You are on page 1of 6

ENTITAS VENTURA

BERSAMA

Joint Ventures Entities


Salah satu strategi kunci pertumbuhan Antam adalah
kerjasama aliansi strategis dengan perusahaan
pertambangan internasional maupun domestik. Antam
memandang entitas ventura bersama sebagai metode
yang efektif dan menguntungkan untuk mengembangkan
wilayah pertambangan yang dimilikinya. Pada umumnya
melalui skema kerja sama ini, Antam akan memiliki porsi
kepemilikan awal tanpa penyetoran dana (free carried
interest) serta memperoleh opsi untuk meningkatkan porsi
kepemilikannya melalui pinjaman (loan carried interest) di
awal kegiatan operasi. Antam berkeyakinan bahwa entitasentitas ventura bersama ini memiliki prospek yang baik
dalam pengembangan ke depan.

One of Antams long-term development strategy plans


is to establish strategic cooperations with world-class
companies. Strategic alliance with international and
domestic mining companies stands as key driver in
accelerating the Companys growth. For Antam, a joint
venture scheme is viewed as effective and profitable
cooperation in developing mining areas. In general, this
scheme allows Antam to obtain initial ownership without
capital (free carried interest) and to increase its ownership
through loan (loan carried interest) at the beginning of
operation. Joint venture companies present good prospects
business development in the future.

PT NUSA HALMAHERA MINERALS (KEPEMILIKAN


Antam: 17,5%)

PT NUSA HALMAHERA MINERALS (Antam


OWNERSHIP: 17.5%)

PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) adalah entitas


ventura bersama antara Newcrest Mining Limited (NML)
dengan Antam yang kepemilikannya dimiliki oleh NML
melalui Newcrest Singapore Holdings Pte Ltd sebesar
82,5% saham dan 17,5% saham PT NHM dimiliki oleh
Antam. Pada usaha patungan ini, Antam tidak memiliki
opsi untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham di
PT NHM. PT NHM telah beroperasi sejak tahun 2005
di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara
dengan menggunakan metode penambangan bawah
tanah serta pemrosesan menggunakan larutan sianida
untuk memisahkan kandungan emas dari bijih emas.

PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) is a joint venture


entity between Newcrest Mining Limited (NML) and Antam
with share composition of 82.5% and 17.5% respectively.
In this joint venture, Antam does not have an option to
upgrade its ownership in the company. PT Nusa Halmahera
Minerals has been operating its underground mine since
2005 in North Halmahera regency in North Maluku province,
using cyanide solution in separating gold content and
gold ore.

Pada tanggal 31 Desember 2011, PT NHM memiliki total


cadangan bijih emas terbukti dan terkira sebesar 5,1
juta dmt dengan kadar emas dan perak masing-masing
sebesar 12 dan 16 gpt dan kandungan logam emas dan
perak sebesar 2 juta dan 2,6 juta toz. Sedangkan estimasi
sumber daya emas PT NHM pada tanggal pelaporan yang

By 31 December 2011 PT NHM has a proven and probable


gold reserves of 5.1 million dmt, comprising gold and
silvers grade amounting to 12 and 16 gpt respectively,
while its gold metal and silvers content of 2 million and 2.6
million toz respectively. The estimated gold resources of
PT NHM on the date of reporting was 4.8 million dmt with

LAPORAN TAHUNAN 2011 | Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk


Berinvestasi Saat Ini untuk Masa Depan

sama adalah sebesar 4,8 juta dmt dengan kadar emas dan
perak masing-masing sebesar 15 dan 21 gpt dan kandungan
logam emas dan perak masing-masing sebesar 2,4 juta
dan 3,2 juta toz. Selama 2011, PT NHM terus melaksanakan
aktivitas eksplorasi di sekitar wilayah pertambangannya
dengan total biaya eksplorasi mencapai AU$21 juta.

gold and silvers grade of 15 and 21 gpt respectively and


gold and silvers content of 2.4 million and 3.2 million toz
respectively. In 2011, PT NHM has allocated AU$21 million for
its exploration activities.

Selama tahun buku yang berakhir 30 Juni 2011, produksi


logam emas PT NHM mencapai 463.000 toz logam emas
dengan total biaya produksi tunai sebesar AU$145 juta
dan mengkontribusikan pendapatan dividen dari laba
tahun fiskal tersebut pada Antam sebesar Rp354,58 miliar.
Target produksi logam emas PT NHM di 2012 berada di
rentang antara 455.000 toz sampai dengan 465.000 toz.

During the fiscal year ended June 30, 2011, the production of
gold by PT NHM reached 463, 000 toz with total production
cost of AUS$145 million. This company has paid out dividend
to Antam amounting to Rp354.58 billion. PT NHMs gold
production target in 2012 is estimated between 455,000 to
465,000 toz toz.

PT NHM telah menyelesaikan studi kelayakan pembukaan


tambang bawah tanah Toguraci yang merupakan tambang
bawah tanah kedua di wilayah Gosowong di bulan Agustus
2011 dan langsung memulai pembangunan tambang
tersebut. Tambang Toguraci diestimasikan memiliki umur
tambang selama lima tahun dan pembukaannya akan
memakan biaya sebesar US$157,5 juta. Sampai dengan
2011, PT NHM telah membelanjakan AU$57 juta dari total
biaya pengembangan tambang Toguraci yang akan mulai
berproduksi di bulan Juni 2012.

In August 2011, PT NHM has completed a feasibility study


on its new underground mine located in Toguraci and it
was followed by immediate construction. Toguraci mine
is the second underground mine in Gosowong, Halmahera.
Toguraci mine is estimated to have a five year mine life
and its exploration will cost US$157.5 million. By 2011, PT
NHM has spent AUS$57 million out of the total cost of
mine development in Toguraci, while initial production is
expected to commence in June 2012.

PT WEDA BAY NICKEL (KEPEMILIKAN Antam: 10%)

PT WEDA BAY NICKEL (Antam OWNERSHIP: 10%)

Antam memiliki saham di usaha ventura bersama dengan


Eramet S.A. (ESA) dan Mitsubishi Corporation (MC)
untuk mendirikan tambang nikel dan kobalt serta pabrik
pengolahan nikel berteknologi hidrometalurgi di Teluk
Weda di wilayah yang terletak di antara Kabupaten
Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Timur,
Provinsi Maluku Utara. Proyek nikel ini akan dikelola oleh
PT Weda Bay Nickel (PT WBN) yang struktur kepemilikan
sahamnya terdiri dari 10% Antam dan 90% Strand Minerals
(Indonesia) Pte. Ltd. (SMI). Saham SMI dimiliki oleh ESA
sebanyak 66,6% dan MC sebanyak 33,4%. Antam memiliki
opsi untuk meningkatkan porsi saham PT WBN miliknya
menjadi 25%. Pada tanggal 14 Desember 2011, Pacific
Metals Co. Ltd. bergabung dalam usaha ventura ini
dengan membeli saham SMI sebanyak 3,4% seharga JP3
juta dari porsi saham milik MC.

Antam has interest in this joint venture entity established


with Eramet S.A (ESA) and Mitsubishi Corporation (MC)
to exploit nickel and cobalt as well as to build a nickel
processing plant through hydrometallurgical technology
in Weda Bay, an area located between two regencies,
Central and East Halmahera in North Maluku province.
The project will be managed by PT Weda Bay Nickel (PT
WBN) in which Antam holds 10% of ownership while the
remaining 90% is held by Strand Minerals (Indonesia) Pte
Ltd. (SMI). This company is 66.6% owned by Eramet SA
and 33.4% by Mitsubishi Corporation. Antam has an option
to increase its ownership up to 25%. On 14 December 2011,
Pacific Metals Co Ltd entered this joint venture through
the acquisition of 3.4% SMIs shares or equivalent to
JP3 million.

