You are on page 1of 15

Analisis karir perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

Zainoel Abidin Banda Aceh


Penulis

Yusuf, Muhammad
Pembimbing: dr. Dwi Handono Sulistyo, M.Kes

ABSTRACT : Background: Nurse career is reward given to nursing staff for the service to the hospital.
The management of nurse career begins from planning for placement according to their expertise.
Career management at clinical department is a fundamental element in a health service organization.
A nursing manager has to support nurse self-development in order to get career and job satisfaction.
Objective: To identify the management of nurse career at Dr.. Zainoel Abidin Hospital Banda Aceh.
Method: The study was descriptive qualitative. The main informen of the study were nurses, either
junior, senior of bachelor of nursing. Data were obtained through focus group discussion. Other
informen were the management group. Data were obtained through indepth interview. Result: In
general the commitment of the management of dr.. Zainoel Abidin to nurse career was not yet as
expected. This was indicated from the fact that there was no database of nurse career, there was no
coordination in the management of nurse career and there was no standard operating procedure for
the path of nurse career. Career management did not run well; there was no intention of the
management to register nurses, there was no commitment of the management to actualize
professional nurses and there was no continuous evaluation of nurse career. Conclusion: Commitment
of the management to nurse career was still relatively low. Career management did not run as
expected because of some issues that had not been done by the hospital. The directors of the hospital
should manage career development in planning implementation and evaluation of career continuously.
Keywords: career management, commitment, job satisfaction, nursing staff
INTISARI : Latar Belakang: Karir merupakan bentuk penghargaan kepada tenaga keperawatan atas
pengabdian kepada rumah sakit. Pengelolaan karir perawat dimulai dari perencanaan untuk
penempatan perawat sesuai dengan keahliannya. Pengelolaan karir di lahan klinik merupakan suatu
hal dasar bagi organisasi pelayanan kesehatan. Manajer keperawatan harus mengembangkan diri
perawat, sehingga dapat mencapai kepuasan karir dan kepuasan kerja. Tujuan penelitian: mengetahui
bagaimanakah pengelolaan karir perawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin
Banda Aceh. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriftif, informan utama
penelitian perawat pelaksana yang terdiri perawat junior, perawat senior dan sarjana keperawatan
data diperoleh dengan FGD sedangkan informan pendukung kelompok manajemen data diperoleh
dengan indepth interview. Hasil: komitmen pimpinan terhadap karir perawat secara umum belum
berjalan dengan baik dirumah sakit umum daerah dr. Zainoel Abidin hal ini ditandai dengan belum ada
data base karir perawat, koordinasi belum terjalin baik dalam pengelolaan karir perawat serta belum
ada SOP jalur karir perawat. Pengelolaan karir belum berjalan dengan baik dimana belum ada niat
pimpinan meregistrasi perawat, belum ada keinginan pimpinan untuk mewujudkan professional
perawat serta tidak adanya evaluasi secara berkesinambungan terhadap karir perawat. Kesimpulan:
komitmen pimpinan terhadap karir perawat masih rendah. Pengelolaan karir belum berjalan sesuai
dengan harapan karena hal-hal yang belum dilakukan oleh manajemen rumah sakit. Pimpinan rumah
sakit perlu menata pengelolaan karir dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi karir yang
berkelanjutan. Kata kunci: pengelolaan Karir, komitmen dan Kepuasan perawat .

Kata kunci

Pengelolaan karir,Komitmen dan kepuasan perawat

Program Studi

S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM

No Inventaris

c.1 (0806-H-2009)

Deskripsi

x, 64 p., bibl., ills., 29 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2009

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

PERANAN QUALITY OF WORK LIFE DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN


ORGANISASI AFEKTIF PADA PERAWAT
Penulis

Indriyani Sitompul
Pembimbing: Prof. Asmadi Alsa

ABSTRACT: One way to win the competition is to maintain the health human resources (nurses),
which has been owned by improving organizational commitment. Previous research found that
employees with job satisfaction has a relationship with affective organizational commitment. Quality of
work life also has a positive relationship with affective organizational commitment. This study aimed to
determine whether job satisfaction and quality of work life together be able to be a predictor of
affective organizational commitment of nurses. This study uses field study. The research instrument
used was the scale of affective organizational commitment, job satisfaction scale and the scale of
quality of work life with five alternative answers. Reliability estimation was done by using Cronbach
alpha. The data analysis technique is multiple regression analysis (multiple regression). The results of
this study Freg = 12.794 with p = 0.000 (p <0.01), R2 = 0.318, these results indicate that job
satisfaction and quality of work life together can predict affective organizational commitment and
effective contribution given two independent variables of 31.8%.
INTISARI: Salah satu cara untuk memenangkan persaingan pelayanan kesehatan adalah dengan
mempertahankan SDM (perawat) yang telah dimiliki dengan cara meningkatkan komitmen organisasi.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa karyawan yang mempunyai kepuasan kerja memiliki
hubungan dengan komitmen afektif. Quality of work life juga memiliki hubungan yang positif dengan
komitmen afektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepuasan kerja dan quality of
work life secara bersama-sama mampu menjadi prediktor komitmen afektif perawat. Penelitian ini
menggunakan metode field study. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala komitmen afektif,
skala kepuasan kerja dan skala quality of work life dengan lima alternatif jawaban. Estimasi reliabilitas
dilakukan dengan teknik alpha cronbach. Teknik analisis data adalah analisis regresi ganda (multiple
regression). Hasil penelitian ini FReg = 12,794 dengan p = 0,000 (p < 0,01),R2= 0,318, hasil tersebut
menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan quality of work life secara bersama-sama dapat memprediksi
komitmen afektif dan sumbangan efektif yang diberikan kedua variabel bebas sebesar 31,8%.

Kata kunci

kepuasan kerja, komitmen afektif, quality of work life

Program Studi

S2 Magister Profesi Psikologi UGM

No Inventaris

0280-H-2013

Deskripsi

viii, 31 p., bibl., ills., 29 cm.

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2013

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen perawat terhadap mutu pelayanan keperawatan di


Instalasi rawat inap RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Penulis

Wuryaningsih, Endang
Pembimbing: Sri Werdati, SKM.,M.Kes

ABSTRACT : Background : Dr. Soeradji Tirtonegoro is the General Hospital in Klaten as teaching
hospital are used as practice area for medicine, nursing student and other health profession student.
Nursing is the main profession for hospital service and nurses commitment is leading factor of nursing
service. While the effort to perform nurses commitment are need to identify the influence factors of
nursing service quality. Objectives : The aimed of study, to identify the nurses commitment of nursing
service quality and the influence factors for nursing commitment. Method : Analytic description, and
using respondents are 68 nurses as representative from all wards. The study used questionnaire
instrument with Likert scale. The analyzed data by descriptive statistic and using regression formula.
Result : The hipotesis examination shows that personal characteristic did not match any correlation
with nurses commitment of nursing service quality (p > 0,05) and job climate, compensation and
leadership situation correlate with nurses commitment of nursing service quality (p < 0,05). The last
that the three variables above have result R = 0,281 or 28,1%, it means, the three variables have
result 28,1 % effective contribution to nurses commitment of nursing service quality. Validity test for
the three variables above which has strong correlation with nurses commitment towards nursing
service quality is job climate on sub variable carrier. Conclusions : Job climate is the variable which has
strongest correlation with nurses commitment of nursing service quality especially for carrier as sub
variable of job climate variable. And the level of nurses commitment of nursing service quality are

more of them was in position normative level. Key word : Nurse, Job climate variable, and commitment
of nursing quality.
INTISARI : Latar belakang : RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten merupakan rumah sakit pendidikan,
yang digunakan sebagai lahan praktek bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan dan profesi
kesehatan lainya. Keperawatan merupakan profesi utama dalam pelayanan di rumah sakit, dan
komitmen perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan adalah salah satu faktor yang
menentukan pelayanan keperawatan. Sedangkan upaya untuk peningkatan komitmen perawat
tersebut perlu diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan.
Tujuan : Mengidentifikasi komitmen perawat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian : Diskriptif analitik, dengan responden penelitian
sebanyak 68 orang perawat dari sampel seluruh ruang rawat inap, dan instrumen yang digunakan
adalah kuesioner dengan skala likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil : Hasil uji hipotesis didapatkan bahwa karakteristik personal tidak ada hubungan yang bermakna
dengan komitmen perawat terhadap mutu pelayanan keperawatan (p> 0,05), sedangkan iklim kerja,
kompensasi, situasi kepemimpinan ada hubungan yang bermakna dengan komitmen perawat terhadap
mutu pelayanan keperawatan (p< 0,05), dari ketiga variabel tersebut didapatkan nilai R sebesar
0,281 atau 28,1 %, yang berarti ketiga faktor tersebut ada kontribusi efektif sebesar 28,1% pada
komitmen perawat terhadap mutu pelayanan keperawatan. Uji beda ketiga variabel tersebut, yang
memiliki hubungan paling kuat dengan komitmen perawat terhadap mutu pelayanan keperawatan
adalah iklim kerja pada sub variabel karir. Kesimpulan : Iklim kerja merupakan variabel yang memiliki
hubungan paling kuat dengan komitmen perawat terhadap mutu pelayanan keperawatan terutama
pada sub variabel karir, sedangkan tingkat komitmen perawat sebagian besar ada pada tingkat
normatif. Kata kunci : Perawat, Variabel iklim kerja dan Komitmen mutu pelayanan keperawatan.

