You are on page 1of 15

A.

Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus
Anak yang berkebutuhan khusus secara umum dikenal masyarakat umum sebagai anak
luar biasa. Maka terlebih dahulu dibahas tentang hakekat anak luar biasa. Dalam percakapan
sehari-hari orang yang dijuluki sebagai “orang luar biasa” ialah mereka yang memiliki kelebihan
yang luar biasa, misalnya orang terkenal karena memiliki kemampuan intelektual yang luar
biasa, memiliki kreativitas yang tinggi dalam melahirkan suatu temuan-temuan yang luar biasa di
bidang IPTEK, religius, dan bidang-bidang kehidupan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,
dan orang yang mencapai prestasi yang menghebohkan dan spektakuler, misalnya orang yang
berhasil menaklukkan gunung tertinggi didunia, dan sebagainya..
Anak berkebutuhan khusus (ABK) sebagai warga negara Indonesia mempunyai hak dan
kewajiban yang sama dengan anak normal, termasuk berhak memperoleh pendididkan dan belajar
bersama anak anak normal di sekolah umum. Pengintegrasian anak berkebutuhan khusus dengan
anak normal di sekolah umum memerlukan ruangan khusus serta peralatannya, perlu modifikasi
kurikulum, perlu bimbingan khusus, kesiapan dari guru kelas, kesiapan anak-anak normal dan
anak berkebutuhan khusus itu sendiri. Selain itu juga diperlukakan perencanaan yang matang dan
sikap kepala sekolah serta guru-guru yang positif mendukung untuk keberhasilan pendididkan
anak berkebutuhan khusus di sekolah umum. Kenyataannya hal-hal tersebut belum sepenuhnya
ada di sekolah umum dikarenakan beberapa faktor penyebab seperti keterbatasan dana, tenaga,
serta waktu dan keterampilan guru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus.
Berdasarkan hasil peneliian Sri Widati (2001) disimpulkan bahwa guru-guru di sekolah
umum khususnya yang ada anak berkebutuhan khusus belum siap mengajar mereka. Kesiapan
dalam hal ini meliputi pemahaman dan keterampilan dalam mengajar anak berkebutuhan khusus,
sehingga asih banyak ditemukan anak berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan atau
keterlambatan dalam mengikuti pendidikan di sekolah umum.
Dalam dunia pendidikan, kata luar biasa juga merupakan julukan atau sebutan bagi
mereka yang memiliki kekurangan atau mengalami berbagai kelainan dan penyimpangan yang
tidak dialami orang normal pada umumnya. Kelainan atau kekurangan yang dimiliki oleh mereka
ynga disebut luar biasa dapat berupa kelainan dari segi fisik, psikis, sosial dan moral.Kelainan
dari segi fisik dapat berupa kecacatan fisik, misalnya orang tidak memiliki kakisebelah kiri,
matanya buta sebelah, dan sejenisnya.

tunalaras. tunarungu.ABK. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan.lain: tunanetra. layang sosial. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. gangguan perilaku dan emosi (tunalaras). Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik. misalnya orang yang menderita keterbelakangan mental akibat dari intelegensi yang dimiliki dibawah normal) . dalam bentuk hambatan untuk melakukan kegiatan belajar Misalnya. anak ini membutuhkan bantuan. layanan bimbingan konseling. anak yang mempunyai kebutuhan khusus baik yang bersifat temporer maupun permanen akan berdampak langsung kepada proses belajar. kemampuan dan kelemahanya. dan berbagai jenis layanan lainnya yang bersifat khusus. atau ADHD akan berdampak terhadap proses pembelajaran sesuai dengan tingkat kesulitannya. kelainan kecerdasan (tunagrahita giffted dan genius). anak dengan gangguan kesehatan.kedalam. gangguan anggota gerak (tunadaksa).Anak berkebutuhan khusus (dulu disebut sebagai anak luar biasa) didefinisikan sebagai anak yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi kemanusiaan mereka secara sempurna. kesulitan belajar. kesulitan atau gangguan belajar ABK yang disebabkan akibat gangguan penglihatan (tunanetra). tunagrahita.termasuk. lamban belajar (slow learner). Dalam diklat ini terfokus kepada pembahasan kesulitan belajar bagi ABK di sekolah dasar inklusi yang mengalami gangguan belajar spesifik yaitu disleksia. Masalah kesulitan belajar dalam pendidikan kebutuhan khusus . Anak yang mengalami learning disabilities (LD) atau Specific Learning .isyarat. Yang. dan tingkat perkembanganya. layanan pendidikan.antara. atau aspek kejiwaan (psikologis.Kelainan dari segi psikis. tunadaksa. gangguan pendengaran dan bicara (tunarungu/wicara). Karakteristik spesifik student with special needs. Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . Anak luar biasa disebut anak yang berkebutuhan khusus. Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. autis. gangguan prilaku. karena dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kompetensi yang dimiliki.bahasa.

