You are on page 1of 10

BAB II

PEMBAHASAN

PENATALAKSANAAN PASIEN GANGGUAN KULIT
Asuhan keperawatan untuk pasien gangguan dermatologic mencakup penggunaan
obat-obat topikal serta sistemik, kompres basah, kompres khusus lainnya dan terapi
rendaman.
Mencegah Kerusakan pada Kulit Sehat. Sebagian masalah kulit diperburuk
secara nyata oleh pemakaian sabun dan air. Karena itu, kebiasaan mandi yang
dilakukan secara rutin harus diubah menurut keadaan kulit.

Kulit yang terkelupas dengan daerah deskuamasi yang lebar atau kecil sangat
rentan untuk mengalami kerusakan karena zat-zat kimia dan trauma.

Jika dilakukan dengan kuat, gesekan handuk cukup memicu respons inflamasi
yang akut sehingga setiap lesi yang sudah ada dapat meradang dan meluas. Jadi,
hakekat perawatan dan perlindungan kulit pada saat memandikan penderita kelainan
kulit adalah menggunakan sabun bayi yang lembut dan berlemak (superfatted mild
soap) atau larutan antiseptik pengganti sabun dan memastikan pembilasan sabun
sebelum mengeringkan bagian kulit yang basah dengan handuk yang lembut.
Pemakaian sabun deodoran harus dihindari pada pasien-pasien ini.
Perhatian khusus harus diberikan ketika kita hendak mengganti kompres. Kapas
yang dicelupkan dalam minyak akan membantu melepaskan krusta (kerak),
menghilangkan eksudat atau membebaskan kasa yang kering dan melekat. Kasa
kompres dapat pula dibasahi dengan larutan salin steril atau larutan yang diresepkan
dokter sehingga kasa tersebut menjadi lunak dan dapat dilepaskan dengan perlahanlahan.

dan tindakan penjagaan yang benar harus dipatuhi sebelum diagnosisnya berhasil ditegakkan. Pada keadaan yang kronik dimana permukaan kulit tampak kering dan bersisik. Balutan basah Balutan basah (kompres basah pada kulit) biasanya dilakukan untuk lesi inflamasi yang akut dan mengeluarkan sekret. preparat yang digunakan adalah emulsi larut-air. Meskipun beberapa jenis lesi genital bersifat menular. Kepada pasien diberitahukan untuk segera menghubungi dokter jika pemakaian obat atau kompres tampaknya mengiritasi kelainan tersebut. Kompres basah akan : (1) mengurangi inflamasi dengan menimbulkan kontriksi pembuluh darah (sehingga mengurangi vasodilatasi dan aliran darah setempat pada daerah inflamasi). Keberhasilan atau kegagalan terapi kulit biasanya bergantung pada instruksi yang memadai serta motivasi pasiennya dan perhatian serta dukungan dari petugas kesehatan. Lesi kulit yang berpotensi menular harus ditangani secara ketat dengan memperhatikan risiko penularan infeksi. Pembuangan dengan benar setiap kasa yang terkontaminasi harus dilaksanakan menurut protokol yang sudah ditetapkan.Mencegah Infeksi Sekunder. A. kebanyakan diantaranya hanya merupakan iritasi yang ringan. Membalikkan Proses Inflamasi. .  Perawat dan dokter harus memenuhi tindakan kewaspadaan universal dan mengenakan sarung tangan yang bersih atau steril ketika melakukan inspeksi atau mengganti kasa pembalut. sebaiknya kita memakai kompres basah dan larutan untuk meredakan inflamasi. Tipe lesi kulit (merembes. Terapi harus diganti jika responsnya terlihat. terinfeksi atau kering) biasanya menentukan apakah lesi tersebut memerlukan pengobatan lokal atau sistemik. Balutan Untuk Gangguan Kulit 1. Kompres tersebut bisa steril atau nonsteril (bersih) menurut keadaannya. merah serta bengkak) dan merembes. salep dan pasta. Biasanya jika terdapat inflamasi kulit yang akut (panas. Sebagian lesi dengan pembentukan pus akan mengandung bahan yang menular. krim.

