You are on page 1of 46

EKG MENGANCAM JIWA

ADEES

IRAMA DARI VENTRIKULAR

• Umumnya sudah termasuk gangguan
irama mengancam jiwa
• Penanganan pertama pastikan alat
tersambung dengan benar,
Treatment patien not monitor.
• Golden time kurang dari 3 menit

VENTRIKEL FIBRILASI

Kriteria :
• Irama : Tidak teratur
• Frekuensi ( HR ) : Tidak dapat dihitung
• Gelombang P : Tidak ada
• Interval PR : Tidak ada
• Gelombang QRS : Tidak dapat dohitung,
bergelombang & tidak teratur

Asistol
Kriteria
Irama :tidak terlihat adanya aktivitas ventrikel
PR: tidak dapat ditetapkan; terkadang terlihat
adanya gelombang P, tetapi berdasarkan
definisinya gelombang R harus tidak tampak
Kompleks QRS: tidak terlihat defleksi yang
konsisten dengan suatu kompleks QRS

Pulseless Electrical Activity /PEA .

12 detik) cepat (> 100 per menit) atau lambat (60 permenit) .Kriteria : • Irama menunjukkan aktivitas listrik/depolarisasi ventrikel (tapi bukan VF/VT tanpa dneyut) • Umumnya tidak seteratur irama sinus normal • Dapat sempit(QRS <0.10 mm) atauu lebar (QRS > 0.

.

Supraventrikular takikardi (SVT) Kriteria : • Pada SVT denyut jantung ini berkisar antara 150-250 denyut per menit. • Denyut jantung yang reguler • Komplek QRS sempit (QRS < 0.12 detik atau 3 kotak kecil) .

Atrial Flutter .

atau kombinasinya) . melainkan diganti oleh pola gigi gergaji yang dihasilkan oleh focus di atriumyang melepaskan impuls dengan cepat • Kompleks QRS : konfigurasinya normal dan waktu hantarannya juga normal • Irama : regular atau irregular. 3:1.Kriteria : • Frekuensi : 250-400/menit • Gelombang P : tidak ada. tergantung jenis penyekatnya (misal 2:1.

Atrial Vibrilasi .

10 detik) .06-0.Kriteria :  Rate     : Atrial: ≥ 350 x/mnt  Rhythm       : tidak teratur  P Waves     : gelombang f (fibrilasi): gelombang gelombang P yang tak teratur  PR Interval   : Tidak ada  QRS           : Normal (0.

.

Sinus Bradikardia .

Kriteria Gambaran Pada EKG • Perhatikan strip di atas. Terdapat gelombang P di tiap QRS dengan irama yang regular • Aksis dan morfologi P normal • Interval PR konstan • Heart Rate < 60 x / menit .

04 detik) • Interval PR : memanjang > 0.08 detik) .04-0.20 detik • Gelombang QRS : normal (0.AV Blok AV Block derajat 1 Kriteria : • Irama : sinus • Heart Rate : biasanya 60-100 kali/menit • Gelombang P : normal (0.

.

AV blok derajat 2 tipe Mobitz 1 (Wenchenbach) Kriteria : • Irama : sinus • Heart Rate : biasanya < 60 kali/menit • Gelombang P : normal. ada gelombang P yang tidak diikuti QRS • Interval PR : semakin lama semakin panjang kemudian blok • Gelombang QRS : normal .

.

ada gelombang P yang tidak diikuti QRS Interval PR : normal atau memanjang secara konstan diikuti blok Gelombang QRS : normal .AV blok derajat 2 tipe Mobitz 2 Kriteria : • Irama : sinus • Heart Rate : biasanya < 60 kali/menit • Gelombang P : normal.

.

yang biasanya menimbulkan kegawatan adalah AV blok derajat 2 dan 3 . dibedakan heart rate gelombang P dan • kompleks QRS • Gelombang P : normal.Total AV Blok Kriteria : • Irama : sinus • Heart Rate : biasanya < 60 kali/menit. tapi gelombang P dan QRS berdiri sendiri • Interval PR : berubah-ubah/tidak ada • Gelombang QRS : normal dari bradikardi.

.

Ventrikel Takikardia/ VT Kriteria : Frekuensi : 150-200 x/menit Irama regular Tidak ada gelombang P Komplek QRS lebar atau lebih dari normal .3.