ia memberikan beberapa patokan sebagai pegangan untuk melihat gejala-gejala anak usia 4-6 tahun yang mengalami loncatan perkembangan. Kesulitan belajar merupakan hambatan atau gangguan belajar pada anak atau remaja yang ditandai adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai oleh anak seusianya. 2. Sangat mandiri : para orang tua melaporakan bahwa anak-anak ini sejak masih kecil sekali sudah ingin melakukan segala hal sendiri. kerusakan atau gangguan penglihatan. Anak Berkebutuhan Khusus dapat diketahui dengan cara mengamati Gejala. 3. tetapi sebagiannya lagi mengalami keterlambatan bicara. bahwa kita bisa melihat dari hal-hal berikut ini: 1. anak berkebutuhan khusus diklasifikasikan atas beberapa kelompok sesuai dengan jenis kelainan anak. B. kerusakan atau gangguan pendengaran. Gejala-gejala itu antara lain yang dikemukakan oleh Alja de Bruin de Boer seorang Orthopedagog anak gifted Belanda dalam suatu kongres di Belanda tentang anak gifted tahun 2003. Penggunaan bahasa yang amat baik : sebagian anak berbakat memppunyai perkembangan bicara yang sangat cepat. Mereka duduk dan berjalan lebih dahulu dari teman sekolahnya. namun lambat laun akan segera menyusul ketertinggalannya dan menggunakan bahasa yang sulit seperti “ mesin cuci baju”. dan kelompok anak yang berbakat (Abdul Hadis. gangguan bahasa dan wicara. ketidak mampuan belajar. kelainan fisik.Diificulties (SLD) secara umum dapat diartikan suatu kesulitan belajar pada anak yang ditandai oleh ketidakmampuan dalam mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya dan berdampak pada hasil akademiknya. . klasifikasi tersebut mencakup kelompok anak yang mengalami keterbelakangan mental. dan masih sangat muda sudah dapat bermain dengan material yang kecil-kecil. Motoriknya berkembang dengan baik : umumnya pada usia yang sangat muda. Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam dunia pendidikan luar biasa dewasa ini. 2006 : 4). gangguan emosional. anak ini mempunyai perkembangan motorik yang lebih baik dari anak seusianya.

anak-anak dengan loncatan. Tanggung jawab orang tua adalah mengenal potensi setiap anak dan menciptakan suatu iklim atau suasana di dalam keluarga yang memupuk dan mendorong perwujudan potensi kreatif ini (Utami Munandar. dan selalu ingin memlakukan berbagai hal. (Julia Maria van Tiel. hlm 41) . Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa setiap anak mempunyai pribadi yang unik. Sangat cepat akan pemahaman dan logika analisis: anak-anak yang mempunyai loncatan perkembangan pada usia yang sangat dini mempunyai memori yang sangat baik. 5. 2007. atau Coklat Mars. Dalam berbicara mempunyai perhatian masalah spesifik: cerita-cerita para orang tua tentang anaknya diusia 2 . sejak masih kecil sudah bisa bisa melakukan permainan fantasi. 1998. dan mempunyai kemampuan menghubungkan kejadian satu dengan kejadian lainnya. huruf M ada di Mc Donald. dimana anak-anak lain masih belum mampu. Mempunyai kreatifitas dalam bermain: anak-anak yang mengalami loncatan perkembangan ini.2. Sering mereka sangat sedikit membutuhkan waktu atau jam tidur . Memiliki energi yang luar biasa dan sangat banyak gerak : anak-anak ini bagai anak yang tak pernah lelah. 9. 7. Mora. 6. melalui banyak pertanyaan yang di ajukannya. 8. Lebih cepat berlajar membaca dan berhitung: melalui kemampuan pengenalan. serta daya ingat yang sangat baik. Misalnya: belajar huruf-huruf melalui permainan. setiap anak mempunyai bakat dan minat yang berbeda-beda.4.5 tahun yang sangat sering adalah cerita tentang merek-merek dan tipe mobil. hlm 5).

c. menafsirkan makna suatu informasi baru. a. Hal ini bisa disebabkan oleh: . Banyak murid berkebutuhan khusus mengalami masalah di ruang kelas karena:  Mereka tak bisa membaca dengan baik  Mereka tidak memahami kuliah dan diskusi  Mereka tidak mudah mengonseptualisasi simbol. Beberapa murid memiliki kesulitan untuk berusaha menyelesaikan tugas secara konsisten.  Mereka mungkin tak mampu mengenali perilaku penting saat melihat contoh. Murid berkebutuhan khusus sulit mengikuti instruksi karena:  Mereka mungkin tak mampu memusatkan perhatian dalam waktu yang cukup lama. Karakteristik Siswa Mengalami Kesulitan Belajar Secara umum menurut Torey Hayden (2000) karakteristik siswa berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan belajar dapat dilihat dari hal-hal berikut. dan mengelola perilaku b. misalnya mempertahankan perhatian.  Mereka mungkin tak mampu melihat atau mendengar instruksinya. konsep. mengikuti petunjuk.  Mereka mungkin tak mampu memahami arti perintah itu atau tak bisa membaca dengn baik. atau teori abstrak  Mereka kesulitan mengaitkan pengetahuan baru dengan apa yang sudah mereka ketahui  Mereka mungkin tidak cakap dalam keterampilan dasar yang diperlukan untuk pembelajaran.C.

 Mereka tidak mengerti apa yang diharapkan. Atau. e. merka juga dapat kehilangan ketertarikan terhadap tugas tersebut dan menolak untuk melanjutkan pekerjaan tugas d.  Mereka tidak dapat mengingat apa yang harus dilakukan. .  Mereka menemukan banyak sekali detail-detail yang membingungkan mereka. karena:  Mereka memiliki kesulitan untuk memecah perhatian pada lebih dari satu hal dalam waktu yng bersamaan.  Mereka melupakan petunjuk dan kebingungan menyelesaikan tugas.  Mereka lebih mudah terganggu.  Mereka tidak tahu bagaimana menyimpan materi-materi tugas agar mudah ditemukan.  Mereka mendapatkan masalah ditengah pengerjaan tugas dan enggan untuk meminta pertolongan. Mereka bekerja terlalu lambat dan memakan banyak waktu  Mereka tidak mampu mengantisipasi sumber-sumber dan materi-materi yang diperlukan.  Beberapa materi petunjuk tidak diformat secara jelas di halaman atau buku petunjuk. Murid-murid berkebutuhan khusus kesulitan menyimpan materi-materi pelajaran di kelas karena :  Mereka kekurangan kendali internal. Tugas yang rumit memunculkan masalah beberapa murid berkebutuhan khusus.

h. .f. untuk membatu mereka memahami kata.  Mereka mungkin kesulitan menentukan gagasan utama atau apa yang penting diingat dalam informasi yang dibaca. dan ketidakmapuan-membaca inilah yang menyulitkan mereka memahami soal. dan kalimat yang dibaca. Banyak murid berkebutuhan khusus yang tak bisa membaca sebaik teman-temannya:  Mereka mungkin masih mempelajari keterampilan pengenalan lambang dasar dan pengenalan kata atau strategi pemahaman. frase. Seorang murid berkebutuhan khusus mungkin memahami informasi saat ia mendengarkannya tetapi tidak mampu membaca materi yang diperlukan untuk tugas sekolah. misalnya menghitung dengan jari. g.  Ada materi tertulis yang memberikan tantangan lebih karena tidak tersusun dengan baik.  Mereka mungkin tersesat dalam detail dan bingung dengan cara gagasan dihadirkan dalam teks atau buku referensi. sehinga mereka kesulitan mengingat fakta mendasar. Murid berkebutuhan khusus mungkin kesulitan mempelajari konsep dan proses matematis karena:  Keterampilan prosedural mereka buruk dan mereka bergantung pada strategi yang kekanakan.  Kemampuan ingatan mereka buruk.  Banyak murid yang memiliki ketidakmampuan-matematika juga memiliki ketidakmampuan-membaca.

