You are on page 1of 9

TUGAS

ILMU DAKWAH

OLEH :
MUH. IRZAL AFANDI A.
093 2010 0044

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

PERINGATAN TANGGAL 1 MUHARRAM


Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.
Dengan iringan ucapan puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt,
karena pada malam yang berbahagia ini kita bisa berkumpul di masjid dalam suasana
yang penuh damai dan tanpa ada halangan suatu apapun.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar
Muhammad Saw, karena beliaulah sebagai uswatun hasanah, yang patut kita contoh
dalam aktifitasnya selama beliau masih hidup. Mudah-mudahan kita termasuk umatnya
yang benar-benar setia kepadanya dalam arti mengikuti sepak terjang beliau Saw.
Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati,
Malam ini kita berkumpul di masjid yang penuh dengan keceriaan ini adalah
memperingati hari besar Islam, yakni tahun baru islam. Dengan memperingati tahun
baru Islam tentu saja kita akan sadar, bahwa umur kita semakin berkurang. Dengan
menyadari hal sedemikian itu tentunya kita akan kembali untuk mendekatkan diri
kepada Allah Swt, dalam arti meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.
Dengan memasuki tahun baru ini kita berusaha untuk mengoreksi diri, apakah
amalan-amalan yang pernah kita lakukan
itu sudah termasuk baik atau tergolong amalan jelek. Bila yang kita lakukan
sudah mencerminkan kebaikan, maka kita berusaha untuk meningkatkan amalan tersebut
Namun sebaliknya, bila tahun lalu amalan yang kita kerjakan jauh dari kebenaran, yakni
jahat, maka kita berusaha dengan optimal untuk melangkah menuju kebenaran, agar
supaya perjalanan hidup kita ini semakin lama semakin baik, sehingga menjadi insan
yang baik mulai kehidupan dunia lebih-lebih diakhirat kelak.
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.
Bertambah tahun usia kita semakin bertambah pula, akan tetapi umur kita
semakin berkurang. Dengan menyadari sedemikian ini maka kita harus lebih giat untuk
beramal yang baik sebagai bekal menuju hidup yang lebih panjang, yakni diakhirat.
Karena kebahagiaan dan kesengsaraan yang akan menimpa seseorang tergantung amalan
yang dilakukan ketika mereka hidup di dunia. Dengan kehidupan yang serba singkat ini

kita berupaya untuk berlomba untuk meraih amal yang shaleh, agar kelak kita tidak
mengalami penyesalan yang tidak guna.
Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.
Ingatlah bahwasannya semua manusia akan mengalami kerugian yang sangat
fatal, bila waktu hidup ini tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Waktu adalah
mempunyai arti yang amat penting dalam kehidupan ini. Waktu adalah sangat berharga
sekali dalam kehidupan ini. Sebagai pedagang waktu bisa diumpamakan sebagai uang,
bagi pelajar waktu adalah ilmu. Dan juga dikatakan bahwa waktu bagaikan pedang, bila
tidak bisa menggunakan pedang tersebut, maka kita akan kena pedang itu.
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia
Berkaitan dengan amat pentingnya menggunakan waktu hidup ini, maka Nabi
Muhammad Saw. menegaskan dalam sabdanya yang berbunyi:

Artinya: Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.Dari Ibnu Abbas ra. berkata
: Rasulullah Saw. bersabda Pergunakanlah lima (waktu) sebelum datang lima (waktu)
yang lain, yaitu hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu longgarmu

sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan waktu kayamu sebelum datang
miskinmu. (HR. Hakim).
Menurut sabda Nabi Saw. diatas, kita umat Islam diperintah agar senantiasa
menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Kita tidak boleh menunda waktu, baik itu
untuk belajar, bekerja, beramal, dan beribadah kepada Allah Swt.
Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.
Dalam memperingati tahun baru Islam, marilah kita masuki tahun ini dengan
lembaran-lembaran baru, kita isi dengan amalan-amalan yang diridlai Allah Swt, kita
berusaha untuk membuang jauh-jauh amalan yang jahat. Agar kehidupan kita berakhir
dengan khusnul khatimah.
Demikian sekedar sambutan (pidato) yang dapat kami sampaikan dalam acara
peringatan tahun baru Islam. Mudah-mudahan kita memasuki tahun baru ini lebih baik
dalam segala aktifitas sehari-hari. Billahi taufiq wal hidayat. Kurang lebihnya kami
mohon maaf yang tak terhingga.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hari Raya Qurban (Idul Adha)





. .
.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan rasa puji syukur kehadirat Allah S.W.T. yang mana
dengan segala rahmat dan nikmat-Nya kita masih diberikan umur panjang sehingga pada
kesempatan ini alhamdulillah dapat dipertemukan lagi dengan hari kemenangan ummat
Islam, yakni hari raya Idul Adha. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan
kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Amien

Bapak/Ibu dan para hadirin yang saya hormati...


