20/100 memiliki penglihatan yang dibawah normal Perbedaan Mata Merah Oleh Virus dan Bakteri Virus Penyebab yang memimpin dari suatu mata merah yang meradang adalah infeksi virus. penyebutnya adalah jarak terjauh dari huruf-huruf Snellen ( seorang normal dapat membaca garis terkecil yang dapat dibaca orang yang diperiksa). Bakteri Bakteri yang paling umum menyebabkan mata merah yang infeksius adalah staphylococci.Secara klinis ketajaman penglihatan sering ditentukan dengan menggunakan huruf-huruf Snellen yang dilihat dari suatu jarak 6 m (20 ft). dan faktor rangsang (penerangan. seseorang dengan ketajaman penglihatan 20/15 memiliki penglihatan yang lebih baik daripada normal.Disamping itu. gejala-gejala virus seperti influensa. Ketajaman penglihatan normal adalah 20/20. dan lama waktu rangsang). faktor retina (keadaan sel kerucut). kontras antara rangsang dan latar belakang. . Uji ketajaman penglihatan biasanya didefinisikan sebagai jarak pisah minimal. dihubungkan lebih banyak dengan suatu pengeluaran cairan yang tidak berwarna hijau atau kuning. yaitu jarak terpendek yang masih memungkinkan 2 garis terlihat terpisah dan tetap terlihat sebagai 2 garis. dan streptococci. Pembilangnya adalah 20 (jarak orang yang membaca huruf Snellen).

dan molluscum contagiosum. Mukopurulen 3 Konjuntivitis Membran 4 Konjungtivitis Folikular 5 Konjungtivitis Vernal 6 Konjungtivitis Flikten Konjungtivitis Kataral . kemosis. eksudat dengan sekret yang lebih nyata di pagi hari. mata merasa seperti ada benda asing. alergi toksik.Konjungtivitis Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva. klamidia. lakrimasi. Konjunctivitis dapat disebabkan bakteri. hipertrofi papil. granulasi. biasanya terdiri dari hyperemia konjungtiva disertai dengan pengeluaran secret. pseudomembran. membrane. folikel. pseodoptosis akibat kelopak membengkak. Jenis Konjungtivitis dapat ditinjau dari penyebabnya dan dapat pula ditinjau dari gambaran klinisnya yaitu : 1 Konjungtivitis Kataral 2 Konjungtivitis Purulen. dan adenopati preaurikular. Biasanya sebagai reaksi konjungtivitis akibat virus berupa terbentuknya folikel pada konjungtiva. virus. Gambaran klinis yang terlihat pada konjungtivitis dapat berupa hiperemi konjungtiva bulbi (injeksi konjungtiva). flikten.

kloromisetin. Pengobatan Pengobatan konjungtivitis purulen harus intensif. Gambaran Klinis Injeksi konjungtiva. mukopurulen (tergantung penyebabnya). tanpa flikten. seperti : tetrasiklin. Diplobasil Morax Axenfeld dan basil Koch Weeks. Apabila penyebabnya karena inf. tanpa folikel. antara lain stafilokok aureus.Etiologi Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. bakteri maka dapat diberikan antibiotik. Mata harus selalu dibersihkan dari sekret sebelum pengobatan. yaitu infeksi golongan Neisseria (gonokok atau meningokok) dan golongan klamidia (klamidia okulogenital) Gambaran Klinis Gambaran konjungtiva tarsal hiperemi seperti pada konjungtivitis kataral. pada bayi (terutama yang berumur di bawah 2 minggu) bila dijumpai konjungtivitis purulen. tanpa cobble-stone. perlu dipikirkan dua kemungkinan penyebab. hiperemi konjungtiva tarsal. Konjungtivitis Purulen ditandai sekret purulen seperti nanah. Konjungtivitis Purulen. Dapat disertai blefaritis atau obstruksi duktus lakrimal. dan lain-lain. Bisa juga disebabkan oleh virus. Penderita harus dirawat diruang isolasi. . Pada infeksi virus dianjurkan pemakaia sulfasetamid atau obat anti-virus seperti IDU untuk infeksi Herpes Simplek. misalnya Morbili. kadang disertai adanya pseudomembran sebagai massa putih di konjungtiva tarsal. mukus. atau bahan kimia seperti bahan kimia basa (keratokonjungtivitis) atau bahan kimia yang lain dapat pula menyebabkan tandatanda konjungtivitis kataral. terdapat sekret baik serous. Mukopurulen Etiologi Pada orang dewasa disebabkan oleh infeksi gonokok. Herpes Zoster Oftalmik dapat pula disertai konjungtivitis. Pengobatan Pengobatan Konjungtivitis Kataral tergantung kepada penyebabnya. Pneumokok.