anak tersebut sulit mengatur pemahaman ketika menerima informasi atau salah memberikan respon. Kesulitan ini biasanya baru terdeteksi setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu. Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik. D. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar . 3) Kalau membaca sering banyak kesalahan Secara harfiah Peer (2002:45) mendefinisikan bahwa siswa yang mengalami kesulitan belajar disleksia adalah kesulitan yang berhubungan dengan kata atau simbol-simbol tulis. disleksia merupakan gangguan akan kemampuan membaca anak berada di bawah kemampuan seharusnya.Secara khusus menurut Direktorat PLB (2000) karakteristik siswa yang mengalami disleksia dapat dilihat dari hal-hal berikut: 1) Perkembangan kemampuan membaca terlambat. Lebih lanjut. Berbeda halnya dengan anak disleksia. Dengan demikian. 2) Kemampuan memahami isi bacaan rendah. seperti masalah penglihatan. Dengan kata lain. maka anak normal kemampuan membaca sudah muncul sejak usia enam atau tujuh tahun. ia sampai usia dua belas tahun kadang mereka masih belum lancar membaca. tetapi mengarah pada bagaimana otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak tersebut. Apabila dibandingkan anak disleksia dengan anak normal dalam hal perkembangan kemampuan membaca. atau kesulitan mengenal hubungan antara suara dan kata secara tertulis. Kelainan ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menghubungkan antara lisan dan tertulis. Paat menjelaskan bahwa anak dengan gangguan belajar disleksia memiliki masalah pada kemampuan meta kognisi.

cemas. pendengaran. sering melihat kedua orang tuanya bertengkar dsb. faktor ekternal di luar diri anak. tidak pernak dihargai. serta anak yang mengalami Keadaan impairment seperti itu menimbulkan hambatan perkembangan intelektual. Anak mengalami kesulitan-kesulitan tertentu untuk belajar karena eksternal. takut yang tidak beralasan dan sebagainya. Faktor Eksternal Hambatan belajar pada seorang anak bisa disebabkan oleh faktor-faktor di luar diri anak itu sendiri. tidak bisa menyatakan bahwa dia tidak mengerti sesuatu karena takut. dan faktor internal dan eksternal. sehingga merintangi anak untuk belajar. kesulitan atau ketidakmampuan tertentu (disability). anak sering mendapat perlakuan kasar. gelisah. b.Hambatan belajar yang dialami oleh setiap anak bisa disebabkan oleh faktor internal pada diri anak itu sendiri. Keadaan seperti ini dapat menimbulakan kehilangan kepercayaan diri. Misalnya. tidak . sering diolok-olok. anak tidak memiliki keberaian untuk bertanya mesikipun ada yang ingin ia tanyakan kepada gurunya. dan gangguan pada pada gerak motorik. Faktor Internal Hambatan belajar bisa terjadi akibat adanya kerusakan secara fisik pada diri anak (impairment). misalnya kehilangan fungsi penglihatan. sulit untuk memusatkan perhatian. Bentuk-bentuk hambatan belajar yang dapat teridentifikasi akibat dari keadaan seperti itu misalnya. a.

Singkat kata.Pendidikan luar biasa akan sesuai hanya apabila kebutuhan siswa tidak dapatdiakomodasi dalam program pendidikan umum. dan/atau strategi mengajar yang khusus. Ketika seorang anak diidentifikasi mempunyai kelainan. pendidikan luar biasa adalah program pembelajaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu siswa. pembelajaran yang tidak sesuai dengan gaya belajar anak. pengalaman belajar di kelas yang sangat keras dan sangant kompetitif. Sudah dapat dipastikan bahwa hambatan belajar yang dialami oleh anak ini akan berakibat lebih buruk pada perkembangan hasil belajar anak. Hal itu dikemukakan karena siswa berkebutuhanpendidikann khusus tidak secara otomatis memerlukan pendidikan luar biasa. peralatan. Pendidikan luar biasa berarti pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak penyandang cacat.dapat mengikuti intruksi. pengalaman belajar di kelas yang terlalu mudah. . Misalnya seorang anak yang mengalami gangguan perkemabngan intelektual (internal) belajar pada lingkungan kelas yang keras dan kompetip (eksternal). Faktor Internal dan Eksternal Hambatan belajar bisa terjaidi karena komibinasi antara faktor intenal dan faktor eksternal.layanan. Dalam Encyclopedia of Disability (2006:257) tentang pendidikan luar biasa dikemukakan sebagai berikut: “Special education means specifically designed instruction to meet the unique needs of a child with disability”. Faktor eksternal lainnya yang dapat menjadi hambatan belajar bagi seorang anak seperti. Mungkin dia memerlukan penggunaan bahan-bahan. tidak dapat mengemukakan pendapat atau keinginan secara lisan karena tidak berani. kurikulum yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak secara personal . c. dan ketidaktersediaan sumber belajar dan media pembelajaran. Anak-anak seperti ini tidak mungkin dapat belajar dengan benar. sehingga tidak ada tantangan untuk belajar lebih lanjut. pendidikan luar biasa sewaktu-waktu diperlukan. Anak menghadapi dua hambatan belajar secara bersamaan.

