You are on page 1of 19

MAKALAH

GEOLOGI STRUKTUR (LIPATAN)

OLEH :
MUH. IRZAL AFANDI A.
093 2010 0044

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesempatanNya kepada kita semua, terutama kepada penulis. Sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Berikut ini, penulis persembahkan sebuah makalah Ilmu
pengetahuan bumi dan antariksa.
Penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua,
terutama bagi penulis sendiri.Kepada pembaca yang budiman, jika terdapat
kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini, penulis mohon maaf, karena penulis
sendiri dalam tahap belajar.
Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terimakasih, kepada para
pembaca.Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar-benar bermanfaat.

Makassar, 03 November 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

Pegunungan merupakan suatu kenampakan yang sangat spektakuler, yang


menjulang ke atas sampai beberapa ratus meter bahkan lebih, dari dataran yang ada
sekelilingnya. Beberapa dari kenampakan itu merupakan suatu massa tunggal yang
terisolasi, sedang beberapa lainnya merupakan suatu rangkaian pegunungan yang
sangat panjang. Beberapa dari rangkaian tersebut merupakan rangkaian pegunungan
yang masih sangat muda, seperti Pegunungan Himalaya, yang masih tumbuh sampai
sekarang. Sedang lainnya merupakan rangkaian pegunungan yang sudah tua dan
sudah mengalami proses penurunan (perataan) permukaannya.
Gerakan yang berasal dari bumi yang menyebabkan atau menimbulkan
bentuk-bentuk tertentu disebabkan karena adanya gaya tegangan yang terdapat di
kerak bumi disebut gaya endogen. Gejala tektonik merupakan bagian dari gaya
endogen. Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan
perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar maupun vertikal. Sedangkan,
tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan
gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi gerak orogenetik dan
gerak epirogenetik. (orogenesa dan epiro genesa). Gerak orogenetik adalah gerak
yang dapat menimbulkan lipatan dan patahan serta retakan disebabkan karena
gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung
dalam waktu yang singkat, dan gerak epirogenetik adalah gerak yang menyebabkan
muka bumi naik dan turun karena gerak bumi yang sangat lambat serta meliputi
daerah yang luas.

BAB II
ISI
LIPATAN
Lipatan yaitu:

Lipatan (fault) adalah terjadi akibat tekanan yang lemah, tapi


berlangsung terus-menerus antara lempeng tektonik. Puncak lipatan disebut
antiklinal, lembah lipatan disebut sinklinal. Lipatan atau kerutan adalah bentuk
muka bumi hasil gerakan tekanan secara mendatar (horizontal) yang menyebabkan
lapisan kulit bumi yang elastic menjadim berkerut dan melipat. Lipatan mempunyai
dua bagian yaitu sinklinal dan antiklinal. Sinklinal adalah bagian dari sebuah
lipatan yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah sekitarnya.
Sedangkan antiklinal adalah bagian dari lipatan yang paling tinggi
dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Kumpulan sinklinal dalam
sebuah lipatan disebut sinklonorium, sedangkan kumpulan antiklinal
dalam sebuah lipatan disebut antiklinorium.
Daerah yang berstruktur lipatan, kubah, dan struktur patahan, pada dasarnya
disebabkan oleh tenaga endogen. Hanya saja tenaga endogen pembentuk ketiga
daerah struktur lipatan, kubah, dan patahan tidak sama. Pada daerah berstruktur
lipatan, disebabkan oleh tenaga endogen yang arahnya mendatar berupa tekanan,
sehingga batuan sedimen yang letak lapisan-lapisannya mendatar berubah
menjadi terlipat atau bergelombang. Daerah yang berstruktur demikian disebut
daerah lipatan, dalam bahasa inggris disebut flexure. suatu lipatan memilik
beberapa bagian, sebagai akibat dari adanya lipatan tersebut. Unsur-unsur tersebut

