You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Anatomi Leher
Leher atau collum terletak antara cranium dan thoraks. Batas atas dibentuk
oleh tepi bawah mandibular, angulus mandibular,prosesus mastoideus,linea nuchae
superior dan protuberantia occipitalis eksterna. Sedangkan batas bawah adalah
incisura jugularis sterni, dataran atas clavicula, articulation acromioclavicularis,
margo superior scapula dan proccesus spinorus vertebra cervicalis VIII.1
Tulang- tulang (Ossa), yang perlu dikenal kembali baik bentuk,letak dan
bangunan- bangunannya adalah vertebra cervicalis I sampai dengan VII, sebagian
sternum (manubrium sterni), clavicula,scapula. Tulang- tulang basis cranii,mandibula
dan os hyodeum.
Tulang tulang rawan ( cartilagiae). Cartilage yang membentuk larynx, antara
lain cartilage thyroidea, cartilage criodea,cartilage arytenoidea,cartilage corniculata
dan cartilage cuniofome serta cartilage yang membentuk dinding trachea.
Region colli oleh m.sternomastoideus dibagi menjadi dua region colli anterior
yang terletak didepan (ventral) dan region colli posterior yang terletak dibelakang
( dorsal ) otot tersebut pada otot dikenal sebagai region sternomastoideus. Region
colli anterior dibagi dalam beberapa region antara lain :

Scanlon VC, Sanders T. Essential of anatomy and physiology.5th ed. US: FA Davis
Company; 2007
1

Gambar 1. Trigonum region colli anterior

Gambar 2. Trigonum colli posterior

Trigoni leher
Leher apabila dilihat dari lateral terbentuk empat persegi panjang yang oleh
m.sternomastoideus dibagi dua yaitu trigonum colli anterior dan trigonum colli
posterior.
Trigonum colli anterior oleh m.omohyodeus dibagi menjadi 4 trigonum :
1. Trigonum submentalis yang dibagi :

- Ventro cranial = mentum (dagu)


- Lateral = venter anterior m.digastricus kanan dan kiri
- Kaudal = os hyodeum
2. Trigonum submandibulae (m.digastricus) yang dibatasi :
- Lateral = basis mandibulae
- Medial = venter anterior m.digastricus
- Dorsal = venter posterior digastricus
3. Trigonum caroticum yang dibatasi :
- Dorsal = m.sternomastoideus
- Ventro kranial = venter posterior m. digastricus
- Entrocaudal = venter posterior m. omohyoideus
4. Trigonum musculare yang dibatasi :
- Ventral = linea mediana
- kranio dorsal = venter superior m.omohyoideus
- kaudodorsal = m. sternomastoideus
Trigonum colli posterior oleh venter inferior m.omohyoideus dibagi 2 bagian :
1. Trigonum occipitalis yang dibatasi oleh :
- Ventral = m. sternomastoideus
- Dorsal = m.trapezius
- kaudal = venter inferior m.omohyoideus
2. Trigonum suprasciavicularis yang dibatasi :
- Ventral = m.sternomastoideus
- kranial = venter inferior momohyoideus
- kaudal = clavicula
Otot otot (Musculi)
Otot collum dibedakan menjadi :
A. Otot otot yang superfisial yaitu :
Platysma
Otot ini berbentuk kuadrangularis, tipis dan sangat lebar, terletak tepat
dibawah kulit lebar ke sampai ke sudut mata dan bibir bawah sedang kebawah

sampai regio pectoralis (daerah clavicula).


M. sternomastoideus
Otot ini berbentuk panjang, lebar dan bulat, terletak dileher dan laterokranial

( proccesus sympoideus) ke medio caudal (sternum), tertutup platysma.


M. trapezius
Otot ini berbentuk empat persegi panjang lebar, terletak didaerah tengkuk dan
punggung. Dibagi dalam 3 bagian yaitu : pars descenden, pars horizontalis dan

pars descendens.
Otot- otot infrahyoideus
Otot- otot suprahyoideus

Gambar 3
B. Otot otot profundi yaitu :
Otot- otot scalene
- M.Scaleni Anterior
Otot ini berbentuk pipih, kuadrangular, terletak diregio colli posterior

bagian bawah sebagian oleh m.sternomastoideus.


