Model Utilisasi Layanan

Penanganan Balita Sakit di Masyarakat
Diajukan pada sidang terbuka disertasi

Brian Sriprahastuti
100678923
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia
6 Februari 2014

INTERVENSI KUNCI UNTUK
KELANGSUNGAN HIDUP ANAK
ORALIT UNTUK DIARE (88%)
ZINC UNTUK DIARE (23%)
ANTIBIOTIK UNTUK PNEUMONIA (70%)
ACT UNTUK MALARIA (90%)
IMUNISASI PENTAVALEN (18%)
IMUNISASI CAMPAK (83%)
VITAMIN A (14-32%)
ASI EKSKLUSIF (31-45%)
KELAMBU BERINSEKTISIDA (55%)

CUCI TANGAN PAKAI SABUN (48%)

UNIVERSAL
COVERAGE

4

Target Population
SOCIO ECONOMIC DETERMINANT
Wealth-Economic
Culture-Believe
Mother Education

Maternity Factor

Environment Contamination

Nutrient Deficiency

Injury

Personal Illnesses Control
Prevention

Treatment

Healthy

2
HEALTH SYSTEM
Delivery Service

Sick

3

1
Service Capacity

Human Resource

Service Availability

Health Information

Effectiveness

Accessed Drug

Service Output
Utilization

Acceptability
Contact

Financial

Community
involvement

Accessibility

Community
competence

Geographic

Community
control

Financing
Governance

COMMUNITY
INTERACTION

Transportation

KEBIJAKAN KESEHATAN*
AVAILABILITAS KADER 2

KESEJAHTERAAN

TRADISI

PENDIDIKAN IBU

JAMINAN KESEHATAN

AKSEPTABILITAS

1

FASILITAS MTBSM
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
DESA*

KETRAMPILAN MTBSM

PENDAMPINGAN
MTBSM
UTILISASI
LAYANAN
PENANGANAN
BALITA SAKIT
DI MASYARAKAT

ALAT KERJA MTBSM
PENCATATAN &
PELAPORAN MTBSM

AVAILABILITAS
PUSKESMAS

KENDALI

PERANAN AGEN EKSTERNAL*

TATALAKSANA
PNEUMONIA

LOGISTIK OBAT*

5

3

TATALAKSANA DIARE

TATALAKSANA
MALARIA

KETERLIBATAN
TINGKAT
KEBERDAYAAN
MASYARAKAT KOMPETENSI

AKSESIBILITAS
JARAK TEMPUH

WAKTU TEMPUH

BIAYA TRANSPORTASI

4

TAHAPAN PENELITIAN

GAMBARAN UMUM AREA STUDI

PERILAKU
PENCEGAHAN
BALITA SAKIT
– 62% balita tidur menggunakan
kelambu
– 38% baduta mendapat imunisasi
dasar lengkap
– 76% baduta mendapatkan ASI
eksklusif

“…be kasih karna be pung mama bilang kasih ASI ke be pung ana…ini
su kebiasaan” (…saya memberi ASI karena ibu saya menyuruh saya
memberikan ASI…ini sudah kebiasaan).

PERILAKU
PENGOBATAN
BALITA SAKIT

• 31% balita
diare
mendapatkan
oralit dan zinc
• 70% balita
demam
mendapatkan
parasetamol
• 35% balita
malaria
mendapatkan
ACT

“Peranan dukun di sini besar sekali. Ada
juga tukang urut… atau dibawa dulu ke
Hamba Tuhan, di sini ada istilah itu untuk
tim doa”

KARAKTERISTIK DESA



Ibu Berpendidikan Baik: 24%
Status Kesejahteraan Keluarga Baik : 61%
Kepemilikan Jaminan kesehatan: 61%
Tradisi kuat (SEI): 82%
 Akseptabilitas: 44.82
 Tingkat Keberdayaan
Masyarakat:36.83
 Availabilitas Kader:35.35
 Availabilitas Puskesmas:49.89

• Availabilitas kader
mempunyai korelasi
kuat terhadap utilisasi
layanan kuratif
(r=0.7; p <0.05)

• Tingkat
keberdayaan
masyarakat
mempunyai korelasi
cukup terhadap
utilisasi layanan
promotif-preventif
(r=0.4; p < 0.05)

TINGKAT KEBERDAYAAN MASYARAKAT
8
7

3

Tingkat Kendali
Masyarakat

28,85

6
5
4

2

Tingkat
Kompetensi
Masyarakat

41,68

3
2

1
1

Tingkat
Keterlibatan
Masyarakat

39,98

Kapasitas Puskesmas Saja Tidak Menjamin Layanan
Kesehatan akan Dimanfaatkan Masyarakat
KURVA
OPERASIONAL

Pengobatan Malaria
Kontak Nakes

Tradisi (sei)
Pendidikan Ibu
Kepemilikan Jamkes
Jangkauan Puskesmas
Skor Pusk_Obat Malaria
Skor Pusk_RDT
Skor Pengetahuan Pusk_Ttlksn
Skor Pengetahuan Pusk_Gejala
0.0

Studi kasus penanganan malaria

10.0

20.0

30.0

40.0

50.0

60.0

70.0

80.0

Semakin mudah akses, semakin tinggi utilisasi

KESIMPULAN
Kader yang terlatih, dilengkapi
dengan fasilitas, alat dan obat;
serta disupervisi oleh
puskesmas dapat
meningkatkan utilisasi
layanan kuratif

Masyarakat yang dipersiapkan untuk
terlibat dan mampu melaksanakan
dan mengendalikan program, akan
meningkatkan utilisasi layanan
promotif dan kuratif

Upaya penanganan balita sakit di masyarakat
relevan untuk diterapkan di daerah di Indonesia
yang memiliki kendala hambatan aksesibilitas dan
ketersediaan fasilitas layanan kesehatan

SARAN
PP MTBS
sebagai SPM

PUSAT & DAERAH

KEBIJAKAN YANG
MENDUKUNG

PMK/KMK
Mempertimbangkan
daerah sulit akses
dan faskes

PERDA
MTBS-M
untuk desa
sesuai kriteria

KESIAPAN MASYARAKAT
TERLIBAT, MAMPU
MELAKSANAKAN DAN
MENGENDALIKAN

DESA

Ansit dan
RAM UPBSM
sebagai
bagian dari
Musrenbang

Kader sebagai
agen
perubahan

Upaya Penanganan
Balita Sakit
di Masyarakat

KADER TERLATIH,
TERLENGKAPI, JUMLAH
CUKUP, TERSEBAR MERATA,
DISUPERVISI PUSKESMAS

TOIT MAKASI

Related Interests