Proyek Weda Bay Nickel (PWBN) direncanakan akan


memproduksi 65.000 ton nikel per tahunnya menggunakan
teknik pemrosesan sulfuric acid atmospheric pressure
leaching yang dikembangkan oleh ESA dari sumber daya

Weda Bay Nickel Project is commissioned to produce 65,000


tons nickel annually using sulfuric acid atmospheric pressure
leaching processing technique developed by ESA out of the
measured, indicated and inferred nickel resources in Weda

2011 ANNUAL REPORT | Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk


Investing Today Benefiting Tomorrow

165

Entitas Ventura Bersama


Joint Ventures Entities

nikel terukur, terindikasi, dan tereka di Teluk Weda yang


diestimasikan berjumlah 5,1 juta ton. Tingkat produksi
ini akan dicapai secara berjenjang pada Tahap II setelah
pembangunan Tahap I yang memiliki volume produksi
nikel tahunan sebesar 35.000 ton selesai.

Bay, estimated at 5.1 million tons. This production level will


be effective on Stage II, following the completion of Stage I
that has production volume of 35,000 tons of nickel.

Pada tanggal 11 Agustus 2010, Multilateral Investment


Guarantee Agency (MIGA), salah satu organisasi di
bawah World Bank, menerbitkan jaminan untuk PWBN
kepada SMI senilai US$207 juta selama periode tiga tahun.
Hingga akhir 2011, PWBN masih dalam tahap penyelesaian
studi kelayakan yang diestimasikan akan memakan biaya
sebesar US$230 juta. Keputusan untuk pembangunan
Tahap I PWBN akan diputuskan setelah diselesaikannya
studi kelayakan proyek tersebut di akhir 2012.

On 11 August 2010, the Multilateral Investment Guarantee


Agency (MIGA), an organization under the World Bank,
issued a three-year guarantee worth at US$207 million to
Strand Minerals Indonesia for its project funding. Until
end of 2011, the project was still in the stage of feasibility
study finalization and the project cost is estimated to
be US$230 million. The first stage construction will
commence following the completion of feasibility study at
the end of 2012.

PT DAIRI PRIMA MINERALS (KEPEMILIKAN


Antam: 20%)

PT DAIRI PRIMA
OWNERSHIP: 20%)

Proyek tambang bawah tanah bijih seng dan galena


(senyawa timah hitam dan perak) Dairi (PD) yang
dikembangkan oleh PT Dairi Prima Mineral (PT DPM)
berlokasi di area Sopokomil, Kabupaten Dairi, Provinsi
Sumatera Utara. PT Bumi Resources Minerals Tbk melalui
Gain and Win Pte. Ltd. memiliki 80% saham PT DPM dan
sisa kepemilikan saham PT DPM sebesar 20% dimiliki
oleh Antam.

The underground mine of zinc ore and galena (black lead


and silver compounds) developed by PT Dairi Prima Mineral
is located in Sopokomil of Dairi Regency in North Sumatra
Province. PT DPM is 80% owned by Bumi Resources Minerals
Tbk through Gain and Win Pte. Ltd, while Antam holds the
remaining 20%.

Setelah diselesaikannya studi penambangan proyek di


bulan Februari 2011, total jumlah cadangan PD di akhir
2011 meningkat dari 5,4 juta ton dengan kadar seng,
timah hitam, dan perak masing-masing sebesar 13,7%,
8,2%, dan 9,9 gpt menjadi 11 juta ton dengan kadar seng,
timah hitam, dan perak masing-masing sebesar 11,5%,
6,8%, dan 7,5 gpt. Sedangkan estimasi total sumber daya
PD meningkat sebesar 25% dari sebelumnya sebesar 20,1
juta ton dengan kandungan seng dan timah hitam masingmasing sebesar 13,7% dan 8,2% menjadi 25,12 juta ton
dengan kandungan seng dan timah hitam masing-masing
sebesar 10,1% dan 6%. PD diharapkan dapat memproduksi
162.000 ton seng dan 75.000 ton timah hitam selama
delapan tahun dengan total biaya produksi tunai tahunan
per ton sebesar US$95.

Following the completion of feasibility study in February


2011, by the end of the year, the zinc reserves increased
from 5.4 million tons with content of zinc, black lead, and
silver accounting for 13.7%, 8.2%, and 9.9 gpt to 11 million
tons respectively with grading zinc, black lead, and silver
at 11.5%, 6.8%, and 7.5 gpt respectively. The estimated total
resources increased by 25% from 20.1 million tons with the
content of zinc and black lead accounting for 13.7% and 8.2%
to 25.12 million tons respectively with zinc and black lead
content at 10.1% and 6% respectively. The Dairi Project is
expected to produce 162,000 tons of zinc and 75,000 tons
of black lead within the period of eight years with total
annual cash production cost of US$95 per ton.

PT DPM berhasil memperoleh Persetujuan Prinsip


penggunaan
kawasan
hutan
untuk
kegiatan
penambangan bawah tanah bijih seng dan timah hitam
dari Kementerian Kehutanan pada tanggal 15 November
2011 dan PD diharapkan dapat mulai berproduksi di
semester kedua 2013.

PT DPM has obtained principle approval on forest use


for zinc ore and black lead underground mining from the
Ministry of Forestry on 15 November 2011. The project is
expected to start its production in the second half of 2013.

MINERALS

LAPORAN TAHUNAN 2011 | Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk


Berinvestasi Saat Ini untuk Masa Depan

(A ntam

PT GORONTALO
Antam: 20%)

MINERALS (KEPEMILIKAN

PT GORONTALO MINERALS (Antam OWNERSHIP:


20%)

Antam memiliki 20% kepemilikan proyek penambangan


tembaga dan emas yang dikelola oleh PT Gorontalo Minerals
(PT GM) di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
PT Bumi Resources Minerals Tbk, melalui International
Minerals Company LLC, memiliki 80% saham PT GM.

Antam holds a 20% ownership in the copper and gold mining


project that is managed by PT Gorontalo Minerals (PT
GM) in Bone Bolango Regency in Gorontalo province. The
remaining 80% ownership is held by PT Bumi Resources Tbk
Minerals, through International Minerals Company LLC.

Pada tahun 2010 PT GM memperoleh Ijin Pinjam


Pakai Kawasan Hutan untuk kegiatan eksplorasi dari
Departemen Kehutanan yang membolehkan PT GM untuk
melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah eksplorasinya
dan menyelesaikan studi kelayakan proyek perusahaan
tersebut. PT GM juga sedang dalam proses penyusunan
estimasi cadangan dan sumber daya emas dan tembaga
yang sesuai dengan standar JORC yang ditargetkan
selesai di akhir 2012. Saat ini PT GM masih dalam tahap
penyelesaian studi kelayakan dan konstruksi proyek PT
GM diestimasikan akan mulai di awal 2013. PT GM berharap
akan memasuki masa uji coba di semester kedua 2014.

In 2010 PT GM obtained its Forest Use Permit for exploration


activities from the Ministry of Forestry, allowing PT GM to
engage in explorations and feasibility study of its project.
Currently, PT GM is in the process of preparing estimation
of reserves and resources of gold and copper based on
JORC standards. This process is to be completed by late
2012. Additionally, PT GM is also completing the feasibility
studies and the project construction which is projected
to be completed in early 2013, while the trial period will
commence in the second half of 2014.

PT SORIKMAS MINING (KEPEMILIKAN Antam: 25%)

PT SORIKMAS MINING (Antam OWNERSHIP: 25%)

PT Sorikmas Mining (PT SM) merupakan entitas ventura


bersama yang mengelola proyek penambangan bijih
emas di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera
Utara. Sihayo Gold Limited (SGL), sebuah perusahaan
tambang publik Australia, memiliki 75% saham PT SM dan
seluruh sisa saham PT SM sebesar 25% dimiliki oleh Antam.

PT Sorikmas Mining (PT SM) is a joint venture entity that


engages in the operation of gold ore mining project located
in Mandailing Natal Regency, North Sumatera Province. This
joint venture is 75% owned by Sihayo Gold Limited (SGL), an
Australian public mining company, and the remaining 25% is
owned by Antam.

Selama 2011, PT SM masih berkonsentrasi pada


penyelesaian studi kelayakan definitif proyeknya yang
ditargetkan selesai di kuartal kedua 2012. Hasil terkini
aktivitas eksplorasi SGL menunjukkan estimasi total
sumber daya emas terindikasi dan tereka wilayah
pertambangan PT SM mencapai 16,3 juta dmt dengan
kadar emas rata-rata sebesar 2,7 gpt dan kandungan
logam emas sebesar 1,4 juta toz. Pada studi kelayakannya,
PT SM menargetkan volume produksi logam emas tahunan
sampai dengan 90.000 toz selama periode tujuh tahun
dengan biaya tunai per unit tahunan berkisar pada rentan
harga antara US$650 sampai dengan $700. Estimasi biaya
yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik pengolahan
bijih emas PT SM adalah sebesar US$80,4 juta.

Throughout 2011, PT SMs focus was concentrated on the


completion of feasibility study to be completed by Q2 2012. The latest exploration result conducted by Sihayo
Gold Limited revealed that the estimation of total indicated
and inferred gold resources in gold mine of PT SM reached
16.3 million dmt with average gold content of 2.7 gpt and
gold metal content of 1.4 million toz. The Company aim to
meet gold metal production of 90,000 toz within seven
year period with annual cash cost between US$650 to $700
per toz. The estimated cost to build this gold ore processing
plant is approximately US$80.4 million.

2011 ANNUAL REPORT | Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk


Investing Today Benefiting Tomorrow

167

Entitas Ventura Bersama


Joint Ventures Entities

Rencana kerja PT SM di 2012 akan berfokus pada


finalisasi dan penyampaian hasil-hasil studi kelayakan
definitif proyek, penyelidikan pilihan pendanaan proyek
dan menjalin hubungan baik dengan bank-bank kunci,
persetujuan tingkat lanjut yang mencakup persetujuan
Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL), persetujuan
Pemerintah Republik Indonesia, dan Izin Kehutanan.
PT SM juga akan memastikan adanya hubungan yang baik
dengan masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan.

In its work plan for 2012, PT SM will focus on finalizing and


delivering the results of the feasibility studies, assessing
project funding options, maintaining good relation with
key banks, further approval on the Environmental Impact
Assessment (EIA), approval from the Government of the
Republic Indonesia, and the Forestry Permit. The Company
will also ensure a good relationship with local communities
around the mining area.

Entitas Ventura Bersama | Joint Venture Entities

No

Produk / Komoditas
Product / Commodity

Perusahaan / Company

Generasi Kontrak Karya


Contract of Work
(CoW) Generation

PT Nusa Halmahera Minerals

Emas / Gold

Generasi ke-6 / 6th generation

PT Galuh Cempaka

Intan / Alluvial Diamonds

Generasi ke-7 / 7th generation

PT Dairi Prima Minerals

Timbal/ seng / Lead/zinc

Generasi ke-7 / 7th generation

PT Weda Bay Nickel

Nikel / Nickel

Generasi ke-7 / 7th generation

PT Sorikmas Mining

Emas dan Logam Dasar / Gold & Base Metal

Generasi ke-7 / 7th generation

PT Gorontalo Minerals

Emas dan Logam Dasar / Gold & Base Metal

Generasi ke-7 / 7th generation

PT Sumbawa Timur Mining

Emas dan Logam Dasar / Gold & Base Metal

Generasi ke-7 / 7th generation

PT Pelsart Tambang Kencana

Emas / Gold

Generasi ke-7 / 7th generation

LAPORAN TAHUNAN 2011 | Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk


Berinvestasi Saat Ini untuk Masa Depan

PT GALUH CEMPAKA (KEPEMILIKAN Antam: 20%)

PT GALUH CEMPAKA (Antam OWNERSHIP: 20%)

Antam memiliki free carried interest sebesar 20% pada


Proyek Intan Cempaka yang dioperasikan oleh entitas
ventura bersama PT Galuh Cempaka (PT GC) untuk
mengola cadangan intan aluvial di Cempaka dan Danau
Seran, Kalimantan. Gem Diamonds memiliki 80% saham
dalam perusahaan patungan ini. Tambang Cempaka
menghasilkan intan putih berkualitas tinggi serta beragam
intan berwarna yang dapat dijual pada berbagai tingkat
harga intan rata-rata global.

Antam holds a free carried interest of 20% in Cempaka


Diamond Project operated by PT Galuh Cempaka (PT GC)
that engages in processing alluvial diamond reserves in
Cempaka and Seran Lake, in Southeast Kalimantan. The
remaining 80% of the shares is held by Gem Diamonds.
Cempaka mine produces high-quality white diamonds and
a variety of colored diamonds that are priced at average
diamond price prevailed in the global market.

Kepemilikan Antam / Antam Shares


Persentase
Kepemilikan*
Percentage of
Ownership*

Opsi
Option

17,50%

20%

20%

10%

Lokasi
Location

Newcrest Singapore Holding Pte. Ltd., entitas anak


dari Newcrest (Asx Listed)
Newcrest Singapore Holding Pte. Ltd.,
a subsidiary of Newcrest (Asx Listed)
Banjarbaru & Tanah Laut,
Ashton MMC Pte., Ltd. entitas anak dari Gems
Kalimantan Selatan
Diamond Ltd. (Lse Listed)
Banjarbaru &
Ashton MMC Pte., Ltd. a subsidiary of Gems Diamond
Tanah Laut, South Kalimantan Ltd. (Lse Listed)
Dairi & Pakpak Bharat,
Gain and Win Pte., Ltd. entitas anak dari Herald
Sumatera Utara
Resources
Dairi & Pakpak Bharat,
Gain and Win Pte., Ltd. a subsidiary of herald Resources
North Sumatera
Halmahera, Maluku Utara
Halmahera, North Maluku

15% (setelah
BFS)
15% (setelah
14 tahun
Halmahera, Maluku Utara
beroperasi)
Halmahera, North Maluku
15% (after BFS)
15% (after 14
years operation)

25%

20%

20%

15%

Mitra
Partner

Strand Minerals (Indonesia) Pte., Ltd., perusahaan


patungan dari Eramet (66,6%) dan Mitsubishi (33,4%)
Strand Minerals (Indonesia) Pte., Ltd., joint venture
company of Eramet (66.6%) and Mitsubishi (33.4%)

Status
Status

Produksi
Production
Produksi
Production
Konstruksi
Construction

Konstruksi
Construction

Aberfoyle Pungkut Investment Pte. Ltd. entitas anak


dari Sihayo Gold Limited (d/h Oropa Limited) (ASX
Listed)
Eksplorasi
Aberfoyle Pungkut Investment Pte. Ltd., a subsidiary of Exploration
Sihayo Gold Limited (previously Oropa Limited) (ASX
Listed)
International Minerals Co. LLC entitas anak dari
Bone Bolango, Sulawesi
PT Bumi Resources
Eksplorasi
Utara
International Minerals Co. LLC, a subsidiary of PT Bumi Exploration
Bone Bolango, North Sulawesi
Resources
Sumbawa Timur, Nusa
Tenggara Barat
Eksplorasi
Eastern Star Resource Pty., Ltd.
Eastern Sumbawa, West Nusa
Exploration
Tenggara
Kota Baru, Tanah Bumbu,
Banjar, Tanah Laut,
Tidak Ada
Kalimantan Selatan
Pelsart International NL, Australia
Aktivitas
Kota Baru, Tanah Bumbu,
No Activities
Banjar, Tanah Laut, South
Kalimantan
*Free Carried dan Loan Carried Free Carried and Loan Carried
MandailingNatal, Sumatera
Utara Mandailing - Natal,
North Sumatra

2011 ANNUAL REPORT | Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk


Investing Today Benefiting Tomorrow

169