You are on page 1of 9

MAKALAH

METODE GAYA BERAT

OLEH :
MUH. IRZAL AFANDI A.
093 2010 0044

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesempatanNya kepada kita semua, terutama kepada penulis. Sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Berikut ini, penulis persembahkan sebuah makalah Ilmu
pengetahuan bumi dan antariksa.
Penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua,
terutama bagi penulis sendiri.Kepada pembaca yang budiman, jika terdapat
kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini, penulis mohon maaf, karena penulis
sendiri dalam tahap belajar.
Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terimakasih, kepada para
pembaca.Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar-benar bermanfaat.

Makassar, 03 November 2015

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN
Metode Gaya Berat sebagai salah satu metode geofisika yang banyak
digunakan untuk eksplorasi maupun pemetaan memiliki alat ukur yang disebut
dengan

gravitymeter.

menurutspesifikasi

dan

Gravitymeter
ketelitiannya

sendiri
serta

memiliki

pembuatnya.

banyak

macam

Masing-masingnya

memilikikelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti yang kita bayangkan


tentusangat sulit untuk membangun suatu instrumen yang mampu mengukur
anomaligravitasi yang sangat kecil. Pengukuran gravitasi sendiri tidak menghasilkan
suatunilai percepatan gravitasi yang absolut, tapi lebih kepada mengestimasi variasi
dari percepatan gravitasi. Namun tentu ini sama sekali tidak menjadi suatu
keterbatasanbagi sebuah instrumen gravitymeter, karena yang dibutuhkan untuk
mengidentifikasi variasi struktur geologi hanya perubahan relatif dari percepatan
gravitasi.
Metode Gaya Berat ini termasuk dalam kategori metode pasif, sebab metode
ini tidak dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respon
yang dilakukan oleh bumi, melainkan hanya mengukur medan alami yang
dipancarkan oleh bumi, yaitu medan gravitasi bumi. Metode Gaya Berat ini dapat
diaplikasikan untuk pemetaan sesar, memperkirakan lokasi panas bumi, dan juga
sering digunakan pada survey awal dalam peninjauan eksplorasi minyak dan gas
bumi, dan juga penelitian geologi eksplorasi dalam lainnya.

BAB II

ISI
Metode gaya berat (gravitasi) adalah salah satu metode geofisika yang
didasarkan pada pengukuran medan gravitasi. Pengukuran ini dapat dilakukan di
permukaan bumi, di kapal maupun di udara. Dalam metode ini yang dipelajari adalah
variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan
sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi
dari suatu titik observasi terhadap titik observasi lainnya. Metode gravitasi umumnya
digunakan dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap). Disamping itu metode ini juga
banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan lainnya.
Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat
massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur
bawah permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan
ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun
mineral lainnya. Untuk menggunakan metode ini dibutuhkan minimal dua alat
gravitasi, alat gravitasi yang pertama berada di base sebagai alat yang digunakan
untuk mengukur pasang surut gravitasi, alat yang kedua dibawa pergi ke setiap titik
pada stasiun mencatat perubahan gravitasi yang ada. Biasanya dalam pengerjaan
pengukuran gravitasi ini, dilakukan secara looping.
Hukum Gravitasi Newton Pada dasarnya gravitasi adalah gaya tarik menarik
antara dua benda yang memiliki rapat massa yang berbeda, hal ini dapat

diekspresikan oleh rumus hukum Newton sederhana sebagai berikut:

Dengan menggunakan rumus dasar inilah maka survey geofisika metode gravitasi
dapat dilakukan, namun seperti halnya metode geofisika lainnya, tentu saja metode
ini memiliki koreksi. Koreksi dalam metode gaya berat adalah sebagai berikut :
a. Koreksi baca alat/skala
Koreksi baca alat adalah koreksi yang dilakukan apabila terjadi kesalahan
dalam pembacaaan alat gravitasi yang digunakan. Rumus umum dalam pembacaan
alat dapat ditulis sebagai berikut :
Read (mGal) = ((Read (scale)-Interval) x Counter Reading) + Value in mGal
b. Koreksi pasang surut (tidal)
Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh gravitasi benda-benda
di luar bumi seperti bulan dan matahari, yang berubah terhadap lintang dan waktu.
Untuk mendapatkan nilai pasang surut ini maka, dilihatlah perbedaan nilai gravitasi
stasiun dari waktu ke waktu terhadap base. Gravitasi terkoreksi tidal dapat ditulis
sebagai berikut :

Dimana :

c. Koreksi apungan (drift)


Koreksi apungan akibat adanya perbedaan pembacaan gravity dari stasiun
yang sama pada waktu yang berbeda, yang disebabkan karena adanya guncangan
pegas alat gravimeter selama proses transportasi dari suatu stasiun ke stasiun lainnya.

dimana :

Sehingga dapat dikatakan bahwa gravitasi terkoreksi drift (g std) adalah :


dimana:
g std (n) = gravitasi terkoreksi drift pada stasiun ke n
g st(n)= gravitasi terkoreksi tidal pada stasiun ke n
d. Koreksi lintang
Koreksi ini dilakukan karena bentuk bumi yang tidak sepenuhnya bulat sempurna,
tetapi pepat pada daerah ekuator dan juga karena rotasi bumi. Hal tersebut membuat
ada perbedaan nilai gravitasi karena pengaruh lintang yang ada di bumi. Secara
umum gravitasi terkoreksi lintang dapat ditulis sebagai berikut :

dimana :

e. Koreksi udara bebas (Free Air Correction)


Koreksi ini dilakukan untuk mengkompensasi ketinggian antara titik pengamatan dan
datum (mean sea level). Koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :

dimana :

f. Koreksi Bouguer
Koreksi bouger dilakukan untuk mengkompensasi pengaruh massa batuan terdapat
antara stasiun pengukuran dan (mean sea level) yang diabaikan pada koreksi udara
bebas. Koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :

g. Koreksi medan (Terrain Correction)


Koreksi medan mengakomodir ketidakteraturan pada topografi sekitar titik
pengukuran. Pada saat pengukuran, elevasi topografi di sekitar titik pengukuran,
biasanya dalam radius dalam dan luar, diukur elevasinya. Sehingga koreksi ini dapat
ditulis sebagai berikut :

BAB III
PENUTUP

Metode gaya berat (gravitasi) adalah salah satu metode geofisika yang
didasarkan pada pengukuran medan gravitasi. Pengukuran ini dapat dilakukan di
permukaan bumi, di kapal maupun di udara.
Hukum Gravitasi Newton Pada dasarnya gravitasi adalah gaya tarik menarik
antara dua benda yang memiliki rapat massa yang berbeda, hal ini dapat

diekspresikan oleh rumus hukum Newton sederhana sebagai berikut:

Dengan menggunakan rumus dasar inilah maka survey geofisika metode


gravitasi dapat dilakukan, namun seperti halnya metode geofisika lainnya, tentu saja
metode ini memiliki koreksi. Koreksi dalam metode gaya berat adalah sebagai
berikut :
a. Koreksi baca alat/skala
b. Koreksi pasang surut (tidal)
c. Koreksi apungan (drift)
d. Koreksi lintang
e. Koreksi udara bebas (Free Air Correction)
f. Koreksi Bouguer
g. Koreksi medan (Terrain Correction)

DAFTAR PUSTAKA
http://annisa-bestariii.blogspot.co.id/2014/04/teori-metode-gaya-berat.html
https://basdargeophysics.wordpress.com/2012/08/29/gravity-method-metode-gayaberat/