Kompres basah umumnya mengandung air ledeng yang bersih atau larutan salin dengan suhu kamar. Sejumlah kasa penahan kelembaban sudah dibubuhi dengan larutan sialin. vaselin. Kemudian kasa dilepas tanpa dibasahi terlebih dahulu agar krusta. pustule dan ulseratif di samping untuk berbagai kelainan inflamasi. Meskipun sebagian kompres basah harus ditutupi untuk mencegah evaporasi. kedua belah tangan perawat harus dicuci dahulu dan sarung tangan yang steril atau bersih dikenakan. Sebelum kasa untuk kompres ditempelkan. asam asetat 5% dan natrium hipoklorit (larutan Dakin). Namun demikian. Kompres basah hingga kering dilakukan untuk menghilangkan eksudat dari luka erosi atau ulkus. kebanyakan kompres ini dibiarkan terbuka terhadap udara. (3) mempertahankan drainase pada daerah yang terinfeksi. almunium asetat (larutan Burowi). sebagian kasa tersebut memiliki reservoar yang dapat menahan eksudat yang berlebihan (Eaglestein. hidrojel dan anti-mikroba sehingga . Preparat lain yang digunakan adalah larutan perak nitrat. kalium permanganat. bahaya selalu ada karena bentuk kompres ini bukan hanya melunakkan tetapi juga dapat menimbulkan maserasi pada kulit yang ditutupi. dan (4) meningkatkan proses kesembuhan dengan memfasiltasi gerakan bebas selsel epidermis lewat kulit yang sakit sehingga terbentuk jaringan granulasi yang baru. 1993). Kompres terbuka memerlukan penggantian yang sering karena evaporasi berlangsung dengan cepat. salin-zink. Kompres tertutup lebih jarang diganti. krusta dan skuama. Kompres basah dilakukan untuk kelainan kulit yang bersifat vesikuler.(2) membersihkan kulit dari eksudat. Kasa dibiarkan pada tempatnya sampai kasa tersebut kering. Kini kasa penahan kelembaban (moisture-retentive dressing) yang sudah diproduksi secara komersial dapat melaksanakan fungsi yang sama seperti kompres basah kendati lebih efisien untuk menghilangkan eksudat karena kecepatan transmisi kelembaban-uap air yang lebih tinggi. eksudat atau pus dari lesi kulit tetap melekat pada kasa tersebut dan terlepas bersama dengannya. bulosa.

suhu pada daerah tersebut dapat dipertahankan untuk waktu yang lebih lama. sebagian lagi dapat didiamkan selama seminggu. sebagian besar kasa penahan-kelembaban dapat didiamkan di tempatnya selama 8 hingga 12 jam. Kalau dokter menghendaki pelaksanaan kompres yang basah dan hangat. kompres tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan bahan katun atau muslin yang halus yang dipotong dan dilipat agar kasa tersebut tebalnya dua hingga empat kali lipat. Obat-obat yang segera dioleskan pada kulit yang basah sesudah kompres basah dilepas akan diabsorpsi lebih cepat daripada obat yang dioleskan pada kulit yang kering. daerah kulit yang dikompres harus diobservasi dengan cermat untuk menjaga agar kulit tersebut tidak terbakar. Kompres basah biasanya dilaksanakan selama sekitar 20 menit. Jika digunakan kompres tertutup. digulung dan dipakai. Bila kompres basah dipilih sebagai pengganti kasa penahankelembaban.kulit tidak perlu disalut lagi untuk menghindari maserasi. Kompres dilakukan kembali setiap 5 hingga 10 menit untuk menjamin kelembaban yang terus-menerus. Bergantung pada produk yang digunakan dan tipe kelainan dermatologik yang dialami. Kasa tersebut dicelup dengan larutan yang diresepkan dokter. Keuntungan yang utama pada pemakaian kasa penahan-kelembaban dibandingkan kompres basah adalah berkurangnya frekuensi penggantian kasa yang diperlukan. . Biasanya kompres basah dibiarkan dingin pada suhu kamar. bagian yang dikompres dapat ditutup dengan handuk steril untuk menjaga agar kasa kompres tetap berada di tempatnya dan selanjutnya bagian tersebut dilindungi dengan lapisan plastik yang tipis. tiga hingga empat kali sehari selama fase akut kecuali bila dokter menghendaki prosedur yang lain. tidak lebih dari sepertiga luas tubuh yang boleh diobati secara topikal pada waktu yang sama. Dengan cara ini. Jika daerah kulit yang akan diobati sangat luas. kehangatan tubuh pasien harus dipertahankan. atau kasa yang tersedia secara komersial dapat digunakan.

