You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA

DALAM KELOMPOK
KELOMPOK 9
1. DESY EVARANI

(121.0023)

2. HANNY HORIZONI

(121.0043)

3. NELI ROSIDAWILDA

(121.0069)

4. RISMIA NINDYA H. B.

(121.0089)

5. YULIANA AFIDAH

(121.0109)

KEPERAWATAN GERONTIK
Suatu pelayanan profesional yang berdasarkan
ilmu dan kiat atau teknik keperawatan yang
berbentuk bio, psiko, sosial, spiritual, dan kultural
yang holistik di tujukan pada klien lanjut usia, baik
sehat maupun sakit pada tingkat individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat. Ilmu yang
mempelajari tentang perawatan pada lansia.

TANGGUNG JAWAB PERAWAT


GERONTIK
Membantu klien lansia memperoleh kesehatan secara
optimal.
Membantu klien lansia memelihara kesehatannya.
Membantu klien menerima kondisinya.
Membantu klien lansia menghadapi ajal dengan
diperlakukannya secara manusiawi sampai meninggal.

DEFINISI
Kelompok khusus merupakan himpunan satu
kesatuan manusia yang hidup bersama, yang
dilandasi oleh kriteria tertentu, seperti: usia, jenis
kelamin, latar belakang pendidikan, pekerjaan,
kepentingan tertentu, kebutuhan yang sama,
hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi,
serta saling tolong menolong untuk mencapai
tujuan yang diinginkan.

PERAWATAN KELOMPOK KHUSUS


Upaya dibidang keperawatan kesehatan masyarakat yang
ditujukan kepada kelompok-kelompok individu yang
mempunyai kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan
kesehatan, kesehatan, serta rawan terhadap masalah
tersebut, yang dilaksanakan secara terorganisir.

SASARAN
1. Penghuni Panti
2. Petugas Panti
3. Lingkungan Panti

PRINSIP DASAR
1. Meningkatkan kemampuan dan kemandirian kelompok khusus
dalam meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
2. Menekankan kepada upaya preventif dan promotif dengan tidak
melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.
3. Pendekatan yang menyeluruh menggunakan proses
keperawatan secara konsisten dan berkesinambungan.
4. Melibatkan peran serta aktif petugas panti, kader kesehatan dan
kelompok sebagai subjek maupun objek pelayanan.
5. Dilakukan di institusi pelayanan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan kelompok khusus di masyarakat terhadap
kelompok khusus yang mempunya masalah yang sama.
6. Ditekankan kepada pembinaan perilaku penghuni panti, petugas
panti, lingkungan panti bagi yang di institusi dan masyarakat
yang mempunyai masalah yang sama ke arah perilaku sehat.

PENGKAJIAN
1. Pengumpulan data
a. Identitas kelompok
b. Masalah kesehatan
c. Pemanfaatan fasilitas kesehatan dalam
pemeriksaan kesehatan
d. Keiukutsertaan dalam upaya kesehatan
e. Status kesehatan kelompok
f. Kondisi sanitasi lingkungan tempat tinggal anggota
kelompok

2. Analisa Data
3. Perumusan Masalah dan Prioritas Masalah

DIAGNOSIS
Berikut ini dasar penetapan diagnosis keperawatan lansia
dalam kelompok:
1. Masalah kesehatan yang dijumpai pada kelompok
dengan mempertimbangkan faktor risiko dan potensial
terjadinya masalah atau penyakit.
2. Kemampuan kelompok dalam memecahkan masalah
dilihat dari segi sumber daya kelompok yang berkaitan
dengan kemampuan finansial, pengetahuan, dukungan
keluarga masing-masing anggota kelompok dan
sebagainya.

INTERVENSI
Dibuat berdasarkan diagnosis keperawatan
dengan melibatkan anggota kelompok yang
bersangkutan. Intervensi keperawatan kelompok
mencakup tujuan keperawatan yang ingin dicapai,
rencana tindakan keperawatan yang akan
dilaksanakan dan kriteria keberhasilan.

IMPLEMENTASI

1. Tindakan keperawatan dapat dilaksanakan oleh tenaga


keperawatan, petugas, pengurus panti, atau kader kesehatan
sesuai dengan wewenang yang diberikan.
2. Dilakukan dalam rangka alih teknologi dan keterampilan
keperawatan.
3. Di institusi lebih ditekankan kepada penghuni panti, pengelola atau
pengurus panti, dan lingkungan panti.
4. Di masyarakat lebih ditekankan kepada anggota kelompok, kader
kesehatan, pengurus kelompok, dan keluarga.
5. Bila ada masalah yang tak tertanggulangi dilakukan rujukan medis
dan rujukan kesehatan.
6. Adanya keterpaduan pelayanan dengan sektor lain.
7. Dicatat dalam catatan keperawatan yang telah ditetapkan.

EVALUASI
Evaluasi dilakukan berdasarkan kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya dalam perencanaan,
membandingkan hasil tindakan keperawatan yang telah
dilaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya, dan menilai efektifitas proses keperawatan
mulai dari tahap pengakajian, intervensi, dan
implementasi.

CONTOH KASUS