You are on page 1of 2

Nama

NIM
Prodi

: Fitha Febrilia Ruli


: 1414041007
: Pendidikan Biologi

Cellular Respiration
(https://www.youtube.com/watch?v=Gh2P5CmCC0M)

Respirasi sel berlangsung di sel, khususnya mitokondria. Pada dasarnya, hewan, jamur, bakteri
dan semua heterotrof mengambil senyawa organik dengan adanya oksigen (O 2) dan mengkonversinya
menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) serta ATP. Heterotrof menggunakan bahan organik
untuk menghasilkan energi. Autotrof seperti tumbuhan dan ganggang, mengubah karbon dioksida
(CO2) dan air (H2O) kembali menjadi bahan organik. Namun tanaman juga akan memecah senyawasenyawa organik, sehingga tanaman juga melakukan respirasi sel. Jadi, semuanya baik itu autotrof
maupun heterotrof melakukan respirasi seluler.
Terdapat tiga tahap dalam respirasi seluler, yaitu glikolisis, siklus krebs, dan rantai transpor
elektron.
1. Glikolisis
Proses glikolisis tidak berlangsung di mitokondria, melainkan di sitoplasma sel di dalam
tubuh atau di luar bakteri. Pada tahap glikolisis, glukosa (memiliki 6 molekul karbon) diubah
menjadi 2 molekul piruvat, sehingga masing-masing piruvat memiliki 3 atom karbon. Glikolisis
dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob. Pada proses glikolisis dihasilkan sedikit ATP.
Setiap 1 molekul glukosa akan menghasilkan 2 ATP. Hal lain yang dihasilkan adalah bahan kimia
yang disebut NADH. NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida Hidrogen) adalah koenzim
yang mengikat elektron, sehingga disebut sumber elektron berenergi tinggi. Energi yang dihasilkan
pada tahap pelepasan energi adalah 4 ATP dan 2 NADH. Dengan demikian, selisih energi atau
hasil akhir glikolisis adalah 2 ATP + 2 NADH. Piruvat akan berdifusi ke mitokondria. Asam
piruvat (3 atom C) hasil glikolisis dari sitosol dikonversi menjadi asetil KoA (2 atom C) di dalam
mitokondria. Sedangkan 1 atom karbon C dilepaskan dalam bentuk karbon dioksida (CO 2).
2. Siklus Krebs
Asetil KoA yang telah terbentuk akan menjadi bahan baku pada siklus krebs. Siklus krebs
terjadi di matriks mitokondria dan disebut juga siklus asam trikarboksilat. Hal ini disebabkan
siklus krebs tersebut menghasilkan senyawa yang mempunyai 3 gugus karboksil, seperti asam
sitrat dan asam isositrat. Asetil koenzim A memasuki matriks mitokondria untuk bergabung dengan
asam oksaloasetat dalam siklus krebs, membentuk asam sitrat. Pada siklus krebs hanya diproduksi
sedikit ATP yaitu 2 ATP, tetapi siklus krebs juga menambahkan energi lagi untuk NADH dan
menambahkan energi untuk FADH2. NADH dan FADH2 memiliki elektron energi tinggi dan
NADH dan FADH2 tersebut akan membawa elektron untuk tahap ketiga yang merupakan rantai
transpor elektron.
3. Rantai transpor elektron

Rantai transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria. Pada tahap ini, elektronelektron yang dibawa oleh produk glikolisis dan siklus krebs, yaitu NADH dan FADH 2,
dipindahkan melewati beberapa molekul yang sebagian besar berupa protein. Protein ini
menggunakan energi untuk memompa proton. Proton adalah hidrogen yang berada di luar
membran dalam. Elektron akan ditambahkan ke proton lain dan oksigen yang kita hirup dan
kemudian membentuk produk sampingan yaitu air. ATP yang dihasilkan pada rantai transpor
elektron adalah sekitar 32 sampai 34 ATP. Dalam rantai transpor elektron, disintesis banyak energi.
Pada rantai transpor elektron, NADH dan FADH 2 membawa elektron dan akan bergerak melalui
rantai transpor elektron. Setiap kali NADH dan FADH 2 melewati protein, protein tersebut akan
memompa proton lain. Setiap NADH yang dikeluarkan, elektron akan bergerak ke bawah dan
membentuk banyak muatan positif di ruang antar membran.
Pada rantai transpor elektron, NADH dan FADH 2 masing-masing menghaislkan rata-rata 3
ATP dan 2 ATP. Sebanyak 2 NADH hasil glikolisis dan 2 NADH hasil reaksi antara masingmasing menghasilkan 6 ATP. Sementara itu, 6 NADH dan 2 FADH 2 hasil siklus krebs masingmasing menghasilkan 18 ATP dan 4 ATP. Jadi, rantai transpor elektron menghasilkan 34 ATP.