Idioventrikular Rhytm Ciri-cirinya : Irama regular Frekwensi 20 .1.40 /menit Tidak ada gelombang P Komplek QRS lebar or lebih dari normal .

RR interval regular .2. Accelerated Idioventrikular Ciri-cirinya : Irama regular Frekwensi antara 40 .100 x/menit Tidak ada gel P Komplek QRS lebar atau lebih dari normal.

Ventrikel Takikardia/ VT Ciri-cirinya : Irama regular Frekwensi 100-250x/menit Tidak ada gelombang P Komplek QRS lebar atau lebih dari normal .3.

LANJUTAN • Takikardia Ventrikel Disritmia ini disebabkan oleh peningkatan iritabilitas miokard. • Takikardia ventrikel sangat berbahaya dan harus dianggap sebagai keadaan gawat darurat. . Penyakit ini biasanya berhubungan dengan penyakit arteri koroner dan terjadi sebelum fibrilasi ventrikel. seperti PVC. Pasien biasanya sadar akan adanya irama cepat ini dan sangat cemas.

Denyut ventrikel dapat bergabung dengan QRS normal. • Gelombang P : Biasanya tenggelam dalam kompleks QRS. tetapi dapat juga terjadi takiakrdia ventrikel ireguler . dengan kemungkinan hantaran retrograde ke jaringan penyambung dan atrium. bila terlihat. Kontraksi ventrikel tidak berhubungan dengan kontraksi atrium. tidak slealu mempunyai pola yang sesuai dengan QRS. • Hantaran : Berasal dari ventrikel. menghasilkan denyut gabungan.lebar dan aneh. • Kompleks QRS : Mempunyai konfigurasi yang sama dengan PVC. • Irama : Biasanya regular. dengan gelombang T terbalik.LANJUTAN • Karakteristik • Frekwensi : 150 sampai 200 denyut per menit.

Kardioversi perlu dilakukan bila terdapat tanda-tanda penurunan curah jantung. Penyebab iritabilitas miokard harus dicari dan dikoreksi segera. . Obat antidisritmia dapat digunakan.LANJUTAN • Terapi yang akan diberikan dtentukan oleh dapat atau tidaknya pasien bertoleransi terhadap irama yang cepat ini.

.4. VT Polymorphic Ciri-cirinya : Irama regular irregular Lainya sama dengan VT.

5. Ventrikel Fibrilasi/VF Ciri-cirinya : Irama chaotic atau kacau balau No denyut jantung .

LANJUTAN VF • Fibrilasi Ventrikel Fibrilasi ventrikel adalah denyutan ventrikel yang cepat dan tak efektif. dan tidak ada respirasi. Pada disritmia ini denyut jatung tidak terdengar dan tidak teraba. . Polanya sangat ireguler dan dapat dibedakan dengan disritmia tipe lainnya. maka dapat terjadi henti jantung dan kematian bila fibrilasi ventrikel tidak segera dikoreksi. Karena tidak ada koordinasi antivitas jantung.

• Gelombang P : Tidak terlihat. tak terkoordinasi dan tak efektif. • Irama : Sangat ireguler dan tidak terkordinasi.LANJUTAN VF Karateristik : • Frekwensi : Cepat. • Hantaran : Banyak focus di ventrikel yang melepaskan impuls pada saat yang sama mengakibatkan hantaran tidak terjadi. Ventrikel hanya memiliki gerakan yang bergetar. tanpa pola yang khusus. . tidak terjadi kontraksi ventrikel. Penanganan segera adalah melalui defibrilasi. • Kompleks QRS : CEpat. undulasi iregulertanpa pola yang khas (multifokal).

Torsade de pointes • Ciri-cirinya : Irama irregular Frekwensi lebih dari 200x/menit Komplek QRS lebar Keadaan ini sangat cepat dan berubah ke VF atau asystole .6.

denyut nadi dan pernapasan.7. · Hantaran : Kemungkinan. · Irama : Tidak ada. . transvena atau eksternal. Tanpa penatalaksanaan segera. · Gelombang P : Mungkin ada. Resusitasi jantung paru (CPR) perlu dilakukan agar pasien tetap hidup. Karakteristik : · Frekwensi : tidak ada. asistole ventrikel sangat fatal. Tidak ada denyut jantung. · Kompleks QRS : Tidak ada. Diperlukan pemasangan pacemaker secara intratoraks. berikan atropine secara intravena. Asistole Ventrikel • • • Pada asistole ventrikel tidak akan terjadi kompleks QRS. Efinefrin (intrakardiak) harus diberikan secara berulang dengan interval setiap lima menit. tetapi tidak dapat dihantarkan ke nodus AV dan ventrikel. hanya melalui atrium. Natrium bikarbonat diberikan secara intravena. Untuk menurunkan stimulasi vagal.

