I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Pada Era Globalisasi ini, perusahaan dituntut untuk dapat bersaing dengan para pesaingnya agar dapat bertahan hidup. Tuntutan dapat berasal dari pelanggan yaitu tentang mutu pelayanan dan kepuasan standar global yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Untuk itu perusahaan harus berusaha untuk mendapat penilaian yang baik dari pihak luar perusahaan baik dalam hal keuangan, pelayanan kepada konsumen, maupun kerapian dalam administrasi agar mendapat kepercayaan dari mereka. Laporan keuangan perusahaan merupakan suatu deskripsi usaha yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan keuangan perusahaan yang merupakan umpan balik atas segala apa yang telah dilakukan dan imbasnya terhadap perusahaan. Pimpinan Perusahaan atau manajer sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan. Dengan menganalisis laporan keuangan maka manajer dapat mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan dari waktu yang terdahulu maupun waktu yang sedang berjalan. Dengan menganalisis data keuangan tahun-tahun yang lalu maka dapat diketahui kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang dianggap cukup baik. Hasil analisis historis tersebut sangat penting artinya bagi perbaikan penyusunan rencana atau kebijakan yang akan di lakukan di waktu yang akan datang. Selain manajemen, kreditur dan investor juga berkepentingan atas laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan pemberian kredit dan penanaman modal. Kreditur jangka panjang berkepentingan untuk mengetahui besarnya aktiva yang akan digunakan sebagai jaminan dalam pemberian kredit. Kreditur jangka pendek berkepentingan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang harus segera dipenuhi, dengan dana yang bersumber dari aktiva lancarnya. Investor berkepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan keputusan penanaman modal (Bambang Riyanto, 2001).

Dalam mengadakan interpretasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan, diperlukan adanya ukuran atau standar tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis keuangan adalah rasio. Pengertian rasio adalah gambaran suatu hubungan dari dua unsur (suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain) secara sistematis sehingga dapat diketahui deskripsi tentang baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan, terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka standar (Bambang Riyanto, 2001). Analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan hasil kecenderungan atau trend dan untuk mengetahui apakah keadaaan keuangan, hasil usaha dan kemajuan keuangan perusahaan : memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya (Djarwanto, 2001). Sedangkan analisis rasio keuangan sangat diperlukan bagi penilaian prestasi yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan. Dengan dilakukan analisis rasio keuangan ini, diharapkan dapat membantu dalam mengadakan analisis kondisi intern perusahaan pada umumnya dan kondisi keuangan pada khususnya. Perusahaan Umum Pegadaian merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) milik Departemen Keuangan RI dan merupakan salah satu lembaga perkreditan yang khas, karena hanya bergerak dalam bidang penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan benda-benda bergerak. Perum Pegadaian merupakan salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan kredit masyarakat, karena mampu melayani kebutuhan akan uang pinjaman dalam waktu yang relatif singkat, sehingga sangat diminati masyarakat, hal ini dapat diketahui dengan layanan pemberian kredit yang telah disalurkan baik untuk kebutuhan produksi, semi produksi maupun konsumtif. Sebagai lembaga keuangan penyalur kredit Perum Pegadaian harus mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya. Kesehatan keuangan harus tetap dijaga. Untuk mengetahui keadaan keuangan dapat dilakukan dengan melihat

dan mengevaluasi laporan keuangan. Dari laporan Keuangan tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang dapat menunjukkan posisi, kondisi maupun hasil kerja yang telah dicapai. Dengan demikian, selain digunakan untuk sumber informasi laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat pertanggung jawaban. Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa laporan keuangan sangat diperlukan oleh berbagai pihak dengan bebagai kepentingan. Mengingat pentingnya laporan keuangan tersebut maka penulis merasa tertarik untuk menyusun skripsi dengan judul : “PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI TINGKAT KESEHATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA PADA “PERUM PEGADAIAN” CABANG PURWOKERTO” B. Perumusan Masalah Perusahaan Umum Pegadaian sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara dalam menyikapi persaingan di Era Globalisasi ini harus mampu berusaha memperbaiki kinerja perusahaannya, sehingga setiap peluang yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sedang segala ancaman yang mungkin akan terjadi bisa diminimalkan. Salah satu usaha yang dilakukan Perum Pegadaian adalah dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangan perusahaan sehingga diharapkan dapat diketahui efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam mencapai tujuan yang dinilai dari tingkat kesehatan dan perkembangan usaha dari segi keuangan. Dengan adanya evaluasi kinerja keuangan pada tiap tahun maka muncul permasalahan sebagai berikut :

1. 2.

Apakah Perum Pegadaian Cabang Purwokerto, telah memenuhi Apakah usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto, telah perkembangan apabila ditinjau dari Rentabilitas

klasifikasi sehat berdasarkan kriteria kinerja keuangan yang berlaku ? menunjukkan Ekonominya ? C. Pembatasan Masalah Kinerja perusahaan dapat diukur dengan banyak faktor seperti Sumber Daya Alam ( human resoures ), Operasional ( Operation on production ) dan keuangan ( finance ). Demikian juga dengan penilaian yang dilakukan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meliputi tiga aspek yaitu aspek keuangan, operasional, dan administrasi. Dalam penelitian ini dibatasi hanya pada masalah pengukuran nilai kinerja perusahaan yang didasarkan atas aspek keuangan dari tahun 2001-2005. Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan perusahaan adalah rasio keuangan yang didasarkan pada SK Menteri BUMN Nomor KEP100/MBU/2002. D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian a. b. Ekonominya. 2. Kegunaan Penelitian a. Bagi Perusahaan Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Perum Pegadaian Cabang Purwokerto, dalam menetapkan kebijaksanaan guna mencapai suksesnya usaha. Untuk mengevaluasi tingkat kesehatan keuangan Untuk mengetahui perkembangan usaha Perum Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001 – 2005. Pegadaian cabang Purwokerto, ditinjau dari segi Rentabilitas

b. 1. 2. c.

Bagi Peneliti Untuk memenuhi persyaratan menulis skripsi pada Sebagai penerapan praktikum dari teori-teori yang Bagi Fakultas

Fakultas Ekonomi Universitas Wijayakusuma Purwokerto. telah didapat peneliti di bangku kuliah. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan bacaan ilmiah guna melengkapi kepustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Wijayakusuma Purwokerto. E. Kerangka Pemikiran Penelitian Perum Pegadaian sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang kredit mempunyai dua misi, yaitu menyalurkan kredit bagi masyarakat ekonomi lemah, dan disisi lain sebagai kesatuan usaha ekonomi yang diharuskan untuk mampu mempertahankan dan mengembangkan kelangsungan hidupnya. Untuk itu pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan baik dan kesehatan keuangan harus selalu tetap dijaga. Tingkat kesehatan keuangan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto dapat diketahui dengan menganalisis laporan keuangan ( Neraca dan Laporan Laba Rugi ) menggunakan rasio keuangan, yaitu Return On Equity, Retrun On Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Collection Periods, Inventory Turnover, Total Assets Turnover, Rasio TMS terhadap TA, hal ini sesuai dengan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002. Dari hasil analisis ini maka kita dapat mengetahui kondisi kesehatan keuangan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto termasuk sehat atau tidak sehat. Perkembangan usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto dapat dianalisis melalui laporan keuangan ( Neraca dan Laporan Laba Rugi ) dengan menghitung Rentabilitas Ekonomis dan dianalisis menggunakan trend least

square sehingga kita dapat mengetahui perkembangan usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto meningkat atau tidak meningkat. Gambar 1: Kerangka pemikiran penelitian ini akan nampak sebagai berikut:

PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO

Laporan Keuangan

Neraca

Laporan Laba Rugi

Analisis Laporan Keuangan

Penilaian Tingkat Kesehatan berdasarkan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 ROI ROE Cash Ratio Current Ratio Collection Periods Inventory Turnover Total assets Turn over Rasio TMS terhadap TA

Analisis perkembangan Usaha dengan Rentabilitas Ekonomis

Analisis trend least square

Sehat

Tidak sehat

Meningkat

Tidak Meningkat

F. Hipotesis 1. 2. Diduga tingkat kesehatan finansial Perum Pegadaian Cabang Diduga perkembangan usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Purwokerto selama periode penelitian telah memenuhi klasifikasi sehat. selama periode penelitian mengalami peningkatan.

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kredit Gadai Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berhutang atau oleh seorang lain atas namanya dan yang memberikan kekuasaan kepada si piutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang berpiutang lainnya dengan kekecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana yang harus didahulukan (Badrul Zaman, 1991). 2. Sifat-sifat umum gadai. a. Gadai adalah untuk benda bergerak Artinya obyek gadai adalah benda bergerak baik berwujud maupun tidak berwujud (hak tagihan). b. Sifat kebendaan. Artinya memberikan jaminan bagi pemegang gadai bahwa dikemudian hari piutangnya pasti dibayar dari nilai barang jaminan. c. Benda gadai dikuasai oleh pemegang gadai. Artinya benda gadai harus diserahkan oleh pemberi gadai kepada pemegang gadai. d. Hak menjual sendiri benda gadai. Artinya hak untuk menjual sendiri benda gadai oleh pemegang gadai. e. Hak yang didahulukan f. Hak accessoir. Artinya hak gadai tergantung pada perjanjian pokok. (Badrul Zaman, 1991).

1. Pengertian Gadai

3. Barang yang dapat digadai Barang yang dapat digadaikan yaitu semua barang bergerak seperti barang-barang perhiasan, elektronik, peralatan rumah tangga, mesin, tekstil dan lain-lain. Barang yang tidak dapat digadaikan seperti barang milik pemerintah, surat-surat berharga, hewan dan tanaman, bahan makanan dan benda yang mudah busuk, benda-benda yang kotor, benda-benda yang untuk menguasai dan memindahkan dari satu tempat ke tempat lain memerlukan izin, barang yang karena ukurannya yang besar maka tidak dapat disimpan digadaian, barang yang tidak tetap harganya. (Badrul Zaman, 1991). 4. Hak dan kewajiban pemegang gadai. a. Hak pemegang gadai. Menjual gadai dengan kekuasaan sendiri dan atau dengan perantara hakim, atas izin hakim tetap menguasai benda gadai, mendapat ganti rugi, retorsi dan hak undang-undang untuk didahulukan. b. Kewajiban pemegang gadai. Bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan barang gadai karena kelalaiannya, memberitahukan kepada pemberi gadai apabila barang gadai itu di jual dan bertanggung jawab terhadap hasil penjualan barang gadai tersebut. (Badrul Zaman, 1991). 5. Berakhirnya gadai. Perikatan kredit melalui lembaga gadai akan berakhir pada saat dilunasinya kredit gadai oleh pemberi gadai kepada pemegang gadai sesuai isi pengikat. Gadai dapat diperpanjang dengan cara mengadaikan perjanjian baru. (Badrul Zaman, 1991).

B.

Laporan Keuangan Media yang dapat dicapai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi dan perubahan modal. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa. Laporan akhirpun disajikan dalam nilai uang. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut: a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan , kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. b. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu. c. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Adapun bentuk dari laporan keuangan suatu perusahaan adalah sebagai berikut : a. Neraca Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, utang serta modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Aktiva adalah merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan, yang terdiri dari aktiva lancar (kas, investasi jangka pendek, piutang wesel, piutang dagang dan persediaan) dan aktiva tidak lancar (investasi jangka panjang, aktiva tetap, aktiva tetap tidak berwujud). Utang adalah kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, yang terdiri dari utang jangka pendek (utang dagang, utang pajak, utang wesel, pendapatan diterima dimuka) dan utang jangka panjang (utang obligasi, utang hipotik).