perlu diberikan antitoksin difteria 20. konjungtivitis follikular toksik dan konjungtivitis follikular yang tidak diketahui penyebabnya. diberikan antibiotik yang sensitif.Antibiotik lokal dan sistemik  AB sistemik pd dewasa : Cefriaxone IM 1 g/hr selama 5 hr + irigasi saline atau Penisilin G 10 juta IU/IV/hr selama 5 hr + irigasi  AB sistemik pd neonatus : Cefotaxime 25 mg/kgBB tiap 8-12 jam selama 7 hr atau Penisilin G 100. Untuk mencegah gangguan jantung oleh toksin difteria.000 unit/KgBB. Pengobatan Tergantung pada penyebabnya.Massa ini ada dua jenis. Konjungtivitis Folikular Dikenal beberapa jenis konjungtivitis follikular. pada anak-anak diberikan penisillin dengan dosis 50. Gambaran Klinis Penyakit ini ditandai dengan adanya membran/selaput berupa masa putih pada konjungtiva tarsal dan kadang juga menutupi konjungtiva bulbi. . yaitu membran dan pseudomembran. Apabila penyebabnya infeksi Streptokok B hemolitik.Konjungtivitis Pseudomembran disebabkan oleh infeksi yang hiperakut. yaitu konjungtivitis viral.000 unit 2 hari berturut-turut. diberi salep mata penisillin tiap jam dan injeksi penisillin sesuai umur.2 juta unit. konjungtivitis klamidia.000 IU/kgBB/hr dibagi dl 4 dosis selama 7 hr + irigasi saline Konjungtivitis Membran Etiologi Konjungtivitis Membran dapat disebabkan oleh infeksi Streptokok hemolitik dan infeksi difteria. Pada infeksi difteria. serta infeksi pneumokok. pada orang dewasa diberi injeksi penisillin 2 hari masing-masing 1.

Jenis Konjungtivitis Follikular 1 Kerato-Konjungtivitis Epidemi Etiologi Infeksi Adenovirus type 8. dianjurkan pemberian obat lokal sulfasetamid atau antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. kelopak mata membengkak. disamping tanda-tanda konjungtivitis follikular akut dan faringitis akut. subepitel. berbulanberbulan bahkan bertahun-tahun setelah sembuhnya penyakit. Faringitis timbul beberapa hari setelah timbulnya konjungtivitis follikular akut. Lebih sering mengenai dua mata. Kelenjar pre-aurikuler dapat membesar dan nyeri tekan. silau dan seperti ada pasir. Pengobatan Tidak ada pengobatan yang spesifik . 2 Demam Faringo-Konjungtiva Etiologi Penyebab paling sering adalah adenovirus tipe 3 Gambaran Klinis Lebih sering pada anak daripada orang dewasa. yaitu terdapat infiltrat bulat kecil superfisial. kelopak mata membengkak. konjungtiva bulbi kemosis. Gejala radang akut mereda dalam tiga minggu. Terdapat pendarahan subkonjungtiva. Pada akhir minggu pertama perjalanan penyakit. Terdapat demam. konjungtiva tarsal hiperemi. tetapi kelainan kornea dapat menetap berminggu-minggu. Pengobatan Tidak terdapat pengobatan yang spesifik. Gejala-gejala subyektif berupa mata berair. masa inkubasi 5-10 hari Gambaran Klinis Dapat mengenai anak-anak dan dewasa. superfisial. Kelenjar pre-aurikuler dapat membesar. baru timbul gejala di kornea. Gejala radang mata timbul akut dan selalu pada satu mata terlebih dahulu. Dua minggu sesudah perjalanan penyakit dapat timbul kelainan kornea. Pada kornea terdapat infiltrat bulat kecil.

5 Inclusion Konjungtivitis Etiologi Klamidia okulo-genital. tetapi dianjurkan pemberian tetes mata sulfasetamid atau antibiotik. tampak folikel-folikel kecil yang terdapat lebih banyak pada konjungtiva tarsal inferior. konjungtiva tarsal hiperemi dan hiperplasi. Penyakit ini berlangsung 5-10 hari. berair dan diikuti rasa gatal. Pengobatan Tidak dikenal obat yang spesifik. Pengobatan Tidak ada pengobatan yang efektif. terkadang sampai dua minggu. masa inkubasi 1-2 hari Konjungtivitis ini biasanya mengenai orang-orang yang berhubungan dengan unggas. biasanya dimulai pada satu mata dan untuk beberapa jam atau satu dua hari kemudian diikuti peradangan akut mata yang lain. masa inkubasi 4-12 hari Gambaran Klinis . disertai gejala subjektif seperti ada pasir. 4 Konjungtivitis New Castle Etiologi Virus New Castle. Gambaran Klinis Gambaran Klinik : kelopak mata bengkak. penyakit ini jarang dijumpai.3 Konjungtivitis Hemoragik Akut Etiologi Penyebabnya adalah Entero-virus 70. Sering unilateral Gejala subjektif : seperti perasaan ada benda asing. Pada konjungtiva tarsal dapat ditemukan perdarahan dan pada konjungtiviis ini biasanya disertai pembesaran kelenjar pre-aurikular. tetapi dapat diberi antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder. berair. masa inkubasinya 1-2 hari Gambaran Klinis Timbulnya akut. nyeri tekan. silau dan rasa sakit.

pada kornea di daerah limbus superior terdapat keratitis pungtata epitel dan subepitel. sedang pada bayi gambaran kliniknya adalah suatu konjungtivitis purulen yang juga disebut Inclusion blenorrhoe. 2 Stadium akut (trakoma nyata) Terdapat folikel-folikel di konjungtiva tarsal superior. Pengobatan Diberikan tetrasiklin sistemik. sikatriks meluas tanpa peradangan Pengobatan Pemberian salep derivat tetrasiklin 3-4 kali sehari selama dua bulan. beberapa folikel matur berwarna abuabu. . Apabila perlu dapat diberikan juga sulfonamid oral.Pannus pada kornea lebih nyata. 4 Stadium penyembuhan Trakoma inaktif. dapat pula diberikan sulfonamid atau eritromisin 6 Trachoma Etiologi Klamidia trakoma Gambaran Klinis Gambaran klinik terdapat empat stadium : 1 Stadium Insipiens atau permulaan Folikel imatur kecil-kecil pada konjungtiva tarsal superior. 3 Stadium sikatriks Sikatriks konjungtiva pada folikel konjungtiva tarsal superior yang terlihat seperti garis putih halus. folikel.Gambaran kliniknya adalah konjungtivitis follikular akut dan gambaran ini terdapat pada orang dewasa dan didapatkan sekret mukopurulen. dimana akan terlihat titik-titik hijau pada defek kornea.Kelainan kornea akan lebih jelas apabila diperiksa dengan menggunakan tes flurosein.

Selain di limbus. Keluhan lain adalah rasa seperti berpasir dan silau. flikten dapat juga dijumpai di konjungtiva bulbi. Penyakit ini dapat mengenai dua mata dan dapat pula mengenai satu mata. maka dapat terjadi lakrimasi yang terus menerus sampai berakibat eksema kulit. Pengobatan  Usahakan mencari penyebab primernya  Diberikan Kortikosteroid tetes mata/salep . Pengobatan Kortikosteroid tetes atau salep mata. Apabila peradangannya berat. konjungtiva taarsal dan kornea. • Gizi buruk dan sanitasi yg jelek merupakan faktor predisposisi • Lebih sering ditemukan pd anak-anak Gejala Adanya flikten yang umumnya dijumpai di limbus. dapat berakibat gangguan penglihatan. Pada pemeriksaan dapat ditemukan konjungtivitis dengan tanda khas adanya cobble-stone di konjungtiva tarsalis superior. Dan sifatnya sering kambuh Apabila flikten timbul di kornea dan sering kambuh. Konjungtivitis Flikten Etiologi • Disebabkan oleh karena alergi terhadap bakteri atau antigen tertentu (hipersensitivitas tipe IV). terutama bila berada dilapangan terbuka yang panas terik. Sekret mata pada dasarnya mukoid dan menjadi mukopurulen apabila terdapat infeksi sekunder. yang biasanya terdapat pada kedua mata. tetapi bisa juga pada satu mata.Konjungtivitis Vernal Etiologi Kemungkinan suatu konjungtivitis atopik Gambaran Klinis Gejala subyektif yang menonjol adalah rasa sangat gatal pada mata.

Etiologi Terjadi pada penyakit-penyakit yang menyebabkan defisiensi komponen lemak air mata. disebut sebagai sindrom sjogren. Kadang tedapat benang mucus kekuning-kuningan pada forniks konjungtiva bawah. mata seperti berpasir. dan terdapat erosi kornea. Pada pemeriksaan tedapat edema konjungtiva bulbi.Kombinasi antibiotik + kortikosteroid dianjurkan mengingat kemunginan terdapat infeksi bakteri sekunder. Bila terjadi bersama atritis rheumatoid dan penyakit autoimun lain. hiperemis. Sebaiknya diberikan air mata buatan tanpa zat pengawet kerena bersifat toksik bagi kornea dan dapat menyebabkan reaksi idiosinkrasi. Konjungtivitis Sika Konjungtivitis sika atau konjungtivitis dry eyes adalah suatu keadaan keringnya permukaan konjungtiva akibat berkurangnya sekresi kelenjar lakrimal. menebal dan kusam. . infeksi sekunder oleh bakteri. Komplikasi Ulkus kornea. Terdapat gejala sekresi mucus yang berlebihan. musin. parut kornea. Manifestasi Klinis Gatal. akibat penguapan berlebihan atau karena parut kornea atau hilangnya mikrovili kornea. Dapat dilakukan terapi bedah untuk mengurangi drainase air mata melalui oklusi pungtum dengan plug silicon atau plug kolagen. kelenjar air mata. silau. Penatalaksanaan Diberikan air mata buatan seumur hidup dan diobati penyakit yang mendasarinya. mata tampak kering. dan kadang-kadang penglihatan kabur. dan noevaskularisasi kornea. Keluhan berkurang bila mata dipejamkan. sukar menggerakkan kelopak mata.

