You are on page 1of 4

Final Examination, July 2, 2012

Part A (Nursyamsu)
Close Book
1) Jelaskan istilah-istilah berikut selengkapnya:
Jalur Lalulintas,
Lajur Lalulintas,
Median Jalan
Volume Lalulintas Harian Rencana (VLHR)
Volume Jam Rencana
Faktor-K
2) Klasifikasi jalan:
a. Jelaskan klasifikasi jalan menurut medan-nya!
b. Jelaskan klasifikasi jalan menurut fungsinya!
3) Gambarkan sketsa potongan melintang bagian-bagian jalan, lengkapi dengan
definisi dan fungsi bagian-bagian jalan tersebut
4) Apa tujuan diadakannya daerah bebas samping di tikungan? Jelaskan sesingkat
mungkin cara pengukurannya!
5) Dalam perencanaan geometri

jalan,

dikenal

istilah

jarak

pandang

yang

diklasifikasikan menjadi jarak pandang henti dan jarak pandang menyiap. Jelaskan
kedua istilah tersebut

Solutions:
1) Definisi
a. Jalur lalulintas: bagian daerah manfaat jalan yang direncanakan khusus untuk lintasan
kendaraan bermotor (beroda 4 atau lebih).
b. Lajur lalulintas: bagian pada jalur lalu lintas yang ditempuh oleh satu kendaraan
bermotor beroda 4 atau lebih, dalam satu jurusan.
c. Median Jalan: jalur pemisah yang terletak memanjang di badan jalan, secara fisik
dibangun lebih tinggi dari badan jalan dengan beton, maupun lebih rendah dengan
tanaman rumput atau berupa parit
d. Volume Lalulintas Harian Rencana (VLHR): taksiran atau prakiraan volume lalu lintas
harian untuk masa yang akan datang/akhir tahun rencana pada bagian jalan tertentu,
dinyatakan dalam smp/hari
e. Volume Jam Rencana: prakiraan volume lalu lintas pada jam sibuk tahun rencana lalu
lintas, yang digunakan untuk menghitung jumlah lajur jalan dan fasilitas lalu lintas
f.

lainnya yang diperlukan


Faktor-K: faktor berupa angka yang memperbandingkan volume lalu lintas per jam yang
didasarkan pada jam sibuk ke 30-200 dengan volume lalu lintas harian ratarata tahunan

2) a. Klasifikasi jalan menurut medannya


Medan jalan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebagian besar kemiringan medan
yang diukur tegak lurus garis kontur

b. Klasifikasi jalan menurut fungsinya

Jalan Arteri: Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak

jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien,
Jalan Kolektor: Jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri-ciri
perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk

dibatasi,
Jalan Lokal: Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan
jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

3) Sketsa

a)
b)
c)
d)
e)

Jalur lalin
Lajur lalin
Bahu jalan
Trotoar
Saluran drainase

f)
g)
h)
i)
j)

Sempadan
Damaja
Damija
Dawasja
Jalur hijau

Bahu jalan: bagian daerah manfaat jalan yang berdampingan dengan jalur lalu lintas
untuk menampung kendaraan yang berhenti, keperluan darurat, dan untuk
pendukung samping bagi lapis pondasi bawah, lapis pondasi, dan lapis
permukaan
Trotoar: bagian tepi jalan yang disediakan sebagai fasilitas bagi pejalan kaki
Saluran drainase: saluran air di sisi tepi jalan yang berfungsi untuk membuang air dari
badan jalan
Damaja: daerah yang meliputi seluruh badan jalan, saluran tepi jalan dan ambang
pengaman
Damija: daerah yang meliputi seluruh daerah manfaat jalan dan daerah yang
diperuntukkan bagi pelebaran jalan dan penambahan jalur lalu lintas di
kemudian hari serta kebutuhan ruangan untuk pengaman jalan
Dawasja: lajur lahan yang berada di bawah pengawasan penguasa jalan, ditujukan untuk
penjagaan terhadap terhalangnya pandangan bebas pengemudi kendaraan
bermotor dan untuk pengamanan konstruksi jalan dalam hal ruang daerah
milik jalan tidak mencukupi.
4) Penyediaan daerah bebas samping tikungan bertujuan untuk memberikan kemudahan
pandangan di tikungan dengan membebaskan obyek-obyek penghalang sejauh E (m),

diukur dari garis tengah lajur dalam sampai obyek penghalang pandangan sehingga
persyaratan Jh dipenuhi
5) Jarak pandang henti:
jarak pandang ke depan untuk berhenti dengan aman bagi pengemudi yang cukup

mahir dan waspada dalam keadaan biasa


jarak minimum yang diperlukan oleh

setiap pengemudi

untuk menghentikan

kendaraannya dengan aman begitu melihat adanya halangan di depan


Jarak pandang menyiap:

jarak pandang yang dibutuhkan untuk dengan aman melakukan gerakan menyiap dalam

keadaan normal
jarak yang memungkinkan suatu kendaraan mendahului kendaraan lain di depannya
dengan aman sampai kendaraan tersebut kembali ke lajur semula