You are on page 1of 27

I.

REKAM MEDIS
A. Anamnesis
Autoanamnesis
1. Identifikasi
Nama

: Ny. T

Med.Rek/Reg

: 809599/14009496

Umur

: 27 tahun

Suku bangsa

: Sumatera

Pendidikan

: SLTA

Pekerjaan

: IRT

Alamat

: Komp. Persada Blok D 5 No 05, Kelurahan Indralaya Indah,


Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir

MRS

: 29 Maret 2014, pukul 12.00 WIB

2. Riwayat Perkawinan
Menikah 1x lamanya 8 Bulan
3. Riwayat Reproduksi
Menarche 13 tahun, lama haid 5 hari, siklus haid 28 hari, HPHT 10/09/2013
4. Riwayat Persalinan
1. Hamil ini
5. Riwayat penyakit dahulu
Diabetes melitus (-), hipertensi (-), penyakit jantung (-)
6. Riwayat gizi/sosial ekonomi:
Sedang
7. Anamnesis Khusus
Keluhan utama : Hamil kurang bulan dengan perut mules
Riwayat perjalanan penyakit :
Sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit os mengeluh perut mules yang menjalar ke
pinggang (+), R/ keluar air-air dari kemaluan (-), R/ keluar darah lendir (-), os lalu
pergi ke rumah sakit, R/ demam (-), R/ keputihan (-), R/ post coital (-), R/ trauma/perut
diurut (-), R/ sakit gigi dan sakit kulit (-), R/ trauma (-). Os mengaku hamil kurang
bulan dan gerakan anak masih dapat dirasakan.
1

B. Pemeriksaan Fisik
1. Status Present
a. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran

: composmentis

Tipe badan

: asthenicus

Berat badan

: 42 kg

Tinggi badan

: 150 cm

Tekanan darah

: 110/80 mmHg

Nadi

: 90 x/menit

Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,5 0C

b. Keadaan khusus
Kepala

: konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Leher

: tekanan vena jugularis (5-2) cm H2O.

Thoraks

: jantung : murmur tidak ada, gallop tidak ada. Paru-paru;


vesikuler normal (+), ronchi (-), wheezing (-)

Abdomen

: hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan (-), tanda cairan bebas (-)

Ekstremitas

: edema pretibial -/-, varises tidak ada, reflek fisiologis +/+,


reflek patologis -/-

2. Pemeriksaan Obstetri
Pada pemeriksaan obstetri saat masuk rumah sakit tanggal 29 Maret 2014 pada pukul
12.00 wib didapatkan :
- Pemeriksaan luar : tinggi fundus uteri pusat - prosessus xyphoideus (23 cm), letak
janin memanjang, punggung di kanan, terbawah kepala, floating (+), his 2x/10
menit/15 detik, denyut jantung janin 151 x/menit, taksiran berat badan janin 1550
gram.
- Inspekulo : Portio livide, orificium uteri eksterna tertutup, fluor (-), fluxus (-),
Erosi/Laserasi/Polip (-),
2

- Pemeriksaan dalam : Portio lunak, posterior, eff. 50%, pembukaan 1 cm, terbawah
kepala, ketuban dan penunjuk belum dapat dinilai.
- Indeks tokolitik: 3 - Kontraksi irreguler: 2
- Ketuban pecah tidak ada: 0
- Perdarahan ada: 0
- Pembukaan tidak ada: 1
C. Pemeriksaan penunjang
Darah rutin (29-03-2014)
Hemoglobin

: 10,3 g%

Hematokrit

: 28 vol %

Leukosit

: 25.400/mm3

Trombosit

: 173.000/mm3

Hitung jenis

: 0/0/0/86/10/4

Kimia Darah
Albumin

: 3,3 g/dl

Globulin

: 2,4 g/dl

BSS

: 51 mg/dl

Ureum

: 16 mg/dl

Creatinin

: 0,55 mg/dl

Natrium (Na)

: 143 mEq/L

Kalium (K)

: 3,7 mEq/L

Urinalisis
Warna

: Kuning

Kejernihan

: Jernih

Berat jenis

: 1.010

pH Urine

: 6.0

D. Diagnosa kerja
G1P0A0 hamil 29 minggu dengan partus prematurus imminen janin tunggal hidup presentasi
kepala
E. Prognosis
Ibu

: dubia

Janin : dubia
F. Terapi
- Konservatif
- Observasi tanda vital ibu, denyut jantung janin
- IVFD RL gtt xx/menit
- Nifedipine 10 mg/ 6 jam per oral
- Inj. Dexametason 6 mg/ 12 jam IV
- Inj. Ceftriaxone 1g/12 jam IV (Skin test)
- Rencana USG konfirmasi
Tanggal
29.03.2014
13.30 WIB