adalah antiklinal, sinklinal, sayap antiklin di samping itu juga ada berupa sumbu
antiklinal dalam kaitannya dengan menentukan posisi suatu lipatan yaitu dip
(kemiringan) dan strike (jurus), serta sumbu sinklina.
Berbicara mengenai lipatan ada beberapa macam sebagai akibat dari kekuatan
yang membentuknya, yaitu lipatan tegak, miring, menggantung, isoklin, rebah,
kelopak, antiklinoriun, dan sinklinorium. Di dunia ini banyak terdapat daerah
lipatan yang memperlihatkan bentukan topografi yang jelas, lipatan yang terkenal
adalah SirkumPasifik dan lipatan Alpina. Kedua lipatan tersebut mempunyai
kelanjutan di Indonesia. Lipatan Alpina di Indonesia berupa sistem pegunungan
Sunda yang terbentang di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Nusra, Maluku, dan
berakhir di P. Banda. Lipatan ini merupakan busur dalam yang Indonesia bersifat
volkanis dan busur luar yang non vulkanis. Demikian pula dengan lipatan
Sirkum Pasifik dari Pilipina bercabang ke Kalimantan dan Sulawesi dan seterusnya.
A. Struktur Lipatan
Struktur lipatan merupakan salah satu struktur geologi yang paling umum
dijumpai pada batuan sedimen klastika, dan sering pula ditemukan pada batuan vulka
nik dan metamorf. Salah satu ciri khas batuan sedimen klastika adalah dijumpainya
bidang perlapisan batuan yang terbentuk pada saat sedimentasi. Apabila kita
perhatikan pada singkapan batuan di lapangan bidang perlapisan terebut mempunyai
bidang kedudukan yang bervariasi, hal ini tergantung pada tektonik yang melatar
belakanginya. terdapat beberapa definisi lipatan menurut ahli geologi struktur, antara
lain :
1. Hill (1953)
Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenyadis
ebabkan oleh dua proses, yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat).
Pada gejala buckling, gaya yang bekerja sejajar dengan bidang perlapisan,
sedangkan pada bending, gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang
permukaan lapisan.
2. Billing (1960)
Lipatan merupakan bentuk undulasi atau suatu gelombang pada batuan
permukaan.
3. HOP (1971)
Lipatan akibat bending , terjadi apabila gaya penyebabnya agak lurus terhadap
bidang
lapisan, sedangkan pada proses
buckling , terjadi apabila
gaya
penyebabnya
sejajar
dengan
bidang lapisan. Selanjutnya dikemukakan
pula bahkan pada proses buckling terjadi perubahan pola keterikan batuan,
dimana pada bagian puncak lipatan antiklin, berkembang suatu rekahan yang
disebabkan akibat adanya tegasan tensional (tarikan) sedangkan pada bagian
bawah bidang lapisan terjadi tegasan kompresi yangmenghasilkan Shear Joint.
Kondisi ini akan terbalik pada sinklin.
4. Park (1980)

Lipatan adalah suatu bentuk lengkungan (curve) dari suatu bidang lapisan
batuan.
Mekanisme Terjadinya Flexures
Terdapat beberapa mekanisme terbentuknya lipatan yang dapat dibagi menjadi 4
yaitu :
1.
2.
3.
4.

Pemendekan (buckling)
pembengkokkan (bending )
aliran fleksur (flexural flow)
aliran pasif (passive flow)

Masing-masing mekaninsme tersebut disertai gelincir lengkukan (flexural slip)


yang paling banyak terdapat di antara tiap lapisan batuan yang berbeda, karena
perbedaan sifat batuan tiap satuan lapisan tersebut, seperti perbedaan kekompakan
tiap tubuh batuan, yang akan menyebabkan adanya gores - garis di bidang kontak
kedua batuan. Pada struktur sesar, hal ini disebut dengan cermin sesar. Tenaga yang
mengenai suatu lapisan batuan, akan mengubah bentuk lapisan menjadisebuah
lipatan sesuai ketahanan atau kekompakan komposisi batuan. Pada struktur sesar, hal
ini disebut dengan cermin sesar. Tenaga yang mengenai suatu lapisan batuan, akan
mengubah bentuk lapisan menjadisebuah lipatan sesuai ketahanan atau
kekompakan komposisi batuan.
Gerakan yang berasal dari bumi yang menyebabkan atau menimbulkan
bentuk- bentuk tertentu disebabkan karena adanya gaya tegangan yang terdapat di
kerak bumi disebut gaya endogen. Gejala tektonik merupakan bagian dari gaya
endogen.
Lipatan atau fold atau flexure karena adanya deformasi lapisan batuan yang
terjadi akibat dari gaya tegasan sehingga batuan pindah dari kedudukannya semula
membentuk lengkungan. Selain itu, lipatan adalah lapisan kulit bumi yang
mendapattekanan yang arahnya mendatar. Lipatan dapat dibagi menjadi dua
berdasarkan bentuk lengkungan, yaitu antiklin dan sinklin.
Pada lipatan ada yang dinamakan bidang porosan dan porosan
lipatan.Bidang porosan adalah bidang yang membelah antara sayap lipatan
menjadI dua.
Porosan lipatan adalah garis potong antara bidang porosan dengan permukaan
lapisan atau bias dikatakan bahwa porosan lipatan adalah garis sumbu pada lipatan.
Lipatan memiliki beberapa bentuk sebagai berikut :
B. Tipe tipe lipatan
Berdasarkan sumbunya, lipatan dibedakan menjadi enam tipe :
1. Lipatan tegak (Symmetric folds)
Lipatan tegak addalah lipatan yang dihasilkan dari kekuatan yang sama yang
mendorong dua sisi dengan seimbang. Lipatan tegak, dihasilkan dua arah mendatar
disertaikekuatan dan arah gerakan sama.Lipatan tegak yaitu lipatan yang mempunyai

antiklinaldan sinklinal dengan letak yang simetrik terdapat sumbu lipatan di


sampingnya.
2. Lipatan Miring (Asymmetric folds)
Lipatan miring adalah lipatan yang dihasilkan ketika kekuatan tenaga
pendorongdi salah satu sisinya lebih kuat, sehingga akan menghasilkan kenampakan
salah satusisinya lebih curam. Lipatan miring, diakibatkan gaya tangensial satu dan
yang lain. Ditunjukkan oleh bidang porosnya yang miring. Lipatan miring yaitu
lipatan yangmempunyai antiklinal agak miring
3. Lipatan Rebah (overturned Folds)
Lipatan rebah adalah lipatan yang arah lipatannya mendatar. Lipatan ini
terjadikarena arah tenaga horizontal hanya dari satu arah. Lipatan menggantung,
diakibatkan salah satu gaya tangensial yang terus bekerja. sehingga salah satu sisi
lain lebih miring.Sedemikian sehingga kemiringan sayap dan kecuramannya sudah
melalui poros vertikal. Lipatan menggantung yaitu lipatan yang mempunyai
antiklinal dan sinklinal yang lebih miring daripada lipatan miring. Lipatan rebah
yaitu lipatan yang terjadikarena adanya tekanan yang kuat yang mendorong bagian
dasar dari lipatan.
4. Lipatan Menutup (Recumbent Folds)
Lipatan menutup adalah lipatan yang terbentuk pada saat lipatan yang satu
menekan sisiyang lain dan menyebabkan sumbu lipat hampir datar. Lipatan rebah,
diakibatkan lipatanmiring dan menggantung mendapatkan gaya tangensial yang lebih
besar dari yang lain.Lipatan isoklinal yaitu lipatan yang mempunyai beberapa
antikinal yang relatif sejajar.
5. Lipatan Sesar Sungkup (Overthrust)
Lipatan sesar sungkup adalah lipatan yang terbentuk ketika tenaga tekan
menekan satusisi dengan kuat sehingga menyebabkan lipatan menjadi retak.
Tipe yang lainnya :
a. Lipatan sesar sungkup, diakibatkan lipatan rebah tetap mendapatkan tekanan
gaya tangensial.
b. Lipatan isoklinal, deret lipatan yang memiliki bentuk sama besar.
c. Lipatan monoklinal, yaitu pencuraman setempat di suatu daerah yang
umumnya ditandai kemiringan landai.
d. Lipatan terbuka, lipatan yang masih berpotensi lebih melengkung lagi.
C. Penyebab terjadinya lipatann
Karena adanya Pergerakan lempeng tektonik yang saling menekan sehinggaSalah
satu dampak atau hasil yg nampak dari gerakan tersebut adalah lipatan.
D. Proses terjadinya lipatan

proses terjadinya lipatan itu karena adanya tabrakan antara lempeng tektonik,
yg mengalami subduksi atau penunjaman. Contohnya, Epirogenesa positif dan
epirogenesa negative. Tektonis orogenesa : pergerakan lempeng tektonis yang sangat
cepat meliputi wilayah yang sempit. Merupakan proses pembentukan gunung akibat
tabrakan lempeng benua, sesar bawah benua, perekahan kontinen, atau pergeseran
punggung samudra dengan benua. Tenaga ini biasanya diikuti pelengkungan
(warping), lipatan (folding), patahan (faulting), dan retakan (jointing).

