You are on page 1of 3

CSSD

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Broom icon.svg
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi
artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Central Sterile Supply Department (CSSD) adalah unit yang bertanggung jawab atas
pencucian dan distribusi alat yang telah disterilkan di rumah sakit.

Daftar isi [sembunyikan]
1

Peranan CSSD dalam Rumah Sakit

2

Reality Check

3

Perkembangan Terkini

4

Apa yang menghambat perkembangan CSSD?

5

Penutup

6

Bibliografi

7

Lihat pula

8

Pranala luar

Peranan CSSD dalam Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]
Konsep dan peranan Central Sterile Supply Department (CSSD) telah berkembang
dari hanya suatu departemen di rumah sakit menjadi koordinator dari suatu sistem
kerja supply dan alat alat steril, hal ini dapat dianalogikan seperti satu unit
autoclave untuk sterilisasi menjadi sistem infection control di rumah sakit. Secara
ideal, CSSD adalah satu departemen yang independen dengan fasilitas untuk
menerima,men desinfect, membersihkan, mengemas, men-steril, menyimpan dan
mendistribusikan alat alat (baik yang dapat dipakai berulang kali dan alat sekali
pakai), sesuai dengan standar prosedur. Beban kerja untuk CSSD berbeda antara
rumah sakit satu dibandingkan dengan rumah sakit lainnya.

Dengan CSSD independent yang terpisah, kita dapat menghemat pengeluaran
pembelian alat sterilisasi dengan memusatan alat-alat di satu departemen. Hal ini
juga memastikan bahwa proses steril akan diawasi oleh staff khusus dan berjalan
sesuai dengan standar prosedur operasi (SOP).

dan lain lain. Jika CSSD tidak ada. manajemen rumah sakit sering kali tidak menganggap penting CSSD karena CSSD dianggap sebagai cost center yang tidak menghasilkan laba. Tetap hal ini telah berubah. Lagipula. CSSD di satu rumah sakit mencerminkan satu layanan berkualitas yang langka. Dental. hal ini dapat diartikan bahwa departemen ini mengontrol semua kegiatan dan manajemen aset yang secara tidak langsung juga memengaruhi pembelian alat-alat operasi umum dan khusus serta inventaris lainnya. Reality Check[sunting | sunting sumber] Walaupun teknologi ini telah tersedia tetap konsep CSSD belum terlalu popular di Indonesia. contohnya Rumah Sakit Tarakan Jakarta . Jurang yang memisahkan konsep CSSD dan implementasinya di rumah sakit juga dikarenakan langkanya dana dan kurangnya know-how di bidang ini. peningkatan jangka waktu rawat inap dan pengeluaran dapat diturunkan dengan membangun CSSD yang baik. area bersih (clean zone) yang juga dikenal sebagai area assembly atau area packing. Untuk memiliki sistem kerja yang baik. maka ada kemungkinan peningkatan terjadinya infeksi nosocomial. Kemungkinan terjadinya infeksi nosocomial yang menyebabkan peningkatan angka kematian. Secara umum CSSD dilihat sebagai bagian penting dari sebuah Operating Theatre (OT) karena pengguna terbanyak dari alat-alat steril adalah OT. CSSD adalah bagian tak terpisahkan dari berbagai departemen seperti Out Patient Departemen.CSSD memerlukan kemampuan teknis khusus. Bertambahnya jumlah penderita yang mengalami infeksi di rumah sakit (nosocomial infection). akan mengalami kesulitan untuk design dan perencanaan di tahap selanjutnya untuk mengintegrasikan CSSD departemen. Salah satu faktor penting dalam menjalankan CSSD adalah sistem kerja yang baik. Perkembangan CSSD di Indonesia telah di implementasikan oleh Rumah Sakit Berakreditasi B sampai A. telah membuka mata akan pentingnya CSSD. dan area steril (sterile zone) yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat alat steril. yang juga dikenal sebagai area pencucian. Rumah sakit yang dibangun tanpa CSSD pada awalnya. Salah satu penyebab mengapa CSSD tidak popular di rumah sakit adalah absennya sistem akreditasi standar. proses sterilisasi membutuhkan fungsional dan kordinasi yang baik dari 3 area: area kotor (soiled zone).

clostridium .g. tapi dalam kenyataan di lapangan untuk mencapai hal tersebut sangatlah sulit. kita dapat mencapai 100 persen sterilisasi. Level B 93 °C/10 min Irreversible inactivation of all virus Disinfecting Level for Autoclaves Level C 105 °C/5 min level of bacillus anthracis Destruction of bacterial spores up to the resistant Level D 121 °C/20 min tetani and perfringens) Destruction of all bacterial spores (e. fungi and their spores. alat sterilisasi telah dikontrol secara otamatis dengan computer dengan sistem backup yang tidak meninggalkan celah untuk kesalahan. Menurut guideline dari BGA (German Ministry of Health): Disinfecting Levels for Washer Disinfectors Level A 90 °C/1 min Destruction of vegetative bacteria forms including mycobacterium.Perkembangan Terkini[sunting | sunting sumber] Saat ini. Secara teori.