maupun siswa non berkebutuhan khusus. masyarakat. mereka akan berusaha setengah mati untuk memahami kondisi anak dan memikirkan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka. seorang anak yangkurang lihat memerlukan buku yang hurufnya diperbesar. Bagi para pengajar.kecerdasan. E. Berdasarkan Undang-Undang RepublikIndonesia Nomor 20 Tahun 2003. Salah satu program pendidikan yangdilakukan untuk mengatasi isu diskriminasi dalam bidang pendidikan adalah pendidikan inklusi.karena guru berinteraksi secara langsung dengan para siswa. akan diijinkan untuk terlibat dan kemajuan anak selama prasekolah. pendidikan adalah usahasadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan.Sebagai contoh. Pendidikan luar biasa merupakan salah satu komponendalam salah satu sistem pemberian layanan yang kompleks dalam membantu individuuntuk mencapai potensinya secara maksimal. sebagai orang tua. pengendalian diri. langkah-langkah yang akan mereka lakukan adalah : . 2. Cara menangani anak berkebutuhan khusus 1. tentang sistempendidikan nasional. kepribadian. serta keterampilanyang diperlukan dirinya. akhlak mulia.Guru merupakan salah satu tokohpenting dalam praktek inklusi di sekolah.seorang siswa dengan kesulitan belajar mungkin memerlukan waktu tambahan untukmenyelesaikan pekerjaannya. baik siswa yang berkebutuhan khusus. bangsa dan negara. Orang tua harus bisa mempercayai pengajar dan merasa yakin bahwa mereka. seorang siswa dengankelainan fisik mungkin memerlukan kursi dan meja belajar yang dirancang khusus. Bagi orang tua. seorang siswa dengan kelainan padaaspek kognitifnya mungkin akan memperolah keuntungan dari pembelajarankooperatif yang diberikan oleh satu atau beberapa guru umum bersama-sama denganguru pendidikan luar biasa. Contoh yang lain.

b. penyedia layanan pendidikan bertanggungjawab menjamin sikap positif terhadap perbedaan dan keragaman. Salah satu kegiatan yang memiliki peranan penting dalam kegiatan pendidikan anak usia dini adalah kegiatan bimbingan.a. Menjalin kerjasama dengan pihak lain. Memberikan kesetaraan kesempatan. c. atau tempat anak tersebut dilindungi oleh Pemerintah Lokal. kerjasama antara pengajar dengan orang tua sangat penting untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran anak dan memastikan adannya respons cepat pada setiap kesulitan. Oramg tua dan keluarga merupakan tempat paling nyaman untuk anak. Menjalin kerjasama dengan orang tua. pengajar perlu bekerja sama dengan pengajar dari pihak lain misalnya dinas kesehatan masyarakat lokal. tidak hanya supaya setiap anak bisa bergabung dan tidak dirugikan.(Chris Dukes dan Maggie Smith. Terkait denagan permasalahan anak. berikut beberapa bentuk bimbingan yang dapat dilakukan. namun juga supaya mereka belajar sejak dini untuk menghargai keragaman yang dimiliki orang lain dan tumbuh dengan memberikan sumbangan positif untuk masyarakat. Kegiatan bimbingan bagi anak dapat dijadikan sebagai salah satu cara membantu guru dalam memantau proses. Periksa . dan pengajar harus mendukung hubungan penting ini dengan cara saling berbagi informasi dan menawarkan dukungan pembelajaran di rumah. baik oleh guru maupun orang tua dalam membantu mengatasi permasalahan anak tersebut : 1. kemajuan dan perbaikan hasil belajar anak secara berkesinambungan sehingga dapat memberikan umpan balik bagiguru dalam menyempurnakan proses pembelajaran. untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan serta menggunakan pengetahuan dan saran mereka guna memeberikan perlindungan sosial kepada anak melalui kesempatan dan lingkungan belajar terbaik untuk anak.2009:3-6).

baik secara psikologis. mengajarkan strategi meningkatkan memori. Merancang lingkungan rumah kondusif . Oleh karena itu. memberikan disiplin yang konsisten. Misalnya memberikan pujian apabila anak makan dengan tertib atau berhasil melakukan sesuatu yang benar. 7. variatif. kinestik). dan selalu memonitor perilaku anak. auditori. kemana sebenarnya tujuan dari keaktifannya. 5. peta pikiran dan insight. mnemoik. 6. Yang penting adalah mengenali bakat atau kecenderungan perhatiannya secara dini. praktik langsung. Perlu menambah pengetahuan tenytang gangguan mengenai perkembangan dan jenis gangguan anak. Jangan dilarang semuanya karena membuat anak menjadi frustasi. menyenangkan. jangan panik. ikutkan saja. gangguan dari luar minimal menggunakan media penanganan yang menarik sesuai dengan modalitas anak (visual. Membangkitkan kepercayaan diri Jika mampu. Tujuannya agar bisa lebih memahami sikap dan perilaku anak. kata kunci. Mengenali arah minatnya Jika dia bergerak terus. 3. ini juga bisa dipelajari.Tidak semua tingkah laku yang bemasalah digolongkan gangguan. kognitif (intelektual) maupun fisiologis. ada baiknya keluarga mengikuti support group dan parenting skill-training. dan catat baik-baik. sesuai dengan minat anak. 2. serta apa yang dibutuhkan anak. Pahami Untuk bisa menangani anak yang mengalami gangguan. Telaten Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran untuk menghadapi anak yang memilik gangguan psikologis. Tujuannya untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. 4. menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku. seperti menggunakan penguasa positif. Meminimalisir stimulasi yang dapat mengacaukan pikiran dan konsentrasi Anak diupayakan tenang terkendali.

Fakultas Psikolgi Universitas Airlangga Polloway. 2009 Utami Rini. Untuk itulah orang tua diciptakan. memperjelas instruksi. lingkungan fisik nyaman. Jangan Biarkan Anak Kita Berkesulitan Belajar.Menjauhkan benda berbahaya/tajam. Yogyakarta:IKAPI. Sikap Guru Terhadap Pendidikan Inklusi Ditinjau Dari Faktor Pembentukan Sika. karakter dan tentunya anak yang berkebutuhan khusus. (2013). memberi contoh. E Patton. . mempertahankan kontak mata. Syafridha. memfasilitasi anak yang normal untuk menjadi role model. menyederhanakan instruksi. (2001). menjelaskan tujuan/target dengan jelas. Yogyakarta: IKAPI. (7th ed). 2006 Yusuf Munawair. “Anak-anak tidak bahagia karena tidak ada sesuatu pun yang tidak diperhatikan. Buku Pintar Kesehatan Anak. 2006 Elisa. Jangan Biarkan Anak Kita Berperilaku Menyimpang. Agar kita lebih bijak dalam memberikan pelayanan khusus dalam menghadapi kasus anak yang berkebutuhan khusus. Strategies For Teaching Learners With Special Needs. Tumbuh Di Tengah Badai. Yogyakarta: IKAPI. Yogyakarta: IKAPI. 2010 Moechiam Herniawatty. monitoring perlu dilakukan untuk memberi masukan pada penanganan lebih lanjut. memastikan adanya sisi menarik pengajaran. (2nd ed). memberikan pekerjaaan yang menantang. Kita sebagai calon pendidik harus tahu bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan minat bakat.” DAFTAR PUSTAKA Fadhli Aulia.

Task. (2008). 1-51).Upper Saddle River. CR. Boston : Allyn And Bacon . NJ: Merill/Prentice Hall Smith. pp. Definition And Prevalence In Learning Disabilities : The Interaction Of Learner. History. (4th ed. And Setting.