VENTRIKEL EKSTRA SISTOLE(PVC) • Kontraksi Prematur Ventrikel Kontraksi ventrikel premature (PVC) terjadi akibat peningkatan otomatisasi sel otot ventrikel. asidosis. demikian perhatian terletak pada kenyataan bahwa kontraksi premature ini dapat menyebabkan disritmia ventrikel yang lebih serius. hipoksia. Namun. demam. latihan. Biasanya pasien merasa berdebar-debar teapi tidak ada keluhan lain. • PVC jarang terjadi dan tidak serius. • PVC bisa disebabkan oleh toksisitas digitalis. hipokalemia. atau peningkatan sirkulasi katekolamin.8. .

.Lanjutan PVC • Pada pasien dengan miokard infark akut. Fase hantaran gelombang T ini dikatakan sebagai fase yang peka. · Terjadi berpasangan atau triplet · Terjadi pada fase hantaran yang peka. • Gelombang T memperlihatkan periode di mana jantung lebih berespons terhadap setiap denyut adan tereksitasi secara disritmik. PVC bisa menjadi precursor serius terjadinya takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel bila : · Jumlahnya meningkat lebih dari 6 per menit · Multi focus atau berasal dari berbagai area di jantung.

berdurasi lebih dari 0.100 denyut /menit.LANJUTAN Karakteristik : • Frekwensi : 60 . • Hantaran : Terkadang retrograde melalui jaringan penyambung dan atrium. • Kompleks QRS : Biasanya lebar dan aneh. atau mungkin memiliki berbagai bentuk konfigurasi bila terjadi dari multi focus di ventrikel. 10 detik. Mungkin berasal dari satu focus yang sama dalam ventrikel. • Gelombang P : Tidak akan muncul karena impuls berasal dari ventrikel. • Irama : Ireguler bila terjadi denyut premature .

LANJUTAN • Untuk mengurangi iritabilitas ventrikel. atau quinidin mungkin efektif untuk terapi jangka panjang. prokainamid. harus ditentukan penyebabnya dan bila mungkin. dikoreksi. • Obat anti disritmia dapat dipergunakan untuk pengoabtan segera atau jangka panjang. . • Obat yang biasanya dipakai pada penatalaksanaan akut adalah lidokain.

MACAM MACAM VES/PVC • Bigemini Ventrikel Bigemini ventrikel biasanya diakibatkan oleh intoksikasi digitalis. MI akut. dan CHF. Istilah bigemini mengacu pada kondisi dimana setiap denyut adalah prematur . penyakit artei koroner.

.

Penanganan bigemini ventrikel adalah sama dengan PVC karena penyebab yang sering mendasari adalah intoksikasi digitalis. Bigemini ventrikel akibat intoksikasi digitalis diobati . sehingga penyebab ini harus disingkirkan atau diobati bila ada.TRIGEMINI VENTRIKEL • Bila terjadi denyut ektopik pada setiap denyut ketiga maka disebut trigemini. tiap denyut keempat. quadrigemini.

.

. • Kompleks QRS : Setiap denyut adalah PVC dengan kompleks QRS yang lebar dan aneh dan terdapat jeda kompensasi lengkap. • Gelombang P : Seperti yang diterangkan pada PVC. • Hantaran : Denyut sinus dihantarkan dari nodus sinus secara normal. namun PVC yang mulai berselang seling pada ventrikel akan mengakibatkan hantaran retrograde ke jaringan penyambung dan atrium. • Irama : Ireguler.LANJUTAN Karakteristik : • Frekwensi : Dapat terjadi pada frekwensi jantung berapapun. tetapi biasanya kurang dari 90 denyut per menit. dapat tersembunyi dalam kompleks QRS.