E. Dampak terjadinya lipatan


Dampaknya adalah fenomena permukaan bumi menjadi bervariasi, dan
munculnya ilmu geomorfologi.
-

Gerak Orogenetik
Gerak Orogenetik adalah gerakan pada lapisan kulit bumi
yangmenyebabkan
pengangkatan dan penurunan permukaan bumi
yangberlangsung relatif cepat. Gerak ini juga dapat menimbulkan gempa.4erak orogenetik disebut juga tenaga struktural. Gerak orogenetik
menyebabkan menyebabkan terjadinya :
a). Lipatan
b). Patahan/Rekahan

Lipatan dapat dibagi lagi berdasarkan porosan lipatan atau garis sumbu dan
bentuknya,sebagai berikut :
1. Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap; Lipatan
Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama;
Lipatan dapat dibagi lagi berdasarkan porosan lipatan atau garis sumbu dan
bentuknya, sebagai berikut :
1. .Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang
tetap:Lipatan Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar
dengansumbu utama;
2. Lipatan disharmonik adalah lipatan yang tidak teratur karena
lapisannyatersusun dari bahan-bahan yang berlainan;
3. Lipatan Ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya;
4. Lipatan chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar;
5. Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar yang disebabkan oleh
tekanan yang terus menerus;
6. Lipatan klin bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh
permukaan planar;
7. Lipatan tegak adalah lipatan yang garis sumbunya membagi
secarasimetris atau sma besar antara antiklin dan sinklin;
8. Lipatan miring adalah lipatan yang garis sumbunya tidak
simetris,membentuk sudut;

9. Lipatan menggantung adalah lipatan mirip lipatan miring tetapi bagian


puncaknya terdorong sangat tinggi sehingga bentuknya seperti
menggantung;
10. Lipatan rebah adalah lipatan yang tertekan terus menerus menyebabkan
puncaknya melandai seperti rebahan;
11. Lipatan kelopak adalah lipatan yang bagian dalamnya bekerja daya
tekanan dan sayap tengah tidak menjadi tipis;
12. Lipatan Seretan (Drag folds) adalah lipatan yang terbentuk sebagai akibat
seretan suatu sesar.

B. Bentuk-bentuk Pegunungan Lipatan


Pegunungan lipatan merupakan bagian dari proses diastropisme selain
pegunungan patahan. Pegunungan lipatan memiliki macam-macam lipatan atau jenisjenis lipatan dan memiliki bentuk-bentuk pegunungan lipatan terdiri atas 3 yakni
jalur pegunungan lipatan, dome dan basin, lipatan tunjam, lipatan kompleks, setiap
bentuk- bentuk pegunungan lipatan tersebut memiliki proses terbentuknya, dan akan
dijelaskan pula pengertian dari berbagai bentuk-bentuk pegunungan lipatan, sehingga
tak akantimbul pertanyaan bahwa apa pengertian jalur pegunungan lipatan, apa
pengertian domedan basin, apa pengertian lipatan tunjam, apa pengertian lipatan
kompleks dan pertanyaan lainnya, mengapa lipatan tersebut dapat terjadi. begitu pun
dengan pegunungan patahan memiliki bentuk-bentuk pegunungan patahan dan
macam-macam patahan atau jenis-jenis patahan, seperti tema diatas dimana kali ini
kita akanmenjelaskan bentuk-bentuk pegunungan lipatan yang akan dijelaskan
seperti yang ada dibawah ini.
a. Jalur Pegunungan Lipatan

Jalur pegunungan lipatan adalah rangkaian pegunungan lipatan yang sangat


panjang, melintasi beberapa benua, dan terletak berdampingan dengan palung didasar
laut. Jalur pegunungan lipatan dan palung terbentuk karena tumbukan antara
lempengsamudra dan lempeng benua. Lempeng samudra lebih berat sehingga
produksi akan menyusup di bawah lempeng benua, sedangkan lempeng benua akan
terangkat ke ataskarena lebih ringan massanya.
b. Dome dan Basin
Dome adalah pegunungan lipatan yang membulat, terbentuklah karena
tekanan mendatar yang mempunyai kekuatan datang pada waktu dan arah yang
sama. Contohnya, dome sangiran di jawa tengah yang terkenal sebagai tempat
penemuan fosil manusia purba. Basin adalah cekungan yang membulat karena daerah
sekitarnya terangkat naik.
c. Lipatan Tunjang
. Lipatan tunjam adalah pegunungan lipatan yang garis porosnya menunjam
membentuk sudut terhadap bidang datar.
d. Lipatan Kompleks
. Lipatan kompleks adalah berbagai jenis lipatan yang terdapat pada sebuah
jalur pegunungan besar yang disebut geantiklin (antiklinal besar). Jalur di atasnya
terdapat antiklinal dan sinklinal kecil-kecil dari berbagai tipe.

Bentuk lipatan terjadi karena adanya tekanan horizontal maupun vertikal pada
kulit bumi yang bersifat liat, sehingga kulit bumi mengalami pelengkungan.
Bagian-bagian pada lipatan :
1) Antiklinal
Bagian lipatan yang lebih tinggi dari bagian lainnya. Disebut juga Punggung Lipatan

2) Sinklinal
Bagian lipatan yang lebih rendah dari bagian lainnya. !isebut juga Lembah Lipatan

Bentuk-bentuk lipatan :
a) Lipatan Tegak (Lipatan Normal)
Bentuk lipatan kulit bumi yang cenderung simetris, karena mendapat tekanan yang
sama dari dua arah.
b) Lipatan Miring
Bentuk lipatan kulit bumi yang cenderung tidak simetris, karena mendapat tekanan
yang berbeda dari dua arah.
c) Lipatan Menggantung
Bentuk lanjutan dari lipatan miring karena mendapat tekanan yang sangat kuat
darisalah satu arah terus menerus

d) Lipatan Rebah
Bentuk lipatan yang mempunyai kemiringan yang sangat tajam, bahkan
mendekatisejajar dengan lapisan yang datar

e) Dome (Kubah)
Bentuk lipatan kulit bumi naik (antiklinal) yang melingkar menyerupai kubah atau
berupa gundukan.

f) Basin (Ledokan)
Bentuk lipatan kulit berbentuk cekungan (sinklinal) melingkar.

UNSUR GEOMETRI LIPATAN


1.

Plunge, sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang
vertikal.
2. Core, bagian dari suatu lipatan yang letaknya disekitar sumbu lipatan.
3. Crest, daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada
antiklin.
4. Limb (sayap), bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai
dari lengkungan maksimum antiklin sampai hinge sinklin), atau Updip (sayap
yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin).
Sayap lipatan dapat berupa bidang datar (planar), melengkung (curve), atau
bergelombang (wave).
5. Fore Limb, sayap yang curam pada lipatan yang simetri.
6. Back Limb, sayap yang landai.
7. Hinge Point, titik yang merupakan kelengkungan maksimum pada suatu
perlipatan.
8. Hinge Line, garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan
yang sama.
9. Hinge Cone, daerah sekitar Hinge Point.
10. Inflection point, merupakan titik balik dari suatu lengkungan pada sayap
lipatan atau pertengahan antara dua perlengkungan maksimum.
11. Trough, daerah terendah pada suatu lipatan, selalu dijumpai pada sinklin.
12. Axial Line, garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari lengkungan
maksimum pada tiap permukaan lapisan dari suatu struktur lapisan.
13. Axial Plane, bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara
sayap- sayap lipatannya.
14. Half - Wavelength, jarak antara dua titik inflection (inflection points).

UNSUR GEOMETRI LIPATAN

Klasifikasi lipatan
Klasifikasi lipatan berdasarkan unsur geometri, antara lain :
1.
2.
3.
4.

