You are on page 1of 3

onsultasi Perpajakan

Penyusutan Komputer dan Sejenisnya
MENGINGAT masih ada beberapa pembaca yang menanyakan
permasalahan mengenai penyusutan komputer, printer, scanner,
dan sejenisnya maka dalam rubrik kali ini, khusus akan dibahas
permasalahan tersebut. Pada umumnya permasalahannya dapat
diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Kelompok yang menggunakan
metode penyusutan ''garis lurus''. Mereka ingin mendapat
penjelasan mengenai nilai perolehan (sebagai dasar penyusutan),
apakah untuk penyusutan mulai April 2002 berdasarkan nilai
perolehan lama atau ada nilai perolehan baru?
2. Kelompok yang menggunakan metode penyusutan ''saldo
menurun'' yang ditanyakan adalah nilai sisa buku untuk
penghitungan dengan tarif baru, apakah nilai sisa buku awal
tahun atau nilai sisa buku awal tahun dikurangi penyusutan
Januari hingga Maret 2002?
Seperti yang telah kita ketahui bahwa dengan terbitnya SK
Menkeu No. 138/2002 tanggal 8 April 2002 tentang Perubahan
Kep Menkeu No. 520/2000 tanggal 18 Desember 2000 tentang
Jenis-jenis harta yang berwujud bukan bangunan untuk
keperluan penyusutan, komputer, printer, scanner, dan
sejenisnya yang semula masuk dalam kelompok II, kini masuk
kelompok I.
Peraturan pelaksanaannya mengenai hal tersebut diatur SE Dirjen
Pajak No. SE-07/PJ.42/2002 tanggal 8 Mei 2002 tentang
penghitungan penyusutan atas komputer, printer, scanner, dan
sejenisnya.
Penghitungan penyusutan atas komputer, printer, scanner, dan
sejenisnya yang telah dimiliki dan dipergunakan dalam
perusahaan sebelum 1 April 2002 adalah sebagai berikut: a.
Penyusutan berdasarkan ketentuan lama (penyusutan kelompok
II) berlaku hingga Maret 2002.
b. Penyusutan berdasarkan ketentuan baru (penyusutan
kelompok I) berlaku mulai April 2002, dengan tetap

Beban penyusutan tahun 2002 adalah untuk Januari hingga Desember 2002.000 = Rp 7. Penyusutan tahun 2002 = Rp 8.000. menurut hemat kami setelah dikonfirmasikan kepada pihak yang berwenang.000.000 = Rp 1. Oleh karena itu.500.000.000.000.000. April-Desember 2002 = 9/12 x 25% x Rp 40. . b. = Rp Rp. Dalam SE-07/PJ. Penghitungan penyusutan tahun 2002 adalah: a. dan seterusnya tetap menggunakan nilai perolehan yang lama dengan kata lain tidak ada nilai perolehan baru.menggunakan sisa masa manfaat semula yang akan mengalami penyesuaian/percepatan secara otomatis.750.500. Penyusutan dengan metode garis lurus Januari-Maret 2002 = 3/12 x 12. 7.000 = Rp. Untuk lebih jelasnya. karena saat penyusutan adalah awal tahun (Januari 2002). 10.5% x Rp 40.000.250.000. nilai perolehan harta/aktiva untuk dasar penyusutan tahun 2002. Sedangkan dasar penyusutan yang menggunakan metode saldo menurun untuk masa/ periode April s/d Desember 2002 tetap menggunakan nilai sisa buku awal tahun.42/2002 mengenai nilai aktiva sama sekali tidak diatur. kami sampaikan contoh dalam angka-angka sebagai berikut: Beberapa perangkat komputer telah dimiliki dan dipergunakan dalam perusahaan sejak tahun 2000 dengan harga perolehan seharga Rp 40.000. Penyusutan tahun 2001 = 25% x Rp 30. Penyusutan dengan metode saldo menurun Penyusutan tahun 2000 = 25% x Rp 40.000. Sementara penghitungan penyusutan dibagi dua periode.000. Ini semata-mata karena ada perbedaan tarif saja.000.000.

000.000 = Rp. Penyusutan tahun 2002 Januari-Maret 2002 = 3/12 x 25% x Rp 22.Rp 17.406.000. Penyusutan tahun 2002 = Rp 9.843. Demikian.Nilai sisa buku awal tahun 2002 = Rp 40.000 = Rp 8. semoga uraian ini bermanfaat bagi kita semua.500. (Dana D-69) .437.750. 22.500.000 .500.000 = Rp 1.500.250.500. April-Desember 2002 = 9/12 x 50% x Rp 22.