Kata kunci

Manajemen Rumah Sakit,Mutu Layanan Keperawatan,Komitmen Perawat

Program Studi

S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit) UGM

No Inventaris

c.1 (0732-H-2008)

Deskripsi

x, 70 p., bibl., ills., 29 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2007

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

Perbedaan Motivasi dan Kepuasan Kerja Perawat Pelayanan Rawat Inap dan Rawat Intensif
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Penulis

Andi Fitri Bahrun


Pembimbing: Dr. Bagus Riyono, M.A

ABSTRACT: The quality of work is determined by motivation and job satisfaction through each
mechanism. Furthermore, motivation and job satisfaction are influenced by five dimensions of job
characteristics. In both care services (inpatient and intensive care unit), 4 out of 5 dimensions of job
characteristics can be specifically studied. Therefore, this study aimed to determine differences in
motivation and job satisfaction among inpatient nurses and intensive care unit nurses. T-test was used
to test the hypothesis of this study. Results showed the value of t = -3.731, p = 0,000 (p 0,05) on
motivation and the value of t = -4.590, p = 0,000 (p 0,05) on job satisfaction. These results indicate
that there are differences in motivation and job satisfaction between inpatient nurses and intensive
care unit nurses. More specifically, motivation and job satisfaction on inpatient nurses is lower than the
motivation and job satisfaction on intensive care unit nurses.
INTISARI: Kualitas hasil pekerjaan ditentukan oleh motivasi dan kepuasan kerja seseorang terhadap
pekerjaan tersebut melalui mekanismenya masing-masing. Lebih lanjut, motivasi dan kepuasan kerja
dipengaruhi oleh 5 dimensi karakteristik pekerjaan. Pada 2 layanan perawatan (rawat inap dan rawat
intensif) 4 dari 5 dimensi karakteristik pekerjaan dapat dikaji secara spesifik. Oleh sebab itu, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi dan kepuasan kerja antara perawat pelayanan
rawat inap dan rawat intensif. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Hasil
analisis data menunjukkan nilai t = - 3,731, p = 0, 000 (p 0, 05) pada motivasi kerja dan nilai t = 4,590, p = 0, 000 (p 0, 05) pada kepuasan kerja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan motivasi dan kepuasan kerja pada perawat pelayanan rawat inap dan rawat intensif. Lebih
spesifik, motivasi dan kepuasan kerja pada pelayanan rawat inap lebih rendah daripada motivasi dan
kepuasan kerja pelayanan rawat intensif.

Kata kunci

motivasi, kepuasan kerja, karakteristik pekerjaan, perawat

Program Studi

S2 Psikologi Profesi UGM

No Inventaris

Deskripsi

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2015

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

Kepuasan kerja perawat di RUmah Sakit Jiwa Prof. HB. Sa'anin Padang
Penulis

Aprizal, Syamsu
Pembimbing: dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH.,DrPH

ABSTRACT : Background: Work satisfaction is an emotional behavior and loving the job, which
reflected by work ethic, disciplinary and work performance. Work discipline of the nurses of Prof. HB.
Saanin Mental Hospital are still low. It can be seen from their low of discipline, They left duties on
working hour or went home before their working hour are over. There were 12 nurses submitted
transfer request over these 5 years with various excuses. In further, it was also found that the low of
nursing service and interest in completing record that could directly impact on service quality. Method:
This research is using a cross sectional study design. Research population are all nursing serving at the
hospitalized instalation of Prof. HB. Saanin Mental Hospital, Padang. The research subject is all of the
functional nurses. Data were analyzed with univariat and bivariat analysis. Result: Result on work
satisfaction among nurses is , satisfactory. All variables especially on incentive were relatetd to level of
work satisfaction. Conclusion: In order to improve work satisfaction, hospital is suggested to conduct
time and motion study to improve nursing recording and to consider nurses work load in incentive
standard. In order to improve work satisfaction on self improvement and human resources aspects,
process of credit calculation and assessment should be improved mapping of nursing staffs in regard
to their education, work period and competency should be performed it is also important to evaluate
nurses and employees is work satisfaction to regulary. Keywords : Work satisfaction, Prof. HB. Saanin
Mental Hospital
INTISARI : Latar Belakang: Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan
mencintai pekerjaan, tercermin dari moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Disiplin Kerja perawat
Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin masih kurang. Hal ini terlihat dari perawat meninggalkan dinas
pada saat jam kerja atau pulang sebelum jam kerja berakhir. Adanya permintaan pindah dalam 5
tahun terakhir sebanyak 12 orang dengan berbagai macam alasan. Selain itu ditemukan juga
rendahnya produktivitas pelayanan keperawatan serta rendahnya minat dalam pendokumentasian
yang berdampak langsung kepada mutu pelayanan. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan
cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Prof. HB.
Saanin Padang. Subyek penelitian seluruh tenaga perawat fungsional. Analisa data secara univariat
dan bivariat. Hasil: Hasil analisis kepuasan kerja perawat Rumah Sakit Jiwa HB.Saanin Padang
menunjukan tingkat kepuasan kerja yang cukup tinggi dengan katagori puas, terutama pada variabel
insentif bila dibandingkan dengan variabel lain. Sedangka variabel terendah adalah masa kerja yang
perlu mendapat perhatian untuk peningkatan mutu pelayanan dimasa yang akan datang. Kesimpulan:
Dalam rangka meningkatkan kepuasan kerja disarankan kepada rumah sakit untuk melakukan time
and motion study atau minimal melakukan pencatatan asuhan keperawatan perawat itu sendiri, untuk
menghitung beban kerja sebagai patokan pemberian insentif. Untuk meningkatkan kepuasan kerja
pada aspek pengembangan diri dan sumber daya manusia disarankan pada tim angka kredit untuk
mensosialisasikan kembali perhitungan angka kredit dan ketepatan waktu dalam pengurusannya, serta
melakukan mapping tenaga pelaksana keperawatan berdasarkan pendidikan, masa kerja, dan

kompetensi. Selain itu untuk memantau kepuasan kerja perawat dan karyawan dilakukan penilaian
secara berkala. Kata kunci : Kepuasan kerja, Rumah Sakit Jiwa Prof.HB.Saanin

Kata kunci

Perawat,Kepuasan Kerja

Program Studi

S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe UGM

No Inventaris

c.1 (0647-H-2008)

Deskripsi

xi, 38 p., bibl., ills., 29 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2008

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

Kepuasan kerja ditinjau dari komitmen terhadap organisasi dan iklim organisasi pada Perawat
RS. Telogorejo Semarang
Penulis

Widhianingtanti, L. Trisni
Pembimbing: IJK Sito Meiyanto, Ph.D

ABSTRACT : Every organization need resource to reach the meaning goal. Human resources always
be a main factor that influencing organization live. Human as the . important thing in organization
should be managed optimaly. But the other side, organization should not forget to fullfill their necessity
. Continually this effort can make increasing job satisfaction. It can be assumption that the progressive
companies will concern about job satisfaction their employee. They thought their employee will have
spirit to work better This research aim to find out, are commitment for organization and organization
climate influence work satisfaction and how far the effect will happend. The subject are regular nurses
in Telogorejo Hospital in Semarang, and choosed 113 participant among them. To reveal job
satisfaction we need job satisfaction questionary with job satisfaction aspec on work, reward,
promotion, supervision, and work ware. Another side to reveal organization commitment. We use
several aspec like affective commitment, normative commitment, and continuity commitment. Finally
to reveal organization climate. We use organization climate questionary with conformity, responsibility,

standard, present, organizational clearence, warmth support and leadership aspec. The validity and
reliability test, on the 30 item of work satisfaction questionary, there are 25 item among then
proclaimed valid and reliable. On the 18 item of organization commitment questionary, there are12
item among then proclaimed valid and reliable. On the 35 item, 21 item among then proclaimed valid
and reliable. By the way standard aspect can be said eliminate. To analize data we used statistic
Program SPS 2000 (Statistic Program Series of 2000) Sutrisno Hadi and Yuni Pamardiningsih edition.
The result of research come to significant relation between organization commitment and organization
climate with job satisfaction (R = 0.694, p=0.00). We can say increasing of organization commitment
and organization climate followed by increasing of job satisfaction of employee. The number of total
effectivity contribution of organization commitment and arganization climate on job satisfaction are
48,1%, and the most variable that give effective contribution is organization climate about 47 %.
INTISARI : Setiap organisasi memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting yang terus menerus dibicarakan.
Menyadari arti penting manusia, maka suatu organisasi harus dapat mengatur dan memanfaatkan
sedemikian rupa potensi manusia yang ada di organisasi. Namun di sisi lain, organisasi harus tetap
memperhatikan kebutuhan manusia. Pemenuhan kebutuhan manusia secara terus menerus dapat
menghasilkan peningkatkan kepuasan kerja. Perusahaan yang ingin maju dan berkembang tentunya
akan memikirkan kepuasan kerja karyawannya, dengan kepuasan kerja yang didapat oleh karyawan
akan menimbulkan semangat karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh gambaran apakah komitmen terhadap organisasi dan iklim organisasi berpengaruh
terhadap kepuasan kerja, dan seberapa besar pengaruhnya. Subjek penelitian ini adalah para perawat
tetap di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Jumlah subjek untuk penelitian ini sebanyak 113 orang.
Untuk menungkap Kepuasan kerja digunakan angket kepuasan kerja dengan aspek kepuasan kerja
terhadap pekerjaan, imbalan, promosi, supervisi, dan rekan kerja. Sedangkan untuk mengungkap
komitmen organisasi digunakan angkat komitmen organisasi dengan menggunakan aspek komitmen
afektif, komitmen normatif, dan komitmen kontinuans. Untuk mengungkap iklim organisasi
menggunakan angket iklim organisasi dengan aspek-aspek konformitas, tanggung jawab, standar,
hadiah, kejelasan organisasi, dukungan kehangatan, dan kepemimpinan. Hasil uji validitas dan
reliabilitas menunjukkan bahwa dari 30 item angket kepuasan kerja 25 item dinyatakan valid dan
reliabel, untuk angket komitmen terhadap organisasi dari 18 item, ada 12 item dinyatakan valid dan
reliabel, sedangkan untuk angket iklim organisasi dari 35 item, ada 21 item dinyatakan valid dan
reliabel. Selain itu, aspek standar dari angket iklim organisasi dinyatakan gugur. Analisa data yang
digunakan dalam penelitian ini analisis regresi melalui program statistik SPS-2000 (Seri Program
Statistik Versi 2000) edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih. Hasil penelitian menunjukkan ada
hubungan positif yang sangat signifikan antara komitmen organisasi dan iklim organisasi dengan
kepuasan kerja (R=0.694, p =0.00). Ini berarti semakin tinggi komitmen organisasi dan iklim
organisasi, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja karyawan. Besarnya sumbangan efektif
total komitmen organisasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja adalah sebesar 48,1%,
sedangkan variabel yang peling banyak memberi sumbangan efektif adalah iklim organisasi yaitu
sebesar 47 %.

Kata kunci

Psikologi Industri,Kepuasan Kerja,Komitmen dan Iklim Organisasi

Program Studi

S2 Psikologi (Psikologi Industri dan Organisasi) UGM

No Inventaris

c.1 (2055-H-2005)

Deskripsi

xiii, 183 p., bibl., ills., 30 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2005

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

PENGARUH IKLIM KERJA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP


MUTU PELAYANAN KESEHATAN PADA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI
ADAM MALIK MEDAN
Penulis

Sonya Paramitha Melinda


Pembimbing: IJK Sito Meiyanto, Ph.D.

ABSTRACT: Quality of service in the hospital is a unique phenomenon because the dimensions and
the indicator may differ among those involved in health care. For nurses, health care can be achieved
when nurses carry out health care standards established hospitals. Standard of health services will be
accomplished if the nurses have a high commitment to the hospital, because one's commitment to the
organization have a direct and positive relationship with the work expected of providing quality
services. In addition the organization should pay attention to the work climate, because the work
environment will create positive feelings that would later bear the involvement of nurses to help
achieve the hospital. The aim of this research is to investigate the effect of organizational work climate
and commitment organization towards the quality of health services of the nurses in Haji Adam Malik
General Hospital Medan (HAMGHM). The samples of the research are 248 persons who work as nurses
in inpatient installation in HAMGHM. In collecting the data the researcher used three kinds of scale, i.e.
the quality of health service scale, organization work climate scale, and organizational commitment
scale. The results of double regressive analysis show that both organization work climate and
organizational commitment altogether could become a predictor to estimate 12.8% with (R 2 ) as
0.358 (p=0.000). Working environment organization can be predictor towards the quality of health
services with effective contribution as 2.2% (p= 0.180). Organizational commitment can be as
predictor towards the quality of health services with the effective contribution as 10.6% (p=0,000).
INTISARI: Mutu pelayanan dirumah sakit merupakan suatu fenomena yang unik sebab dimensi dan
indikatornya dapat berbeda di antara orang-orang yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Bagi
perawat, pelayanan kesehatan dapat tercapai apabila para perawat melaksanakan standar pelayanan
kesehatan yang telah ditetapkan rumah sakit. Standar pelayanan kesehatan tersebut akan terlaksana
apabila para perawat memiliki komitmen yang tinggi pada rumah sakit, karena komitmen seseorang
terhadap organisasi memiliki keterkaitan langsung dan positif dengan hasil kerja yang diharapkan
yaitu memberikan pelayanan yang bermutu. Selain itu organisasi hendaknya memperhatikan iklim

kerja, karena lingkungan kerja yang kondusif akan memunculkan perasaan positif yang nantinya akan
melahirkan keterlibatan perawat untuk membantu mencapai tujuan rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim kerja organisasi dan komitmen organisasi dengan mutu
pelayanan kesehatan pada perawat RSUP Haji Adam Malik Medan. Sampel dalam penelitian ini
berjumlah 248 orang yang bekerja sebagai perawat di instalasi rawat inap RSUP Haji Adam Malik.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga macam skala yaitu skala mutu pelayanan
kesehatan, iklim kerja organisasi dan komitmen organisasi. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan
secara bersama-sama iklim kerja organisasi dan komitmen organisasi dapat menjadi prediktor untuk
memprediksi mutu pelayanan kesehatan sebesar 12.8% dengan (R 2 ) = 0.358 (p=0.000). Iklim kerja
organisasi dapat menjadi prediktor mutu pelayanan kesehatan sebesar 2.2% (p= 0.180). Komitmen
organisasi dapat dijadikan prediktor terhadap mutu pelayanan kesehatan dengan sumbangan efektif
sebesar 10.6% (p=0,000).

Kata kunci

mutu pelayanan kesehatan,iklim kerja organisasi dan komitmen

Program Studi

S2 Psikologi UGM

No Inventaris

1826-H-2011

Deskripsi

vii, 73 p., bibl., ills., 29 cm.

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2011

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi


MM Pus p

Pengaruh motivasi, iklim organisasi dan kompensasi terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit
Umum Panti Bakti Ningsih Klepu
Penulis

Puspitasari, Diana Kumaladewi


Pembimbing: Dra. Neila Ramdhani, M.Si.,M.Ed

ABSTRACT : The objective of this research is figure the influence of:( 1) motivation to nurses
performance, ( 2) organizational climate perception to nurses performance, ( 3) compensation to
nurses performance. Data, used for this research, is primary data, which is collected by using
questionnaires. The research is conducted at RSU Panti Bakti Ningsih Klepu, located at Klepu
Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta, and involved fifty respondents whose criteria has been
determined before using purposive sampling method. Result indicates that nurse performance is
affected by both internal factors and external factors. Internal factors that can influence someone
performance are: levels of education, year of work, received training, and motivation of him/herself to
do a job. While, external factors that can influence someones performance are: jobs compensation
and climate that are in an organization. Employees performance ill be maximum if he/she has attitude
and high achievement motivation. Organization climate that supports work atmosphere will help
employee to improve his/her performance. Compensation can also influence employees performance
by motivates, so employee improves his/her productivity. However, in this research compensation does
not influence nurses performance, because hospital is an organization that in held its function does
not oriented on profit but rather emphasizes on its social function. Analysis to collected data shows
that: (1) there is a positive and significant influence of motivation to nurses performance (t = 3,359; p
< 0,05), (2) there is a positive and significant influence of organizational climate perception to nurses
performance (t = 2,542; p < 0,05), (3) there is no influence of compensation to nurses performance (t
= 1,549; p > 0,05).
INTISARI : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh motivasi terhadap kinerja
perawat, (2) pengaruh persepsi iklim organisasi terhadap kinerja perawat, (3) pengaruh kompensasi
terhadap kinerja perawat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh
dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner. Penelitian ini dilakukan di RSU Panti
Bakti Ningsih Klepu, yang berlokasi di Klepu Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta, dengan
sampel sebanyak 50 perawat yang dipilih secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian,
diketahui bahwa kinerja perawat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang adalah: tingkat pendidikan, masa kerja, pelatihan yang
didapatkan dan motivasi dari dalam diri orang tersebut untuk melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan
faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang adalah: kompensasi dan iklim kerja yang
ada dalam organisasi. Kinerja karyawan akan maksimal jika ia memiliki perilaku dan motivasi
berprestasi yang tinggi. Iklim organisasi yang mendukung suasana kerja akan sangat membantu
karyawan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Kompensasi juga dapat mempengaruhi kinerja
karyawan dengan memotivasi agar karyawan meningkatkan produktivitasnya. Namun, dalam
penelitian ini kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat, karena rumah sakit merupakan
suatu organisasi yang dalam menjalankan fungsinya tidak berorientasi pada profit melainkan lebih
menekankan pada fungsi sosialnya. Analisis terhadap data yang terkumpul memperlihatkan bahwa: (1)
ada pengaruh yang positif dan signifikan dari motivasi terhadap kinerja perawat (t = 3,359; p < 0,05),
(2) ada pengaruh yang positif dan signifikan dari persepsi iklim organisasi terhadap kinerja perawat (t
= 2,542; p < 0,05), (3) tidak ada pengaruh dari kompensasi terhadap kinerja perawat (t = 1,549; p >
0,05).

Kata kunci

Kinerja Perawat,Motivasi dan Iklim Organisasi

Program Studi

Magister Manajemen UGM

No Inventaris

c.1 (1595-H-2007)

Deskripsi

xiv, 65 p., bibl., ills., 29 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2006

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi

Hubungan antara komitmen organisasi dan iklim organisasi dengan kepuasan kerja pada
karyawan Universitas Muhammadiyah Surakarta
Penulis

Satria R.a., R. Yudhi


Pembimbing: Fathul Himam, M.Psi.,MA.,Ph.D

ABSTRACT : This research objective is to find out the correlation between organizational commitment
and organizational climate with the job satisfaction. Job satisfaction functions as a dependent variable
on this research. . There are two variables functioning as independent variables, those are the
commitment and the climate of organization. The hypothesis proposed in this research is divided into
one major hypothesis, that is the correlation between organizational commitment and organizational
climate with the job satisfaction. Two minor hypothesis proposed in the study are the positive
correlation between organizational climate with work satisfaction, and the positive correlation between
organizational climate with the job satisfaction. The sample of this research is included 300 employees
of Muhammadiyah University of Surakarta, acquired by random sampling technique. Data is collected
through questionnaire method and analyzed by regression method. The result of this research
indicates that there is a significant correlation between organizational commitment and organizational
climate with the work satisfaction, while the dominant free variable and the commitment variable
becomes the major contributor in affecting the job satisfaction. The research also indicates that there
is a positive and significant correlation between organizational commitment and the job satisfaction, in
which the continuous and the normative factors become the dominant. This research also proves that
there is a significant correlation between organizational climate with the work satisfaction. The
dominant factors are conformity and organization clarity. The other result of this research indicates
that there is a very significant difference between organizational commiment, organizational climate
and the job satisfaction on many work units where the employees work.
INTISARI : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dan iklim
organisasi kerja dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja berfungsi sebagai variabel tergantung dalam
penelitian ini. Ada dua variabel yang berfungsi sebagai variabel bebas yaitu komitmen organisasi dan
iklim organisasi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terdiri atas satu hipotesis mayor, yaitu
ada hubungan antara komitmen organisasi dan iklim organisasi kerja dengan kepuasan kerja.
Sedangkan hipotesis minor ada dua yaitu pertama, ada hubungan positif antara komitmen organisasi

