You are on page 1of 1

2 Nutrisi Yang Dibutuhkan Dalam Proses Penyembuhan Luka

Nutrisi yang tidak adekuat dapat mengganggu proses penyembuhan. Misalnya


penghambatan respon imun dan opsonisasi bakteri. Defisiensi asam askorbat merupakan
penyebab gangguan penyembuhan luka yang paling sering. Asam askorbat merupakan
suatu kofaktor dalam hidroksilasi prolin menjadi asam aminohidroksi prolin pada sintesis
kolagen dalam penambahan molekul oksigen. Jaringan parut lama, memiliki aktifitas
kolagenase yang lebih tinggi dari pada kulit normal. Oleh sebab itu pada pasien skorbut,
jaringan parut akan retak lebih dahulu dibandingkan kulit normal. Terapi penggantian
vitamin c secara agresif harus segera dilakukan setelah tauma mayor unutk mencegah
komplikasi penyembuhan luka.
Zat besi merupakan unsur yang penting untuk penyembahan luka yang sesuai. Besi
jaga diperlukan untuk berlangsungnya hidroksilase reisdu prolin. Kalsium dan magnesium
dibutuhkan untuk aktivasi kolagenase dan sintesis protein secara umum. Faktor esensial
lain untuk penyembuhan luka adalah suplai oksigen yang adekuat. Kebanyakan
penyembuhan luka yang kronik dapat diatasi secara efektif dengan meningkatkan
oksigenisasi jaringan.
1. Sumber: Schwart 2, spencer. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Badah. Edisi 6.
Jakarta : EGC. 2000. h 139-140