M. Scalenus Medius
Otot ini berbentuk pipih, inangular, terletak disebelah dorsal m.scalenus

anterior terpisah oleh suatu celah yang disebut sebagai fissure scalene.
M.Scalenus Posterior
Otot ini berbentuk pipih, kuadrangular, terletak disebelah lateral

m.scalenus anterior.
Otot otot Praevertebralis
- M. Longus Capitis
Otot ini berbentuk pipih,triangular, terletak lateral collumna vertebra
-

cervicalis atas.
M.Longus colli
Otot ini berbentuk pipih, lebar ditengah, terletak lateroventral corpus

vertebra cervicalis dan vertebra thoracalis.


Otot otot larynx dan pharynx
Otot otot tengkuk (erector trunci) dan m.levator scapulae.

Fascia
Fascia di region colli dibedakan dalam tiga lapisan yaitu :

1. Fascia colli superficialis = lamina superfisialis fascia colli = investing layer


Fascia ini melekat pada protuberantia oksipitalis externa, linea nuchae superior,
ligamentum

nuchea (ligamentum supraspinale didaerah leher), proccesus

mastoideus, basis mandibulae, arcus zygomaticus, proccesus styloideus, os


hyoideum, acromion, clavicula dan manubrium sterni. Fascia ini membungkus m.
trapezius m.sternomastoideus.
2. Fascia colli media = lamina media fascia colli = lamina pretrachealis.
Fascia ini hanya terdapat dibagian depan leher, mulai dari linea mediana di kranial
melekat pada corpus hyoidei, dicaudal melekat pada tepi dorsal incisura jugularis
sterni, tepi dorsal clavidula, pangkal proccesus coracoideus. Fascia ini
membungkus otot otot infrahyoideus. Antara fascia colli superficialis dan juga
fascia colli media diatas incisura jugularis diisi oleh jaringan lemak yang disebut
adiposum in jugulo.
3. Fascia colli profunda = lamina profunda fascia colli = lamina prevertebralis.
Fascia ini melekat pada basis cranii dan proccesus transversus vertebracervicalis.
Fascia ini menutup otot- otot scalene dan m.erector trunci yang dalam. Disebelah
ventral fascia colli Profunda didepan corpus vertebra cervicalis dan dorsal fascia
colli media terdapat fascia Alaris.
Pembuluh Darah
1. Arteri Carotis communis
Arteri carotis communis kanan dan kiri masing masing bercabang
menjadi arteri carotis eksterna dan arteri carotis interna. A.carotis eksterna
memvaskularisasi struktur luar kepala dan sebagian besar leher. A.carotis interna
memvaskularisasi struktur dalam kepala, cavitas cranii dan orbita. A.carotis
communis dekstra bersama a.subclavia dekstra dipercabangkan oleh arteria
anonyma (truncus brachiocephalica) ketika dibelakang manubrium sterni.
Letak a. carotis communis disebelah lateral trachea dan esophagus, di
belakang lobus glandula thyroidea, didepan m.scaleni longus colli dan n.vagus,
disebelah dorsal m.omohyoideus, m. sternomastoideus, r.descendens N.XII. kirakira setinggi cornu superius cartilage thyroidea mempercabangkan a.carotis
interna dan a.carotis ekterna.
2. Arteri Carotis Eksterna

Terletak hamper luas ke kranial, sebagian tertutup oleh m.digastricus dan


m.stylohyoideus, v.facialis communis dan n.hypoglossus. berjalan disbelah dorsal
margo posterior ramus mandibulae setelah sampai di medial collum mandibulae
bercabang dua sebagai cabang terminal a.temporalis superfisialis dan a.maxillaris
interna.A.carotis eksterna memberi cabang :

A.thyroidea superior
Dipercabangkan dari dinding depan tepat permulaan a.carotis eksterna
melengkung kedepan bawah sampai sebelah lateral lobus glandulae
thyreoidea. Arteri ini sebagian tertutup oleh venter superior m.omohyoideus
memberi cabang- cabang yaitu :
a. Ramus hyoldeum, berjalan menuju os hyoldeum.
b. Ramus sternocidomastoideus, berjalan ke lateral bawah datang pada
sternomastoideus.
c. A.laryngea superior,

berjalan

disebelah

medial

m.thyrohyoideus

menembus membrane hyoithyroidea, berjalan disubmucosa larynx


beranastomose dengan a.laryngea inferior.
d. Ramus cricothyreoideus dipercabangkan setinggi m.cricothyreoideus
memvaskularisasi otot- otot larynx.
e. Cabang terminal menuju ke glandula thyroidea sebagai ramus posterior

dan ramus anterior.


A.lingualis
Dipercabangkan dari dinding depan setinggi cornu mayus ossis hyoidei
melengkung keatas diluar m.contrictor pharyngeus medius ke depan sejajar os

hyoideum, disebelah medial m.hyoglossus, diatas m.longituditas inferior dan


m.genioglossus, memberi cabang:
a. R.hyoideus, ke os hyoideum
b. Rr. Dorsales ligue, dating

disebelah

medial

m.hyoglossus

memvaskularisasi radix lingue dan tonsilla palatine.


c. A.sublingualis, dipercabangkan ditepi dorsal m.hyoglossus berjalan di atas
m.mylohyoideus dan m.genioglossus dibelakang gld.sublingualis, kedepan
memvaskularisasi dasar mulut, gusi dan gigi depan dan mempunyai
cabang menembus m.mylohyoideus beranastomose dengan n.sublingalis.
d. A.profunda lingue, ke alas depan di alas m.longitudinalis inferior dan

m.genioglossus beranastomose dengan sisi lain pada prenulum lingue.


A.maxillaris externa
Dipercabangkan diatas a.lingualis, tertutup oleh venter posterior m.digastricus
dan

m.stylohyoideus

kedepan

seperti

huruf

diatas

permukaan

gld.submandibularis diantara glandula dan mandibular menyilang basis


mandibular keatas ditepi depan m.masseter kedaerah muka, memberi cabangcabang :
a. Palatiana ascendens, dipercabangkan dekat pangkal, keatas menuju
m.stylopharyngeus diantara otot ini dan styloglossus dating diluar
m.constrictor pharyngeus superior, ke medial mengikuti mievator veli
palatine dan memvaskularisasi palatum molle dan pharynx.
b. r.tonsillaris, berjalan diatas m.contrictor pharyngeus superior ke tonsilla
palatine dan palatum molle.
c. A.submentalis, berjalan didalam m.mylohyoideus diantara glandula
submandibularis ke depan regio submentalis beranastomose dengan

a.sublingualis.
d. r.glandularis, ke gld.submandibularis
e. a.labialis inferior,a. labialis superior dan a.angularis.
A.temporalis superfisialis (dibicarakan di region muka atau kepala)
A.sternocleidomastoidea
Dipercabangkan setelah mempercabangkan a.maxillaris externa,berjalan ke
lateral dan dorsal sampai pada m.sternomastoideus.
A.occipitalis
Dipercabangkan dari dinding belakang dan menurut letaknya terhadap
m.sternomastoideus,dibagi tiga bagian :
a. Anterior, terletak di irigonum caroticum dibawah venter posterior
m.digastricus,

menyilangi

carotis

interna,v.jugularis

N.X,XI,XII.
b. Medial, melalui sulcus occipitalis ossis temporalis

interna

dan

c. Posterior, menembus m.trapezius bersama n.occipitalis major dan

memvaskularisasikan oksipital kepala.


A.auricularis posterior
Dipercabangkan dari dinding dorsal, berjalan keatas belakang ditutupi
glandula

parotis,

diantara

proccesus

mastoideus

dan

auricular

mempercabangkan a.sternomastoidea,rr.auricurales dan r.occipitalis.


A.maxillaris interna
A.pharyngeas ascendens
Dipercabangkan dari dinding posterior setelah mempercabangkan a.lingualis,
berjalan ke kranial antara a.carotis externa berjalan ke belakang sebelah lateral
dinding pharynx, medial mstyloglossus dan stylopharyngeus stydatang dibasis
cranii

memberi

cabang-

cabang

rr.pharingei,a.meningea

posterior,dan

a.tympanica inferior.
3. Arteri carotis interna
Tepat setelah dipercabangkan arteri ini mengadakan pembesaran disebut
sinus caroticus.pada dinding sinus terdapat baroreceptor yang dapat terpacu oleh
perubahan tekanan darah. Dipercabangkan antara a.carotis externa dan interna
terdapat

bangunan

disebut

carotid

glomus

caroticus

yang

merupakan

chemoreceptor, yang dapat terpacu oleh perubahan didalam darah (misalnya pada
anoxia akan menyebabkan pacuan terhadap jantung dan respirasi). A.carotis
interna berjalan didepan mm.longicapitis dan longi cervicis didepan tuberculum
anterius proccesus transversus disebelah lateral pharynx, dibelakang v.jugularis
interna terpisah oleh m.styloglossus dan stylopharyngeus dan a.carotis cranii
masus ke cavum cranii melalui canalis caroticus.
4. Arteri sublavia
Merupakan pembuluh nadi utama yang memvaskularisasi membrum
superius.

A.sublavia

dipercabangkan

oleh

a.anonyma

(truncus

brachiochephalicus), sedangkan a sublavia sinistra dipercabangkan langsung oleh


arcus aorta. Masing- masing a.sublavia dibagi dalam 3 bagian yaitu :
- Bagian pertama dan pangkal hingga tepi medial m.scalenus anterior
- Bagian kedua terletak dibelakag otot tersebut
- Bagian ketiga terletak disebelah lateral m.scalenus sampai ditepi luar
costal,berganti nama menjadi a.axillaris.
Letak a.sublavia
a. Bagian pertama

Terletak disebelah laterodorsal articulation sternoclavicularis di belakang


sternomastoideus,

m.sternoceoideus,v.jugularis

interna,ductus

thoracicus,

n.vagus rr.Cardiacl n.vagi, ansa sublavia dan n.phrenicus (untuk yang kiri
saja), didepan apex pulmonis, pleurae,truncus sympaticus, ganglion cervicalis
inferior dan n.recurrent memberi cabang- cabang :
1) A. vertebralis
Setelah dipercabangkan, berjalan kecraniodorsal lateral m.longus masuk
pada foramina ke medial disulcus a.vertebralis dibelakang massa lateralis
atlantis masuk ke foramen magnum dating di cilvus kanan kiri bersatu
sebagai arteri basilaris. Berdasarkan letaknya a.vertebralis dibagi empat
bagian :
- Pars cervicalis, bagian sebelum masuk foramen transversum
- Pars vertebralis, pada waktu masuk foramen transversum
- Pars occipitalis sebelum masuk cavum cranii
- Pars intracranialis setelah berada di cavitas cranii
2) A.thoracalis interna (a.mammaria interna)
3) Truncus theocervicaks
Truncus ini langsung mempercabangkan a.thyreoidea inferior, a.cervicalis
ascendens, a.cervicalis superfisialis dan a.transversa scapulae
b. Bagian kedua
Terletak diatas sulcus subclavius yaitu alur pada costa antara perlekatan
m.scalenus anterior dan m.scalenus medius, didepan apex puirnonalis, copula
pleurae, membrane suprapleuralis dan m.scalenus medius membentuk cabangcabang :
- Truncus
-

costocervicalis,

setelah

dipercabangkan

truncus

ini

mempercabangkan a.cervicalis profundi dan a.intercostalis suprema.


A.cervicalis profundi setelah dipercabangkan berjalan ke dorsal di depan
proccesus VC.VII dan costa lalu berjalan ke kranial di antara
m.semispinalis capitis dan m.semispinabs cervicis berhubungan dengan
acervicaks superficiahs cabang occipahs.

c. Bagian ketiga
Terdapat pada trigonum supraclavicularis, dibelakang v.jugularis interna,
clavicula, m.subclaus dan m.sublavia, didepan flexus brachiaks dan
m.scalenus medius memberi cabang- cabang a.dorsalis scapulae.
5. Vena jugularis externa
V.jugularis externa merupakan pembuluh darah balik,membawa darah dari
sebagian muka dan atap kepala serta sebagian region colli superficialis.letak vena