1. Pengertian Laporan Keuangan

Modal adalah kelebihan nilai aktiva yang dimililki oleh perusahaan terhadap seluruh utang-utangnya. b. Laporan laba rugi Laporan laba rugi menggambarkan hasil usaha suatu perusahaan selama satu periode tertentu. 1. Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utang-utangnya (atau kombinasi keduanya) selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha. 2. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang (atau kombinsi keduanya) selama suatu periode tertentu yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha. 3. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan setelah dikurangi biayabiaya. 4. Laba (Gain) Adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari pendapatan atau investasi oleh pemilik, misalnya laba yang timbul dari penjualan surat berharga. 5. Rugi (Loss) Adalah penurunan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang

mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari biaya atau distribusi pada pemilik, misalnya rugi yang timbul dari penjualan surat berharga. 6. Harga Perolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva, misalnya pembelian mesin dan persekot. c. Perubahan modal Perubahan modal yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan modal dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode. ( Hanafi M Mamduh dan Abdul Halim, 2004 ) 2. Sifat Laporan Keuangan Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report. Laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara : a.) Fakta yang telah dicatat (Recorded Fact ). b.) Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate). c.) Pendapat pribadi (personal judgment). 3. Keterbatasan Laporan Keuangan. Dengan mengingat atau memperhatikan sifat-sifat laporan keuangan tersebut diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan itu mempunyai beberapa keterbatasan antara lain : a.) Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan intern report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan keuangan

yang final. Karena itu semua jumlah-jumlah atau hal-hal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan realisasi di mana dalam intern report ini terdapat atau terbanding pendapatpendapat pribadi (personal judgment) yang telah dilakukan oleh akuntan atau manajemen yang bersangkutan. b.) Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah. c.) Laporan keuangan berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu padahal daya beli uang tersebut semakin menurun dibandingkan dengan tahun yang sebelumnya. d.) Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang, misal reputasi dan prestasi perusahaan. ( S. Munawir, 2004 ) C. 1. Analisis Laporan Keuangan Arti penting Analisis Laporan Keuangan Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, kita perlu mengadakan interpretasi atau analisis terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan itu akan tercermin di dalam laporan keuangannya. Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansial suatu perusahaan, dimana neraca mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada saat tertentu, sedangkan laporan rugi laba mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama satu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun. Mengadakan interpretasi atau analisis terhadap laporan finansial suatu perusahaan akan sangat bermanfaat bagi penganalisis untuk dapat

mengetahui keadaan dan perkembangan finansial perusahaan yang bersangkutan. Pimpinan suatu perusahaan atau manajemen sangat berkepentingan terhadap laporan finansial dari perusahaan yang dipimpinnya. Dengan mengadakan analisis laporan finansial dari perusahaan, manajer akan dapat mengetahui keadaan dan perkembangan finansial dari perusahaannya dan akan dapat diketahui hasil-hasil keuangan yang telah dicapai di waktu-waktu yang telah lalu dan waktu yang sedang berjalan. Para krediturpun berkepentingan terhadap laporan keuangan dari perusahaan yang telah atau akan menjadi nasabahnya. Para kreditur berkepentingan untuk “keamanan” mereka sendiri. Kreditur sebelum mengambil keputusan untuk memberikan atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlulah kiranya mengadakan suatu analisis terlebih dahulu terhadap laporan keuangan dari perusahaan yang mengajukan kredit, untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan tersebut dalam membayar kembali utang ditambah bunganya. Para investorpun berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan dalam rangka penentuan keputusan penanaman modal. Bagi investor yang penting adalah “rate of return” (tingkat imbalan hasil) dari dana yang diinvestasikan dalam surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Dengan demikian maka jelaslah bahwa mengadakan interpretasi atau analisis laporan keuangan suatu perusahaan adalah sangat penting artinya bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan meskipun kepentingan tersebut jelas berbeda.( S. Munawir, 2004 ) 2. Prosedur analasis Prosedur-prosedur analisis yang dilakukan dalam analisis laporan keuangan antara lain: a. Mempelajari dan memahami laporan keuangan yang akan dianalisa. Tujuannya adalah untuk mengetahui aktifitas atau kegiatan perusahaan yang akan dianalisa laporan keuangannya. Dengan

demikian pihak penganalisa akan dapat mengetahui keadaan keuangan dan latar belakang dari data keuangan tersebut sehingga dapat membuat inter prestasi yang memuaskan. b. Adakah penelitian mengenai penyusunan pos-pos laporan keuangan. Jika dianggap perlu dapat dilakukan penyusunan kembali dari datadata yang akan dianalisis Tujuan prosedur ini ialah untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang akan dianalisis sudah menggambarkan data keuangan yang relefan dan telah menerapkan metode penelitian yang tepat secara konsisten sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi yang lazim. Akhirnya akan didapatkan laporan keuangan yang benar-benar dapat dibadingkan (comparable). c. Mengadakan perhitungan-perhitungan dengan mempergunakan metode dan teknik analisis yang sesuai dengan tujuan analisis. d. Memberikan interpretasi terhadap hasil-hasil perhitungan sehingga dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, (S.Munawir, 2004). 3. Metode dan Teknik Analisis Ada bermacam-macam metode dan teknik analisis yang dapat digunakan dalam laporan keuangan. Metode dan teknik tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu menyederhanakan informasi sehingga mudah dipahami dan akhirnya digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, jadi pemilihan metode dan teknik analisis tergantung dari tujuan analisis itu sendiri. Ada dua macam metode analisis yang bisa dipakai yaitu: a. Metode analisis horizontal atau metode analisis dinamis. Metode analisis horisontal yaitu analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau berapa saat, sehingga akan di ketahui perkembangan perusahaan yang dianalisis

b. Metode analisis vertikal atau metode analisis statis. Metode analisis vertikal yaitu analisis dengan cara membandingkan antara pos yang satu dengan yang lainnya pada laporan keuangan yang sama atau antar laporan keuangan pada satu periode saja. Teknik analisis yang digunakan dalam teknik laporan keuangan, adalah : a.Analsis perbandingan laporan keuangan, adalah metode dan teknik analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan menunjukkan: 1. Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah 2. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah 3. Kenaikan atau penurunan dalam prosentase 4. Perbandingan yang dinyatakan dalam resiko 5. Prosentase dari total b. Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam prosentase (trend percentage analisis), adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi dari pada keadaan keuangannya, apakah menunjukkna tendensi tetap, naik atau bahkan turun. c.Laporan dengan presentanse perkomponen atau common size statement, adalah suatu meteode analisis untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya. d. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja, adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. e.Analisis sumber dan penggunaan kas (cash flow statement analysis). Analisis sumber dan penggunaan kas adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk

mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu f. Analisis rasio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan rugi laba secara kombinasi dari kedua laporan tersebut. g. Analisis perubahan laba kotor (Gross Profit Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dalam periode-periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibugetkan untuk periode tertentu. h. Analisis break-even adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh kuntungan. (S.Munawir, 2004). 4. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio dapat diartikan sebagai gambaran suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relation ship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Analisis ratio dapat digunakan untuk memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standard. Angka rasio keuangan ini dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu: 1. Berdasarkan sumber datanya, angka rasio dapat digolongkan antara lain: a. Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratio) b. Rasio-rasio Rugi Laba (Income Statement Ratio) c. Rasio-rasio antar laporan (Inter-statement Ratio)

2.

Berdasarkan tujuan analisis, angka rasio dapat digolongkan antara lain: a. Rasio likuiditas b. Rasio solvabilitas c. Rasio rentabilitas dan rasio-rasio lain yang sesuai dengan kebutuhan penganalisis ( S. Munawir, 2004 )

5.

Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi

kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Jumlah alat-alat pembayaran (alat-alat likuid) yang dimiliki oleh perusahaan pada saat tertentu merupakan “kekuatan membayar” dari perusahaan yang bersangkutan tetapi hal ini tidak menjamin perusahaan tersebut dapat memenuhi segala kewajiban finansial yang segera harus terpenuhi atau perusahaan tersebut belum tentu mempunyai “kemampuan membayar”. “Kemampuan” membayar dari suatu perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan “ kekuatan pembayarannya” di suatu pihak dengan kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi dilain pihak. Perusahaan dikatakan likuid jika jumlah aktiva lancar yang merupakan alat bayar lebih besar dari pada kewajiban yang harus segera dipenuhi. Sebaliknya perusahaan dikatakan illikuid jika jumlah aktiva lancar yang merupakan alat bayar lebih kecil dari pada kewajiban-kewajiban yang harus segera dipenuhi. Apabila perusahaan tingkat likuiditasnya terlalu rendah atau illikuid maka maka perusahaan harus dapat mengusahakan agar likuiditasnya dapat dinaikan lebih tinggi lagi. Tingkat likuiditas dapat dipertinggikan dengan jalan sebagai berikut: 1 Dengan utang lancar (current liabilitas) tertentu, diusahakan untuk menambah aktiva lancar (current asset) 2 Dengan aktiva lancar terttentu diusahakan untuk mengurangi jumlah utang lancar.

3 Dengan mengurangi jumlah utang lancar bersama-sama dengan mengurangi aktiva lancar. (Bambang Riyanto, 2001). 6. Solvabilitas Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila sekiranya perusahaan pada saat itu dilikuidasi.(kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semuanya utang-utangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang) Suatu perusahaan yang solvabel berarti bahwa perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya sebaliknya perusahaan yang insolvabel ( tidak solvabel ) berarti bahwa perusahaan tersebut tidak mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk menbayar semua hutang-hutangnya. Makin kecil tingkat solvabilitas suatu perusahaan maka makin berat beban tetap perusahaan yang berupa bunga tetap. Sehingga makin sedikit keuntungan yang diperoleh maka makin berbahayalah kedudukan perusahaan. Tingkat solvabilitas dapat dipertinggi dengan jalan sebagai berikut: 1. Menambah aktiva tanpa menambah utang atau manambah aktiva relatif lebih besar dari pada tambahnya utang. 2. Mengurangi utang tanpa mengurangi aktiva atau mengurangi utang relatif lebih besar dari pada berkurangnya aktiva. (Bambang Riyanto, 2001). 7. Rentabilitas Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk

menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabitas suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Ada 2 (dua) macam rentabilitas yaitu: a. Rentabilitas ekonomis Rentabilitas ekonomis adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk

menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam presentase. Atau dengan kata lain rentabilitas ekonomis adalah kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan laba. Modal yang diperhitungkan untuk menghitung Rentabilitas ekonomis hanyalah modal yang bekerja didalam perusahaan (Operating capital/asset) sedangkan laba yang diperhitungkan Rentabilitas Ekonomis hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan, yaitu yang disebut dengan usaha (net operating income). Tinggi rendahnya Rentabilitas Ekonomis (earning power) ditentukan 2 faktor, yaitu: 1. Profit margin Profit margin yaitu perbandingan antara “net operating income” dengan. “net sales” perbandingan ini dinyatakan dalam presentase profit margin dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat besar kecilnya laba usaha dalam hubungannya dengan sales. Profit margin dapat dipertinggi dengan cara menaikan sales relatif lebih besar dari pada kenaikan operating expenses relative lebih besar dari pada kenaikan operating expenses dan menurunkan operating ekpenses relative lebih besar dari pada berkurangnya sales. 2. usaha) Turn over of operating assets yaitu kecepatan perputaran operating assets dalam suatu periode tertentu. Turn over tersebut dapat ditentukan dengan membagi net sales dengan operating asset dapat turnoves dapat dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dengan melihat kepada kecepatan perputaran operating assets dalam suatu periode tertentu. Turn over of operating asset dapat dipertinggi dengan cara menambah modal usaha (operating Turn over of operating assets (tingkat perputaran aktiva

sales). Sampai tingkat tertentu diusahakan tercapainya tambahan sales yang sebesar-besarnya dan mengurangi sales sampai tingkat tertentu diusahakan penurunan atau pengurangan operating asset sebesar-besarnya. Oleh karena itu makin tinggi tingkat profit margin atau operating assets b. turnover masing-masing atau kedua-duanya akan mengakibatkan naiknya earning power. Rentabilitas modal sendiri Rentabilitas modal sendiri sering disebut juga rentabilitas usaha adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dari satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak. Atau dengan kata lain rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan keuntungan, laba yang diperhitungkan untuk menghitung Rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan bunga modal asing dan pajak perseroan atau income tax (EAT = Earning After Tax). Sedangkan modal yang diperhitungkan hanyalah modal sendiri yang bekerja didalam perusahaan. Tingkat rentabilitas mencerminkan kemampuan modal perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Tingkat rentabilitas yang tinggi dapat merupakan pencerminan efisiensi yang tinggi pula. Mengukur efisiensi perusahaan dengan mendasarkan pada jumlah keuntungan semata-mata kuranglah tepat. Sebab keuntungan yang tinggi belum tentu disertai dengan tingkat rentabilitas yang tinggi pula. Bagi perusahaan pada umumnya masalah rentabilitas adalah lebih penting dari pada masalah laba, karena laba yang besar saja belum merupakan dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh itu dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut, atau dengan kata lain ialah menghitung rentabilitasnya jadi harus diperhatikan oleh perusahaan bukan saja usaha untuk memperbesar laba tetapi yang

lebih penting yaitu usaha untuk mempertinggi rentabilitasnya. Oleh karena itu pada umumnya usaha perusahaan lebih diarahkan untuk mendapatkan titik rentabilitas maksimal dari pada laba maksimal. (Bambang Riyanto, 2001). 8. Penggunaan analisis rasio keuangan untuk mengukur tingkat Analisis rasio keuangan yang digunakan sebagai dasar penilaian tingkat kesehatan keuangan perum penggadaian telah diatur dalam Sk Mentri Badan Usaha Milik Negara No.10 kep.100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 yang meliputi delapan (8) rasio, yaitu: 1. Return On Equity (ROE) atau imbalan pada pemegang saham Merupakan suatu kemampuan dari suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. 2. Return On Investemen (ROI) atau imbalan isvestasi. Merupakan suatu kemampuan dari perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang akan dikeluarkan. 3. Cash Ratio/Rasio kas. Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perubahan dan surat berharaga yang dapat segera diuangkan. 4. Rasio lancar (Current Ratio). Merupakan suatu kemampuan dari suatu perusahaan untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar. 5. Collection Periods (COP) Merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur efisiensi pengelolaan piutang usaha setelah melakukan penjualan. 6. Perputaran Persediaan Merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur pengelolaan persediaan dan dapat digunakan untuk memperlihatkan seberapa baik manajemen mengontrol modal yang ada. kesehatan dan perkembangan Perum Pegadaian

7. Perputaran total asset /Total Assets turn Over (TATO) Rasio ini digunakan untuk mengukur atau menghitung efektivitas penggunaan total aktiva dalam menghasilkan penjualan. 8. Rasio modal sendiri terhadap total aktiva. Merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur efektivitas penggunaan total assets yang digunakan dalam kegiatan usaha. (Sutrisno, 2003).

III. METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS A. Metode Penelitian 1. Purwokerto. 2. Objek Penelitian Penelitian dilakukan pada Perum Pegadaian Cabang Purwokerto yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman 299. 3. a. Studi pustaka Studi pustaka yaitu teknik pengumpulan informasi dengan cara mempelajari buku-buku literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. b. Studi Lapangan Studi lapangan yaitu penelitian langsung terhadap masalah yang akan dibahas pada Perusahaan yang menjadi obyek penelitian dengan cara observasi dan wawancara dengan pihak yang terkait. 4. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari hasil publikasi perusahaan. Data sekunder yang digunakan: a. b. Neraca tahun 2001-2005 Laporan Rugi Laba tahun 2001-2005 Metode Pengumpulan Data Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perum Pegadaian Cabang

B. Metode Analisis 1. Evaluasi Tingkat Kesehatan Finansial Pengevaluasian tingkat kesehatan keuangan pada Perum Pegadaian Cabang Purwokerto, digunakan analisis ratio berdasarkan pada surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-100/MBU/2002

tentang penilaian tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara yang meliputi : a. Imbalan kepada pemegang saham / Return On Equity
RO = E Laba Setelah Pajak X 100 % M odal Sendiri

Definisi : 1). Laba setelah Pajak adalah Laba bersih dikurangi dengan laba hasil penjualan dari :     Aktiva tetap Aktiva Non Produktif Aktiva Lain-lain Saham Penyertaan Langsung

2). Modal Sendiri adalah seluruh komponen Modal Sendiri dalam neraca perusahaan pada posisi akhir tahun buku dikurangi dengan komponen Modal sendiri yang digunakan untuk membiayai Aktiva Tetap dalam Pelaksanaan dan laba tahun berjalan. Dalam Modal sendiri tersebut di atas termasuk komponen kewajiban yang belum ditetapkan statusnya. 3). Aktiva Tetap dalam pelaksanaan adalah posisi pada akhir tahun buku aktiva Tetap yang sedang dalam tahap pembangunan. Tabel 1 : Daftar skor penilaian ROE ROE (%) 15 < ROE 13 < ROE≤ 15 11< ROE ≤ 13 9 < ROE ≤ 11 7,9<ROE ≤ 9 6,6<ROE ≤ 7,9 5,3<ROE ≤ 6,6 4 <ROE ≤ 5,3 2,5 <ROE≤ 4 1 <ROE ≤ 2,5 0 <ROE ≤ 1 ROE < 0 Skor 20 18 16 14 12 10 8,5 7 5,5 4 2 0

b.

Imbalan Investasi / Return On Investment
RO = I EBIT + Penyusu tan X 100 % Capital Employed

Definisi : 1). EBIT adalah laba sebelum bunga dan pajak dikurangi laba dari hasil penjualan dari :     Aktiva Tetap Aktiva lain-lain Aktiva Non Produktif Saham penyertaan langsung

2). Penyusutan adalah depresiasi, amortisasi dan deplesi 3). Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku Total Aktiva dikurangi Aktiva Tetap dalam pelaksanaan. Tabel 2 : Daftar skor penilaian ROI ROI (%) Skor 18 < ROI 15 < ROI ≤ 18 13 < ROI ≤ 15 12 < ROI ≤ 13 10,5 < ROI ≤ 12 9 < ROI ≤ 10,5 7 < ROI ≤ 9 5 < ROI ≤ 7 3 < ROI ≤ 5 1 < ROI ≤ 3 0 < ROI ≤ 1 ROI < 0 c. Rasio Kas / Cash Ratio
C ash Ratio = Kas +Bank +Surat Berh arg a Jangka Current Liabilitie s Pendek

15 13,5 12 10,5 9 7,5 6 5 4 3 2 1

Definisi : 1). Kas, Bank dan surat Berharga Jangka Pendek adalah posisi masing-masing pada akhir tahun buku.

2). Current Liabilities adalah posisi seluruh kewajiban Lancar pada akhir tahun buku. Tabel 3 : Daftar Skor Penilaian Cash Ratio
Cash Ratio (%) Skor

X > 35 25 ≤ x < 35 15 ≤ x < 25 10 ≤ x < 15 5 ≤ x < 10 0≤x<5 d.

5 4 3 2 1 0

Rasio Lancar / Current Ratio
Current Ratio = Current Asset Current Liabilitie s

Definisi : 1). Current Asset adalah posisi Total Aktiva Lancar pada akhir tahun buku. 2). Current Liabilities adalah posisi Total Kewajiban Lancar pada akhir tahun buku . Tabel 4 : Daftar Skor Penilaian Current Ratio Current Ratio (%) 125 ≤ x 110 ≤ x < 125 100 ≤ x < 110 95 ≤ x < 100 90 ≤ x < 95 X < 90 e. Collection Periods
C = P Total Piu tan g U saha Total Pendapa tan U saha X 365 hari

Skor 5 4 3 2 1 0

Definisi : 1). Total Piutang Usaha adalah posisi Piutang Usaha setelah dikurangi Cadangan Penyisihan Piutang pada akhir tahun buku.

2). Total Pendapatan Usaha adalah jumlah Pendapatan Usaha selama tahun buku. Tabel 5 : Daftar Skor Penilaian Collection Periods Collectio Periods (hari) X ≤ 60 60 < x ≤ 90 90 < x ≤ 120 120 < x ≤ 150 150 < x ≤ 180 180 < x ≤ 210 210 < x ≤ 240 240 < x ≤ 270 270 < x ≤ 300 300< x f. Perputaran Persediaan
PP = Total Persediaan Total Pendapa tan U saha X 365 hari

Skor 5 4,5 4 3,5 3 2,4 1,8 1,2 0,6 0

Definisi : 1). Total Persediaan adalah seluruh persediaan yang digunakan untuk proses produksi pada akhir tahun buku yang terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi ditambah persediaan peralatan dan suku cadang. 2). Total Pendapatan Usaha adalah Total Pendapatan Usaha dalam tahun buku yang bersangkutan.

Tabel 6 : Daftar Skor Penilaian Perputaran Persediaan

Perputaran Persediaan (hari) x ≤ 60 60 < x ≤ 90 90 < x ≤ 120 120 < x ≤ 150 150 < x ≤ 180 180 < x ≤ 210 210 < x ≤ 240 240 < x ≤ 270 270 < x ≤ 300 300 < x g.

Skor 5 4,5 4 3,5 3 2,4 1,8 1,2 0,6 0

Perputaran Total Aset / Total Asset Turn Over
TATO = Total Pendapa tan X 100 % Capital Employed

Definisi : 1). Total Pendapatan adalah total pendapatan usaha dan non usaha tidak termasuk pendapatan hasil penjualan aktiva tetap 2). Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku total aktiva dikurangi aktiva tetap dalam pelaksanaan. Tabel 7 : Daftar Skor Penilaian Perputaran Total Aset TATO (%) 120< x 105< x ≤ 120 90 < x ≤ 105 75 < x ≤ 90 60 < x ≤ 75 40 < x ≤ 60 20 < x ≤ 40 x ≤ 20 Skor 5 4,5 4 3,5 3 2,5 2 1,5

h.

Rasio Total Modal Sendiri terhadap Total Asset

TSM terhadap

TA =

Total M odal Sendiri Total Asset

X 100 %

Definisi : 1). Total Modal Sendiri adalah seluruh komponen Modal Sendiri pada akhir tahun buku diluar dana-dana yang belum ditetapkan statusnya. 2). Total Asset adalah Total Asset dikurangi dengan dana-dana yang belum ditetapkan statusnya pada poisisi akhir tahun buku yang bersangkutan. Tabel 8 : Daftar Skor Penilaian Total Modal Sendiri terhadap total aset Skor TMS thd TA (%) = x x<0 0 ≤ x < 10 10 ≤ x < 20 20 ≤ x < 30 30 ≤ x < 40 40 ≤ x < 50 50 ≤ x < 60 60 ≤ x < 70 70 ≤ x < 80 80 ≤ x < 90 90 ≤ x < 100 0 4 6 7,25 10 9 8,5 8 7,5 7 6,5

Dalam menilai kinerja Perum Pegadaian Cabang Purwokerto, diperlukan suatu standar yang baku yang dapat diterima secara umum, karena Perum Pegadaian merupakan suatu badan usaha yang berbeda dengan badan usaha yang lain. Penilaian kinerja keuangan berdasarkan keputusan menteri Badan Usaha milik Negara Nomor KEP100/MBU/2002, adalah hasil penjumlahan nilai setiap indikator.

Kinerja Keuangan = Return On Equity + Return On Investment + Cash Ratio + Current Ratio + Collection Periods + Perputaran Persediaan + Total Assets Turn over + Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset. Untuk mengetahui rata-rata kinerja keuangan selama periode penelitian digunakan metode statistik induktif sebagai berikut(J.Supranto 2001) :
X =

∑X
n

Keterangan :
X

= Rata-rata nilai kinerja keuangan = Total Nilai Kinerja Keuangan = Periode penelitian Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan termasuk

∑x n

klasifikasi sehat atau tidak, maka jumlah nilai yang dicapai dalam penelitian kinerja keuangan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto disesuaikan ke dalam klasifikasi kinerja keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 untuk diketahui kesehatannya, yaitu apabila nilai yang dicapai : A. Sehat, yang terdiri atas : Predikat AAA Predikat AA Predikat A Predikat BBB Predikat BB apabila TS apabila 56 > 66,5 < TS ≤ 66,5

apabila 45,5 < TS ≤ 56 apabila 35 < TS ≤ 45,5 apabila 28 < TS ≤ 35

B. Kurang sehat, yang terdiri dari :

Predikat B apabila 21 < TS ≤ 28 C. Tidak Sehat, yang terdiri dari : Predikat CCC Predikat CC apabila 14 < TS ≤ 21 apabila 7 < TS ≤ 14

Predikat C apabila TS ≤ 7

Kriteria pengujian hipotesis pertama : Jika jumlah skor kinerja keuangan yang dicapai ber-skor lebih dari Jika jumlah skor kinerja keuangan yang dicapai ber-skor kurang 45,5 maka hipotesis penelitian pertama diterima. dari atau sama dengan 45,5 maka hipotesis penelitian pertama ditolak. 2. Analisis Perkembangan Usaha Perkembangan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto, ditinjau dari rentabilitas ekonomis selama periode yang diteliti dapat dianalisis dengan cara sebagai berikut: a. Menghitung besarnya Rentabilitas Ekonomis (RE) untuk periode yang diteliti, dengan rumus (Bambang Riyanto, 2001) RE = Profit Margin X Operating Assets Turn Over
Pr ofit M arg in = Net Operating Income X 100 % Net Sales Net Sales Assets

Operating Assets Turn Over = Net Operating b.

Untuk menguji hipotesis yang kedua digunakan rumus analisis trend linier dengan metode least square sebagai berikut (Djarwanto PS, 2001) Y = a + bx
y n

a =∑ b =

∑xy
X2

Keterangan Y X a b = Rentabilitas Ekonomis = Periode Waktu (tahun) = Konstanta = Koefisien garis trend

Perumusan Hipotesis Ho : b ≤ 0 Ha : b > 0 Perkembangan (Rentabilitas Ekonomis) menurun atau tetap Perkembangan (Rentabilitas Ekonomis) meningkat Hipotesis kedua diterima apabila Ho ditolak atau menerima Ha. Kriteria Pengujian: Perkembangan usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto meningkat apabila koefisien garis trend (b) ber-skor positif (+), yang berarti hipotesis penelitian kedua diterima. Dan sebaliknya, perkembangan usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto cenderung menurun atau konstan apabila garis trend (b) ber-skor negatif (-), berarti hipotesis penelitian kedua ditolak.