dengan kepuasan kerja. Kedua ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja.
Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 300 orang karyawan Universitas Muhammadiyah Surakarta,
yang diperoleh dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
metode angket dan dianalisis dengan menggunakan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara komitmen organisasi dan iklim organisasi dengan
kepuasan kerja dengan kedua variabel bebas dominan dan variabel komitmen memberikan kontribusi
paling besar dalam mempengaruhi kepuasan kerja. Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan
positif dan sangat signifikan antara komitmen organisasi dengan kepuasan kerja dengan faktor
kontinuas dan normatif sebagai faktor dominan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa ada hubungan
yang sangat signifikan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja, dengan faktor dominan yaitu
konformitas dan kejelasan organisasi. Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan
yang sangat signifikan antara komitmen organisasi, iklim organisasi dan kepuasan kerja pada berbegai
unit kerja tempat karyawan berkarya.

Kata kunci

Psikologi Industri,Kepuasan Kerja,Komitmen Organisasi dan Iklim Organisasi

Program Studi

S2 Psikologi UGM

No Inventaris

c.1 (3092-H-2004)

Deskripsi

xiii, 142 p., bibl., ills., 30 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2004

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi


T Alf p

Pengaruh aplikasi job characteristic model dan 3M model terhadap komitmen organisasional
dengan dimediasi oleh dukungan perusahaan
Penulis

Alfami, Novel
Pembimbing: Djamaludin Ancok, Prof., Dr., MA

ABSTRACT : Relationships between employees and the company is dynamic, the relationship that
continues to change due to each individual to adjust the attitude about something that happened to
them while working, so between the employee and the company mutually affect one another and
create a condition where the company and each employee need. This association is influenced by
many factors and conditions that do not involve the normal because many individuals and the policies
applied by the company. This study aims to understand the effect of job characteristic model and 3M
model (meaning, mastery, membership) against of commitment to work in mediation with the support
by the company. Research was conducted on 232 employees who work on the division of human
resources. Collecting data is done using a questionnaire. Method in analyzing the data using the
provisions of the Baron and Kenny (1986) significance test that is not directly influence or indirect
effects. Results of research indicate that there is a significant mediation effect between job
characteristic again of commitment to work. Meanwhile, 3M (meaning, mastery, membership) direct
effect on the commitment of the company without the support mediator.
INTISARI : Hubungan antara karyawan dan perusahaan merupakan sesuatu yang dinamis, hubungan
itu terus berubah karena setiap masing-masing pihak menyesuaikan sikap mengenai sesuatu yang
terjadi pada mereka saat bekerja, sehingga antara karyawan dan perusahaan saling mempengaruhi
satu sama lain dan menciptakan suatu kondisi dimana perusahaan dan karyawaan saling
membutuhkan. Keterkaitan ini banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor kondisi yang tidak biasa karena
melibatkan banyak individu-individu dan kebijakankebijakan yang diterapkan oleh perusahaan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh job characteristic model (model karakteristik pekerjaan)
dan 3M (meaning, mastery, membership) terhadap komitmen kerja dengan dimediasi oleh dukungan
perusahaan. Penelitian ini dilakukan terhadap 232 karyawan yang berkerja pada divisi sumber daya
manusia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Metode dalam melakukan
analisis data menggunakan ketentuan dari Baron dan Kenny (1986) yaitu pengujian signifikansi
pengaruh tak langsung atau indirect effects. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan
terdapat pengaruh mediasi dukungan perusahaan antara job characteristic terhadap komitmen kerja.
Sedangkan 3M (meaning, mastery, membership) berpengaruh langsung terhadap komitmen kerja
tanpa dimediasi dukungan perusahaan. Kata kunci: Job Characteristic Model (model karakteristik
pekerjaan), 3M Model (meaning, mastery, membership), dukungan perusahaan, komitmen kerja.

Kata kunci

Job Characteristic model (model karakteristik pekerjaan),3M model (meaning, mastery,


membership),Dukungan perusahaan,Komitmen kerja

Program Studi

S2 Magister Manajemen UGM

No Inventaris

c.1 (3236-H-2009)

Deskripsi

xv, 66 p., bibl., ills., 29 cm

Bahasa

Indonesia

Jenis

Tesis

Penerbit

[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada, 2009

Lokasi

Perpustakaan Pusat UGM

File

Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi