You are on page 1of 12

PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA

PADA KEPERAWATAN KRITIS
OLEH :
Noor Fadila. A. Pellu
Rahayu Soamole
Marhawa
Nurlaila Siuta
Surianti Buton
Yulismayanti

KELOMPOK
III

PEMBAHASAN
Defenisi
Pendidikan kesehatan identik dengan penyuluhan
kesehatan karena keduanya berorientasi pada
perubahan perilaku yang diharapkan yaitu perilaku
sehat, sehingga mempunyai kemampuan mengenal
masalah kesehatan dirinya, keluarga dan
kelompoknya dalam meningkatkan kesehatannya.
Beberapa pengertian pendidikan kesehatan antara
lain :

• Menurut Asrul Azwar
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan
yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan,
menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak
saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan
bias melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya
dengan kesehatan
• Menurut Departemen Kesehatan
Penyuluhan kesehatan adalah gabungan dari sebagian
kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsipprinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana
individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara
keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana
caranya dan melakukan apa yang bias dilakukan
secara perseorangan maupun kelompok dan meminta
pertolongan bila perlu

Pengkajian dan Penatalaksanaan
Keperawatan

Untuk meningkatkan keefektifan
penyuluhan, perawat dapat
menggunakan rencana tujuh tahap
berikut ini untuk pengkajian dan
penatalaksanaan.
1. Motivasi
Motivasi untuk mengajar harus dikaji
dalam dua area yaitu Motivasi intrinsik
dan Motivasi ekstrinsik.

2. Kesenjangan Pengetahuan
Pengkajian terhadap kesenjangan
pengetahuan meliputi pengenalan
terhadap kebutuhan apa yang
dipikirkan dan mempelajari efek
perubahan perilaku. Pada rencana
tahap ini, penting untuk pasien dan
keluarganya mengenali keuntungan
dalam mempelajari pengetahuan
baru, ketrampilan baru, dan perilaku
baru

3. Kesiapan belajar
Tahap kesiapan belajar terdiri dari :
1. Tingkat adaptasi pasien terhadap
penyakit
2. Tingkat ansientas pasien
3. Tingkat perkembangan
4. Kesempatan untuk mempraktikan
pengetahuan dan keterampilan baru

4. Sumber yang tersedia
Pengkajian yang hati-hati terhadap adanya sumber-sumber
mempunyai efek yang penting pada hasil belajar pasien.
Tanpa penilaian realistis tentang sumber-sumber, perawat
menggunakan waktu mengajar yang dapat dinilai pada
aktivitas pasien yang tak mungkin untuk melaksanakannya
dalam sekali waktu. Alat-alat, biaya yang cukup, nilai dan
pengaruh budaya, pengaruh keluarga dan dukungan
masyarakat yang mungkin akan membutuhkan perkiraan
yang hati-hati untuk meyakinkan pelaksanaan rencana
belajar dengan sukses. Sebagai contoh, bila perawat
sedang mengajar pasien bagaimana menurunkan
karbohidrat atau konsumsi garam, perawat harus
menemukan jenis makanan (contoh menu makan) dan cara
menghidangkannya. Informasi ini dapat digunakan untuk
pasien dan keluarga menyusun program diet makanan
mereka.

5. Penyusunan tujuan bersama
Selama fase penyusunan tujuan
bersama, pasien dan perawat
membuat kontrak tentang apa yang
harus dipelajari dan bagaimana
mereka akan tahu bahwa materi
khusus telah dipelajari. Pengertian di
kembangkan tentang apa yang
dilakukan perawat untuk membantu
pasien mempelajari dan apa yang
harus pasien perbuat untuk
memenuhi tujuan yang dibuat.

6. Perubahan psikomotor (kepatuhan)
Pencapaian perubahan psikomotor atau
pemenuhan pasien adalah satu dari kebanyakan
aspek kesulitan dalam proses belajar mengajar
pasien. Pada pasien dengan penyakit serius,
pemenuhan khusus membutuhkan perubahan
pola hidup jangka panjang yang sulit. Sebagai
contoh, perawat yang mencoba menurunkan 3
kg berat badan pada masa liburan akan merasa
frustasi, tetapi situasi ini tidak dapat
dibandingkan dengan pasien yang mengalami
pengobatan penyakit berat dan harus
menghilangkan berat badan serta
mempertahankannya pada 25 kg.

7. Umpan balik
Umpan balik berguna untuk evaluasi
peningkatan dan perubahan tujuan.
Umpan balik yang tepat waktu lebih
mendorong daripada umpan balik
yang terlambat dan lebih berguna
dalam membantu pasien melawan
godaan untuk melaluinya. 

Partisipasi Keluarga

Meskipun sebelumnya lebih
memfokuskan pada pasien. Tiap
langkah belajar ini dan konsepnya juga
harus dilaksanakan oleh keluarga dan
lainnya yang terlibat dengan pasien
dalam aktivitas sehari-hari. Seringkali,
hal ini perlu dan dapat dievaluasi untuk
kesamaan pengetahuan dan
keterampilan semua orang dengan
pasien, khususnya bila pasien terlibat
dalam perubahan pola hidupnya.