You are on page 1of 11

PERAN KOMUNIKASI DAN

INFORMASI DALAM
DEMOKRASI INDONESIA
DIREKTORAT POLITIK, KOMUNIKASI DAN INFORMASI,

BAPPENAS

Masa lalu :
Kekuasaan Birokrasi Otoriter
(Authoritarian Bureaucractic State)

Melakukan pengawasan dan kendali terhadap saluransaluran komunikasi dan pusat penyebaran informasi

Kehidupan media radio, TV, Pers terkekang, tidak ada


kritik, aspirasi tersumbat
Fungsi Watch Dog Media tidak jalan
Tidak dapat menyampaikan Peringatan Dini
(Early Warning System)

Tuntutan REFORMASI :
Demokratisasi di Bidang Komunikasi dan Informasi
Perubahan Orientasi :
Top Down (supply)
Monosemy
Peran Pemerintah
Implementator

Bottom Up (demand)
Polisemy
Peran Masyarakat
Fasilitator

DEMOKRATISASI
KOMUNIKASI DAN INFORMASI
"Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi

untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak


untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan
menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran
yang tersedia". (UUD 1945 Pasal 28F)
Sebuah sistem yang demokratis perlu memberi kepercayaan pada
masyarakatnya, perlu melibatkan peran serta masyarakat.
Komitmen pada pro bottom-up communication model dengan tetap
mencegah dan menghindari abuse of freedom (kekerasan dalam
komunikasi dan informasi)
Memfasilitasi atau menjadi fasilitator bagi lahirnya institusi dan sistem
informasi dan komunikasi yang demokratis di Indonesia .

PERMASALAHAN
KOMUNIKASI, INFORMASI DAN MEDIA MASSA
permasalahan yang tetap akan dihadapi adalah dampak perkembangan
tekonologi komunikasi dan informasi yang telah mendorong

perluasan jaringan dan akses informasi dalam lingkup global, yaitu


timbulnya daya saing sebagai dampak positif, serta adanya
hambatan dan ancaman terhadap tatanan budaya bangsa sebagai
dampak negatif.

kesimpangsiuran informasi dalam penyampaian kebijakan dan


aturan maupun layanan yang dikeluarkan oleh berbagai instansi
pemerintah, kesenjangan kemampuan memproduksi dan
mendiseminasi informasi ke berbagai wilayah Indonesia yang
mengakibatkan kesenjangan informasi antar wilayah dan
penduduk
Dukungan sarana dan prasarana, kerjasama diantara stakeholder
bidang komunikasi dan informasi, sumber daya belum cukup
memadai untuk turut menentukan berperannya komunikasi dan
informasi dalam pembangunan politik pada umumnya.

KEBIJAKAN :
Menuju Masyarakat Informasi
Perlunya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya informasi, knowledge is power
and knowledge comes from information
Pemerataan informasi : memperkecil gap antara the rich and the poor information
society
pemerataan dan keadilan terkait dengan adanya adanya ketimpangan dalam
mengakses antara masyarakat yang miskin informasi dengan masyarakat yang kaya
informasi, sebagai akibat disparitas ekonomi dan sosial.

Pengembangan kelembagaan dan mekanisme komunikasi serta arus informasi,


Peningkatan upaya mendorong masyarakat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi
dan informasi,
Penguatan fungsi pelayanan informasi dalam rangka menjamin hak masyarakat
untuk mendapatkan informasi.,
Penyediaan fasilitas infrastruktur pelayanan penyeberan dan pemerataan akses
informasi

Tugas Penting
z

Mendorong berkembangnya lembaga-lembaga informasi


masyarakat dan media: meningkatkan pemberdayaan
lembaga-lembaga masyarakat di bidang komunikasi dan
informasi serta kelompok sosial yang tumbuh di dalam
masyarakat.

Memfasilitasi arus informasi publik: meningkatkan


kerjasama pelayanan informasi publik (prinisp
transparansi dalam RUU Kebebasan Memperoleh
Informasi disclosure of information).

Meningkatkan pemerataan informasi: melalui


pengembangan sistem jaringan pelayanan informasi
(infrastruktur komunikasi dan informasi)

Peran Pemerintah
Sebagai pembuat kebijakan dan memberikan fasilitas saja. Sedangkan
peran operator hanya dilaksanakan pada sektor-sektor yang memang
tidak ditangani oleh pihak swasta dan masyarakat.
Transformasi , kebebasan informasi dan kebebasan pers sebagai
bagian dari proses demokratisasi, merupakan fenomena global yang
tidak mungkin dihindari. Oleh karena itu pemerintah terus berusaha
menciptakan iklim kondusif bagi proses demokratisasi.
Di bidang komunikasi, informasi dan media massa di arahkan untuk:
(1) meningkatkan kualitas demokrasi, (2) menciptakan transformasi,
kebebasan informasi dan kebebasan pers, (3) melalui fungsi regulator
menetapkan regulasi agar kebebasan informasi tidak terhalangi tetapi
masyarakat juga terlindungi dari akses negatifnnya, (4) menjadi
fasilitator agar bidang komunikasi dan informasi serta media massa
dapat berkembang secara sehat sebagaimana yang terjadi di negaranegara yang menjunjung tinggi demokrasi.

Pembangunan Bidang Komunikasi dan Informasi :


Instalasi Demokrasi
z

meningkatkan dan memantapkan pertukaran informasi dan komunikasi


antar dan intra kelompok masyarakat serta antar lembaga politik dengan
rakyat sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini


secara mendasar telah membawa implikasi terhadap perubahan dan
pembaharuan kehidupan masyarakat baik di bidang politik, ekonomi,
sosial budaya maupun hankam

membangun perangkat perundang-undangan yang memberikan jaminan


hukum terlaksananya fungsi-fungsi media massa dan terlindunginya
masyarakat dari pengaruh negatif media massa, termasuk Rancangan
Undang-undang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (RUU KMIP) dan
UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyiapkan pula Pedoman Perilaku


Penyiaran dan Standar Isi Siaran

Terbukanya akses publik


tentang berbagai informasi
pemerintahan
Masyarakat dapat dipastikan
memperoleh info tentang
prosedur, peraturan,
perundanngan & kebijakan

Prosedur, peraturan
perundangan dilaksanakan
dengan konsekuen
Transparansi memaksa
peningkatan akuntabilitas
publik

TRANSPARANSI
TRANSPARANSI
(Informasi)
(Informasi)

AKUNTABILITAS
AKUNTABILITAS
PUBLIK
PUBLIK

PARTISIPASI
PARTISIPASI
MASYARAKAT
MASYARAKAT
Partisipasi publik tidak
dapat terlaksana tanpa
adanya transparansi

Tindakan pemerintah dapat


dipertanggungjawabkan
dengan indicator kinerja
dan target yang jelas

Terdapat mekanisme yang


jelas dalam proses
pengambilan keputusan dan
kontrol publik

Akuntabilitas sulit

terlaksana tanpa
pemantauan dan
partisipasi publik

TERIMA KASIH