dimana organisme yang tersering adalah pseudomonas aeroginosa. berair dan silau (fotofobia). membran transparan yang menyelimuti bagian berwarna dari mata (iris) dan pupil. Infeksi yang paling berbahaya yaitu yang disebabkan oleh pseudomonas.Mata yang sangat kering juga dapat menurunkan mekanisme pertahanan kornea. Beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan kejadian terjadinya keratitis antara lain: •Perawatan lensa kontak yang buruk. stafilokokus dan streptokokus.Keratitis dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa. dan . yang terasa nyeri. Manifestasi klinis keratitis bakterial antara lain adalah mata merah yang unilateral. luka atau trauma pada mata dapat menyebabkan kornea terinfeksi.Yudha Daud KERATITIS Definisi Keratitits adalah peradangan pada kornea. penggunaan lensa kontak yang berlebihan •Herpes genital atau infeksi virus lain •Kekebalan tubuh yang menurun karena penyakit lain •Higienis yang tidak baik •Nutrisi yang kurang baik (terutama kekurangan vitamin A) Penyebab dan Jenisnya Keratitis Bakterial Infeksi pada kornea dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri.Bakteri pada umumnya tidak dapat menyerang kornea yang sehat.Contohnya. karena dapat menyebabkan kerusakan yang luas oleh karena ulkus kornea dalam waktu yang cepat. namun beberapa kondisi dapat menyebabkan infeksi bakteri terjadi.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain adalah keratitis disiformis atau terjadinya perforasi akibat infeksi sekunder. Virus pada infeksi primer masuk melalui akson saraf menuju ganglion dan menetap dan menjadi laten. tajam penglihatan menurun dan hipestesia kornea. Keratitis dendritik yang disebabkan oleh virus herpes simpleks akan memberikan gambaran spesifik berupa infiltrat pada kornea dengan bentuk seperti ranting pohon yang bercabang-cabang. seperti keratitis pungtata superfisial. karena gejala akan sangat berkurang tetapi destruksi akan terus berjalan karena daya tahan tubuh yang menurun. Bila penderita mengalami penurunan daya tahan tubuh seperti demam. maka akan terjadi rekurensi.  Keratitis herpes zoster Keratitis herpes zoster merupakan manifestasi infeksi virus herpes zoster pada cabang pertama saraf trigeminus. Pengobatan dapat diberikan virustatika seperti IDU trifluorotimidin dan acyclovir. dengan memberi uji flouresein positif nyata pada tempat peradangan. Bila terjadi kelainan saraf trigeminus ini. keratitis dendritik. Studi bakteriologi merupakan hal yang essensial untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi. Pemberian steroid pada penderita sangan berbahaya. Sensibilitas kornea nyata menurun diakibatkan karena ujung saraf ikut terkena infeksi virus herpes simpleks. Infeksi primer berjalan tanpa gejala klinis atau subklinis. Keratitis disiformis yang terletak didalam diduga terjadi akibat reaksi alergi jaringan kornea terhadap virus herpes. Infeksi ini biasanya bersifat reinfeksi endogen. dan keratitis profunda. trauma kornea. termasuk puncak hidung dan demikian pula kornea dan konjungtiva. Semua gejala ini sangant ringan sehingga pasien sering terlambat untuk berkonsultasi pada dokter. dan pengguna imunosupresan. Faktor resiko terjadinya penyakit ini adalah pada pengguna lensa kontak (terutama pada penggunaan lensa dalam jangka waktu yang lama dan tidak higienis). maka akan memberikan keluhan pada daerah yang . rasa kelilipan. Keratitis Viral  Keratitis dendritik herpetik Keratitis akibat infeksi herpes simpleks terdapat dalam berbagai bentuk.penglihatan menjadi kabur. Gejala yang terlihat berupa rasa silau.

protusiao bola mata. dan ulkus kornea. Komplikasi yang dapat terjadi adalah tukak kornea dengan hipopion dan bahkan bila terjadi perforasi pada kornea dapat terjadi endoftalmitis atau panoftalmitis. atau pada penderita koma. Biasanya keratitis yang terjadi pada mata yang tidak tertutup yaitu pada celah kelopak.dipersarafinya. dimana tidak terdapat reflek mengedip. dan bila perlu dapat dilakuakn tarsorafi atau blefarorafi. vitamin. Pengobatan untuk penyakit ini lebih bersifat simtomatik seperti pemberian analgetika. . Komplikasi yang dapat terjadi dari penyakit ini adalah infeksi sekunder pada defek kornea sehingga timbul tukak pada kornea. Pada keadaan ini sensibilitas kornea berkurang atau hilang. Pengobatan pada pasien yang menderita peyakit ini adalah dengan melakukan penetesan mata agar mata tidak menjadi kering.  Keratitis neuroparalitik Keratitis ini terjadi akibat gangguan pada saraf trigeminus yang mengakibatkan gangguan sensibilitas dan metabolisme kornea. mata menjadi merah tanpa rasa sakit. glaukoma. dan antibiotik topikal atau umum untuk mencegah infeksi sekunder. Biasanya rasa sakit (neuralgia pascaherpes) akan memakan waktu yang berbulan-bulan untuk hilang. Biasanya kelainan dimulai dengan terkelupasnya epitel kornea kemudian disusun dengan terbentuknya vesikel pada kornea dan akan menjadi lebih berat bila terjadi infeksi sekunder. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah tarsorafi atau blefarorafi atau melakukan kauterisasi pada pungtum lakrimal. yang pada herpes zoster akan mengakibatkan timbulnya vesikel pada kulit. Pada mata akan terasa sakit dengan rasa yang berkurang (anastesia dolorosa).  Keratitis lagoftalmos Keratitis lagotalmos terjadi akibat mata tidak menutup sempurna yang dapat terjadi pada ektropion. maka mata tidak tertutup oleh kelopak. Komplikasi yang dapat timbul berupa uveitis.

Moluskum kontagiosum  Gangguan air mata .Keratokonjungtivitis sika . Selain disebabkan oleh virus.Epidemik keratokonjungtivitis .Jenis – jenis keratitis berdasarkan morfologik lesinya :     Keratitis epithelial Keratitis subepitelial Keratitis interstitial Keratitits profunda ( endothelial) JENIS-JENIS KERATITIS LAINNYA  Keratitis pungtata epitelial Keratitis pungtata adalah keratitis dengan infiltrat halus pada kornea yang dapat terletak superfisial dan subepitelial. seperti neomisin dan gentamisin.Lensa kontak (filamentosa) .Lagoftalmus .Herpes simpleks .Alergi-vernal .Radiasi sinar ultraviolet . keratitis pungtata epitelial juga dapat disebabkan oleh karena obat. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan tampakan keratitis ini antara lain:  Infeksi virus .

Untuk menegakkan diagnosis keratitis pungtata ini sedikit sulit dan terkadang bila terletak superfisial. merah) •Mata merah •Sensitif terhadap cahaya Pemeriksaan penunjang  Uji tajam penglihatan  uji floresein  pemeriksaan segmen anterior dengan menggunakan penlight . Gejala •Gejala keratitis antara lain: •Keluar air mata yang berlebihan •Nyeri •Penurunan tajam penglihatan •Radang pada kelopak mata (bengkak.  Keratitis disiformis Keratitis ini merupakan dengan bentuk seperti cakram di dalam stroma permukaan kornea. Bila letak kelainan di sentral akan mengakibatkan berkurangnya tajam penglihatan. Kornea akan terlihat menebal dengan lipatan membran descernet. maka akan terdapat uji fluoresein yang positif. Keratitis ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Sensibilitas kornea menurun dengan uji plasido yang positif. Biasanya pada uji plasido bila terletak superfisial akan memberikan gambaran yang irreguler.

.Ganti lensa kontak bila sudah waktunya untuk diganti.Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secepatnya.Kontrol yang baik ke dokter mata dapat membantu mengetahui perbaikan dari mata. Pasien dengan keratitis dapat menggunakan tutup mata untuk melindungi mata dari cahaya terang. pemeriksaan segmen posterior dengan funduskopi  tonometry jika pada uji floresein tidak ada defek epitel  uji kelengkungan kornea dengan pantulan cahaya.Terkadang. seperti cendo xitrol biasanya diberikan untuk menyembuhkan keratitis.Jangan terlalu sering memakai lensa kontak.Air keran tidak steril dan tidak boleh digunakan untuk membersihkan lensa kontak.Pemeriksaan mata rutin ke dokter mata disarankan karena kerusakan kecil di kornea dapat terjadi tanpa sepengetahuan kita.Lepas lensa kontak bila mata menjadi merah atau iritasi. pengobatan dapat diganti. tapi bila hasil laboratorium sudah menentukan organisme penyebab. benda asing dan bahan iritatif lainnya. anti jamur dan anti virus dapat digunakan tergantung organisme penyebab. maka terdapat kelainan Pengobatan Antibiotik.Pengobatan yang tidak baik atau salah dapat menyebabkan perburukan gejala. jika ada distorsi ketika pemeriksaan.Terapi bedah laser terkadang dilakukan untuk menghancurkan sel yang tidak sehat.Cuci tempat lensa kontak dengan air panas. dan infeksi berat membutuhkan transplantasi kornea. dan ganti tempat lensa kontak tiap 3 bulan karena organisme dapat terbentuk di tempat kontak lensa itu. Obat tetes mata atau salep mata antibiotik. diperlukan lebih dari satu macam pengobatan. Pencegahan dan Komplikasi Pemakai lensa kontak harus menggunakan cairan desinfektan pembersih yang steril untk membersihkan lensa kontak.Obat kortikosteroid topikal dapat menyebabkan perburukan kornea pada pasien dengan keratitis akibat virus herpes simplex.

2. sebukan sel dan kelainan vaskular yang mengisyaratkan adanya vaskulitis. EPIDEMIOLOGI . Kacamata dengan lapisan anti ultraviolet dapat membantu menahan kerusakan mata dari sinar ultraviolet Komplikasinya antara lain :  Jaringan parut permanen  Gangguan refraksi  Glaukoma sekunder  kebutaan Prognosis : Jika derajat keratitis belum parah. Aldila 2011730120 SKLERITIS 1.Makan makanan bergizi dan memakai kacamata pelindung ketika bekerja atau bermain di tempat yang potensial berbahaya bagi mata dapat mengurangi resiko terjadinya keratitis. tetapi jika kerusakan keratitis sudah sampai dalam maka prognosisnya tidak begitu baik. DEFINISI Skleritis didefinisikan sebagai gangguan granulomatosa kronik yang ditandai oleh destruksi kolagen. pasien akan terganggu dan atau kemungkinan kehilangan penglihatannya. maka prognosisnya cenderung baik.

Di Indonesia belum ada penelitian mengenai penyakit ini. yaitu: 1. Pioderma gangrenosum. Lupus eritematosus sistemik. Herpes Simpleks. Penyakit jantung rematik aktif Infeksi Onkoserkiasis. dan pada sejumlah kasus proses imunologisnya tampaknya dicetuskan oleh proses-proses lokal. Peningkatan insiden skleritis tidak bergantung pada geografi maupun ras. Poliartritis nodosa. Wanita lebih banyak terkena daripada pria dengan perbandingan 1. Penyakit Autoimun Spondilitis ankylosing. Streptococcus. Artritis rheumatoid. Pada beberapa kasus. Kolitis ulserativa. Dari pasien-pasien yang ditemukan. Staphylococcus 4. 3. sedangkan 6%nya adalah skleritis posterior.6 : 1. Artritis psoriatic 2. Toksoplasmosis. Lain-lain . didapatkan 94% adalah skleritis anterior. Sarkoidosis. Sifilis. Herpes Zoster. Gangguan metabolik Gout. Polikondritis berulang. ETIOLOGI Pada banyak kasus. Insiden skleritis terutama terjadi antara 11-87 tahun. Infeksi oleh Pseudomonas. dengan usia rata-rata 52 tahun.000 populasi. Penyakit Granulomatosa Tuberkulosis.Di Amerika Serikat insidensi kejadian diperkirakan 6 kasus per 10.Aspergillus. Sindrom Vogt-Koyanagi-Harada (jarang) 3.Penyakit ini dapat terjadi unilateral atau bilateral. mungkin terjadi invasi mikroba langsung. dan dapat berlangsung sekali atau kambuh-kambuhan. Lepra. Tirotoksikosis. kelainan-kelainan skelritis murni diperantarai oleh proses imunologi yakni terjadi reaksi tipe IV (hipersensitifitas tipe lambat) dan tipe III (kompleks imun) dan disertai penyakit sistemik.Skleritis adalah penyakit yang jarang dijumpai. Granulomatosis Wegener. Nefropati IgA. Berikut ini adalah beberapa penyebab skleritis. dengan onset perlahan atau mendadak. misalnya bedah katarak.

Interaksi tersebut adalah bagian dari sistem imun aktif dimana dapat menyebabkan kerusakan sklera akibat deposisi kompleks imun pada pembuluh di episklera dan sklera yang menyebabkan perforasi kapiler dan venula post kapiler dan respon imun sel perantara. Wanita lebih banyak terkena daripada pria dan sering mengenai usia dekade 40-an. disertai berbagai derajat inflamasi dan fotofobia. reaksi inflamasi terjadi pada usia muda yang berpotensi mengalami rekurensi. Kimia (luka bakar asam atau basa). PATOFISIOLOGI Degradasi enzim dari serat kolagen dan invasi dari sel-sel radang meliputi sel T dan makrofag pada sklera memegang peranan penting terjadinya skleritis. luka bakar termal).Terdapat pelebaran pembuluh darah baik difus maupun segmental. Mekanis (cedera tembus). Simple Biasanya jinak. Rosasea. Gejala klinis yang muncul berupa rasa tidak nyaman pada mata. Inflamasi yang mempengaruhi sklera berhubungan erat dengan penyakit imun sistemik dan penyakit kolagen pada vaskular. Nodular . Limfoma.Fisik (radiasi.Disregulasi pada penyakit auto imun secara umum merupakan faktor predisposisi dari skleritis. sering bilateral. KLASIFIKASI Skleritis diklasifikasikan menjadi:3 1. Proses inflamasi bisa disebabkan oleh kompleks imun yang berhubungan dengan kerusakan vaskular (reaksi hipersensitivitas tipe III dan respon kronik granulomatous (reaksi hipersensitivitas tipe IV). Episkleritis a. Pasca ekstraksi katarak Tidak diketahui 4. 5. Inflamasi dari sklera bisa berkembang menjadi iskemia dan nekrosis yang akan menyebabkan penipisan pada sklera dan perforasi dari bola mata. b.

b. Bentuk skleritis nekrotik terbagi 2 yaitu: i. Difus Bentuk ini dihubungkan dengan artritis rematoid. 7% dihubungkan dengan herpes zosteroftalmikus dan 3% dihubungkan dengan gout.Baik bentuk maupun insidensinya hampir sama dengan bentuk simple scleritis.Berbagai varian skleritis anterior kebanyakan jinak dimana tipe nodular lebih nyeri. ii. Skleritis Posterior Sebanyak 43% kasus skleritis posterior didiagnosis bersama dengan skleritis anterior.Biasanya skleritis posterior ditandai dengan rasa nyeri dan penurunan kemampuan melihat. a. Dari pemeriksaan objektif didapatkan adanya perubahan fundus.Skleritis nekrotik terjadi sekitar 14% yang biasanya berbahaya. herpes zoster oftalmikus dan gout.Insidensi skleritis anterior sebesar 40% dan skleritis anterior nodular terjadi sekitar 45% setiap tahunnya.40% menunjukkan penurunan visus. c. .29% pasien dengan skleritis nekrotik meninggal dalam 5 tahun. Necrotizing Bentuk ini lebih berat dan dihubungkan sebagai komplikasi sistemik atau komplikasi okular pada sebagian pasien.Bentuk spesifik dari skleritis biasanya tidak dihubungkan dengan penyebab penyakit khusus. 2.Tipe nekrotik lebih bahaya dan sulit diobati. 5% dihubungkan dengan penyakit kolagenvaskular seperti artritis rematoid. Dengan inflamasi Tanpa inflamasi (scleromalacia perforans) 3. Sekitar 30% penyebab skleritis nodular dihubungkan dengandengan penyakit sistemik. Skleritis Anterior 95% penyebab skleritis adalah skleritis anterior. Nodular Bentuk ini dihubungkan dengan herpes zoster oftalmikus. walaupun penyebab klinis dan prognosis diperkirakan berasal dari suatu inflamasi.