IV. HASIL PENELITIAN A. Tinjauan Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan Lembaga kredit dengan sistem gadai bermula dari Italia dan kemudian berkembang hampir diseluruh daratan (wilayah) Eropa. Lembaga ini masuk ke Indonesia bersamaan masuknya VOC (Vareenigse Oost Indische Compagnie) Belanda dan dilaksanakan oleh swasta dalam wujud Bank Van Leening sampai kekuasaan VOC dialihkan kepada pemerintah Belanda di Indonesia. Sejak tanggal 1 April 1901 dengan statsblad No. 131 tanggal 12 Maret 1901 dikelola oleh pemerintah dengan ditandai berdirinnya kantor jawatan Pegadaian Negara yang pertama di Sukabumi, Jawa Barat. Tanggal 1 April, kemudian dijadikan hari lahir pegadaian. Dalam perkembangannya, sebagai bentuk usaha, pegadaian telah mengalami perubahan seiring dengan perubahan peraturan yang berlaku. Pegadaian yang semula berstatus sebagai jawatan, pada tahun 1961 berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pegadaian. Pada tahun 1969 diubah menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN), berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 7 tanggal 11 Maret 1969 sampai dengan tahun 1989. Sejak tahun 1969, kegiatan perusahaan terus berjalan dan aset atau kekayaan terus bertambah. Namun seiring dengan perubahan zaman, pegadaian dihadapkan dengan tuntunan kebutuhan untuk berubah pula, dalam arti untuk meningkatkan kinerjanya agar tumbuh lebih besar lagi dan lebih profesional dalam membeikan layanan. Oleh karena itu untuk memberikan keleluasaan pengelolaan bagi manajemen meningkatkan dalam status mengembangkan (PERUM). Yang usahanya maka pemerintah

pegadaian dari Perusahaan Jawatan (PERJAN) menjadi Perusahaan Umum dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.10/1990 tanggal 10 April 1990. Perubahan dari PERJAN ke PERUM ini merupakan suatu hal yang penting dalam pengelolaan pegadaian yang

memungkinkan terciptanya pertumbuhan yang bukan saja makin banyak cabangnya, tetapi juga makin banyak jenis kredit yang disalurkan, makin banyak nasabah yang dilayani sehingga pendapatan dan laba perusahaan pun meningkat. Tugas pokok pegadaian sejak didirikan sampai dengan kini tidak berubah, yaitu menjembatani kebutuhan dana masyarakat dengan memberian kredit melalui hukum gadai. Sedangkan tujuannya adalah agar masyarakat tidak terjerat dengan praktek-praktek riba, lintah darat, ijon dan pelepasan uang lainnya yang kala itu sangat meraja lela. Dalam waktu relatif singkat pegadaian sangatlah berkembang pesat. Pada Zaman kolonial jumlah pegadaian mencapai 492 buah, tersebar diseluruh indonesia. Tujuan Perum Pegadaian kembali dipertegas dalam Peraturan Pemerintah RI No.103 Tahun 2000 yakni, meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama golongan menengah kebawah, melalui penyediaan dana atas dasar hukum gadai. Juga menjadi penyedia jasa dibidang keuangan lainnya, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dengan status Perum, pegadaian diharapkan akan lebih mampu mengelola usahanya dengan lebih profesional, bisnis oriented tanpa meninggalkan ciri khusus dan misinya yaitu penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan sasaran masyarakat golongan ekonomi lemah. Perum Pegadaian Cabang Purwokerto yang berada di Kabupaten Banyumas, didirikan untuk menjawab tantangan sehubungan adanya kondisi perekonomian masyarakat yang cukup memprihatinkan. Pada umumnya masyarakat ekonomi lemah mengalami kekurangan modal untuk kegiatan usaha karena modal kebanyakkan dimiliki oleh para pelepas uang (Money lenders) yang meminjamkan uangnya dengan imbalan bunga yang sangat tinggi.

2.

Kegiatan Usaha Perum Pegadaian Perum Pegadain adalah satu-satunya lembaga Pemerintahan yang bergerak dibidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan barang bergerak. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1990 dan terakhir PP No. 103 tanggal 10 November 2000 tentang pengalihan bentuk Perusahaan Jawatan (PERJAN) Pegadaian menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian dan selaku salah satu BUMN dalam lingkungan Departemen Keuangan RI, Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian mempunyai misi utama yaitu: a. Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai. b. Mencegah ijon, lintah darat, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Perum Pegadaian telah melaksanakan kegiatan usaha sebagai barikut: 1. Usaha inti terdiri dari: a. Kredit Cepat Aman (KCA) Kredit yang menyalurkan uang pinjaman untuk masyarakat dengan mengunakan sistem gadai. b. Jasa taksiran Suatu layanan kepada masyarakat yang peduli akan harga atau nilai harta benda miliknya yang diperiksa dan ditaksir oleh juru taksir terutama untuk emas dan permata. c. Jasa titipan Suatu layanan kepada masyarakat dalam hal penitipan barang berharga seperti perhiasan, emas, batu permata, kendaraan bermotor, dan juga surat-surat berharga seperti surat tanah, ijasah.

2. Usaha lain terdiri dari: a. Unit Toko Emas Galeri ‘’24” Merupakan toko emas yang khusus merancang desain dan menjual perhiasan emas dengan sertifikat jaminan sesuai kartase perhiasan emas. b. Koin Emas ONH Merupakan cara menabung di pegadaian dalam bentuk barang atau emas, terutama untuk persiapan menunaikan ibadah haji. c. Kredit Angsuran Sistem Gadai (Krasida) Pemberian pinjaman uang kepada para pengusaha mikro dan kecil dengan menggunakan kontruksi pinjaman kredit atas dasar gadai. d. Kredit Angsuran Sistem Fidusia (Kreasi). Pemberian pinjaman uang yang ditujukan kepada pengusaha mikro dan kecil dengan menggunakan kontruksi pinjaman kredit atas dasar Fidusia. e. Usaha Persewaan Gedung 3. Usaha Syariah, yaitu Unit Layanan Gadai Syariah. 3. Operasional a. Barang Jaminan. Besarnya uang pinjaman ditetapkan berdasarkan presentase tertentu dari taksiram barang jaminan. Penggolongan barang jaminan menurut besarnya sewa modal (bunga) dibagi kedalam empat golongan yaitu seperti pada tabel berikut: Tabel 9. Klasifikasi besarnya uang pinjaman yang diberikan. Jangka Besarnya sewa modal Golongan Waktu Per 15 hari (Hari) A 20.000 – 150.000 1,25 % 120 B 151.000 – 500.000 1,6 % 120 C 505.000 – 20.000.000 1,6 % 120 D 20.050.000 ke atas 1% 120 Sumber : Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Besarnya uang Pinjaman yang diberikan

b.

Cara Menyimpan Barang Jaminan Untuk memudahkan pengelolaan penyimpanan barang jaminan, maka penggolongan barang jaminan yang dapat diterima sebagai barang jaminan dibagi kedalam berapa “Rubrik” yaitu: 1. 2. 3. 4. Kain (Kn), terdiri : pakaian, kain sarung, seprei, dan sejenisnya. Kantong (K), terdiri : emas, perak, berlian, jam tangan. Gudang (G), terdiri: sepeda motor, sepeda, alat atau prabot, Mobil (M), terdiri : sedan, minibus, mobil niaga, jeep, Tata Usaha Barang Jaminan 1. 2. Untuk tiap-tiap bulan disediakan satu buku gudang yang Pengisian buku gudang dilaksanakan tiap hari oleh petugas a. Kolom masuk di isi menurut rekapitulasi kredit b. Kolom keluar di isi dari rekapitulasi pelunasan c. Saldo barang jaminan ditetapkan setiap hari 3. Barang yang sudah dilelang harus dikeluarkan dari buku Lelang Lelang adalah upaya pengembalian uang jaminan beserta sewa modal, yang tidak dilunasi sampai batas waktu yang telah ditentukan. Usaha ini dilakukan dengan penjualan barang jaminan tersebut kepada umum pada waktu yang telah ditentukan. gudang dengan keterangan “lelang”. diisi menurut golongan, rubrik dan ribuan. gudang dengan cara pengisian:

perlengkapan (elektronik, gerabah). truk,pick up c.

d.

4.

Struktrur Organisasi Perusahaan a. Kedudukan Organisasi Perum Penggadaian Cabang Purwokerto merupakan bagian dari 67 Cabang Perum Pegadaian yang berada dibawah lingkup kerja

kantor wilayah Perum Pegadaian Yogyakarata. Cabang-cabang Perum Pegdaian ini dapat dibagi dalam 5 kelas yakni: 1. 2. 3. 4. 5. Cabang Utama Cabang Kelas I Cabang Kelas II Cabang Kelas III Cabang Kelas IV

Berdasarkan penilaian tersebut Perum Pegadaian Cabang Purwokerto diklasifikasikan kedalam cabang kelas II. b. Susunan Organisasi Dalam pelaksanaan dan untuk menambah pencapaian tujuan organisasi, maka Perum Pegadaian Cabang Purwokerto mempunyai struktur organisasi sebagai berikut.

Adapun tugas dan fungsi masing-masing bidang adalah sebagai berikut a). Manajer cabang Manajer cabang mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasi, dan menyelenggarakan serta mengawasi atas kegiatan operasional perusahaan yang langsung berhubungan dengan masyarakat (nasabah) sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh direksi/ Pimpinan Wilayah. Untuk menyelenggarakan fungsinya, Manajer cabang mempunyai tugas: 1). gadai, 2). perusahaan, 3). 4). jaminan, 5). 6). 7). 8). 9). 10). Mengurus dan memelihara kekayaan perusahaan yang ada dikantor cabang-cabang, Menyelenggarakan pembukuan, penyusunan anggaran, pembinaan pegawai, tata usaha, dan pelaporan kegiatan kantor cabang, Mewakili kepentingan perusahaan baik kedalam maupun keluar berdasarkan kewenangan yang dilimpahkan oleh direksi atau pimpinan wilayah, Memeliahara dan membina hubungan baik dengan nasabah dan pihak lain dalam rangka pengembangan perusahaan, Menyelenggarakan penerimaan pelunasan, pelaksaan lelang barang jaminan, dan penjualan barang sisa lelang serta pembayaran uang kelebihan, Melaksanakan pengewasan terhadap seluruh kegiatan perusahaan dan aset perusahaan dikantor cabang. Menyelenggarakan penyaluran kredit, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran modal kerja kantor cabang, Mengurus penerimaan, menyimpan, dan pengeluaran barang Mengkoordinasi bawahan untuk pelaksanaan kegiatan operasional Menyiapkan rencana penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum

b). Asisten Manajer Operasional Asisten manajer opersaional mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan pemberian uang pinjaman dan usaha lain. Tugasnya adalah: 1). cabang, 2). Mengkoordinasikan penaksiran barang jaminan, penetapan uang pinjaman, dan penyelesaian pelunasan uang pinjaman serta mengadministrasikannya, 3). 4). Mengumpulkan bahan untuk penentuan harga pasar Mengkoordinasikan pengelolaan lelang barang jaminan, setempat sebagai dasar penetapan harga taksiran jaminan, barang sisa lelang, dan kredit bermasalah serta pembayaran uang kelebihan. 5). 6). c). Penaksir Penaksir mempunyai fungsi melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan untuk menentukan mutu dan nilai barang dalam rangka mewujudkan penerapan uang pinjaman wajar. Tugasnya adalah: 1). Melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan untuk mengetahui mutu dan nilai barang, guna menentukan dan menetapkan uang kredit gadai. 2). Melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan yang akan dilelang, untuk mengetahui mutu dan nilai, guna menentukan harga dasar barang yang akan dilelang, 3). Merencanakan dan menyiapkan barang jaminan yang akan disimpan guna keamanan. d). Penyimpan Mengelola usaha lain, Mengevaluasi hasil kegiatan opersional kantor cabang, Membantu dan melakukan perencanaan tugas operasional

Penyimpan mempunyai fungsi mengelola gudang barang jaminan emas dengan cara menerima, menyimpan, merawat, mengeluarkan dan mengadministrasikan barang jaminan. Tugasnya adalah: 1). Secara berkala melakukan pemeriksaan keadaan gudang penyimpanan barang jaminan emas, guna terciptanya keamanan dan keutuhan barang jaminan untuk serah terima jabatan, 2). 3). 4). 5). Menerima barang jaminan emas dan perhiasan dari asisten Mengeluarkan barang jaminan emas dan perhiasan untuk Merawat barang jaminan dan gudang penyimpanan, agar Melakukan pencatatan mutasi penerimaan atau manajer operasional, keperluan pelunasan, pemeriksaan atasan dan pihak lain, barang jaminan dalam keadaan baik dan aman, pengeluaran barang jaminan yang menjadi tanggung jawabnya, e). Pemegang gudang Pemegang gudang mempunyai fungsi melakukan pemeriksaan, penyimpanan dan pengeluaran barang jaminan, selain barang kantong dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan. Tugasnya adalah: 1). 2). 3). Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap keadaan Menerima barang jaminan selain barang kantong dari Melakukan pengelompokan barang jaminan sesuai dengan gudang penyimpanan barang jaminan selain barang kantong; asisten manajer operasional atau manajer cabang; rubrik dan bulan kreditnya, secara menyusun sesuai dengan urutan nomor surat buku kredit, dan mengatur penyimpanannya; 4). 5). lain; Merawat, memelihara, dan membersihkan barang jaminan; Mengeluarkan barang jaminan dari gudang penyimpanan

untuk keperluan penebusan, pemeriksaan oleh atasan atau keperluan

6).

Melakukan

pencatatanan

pengadministrasian

mutasi

(penambah atau pengeluaran) barang jaminan yang menjadi tanggung jawabanya. f). Kasir Kasir mempunyai fungsi melakukan penerimaan dan pembayaran terhadap semua transaksi yang berada dikantor cabang. Tugas: 1). Melakukan penerimaan pelunasan uang pinjaman dari nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2). Melakukan penerimaan uang dari hasil penjualan barang jaminan yang dilelang. 3). Melaksanakan pembayaran untuk pinjaman kredit terhadap nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4). Melakukan pembayaran terhadap semua pengeluaran yang terjadi dikantor cabang. g). Layanan konsumen Layanan konsumen mempunyai fungsi memberikan informasi dan saran kepada nasabah yang tidak puas terhadap semua kegiatan operasional pada kantor cabang. Tugas: 1). 2). Memberikan penjelasan yang sedetail atau sejelas mungkin Memberikan pelayanan terhadap nasabah yang mengalami terhadap nasabah dan memberikan informasi lain yang dibutuhkan; ketidak puasan baik terhadap pelaksanaan pelayanan maupun permasalahan lain yang terjadi dikantor cabang; 3). h). Keamanan Keamanan menpunyai fungsi menyelenggarakan dan mengendalikan ketertiban dan keamanan di lingkungan kantor cabang. Tugasnya: 1). cabang; Melakukan ketertiban dan keamanan di lingkungan kantor Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan/atasan

2). 3). 4). bank.

Memberikan informasi kepada nasabah sesuai dengan Mengatur dan mengawasi keluar masuknya kendaraan Mengatar manajer cabang dan atau pagawai yang ditunjuk

kebutuhan; dinas/non dinas dari dan kedalam lingkungan kantor cabang; bila keluar dinas terutama mengambil atau menyetor uang di dan ke

i). Usaha lain Usaha lain mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, dan menyelenggarakan kegiatan operasional usaha lain yang berada dikantor cabang. Tugas. 1). 2). 3). 4). laporan. Menyelenggarakan kegiatan pemasaran usaha lain; Menyelenggarakan kegiatan operasional usaha lain; Mengumpulkan dan mengelola data kegiatan operasional Menyusun dan menyajikan data statistik dalam bentuk

usaha lain;

B. 1.

Analisis Data dan Pembahasan. Analisis tingkat kesehatan perusahaan. a. Return On Equity Return on equity merupakan tingkat pengembalian investasi dari modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan. Return on equity diperoleh dari hasil pembagian antara laba setelah pajak dengan modal sendiri. Perhitungan Return On Equity dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10. Return On Equity Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005.
Tahun (1) Laba setelah Pajak (2) Modal sendiri
(3) Return on Equity (4)=(2): (3)x100%

Nilai (5)

2001 938.110.028,00 2002 1.441.708.622,00 2003 761.359.837,00 2004 998.267.714,00 2005 867.558.513,00 Jumlah 5.007.004.712,00 Rata-rata 1.001.400.942,40 Sumber: lampiran 11

4.296.105.080,00 5.529.772.111,00 6.310.519.663,00 8.692.369.582,00 7.721.336.483,00 32.550.102.916,00 6.510.020.583,20

21,84 % 26,07 % 12,06 % 11,48 % 11,24 % 82,69 % 16,54 %

20 20 16 16 16 88 18

Berdasarkan tabel 10 dapat diketahui Return On Equity adalah berkisar antara 11,24% sampai dengan 26,07% dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. komponen modal sendiri terdiri dari modal awal, penyertaan modal, pemerintah, cadangan umum, cadangan tujuan, cadangan pelunasan obligasi, selisih revaluasi aktiva tetap. Dan laba tahun lalu. Akan tetapi bagi kantor cabang rekening tersebut selalu bernilai nol, karena setiap akhir tahun berjalan dan rekening antar kantor saja yang diperhitungkan sebagai modal sendiri. Berdasarkan tabel 10 dapat diketahui bahwa Return On Equity berkisar antara 11,54% sampai dengan 26,07% dengan rata-rata sebesar 16,54%. Yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 modal sendiri yang digunakan akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 0,1654. Nilai Return On Equity pada tahun 2001 dan tahun 2002 bernilai 20.

Pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 bernilai 16 karena nilainya berupa pada rentang 11 sampai 13%. b. Return On Investement Return on Investement merupakan tingkat pengembalian investasi dari modal asing yang dimiliki oleh perusahaan. Pada perum pegadaian. Modal yang diperhitungkan adalah modal selain aktiva tetap, oleh karena itu dalam penilaian kesehatan kinerja keuangan yang diperhitungkan sebagai nilai investasi adalah aktiva lancar saja. Hasil perhitungan Return on Investement terdapat pada tabel 11. Tabel 11. Return on Investement Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005.
Tahun (1) 2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah Rata-rata EBIT (2) 938.110.028,00 1.441.708.622,00 761.359.837,00 998.267.714,00 867.558.513,00 5.007.004.712,00 1.001.400.942,40 Penyusutan (3) 231.461.656,00 265.347.432,00 301.536.389,00 438.036.278,00 365.030.232,00 1.601.411.987,00 320.282.397,40 Capital Employed (4) 3.534.479.400,00 4.803.765.200,00 5.409.148.372,00 7.818.841.965,00 6.798.993.013,.00 28.365.227.950,00 5.673.045.590,00 Return on Invesment (5)={(2)+(3)}:(4)x100% 33,09% 35,54% 19,65% 18,37% 18,13% 124,78% 24,96% Nilai (6) 15 15 15 15 15 75 15

Sumber: lampiran 12 Berdasarkan tabel 11 dapat diketahui Return On Investement berkisar antara 18,13% sampai dengan 35,54%. Yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 yang digunakan dalam invsetasi akan menghasilkan laba operasional sebesar Rp 0,1813 sampai dengan Rp 0,3554. pencapaian Return On Investement tersebut bernilai lebih besar dari 18%, sehingga nilai yang diperoleh dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 adalah 15. c. Cash ratio. Cash ratio digunakan untuk mengetahui kondisi kas perusahaan dibandingkan dengan hutang lancar yang dimiliki. Rasio in digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang lancar dan kas yang dimiliki. Kas terdiri atas nilai kas perusahaan, simpanan di bank, dan surat berharga. Pada Perum Pegadaian Cabang

Purwokerto tidak memiliki surat berharga. Sehingga yang digunakan dalam analisis cash ratio dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 12. Cash ratio Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005
Tahun
(1)

Kas dan Bank
(2)

Current liabilities
(3)

Cash ratio (4)=(2):(4)x100% 56,11 14,72 2,48 2,98 2,96 79,25 15,85

Nilai
(5)

2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah Rata-rata

174.176.40 0,00 170.994.60 0,00 123.584.80 0,00 256.744.44 0,00 223.256.03 5,00 948.756.27 5,00 189.751.25 5,00

3.104.022, 00 11.620.395, 00 49.846.341, 00 86.200.871, 00 75.492.586, 00 226.264.215, 00 45.252.843, 00

5 2 0 0 0 7 1

Sumber: lampiran 13

Berdasarkan tabel 12 dapat diketahui, cash ratio berkisar antara 2,48 % sampai dengan 56,11 %, dengan rata-rata 15,85 % yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar akan dijamin oleh kas yang tersedia serta bank yang segera dapat diuangkan sebesar 1584,8. Pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 nilai sama dengan nol, hal ini disebabkan oleh pencapaian Cash ratio lebih kecil dari 5 %. d. Current ratio. Current ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban apa bila ditagih. Current ratio diperoleh dari pembagian antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Aktiva lancar pada Perum Pegadaian Cabang Purwokerto terdiri atas kas, bank, pinjaman yang diberikan dan pendapatan yang masih harus diterima, hutang kepada rekanan, hutang pajak dan hutang biaya. Hasil analisis Current Ratio dapat dilihat pada tabel 13.

Tabel 13 Current Ratio Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005 Current Tahun Current Assets Current Ratio Nilai Liabilities (1) (2) (4)=(2):(3)x100% (5)
(3)

3.534.479.400,00 4.803.765.200,00 5.409.148.372,00 7.818.841.965,00 6.798.993.013,00 28.365.227.950,0 0 Rata-rata 5.673.045.590,00 Sumber: lampiran 14.

2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah

3.104.022,00 11.620.395,00 49.846.341,00 86.200.871,00 75.492.586,00 226.264.215,00 45.252.843,00

1.138,68% 413,39% 108,52% 90,70% 90,06% 1.841,34% 368,27%

5 5 3 1 1 15 3

Berdasarkan tabel 13 dapat diketahui bahwa current ratio berkisar antara 90,06 % sampai dengan 1.138,68 %. Hal ini menjukkan perusahaan mampu memenuhi kewajiban jika dilakukan penagihan atas hutang-hutang yang dimiliki. Nilai yang diperoleh pada tahun 2001 dan 2002 sebesar 5, hal ini karena current ratio yang diperoleh lebih besar dari 125 %. Pada tahun 2003 memperoleh nilai 3 karena terletak pada rentang 100 % sampai dengan 110 % dan pada tahun 2004 dan 2005 memperoleh nilai 1, karena nilainya terletak pada rentang 90 sampai dengan 95 %. e. Collection period. Collection period menunjukan kemampuan perusahaan dalam mengumpulkan piutang dari nasabah. Semakin besar collection period menunjukan waktu pengumpulan piutang yang lama, dan semakin kecil collection period menunkakn waktu yang mengumpulan piutang yang cepat. Hasil analisis collection period dapat dilihat pada tabel 14.

Tabel 14. Collection Period Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Tahun 2001-2005. Tahun
(1)

Piutang
(2)

Pendapatan
(3)

Collection Perio d
(4)=(2):(3)x365hari

Nilai (5) 0 0 0 0 0 0 0

3.148.563.700,00 4.330.605.200,00 4.980.092.180,00 7.168.275.968,00 6.248.935.624,00 25.876.472.672,0 0 Rata-rata 5.175.294.534,40 Sumber: lampiran 15.

2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah

1.235.049.348,00 1.907.228.711,00 2.183.686.291,.00 2.605.578.287,00 2.265.720.249,00 10.197.262.886,0 0 2.039.452.577,20

930,51 828,78 832,42 1.006,68 1.006,68 4.605,07 921,01

Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui collection period berkisar antara 828,78 hari sampai dengan 1.006,68 hari, dengan rata-rata sebesar 921,01 hari. Hal ini menunjukan pengumpulan piutang yang dilakukan oleh perusahaan membutuhkan waktu yang lama. Hal ini juga menunjukkan jangka waktu pinjaman pada nasabah dapat dilunasi dalam waktu yang lama juga. Nilai yang diperoleh dari tahun 2001 sampai tahun 2005 adalah nol. Hal ini disebabkan waktu pengumpulan piutang lebih dari satu tahun. f. Perputaran persediaan Perputaran persediaan menujukan kemampuan perusahaan dalam menjual semua persedian yang dimiliki. Pada Perum Pegadaian Cabang Purwokerto persedian yang dimiliki bukan persediaan barang dagangan untuk dijual, tetapi persediannya berupa persediaan berupa persediaan peralatan keperluan perusahaan. Hasil analisis perputaran persediaan dapat dilihat pada tabel 15.

Tabel 15. Perputaran Persediaan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005. Nilai Tahun Persediaan Pendapatan Perputaran Persediaan (1) (2) (3) (4)=(2):(3)x365hari (5) 2001 64.990.666,00 1.235.049.348,00 19,21 5 2002 7.617.935,00 1.907.228.711,00 1,46 5 2003 4.240.180,00 2.183.686.291,00 0,71 5 2004 3.818.628,00 2.605.578.287,00 0,53 5 2005 3.320.546,00 2.265.720.249,00 0,53 5 Jumlah 83.987.955,00 10.197.262.886,00 22,44 25 Rata-rata 16.797.591,00 2.039.452.577,20 4,49 5 Sumber: lampiran 16. Berdasarkan tabel 15 diatas, maka dapat diketahui bahwa perputaran persediaan berkisar antara 0,53 hari sampai dengan 19,21 hari, dengan rata-rata 4,49 hari. Nilai yang diperoleh dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 adalah 5. hal ini disebabkan perputaran persediaan yang terjadi lebih kecil dari 60 hari. g. Perputaran total asset. Perputaran total asset digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan yang diperhitungkan adalah pendapatan yang tidak termasuk pendapatan yang diperhitungkan adalah pendapatan yang tidak termasuk pendapatan dari penjualan aktiva tetap. Total aktiva yang diperhitungkan adalah total aktiva tidak termasuk aktiva tetap atau disebut dengan capital employed. Hasil analisis perputaran total asset dapat dilihat pad tabel 16.

Tabel 16. Perputaran Total Asset Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005. Tahun Pendapatan Capital Employed Perputaran total assets
(1) (2) (3) (4)=(2):(3)x100%

Nilai
(5)

1.235.049.348,00 3.534.479.400,00 1.907.228.711,00 4.803.765.200,00 2.183.686.291,00 5.409.148.372,00 2.605.578.287,00 7.818.841.965,00 2.265.720.249,00 6.798.993.013,00 10.197.262.886,0 28.365.227.950,00 0 Rata-rata 2.039.452.577,20 5.673.045.590,00 Sumber: lampiran 17.

2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah

34,94 % 39,70 % 40,37 % 33,32 % 33,32 % 181,66 % 36,33 %

2 2 3 2 2 11 2

Berdasarkan tabel 16 dapat diketahui perputaran total asset berkisar antara 33,32% sampai dengan 40,37%, dengan rata-rata 36,33%. Hal ini menunjukan perusahaan berhasil memperoleh 36,33% dari setiap rupiah yang dimiliki pada aktiva yang digunakan untuk menjalankan usaha. Nilai yang diperoleh dari tahun 2001, 2002, 2004 dan 2005 adalah 2, karena perputaran total assets yang diperoleh terletak pada rentang 20 sampai 40%. Sedangkan pada tahun 2003 nilai yang diperoleh sebesar 2,5% karena terletak pada rentang 40 sampai dengan 60%. h. Rasio total modal sendiri terhadap total asset Rasio total modal sendiri terhadap total asset digunakan untuk mengetahui proposi modal sendiri yang dimiliki dibanding dengan total aktiva yang dimiliki. Hasil analisis rasio total modal sendiri terhadap total asset dapat dilihat pada tabel 17.