Upright Fold atau Simetrical Bold (lipatan tegak atau lipatan setangkup).
Asimetrical Fold (lipatan tak setangkup atau lipatan tak simetri).
Inclined Fold atau Over Fold (lipatan miring atau lipatan menggantung).
Recumbent Fold (lipatan rebah)

ANTIKLIN DAN SINKLIN

Anticline :
Lipatan dengan batuan tertua pada core suatu lipatan pada sisi cekung. Antiklin
merupakan punggung lipatan yang kemiringan kedua sayapnya ke arah saling
berlawanan dan saling menjauh (bentuk concav dengan cembung ke atas). Bagian
tengah dari antiklin disebut inti antiklin.
Syncline
Suatu lipatan dengan batuan termuda pada core suatu lipatan. Sinklinnmerupakan
lembah lipatan yang kemiringan kedua sayapnya menuju ke suatubarah dan saling
mendekat (bentuk concav dengan cekungnya mengarah ke atas). Bagian tengah dari
sinklin disebut inti sinklin.

Catatan : Pada kondisi normal, daerah yang terlipat, anticlines biasanya berbentuk
antiformal dan synclines berbentuk synformal.
Bisa saja jika daerah terlipat lagi membentuk (tidak umum) :
-

Antiformal Synclines
Synformal Anticline

Klasifikasi lipatan berdasarkan bentuknya antara lain :

1. Concentric Fold (lipatan konsentris/lipatan paralel) adalah sebutan untuk


perlapisan dimana jarak-jarak (tebal) tiap lapisan yang terlipat tetap sama.

2. Similar Fold sebutan untuk perlipatan dimana lapisan-lapisan yang


terlipat/dilipatdengan bentuk-bentuk yang sama sampai ke dalam. antiklin
maupun sinklin ukurannya tidak banyak berubah ke dalam maupun ke atas.
3. Chevron Fold lipatan menyudut atau sendinya tajam dan menyudut. dalam
hal ini,sayap lipatannya merupakan bidang planar.

4. Isoclinal Fold Lipatan dimana kedudukan bidang sumbunya sejajar atau


relative sejajar dan kedua sayapnya sejajar atau hampir sejajar.
5. Box Fold lipatan dimana bagian puncaknya relatif rata atau datar
6. Kink Fold ipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan planar

BAB III
PENUTUP
Lipatan (kerutan), yaitu gerakan horisontal yang menyebabkan lapisan kulit
bumi berkerut. Pelipatan terjadi karena tekanan yang melemah pada suatu bagian
dalam Waktu yang lama dan tidak mengalami patahan. bagian puncak lipatan

disebut antiklinorium, dan lembahnya disebut sinklinorium. Puncak dan lembah


kecil-kecil di atas antiklinorium dan sinklinorium disebut abtiklin. Jika terjadi
pelipatan hebat maka akan dikenal geantiklinal dan geosinklinal.
Struktur lipatan merupakan salah satu struktur geologi yang paling umum
dijumpai pada batuan sedimen klastika, dan sering pula ditemukan pada batuan
vulkanik dan metamorf. Terdapat beberapa mekanisme terbentuknya lipatan yang
dapat di bagi menjadi 4 yaitu : 1. pemendekan (buckling), 2. pembengkokkan
(bending ), 3. aliran fleksur (flexural flow), 4. aliran pasif ( passive flow).
Berdasarkan sumbunya, lipatan dibedakan menjadi lima tipe : Lipatan tegak,
Lipatan miring, Lipatan menggantung, Lipatan rebah, lipatan sesar sungkup dan
lain-lain. Dari sebuah lipatan dapat terbentuk suatu barisan pegunungan.
Bagian yang disebut punggung lipatan disebut antiklinal, sedangkan bagian yang
disebut lembah lipatan disebut sinklinal.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/276706737/Makalah-Geologi-Dasar-Lipatan#scribd
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDQQFjA

DahUKEwjfzOapquXIAhVhNKYKHWNZDJA&url=https%3A%2F
%2Fhmjfisikauinalauddin.files.wordpress.com%2F2012%2F06%2Fmakalah-klp4.docx&usg=AFQjCNEzQKvOdQf7IUMIl7FpvWVsRcC6SQ