You are on page 1of 8

TUGAS MATA KULIAH

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT

ANALISA PORTER FIVE FORCES MODEL


STUDI KASUS PADA PT. AGRINDO

Oleh :
Imas Qohhar Muzaqqi / 1461020020
Diniar Rellyta A / 1461020047
Victor Maruli S / 1561020022

YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN


UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR
PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN TA. 2014/2015

I. Porter Five Forces Model


Five Forces Model atau yang lebih dikenal dengan Porter Five Forces adalah suatu
metode untuk menganalisis industri dan pengembangan strategi bisnis atau lingkungan
persaingan yang dipublikasikan oleh Michael E Porter, seorang profesor dari Harvard
Business School pada tahun 1979. Menurut Five Forces Model ada lima hal yang dapat
menentukan tingkat persaingan dan daya tarik pasar dalam suatu industri. Daya tarik
dalam konteks ini mengacu pada profitabilitas industri secara keseluruhan. Hasilnya,
setelah analisis dilakukan maka akan dapat di nilai apakah industri tersebut masih
menarik atau tidak menarik.
Menurut Five Forces Model, sebuah industri disebut tidak menarik bila kombinasi
dari five forces menurunkan profitabilitas secara keseluruhan. Sebuah industri disebut
menarik bila kombinasinya menunjukkan profitabilitas yang menjanjikan. Tiga dari
lima Five Forces merujuk pada persaingan dari sumber eksternal. Sisanya adalah
ancaman internal. Lima kekuatan kompetitif yang di analisa dalam Five Forces Model
adalah :
1. Masuknya Kompetitor.
Bagaimana Cara yang mudah atau sulit untuk kompetitor baru untuk mulai
bersaing industri yang sudah ada
2. Ancaman Produk atau Jasa pengganti
Cara mudah masuknya produk atau jasa yang dapat menjadi alternatif dari
produk atau jasa yang sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya lebih
murah.
3. Daya tawar dari pembeli
Bagaimana kuatnya posisi pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan utk
menentukan kemana dia akan melakukan transaksi.
4. Daya tawar dari supplier
Bagaimana kuatnya posisi penjual. Apakah ada banyak supplier atau hanya
beberapa supplier saja, bisa jadi mereka memonopoli supply barang.

5. Persaingan di antara pemain yang sudah ada


Bagaimana kuatnya persaingan diantara pemain yang sudah ada.Apaka ada
pemain yang sangat dominan atau semuanya sama
Diagram Five Forces

II. PT. Agrindo


PT Agrindo adalah sebuah perusahaan yang bergerak di beberapa bidang. Kami
memproduksi mesin-mesin pertanian, suku cadang, dan kelengkapannya. Komitmen
kami adalah memproduksi mesin-mesin pertanian berkualitas dan memuaskan
pelanggan. Kami dengan bangga menyatakan bahwa kami akan terus meningkatkan
mutu dan pelayanan kami.
PT. Agrindo berdiri tahun 1976, berlokasi di desa Bambe, Gresik, Jawa Timur Indonesia. Berdirinya PT Agrindo didukung oleh manajemen yang enerjik dan dinamis

serta pengalaman sejak tahun 1940an. Tidak mengherankan, dalam waktu yang singkat
PT. Agrindo berkembang menjadi beberapa unit-unit produksi baru, yaitu Machinery
Unit, Rubber Roll Unit, Foundry Unit dan Engineering Unit.
Pihak manajemen berkomitmen untuk menerapkan sistem manajemen yang
berkualitas sesuai dengan standar ISO 9001-2000. PT. Agrindo terus berkembang dan
menjangkau tidak hanya pasar domestik tetapi juga pasar internasional.
III.

Analisa Five Forces Model PT. Agrindo


A. Masuknya Kompetitor Baru
Kebijakan Pemerintah dalam pembangunan ekonomi dengan menempatkan
agribisnis sebagai penggerak ekonomi nasional merupakan daya tarik industri
dan dimanfaatkan sebagai peluang pasar yang menarik. Potensi sumber daya
alam yang dimiliki serta jumlah tenaga kerja yang berada pada sektor ini
merupakan kekuatan potensial yang dapat dikembangkan untuk mendukung
target pertumbuhan ekonomi. Bagi dunia bisnis di satu sisi bidang alat mesin
pertanian, merupakan peluang pasar yang sangat besar. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa daya tarik industri alat mesin pertanian dominan
dipengaruhi faktor politik dan kebijakan pemerintah yang kondusif. Jadi dengan
kondisi tersebut di atas, maka kecil kemungkinannya pendatang baru untuk
dapat memasuki industri ini, karena banyaknya barrier to entry, yang sengaja
dibuat agar tidak meruntuhkan pemain yang sudah ada.
Strategi Manajemen Perusahaan :

Dalam menghadapi para pendatang baru, PT Agrindo terus memperbarui


dan memperkenalkan produk-produk baru dengan tetap mempertahankan
kualitas yang baik.

Selalu mengikuti perkembangan trend di alat pertanian,sehingga dapat


memenuhi kebutuhan para petani.

B. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti


Salah satu produk atau jasa pengganti yang dapat menjadi ancaman perusahaan
yang memproduksi dan menjual mesin mesin pertanian adalah usaha sewa jasa
mesin pertanian. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, usaha jasa penyewaan alat
mesin pertanian mempunyai tingkat keuntungan usaha yang cukup baik.
Penggunaan teknologi modern dalam pengolahan panen dan pascapanen sudah
umum di kalangan petani kelas menengah. Umumnya petani atau pemilik lahan
yang punya di atas lima hektar pasti punya traktor dan thresher. Ternyata saat ini
alat-alat-alat tersebut tidak hanya menjadi monopoli petani berhamparan luas.
Petani kecil pun mulai mengenal dan menerapkan berbagai teknologi untuk
efisiensi panen dan pascapanen lahannya. Harga mungkin menjadi pembatas
bagi mereka. Bagi petani yang tak mampu beli, cukup menyewa dari pengusaha
penyewaan jasa alat mesin pertanian.
Manajemen Strategi Perusahaan :

PT Agrindo berusaha meyakinkan konsumen bahwa dengan membeli alat


pertanian akan lebih menghemat anggaran mereka di kemudian hari
dibandingkan menyewa, dengan strategi garansi 1 tahun produk dan gratis jasa
servis membuat daya tawar produk yang dijual menjadi tinggi di mata
konsumen

PT Agrindo berusaha meningkatkan aspek pemasaran produk di daerah


sehingga produk-produk PT Agrindo selalu tersedia di segala penjuru daerah.

C. Daya Tawar Dari Pembeli


Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya
berprofesi sebagai petani. Pelanggan / klien dari PT. Agrindo terdiri dari
perusahaan swasta dan instansi pemerintahan. Sejak Presiden Joko Widodo
(Jokowi) memasang target swasembada pangan selama tiga tahun, berbagai
upaya dilakukan. Salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan
mekanisasi pertanian sebagai supporting system dalam upaya mencapai target

tersebut. Sejak saat itulah bisnis alat mesin pertanian (alsintan) seperti
mendapatkan darah segar kembali. Selama ini penerapan alsintan seperti
terpinggirkan. Selain pemain di bisnis ini masih sedikit, kegiatan budidaya
pertanian masih dilakukan dengan cara tradisional. Jadi melihat hal di atas jelas
potensi pasar alat pertanian cukup besar dan meningkat dari tahun ke tahun ,
apalagi di Indonesia masih banyak lahan pertanian yang belum diolah secara
modern.
Strategi Manajemen Perusahaan

Secara proaktif mendengarkan kebutuhan konsumen

Menanggapi dengan serius setiap persoalan pelanggan, pembeli, dan


masyarakat.
Selalu aktif mencari masukan, usulan, dan komentar para stakeholder, terutama
dari masyarakat agar dapat menciptakan alat pertanian yang lebih efektif, efisien,
dan tepat guna

D. Daya Tawar Dari Supplier


Dalam proses pembuatan / produksi alat mesin pertanian, PT Agrindo
memproduksi sendiri sebagian komponen komponen yang diperlukan, dan
sebagian lainnya dibeli melalui supplier. Hal ini menyebabkan ketergantungan
PT Agrindo terhadap supplier tidak terlalu besar sehingga PT Agrindo dapat
menekan para supplier untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman dan kualitas
produk yang sesuai standar yang dibuat oleh PT Agrindo.
Strategi Manajemen Perusahaan :
Melalui program manajemen pemasok(Supplier Management Program-SPM) PT
Agrindo mendorong para pemasok agar tepat waktu dalam hal
komponen.
E. Persaingan Antar Kompetitor

pengiriman

Sekarang ini peralatan pertanian yang ada di pasar, sebagian merupakan produk
Import. Pemain besar dalam peralatan pertanian masih didominasi dari negara
Amerika, Jepang Dan Eropa seperti Jumpro Thompson, Harris, Itelco, Thales,
Rohde & Schwarz,Miranda,Sony,Avid dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa daya tarik industri alat mesin pertanian dominan
dipengaruhi faktor politik dan kebijakan pemerintah yang kondusif. Disamping
itu, adanya pengelolaan perusahaan yang mendukung peningkatan perolehan
laba sangat berpengaruh.
Strategi Manajemen Perusahaan :
Untuk memperluas penetrasi pasar PT Agrindo mendirikan lebih
dari 20 cabang penjualan dan servis di setiap daerah di Indonesia,
disamping itu juga menjalin kerja sama dengan dinas pertanian
setempat untuk bimbingan dan pelatihan kepada petani. Sehingga
selain membantu petani, kegiatan tersebut merupakan media promosi
PT Agrindo untuk meningkatkan pertumbuhan pasar dalam ekonomi
global.
PT Agrindo memiliki kemampuan untuk mengantisipasi trend dan
kebutuhan konsumen dengan menggunakan IT di bidang peramalan
pembelian sehingga permintaan dapat terkendali.

IV.

Sistem Informasi yang Dapat Diterapkan pada PT. Agrindo


Di kemudian hari PT. Agrindo berusaha melakukan penerapan solusi di Bidang IT

untuk meningkatkan Efektivitas penjualan dan Efisiensi Perusahaan. Beberapa rencana


tersebut antara lain :
Bidang Pemasaran

: Akan menerapkan Ecommerce agar memudahkan

petani/pengusaha pertanian melakukan pembelian produk dari PT Agrindo


Bidang Pergudangan

: Akan menerapkan Sistem Pergudangan yang teintegrasi

dengan pembelian dan penjualan sehingga memudahkan monitoring barang dan stok
Bidang Relasi Suplier

: Akan menerapkan solusi CRM terintegrasi sehingga

supplier dapat memantau realtime ketersedian stok yang harus segera dikirim ke PT
Agrindo.

Bidang Operasional

: Akan menerapkan

Sistem Penjualan

berbasis PHP MySQL sehingga mempermudah monitoring penjualan.

terintegrasi