Table17. Rasio Total modal sendiri terhadap total asset Perum Pegadaian Purwokerto tahun 2001-2005 Total Modal Total Modal Sendiri terhadap Tahun Total Assets Sendiri total assets (1) (3) (2) (4)=(2): (3)x100% 2001 4.296.105.080,00 4.299.209.102,00 99,93 % 2002 5.529.772.111,00 5.541.392.506,00 99,79 % 2003 6.310.519.663,00 6.360.366.004,00 99,22 % 2004 8.692.369.582,00 8.778.570.450,00 99,03 % 2005 7.721.336.483,00 7.796.829.069,00 99,02 % Jumlah 32.550.102.917,0 32.776.367.131,0 496,98 % 0 0 Rata-rata 6.510.020.583,40 6.555.273.426,20 99,40 % Sumber: lampiran 18.

Cabang

Nilai (5) 7 7 7 7 7 33 7

Berdasarkan tabel 17 dapat diketahui rasio total aktiva modal sendiri terhadap total asset berkisar 99,40%, yang berarti bahwa setiap Rp 1,00 aktiva yang akan dibiayai oleh modal sendiri sebesar Rp 0,9940. Hal ini menujukkan perusahaan menggunakan modal sendiri dalam proposi yang besar, dan hanya menggunakan modal asing dalam jumlah yang lebih kecil. Nilai yang diperoleh pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 adalah sebesar 6,5 karena rasio total modal sendiri terhadap total asset terletak pada rentang 90 sampai 100. i. Total nilai kinerja keuangan. Total nilai kinerja keuangan diperoleh dari penjumlahan semua nilai yang diperoleh pada hasil analisis rasio return on equity, return on investement, cash ratio, current ratio, collection period, perputaran persediaan, perputaran total asset dan rasio total modal sendiri terhadap total asset. Total nilai kinerja keuangan dapat dilihat pada tabel 18.

Tabel 18. Total nilai kinerja keuangan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005 tahun Jumlah nilai Keterangan 2001 58,5 Sehat kategori AA 2002 2003 2004 2005 Jumlah 55,5 48,0 45,5 45,5 253 Sehat kategori A Sehat kategori A Sehat kategori A Sehat kategori A Sehat kategori A

Rata-rata 50,6 Sumber: lampiran 19

Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui bahwa pada tahun 2001 perusahaan dalam kondisi sehat dengan kategori AA, karena pada rentang 56 sampai dengan 66,5. Pada tahun 2002-2005 perusahaan dalam kondisi sehat A, karena berada pada rentang 45,5 sampai dengan 56. Rata-rata nilai sebesar 50,6 atau memiliki rata-rata kinerja yang sehat kategori A. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan kinerja Perum Pegadaian Cabang Purwokerto telah memenuhi klasifikasi sehat berdasarkan kriteria kinerja keuangan yang berlaku dapat diterima. 2. Analisis Perkembangan Usaha Analisis perkembangan perkembangan rentabiliatas usaha dilakukan dengan analsis ekonomis. Perkembangan rentabilitas

ekonomis dapat diketahui dengan melakukan trend rentabilitas ekonomis dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Rentabilitas ekonomis diperoleh dari hasil perkalian antara profit margin dengan operating assets turnover. Hasil analisis rentabilitas ekonomis dapat dilihat pada tabel 19.

Tabel 19. Rentabilitas Ekonomis Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005 Turnover of Rentabilitas Tahun Profit Margin operating assets ekonomis (1) (2)
(3) (4)=(2)x(3)x100%

2001 75,96 % 2002 75,59 % 2003 34,87 % 2004 38,31 % 2005 38,29 % Jumlah 263,02 % Rata-rata 52,06 % Sumber: lampiran 21

0,29 0,34 0,34 0,30 0,29 1,56 0,31

21,82 % 26,02 % 11,97 % 11,37 % 11,13 % 82,31 % 16,46 %

Berdasarkan tabel 19 dapat diketahui rentabilitas berkisar antara 11,13% sampai dengan 26,02%. Rata-rata Rentabilitas Ekonomis sebesar 16,46%, artinya rata-rata perusahaan berhasil menjalankan usahanya secara efisien, sehingga mampu memperoleh keuntungan. Perusahaan dikatakan efisien bila rentabilitas ekonomis yang diperoleh lebih besar dari biaya modal. Modal yang digunakan oleh Perum Pegadaian Cabang Purwokerto adalah modal sendiri, sehingga biaya modal yang dimiliki adalah sama dengan suku bunga simpanan di bank umum yaitu sebesar 12%. Analisis trend yang digunakan adalah trend least square. Berdasarkan perhitungan trend least square pada lampiran 22 diperoleh persamaan trend sebagai berikut: Y= 16.46134-3.60323 X Konstanta bernilai 16,46134 artinya Rentabilitas Ekonomis akan bernilai 16,46134 jika Profit Margin bernilai nol atau konstan. Nilai koefisien rehresi variebel Profit Margin (X) sebesar 3,60323 artinya semakin tinggi Profit Margin maka semakin tinggi Rentabilitas Ekonomisnya. Berdasarkan persamaan tersebut dapat diketahui bahwa rentabilitas ekonomis mengalami penurunan dari tahun ketahun sebesar 3,60323 persen. Penurunan ini juga didukung fakta bahwa rentabilitas ekonomis pada tahun 2005 hanya mencapai 11,13 persen, sedangkan pada

tahun 2001 mencapai 21,82 persen dan tahun 2002 sebesar 26,0171 persen. Dengan demikian hipotesis ekonomis kedua Perum yang menyatakan Cabang perkembangan rentabilitas Pegadaian

Purwokerto cenderung meningkat ditolak. Rentabilitas ekonomis cenderung mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh, adanya penurunan profit margin. Meskipun nilai penjualan mengalami peningkatan, tetapi peningkatan penjualan ternyata diikuti dengan peningkatan biaya operasional, sehingga peningkatan laba operasional, lebih kecil dibandingkan dengan peningkatan penjualan. Selain disebabkan oleh penurunan profit margin, penurunan rentabilitas ekonomis juga disebabkan oleh penurunan turnover of operating assets, terutama pada tahun 2005, yaitu dari 0,30 menjadi 0,29. 3. Pembahasan Setiap perusahaan selalu mengevaluasi kinerjanya dalam satu periode, terutama kinerja keuangan. Demikian juga dengan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto melakukan penilaian kinerja keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No KEP-100/MBU/2002. Berdasarkan analisis kinerja keuangan dapat diketahui bahwa Perum Pegadaian Cabang Purwokerto dalam kondisi yang sehat kategori A, karena rata-rata nilai kinerja keuangan dari tahun 2001-2005 memiliki nilai yang berada pada rentang 45,5 sampai dengan 56. Dengan pencapaian kategori A tersebut menunjukkan kinerja keuangannya belum maksimal, karena dalam klasifikasi sehat terdapat kategori AA dan AAA. Kategori AA diperoleh jika nilai terletak pada rentang 56 sampai dengan 66,5, sedangkan kategori AAA jika nilainya lebih dari 66,5. Meskipun masuk dalam kategori sehat, akan tetapi masih terdapat rasio keuangan yang mengalami penurunan, yaitu return on equity mengalami penurunan pada level terendah pada tahun 2005 sebesar 11,24 persen, sedangkan pada tahun 2002 mencapai nilai tertinggi sebesar 26,07. Demikian juga dengan perolehan return on investment yang cenderung

mengalami penurunan, terutama pada tahun 2005 mencapai nilai terendah yaitu sebesar 18,13 persen. Penurunan-penurunan ini merupakan masalah bagi perusahaan karena peningkatan aktiva ternyata tidak diikuti dengan peningkatan profitabilitas, hal ini menunjukan perusahaan belum memutar aktivanya secara maksimal, sehingga aktiva yang dimiliki belum menghasilkan keuntungan yang maksimal. Pengukuran profitabilitas selain menggunakan return on investment dan return on equity dilakukan dengan rentabilitas ekonomis. Sama halnya dengan rasio profitabilitas yang lain rentabilitas ekonomis juga mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2002 sebesar 26,02 persen, sedangkan pada tahun 2005 sebesar 11,13 persen. Penurunan pada salah satu rasio profitabilitas ternyata mengakibatkan penurunan pada rasio profitabilitas yang lainnya, yaitu terjadi penurunan rasio return on investment, return on equity dan rentabilitas ekonomis. Nilai cash ratio juga mengalami penurunan, hal ini ditunjukkan dari cash ratio pada tahun 2001 sebesar 56,11 persen, sedangkan pada tahun 2003, 2004 dan 2005 menjadi 2,48; 2,98; dan 2,96 persen atau masuk pada kategori nilai nol. Penurunan cash rasio ini disebabkan oleh meningkatnya current liabilities. Demikian juga dengan current ratio yang mengalami penurunan, yaitu pada tahun 2001 sebesar 1138,88 kali menjadi 90,06 kali pada tahun 2005 karena adanya peningkatan current liabilities. Dalam penilaian kinerja keuangan terdapat juga aspek collection period, yaitu periode pengumpulan piutang. Berdasarkan analisis collection period dapat diketahui bahwa collection period lebih dari 300 hari, sehingga nilai yang diperoleh nol. Rata-rata collection period sebesar 921,01, hal ini berarti pengumpulan piutang membutuhkan waktu rata-rata 921,01 hari. Hal ini berarti pengumpulan piutang membutuhkan waktu yang terlalu lama tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 300 hari.

Perputaran persediaan merupakan salah satu aspek kinerja keuangan yang dinilai pada penilaian kinerja keuangan pada Perum Pegadaian. Nilai perputaran persediaan dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 adalah 5, karena perputaran persediaan lebih kecil dari 60 hari. Hal ini berarti dalam 60 hari perusahaan berhasil memutar persediaannya. Perputaran total assets juga mengalami penurunan terutama pada tahun 2004 dan 2005 sebesar 33,32 persen, sedangkan pada tahun 2003 sebesar 40,37 persen. Penurunan perputaran total assets ini disebabkan oleh peningkatan modal kerja. Meskipun penjualan mengalami peningkatan, tetapi peningkatan penjualan lebih kecil dibandingkan dengan peningkatan modal kerja ( capital employed ), sehingga secara keseluruhan mengakibatkan penurunan perputaran total assets. Perum Pegadaian mampu menjaga komposisi permodalannya yaitu ditunjukkan oleh rasio antara modal sendiri dengan total assets, dengan rata-rata komposisi sebesar 99,40 persen. Hal ini menunjukkan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto menggunakan sebagian besar modal kerja berasal dari modal sendiri. Dengan pemakaian modal sendiri tersebut maka perusahaan tidak terbebani dengan biaya modal asing yang terlalu besar. Berdasarkan analisis trend rentabilitas ekonomis diperoleh adanya trend negatif. Hal ini menunjukkan rentabilitas ekonomis Perum Pegadaian Cabang Purwokerto cenderung mengalami penurunan. Penurunan rentabilitas ekonomis ini juga menunjukan bahwa perusahaan semakin tidak efisien. Hal ini disebabkan oleh adanya pengeluaran biaya yang terlalu besar. Oleh karena itu untuk meningkatkan rentabilitas ekonomis dapat dilakukan dengan cara efisiensi biaya operasional dan memaksimalkan penjualan.

V. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A.Kesimpulan 1. Kinerja keuangan Perum Pegadaian Cabang Purwokerto pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 memiliki rata-rata kondisi yang sehat dengan kategori A. Hal ini ditunjukan oleh rata-rata penilaian kinerja keuangan diperoleh nilai sebesar 50,6. Nilai tersebut lebih besar dari batas minimal perusahaan sehat sebesar 45,5 sehingga hipotesis pertama yang menyatakan bahwa tingkat kesehatan finansial Perum Pegadaian Cabang Purwokerto selama periode penelitian telah memenuhi klasifikasi sehat diterima. 2. Pencapaian rentabilitas ekonomis dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 cenderung mengalami penurunan, hal ini ditunjukan dari hasil analisis trend yang diperoleh berkoefisien negatife, yaitu sebesar –3,60323 sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa perkembangan usaha Perum Pegadaian Cabang Purwokerto selama periode penelitian mengalami peningkatan ditolak. B. IMPLIKASI 1. Untuk mempertahankan pencapaian kinerja keuangan perusahaan perlu memperbaiki indikator kinerja keuangan yang nilainya belum maksimal, yaitu pada Cash Ratio, Current Ratio, Collection Period, Perputaran Total Assets dan rasio total modal sendiri terhadap total assets. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan aktiva lancar melalui peningkatan perputaran kas dan bank, meningkatkan jumlah penyaluran pinjaman serta menjaga pembayaran angsuran pinjaman agar tidak terjadi kemacetan dalam pembayan angsuran. 2. Perum Pegadaian Cabang Purwokerto hendaknya berusaha untuk meningkatkan rentabilitas ekonomisnya. Dengan semakin tinggi rentabilitas ekonomisnya maka perusahaan tersebut akan semakin efisien. Peningkatan rentabilitas ekonomis dilakukan dengan cara meningkatkan

pendapatan perusahaan dan dapat menggunakan biaya operasional secara efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Badrul Zaman, 1991, Bab-Bab Tentang Kreditverband Gadai dan Fiducia, Pt Citra Aditya Bakti, Bandung. Bambang Riyanto, 2001, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, BPFE Universitas Gajah mada, Yogyakarta. Djarwanto Ps, 2001, Statistik Sosial Ekonomi Edisi Ketiga, BPFE Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Hanafi M Mamduh dan Halim Abdul, 2004, Analisis Laporan Keuangan, UPP AMP YKPN, Yogyakarta. Ikatan Akuntan Indonesia, 2004, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat Jakarta. S. Munawir, 2004, Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta. Supranto J, 2001, Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1. Penerbit Erlangga, Jakarta. Sutrisno, 2003, Manajemen Keuangan : Teori, Konsep dan Aplikasi, Ekonisia FE Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, 2002, Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-100/MBU/2002, Jakarta