ini kira- kira dari angulus mandibulae ke kaukodorsal pada pertengahan clavicula,
diluar m.sternomastoideus dan dibawah platysma myoideus. Vena ini mendapat
darah dari v.temporalis superficialis, v.facialis, v.maxillaris, v.auricularis anterior.
V.jugularis anterior, jugularis externa posterior dan v.retromandibularis. vena
jugularis externa bermuara pada subclavia.
6. Vasa lymphatica
Vasa lymphatica dileher terdapat lymphonodi cervicalis superficialis dan
lymphonodi cervicalis profundi.
Lymphonodi (Inn) cervicalis superficialis, berdasar letaknya dibedakan

menjadi dua bagian :


a. Pada trigonum colli anterior terdapat disepanjang vena jugularis anterior
b. Pada trigonum colli posterior terdapat disepanjang vena jugularis externa
Inn. Cervicalis profundi, terdapat disepanjang vena jugularis interna dibawah
m.sternomastoideus dibagi dalam beberapa kelompok yaitu superior,disebut
juga nodus juulo digastricus,terdapat setinggi cornu majus os hyoldeum,
dibawah venter posterior m.digastricus. nodus ini menerima aliran lymphe dan

sepertiga dorsal lidah dan tonsil palatine.


Inn. Cervicalis profundi media, disebut juga nodus juguloomohyoideus. Nodus
ini terletak diatas tendo m.omohyoideus. nodus ini menerima aliran lymphe,

Inn.submentalis, submandibularis, Inn.servicalis profundi bagian atas.


Inn. Cervicalis profundi inferior, disebut juga nodus cervicalis transversus/
supraclavicularis. Nodus ini terletak di fossa supraclavicularis sepanjang
a.cervicalis lnnoccipitalis, nn.retroauricurahs (mastoideus), Inn.parotideus,
Inn.faciahs (buccalis) dan Inn.submandibularis dan submentalis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penegakan Diagnosis2
Anamnesis :
Evaluasi berbagai massa pada leher dimulai dengan anamnesa yang
teliti.serangkaian pertanyaan- pertanyaan yang logik dapat mempersempit
kemungkinan diagnostic secara cepat dan pemeriksaan dan penatalaksanaan
selanjutnya :
1. Berapa usia penderita? Lesi kongenital sering terjadi pada individu yang lebih muda,
sedangkan lesi keganasan lebih sering pada yang lebih tua.
2. Apakah massa tumbuh dengan cepat? Tidak adanya tanda- tanda infeksi, lesi
keganasan (limfoma, kanker metastasis) jauh lebih mungkin mengalami
pertunbuhan, yang cepat dibandingkan massa yang jinak.
3. Apakah terdapat tanda- tanda infeksi atau peradangan? Sementara berbagai massa
dileher dapat menjadi infeksi, massa- massa tersebut yang tampak meradang atau
terinfeksi jauh lebih mungkin menunjukan massa yang jinak.
4. Di manakah letak massa pada leher? Letak massa sebaiknya digambarkan secara
teliti dengan istilah- istilah berikut : Apakah massa tersebut terletak pada garis
tengah atau lateral?
Jika lateral, apakah pada segitiga anterior atau posterior? Disamping itu hubungan
massa terhadap berbagai struktur yang secara normal dapat diraba dan daerahdaerah pada leher yang dijelaskan diatas sebaiknya disebutkan.massa pada garis
tengah lebih mungkin mengarah pada penyakit keganasan.
5. Apakah massa kistik atau padat ? massa kistik sering kali merupakan lesi kongenital
seperti kista celah brankial dan kista duktus tiroglosus.
6. Apakah terdapat tanda- tanda sumber infeksi atau keganasan di tempat lain pada
kepala dan leher?

Pemeriksaan Fisik :

Inspeksi leher
Kemungkinan temuan : jaringan parut,massa,tortikolis
Palpasi kelenjar limfe
Kemungkinan temuan : limfadenopati servical karena inflamasi, keganasan
Inspeksi dan palpasi posisi trakea
Kemungkinan temuan : deviasi trakea karena massa dileher atau pneumotoraks
Inspeksi kelenjar tiroid :
- Pada saat istirahat

Bates,dkk.2008.Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan, Ed 5. Jakarta:EGC

Ketika pasien menelan air ludah,dari belakang pasien, palpasi kelenjar tiroid,

termasuk ishmus dan lobus lateral (goiter,nodul,nyeri tekan tiroiditis) :


Pada saat istirahat
Ketika pasien menelan air ludah
Setelah memeriksa kelenjar tiroid dari arah belakang pasien,dapat melanjutkan
pemeriksaan musculoskeletal dari bagian leher dan punggung atas serta
memeriksa nyeri tekan sudut kostovertebral.

Abnormalitas kelenjar tiroid

Pembesaran menyebar :
Kemungkinan berkaitan dengan penyakit Grave,Tiroiditis Hashimoto,goiter

endemic (defisiensi iodin), atau goiter sporadic.


Goiter multinodular : suatu pembesaran dengan dua nodul atau lebih yang dapat

teridentifikasi, biasanya disebabkan karena gangguan metabolic.


Nodul tunggal : kemungkinan berkaitan dengan kista, tumor jinak, atau kanker
tiroid, atau mungkin satu nodul yang terpalpasi, yang makna klinisnya tidak
dikenali sebagai goiter multinodular.

Pemeriksaan penunjang:
Pemeriksaan diagnostik untuk massa leher dapat dikelompokan menjadi dua kategori :
(1) pemeriksaan yang memberikan keterangan tentang sifat- sifat fisik yang khas atau
letak massa (pemeriksaan tidak langsung) dan (2) pemeriksaan yang mencari diagnosis
hiostologik (pemeriksaan langsung) . ultrasonografi,CT scan,MRI scan,dan angiografi
merupakan contoh pemeriksaan tidak langsung.
Ultrasonografi membedakan lesi padat dari lesi kistik dan sebaiknya digunakan pada
keadaan yang jarang dimana hanya keterangan ini yang dibutuhkan.angiografi saja
berguna untuk menilai pembuluh darah , aliran darah spesifik dari massa atau keadaan
arteri karotis tetapi memberikan sedikit keterangan tentang sifat- sifat fisik yang khas
dari massa tersebut.sebagai gantinya CT scan dan MRI scan dapat memberikan
keterangan baik menggenai sifat- sifat fisik yang khas maupun pembuluh massa dan di
samping itu juga menjelaskan hubungan nya dengan struktur- struktur yang berdekatan.
Pemeriksaan langsung melibatkan pemeriksaan histologic jaringan dari massa.
Jaringan ini dapat diperoleh pada satu dari tiga jalan yang berbeda : (1) aspirasi jarum

halus, (2) biopsy jarum atau (3) biopsy terbuka aspirasi jarum halus melibatkan
pemasukan jarum kecil (ukuran 23 sampai 25) yang dilekatkan pada spuit ke dalam
massa untuk memperoleh sel- sel yang cukup untuk pemeriksaan sitologik.
B. Definisi
1. Benjolan di Leher3
Adalah setiap massa baik kongenital maupun didapat yang timbul disegitiga anterior
atau posterior leher diantara klavikula pada bagian inferior, dan mandibular serta
dasar tengkorak pada bagian superior.

2. Klasifikasi massa leher


Massa kistik kongenital
Kista ductus tiroglossus
Merupakan kista garis tengah yang ikut naik dengan penelanan paling
mungkin merupakan kista tiroglosus.
Kelenjar tiroid pertama kali tampak sebagai diverticulum ventral garis tengah
dari dasar faring tepat di distal perlekatan arcus brankial pertama dan kedua yang
dikenal sebagai foramen sekum.tiroid yang berkembang pindah ke distal
sepanjang saluran yang melewati ventral korpus hyoid kemudian membelok
dibawahnya dan turun sampai tingkat kartilagokrikoidea.
Kista ductus tiroglosus merupakan sisa dari saluran ini yang tertinggal. Oleh
karena itu biasanya merupakan kista yang terletak digaris tengah. Yang ditemukan
dimana saja antara dasar lidah dan batas superior kelenjar tiroid.
Kista celah Brankial
Merupakan sisa apparatus brankial janin yang tertinggal dimana seluruh
struktur
leher berasal.pada awal dari perkembangan terdapat lima arkus brankial dan
empat sulkus (diantara arkus) pada embrio.pertumbuhan yang cepat dari arcus
utama dan kedua dan tonjolan epiperikardial (bakal otot
3 Pierce A. Grace & Neil R. Borley. 2007. At a Glance ilmu Bedah,Ed 3.Jakarta:

EMS

sternokleidomastoideus).menenggelamkan arkus brankialis ketiga dan


keempat dan celah brankial kedua,ketiga dan keempat kedalam kavitas yang
besar yang dikenal sebagai sinus servical His. Oleh karena itu sebagian besar
kista celah brankial ( berkembang dari arcus kedua,ketiga dan keempat)
biasanya terdapat sebagai tonjolan atau muara saluran sinus sepanjang batas
anterior otot sternokleidomastoideus.
Kista celah brankial biasanya terdapat diantara usia 20 sampai 30 tahun
sebagai massa yang licin, tidak begitu nyeri, membesarnya lambat yang
terletak pada leher bagian lateral.
Higroma kistik
Merupakan limfangioma yang timbul dari sisa saluran limfe pada leher.
Higroma kistik terjadi sebagai kista berdinding tipis yang relative sederhana
pada dasar mulut atau dapat melibatkan seluruh jaringan dari dasar mulut
turun sampai ke mediastinum.
Walaupun kira- kira 80% dari waktunya hanya berupa kista yang tanpa rasa
nyeri pada segitiga servical posterior atau pada daerah
supraclavicular.sebagian besar tumor ini terjadi menjelang usia dua tahun.
Pembesaran yang tiba- tiba terjadi sebagai akibat infeksi saluran napas atas,
infeksi massa nya sendiri atau perdarahan dalam jaringan.jika massa menjadi
cepat besar dapat menyebabkan penekanan pada trakea dan kesulitan menelan.
Massa massa padat
Massa- massa kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening leher nyeri mungkin berasal dari penyakit infeksius,
sedangkan kelenjar getah bening tanpa rasa nyeri paling mungkin penyakit
keganasan.daerah pembesaran kelenjar getah bening yang multipel biasanya
menunjukan penyakit sistemik seperti : limfoma,tuberculosis, atau mononucleosis
infeksiosa sedangkan kelenjar yang soliter seringkali metastatik.
Kelenjar getah bening leher bagian bawah paling mungkin berasal dari
penyakit keganasan yang berasal dari bagian tubuh lain selain kepala dan leher.
Limfoma malignum
Adenopati cervical merupakan satu gejala yang paling sering terdapat pada
penderita dengan limfoma Hodgkin dan non Hodgkin. Kelenjar getah bening
sendiri cenderung lebih lunak,licin lebih elastic, dan lebih mudah digerakkan dari
pada kelenjar pada karsinoma metastatik.pertumbuhan cepat biasanya terjadi
terutama pada limfoma non Hodgkin.

Daerah diluar kelenjar getah bening, khususnya cincin waldeyer, seringkali


terkena pada limfoma non Hodgkin, dan pembesaran pada daerah ini merupakan
petunjuk diagnosis penyakit ini.
Penyakit metastatic
Keganasan metastatic sebaiknya selalu dicurigai jika ditemukan massa yang
membesar, keras, tidak nyeri pada individu yang lebih tua.pada sebagian besar
kasus keganasan primer terletak diatas klavicula. Khususnya untuk massa- massa
pada leher dua pertiga bagian atas.
1. Karsinoma sel skuamosa metastatik
Kanker yang paling sering bermetastasis ke kelenjar getah bening servical
adalah kanker sel skuamosa dari kulit wajah,kulit kepala,bibir, lidah,mukosa
mulut,nasofaring, sinus- sinus paranasal,orofaring,hipofaring,atau laring.
2. Adenocarsinoma metastatic
Adenokarsinoma pada kelenjar getah bening servical paling sering
menunjukan penyakit metastasis dari kelenjar tiroid, kelenjar ludah, atau
saluran pencernaan.
Tumor- tumor struktur neurovascular leher
1. Tumor neurogenic
Sebagian saraf- saraf dikepala dan leher membentuk daerah yang rentan
terhadap tumor yang berasal dari tumor neurogenic.neurilemoma
(shwanoma) dan neurofibroma yang merupakan jenis yang paling sering
ditemukan.merupakan jenis yang hamper sama.keduanya berasal dari sel
neurilema (schwann) saraf- saraf yang bermyelin dan keduanya biasanya
terjadi sebagai massa yang tanpa rasa nyeri,tumbuh lambat pada leher bagian
lateral.
2. Tumor badan karotis
Salah satu dari kelompok tumor yang dikenal sebagai kemodektoma yang
berasal dari jaringan kemoreseptif kepala dan leher.tumor yang spesifik ini
tampak sebagai massa yang keras,bulat, tumbuhnya lambat pada bifurkasio
karotis.
3. Massa massa tiroid
Penyakit tiroid merupakan penyebab benjolan dileher yang relative biasa
terjadi .meskipun pendekatan diagnostic terhadap tiroid hampir sama dengan
yang dilakukan terhadap massa- massa leher lainnya.
a. Hal- hal kunci :
Pembengkakan tiroid bergerak keatas (bersama dengan trakea) saat menelan.
Sebagian besar kelainan pada leher tampak sebagai pembengkakan.

Benjolan pada bagian ventral menempel pada tulang hyoid,seperti kista

tiroglosus,bergerak keatas baik saat menelan maupun menjulurkan lidah.


Benjolan multiple hampir selalu merupakan kelenjar getah bening.
Jangan lupa pemeriksaan kepala dan leher yang menyeluruh, termasuk rongga

mulut pada semua kasus limfadenopati.


b. Diagnosis banding
50% benjolan leher berasal dari tiroid
40% benjolan leher disebabkan oleh keganasan (80% merupakan metastasis
yang biasanya berasal dari lesi primer diatas klavicula; 20% neoplasma

primer: limpoma,tumor kelenjar saliva).


10% benjolan leher berasal dari peradangan atau kelainan kongenital.

c. Gambaran Diagnostik
Anak anak
Banyak disebabkan oleh peradangan dan kelainan kongenital.
Higroma kistik : pada bayi, berada didasar leher, transiluminasi yang jelas

hilang timbul
Kista tiroglosus atau dermoid : digaris tengah, menyebar bergerak naik dengan

penjuluran lidah.
Tortikolis : massa keras lebih menonjol jika kepala fleksi, berhubungan

dengan rotasi menetap (massa fibrosa pada musculus sternocleidomastoid)


Kista brankial : berada dianterior terhadap sepertiga atas sternocleidomastoid.
Adenitis virus/ bakteri : biasanya mengenai kelenjar getah bening

jugularis,multiple, massa lunak.


Neoplasma jarang terjadi pada anak (limfoma paling sering terjadi).

Dewasa muda
Banyak terjadi oleh massa leher karena peradangan dan keganasan tiroid.

Adenitis virus (misalnya mononucleosis infeksiosa) atau bakteri ( tonsillitis/

faringitis)
Kanker tiroid

papiler

terisolasi,

tidak

ada

nyeri

tekan,

massa

tiroid,kemungkinan limfadenopati.
Usia di atas 40 tahun
Benjolan di leher dianggap sebagai keganasan sampai terbukti bukan.

Limfadenopati metastatik : multipel, keras, tidak nyeri tekan, cenderung

terfiksasi.
75% primer berasal dari kepala dan leher (tiroid, nasofaring, tonsil,laring,
faring),25% primer berasal dari infraklavikula (lambung,pancreas, paru)

Limfadenopati primer (tiroid,limfoma) : seperti daging, tidak licin,seperti

karet, berukuran besar.


Neoplasma primer (tiroid, tumor saliva) : keras,tidak lunak, terfiksasi pada
jaringan dasar.

DAFTAR PUSTAKA

Scanlon VC, Sanders T. Essential of anatomy and physiology.5 th ed. US: FA Davis

Company; 2007
Bates,dkk.2008.Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan, Ed 5.

Jakarta:EGC
Pierce A. Grace & Neil R. Borley. 2007. At a Glance ilmu Bedah,Ed 3.Jakarta: EMS
Adams, George L.Boies. 1997. Buku ajar penyakit THT (Boeis fundamentals of
otolaryngology) Edisi ke-6, Cetakan 2015.Jakarta: EGC

REFRESHING

BENJOLAN DI LEHER DAN PENEGAKAN DIAGNOSIS

DISUSUN OLEH :
Reni Apriyanti

Pembimbing :
dr. Rini Febrianti, Sp. THT-KL

STASE KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT THT


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANJAR
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015