Dengan datangnya hari raya Idul Adha kali ini, semoga Allah SWT memberikan kita
semua hidayah untuk lebih bisa mendekatkan diri kepada-Nya selaku Tuhan semua
alam. Mari kita tingkatkan rasa taqwa kita kepada Allah SWT agar kelak kita diberikan
keselamatan di Akhirat.

Di hari raya Idul Ahda , para ummat Muslim yang dari sisi ekonomi memiliki
kemampuan amat diserukan kepada mereka untuk melakukan qurban. Qurban yang
berasal dari bahasa Arab yang berartikan penyembelihan memiliki nilai bersejarah dalam
Islam, dan masyarakat Islam melakukan qurban setiap setahun sekali.
Allah SWT berfirman :


Artinya

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah (QS. Al-Kautsar : 2)


Note: Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan
mensyukuri nikmat Allah.

Dalam sebuah hadist diriwayatkan, bahwasanya Rasulullah bersabda: "Barang siapa


mempunyai kelapangan (kejembaran rezeki), mampu untuk berkorban tetapi tidak
melakukannya, maka janganlah dia dekat-dekat ke Mushollah tempat kami beribadat".
(HR.Ibnu Majah).

Hadirin Rahimakumullah ...


Binatang korban yang disembelih dengan hati yang ikhlas itu kelak di hari akhir akan
ditimbang darahnya, tanduknya, bulunya dan semua anggota tubuhnya, sekaligus akan
menjadi saksi baginya.

Rasulullah saw bersabda yang artinya:


Sembelihlah korban dan senangkanlah hatimu, sesungguhnya seorang muslim yang
menghadapkan hewan-hewan sembelihnya ke kiblat, maka darah hewan itu, tanduknya
dan bulunya semuanya merupakan kebajikan yang akan ditimbang pada hari kiamat.

Hadirin Rahimakumullah ...


Menyembelih binatang korban itu mengandung dua aspek perwujudan, yaitu:
1.

Aspek uhudiah (Peribadatan)

Yaitu berbakti dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai dengan asal kata korban itu

berasal dari kata "Qoroba" yang artinya mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai
imbangan pendekatan itu, maka Allah dekat pula kepada orang yang berkorban, dan
Tuhan akan melipatgandakan pahalanya di akhirat kelak.
2.

Aspek kemasyarkatan

Karena dengan melakukan korban dan membagi-bagikan daging sembelihan itu akan
berkembanglah pendekatan sesama umat manusia. Dimana kaum muslimin yang sedang
hidup dalam garis kemiskinan yang selama hidupnya tidak pernah makan daging sapi,
kini dia merasakan bagaimana nikmatnya makan daging ikan sapi. Dengan jalan ini
insya Allah akan terciptalah kemurnian sosial dalam masyarakat.

Bapak/Ibu dan para hadirin yang saya hormati...


Dalam sejarah Islam sebagaimana diterangkan dalam Al Qur'an, terdapat dua peristiwa
dilakukannya ritual kurban yaitu oleh Habil (Abel) dan Qabil (Cain), putra nabi Adam
Alaihis Salam serta pada saat Nabi Ibrahim akan mengorbankan Nabi Ismail atas
perintah Allah S.W.T.

Kisah Habil dan Qabil di kisahkan pada Al Qur'an Surat Al-Maaidah ayat 27 yang
berbunyi:


Artinya :
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang
sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah
seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia
berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah
hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (QS. Al-Maaidah : 27)

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail


Diterangkan dalam Al Qur'an, Allah memberi perintah melalui mimpi kepada Nabi
Ibrahim untuk mempersembahkan Ismail. Diceritakan dalam Al Qur'an bahwa Ibrahim
dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan tepat saat Ismail akan disembelih, Allah
kemudian menggantinya dengan seekor domba.
Dibawah ini petikan surat Ash Ahaaffaat Ayat 102-107 yang menceritakan hal tersebut.



( ) ( ) ( )

() ( ) ( )
Artinya :
"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku
termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim
membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami
panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu
sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat
baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu
dengan seekor sembelihan yang besar". (QS. Ash-Shaaffaat: 102-107)
Hadirin Rahimakumullah ...
Maka dari itu, apabila kita diberikan rizki lebih oleh Allah S.W.T. jangan lupa disisihkan
untuk membeli hewan untuk disembelih pada hari raya Idul Adha. Demikian yang dapat
saya sampaikan, semoga pidato singkat ini berguna bagi para hadirin sekalian, dan
bermanfaat bagi saya pribadi, Amin.