Follow up
S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan perut mules
O: Status present :
KU : Sedang TD: 120/80 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL : tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5,
his 2x/10 menit/15 detik, denyut jantung janin 150 x/menit, taksiran
berat badan janin 1550 gram.
Insp : Portio livide, OUE tertutup, fluor (-), fluxus (-), erosi (-), laserasi (-),
polip (-)
A: G1P0A0 hamil 29 minggu dengan partus prematurus imminens janin tunggal hidup
presentasi kepala
P: - Konservatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Nifedipine 10mg/ 6jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV (ST)
- Inj. Dexametason 6 mg/ 12 jam IV (ST)
- Rencana USG konfirmasi

29.03.2014
16.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan perut mules + sakit kepala


O: Status present :
KU : Sedang TD: 160/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,7C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5,
his 1 x/10 menit/15 detik, denyut jantung janin 152 x/menit, taksiran
berat badan janin 1550 gram. Indeks gestosis: 6
A: G1P0A0 hamil 29 minggu dengan partus prematurus imminens + preeklamsia berat
janin tunggal hidup presentasi kepala
P: - Ekspektatif
- Stabilisasi 3 jam
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Kateter menetap
- MgSO4 protokol
- Nifedipine 10mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 6 mg/ 12 jam IV
- Rencana USG konfirmasi
- Evaluasi satgas gestosis
- Lapor dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K) terapi ekspektatif

29.03.2014
19.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan perut mules + sakit kepala


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5,
his 1x/10 menit/15 detik, denyut jantung janin 152 x/menit, taksiran
berat badan janin 1550 gram. Indeks gestosis: 5
Lab. : Hb: 10,3 g/dl; Leukosit: 25.400/mm3; Trombosit: 173.000 L; ureum: 16
mg/dl; creatinin: 0,55 mg/dl; SGOT: 20 U/L; SGPT: 11 U/L; LDH: 562
U/L
A: G1P0A0 hamil 29 minggu dengan partus prematurus imminens + preeklamsia berat
janin tunggal hidup presentasi kepala
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Kateter menetap
- MgSO4 protokol
- Nifedipine 10mg/ 6 jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 6 mg/ 12 jam IV
- Rencana USG konfirmasi
- Evaluasi satgas gestosis

30.03.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan perut mules + sakit kepala


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5,
his (-), denyut jantung janin 144 x/menit, taksiran berat badan janin 1550
gram.
A: G1P0A0 hamil 29 minggu dengan partus prematurus imminens + preeklamsia berat
janin tunggal hidup presentasi kepala
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol
- Nifedipine 10mg/ 6jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 6 mg/ 12 jam IV
- Kateter menetap
- Rencana USG konfirmasi
- Evaluasi satgas gestosis

31.03.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan perut mules + darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5,
his (-), denyut jantung janin 142 x/menit, taksiran berat badan janin 1550
gram.
Lab.
: LDH: 686U/L
A: G1P0A0 hamil 29 minggu dengan partus prematurus imminens + preeklamsia berat
+ partial HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol (selesai)
- Nifedipine 10mg/ 6jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Kateter menetap
- Rencana USG konfirmasi
- Konsul penyakit dalam
- Konsul penyakit mata
- Evaluasi satgas gestosis

01.04.2014
07.00 WIB

01.04.2014
11.00 WIB

02.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,6C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 144 x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
Lab. : Hb: 9,5g/dl; trombosit: 154.000/mm3 ; SGOT: 62 U/L; SGPT: 35 U/L;
LDH: 686U/L Asam urat: 7,10 mg/dl
A: G1P0A0 hamil 29 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Nifedipine 10mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
- Konsul penyakit dalam
- Konsul penyakit mata
- Lapor Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K) saran: konsul ke bagian
fetomaternal.
Hasil USG
Hamil 30 minggu janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 10

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 144x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.

A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial


HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 10
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Nifedipine 10mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Konsul fetomaternal
- Konsul penyakit dalam
- Konsul penyakit mata
- Evaluasi satgas gestosis
02.04.2014
11.00 WIB

Hasil konsul fetomaternal tanggal 2/4/2014 (Prof. Dr. H. A. Kurdi Syamsuri,


SpOG(K):
- Lanjutkan ekspektatif
- Inj Dexamethason 2 x 10 mg sampai dengan 5 hari (tappering off)

01.04.2014
11.00 WIB
03.04.2014
07.00 WIB

Hasil konsul penyakit dalam tanggal 2/4/2014: antihipertensi Methyldopa 3 x 500m


S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi
O: Status present :
KU : Sedang TD: 180/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
Lab. : Hb: 10,8g/dl; Leukosit: 28.600/mm 3; trombosit: 249.000/mm3; Ht: 28%;
SGOT: 201 U/L; SGPT: 144 U/L; LDH: 1124 U/L Asam urat: 8,0 mg/dl;
Ureum: 49 U/L; Creatinin: 0,71 U/L; Albumin: 3,4g/dl; Globulin:
3,0g/dl
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 10
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt

- MgSO4 protokol
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
04.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 160/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
Lab. : SGOT: 185 U/L; SGPT: 156 U/L; LDH: 1216 U/L Asam urat: 7,8 mg/dl.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu dengan partus prematurus imminens + preeklamsia berat
+ partial HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 10
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis

04.4.2014
10.00WIB

Hasil konsul fetomaternal Dr. H. Nuswil Bernolian, SpOG(K)


- USG 4 April 2014: Hamil 30 minggu janin tunggal hidup presentasi kepala +
BPP 8
- Terminasi kehamilan (pervaginam)

04.04.2014
10.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Terminasi kehamilan
- Rencana partus pervaginam
- Pematangan serviks 50g/ 6 jam
- Evaluasi satgas gestosis

04.04.2014
16.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Terminasi kehamilan
- Rencana partus pervaginam
- Pematangan serviks 50g/ 6 jam dilanjutkan
- Evaluasi satgas gestosis

04.04.2014
22.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 150/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Terminasi kehamilan
- Rencana partus pervaginam
- Pematangan serviks 50g/ 6 jam dilanjutkan
- Evaluasi satgas gestosis

05.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.

10

A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial


HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- MgSO4 protokol
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Terminasi kehamilan
- Rencana partus pervaginam
- Pematangan serviks 50g/ 6 jam dilanjutkan
- Evaluasi satgas gestosis
05.04.2014
13.30

05.04.2014
11.00 WIB

06.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
- Lapor Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K)
Saran: Lanjutkan terapi ekspektatif.
Hasil USG (05/04/2010):
Hamil 30 minggu janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8 + solutio placenta
Saran: Lanjutkan ekspektatif, observasi solutio placenta, bila ada perburukan
terminasi

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),

11

memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),


denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
- Lapor Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K)
Saran: Lanjutkan terapi ekspektatif.
07.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi + nyeri ulu hati
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 86x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
Lab :Hb: 10,9g/dl; Leukosit: 35.100/mm3; trombosit: 340.000/mm3; Ht: 28%;
SGOT: 111 U/L; SGPT: 125 U/L; LDH: 1284 U/L Asam urat: 9,5 mg/dl;
Ureum: 70 U/L; Creatinin: 0,74 U/L.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Antasida 3 x 1 tab (oral)
- Ranitidin 150mg/12 jam (oral)
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
- Lapor Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K)
Saran: Lanjutkan terapi ekspektatif, Inj Ceftriaxone 1g/12 jam

08.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/80 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam

12

- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV


- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
- Lapor Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K)
Saran: USG konfirmasi.
08.04.2014
10.00WIB
08.04.2014
11.50 WIB

Hasil USG konfirmasi :


Hamil 30 minggu dengan solutio placenta janin tunggal hidup presentasi kepala +
BPP 8
Saran: Terminasi kehamilan perabdominam.
S: Keluhan : Hamil kurang bulan dengan darah tinggi
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/80 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 88x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 1/2 pusat - prosessus xyphoideus (23 cm),
memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 5/5, his (-),
denyut jantung janin 136x/menit, taksiran berat badan janin 1550 gram.
A: G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan preeklamsia berat + partial
HELLP syndrome janin tunggal hidup presentasi kepala + BPP 8
P: - Ekspektatif
- Obs TVI, DJJ
- VFD RL gtt xx/mnt
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Kateter menetap
- Evaluasi satgas gestosis
- Lapor Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG(K)
Saran: setuju terminasi perabdominam.

13

Laporan Operasi
Laporan operasi lengkap (riwayat perjalanan operasi yang terperinci dan lengkap)
Pukul 18.45 WIB Operasi dimulai.
Penderita dalam posisi terlentang dalam keadaan anestesi spinal. Dilakukan tindakan aseptik dan
antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril.
Dilakukan insisi pfanensteil 2 jari atas simfisis sepanjang 15 cm kemudian insisi diperdalam
secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum. Didapatkan cairan ascites 1000 cc
dan didaatkan uterus sesuai kehamilan preterm. Tampak gambaran hematom dari dinding depan
uterus sesuai dengan gambaran uterus kouvelair. Diputuskan untuk melakukan SSTP dengan
cara sbb.:

Insisi SBR semiluner 6 cm secara tajam di bagian tengah sampai menembus cavum
uteri kemudian diperlebar ke lateral secara tumpul dengan jari. Ketuban (+), normal

