http://rahmasyilla.wordpress.

com
PENGERTIAN FILSAFAT Oleh. Gumgum Gumilar

Menurut logatnya, kata atau istilah "filsafat" berasal dari bahasa Arab, yaitu "filsafah". Sedangkan menurut asal katanya yang sesungguhnya, kata falsafah tersebut berasal dari bahasa Yunani, yaitu: "Philosophia", yang terdiri dari dua rangkaian kata terpisah, pertama adalah kata Philo atau Philien dan kedua adalah Sophia. Arti philo adalah cinta, dan sophia artinya kebenaran. Pengertian filsafat menurut istilah atau secara garis besarnya adalah mencintai kebenaran. Mencintai atau mencari kebenaran yang berarti dalam upaya mencapai suatu kebenaran dengan kesadaran penuh di dalam perbuatannya, dan manusia yang serba ingin tahu dan sadar akan menghadapi berbagai masalah yang semakin kompleks dan tantangan berat di dalam kehidupannya. Hal inilah disebut dengan berpikir kefilsafatan, dalam upaya terus mencari jawabannya. Salah satu sikap paling dasar yang harus dianut oleh orang yang beriman ialah, bahwa kebenaran yang mutlak hanya pada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan manusia sebagai makhluk yang berakal hanya dapat mencapai kebenaran itu didorong oleh cintanya akan kebenaran itu sendiri. (Zubair: 1990: 7) Sedangkan pengertian yang lebih luas dari filsafat tersebut, yaitu dengan mengutif pendapat dari para filsuf Yunani, antara lain; Plato (427-347 SM), menjelaskan bahwa pengertian filsafat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Aristoteles (382-322 SM), sebagai murid Plato, memberikan pengertian bahwa filsafat itu adalah ilmu pengetahuan yang meliputi, kebenaran, dan berisikan di dalamnya ilmu-ilmu; metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika dan sebagainya. Menurut Louis 0. Kattsoff, dalam bukunya Pengantar Filsafat, Tiara Wacana, Yogyakarta, 1986, bahwa terdapat beberapa butir pemikiran di dalam Filsafat, yaitu antara lain: Harus merupakan sesuatu yang konsepsional. Pemikiran filsafat merupakan pemikiran yang rasional. Sistem filsafat harus bersifat koheren (runtut). http://www.usahasejati.com (The Gumilar Center) 1

http://rahmasyilla.wordpress.com
Adanya saling hubungan antara jawaban dan kefilsafatan. Merupakan suatu pandangan dunia.

Suatu definisi pendahuluan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang ingin mencapai hakikat kebenaran yang asli dengan ciri-ciri pemikiran yang rasional, metodologi, sistematis, koheren, integral, tentang makro dan mikro kosmos, baik bersifat inderawi maupun non inderawi. Maksud dari kebenaran tersebut adalah kebenaran akan hakikat hidup dan kehidupan, baik secara teoritis maupun praktis. (Soebagio & Supriatna: 1991:15). Dalam pembahasan filsafat selanjutnya, hanya membatasi diri sebagai pandangan, asas atau pendirian dan suatu nilai kebenaran yang dapat diterima atau diyakini sebagai pandangan hidup, prinsip-prinsip dan pedoman yang berkaitan dengan filsafat etika, kode perilaku dan kode profesi, tindakan etis, secara moral clan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Sehingga dengan mempelajari filsafat tersebut akan memperoleh asas manf aat khususnya bagi para profesional sebagai penyandang profesi Humas/Public Relations yang memiliki integritas pribadi, kejujuran, beritikad baik, moral baik, tanggung jawab dan etos kerja yang tinggi serta berbudi yang luhur. Menurut DR Harry Hamersma, dalam bukunya Pintu Masuk ke Dunia Filsafat, Kanisius, Yogyakarta, 1984, bahwa pandangan filsafat lebih cenderung bersifat menyeluruh (integral), dengan demikian secara definitif antara filsafat dan ilmu pengetahuan terdapat perbedaan, yaitu: Ilmu pengetahuan, adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan. Filsafat, adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan. Perkembangan selanjutnya, filsafat memiliki berbagai macam pengertian, yaitu antara lain (Zubair: 1990:7);

a. b.

Cinta akan kebijaksanaan. Ilmu pengetahuan yang memiliki hakikat untuk memperoleh kebenaran dan kenyataan.

http://www.usahasejati.com (The Gumilar Center)

2

http://rahmasyilla.wordpress.com
c. d. e. f. g. Hasil pemikiran yang kritis, analistis, evaluatif, abstaktif dan sistematis. Pendalaman lebih lanjut dari pengembangan ilmu pengetahuan. Merupakan pandangan hidup. Anggapan atau asumsi dasar. Bersifat kritis, rasional, refleksif, radikal, integral, dan tidak fragmentaris serta universal.

DAFTAR PUSTAKA

Gie, The Liang. 1977. Suatu Konsepsi Ke arah Penertiban Bidang Filsafat, Yogakarta: Karya Kencana. Gie, The Liang. 1991. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty. Suriasumantri, Jujun S.1984. Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Sinar Harapan Susanto, Astrid S. 1976. Filsafat Komunikasi. Bandung : BinaCipta. Soehoet, Hoeta. 2003. Filsafat Komunikasi. Jakarta: Yayasan Kampus TercintaIISIP Tafsir, Ahmad. 2004. Filsafat Ilmu. Bandung: Remaja Rosdakarya. Chariis Zubair, Achmad. 1990. Kuliah Etika. Jakarta : Rajawali Pers. Effendy, Onong Uchjana. 2000. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung : Citra Aditya Bakti. Jefkins, Frank. 1996. Public Relations. Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga. Keraf, A. Sonny. 1991. Etika Bisnis Membangun Citra Bisnis Sebagai Profesi Luhur. Jakarta : Kanisius. Ruslan, Rosady. Etika Kehumasan, Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

http://www.usahasejati.com (The Gumilar Center)

3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful