You are on page 1of 7

ACARA 4

PEMETAAN MUKA
AIRTANAH

PEMETAAN MUKA AIRTANAH


1. Tujuan
1). Mengetahui penyebaran, ketinggian, dan arah aliran
airtanah
dengan membuat peta muka airtanah.
2). Mengambil contoh air dari sumur di daerah telitian.
2. Alat dan bahan
1). Peta topografi.
2). Meteran/tali berukur.
3). Botol/kantong sampel air.
4). Kompas.
5). GPS.
6). Altimeter.

PEMETAAN MUKA AIRTANAH


Kedudukan muka airtanah yang diketahui
kedalamannya dari permukaan tanah
pada suatu tempat, akan mempunyai
ketinggian tertentu dari muka air laut
(sea level). Jika ketinggian muka airtanah
dari muka air laut ini dijumpai pada
tempat yang lain, maka akan
didapatkan kontur airtanah yang
mempunyai harga equipotensial yang
tertentu.

PEMETAAN MUKA AIRTANAH


Secara teoritis, arah aliran (flow line) airtanah dianggap tegak lurus
dengan kontur airtanah atau garis equipotensial.
Pada akhirnya, kombinasi dari keduanya, yaitu garis kontur airtanah
(equipotensial) dan arah aliran airtanah (flow line) akan menghasilkan
suatu jaring-jaring dari aliran airtanah atau disebut flow net.
Garis Equipotensial adalah merupakan garis imajiner / khayal yang
menghubungkan titik-titik head yang mempunyai ketinggian yang sama
di bawah permukaan.
Jaring-jaring aliran airtanah terdiri dari garis equipotensial dan garis
aliran yang saling berpotongan tegak lurus, dalam suatu jaring-jaring
aliran, garis garis aliran berjumlah tak terhingga, namun dalam
penggambarannya hanya sebagian saja yang ditampilkan.

PEMETAAN MUKA AIRTANAH


Adapun kegunaan dari flow net adalah :
Untuk mengetahui arah aliran
airtanah.
Dapat digunakan untuk mengestimasi
kuantitas air yang mengalir melalui
suatu akuifer (dengan persamaan
Darcy).

PEMETAAN MUKA AIRTANAH


Prosedur Kerja

1.
2.

Cari titik-titik sumur gali di lapangan dan plotkan


posisinya pada peta topografi.
Ukur elevasi titik-titik sumur, kedalaman airtanah di
sumur dari permukaan tanah dan hitung tinggi
muka airtanah dari permukaan air laut.
Caranya :
a). Ukur tinggi bibir sumur (elevasi bibir sumur
terhadap
datum).
b). Ukur muka airtanah di sumur tersebut dengan
meteran (kedalaman m.a.t dari bibir sumur).
Jika
a = elevasi bibir sumur terhadap datum
b = kedalaman m.a.t dari bibir sumur
maka : ketinggian m.a.t = a b

PEMETAAN MUKA AIRTANAH


3.
4.
5.
6.
7.

8.

Kemudian ambil sampel air dalam sumur tersebut


untuk test kimia airtanah.
Untuk sungai diukur elevasi muka air sungai.
Jika menemukan mataair, maka tentukan arah
alirannya, jika memungkinkan ukur debitnya
dengan wadah berukur dan stop watch.
Setelah diketahui ketinggian muka airtanah pada
sumur-sumur gali, kemudian plotkan harga-harga
ketinggian tersebut pada peta topografi.
Kemudian baru dibuat kontur muka airtanah
dengan intarpolasi/ekstrapolasi dan perhatikan
juga hukum-hukum untuk pembuatan kontur muka
airtanah.
Dari pola kontur tersebut tentukan arah alirannya.