Lampiran 2 : Neraca Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2002 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO NERACA PER 31 DESEMBER 2002 No. AKTIVA No. PASIVA I. AKTIVA LANCAR I. Kewajiban lancar 1. Kas 69.994.600 1. Hutang kepada rekanan 2. Bank 101.000.000 2. Hutang kepada nasabah 3. Deposito 0 3. Hutang pajak 4. Surat berharga 0 4. Hutang jangka panjang YAJT 5. Cad. Peny. Penurunan surat berharga 0 5. Biaya ymh harus dibayar 6. Pajak dibayar dimuka 0 6. Pendapatan diterima dimuka 7. Uang muka dinas 0 7. Hutang lancar lainnya 8. Pinjaman yang diberikan 4.330.605.200 8. Hutang bea lelang 9. Piutang afiliasi 0 9. Hutang jasa produksi 10. Piutang lainnya 0 10. Hutang iuran wajib 11. Cad. Peny. Piutang non usaha 0 11. Hutang iuran dana pembinaan (PUKK) 12. Pendapatan ymh diterima 302.165.400 12. Hutang dana pembangunan semesta (1) 13. Biaya dibayar dimuka 0 Jumlah Aktiva Lancar 4.803.765.200 Jumlah Kewajiban Lancar II. Investasi Jangka Panjang Dana pelunasan obligasi Penyertaan toko emas & usaha pers Investasi jangka panjang lainnya Jumlah Investasi Jangka Panjang III. Aktiva Tetap 0 0 0 0 0 13. 14. 15. 16. II. Kewajiban Jangka Panjang Hutang bank jangka panjang Hutang obligasi Hutang jangka panjang lease Hutang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang III. Modal

7.187.400 14.590.068 3.149.327 0 685.000 (14.000.000) 0 0 0 8.600 0 0 11.620.395 0 0 0 0 0

14. 15. 16.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

Tanah Bangunan (Gol. 4) Instalasi (Gol. 1) Kendaraan bermotor (Gol. 2) Inventaris (Gol. 1) Ak. Peny. Bangunan Ak. Peny. Instalasi Ak. Peny. Kendaraan bermotor Ak.peny. investasi Jumlah aktiva tetap IV. Aktiva lain-lain Pekerjaan dalam pelaksanaan Aktiva tetap lease Ak. Amortisasi aktiva tetap lease Persediaan alat keperluan persh. Beban yang ditangguhkan Barang sisa lelang Klain pada karyawan Cad. Klain karyawan Akiva yang disisihkan Jumlah Aktiva Lain-Lain Jumlah Aktiva

596.104.812 237.237.560 0 67.551.500 86.425.931 (170.698.814) 0 (27.954.051) (66.694.567) 721.972.371 0 0 0 7.617.935 0 8.037.000 0 0 0 64.990.666 5.541.392.506

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28.

Modal awal Penyertaan modal pemerintah (PMP) Cadangan umum Cadangan tujuan Cadangan pelunasan obligasi Selisih revaluasi aktiva tetap Laba tahun lalu Laba tahun berjalan RAK (DALAM KANWIL) RAK(KANDA PUSAT) RAK (CABANG PUSAT) RAK (ANTAR KANDA)

0 0 0 0 0 0 0 1.441.708.622 (1.377.444.709) 5.476.970 5.400.984.228 59.047.000

26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34.

Jumlah Modal Jumlah Pasiva

5.529.772.111 5.541.392.506

Lampiran 3. Neraca Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2003 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO NERACA PER 31 DESEMBER 2003 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. AKTIVA I. AKTIVA LANCAR Kas Bank Investasi Jangka Pendek Surat berharga Cad. Peny. Penurunan surat berharga Pajak dibayar dimuka Uang muka dinas Pinjaman yang diberikan Piutang afiliasi Piutang lainnya Cad. Peny. Piutang non usaha Pendapatan ymh diterima Biaya dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar II. Investasi Jangka Panjang Dana pelunasan obligasi Penyertaan toko emas & usaha pers Investasi jangka panjang lainnya Jumlah Investasi Jangka Panjang No. 122.584.800 1.000.000 0 0 0 0 0 4.980.092.180 0 0 0 305.471.392 0 5.409.148.372 0 0 0 0 0 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. PASIVA I Kewajiban lancar Hutang kepada rekanan Hutang kepada nasabah Hutang pajak Hutang jangka panjang YAJT Biaya ymh harus dibayar Pendapatan diterima dimuka Hutang lancar lainnya Hutang bea lelang Hutang jasa produksi Hutang iuran wajib Hutang iuran dana pembinaan (PUKK) Hutang dana pembangunan semesta (1) Jumlah Kewajiban Lancar 13. 14. 15. 16. II. Kewajiban Jangka Panjang Hutang bank jangka panjang Hutang obligasi Hutang jangka panjang lease Hutang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang 6.751.800 26.553.105 123,75 0 2.120.460 14.000.000 0 294.026 0 3.200 0 0 49.846.341 0 0 0 0 0

14. 15. 16.

17. 18 .19 20. 21. 22. 23. 24. 25.

III. Aktiva Tetap Tanah Bangunan (Gol. 4) Instalasi (Gol. 1) Kendaraan bermotor (Gol. 2) Inventaris (Gol. 1) Ak. Peny. Bangunan Ak. Peny. Instalasi Ak. Peny. Kendaraan bermotor Ak.peny. investasi Jumlah aktiva tetap IV. Aktiva lain-lain Pekerjaan dalam pelaksanaan Aktiva tetap lease Ak. Amortisasi aktiva tetap lease Persediaan alat keperluan persh. Beban yang ditangguhkan Barang sisa lelang Klain pada karyawan Cad. Klain karyawan Akiva yang disisihkan Jumlah Aktiva Lain-Lain Jumlah Aktiva

596.104.812 240.852.860 0 67.551.500 111.168.569 (181.702.358) 0 (36.963.414) (82.870.617) 721.972.371 22.902.000 0 0 4.240.180 0 11.934.100 0 0 0 237.076.280 6.360.366.004

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28.

III. Modal Modal awal Penyertaan modal pemerintah (PMP) Cadangan umum Cadangan tujuan Cadangan pelunasan obligasi Selisih revaluasi aktiva tetap Laba tahun lalu Laba tahun berjalan RAK (DALAM KANWIL) RAK(KANDA PUSAT) RAK (CABANG PUSAT) RAK (ANTAR KANDA)

0 0 0 0 0 0 0 761.359.837 (2.156.326.968) 0 7.646.439.524 56.047.000

26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34.

Jumlah Modal Jumlah Pasiva

6.310.516.663 6.360.366.004

Lampiran 4. Neraca Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2004 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO NERACA PER 31 DESEMBER 2004 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. AKTIVA I. AKTIVA LANCAR Kas Bank Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang non usaha Uang muka Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Pendapatan ymh diterima Jumlah aktiva lancar II. Aktiva pajak tangguhan Aktiva pajak tangguhan Jumlah aktiva pajak tangguhan III. Investasi jangka panjang Dana pelunasan obligasi Penyertaan toko emas dan usaha pers Investasi jangka panjang lainnya Jumlah investasi jangka panjang No. 169.201.800 87.542.640 0 7.186.275.968 0 0 0 0 375.821.557 7.818.841.965 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. PASIVA I. Kewajiban lancar Hutang usaha Hutang bea lelang Hutang kepada nasabah Hutang pajak Hutang kepada pegawai Hutang modal kerja jangka pendek Hutang jangka panjang YAJT Biaya yang masih harus dibayar Pendapatan diterima dimuka Hutang jasa produksi dan dana sosial Hutang iuran wajib Hutang dana pembinaan Hutang dana pemb. Semesta Hutang pend. Yang ditangguhkan Jumlah kewajiban lancar II. Kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Jumlah kewajiban pajak tangguhan

4.010.534 0 58.668.815 23.545 0 0 0 4.080.718 19.415.040 0 2.219 0 0 0 86.200.871 0 0

10.

0 0 0 0 0 0 0

11. 12. 13.

15.

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

IV. Aktiva tetap Tanah Bangunan Inventaris Kendaraan Akm. Peny. Bangunan Akm. Peny. Inventaris Akm. Peny. Kendaraan bermotor Aktiva dalam penyelesaian Aktiva sewa guna usaha (SGU) Akm. Amortisasi aktiva SGU JUMLAH AKTIVA TETAP V. AKTIVA lain-lain Persediaan barang Persediaan emas Aktiva tidak berwujud Beban yang ditangguhkan Barang bermasalah Barang lelang milik perusahaan Barang jaminan yang DSIHKAB (AYB) Aktiva yang disisihkan Kerugian perusahaan ymh diperhit. Jumlah aktiva lain-lain Jumlah aktiva

596.104.812 665.859.039 127.843.884 67.551.500 (271.831.788) (113.496.972) (52.707.518) 0 0 0 951.771.457 3.818.628 0 0 0 0 4.138.400 0 0 0 7.957.028 8.778.570.450

16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

III. Kewajiban jangka panjang Hutang bank jangka panjang Hutang promes jangka panjang Hutang kepada pemerintah Hutang obligasi Hutang jangka panjang SGU Hutang jangka panjang lainnya Jumlah kewajiban jangka panjang IV. Modal Modal awal Penyertaan modal pemerintah (PMP) Cadangan umum Cadangan tujuan Cadangan pelunasan obligasi Selisih revaluasi aktiva tetap Laba tahun lalu Laba tahun berjalan RAK dalam kantor wilayah RAK antar wilayah dan pusat RAK antar cabang dan pusat RAK antar kantor wilayah RAK dalam kantor pusat Jumlah modal Jumlah pasiva

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 998.267.714 (2.736.471.482) 0 10.371.526.356 59.047.000 0 8.692.369.582 8.778.570.450

24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32.

Lampiran 5. Neraca Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2005 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO NERACA PER 31 DESEMBER 2005 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. AKTIVA I. AKTIVA LANCAR Kas Bank Investasi jangka pendek Piutang usaha Piutang non usaha Uang muka Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Pendapatan ymh diterima Jumlah aktiva lancar II. Aktiva pajak tangguhan Aktiva pajak tangguhan Jumlah aktiva pajak tangguhan III. Investasi jangka panjang Dana pelunasan obligasi Penyertaan toko emas dan usaha pers Investasi jangka panjang lainnya Jumlah investasi jangka panjang No. 141.132.000 76.124.035 0 6.248.935.624 0 0 0 0 375.821.557 7.818.841.965 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. PASIVA Kewajiban lancar Hutang usaha Hutang bea lelang Hutang kepada nasabah Hutang pajak Hutang kepada pegawai Hutang modal kerja jangka pendek Hutang jangka panjang YAJT Biaya yang masih harus dibayar Pendapatan diterima dimuka Hutang jasa produksi dan dana sosial Hutang iuran wajib Hutang dana pembinaan Hutang dana pemb. Semesta Hutang pend. Yang ditangguhkan Jumlah kewajiban lancar 15. II. Kewajiban pajak tangguhan Kewajiban pajak tangguhan Jumlah kewajiban pajak tangguhan

4.010.534 0 58.668.815 23.545 0 0 0 4.080.718 19.415.040 0 2.219 0 0 0 86.200.871 0 0

10.

0 0 0 0 0 0 0

11. 12. 13.

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

IV. Aktiva tetap Tanah Bangunan Inventaris Kendaraan Akm. Peny. Bangunan Akm. Peny. Inventaris Akm. Peny. Kendaraan bermotor Aktiva dalam penyelesaian Aktiva sewa guna usaha (SGU) Akm. Amortisasi aktiva SGU JUMLAH AKTIVA TETAP V. AKTIVA lain-lain Persediaan barang Persediaan emas Aktiva tidak berwujud Beban yang ditangguhkan Barang bermasalah Barang lelang milik perusahaan Barang jaminan yang DSIHKAB (AYB) Aktiva yang disisihkan Kerugian perusahaan ymh diperhit. Jumlah aktiva lain-lain Jumlah aktiva

596.104.812 665.859.039 127.843.884 67.551.500 (271.831.788) (113.496.972) (52.707.518) 0 0 0 951.771.457 3.818.628 0 0 0 0 4.138.400 0 0 0 7.957.028 8.778.570.450

16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

III. Kewajiban jangka panjang Hutang bank jangka panjang Hutang promes jangka panjang Hutang kepada pemerintah Hutang obligasi Hutang jangka panjang SGU Hutang jangka panjang lainnya Jumlah kewajiban jangka panjang IV. Modal Modal awal Penyertaan modal pemerintah (PMP) Cadangan umum Cadangan tujuan Cadangan pelunasan obligasi Selisih revaluasi aktiva tetap Laba tahun lalu Laba tahun berjalan RAK dalam kantor wilayah RAK antar wilayah dan pusat RAK antar cabang dan pusat RAK antar kantor wilayah RAK dalam kantor pusat Jumlah modal Jumlah pasiva

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 998.267.714 (2.736.471.482) 0 10.371.526.356 59.047.000 0 8.692.369.582 8.778.570.450

24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32.

Lampiran 1. Neraca Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO NERACA PER 31 DESEMBER 2001 No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. AKTIVA I. AKTIVA LANCAR Kas Bank Deposito Surat berharga Cad. Peny. Penurunan surat berharga Pajak dibayar dimuka Uang muka dinas Pinjaman yang diberikan Piutang afiliasi Piutang lainnya Cad. Peny. Piutang non usaha Pendapatan ymh diterima Biaya dibayar dimuka Jumlah Aktiva Lancar II. Investasi Jangka Panjang Dana pelunasan obligasi Penyertaan toko emas & usaha pers Investasi jangka panjang lainnya Jumlah Investasi Jangka Panjang No. 98.176.400 76.000.000 0 0 0 0 0 3.148.563.700 0 0 0 211.739.300 0 3.534.479.400 0 0 0 0 0 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. PASIVA I. Kewajiban lancar Hutang kepada rekanan Hutang kepada nasabah Hutang pajak Hutang jangka panjang YAJT Biaya ymh harus dibayar Pendapatan diterima dimuka Hutang lancar lainnya Hutang bea lelang Hutang jasa produksi Hutang iuran wajib Hutang iuran dana pembinaan (PUKK) Hutang dana pembangunan semesta (1) Jumlah Kewajiban Lancar 13. 14. 15. 16. II. Kewajiban Jangka Panjang Hutang bank jangka panjang Hutang obligasi Hutang jangka panjang lease Hutang jangka panjang lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang 0 12.555.365 3.981.365 0 563.000 (14.000.000) 0 0 0 4.100 0 0 3.104.022 0 0 0 0 0

14. 15. 16.

17. 18 .19 20. 21. 22. 23. 24. 25.

III. Aktiva Tetap Tanah Bangunan (Gol. 4) Instalasi (Gol. 1) Kendaraan bermotor (Gol. 2) Inventaris (Gol. 1) Ak. Peny. Bangunan Ak. Peny. Instalasi Ak. Peny. Kendaraan bermotor Ak.peny. investasi Jumlah aktiva tetap IV. Aktiva lain-lain Pekerjaan dalam pelaksanaan Aktiva tetap lease Ak. Amortisasi aktiva tetap lease Persediaan alat keperluan persh. Beban yang ditangguhkan Barang sisa lelang Klain pada karyawan Cad. Klain karyawan Akiva yang disisihkan Jumlah Aktiva Lain-Lain Jumlah Aktiva

596.104.812 191.529.560 0 67.529.560 76.014.820 (160.810.918) 0 (15.832.383) (54.818.355) 699.739.036 0 0 0 64.990.666 0 0 0 0 0 64.990.666 4.299.209.102

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28.

III. Modal Modal awal Penyertaan modal pemerintah (PMP) Cadangan umum Cadangan tujuan Cadangan pelunasan obligasi Selisih revaluasi aktiva tetap Laba tahun lalu Laba tahun berjalan RAK (DALAM KANWIL) RAK(KANDA PUSAT) RAK (CABANG PUSAT) RAK (ANTAR KANDA)

0 0 0 0 0 0 0 938.110.028 (1.188.491.469) 5.476.970 4.481.962.551 59.047.000

26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34.

Jumlah Modal Jumlah Pasiva

4.296.105.080 4.299.209.102

Lampiran 6. Laporan Perhitungan Laba Rugi Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Tahun 2001 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO LAPORAN PERHITUNGAN LABA RUGI PERIODE 31 DESEMBER 2001 PRAKIRAAN PENDAPATAN Usaha Pendapatan sewa modal Pendapatan bea penyimpanan dan asuransi P.U.L. Bunga deposito dan deviden P.U.L. Uang kel. Lewat waktu Pendaptan jasa taksiran dan titipan Beban Usaha Beban bunga dan provisi Beban pegawai Beban penyusutan aktiva tetap Beban amortisasi Beban umum Laba Usaha Laba usaha Pendapatan Lainnya Pendapatan sewa gedung/rumah Pendapatan jasa giro Laba penjualan aktiva tetap Pandapatan lainnya Beban Lainnya Beban lainnya Laba/Rugi Luar Biasa Laba/rugi luar biasa Pajak Penghasilan Sebelum PPh. PS. 25 Pajak penghasilan sebelum PPh. PS. 25 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 Pajak penghasilan PPh. PS. 25 Laba Bersih Sesudah PPh. PS. 25 Laba bersih sesudah PPh. PS. 25

1.235.049.348 1.094.479.450 124.145.600 6.979.448 9.364.100 80.750 311.119.142 0 227.622.099 41.954.651 0 41.542.392 41.542.392 923.930.206 14.317.872 14.000.000 0 0 317.872 138.050 138.050 0 0 938.110.028 938.110.028 0 0 938.110.028 938.110.028

Lampiran 7. Laporan Perhitungan Laba Rugi Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Tahun 2002 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO LAPORAN PERHITUNGAN LABA RUGI PERIODE 31 DESEMBER 2002 PRAKIRAAN PENDAPATAN USAHA Pendapatan sewa modal Pendapatan bea penyimpanan dan asuransi P.U.L. Bunga deposito dan deviden P.U.L. Uang kel. Lewat waktu Pendaptan jasa taksiran dan titipan Beban Usaha Beban bunga dan provisi Beban pegawai Beban penyusutan aktiva tetap Beban amortisasi Beban umum Laba Usaha Laba usaha Pendapatan Lainnya Pendapatan sewa gedung/rumah Pendapatan jasa giro Laba penjualan aktiva tetap Pandapatan lainnya Beban Lainnya Beban lainnya Laba/Rugi Luar Biasa Laba/rugi luar biasa Pajak Penghasilan Sebelum PPh. PS. 25 Pajak penghasilan sebelum PPh. PS. 25 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 Pajak penghasilan PPh. PS. 25 Laba Bersih Sesudah PPh. PS. 25 Laba bersih sesudah PPh. PS. 25

1.907.228.711 1.694.366.600 200.914.800 0 11.831.311 116.000 479.100.205 0 368.760.711 33.885.776 0 76.453.718 1.428.128.506 1.428.128.506 14.780.116 14.000.000 0 0 780.116 12.000.000 12.000.000 0 0 1.441.708.622 1.441.708.622 0 0 1.441.708.622 1.441.708.622

Lampiran 8. Laporan Perhitungan Laba Rugi Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Tahun 2003 PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO LAPORAN PERHITUNGAN LABA RUGI PERIODE 31 DESEMBER 2003 PRAKIRAAN PENDAPATAN USAHA Pendapatan sewa modal Pendapatan bea penyimpanan dan asuransi P.U.L. Bunga deposito dan deviden P.U.L. Uang kel. Lewat waktu Pendaptan jasa taksiran dan titipan Beban Usaha Beban bunga dan provisi Beban pegawai Beban penyusutan aktiva tetap Beban amortisasi Beban umum Laba Usaha Laba usaha Pendapatan Lainnya Pendapatan sewa gedung/rumah Pendapatan jasa giro Laba penjualan aktiva tetap Pandapatan lainnya Beban Lainnya Beban lainnya Laba/Rugi Luar Biasa Laba/rugi luar biasa Pajak Penghasilan Sebelum PPh. PS. 25 Pajak penghasilan sebelum PPh. PS. 25 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 Pajak penghasilan PPh. PS. 25 Laba Bersih Sesudah PPh. PS. 25 Laba bersih sesudah PPh. PS. 25

2.183.686.291 1.984.565.166 185.667.100 0 13.409.025 45.000 1.440.610.351 798.555.851 517.866.851 36.188.957 0 87.998.640 743.075.940 743.075.940 18.345.897 17.118.963 0 0 1.226.934 62.000 62.000 0 0 761.359.873 761.359.873 0 0 761.359.873 761.359.873

Lampiran 9. Laporan Perhitungan Laba Rugi Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Tahun 2004
PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO LAPORAN PERHITUNGAN LABA RUGI PERIODE 31 DESEMBER 2004 PRAKIRAAN Pendapatan Usaha 2.605.578.287 Pendapatan sewa modal 2.412.144.204 Pendapatan bea penyimpanan dan asuransi 0 Penjualan emas 0 Pendapatan Usaha Lainnya 0 Pendapatan investasi 0 Pendapatan usaha anak perusahaan 0 Beban Usaha Lainnya 1.650.064.400 Beban bunga dan provisi 825.625.002 Beban pegawai 670.453.316 Beban administrasi dan pemasaran 29.656.056 Beban umum 71.194.122 Beban pendidikan dan latihan 0 Beban penyusutan bangunan 32.241.736 Beban penyusutan inventaris 13.466.722 Beban penyusutan kendaraan 8.003.446 Beban amortisasi 0 Beban amortisasi aktiva sewa guna usaha 0 Beban penyisihan piutang 0 Beban penghapusan piutang 0 Beban Pendapatan Lainnya 43.653.127 Uang kelebihan nasabah yang kadaluarsa 24.877.718 Pendapata jasa giro 313.426 Selisih perhitungan 88.893 Pendapatan sewa 17.791.420 Pendapatan penjualan barang contoh 0 Pendapatan selisih kurs 0 Pendapatan SBK/kartu nasabah hilang 405.950 Pendapatan lainnya 121.210 Pendapatan penjualan surat berharga 0 Laba penjualan aktiva tetap 0 Laba penjualan aktiva lain-lain 54.510 Laba pertukaran 0 Beban Lainnya 899.300 Rugi penjualan surat berharga 0 Laba penjualan aktiva tetap 0 Rugi penjualan aktiva lain-lain 899.300 Rugi pertukaran 0 Rugi selisih kurs 0 Laba/rugi Luar Biasa 0 Laba/rugi luar biasa 0 Pajak Penghasilan Sebelum PPh. PS. 25 998.267.714 Pajak penghasilan sebelum PPh. PS. 25 998.267.714 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 0 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 0 Laba Bersih Sesudah PPh. PS. 25 998.267.714 Laba bersih sesudah PPh. PS. 25 998.267.714

Lampiran 10.Laporan Perhitungan Laba Rugi Perum Pegadaian Cabang Purwokerto Tahun 2005
PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOKERTO LAPORAN PERHITUNGAN LABA RUGI PERIODE 31 DESEMBER 2005 PRAKIRAAN Pendapatan Usaha 2.265.720.249 Pendapatan sewa modal 2.097.516.699 Pendapatan bea penyimpanan dan asuransi 0 Penjualan emas 0 PENDAPATAN Usaha Lainnya 0 Pendapatan investasi 0 Pendapatan usaha anak perusahaan 0 Beban Usaha Lainnya 1.435.339.477 Beban bunga dan provisi 717.934.784 Beban pegawai 583.002.883 Beban administrasi dan pemasaran 25.787.875 Beban umum 61.907.932 Beban pendidikan dan latihan 0 Beban penyusutan bangunan 28.036.292 Beban penyusutan inventaris 11.710.193 Beban penyusutan kendaraan 6.959.518 Beban amortisasi 0 Beban amortisasi aktiva sewa guna usaha 0 Beban penyisihan piutang 0 Beban penghapusan piutang 0 Beban Pendapatan Lainnya 37.959.240 Uang kelebihan nasabah yang kadaluarsa 21.632.798 Pendapata jasa giro 272.544 Selisih perhitungan 77.298 Pendapatan sewa 15.470.800 Pendapatan penjualan barang contoh 0 Pendapatan selisih kurs 0 Pendapatan SBK/kartu nasabah hilang 353.000 Pendapatan lainnya 105.400 Pendapatan penjualan surat berharga 0 Laba penjualan aktiva tetap 0 Laba penjualan aktiva lain-lain 47.400 Laba pertukaran 0 Beban Lainnya 782.000 Rugi penjualan surat berharga 0 Laba penjualan aktiva tetap 0 Rugi penjualan aktiva lain-lain 782.000 Rugi pertukaran 0 Rugi selisih kurs 0 Laba/rugi Luar Biasa 0 Laba/rugi luar biasa 0 Pajak Penghasilan Sebelum PPh. PS. 25 867.558.513 Pajak penghasilan sebelum PPh. PS. 25 867.558.513 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 0 Pajak Penghasilan PPh. PS. 25 0 Laba Bersih Sesudah PPh. PS. 25 867.558.513 Laba bersih sesudah PPh. PS. 25 867.558.513

Lampiran 11. Return On Equity Perum Pegadaian Cabang Purwokerto tahun 2001-2005.
Tahun (1) Laba setelah Pajak (2) Modal sendiri
(3) Return on Equity (4)=(2): (3)x100%

Nilai (5)

2001 2002 2003 2004 2005 Jumlah Rata-rata

938.110.028,00 1.441.708.622,00 761.359.837,00 998.267.714,00 867.558.513,00 5.007.004.712,00 1.001.400.942,40

4.296.105.080,00 5.529.772.111,00 6.310.519.663,00 8.692.369.582,00 7.721.336.483,00 32.550.102.916,00 6.510.020.583,20

21,84 % 26,07 % 12,06 % 11,48 % 11,24 % 82,69 % 16,54 %

20 20 16 16 16 88 18

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful