You are on page 1of 5

A.

Identifikasi Lingkungan Internal


Lingkungan Internal yaitu berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan
sehari-hari dalam suatu pemasaran dan memepengaruhi langsung setiap program dan
kebijakan pemasaran. Analisis lingkungan internal lebih mengarah pada analisis intern
perusahaan dalam menilai atau mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap divisi
keuangan dan akuntansi, pemasaran, riset dan pengembangan, personalia serta operasional
(David, 2006). Inti dari analisis lingkungan internal ini adalah berusaha untuk mencari
keunggulan strategis yang dipakai untuk membedakan diri dari pesaing.
Selanjutnya Pearce dan Robinson, Jr dalam Kotler (2005) memberikan langkah-langkah
dan menganalisis lingkungan internal yang nantinya akan menghasilkan profit perusahaan
terdiri dari :
Identifikasi faktor-faktor strategik internal dan kegiatan yang paling penting:
1. Identifikasi faktor internal kunci:
1) Pemasaran
Pemasaran adalah starting point setiap kegiatan bisnis. Fungsi-fungsi perusahaan
yang lain, seperti produksi, persediaan, keuangan, SDM dsb, merupakan derivat,
langsung atau tidak langsung, dari fungsi pemasaran. Kajian mengenai kelayakan
suatu usaha selalu dimulai dari perkiraan kemampuan melakukan penetrasi pasar.
Karena itu, tak ada bisnis yang bisa dikembangkan tanpa pemasaran.
2) Keuangan dan akunting
Faktor keuangan memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan atau laba perusahaan yang tergambar dalam laporan
keuangan perusahaan.
3) Produksi, operasi,dan teknik
Bagian operasi dan teknik berkaitan dengan upaya pengendalian produksi di
pabrik tetap terjaga sesuai rencana. pengendalian produksi adalah fungsi untuk
menggerakan barang melalui siklus manufaktur keseluruhan dari pengadaan bahan
baku sampai dengan pengiriman produk jadi
4) Personalia
Bagian personalia berkaitan dengan perencanaan, pelatihan dan penempatan staf
yang sesuai dengan rencana perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
5) Manajemen Mutu
Manajemen mutu dilaksanakan dalam menjaga kualitas kerja dan produk
sehingga tetap memenuhi standar yang diinginkan.
6) Teknologi Informasi
Teknologi informasi merupakan bagian dari sistem penunjang pengambilan
keputusan manajemen dalam berbagai hal. Pengelolaan informasi berbasis computer
sangat menentukan proses pengambilan keputusan perusahaan.
7) Organisasi dan Manajemen Umum
Pengelolaan SDM yang benar dalam organisasi dimaksudkan untuk
mensinergikan kemampuan dengan kesesuaian bidang kerja staf, sehingga pekerjaan
yang dilaksanakan dapat maksimal.
2. Identifikasi kegiatan umum:
1) Logistik ke dalam
2) Operasi
3) Logistik ke luar
4) Pemasaran dan penjualan
5) Layanan

3. Identifikasi kegiatan penunjang:


1) Pembelian
2) Pengembangan teknologi
3) Manajemen sumber daya manusia
4) Infastruktur perusahaan; (a) Bagaimana faktor-faktor dan kegiatan-kegiatan ini
dibandingkan dengan informasi historis dan standar keunggulan internal, (b)
Evaluasi faktor-faktor strategik intern dengan cara: Perbandingan dengan
kinerja masa lalu, Perbandingan dengan pesaing, Perbandingan dengan fatorfaktor sukses dalam industri
B. Proses Analisis dan Diagnosis Lingkungan Internal
Proses ini dilakukan dengan cara membandingkan pengukuran variabel-variabel faktor
strategis internal dengan mengukur (1) kinerja masa lalu perusahaan, (2) pesaing kunci
perusahaan, dan (3) industri sebagai satu kesatuan. Manajer strategis dapat mengamati dan
menganalisis variabel internal dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari tiga
pendekatan yaitu :
1. Analisis PIMS
Institut perencanaan Strategis melakukan penelitian untuk membantu menemukan
faktor-faktor strategis internal yang relevan bagi badan-badan usaha. Sampai saat ini,
penelitian PIMS telah mengidentifikasi 9 faktor strategis utama yang bertanggung
jawab terhadap terjadinya 80 persen variasi dalam profitabilitas diantara perusahaan
database.
2. Analisis Rantai Nilai
Analisis rantai nilai, salah satu cara untuk menguji sifat dan tingkat sinergi, apabila
ada, di antara kegiatan-kegiatan internal perusahaan. Pengujian sistematis kegiatankegiatan induvidual dapat mendorong kepada pemahaman yang lebih baik terhadap
kekuatan dan kelemahan perusahaan.
3. Analisis Fungsional
Cara paling sederhana untuk mengamati dan menganalisis lingkungan internal
organisasi adalah melalui analisis fungsional. Ansoff, mengemukakan bahwa keahlian
dan sumber daya perusahaan dapat diatur dalam profil kompetensi sesuai fungsi bisnis
seperti pemasaran, keuangan, penelitian dan pengembangan, dan operasi.