trauma ataupun riwayat pembedahan juga perlu pemeriksaan dari semua sistem pada tubuh. Penurunan ketajaman penglihatan biasa disebabkan oleh perluasan dari skleritis ke struktur yang berdekatan yaitu dapat berkembang menjadi keratitis. obat-obatan atau prosedur pembedahan dapat menyebabkan skleritis seperti :  Penyakit vaskular atau penyakit jaringan ikat  Penyakit infeksi  Penyakit miscellanous ( atopi. uveitis. DIAGNOSIS Skleritis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis. Karakteristik nyeri pada skleritis yaitu nyeri terasa berat. penyakit ginjal. alendronate. Nyeri dapat hilang sementara dengan penggunaan obat analgetik. zoledronic acid dan   ibandronate. pergerakan ekstra ocular yang terbatas dan retraksi kelopak mata bawah. pemeriksaan fisik dan didukung oleh berbagai pemeriksaan penunjang. kambuh akibat sentuhan.adanya perlengketan massa eksudat di sebagian retina. perjalanan penyakit. proptosis. udem nervus optikus dan udem makular. Gejala-gejala dapat meliputi rasa nyeri. diabetes. trauma kimia.Tanda primernya adalah mata merah. Inflamasi skleritis posterior yang lanjut dapat menyebabkan ruang okuli anterior dangkal. Nyeri adalah gejala yang paling sering dan merupakan indikator terjadinya inflamasi yang aktif. mata berair. pasien terbangun sepanjang malam.Nyeri timbul dari stimulasi langsung dan peregangan ujung saraf akibat adanya inflamasi. risedronate. 6. rahang dan sinus. dan penurunan ketajaman penglihatan. katarak dan fundus yang abnormal. perlengketan cincin koroid. trauma. Post pembedahan pada mata Riwayat penyakit dahulu seperti ulserasi gaster. . nyeri tajam menyebar ke dahi.gout. penyaki hati. riwayat penyakit dahulu termasuk riwayat infeksi.. massa di retina. spasme.Mata berair atau fotofobia pada skleritis tanpa disertai sekret mukopurulen. rosasea)  Trauma tumpul atau trauma tajam pada mata  Obat-obatan seperti pamidronate. ANAMNESIS Pada saat anamnesis perlu ditanyakan keluhan utama pasien. glaucoma. Riwayat penyakit dahulu dan riwayat pada mata menjelaskan adanya penyakit sistemik. hipertensi dimana mempengaruhi pengobatan selanjutnya. alis. fotofobia.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM . PEMERIKSAAN FISIK SKLERA 1. Pada skleritis dengan pemakaian fenilefrin hanya terlihat jaringan superfisial episklera yang pucat tanpa efek yang signifikan pada jaringan dalam episklera. area pada sklera bisa menjadi avaskular yang menghasilkan sekuester putih di tengah yang dikelilingi lingkaran coklat kehitaman.Setelah serangan yang berat dari inflamasi sklera. 2. Proses pengelupasan bisa diganti secara bertahap dengan jaringan granulasi meninggalkan uvea yang kosong atau lapisan tipis dari konjungtiva. Daylight Sklera bisa terlihat merah kebiruan atau keunguan yang difus. Pengobatan yang sudah didapat dan pengobatan yang sedang berlangsung dan responnya terhadap pengobatan. area dengan tampilan vaskular yang baru dan juga area yang avaskular total. kornea. 3. Area hitam. lensa. uvea. abu-abu dan coklat yang dikelilingi oleh inflamasi yang aktif yang mengindikasikan adanya proses nekrotik. daerah penipisan sklera dan translusen juga dapat muncul dan juga terlihat uvea yang gelap. Pada tepi anterior dan posterior cahaya slit lamp bergeser ke depan karena episklera dan sclera edema. Jika jaringan nekrosis berlanjut. Pemeriksaan Slit Lamp Pada skleritis. Pemeriksaan Red-free Light Pemeriksaan ini dapat membantu menegakkan area yang mempunyai kongesti vaskular yang maksimum. tekanan intraokular dan fundus. terjadi bendungan yang masif di jaringan dalam episklera dengan beberapa bendungan pada jaringan superfisial episklera.Selain itu perlu pemeriksaan secara umum pada mata meliputi otot ekstra okular.

Berdasarkan riwayat penyakit dahulu. DIAGNOSIS BANDING Berikut ini adalah beberapa diagnosis banding dari skleritis:  Konjunctivitis alergika  Episkleritis  Gout . Berbagai macam pemeriksaan radiologis yang diperlukan dalam menentukan penyebab dari skleritis adalah sebagai berikut :        Foto thorax Rontgen sinus paranasal Foto lumbosacral Foto sendi tulang panjang Ultrasonography ( Scan A dan B) CT-Scan MRI Pemeriksaan lain yang diperlukan antara lain :     Skin Test Tes usapan dan kultur PCR Histopatologi 7. Adapun pemeriksaan laboratorium tersebut meliputi :             Hitung darah lengkap dan laju endap darah Kadar komplemen serum (C3) Kompleks imun serum Faktor rematoid serum Antibodi antinukleus serum Antibodi antineutrofil sitoplasmik Imunoglobulin E Kadar asam urat serum Urinalisis Rata-rata Sedimen Eritrosit Tes serologis HBs Ag PEMERIKSAAN RADIOLOGI. pemeriksaan sistemik dan pemeriksaan fisik dapat ditentukan tes yang cocok untuk memastikan atau menyingkirkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan skleritis.

Steroid ini biasanya diberikan peroral yaitu prednison 80 mg perhari yang ditirunkan dengan cepat dalam 2 minggu sampai dosis pemeliharaan sekitar 10 mg perhari.Apabila tidak timbul respon dalam 1-2 minggu atau segera setelah tampak penyumbatan vaskular harus segera dimulai terapi steroid sistemik dosis tinggi.Apabila dapat diidentifikasi adanya infeksi. Obat-obat imunosupresif lain juga dapat digunakan.Terapi steroid topikal saja tidak bermanfaat tetapi dapat menjadi terapi tambahan untuk terapi sistemik. Tindakan bedah jarang dilakukan kecuali untuk memperbaiki perforasi sklera atau kornea.Tindakan ini kemungkinan besar diperlukan apabila terjadi kerusakan hebat akibat invasi langsung mikroba. yakni apakah penyakitnya merupakan suatu respon hipersensitif atau efek dari invasi langsung mikroba.Kadangkala.Tandur sklera pernah digunakan sebagai tindakan profilaktik dalam terapi skleritis.Obat pilihan adalah indometasin 100 mg perhari atau ibuprofen 300 mg perhari. PENATALAKSANAAN Terapi skleritis disesuaikan dengan penyebabnya. Peran terapi steroid sistemik kemudian akan ditentukan oleh sifat proses penyakitnya. penyakit yang berat mengharuskan terapi intravena berdenyut dengan metil prednisolon 1 g setiap minggu. harus diberikan terapi spesifik. tetapi tandur semacam itu tidak jarang mencair kecuali apabila juga disertai pemberian kemoterapi.     Herpes zoster Rosasea okular Karsinoma sel skuamosa pada konjunctiva Karsinoma sel skuamosa pada palpebra Uveitis anterior nongranulomatosa 8. Penipisan sklera pada skleritis yang semata-mata akibat peradangan jarang menimbulkan perforasi kecuali apabila juga terdapat galukoma atau terjadi trauma langsung terutama pada usaha mengambil sediaan biopsi. atau pada granulomatosis Wegener atau poliarteritis nodosa yang disertai penyulit perforasi kornea. 2 Siklofosfamid sangat bermanfaat apabila terdapat banyak kompleks imun dalam darah.Terapi awal skleritis adalah obat anti inflamasi non-steroid sistemik. . sebagian besar kasus tidak diobati sampai timbul penyulit. Skleromalasia perforans tidak terpengaruh oleh terapi kecuali apabila terapi diberikan pada stadium paling dini penyakit.Pada sebagian besar kasus.Karena pada stadium inijarang timbul gejala. nyeri cepat mereda diikuti oleh pengurangan peradangan.

dan lebih respon terhadap tetes mata steroid. 10. vaskularisasi perifer.Bentuk keratitis sklerotikan adalah segitiga yang terletak dekat skleritis yang sedang meradang.Hal ini terjadi akibat gangguan susunan serat kolagen stroma.Penyulit pada kornea dapat dalam bentuk keratitis sklerotikan. Skleritis pada spondiloartropati atau pada SLE biasanya relatif jinak dan sembuh sendiri dimana termasuk tipe skleritis difus atau skleritis nodular tanpa komplikasi pada mata Skleritis pada penyakit Wagener adalah penyakit berat yang dapat menyebabkan buta permanen dimana termasuk tipe skleritis nekrotik dengan komplikasi pada mata. Sering bagian sentral kornea tidak terlihat pada keratitis sklerotikan.Skleritis tipe nekrotik merupakan tipe yang paling destruktif dan skleritis dengan penipisan sklera yang luas atau yang telah mengalami perforasi mempunyai prognosis yang lebih buruk daripada tipe skleritis yang 16.Juga dapat terjadi glaukom akibat steroid.Skleritis pada penyakit sistemik selalu lebih jinak daripada skleritis dengan penyakit infeksi atau autoimun. granuloma subretina.Pada skleritis akibat terjadinya nekrosis sclera atau skleromalasia maka dapat terjadi perforasi pada sklera. KOMPLIKASI Penyulit skleritis adalah keratitis.Keratitis bermanifestasi sebagai pembentukan alur perifer. uveitis. PROGNOSIS Prognosis skleritis tergantung pada penyakit penyebabnya. ablasio retina eksudatif. nodular atau nekrotik dengan atau tanpa komplikasi pada mata.Pada keadaan initidak pernah terjadi neovaskularisasi ke dalam stroma kornea. galukoma. Skleritis pada rematoid artritis atau polikondritis adalah tipe skleritis difus. dan hipermetropia.Pada kasus skleritis idiopatik dapat ringan. dimana terjadi kekeruhan kornea akibat peradangan sklera terdekat. Proses penyembuhan kornea yaitu berupa menjadi jernihnya kornea yang dimulai dari bagian sentral. durasi yang pendek. katarak.9.Uveitis adalah tanda buruk karena sering tidak berespon terhadap terapi. proptosis. . Skleritis biasanya disertai dengan peradangan di daerah sekitarnya seperti uveitis atau keratitis sklerotikan.Kelainan ini sering disertai oleh penurunan penglihatan akibat edema makula.Dapat terjadi galukoma sudut terbuka dan tertutup. atau vaskularisasi dalam dengan atau tanpa pengaruh kornea.

Ilmu Penyakit Mata. anatomi dan Embriologi Mata. MD. Jakarta: 2000 hal8-9 . • Vaughan G Daniel. Nongranulomatous. Uveitis Anterior.REFERENSI • Slide kuliah anatomi • Atlas anatomi sobota jilid 1 • Wijana Nana.Accessed. Oftalmologi Umum ed14. June. Ilmu Penyakit Mata. www emedicine. ed II.id. hal 126-127 • Ilyas Sidarta. Uveitis. Uvea. Widya Medika. Jakarta:2002 • K George Roger. FKUI.co. 2005:1-35.