Daerah lesi dibuat kedap udara dengan memakai lembaran plastik yang tipis (seperti plastik pembalut). sarung tangan vinil. Tubergauze) yang dapat dipakai untuk membalut jari tangan. bentuk tubuh serta permukaan kulit. Plester bedah dari plastik yang mengandung kortikosteroid pada lapisan perekat dapat dipotong menjadi ukuran tertentu dan ditempelkan pada setiap lesi. (2) mengoleskan obat pada lesi ketika kulit tersebut berada dalam keadaan basah.Bahan-bahan kompres yang sudah dipakai harus dibuang menurut aturan yang dikeluarkan oleh produsennya. Lembaran plastik itu tipis dan mudah beradaptasi dengan semua ukuran tubuh. Kasa harus dilepas selama 12 jam dari setiap 24 jam untuk mencegah penipisan kulit (atrofi). Untuk memasang kasa di rumah. kasa atau plester kertas agar bagian tepinya tersegel. 2. Biasanya stadium akut dermatitis akan mereda setelah menjalani pengobatan selama 48 hingga 72 jam. Balutan oklusif Balutan oklusif dapat dibuat atau diproduksi secara komersial dari potongan kain penutup atau kasa yang steril atau nonsteril dan harganya tidak begitu mahal. telangiektasia (lesi yang merah dan kecil akibat pelebaran pembuluh darah) dan maserasi. pasien harus mendapatkan intruksi berikut: (1) mencuci daerah yang sakit. Kasa ini dipakai untuk menutup obat topikal yang dioleskan pada dermatosis (lesi kulit yang abnormal). striae (guratan mirip sabuk). Perawatan di Rumah. kantong plastik). (3) menutupi dengan lembaran plastik (misalnya. plastik pembalut. jari . Kompres basah yang dilanjutkan lebih lama dari waktu ini dapat menimbulkan kekeringan kulit. Umumnya plastik pembalut ini tidak boleh digunakan lebih 12 jam dalam sehari. dan (4) menutupi dengan pembalut elastik. kemudian mengeringkannya. Bentuk kasa lain yang digunakan untuk menutupi obat topikal mencakup kain katun yang lunak dan kasa katun yang bisa direnggangkan (Surgitube.

skuama serta obat lama dan untuk meredakan inflamasi serta rasa gatal yang menyertai dermatosis akut. Tangan dapat dibungkus dengan sarung tangan vinil atau polietilen sekali pakai yang disegel di daerah pergelangan tangan. maka obatobat topikal dapat sering digunakan.kaki. tangan serta kaki. hidung serta mulut dapat dipertahankan di tempatnya dengan tali kasa yang disispkan lewat lubang kecil yang dibuat pada keempat sudut masker tersebut. B. C. Topi plastik yang biasa dipakai sebagai tutup rambut pada waktu mandi dapat digunakan untuk mempertahankan kasa pembalut pada kulit kepala. kaki dapat dibungkus dengan memasukkannya ke dalam kantong plastik yang kemudian dibungkus dengan kaus kaki katun. Farmakoterapi 1. dapat digunakan kain katun yang di atasnya dilapis oleh stoking yang bisa diregangkan. Untuk berbagai tipe terapi rendaman dan pemakaiannya. Masker muka yang dibuat dari kasa dengan lubang pada bagian mata. Mandi Terapeutik (Balneoterapi) Rendaman yang dikenal dengan istilah balneoterapi dapat digunakan jika lesi mengenai daerah kulit yang luas. Beberapa obat dengan konsentrasi yang tinggi dapat dioleskan langsung pada bagian kulit yang sakit dengan sedikit absorpsi sistemik sehingga efek samping sistemiknya juga sedikit. Suhu air rendaman harus nyaman bagi pasien. atau kasa yang dibuat secara komersial bisa digunakan dan dilekatkan di tempatnya atau dipertahankan dengan pelindung kasa. Kalau daerah tubuh yang akan dibalut cukup luas. Balutan aksiler dapat dibuat dari kain katun. beberapa obat mudah diserap lewat kulit dan dapat menimbulkan . Obat-obat topikal Karena kulit mudah diakses sehingga mudah pula diobati. bentuk terapi ini dilakukan untuk menghilangkan krusta. dan lama terapi rendaman tidak boleh lebih dari 30 menit karena perendaman dan pencelupan cenderung menimbulkan maserasi kulit. Kain atau popok sekali pakai yang dilipat dengan cara seperti melipat popok sangat bermanfaat untuk membalut daerah inguinal dan perineum. Namun demikian.

losion dapat mengerak dan membentuk endapan pada kulit. Losion memiliki dua tipe: suspensi yang terdiri atas serbuk dalam air yang perlu dikocok sebelum digunakan. kepatuhan pasien umumnya tinggi. setiap respons yang tidak dikehendaki harus segera dilaporkan dan pemakaian obat-obat tersebut dihentikan. dan salep dipakai ketika inflamasi menjadi kronik dan kulit menjadi kering dengan terjadinya deskuamasi serta likenifikasi (penebalan seperti bahan kulit hewan yang diawetkan). Karena losion mudah dipakai. Linimen. zink oksida. 1991). Meskipun kerja medisnya singkat. Suspensi seperti kalamin akan memberikan efek pendinginan yang cepat dan pengeringan ketika preparat tersebut mengevaporasi sehingga terbentuk lapisan tipis bedak pada kulit yang sakit. Losion biasanya dioleskan langsung pada kulit tetapi kasa yang dicelupkan ke dalam losion dapat ditempelkan pada daerah yang sakit. bentonit atau pati jagung dan ditaburkan pada kulit dengan alat pengocok atau spons katun. akan mencegah pergerakan dan dapat digunakan untuk tujuan ini (MacKie. Jika dibiarkan di tempatnya untuk waktu yang lama. Bedak biasanya memiliki bahan dasar talk. Karena preparat topikal dapat memicu dermatitis kontak alergika pada orang yang sensitif. bedak merupakan preparat higroskopis yang menyerap serta menahan kelembaban kulit dan mengurangi gesekan antara permukaan kulit dan seprei. salep dan bedak yang mengandung obat (medicated) kerapkali digunakan untuk mengobati lesi kulit. losion yang ditambahi minyak. Krim dapat berupa suspense minyak-dalam-air atau emulsi air-dalamminyak dengan unsur-unsur untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur . Umumnya kompres basah dengan atau tanpa obat dipakai dalam stadium yang akut. krim. Losion harus dioleskan setiap 3 hingga 4 jam sekali untuk mendapatkan efek terapeutik yang dipertahankan. Losion kerapkali dipakai untuk memperbarui minyak kulit yang hilang atau meredakan pruritus. losion dan krim hanya digunakan untuk stadium subakut. Losion. dan larutan jernih yang mengandung unsur-unsur aktif yang bisa dilarutkan sepenuhnya.efek sistemik.

Tabel 54-2 memuat daftar preparat topikal yang sering digunakan. pasien diajarkan untuk mengoleskan atau mengaplikasikan obat dengan perlahan-lahan tetapi seksama dan kalau perlu menutup obat yang sudah dioleskan itu dengan kasa agar pakaian tidak dikotori. Preparat ini dipakai untuk memberikan efek pelembab dan emolien. Baik pasta maupun salep dioleskan dengan spatel kayu atau dengan tangan yang memakai sarung tangan. Krim minyak-dalam-air mudah dioleskan dan biasanya secara kosmetik paling dapat diterima oleh pasien. Kedua bentuk tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi seperti dermatitis kontak. Pada semua tipe preparat topikal. Jel merupakan emulsi semisolid yang menjadi cair ketika dioleskan pada kulit. Salep bersifat menahan kehilangan air dan melumas serta melindungi kulit. Kortikosteroid banyak dipakai dalam pengobatan kelainan dermatologik untuk memberikan efek anti-inflamasi. Preparat spray dan aerosol dapat digunakan untuk lesi yang luas. Pasta melekat pada kulit tetapi sulit dihilangkan tanpa menggunakan minyak seperti minyak zaitun atau minyak mineral. Bentuk preparat topikal ini secara kosmetik dapat diterima oleh pasien karena tidak terlihat setelah dioleskan dan juga tidak terasa berminyak serta tidak menimbulkan noda. antipruritus dan vasokontriksi (Litt. Pasien diajarkan untuk mengoleskan obat ini .(MacKie. Emulsi air-dalam-minyak lebih terasa berminyak dan lebih disukai untuk mengeringkan serta mengelupaskan dermatosis. bentuk preparat topikal ini lebih disukai untuk kelainan kulit yang kronis atau terlokalisasi. 1993). Sebagian besar preparat topikal steroid diresepkan dalam bentuk jel karena jel tampaknya lebih efektif untuk menembus kulit ketimbang preparat kulit yang lain. Bentuk ini akan mengisat ketika mengenai kulit sehingga harus digunakan dengan sering. Meskipun krim dapat digunakan pada muka. Pasta merupakan campuran bedak dengan salep dan digunakan pada keadaan inflamasi. Krim umumnya dioleskan pada kulit dengan tangan. 1991). bentuk ini cenderung menimbulkan efek yang mengeringkan.

menurut pedoman pemakaian yang ketat. Di samping itu. Penipisan kulit terjadi akibat kemampuan kortikosteroid untuk menghambat sintesis kolagen kulit (Litt. Efek samping sistemik dapat mencakup hiperglikemia dan gejala sindrom Cushing (Litt. tetapi striae dan telangiektasis merupakan efek samping yang permanen (MacKie. Proses penipisan tersebut dapat dibalikkan dengan menghentikan pemakaian obat. Penyerapan kortikosteroid topikal akan meningkat kalau kulit berada dalam keadaan hidrasi atau daerah yang sakit ditutup dengan kasa penahankelembaban atau kasa oklusif. efek anti-inflamasi pada pemakaian kortikosteroid dapat mengaburkan gejala pada infeksi virus atau jamur. menggunakannya dengan seperlunya kendati harus digosokkan pada bagian yang sakit dengan seksama. Terapi intralesi Terapi intralesi terdiri atas penyuntikan suspensi obat yang steril (biasanya kortikosteroid) ke dalam atau tepat di bawah lesi. dan hipertrikosis (pertumbuhan rambut yang berlebihan). striae (guratan mirip sabuk). rosasea karena steroid (yang ditandai oleh lesi di sekitar hidung serta pipi). atau kalau digunakan untuk waktu yang lama pada daerah yang sensitif (Litt. Meskipun terapi . MacKie. 1993). Preparat kortikosteroid yang kuat (fluorinasi) harus dioleskan dengan hati-hati pada wajah karena dapat menimbulkan dermatitis mirip-akne yang dikenal sebagai dermatitis perioral. 1993. khususnya kalau obat tersebut diabsorpsi lewat kulit yang mengalami inflamasi atau ekskoriasi di bawah kasa oklusif. dan telangiektasis (lesi kecil berwarna merah yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah). 1993). Penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek-samping lokal maupun sistemik. Pemakaian kortikosteroid topikal di sekitar mata harus dilakukan dengan hati-hati karena pemakaian jangkapanjang dapat menyebabkan kelainan seperti glaukoma atau katarak. 2. 1991). 1991). Efek samping yang lokal dapat berupa atrofi dan penipisan kulit.

Obat sistemik yang sering digunakan lainnya adalah preparat antibiotik. keloid dan akne sistika. . analgesik dan sitotoksik. sedatif serta tranquilizer. Kadangkadang preparat imunoterapi dan antifungal diberikan lewat terapi intralesi. Lesi kulit yang diobati dengan terapi intralesi mencakup psoriasis. 3. Obat sistemik ini mencakup preparat kortikosteroid untuk terapi jangka-panjang bagi dermatitis kontak atau pengobatan jangka-panjang dermatosis kronik seperti pemfigus vulgaris. Obat-obat sistemik Obat sistemik juga diresepkan untuk kelainan kulit. atrofi lokal dapat terjadi jika obat tersebut disuntikkan ke dalam lemak subkutan. antifungal.ini mungkin memberikan efek anti-inflamasi. antihistamin.