You are on page 1of 5

Pengertian Sistem Pemerintahan Desa

A. Pengertian Sistem
Secara etimologi bahwa sistem adalah seperangkat unsure yang secara teratur

saling berkaitan, susuan yang teratur dari pandangan teori, asas atau metode.
Menurut Ensiklopedia Indonesia (1978:3205) disebutkan bahwa sistem berasal
dari bahasa Yunani sustema terjemahannya mengumpulkan artinya
adalah : suatu kesatuan bermacam-macam hal menjadi keseluruhan dengan

bagian-bagian yang tersusun dari dalam.


Menurut Prajudi dalam bukunya berjudul Dasar-dasar Office Management
(1973:111) sistem adalah prosedur-prosedur yang berhubungan satu sama lain
menurut skema atau pola yang dibuat untuk menggerakkan suatu fungsi yang

utama dari suatu usaha atau urusan.


Menurut Sumantri dalam bukunya Sistem Pemerintahan Negara-Negara
(1979:17) sistem sebagai sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersamasama untuk melakukan suatu maksud. Apabila salah satu bagian rusak atau
tidak dapat melaksanakan tugasnya, maka maksud yang hendak dicapai tidak
akan terpenuhi, atau setidak-tidaknya sistem yang telah terwujud akan
mendapat gangguan.

B. Pengertian Pemerintah
Pemerintah dalam arti luas adalah semua lembaga negara yang oleh konstitusi
Negara

yang

bersangkutan

disebut

sebagai

pemegang

kekuasaan

pemerintahan. Sedangkan pemerintah dalam arti luas adalah semua lembaga

Negara seperti diatur dalam konstitusi suatu Negara.


Pemerintah dalam arti sempit yaitu lembaga-lembaga Negara yang memgang
kekuasaan eksekutif saja. Sedangkan pemerintah dalam arti sempit yaitu
lembaga Negara yang memegang fungsi birokrasi yakni aparat pemerintah
yang diangkat dan ditunjuk bukan dipilih.

C. Pengertian Desa
Kata desa berasal dari bahasa India, yakni swadesiyang berarti tempat
asal, tempat tinggal, negeri asal, atau tanah leluhur yang merujuk pada satu
kesatuan hidup, dengan satu kesatuan norma, serta memiliki batas yang jelas
(Yuliati dkk,2003:24).

Bouman (dalam Beratha,1982:26) mengemukakan desa:Sebagai sebagai


salah satu bentuk kuno dari kehidupan bersama sebanyak beberapa ribu orang,
hampir semuanya saling mengenal, kebanyakan yang termasuk didalamnya hidup
dari pertanian, perikanan dan sebagainya, usaha yang dapat dipengaruhi oleh
hukum dan kehendak alam. Dan dalam tempat tinggal itu terdapat banyak
ikatan-iktan keluarga yang rapat, ketaatan pada tradisi dan kaidah-kaidah sosial.
Departemen Dalam Negeri sebagaimana termaktub dalam pola Dasar dan
Gerak Operasional Pembangunan Masyarakat Desa (1969) meninjau pengertian
desa dari segi hubungan dengan penempatannya di dalam susunan tertib
pemerintahan,sebagai berikut:Desa atau dengan nama aslinya yang setingkat yang
merupakan kesatuan masyarakat hukum ber- dasarkan susunan asli adalah suatu
badan hukum dan adalah pula badan pemerintahan yang merupakan bagian
wilayah kecamatan atau wilayah yang melingkunginya.
Dalam ketentuan umum UU No.32 Tahun 2004 pengertian desa ditulis sebagai
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asalusul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D. Pengertian Sistem Pemerintahan Desa
Dari pengertian-pengertian sistem, pemerintah, pemerintahan, dan desa,
maka dapat dikemukakan pengertian Sistem Pemerintahan Desa, yaitu suatu
kesatuan pemerintahan yang terdapat dalam Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota
yang memiliki

kewenangan

untuk

mengatur

dan mengurus kepentingan

masyarakat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat, sesuai perturan


perundang-undangan yang berlaku dengan tujuan perlindungan dan kesejahteraan
masyarakat melalui pembuatan dan pelaksanaan berbagai keputusan. Atau suatu
kebulatan atau keseluran proses atau kegiatan berupa antara lain proses
pembentukan atau penggabungan desa, pemilihan kepala desa, peraturan desa,
kewenangan, keuangan desa dan lain-lain yang terdiri dari berbagai komponen
badan publik seperti Perangkat Desa, Badan Pemusyawaratan Desa, dan Lembaga
Kemasyarakatan Desa.
Adapun pengertian lain dari Pemerintah Desa sebagai berikut.
Dra. Sumber Saparin dalam bukunya Tata Pemerintahan dan Administrasi
Pemerintahan

Desa,

menyatakan

bahwa:

Pemerintah Desa ialah merupakan simbol formal daripada kesatuan

masyarakat desa. Pemerintah desa diselengarakan di bawah pimpinan


seorang kepala desa beserta para pembantunya (Prangkat Desa), mewakili
masyarakat desa guna hubungan ke luar maupun ke dalam masyarakat yang
bersangkutan.
Pemerintah Desa mempunyai tugas membina kehidupan masyarakat desa,
membina perekonomian desa, memelihara ketentraman dan ketertiban
masyarakat

desa,

mendamaikan

perselisihan

masyarakat

di

desa,

mengajukan rancangan peraturan desa dan menetapkannya sebagai

peraturan desa bersama dengan BPD.


pengertian Pemerintah Desa menurut Peraturan Daerah tentang Pedoman
Organisasi Pemerintah Desa, yang menyatakan bahwa Pemerintah Desa

adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa.


Menurut Peraturan Daerah Nomor 7 tentang Kedudukan Keuangan Kepala
Desa dan Perangkat Desa, pasal 1 nomor 7 yang dimaksud dengan Kepala

Desa adalah pimpinan dari Pemerintahan Desa.


menurut pasal 1 nomor 8 yang dimaksud dengan Perangkat Desa adalah
unsur staf yang melaksanakan teknis pelayanan dan atau membantu Kepala
Desa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Pengertian Pemerintah
desa dalam hal ini merupakan suatu lembaga-lembaga yang melakukan
kegiatan memerintah kepada bawahannya atau seluruh masyarakat yang
didasarkan atas peraturan yang berlaku. Pengertian pemerintah dapat dibagi
dalam dua pengertian, yaitu dalam arti luas adalah pemerintahan yang
merupakan gabungan antara lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif,
sedangkan pemerintah dalam arti sempit adalah pemerintahan yang hanya
mencakup

lembaga

eksekutif

saja.

Dari rumusan tersebut, maka pemerintah dapat diartikan sebagai Badan atau
Lembaga yang mempunyai kekuasaan mengatur dan memerintah suatu
negara

Asas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa


Dalam menyelenggaraan pemerintahan desa terdapat asas-asas yang harus diperhatikan, baik
oleh pemerintah maupun masyarakat desa.

Hal ini bertujuan agar penyelenggaraan

pemerintahan desa tidak melenceng dari rel yang ada. Sementara bagi masyarakat, dengan

mengetahui asas-asas penyelenggaraan pemerintahan desa ini dapat menjadikannya sebagai


referensi untuk ikut serta mengontrol jalannya roda pemerintahan desa.
Berdasarkan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, penyelenggaraan
pemerintahan desa harus memerhatikan asas-asas berikut :
a. Kepastian hukum;
Yang dimaksud dengan kepastian hukum adalah asas dalam negara hukum yang
mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam
setiap kebijakan penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
b. Tertib penyelenggaraan pemerintahan;
Yang dimaksud dengan tertib penyelenggara pemerintahan adalah asas yang menjadi
landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggara
Pemerintahan Desa.
c. Tertib kepentingan umum;
Yang dimaksud dengan tertib kepentingan umum adalah asas yang mendahulukan
kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.
d. Keterbukaan;
Yang dimaksud dengan keterbukaan adalah asas yang membuka diri terhadap hak
masyarakat untuk

memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif

tentang penyelenggaraan Pemerintahan Desa dengan tetap memperhatikan ketentuan


peraturan perundang-undangan.
e. Proporsionalitas;
Yang dimaksud dengan

proporsionalitas

adalah

asas

yang

mengutamakan

keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggaraan Pemerintahan Desa.


f. Profesionalitas;
Yang dimaksud dengan profesionalitas adalah asas yang mengutamakan keahlian yang
berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
g. Akuntabilitas;
Yang dimaksud dengan akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap
kegiatan dan hasil akhir kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa harus dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Desa sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
h. Efektivitas dan efisiensi;

Yang dimaksud dengan efektivitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan
yang dilaksanakan harus berhasil mencapai tujuan yang diinginkan masyarakat Desa.
Yang dimaksud dengan efisiensi adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan
yang dilaksanakan harus tepat sesuai dengan rencana dan tujuan.
i. Kearifan lokal;
Yang dimaksud dengan kearifan lokal adalah asas yang menegaskan bahwa di dalam
penetapan kebijakan harus memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Desa.
j. Keberagaman;
Yang dimaksud dengan keberagaman adalah penyelenggaraan Pemerintahan Desa
yang tidak boleh mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu.
k. Partisipatif.
Yang dimaksud dengan partisipatif adalah penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang
mengikutsertakan kelembagaan Desa dan unsur masyarakat Desa.
Demikian postingan dari saya, semoga bermanfaat untuk Anda. Salam, Azis.