C. Penentuan Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan


Dalam menyusun strategi manajemen, manajemen harus mengidentifikasi berbagai
variable intern yang dapat menunjukkan kekuatan maupun kelemahan perusahaan.
Kemampuan identifikasi ini akan membantu perusahaan dalam membangun secara bertahap
kompetensi. Analisis SWOT merupakan teknik yang sering digunakan untuk mendapatkan
gambaran dengan cepat mengenai situasi strategis perusahaan. Analisis intern lain yang dapat
dilakukan yaitu: analisis value chain dan biaya strategis, analisis penilaian kekuatan
persaingan dan anaisisis 7 S framework yang mencakup structure, strategy, staff,
management style, system dan procedures, skills dan shared values.
Setiap perusahaan harus mampu menjalankan strategi yang sesuai dengan keahlian atau
kemampuan utamanya (core competency) sehingga memiliki kemampuan bersaing yang
paling kuat dan pada gilirannya akan mampu menempatkan perusahaan dalam posisi
keunggulan pasar (market advantage). Sementara itu, kelemahan mrupakan sesuatu
kekurangan yang mungkin dirasakan dibandingkan dengan pesaing atau yang menimbulkan
keterbatasan sehingga tidak dapat meraih apa yang diharapkan.

Core Competencies Suatu perusahaan dianggap kompeten jika perusahaan mampu


melakukan usahanya dengan sangat baik dibandingkan dengan pesaing. Jika pesaing tidak
mempunyai kemampuan yang sama, akan butuh waktu dan biaya mahal bagi pesaing untuk
menandingi kemampuan perusahaan. Jadi, core competence merupakan asset yang
bermanfaat dan menjadi penyangga utama keberhsilan perusahaan.
Dalam setiap peluang, harus disadari bahwa ada ancaman yang selalu mengikutinya.
Ancaman dapat berasal dari munculnya teknologi yang lebih canggih, dikenalkannya produk
baru yang lebih baik, masuknya pesaing dengan modal kuat, adanya regulasi pemerintah,
naiknya tingkat bunga, fluktuasi kurs rupiah terhadap mata uang asing kuat, mudah keluarnya
pendatang baru yang mengacaukan prediksi pasar.
Analisis SWOT
Analisis SWOT mengidentifikasi faktor-faktor tersebut secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan
dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Analisis SWOT
membandingkan faktor eksternal yaitu peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats)
dengan faktor internal yaitu kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weaknesses). Sebelum
melakukan diagnosis terhadap organisasi anda, maka yakinkan dulu bahwa seluruh informasi
yang berkaitan dengan organisasi telah dengan mudah anda dapatkan (termasuk SDM
anggota anda). Hal ini agar menghindari kesalahan dalam melakukan diagnosis organisasi.
Informasi-informasi tersebut didapatkan dengan cara melibatkan seluruh pelaku organisasi,
sehingga para anggota organisasi pun terbuka terhadap segala kompetensi yang mereka
miliki, yang nantinya sangat bermanfaat bagi organisasi.
Selanjutnya, janganlah bersikap otoriter dalam mengambil data untuk didiagnosis.
Karena jika ada pemimpin yang otoriter dan tidak mampu menampilkan data yang otentik,
maka akan terjadi kesalahan dalam mendiagnosis yang berdampak pada kesalahan
mengambil strategi kedepan untuk organisasi. Untuk itu bersikap terbukalah dan demokratis
terhadap seluruh pelaku organisasi. Dan penting diketahui bahwa dalam melakukan analisis
SWOT, pengetahuan dan pemahaman akan visi / misi organisasi harus diketahui secara baik,
sehingga analisis akan mengarah pada pencapaian tujuan organisasi.
Selanjutnya yakni mendata seluruh indikasi organisasi secara jelas, sehingga
memudahkan dalam mencari strategi yang tepat dan efektif. Untuk memudahkan
menganalisis gunakanlah matriks SWOT. Matriks SWOT adalah alat untuk menyusun faktorfaktor strategis organisasi yang dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan
ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya. Analisis ini dalam dunia kedokteran dimisalkan sebagai sebuah
alat diagnosa untuk mendeteksi dan menemukan jenis penyakit pada pasien, dengan cara
menampung/mendata terlebih dahulu keluhan-keluhan yang diutarakan pasien.
Dalam menyajikan matrik SWOT, Kekuatan (Strengths) harus didata oleh pelaku
organisasi. Dengan kata lain menampung seluruh kekuatan lembaga atau organisasi yang
mencakup SDM, kantor atau sekretariat, jaringan dan sarana prasarana yang dimiliki.
Kelemahan (Weaknesses) juga mencakup yang kelemahan-kelemahan internal organisasi
yang demikian itu. Sehingga Strengths dan Weaknesseses adalah kondisi internal lembaga
yang dirasakan atau ditemukan saat ini. Setelah itu pikirkan dan lihatlah di luar organisasi
(lingkungan masyarakat dan sekitarrnya) begitu banyak Kesempatan (Opportunities), segera
tuliskan lalu data potensi eksternal itu. Adapun kondisi eksternal yang mengusik eksistensi
lembaga anda berupa Ancaman (Threats) juga perlu didata.

D. Analisis Faktor-faktor Strategis Internal (IFAS )


Menganalisis lingkungan internal (IFAS) untuk mengetahui berbagai kemungkinan
kekuatan dan kelemahan. Masalah strategis yang akan dimonitor harus ditentukan karena
masalah ini mungkin dapat mempengaruhi pariwisata dimasa yang akan datang.
Penggunaan metode-metode kuantitatif sangat dianjurkan untuk membuat peramalan
(forcasting) dan asumsi-asumsi secara internal. Adapun langkah-langkah penyusunannya
dapat dilihat sebagai berikut.
Langkah Penyusunan Tabel IFAS
1. Masukan faktor-faktor kekuatan dan kelemahan pada Tabel IFAS kolom 1. Susun 5
sampai dengan 10 faktor dari kekuatan, kelemahan (Freddy Rangkuti, 2001 : 22)
2. Berikan bobot masing-masing faktor strategis pada kolom 2, dengan skala 1,0 (sangat
penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Semua bobot tersebut jumlahnya tidak
melebihi dari skor total = 1,00 (Diklat Spama, 2000 : 13). Faktor-faktor itu diberi bobot
didasarkan pengaruh posisi strategis (Freddy Rangkuti, 2001 : 22)
3. Berikan rating pada kolom 3 untuk masing-masing faktor dengan skala mulai dari 4
(sangat kuat) sampai dengan 1 (lemah), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap
kodisi kawasan pariwisata bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel
yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai dari 1 sampai dengan 4 dengan
membandingkan terhadap rata-rata pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat
negatif kebalikannya jika kelemahan besar sekali (dibanding dengan rata-rata pesaing
sejenis) nilainya adalah 1, sedangkan jika nilai kelemahan rendah/di bawah rata-rata
pesaing-pesaingnya nilainya 4.
4. Kalikan bobot dengan nilai (rating) untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom
4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya
bervariasi mulai dari 4,0 (menonjol) sampai dengan 1,0 (lemah).
5. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan
bagi kawasan pariwisata yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana
kawasan pariwisata bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Skor total ini
dapat digunakan untuk membandingkan kawasan pariwisata ini dengan objek wisata
lainnya dalam kelompok wisata yang sama.
Tabel Model Analisis Faktor Strategi Internal (IFAS) dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel Model Analisis Faktor Strategis Internal (IFAS)
No

Faktor-Faktor Strategis
Kekuatan :
(faktor-faktor
kekuatan)

yang

Bobot
(Professional
menjadi Judgement)
(Jumlah
bobot
kekuatan)

Jumlah

Nilai

Bobot x Nilai

(Professional
Judgement)

(Jumlah
perkalian
dengan nilai pada
faktor dari kekuatan)

(Jumlah nilai
kekuatan)

(Jumlah
bobot
kekuatan)

(Professional
Judgement)

(Jumlah
perkalian
bobot
dengan nilai pada setiap
faktor dari kelemahan)
(Jumlah
bobot X nilai
kelemahan)

bobot
setiap
nilai

Kelemahan :
(faktor-faktor
kelemahan)
Jumlah

yang

(Professional
menjadi Judgement)
(Jumlah
bobot

(Jumlah nilai
kelemahan)

kelemahan)