Bayi dilahirkan dengan cara meluksir kepala


Pukul 18.50 WIB Lahir neonatus hidup perempuan, BB 1000g, PB 37 cm, AS 8/9/10 PT AGA.
Ke dalam cairan infus dimasukkan oksitosin 20 IU. Plasenta dilahirkan denga tarikan ringan
pada tali pusat. Plasenta dilahirkan lengkap. Ditemukan hematom retroplasenter dan kontraksi
baik. Dilaakukan pembersihan kavum uteri dengan kassa. Kontraksi baik, perdarahan aktif (-).
Dilanjutkan dengan penjahitan pada uterus sebagai berikut:
Dilakukan penjahitan all layer satu-satu dengan Vicryl no.1

Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya. Perdarahan tidak aktif

Ovarium, tuba kanan dan kiri dalam batas normal

Kontraksi uterus baik

Dilakukan pembersihan kavum abdomen dengan NaCl 0,9% sampai bersih dan
dimasukkan dexamethason 2 ampul.
Setelah diyakini bersih dan tidak ada perdarahan, dilanjutkan penutupan dinding abdomen lapis
demi lapis dengan cara sebagai berikut :
Peritoneum dijahit secara jelujur dengan Plain catgut no 2.0
Otot dijahit jelujur dengan Plain catgut no 2.0
Fascia dijahit secara jelujur dengan Vicryl no.1.
Subkutis dijahit secara satu-satu dengan Plain catgut no 2.0
Kutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan PGA no 3.0
Luka operasi ditutup dengan sofratulle dan opsite.
Pukul 19.45 WIB Operasi selesai.
Cairan masuk
:
Cairan Keluar
:
RL
: 1000
Cc
Urine
: 200
Cc
Darah
: Cc
Darah
300
Cc
Total
: 1000
Cc
Total
: 500
Cc
Diagnosis pra bedah : G1P0A0 hamil 30 minggu belum inpartu dengan PEB + sindrom parsial
HELLP + solusio plasenta JTH presentasi kepala
Diagnosis pasca bedah: P1A0 post SSTP ai PEB + sindrom parsial HELLP + solusio plasenta
Tindakan
: Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda

14

Instruksi pascabedah:
1. Pantau nadi/tensi/pernafasan/suhu: tiap jam
2. Cek Hb post operasi
3. Diet biasa
4. Infus: RL gtt xx/m s.d 24 jam post
operasi
5. Kateter menetap catat I/O
6. Immobilisasi 24 jam
7. Transfusi PRC bila Hb 10g/dl
Operator

Dr. H. Iskandar Zulqarnain, SpOG (K)

Obat-obatan :
Inj. Cefotaxime 2x1 g
Inj. Gentamisin 2x80 mg
Vit C 2x400 mg
Inj. Ranitidin 3x1 amp
Inj. Dexamethasone 2x10 mg IV
Inj. MgSO4 40% protokol
Metronidazole supp 3x500 mg
Ketoprofen supp 3x100 mg
Pembuat Laporan

Dr. Tri Maulina

15

G. Follow Up
Tanggal
08.04.2014
19.50 WIB

Follow up
S: Keluhan: Habis operasi melahirkan
O: Status present :
KU : Sedang TD: 170/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Metronidazol fls 3 x 1 IV
- Inj. Asam traneksamat 500mg/8jam IV
- Inj. Tramadol 50mg/ 8 jam IV
- Inj. Vitamin C 400m g/12 jam IV
- Inj. MgSO4 protokol
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap

09.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: Nyeri di luka operasi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Metronidazol fls 3 x 1 IV
- Inj. Asam traneksamat 500mg/8jam IV
- Inj. Tramadol 50mg/ 8 jam IV
- Inj. Vitamin C 400m g/12 jam IV
- Inj. MgSO4 protokol
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap

16

10.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: Nyeri di luka operasi


O: Status present :
KU : Sedang TD: 170/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 84x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV
- Inj. Metronidazol fls 3 x 1 IV
- Inj. Asam traneksamat 500mg/8jam IV
- Inj. Tramadol 50mg/ 8 jam IV
- Inj. Vitamin C 400m g/12 jam IV
- Inj. MgSO4 protokol
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap

11.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: O: Status present :


KU : Sedang TD: 140/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Cefadroxyl 500mg/ 12jam (oral)
- Asam mefenamat 500mg/ 6jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV

12.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: (-)
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/100 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Cefadroxyl 500mg/ 12jam (oral)
- Asam mefenamat 500mg/ 6jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV

17

13.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: (-)
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Cefadroxyl 500mg/ 12jam (oral)
- Asam mefenamat 500mg/ 6jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV

14.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: (-)
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/100 mmHg RR : 20x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Cefadroxyl 500mg/ 12jam (oral)
- Asam mefenamat 500mg/ 6jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV

15.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: (-)
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Cefadroxyl 500mg/ 12jam (oral)
- Asam mefenamat 500mg/ 6jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV

18

16.04.2014
07.00 WIB

S: Keluhan: (-)
O: Status present :
KU : Sedang TD: 140/90 mmHg RR : 22x/ menit
Sens : CM
N : 82x/menit
T : 36,5C
Status Obstetri:
PL
: tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan aktif (-), lokia (+) rubra, luka operasi tertutup opsite
A: P1A0 post SSTP a.i solusio plasenta
P: - Obs TVI
- IVFD RL gtt xx/mnt
- Cek laboratorium post operasi
- Cefadroxyl 500mg/ 12jam (oral)
- Asam mefenamat 500mg/ 6jam (oral)
- Inj. Dexametason 10 mg/ 12 jam IV
- Methyldopa 500mg/ 8jam (oral)
- Kateter menetap Inj. Ceftriaxone 1 g/12 jam IV

II. PERMASALAHAN
1. Apakah penyebab partus prematurus imminens pada pasien ini, apakah ada tanda-tanda
kekerasan?
2. Apakah penyebab solutio placenta yang terjadi pada pasien ini?
III. ANALISIS KASUS
1. Apakah penyebab partus prematurus imminens pada pasien ini, apakah ada tanda-tanda
kekerasan?
Persalinan prematur adalah persalinan dengan usia kehamilan kurang dari 37
minggu atau berat bayi kurang dari 2500 gram. Persalinan prematur merupakan hal yang
berbahaya karena berpotensi meningkatkan kematian perinatal sebesar 70%. Pada
persalinan ini, seringkali bayi prematur mengalami gangguan tumbuh kembang organorgan vital yang menyebabkan bayi masih belum mampu untuk hidup di luar
kandungan, sehingga sering mengalami kegagalan adaptasi yang dapat menimbulkan
morbiditas bahkan mortalitas yang tinggi.1,2
Pada kebanyakan kasus, penyebab pasti persalinan prematur tidak diketahui.
Berbagai sebab dan faktor demografik diduga sebagai penyebab persalinan preterm,
seperti: solusio plasenta, kehamilan ganda, kelainan uterus, polihidramnion, kelainan
kongenital janin, ketuban pecah dini dan lain-lain. Penyebab persalinan preterm bukan
tunggal tetapi multikompleks, antara lain karena infeksi. Infeksi pada kehamilan akan
19

menyebabkan suatu respon imunologik spesifik melalui aktifasi sel limfosit B dan T
dengan hasil akhir zat-zat yang menginisiasi kontraksi uterus. Terdapat makin banyak
bukti yang menunjukkan bahwa mungkin sepertiga kasus persalinan preterm berkaitan
dengan infeksi membran korioamnion.1,2
Dari penelitian Lettieri dkk, didapati 38% persalinan preterm disebabkan oleh infeksi
korioamnion. Knox dan Hoerner telah mengetahui hubungan antara infeksi jalan lahir
dengan kelahiran prematur.1
Faktor risiko PPI yaitu:
1. Janin dan plasenta: perdarahan trimester awal, perdarahan antepartum, KPD,
pertumbuhan janin terhambat, cacat bawaan janin, gemeli, polihidramnion.
2. Ibu: DM, pre eklampsia, hipertensi, ISK, infeksi dengan demam, kelainan bentuk
uterus, riwayat partus preterm atau abortus berulang, inkompetensi serviks,
pemakaian obat narkotik, trauma, perokok berat, kelainan imun/resus.2,3,4
Seorang wanita Ny.T usia 27 tahun, alamat luar kota datang dengan keluhan utama
hamil kurang bulan dengan perut mules, pada hari Sabtu 29 Maret 2015 pukul 12.00
WIB. Dari anamnesis didapatkan keterangan bahwa kurang lebih 4 jam sebelum masuk
rumah sakit os mengeluh perut mules yang menjalar ke pinggang hilang timbul, tidak
ada riwayat keluar air-air dari kemaluan, tidak ada riwayat keluar darah lendir, os lalu
pergi ke rumah sakit, R/ keputihan (-), R/ post coital (-), R/ trauma/perut diurut (-), R/
sakit gigi dan sakit kulit (-), R/ demam (-), R/ trauma (-). Os mengaku hamil kurang
bulan dan gerakan anak masih dapat dirasakan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
keadaan umum sedang dengan tekanan darah 110/80 mmHg. Pada pemeriksaan obstetrik
didapatkan pada pemeriksaan luar: tinggi fundus uteri pusat - prosessus xyphoideus
(23 cm), letak janin memanjang, punggung di kanan, terbawah kepala, floating (+), his
1x/10 menit/15 detik, denyut jantung janin 151 x/menit. Dari pemeriksaan inspekulo
didapatkan portio livide, OUE tertutup, fluor (-), fluxus (-), Erosi/Laserasi/Polip (-) dan
pada pemeriksaan dalam: portio lunak, posterior, eff. 0%, pembukaan 0 cm, terbawah
kepala, ketuban dan penunjuk belum dapat dinilai.

20

Salah satu faktor risiko dari partus prematurus imminens adalah trauma. Berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini tidak dijumpai adanya tanda-tanda
kekerasan atau trauma, hal ini dapat dilihat dari anamnesis, dimana pasien pada saat
masuk menyangkal telah terjadi trauma baik ringan maupun berat terutama pada
abdomen dan bila dilihat dari pemeriksaan fisik secara umum maupun pemeriksaan luar
obstetrik tidak dijumpai adanya jejas ataupun tanda-tanda trauma pada pasien. Sehingga
faktor kekerasan yang dapat menjadi penyebab partus prematurus imminens pada pasien
ini dapat disingkirkan.
Partus prematurus imminens merupakan salah satu komplikasi pada kasus trauma dan
kebanyakan terjadi saat usia kehamilan 22-24 minggu.5 Pada pasien ini kehamilan telah
memasuki usia lanjut yaitu 29 minggu. Pada penelitian Pak LL, dkk. (1998) dari 85
wanita hamil yang mengalami trauma tumpul abdomen, hanya 13 yang mengalami
partus prematurus imminens sedangkan 72 lainnya mengalami persalinan aterm. 6
Dahmus MA, Sibai BM (1993) meneliti 233 kasus trauma tumpul abdomen dan kejadian
partus prematurus imminens hanya terjadi pada 2 pasien (<1%) dalam kurun waktu 1
minggu pascatrauma.7 Williams JK, dkk. (1990) meneliti 84 kasus kehamilan dengan
trauma tumpul abdomen, dan partus prematurus imminens terjadi pada 28% kasus bila
trauma terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Dari 17 pasien yang mengalami
partus prematurus imminens, 15 pasien berhasil diterapi dengan tokolitik.8
Tabel 1. Beberapa uji klinis kejadian partus prematurus imminens pada kehamilan
dengan riwayat trauma abdomen

Peneliti
Parameter
Pak LL, Kejadian PPI
dkk.
(1998)
Dahmus
Kejadian PPI
MA, Sibai
BM
(1993)

N
85

Williams
Kejadian PPI
JK, dkk.
(1990)

84

Desain Penelitian
Hasil
Cross sectional
Tidak ada hubungan
bermakna

233 Kohort

Kohort

Partus
prematurus
imminens
hanya
terjadi pada 2 pasien
(<1%) dalam kurun
waktu 1 minggu
pascatrauma
Partus
prematurus
imminens terjadi pada
28%
kasus
bila
trauma
terjadi
sebelum
usia
kehamilan 37 minggu

21

Dikutip dari: Pak LL.5

Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya partus prematurus
imminens pada pasien ini adalah infeksi. Data-data yang didapatkan dari anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya riwayat keputihan
dan peningkatan leukosit sebesar 25.400/mm3 yang mendukung adanya suatu proses
infeksi pada pasien ini.
2. Apakah penyebab solusio plasenta yang terjadi pada pasien ini?
Solusio plasenta didefinisikan sebagai pelepasan dini dari plasenta yang berimplantasi
normal.1

Gambar 3. Solusio Plasenta Parsial tanpa Disertai Perdarahan


Dikutip dari Cuningham.1

Tabel 2. Klasifikasi solusio placenta

22

Grade

0
1
2
3

Perdarahan

Uterine

Hipotensi

Koagulopati

Fetal

secara klinis

tenderness/tetan

pada ibu

pada ibu

distress

Tidak
Ya
Ya atau tidak
Ya atau tidak

y
Tidak
Ya atau tidak
Ya
Ya

Tidak
Tidak
Tidak
Ya

Tidak
Tidak
Jarang
Sering

Tidak
Tidak
Ya
Kematian

Dikutip dari Berghella.4

Secara klinis solusio plasenta dibagi ke dalam berat ringannya gambaran klinik sesuai
dengan luasnya permukaan plasneta yang terlepas, yaitu solusio plasenta ringan, sedang, dan
berat.1,3,9
a. Solusio plasenta ringan
Luas plasenta yang terlepas tidak sampai 25% atau ada yang menyebutkan kurang dari 1/6
bagian. Jumlah darah yang keluar biasanya kurang dari 250 ml. Gejala-gejala sukar
dibedakan dari plasenta previa kecuali warna darah yang kehitamam. Komplikasi
terhadap ibu dan janin belum ada.
b. Solusio plasenta sedang
Luas plasenta yang terlepas telah melebihi 25%, namun belum mencapai separuhnya
(50%). Jumlah darah yang keluar lebih banyak dari 250 ml tetapi belum mencapai 1000
ml. Gejala-gejala dan tanda-tanda sudah jelas seperti nyeri pada perut yang terus-menerus,
denyut janin menjadi cepat, hipotensi, dan takikardi.
c. Solusio plasenta berat
Luas plasenta yang terlepas sudah melebihi 50%, dan jumlah darah yang keluar melebihi
1000 ml. Gejala dan tanda klinik jelas, keadaan umum disertai syok, dan hampir semua
janinnya telah meninggal. Komplikasi koagulopati dan gagal ginjal yang ditandai pada
oligouri biasanya telah ada.
Sebab primer dari solusio plasenta tidak diketahui, tetapi terdapat beberapa keadaan
patologik yang terlihat lebih sering bersama dengan atau menyertai solusio plasenta dan
dianggap sebagai faktor risiko, seperti hipertensi, riwayat trauma, kebiasaan merokok,
usia ibu, dan paritas yang tinggi. 9,10
Tabel 3. Faktor risiko solusio plasenta
23

Faktor Risiko
Meningkatnya usia dan paritas
Preeklampsia
Hipertensi kronik
Ketuban pecah dini
Kehamilan ganda
Hidroamnion
Wanita perokok
Trombofilia
Penggunaan kokain
Riwayat solusio plasenta
Mioma dibelakang plasenta
Trauma abdomen dalam kehamilan

Hubungan dengan risiko


1.31.5
2.14.0
1.83.0
2.44.9
2.1
2.0
1.41.9
37
NA
1025
8 dari 14
Jarang

Dikutip dari Berghella.4

Penyebab utama dari solusio plasenta belum diketahui secara pasti. Meskipun demikian,
beberapa hal yang termasuk dibawah ini diduga merupakan faktor-faktor yang berpengaruh
antara lain:11

Hipertensi esensial atau preeklampsi, pada penelitian di parkland, ditemukan bahwa


terdapat hipertensi pada separuh kasus solusio plasenta berat, dan separuh dari wanita
yang hipertensi tersebut mempunyai penyakit hipertensi kronik, sisanya hipertensi
yang disebabkan oleh kehamilan. Dapat terjadi solusio plasenta cenderung
berhubungan dengan adanya hipertensi pada ibu.

Faktor trauma, trauma pada perut adalah faktor resiko mayor untuk solusio plasenta.
Trauma dapat berkaitan dengan kekerasan rumah tangga dan kecelakaan kendaraan
bermotor.

Faktor usia Ibu, makin tua umur ibu, makin tinggi frekuensi hipertensi menahun.

Kebiasaan merokok, Ibu yang perokok juga merupakan penyebab peningkatan kasus
Solusio plasenta sampai dengan 25%. Ini dapat diterangkan pada Ibu yang perokok
plasenta menjadi

tipis, diameter menjadi luas dan beberapa abnormalitas pada

mikrosirkulasinya.

Riwayat solusio plasenta sebelumnya, hal yang sangat penting dan menentukan
prognosis Ibu dengan riwayat solusio plasenta adalah bahwa resiko berulangnya

24

kejadian ini pada kehamilan berikutnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ibu
hamil lainnya yang tidak memiliki riwayat solusio plasenta sebelumnya.
Solusio plasenta pada pasien ini terlihat dari USG pada hari ketujuh perawatan pasien, dan
makin meluas pada hari kesepuluh perawatan. Pasien ini memiliki faktor risiko terjadinya
solusio plasenta yaitu adanya preeklamsia berat dimana hal ini dapat meningkatkan terjadinya
solusio plasenta sebesar 2,1 sampai 4 kali dibandingkan dengan kehamilan yang normal.12
Pada pasien ini dilakukan pematangan serviks dengan menggunakan misoprostol dan solusio
plasenta yang terjadi dikhawatirkan dapat berasal dari penggunaan misoprostol tersebut.
Namun dari beberapa penelitian yang telah dilakukan antara lain penelitian Begona Martinez
de Tejada, dkk. (2009)13 disimpulkan bahwa penggunaan misoprostol pada wanita hamil
dengan preeklamsia berat terbukti aman dan tidak menyebabkan terjadinya solusio plasenta.
Penelitian retrospektif Mamoru Morikawa, dkk. (2013)14 juga melaporkan bahwa penggunaan
uterotonik tidak berkaitan dengan peningkatan kejadian solusio plasenta. Penelitian Johnson
Chen15 dengan sampel sebanyak 4.649 ditemukan bahwa solusio plasenta hanya terjadi pada 5
pasien atau sebanyak 0,11% dan secara statistik tidak bermakna. Dengan demikian solusio
plasenta pada pasien ini diduga disebabkan oleh preeklamsia berat dan tidak berhubungan
dengan penggunaan misoprosol.15
Tabel 4. Beberapa uji klinis kejadian solusio plasenta pada pemberian misoprostol

Peneliti

Parameter

Mamoru
Kejadian solusio 61857
Morikawa plasenta
,
dkk.
(2013)

Desain
Penelitian
Acak, buta
ganda,
kelompok
kontrol

Begona,
dkk.
(2009)

Kejadian solusio 403


plasenta

Kohort

Johnson
Cheng
(2008)

Kejadian solusio 4649


plasenta

Kohort

Hasil
Penggunaan
uterotonik tidak
meningkatkan
risiko terjadinya
solusio plasenta
Penggunaan
misoprostol pada
preeklamsia
terbukti aman dan
tidak meningkatkan
kejadian solusio
plasenta
Tidak ada
hubungan
bermakna

25

Dikutip dari Morikawa M 14

SIMPULAN
1. Partus prematurus imminens yang terjadi pada pasien ini bukan disebabkan oleh
adanya trauma akibat tindakan kekerasan, tetapi lebih mengarah pada infeksi.
2. Solusio plasenta pada pasien ini disebabkan oleh adanya preeklamsia berat, bukan
disebabkan oleh trauma maupun pemberian misoprostol.

RUJUKAN
1.

Cuningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Spong CS, Dashe JS, Hoffman BL, et al. Editors. Preterm labor.
In: Williams Obstetric. New york: McGraw Hill. 2014; 24: 829-61

26

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Wibowo B, Rachimhadhi T. Kelainan dalam lamanya kehamilan. Wiknjosastro H, Saifuddin AB,


Rachimadhi T. Editor. Dalam: Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
2006; 3: 312-17.
Simhan HN, Berghella V, Iams JD. Preterm labor and birth.In: Moore MR, Lookwood RJ, editors.
Creasy and Resniks Maternal Fetal Medicine. New York: Elsevier. 2008; 6: 624-53.
Berghella V. Preterm birth prevention. In: Berghella V, editors. Obstetric Evidence Based Guidelines.
London: Informa Healthcare. 2012; 2: 150-63.
Hill CC. Trauma in the obstetrical patient: blunt trauma. 2009. Available from:
http://www.medscape.org/viewarticle/701797_6. Diakses tanggal 16 September 2015.
Pak LL, Reeca EA, Chan L. Is adverse pregnancy outcome predictable after blunt abdominal trauma.
Am J obstet gynecol. 1998; 179(5): 1140-4.
Dahmus MA, Sibai BM. Blunt abdominal trauma: are there any predictive factors for abruptio placentae
or maternal-fetal distress. Am J obstet gynecol. 1993; 169(4): 1054-9.
Williams JK, McClain L, Rosemurgy AS, Ccolorado NM. Evaluation of blunt trauma in the third
trimester of pregnancy: maternal-fetal considerations. Obstet gynecol. 1990; 75(1): 33-7.
Ghaheh HS, Feizi A, Mousavi M, Sohrabi D, Mesghari L, Hosseini Z. Risk factor of placental abruption.
J res Med Sci 2013 May; 18(5): 422-26
Lindqvist PG, Happach C. Risk and Risk estimation of placenta abrubtion. European journal of
obstetrics, gynecology, and reproductive biology. 2006; 126(2): 160-4
Berhan Y. Predictors of perinatal mortality associated with placenta previa and placental abruption. J of
pregnancy. 2014; 10 p
Pariente, G, Wiznitzer A, Sergienko R, Mazor M, Holcberg G, Sheiner E. Placental abruption: critical
analysis of risk factor and perinatal outcomes. J maternal-fetal and neonatal med. 2010: 1-5
Tejada BM, Martillotti G, Lapaire O, Hoesli I, Irion O. The risk of placental abruption when using
prostaglandins for cervical ripening in women with preeclampsia: comparing misoprostol versus
dinoprostone. The journal of maternal-fetal and neonatal medicine. 2009; 23(9): 988-93.
Morikawa M, Cho K, Yamada T, et al. Do uterotonic drugs increase risk of abruptio placentae and
eclampsia. Archeves of gynecology. 2013; 289(5).
R. Haryono Roeshadi. Hipertensi dalam kehamilan. Dalam : Ilmu Kedokteran Fetomaternal. Edisi
Perdana. Himpunan Kedokteran Fetomaternal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.
Surabaya, 2004 : 494-499

27