You are on page 1of 246

Puthut EA

Dunia Kali
& Kisah Sehari-hari

Dunia Kali & Kisah Sehari-hari
Puthut EA
© EA Books, 2015
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Penyunting: Nody Arizona
Desain Sampul dan Tata Letak: Hamzah Ibnu Dedi
Pengantar: Agus Mulyadi
Cetakan Pertama, November 2015 oleh EA Books
244 hlm, 15x21 cm
ISBN: 978-602-1318-18-8
EA Books
Drono, Gang Elang 6E No 8 RT 4 RW 33, Sariharjo,
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581

Untuk Kali, anakku. Juga Diajeng Paramita, istriku.
Dua orang yang membuatku selalu merasa tumbuh bahagia.

.

Semoga buku sederhana ini berguna buat pembaca. Salam hangat. Semua berlangsung dengan cepat. Diberi kata pengantar oleh Agus Mulyadi. dan versi cetak diproduksi oleh Wijayakusuma Eka Putra atau lebih dikenal sebagai Eka Pocer. dan karena itu. Buku ini hadir karena sebuah janji. dan lancar. sehingga bisa diunduh gratis bagi siapapun yang ingin membacanya. Buku tersebut saya janjikan untuk dibuat dalam versi digital. Hanya karena keterbatasan ruang sajalah yang membuat tidak semua nama bisa saya kalungi ucapan terimakasih. Semua itu berkat sederet nama yang telah saya sebut di atas. Suatu kali. Tentu saja tetap tersedia bagi pembaca yang ingin memiliki versi cetaknya.UCAPAN TERIMAKASIH Terlalu banyak tangan yang menyunggi kemunculan buku ini. lalu lanjut disunting oleh Nody Arizona. 19 November 2015 Puthut EA i . sederhana. didesain dan ditata oleh Hamzah Ibnu Dedi. Surabaya. terutama yang punya hubungan dengan tema-tema tertentu. saya ingin membuat buku dari kumpulan terpilih status Facebook saya. mestinya ada terlalu banyak ucapan terimakasih. Versi awal buku ini dipilih dan dipilah oleh Fahri Salam. senantiasa.

persuasif. Tapi sayang. Di kedai kopi tersebut. kami bertemu di sebuah kedai kopi di bilangan Jalan Kaliurang. tentang pergaulannya. saya mengenal Puthut justru pada saat ia sedang berada dalam titik terendahnya sebagai cerpenis. Maka tak heran jika kemudian ia lebih asyik menulis status-status Facebook ketimbang menulis cerpen. Sebelumnya. kami ngobrol tentang banyak hal. ii . yaitu terlalu mudah percaya sama orang (entah ini kebiasaan buruk. Seorang lulusan filsafat yang sampai sekarang masih sering saya ragukan kefilsafatannya. Depok. Ia pula yang kelak bakal memberikan saya akses masuk ke dalam pergaulan dunia media digital yang maha asyik lagi menyenangkan. tentang buku. ternyata. ia menulis tentang segala sesuatu. Yah. tentang pergaulan. dan kadang akan membuat orang bergumam “jindul. tak ada satupun buku kumpulan cerpen baru yang ia terbitkan. apik tenan ik” setelah selesainya membacanya. tentang kuliner. kami jadi berteman baik. khususnya Facebook. tentu yang ia tulis bukan status murahan seperti kebanyakan pengguna Facebook. Di Facebook. dan tentang apapun itu yang menarik dan menurutnya pantas untuk ditulis. renyah. Sebagai seorang lulusan filsafat (yang sekali lagi masih sering saya ragukan kefilsafatannya) cum cerpenis pilih tanding. Puthut punya kebiasaan buruk. dan bahkan tentang kisah asmara. tentang anak dan istrinya. Belakangan baru saya tahu sebabnya. Ia pribadi yang ringan.Pada Mulanya Adalah Status facebook S Oleh: Agus Mulyadi aya pertama kali bertemu dengan Puthut EA sekira bulan Maret 2014. Kalaupun ada. dan agak kementhus. Dari obrolan yang hanya sekitar dua jam. lumayan lucu (sengaja saya pakai kata “lumayan” karena memang ia tidak lucu-lucu amat). idep-idep sebagai ajang eksistensi. supel. melainkan status yang unik. itu adalah buku kumpulan cerpennya terdahulu yang diterbitkan ulang. kebiasaan buruk itulah yang kemudian membuatnya enteng saja mempercayakan saya sebagai penulis kata pengantar di bukunya ini. Kurang nggentho gimana coba? Tapi tak apa. Saat itu. kami sudah sering mensen-mensenan di Twitter. kalau tidak begitu. Ia menjadi teman sekaligus guru bagi saya. Semenjak pertemuan di kedai kopi tersebut. lagian. kapan lagi nama saya bisa mejeng sebagai penulis kata pengantar di buku yang ditulis oleh cerpenis kondang ini. saya sedikit banyak jadi tahu. atau malah kebiasaan baik). tentang bisnisnya. Semenjak kami berkenalan hingga sekarang. padahal kami baru kenal satu setengah tahun. bagaimana Puthut EA itu. menggelitik. ia memang sedang sangat tertarik pada dunia kepenulisan di sosial media. Yogyakarta.

Mungkin Puthut berbeda jauh dengan Don Corleone. sebagai seorang bujangan. Nah. media online selow yang berangkat dari tulisan-tulisan hasil dari pengembangan status-status Facebook yang menggelitik yang tersebar di seantero timeline. Mungkin bagi Puthut. ia punya prinsip yang sama dengan sang Don: “A man who doesn’t spend time with his family can never be a real man.co. buku “Dunia Kali dan Kisah Sehari-hari” yang sedang Anda baca saat ini adalah kumpulan status-status Puthut yang dinilai layak untuk disajikan dan dibukukan. Nikmat. namun tetap membahagiakan. Dan siapa saja yang membaca cerita kelucuan dan kepolosan Si Kali. Dan hebatnya lagi. namun juga membuat cemburu. Maklum. bahwa kehidupan adalah momok yang keras dan kejam. Nikmat sekali membaca cerita tentang bagaimana Puthut dan istrinya saling mendukung satu sama lain. Ketertarikannya pada status Facebook itu juga menginspirasinya untuk mendirikan Mojok. Sengaja dipilih judul “Dunia Kali dan Kisah Sehari-hari” karena memang buku ini didominasi oleh tulisan-tulisan tentang anak semata wayangnya.” Sebagai seorang lulusan filsafat (yang lagi-lagi masih sering saya ragukan kefilsafatannya). Puthut memang tipe ayah yang ideal (walau belum masuk dalam tingkat “idola mamah-mamah muda” seperti Iqbal Aji Daryono) yang mampu membagi waktu secara ideal untuk urusan bisnis maupun keluarga. tapi untuk urusan keluarga. Tak kalah nikmat pula saat membaca tentang tingkah polah Si Kali yang begitu lucu dan jenaka. Puthut tentu sadar benar. saya berdoa. Pokoknya. siapa saja pemuda yang membacanya.Bagi saya. ia juga mampu untuk menuliskannya. pasti ingin rasanya segera menghamili anak orang agar bisa segera punya anak dan berbagi cerita. iii . ia tega menggampar siapapun dengan rutinitas yang luarbiasa sibuk dan bergegas. Lha bagaimana tidak. saya “dipaksa” untuk membaca cerita tentang bagaimana Puthut mengarungi cerita berumah tangga yang walau penuh dengan gesekan-gesekan kecil. saat membaca bab pertama buku ini. saya yakin pasti bakal merasa ingin segera berumah tangga. Kali (nama lengkapnya Bisma Kalijaga). Facebook bagi Puthut adalah kanvas yang menarik untuk dicorat-coret. saya merasa sangat panas. bahwa menghabiskan waktu bersama keluarga adalah jalan keluar yang ampuh untuk mangkir dari rutinitas yang serba bergegas. semoga kelak Puthut EA tidak akan jadi buzzer obat peninggi badan). menuliskan cerita tentang keluarganya (terutama anak semata wayangnya) adalah cara yang paling tepat untuk menggampar balik si “kehidupan” yang keras dan kejam itu. Puthut EA adalah Jonru dalam versi yang lebih santai dan elegan (saat menuliskan bagian ini. Dan bedebah. Ia mampu melakukannya. Namun ia juga sadar.

ini bukan buku “Kiat membangun keluarga kecil yang bahagia dan harmonis”. Puthut berhasil menuliskan itu semua. Puthut bahkan bisa begitu “spartan” dalam menuliskan gagasannya. padahal dalam sisi yang lain. Hahaha. ia harus selalu disopiri oleh istrinya karena Puthut memang tidak becus mengendarai mobil. sebaliknya. sama indahnya seperti saat ia menulis tentang anak-istrinya. Sungguh sebuah ketidakbecusan yang sangat indah dan harmonis. Puthut juga banyak menuliskan tentang perkembangan dunia pop (tentu saja). sisi yang lebih jenaka. Puthut menggambarkan dirinya bukan sebagai sosok superdad yang serbabisa.. karena bagaimanapun juga. Puthut adalah seorang pembaca berita yang lahap. Dan lulusan filsafat memang harus begitu. salah satunya adalah saat ia berani mempertanyakan dimana sebenarnya letak keistimewaan Jogja. Statusnya sebagai pihak luweh-luweh itu pula yang kemudian membuat Puthut mampu melihat dunia politik dari sisi yang lain. media sosial seperti Facebook. ia nampak kemlinthi dalam ketidakmampuannya. Mulai dari kawan satu komunitas. Ada kalanya. Oh ya. kawan bisnis. Nah. melainkan campur tangan HP China. Seorang Jokower punya tugas untuk membela Jokowi. Puthut justru memposisikan dirinya sebagai pihak yang luweh-luweh. Oalah. Pergaulannya yang berada dalam arus dunia digital membuatnya harus selalu update terhadap isu-isu terkini yang sedang berkembang di masyarakat. Tanpa Hp murah produk China. ia bercerita dengan sangat manusiawi. jika ia ingin bepergian menggunakan mobil. . Urusan politik lebih menarik lagi. Kawan-kawannnya juga tak luput dari incaran tulisannya. Disaat semua orang sibuk berdebat tentang Jokowi dan Prabowo.iv Satu yang membuat saya suka dari cerita keluarga yang ditulis Puthut adalah. Puthut membuktikan dengan sangat tepat. Twitter bahkan pemotretan data C1 tidak bisa dilakukan oleh banyak orang. Puthut mahir mengendarai motor dan istrinya justru kesulitan. hingga kawan satu akademis. dimana Puthut berkisah tentang betapa heroiknya ia saat mengajari sang istri tercinta untuk mengendarai sepeda motor. Dan lagi-lagi.. Dalam kondisi tertentu. istrinya begitu lancar mengendarai mobil. pun begitu juga dengan seorang Prabower yang punya tugas untuk membela Prabowo. tugas Puthut sebagai pihak yang luweh-luweh adalah mencari kegoblokan dan kedunguan dari para Jokower dan Prabower untuk kemudian menuliskannya. lak bajingan. bahwa keluarga adalah tatanan yang berdiri dalam sebuah konsep lock and key. Selain tentang keluarga. sedangkan Puthut sangat tidak becus mengendarai mobil. dalam tulisan tersebut. Puthut mengemukakan adanya campur tangan China dalam kemenangan Jokowi. Dan itu ia tuliskan dengan sangat jelas dalam salah satu tulisannya yang berjudul “Mengajari istri naik Sepeda Motor”. Dan itu bisa dilihat jelas dari tulisan singkatnya berjudul “Handphone”. jadi isi buku ini tentu tak melulu tentang kisah Puthut dan keluarga kecilnya. namun tentu bukan campur tangan dalam bentuk intervensi politik. saling melengkapi. karena bagaimanapun.

bukan saya. Jadi setelah ini. Nanti anak istri saya mau dikasih makan apa? *** Pada akhirnya. ia punya keluarga yang menyenangkan. yang tentu diharapkan bisa membuat pembaca untuk merenung tentang hakikat hidup beragama. Nanti kalau saya ceritakan di sini. kawan-kawan yang setia. Akhir kata. maka tugas yang harus diembannya kini hanyalah satu: Berdakwah. Dan bacalah sampai akhir. Sebuah bab yang dikhususkan untuk diisi dengan tulisan-tulisan yang penuh dengan nuansa religi. wong yang punya tugas dakwah kan Puthut. perjalanan Anda akan dipandu langsung oleh si empunya gawe. bisa berabe saya. serta pengetahuan yang di atas rata-rata. saya memang hanya bisa mengantar pembaca sampai sini saja. Ibarat SKJ (senam kesegaran jasmani). karena saya berani menjamin bahwa buku ini sangat bagus. Dan dakwah yang dipilih Puthut adalah dengan menuliskan Menuju Langit ini. Puthut jelas termasuk pria yang begitu beruntung. Dengan segala apa yang sudah ia punya. bisnis yang baik dan berkesinambungan. Apa saja yang dituliskan oleh Puthut dalam Menuju Langit? Yo baca saja sendiri tho. bab ini adalah bagian pendinginan.Bab terakhir di buku ini adalah bab Menuju Langit. Nanti kalau saya dituntut sama Puthut. saya takut dikira menyabotase tugas dakwah. Yogyakarta. Selamat membaca. Karena tugas saya memang hanya sebagai pengantar. bukan pemandu atau guide. 20 November 2015 v . Sebagai pria yang hidup di jaman yang serba egois. Kenapa? Karena buku ini ditulis oleh seorang lulusan filsafat (yang sampai sekarang masih sering saya ragukan kefilsafatannya).

.

DAFTAR ISI PROLOG Usia 001 BAB 1 Dunia Kali 003 BAB 2 Renungan Harian 063 BAB 3 Komunitas & Orang-orang Sekitar 123 BAB 4 Bola Sastra 143 BAB 5 Menuju Langit 181 EPILOG Jakarta-Yogya 227 vii .

.

di situlah kehidupan sesungguhnya dimulai. 28. Kebetulan pula. seperti kebanyakan pemain berdarah Serbia. Hasilnya? Saya terpaksa pontangpanting karena gerbong nomor 8 terletak paling belakang. Saat menginap di hotel. Umur yang kata banyak orang. Terlalu berat bahkan untuk bangkit mengambil Aspirin. jika memang ada pilihan. dan selalu bisa menempatkan diri di posisi paling tepat. hari pernikahan saya dan semua hal yang saya anggap penting. Tendangannya kencang. istri saya lahir tanggal 18. yang lahir sesaat setelah matahari terbit. sembari minum bir bersama teman-teman. Bisa 8. tapi tidak bisa menyerah. Menikmati brown sugar. dua tahun lagi umur saya 40 tahun. sahabat saya. Tatapan matanya dingin. yang bahkan dalam keadaan mabuk berat pun saya masih ingat harus membelikan anak saya berkotak-kotak susu. Sehingga ketika turun dari gerbong pun terpaksa harus melompat karena gerbong paling belakang tidak kebagian bantaran tinggi. pada tanggal 28 Maret. bershio ular. omong-omong. sekaligus menancapkan tonggak karir profesionalnya. Saya seorang Aries. Francesco Totti. dimainkan pertama kali di klub senior AS Roma.PROLOG usia U mur saya baru saja masuk 38 tahun. 18. Salam hangat. Saya seorang Aries. Bisa kalah. Kalau Tuhan mengizinkan. pemain AS Roma bernomor punggung 8 adalah salah satu pemain yang saya sukai. Tapi kepala saya sudah telanjut berat. Eh. Saya tidak terlalu bisa menulis dinihari ini karena habis dari Asmara Art & Coffee Shop (Ascos). Tatapan mata seperti para pemburu dan penembak jarak jauh yang sabar mengincar objek bidikannya berhari-hari di belakang senapan. saya memilih kamar yang ada angka 8. Saya lahir tanggal 28. Terimakasih atas ucapan selamat dari teman-teman. Peluk erat. Namanya: Adem Ljajic. karena tahu saya suka angka 8. dalam deru badai salju. pernah memesankan tiket kereta api dengan nomor kursi 8 di gerbong 8. Angka 8 adalah angka keberuntungan saya. Dia tidak banyak bicara. Nody. saya hanya ingin makan Indomie rebus sembari menunggu malam selesai. Saya seorang Aries. saya pilih yang ada angka 8. 1 . Dinihari ini.

.

” BAB 1 DUNIA KALI 3 .“ mencoba meminjam mata seorang ibunda menatap punggung anaknya yang akan menukar semua harga dengan segala dharma.

.

saat sang suami mau pergi. Sang suami menelpon istrinya yang sedang menghadiri acara keluarga.. sang suami lihat-lihat sepatu atau baju.. Istri: ini bagus.. Suami: masak sih? Istri: iya. Istri: ini bagus untuk mas.. Dibelilah sepatu atau baju tersebut.. Tentu saja sesuai dengan kekhasan masing-masing. Ketika lewat pajangan baju dan sepatu wanita. Istri: ini lagi kupakai. daripada nanti nyesel. Dibelilah jam tangan tersebut. Tiba-tiba tangan sang suami ditarik oleh sang istri masuk: lihat-lihat yuk siapa tahu ada yang cocok buat mas. jam tangan barunya nggak ada di tempat. pas buat mas. Saya akan kasih dua contoh yang khas. 5 .Sepasang suami-ISTRI S uami-istri yang rukun dan mintilihir itu banyak cirinya. Suami: tapi mahal.... Keesokan harinya. sang istri langsung semangat ikut milih mana yang pas buat sang suami.. Masuklah pasangan ini dan melihat-lihat. Suami: jamku kok nggak ada ya... sang istri langsung sibuk mencari-cari sepatu atau baju lalu bilang: ini cocok nggak buat aku? 2 Ke gerai jam tangan. yang mungkin sesuai dengan kepribadian Anda dan pasangan.. Istri: nggak apa-apa... 1 Kalau ke mal. je.

.

Bahkan kadang ia mengambil sendiri dari meja makan. Apalagi kepada anak saya: Kali. mencoblos Jokowi. maka saya sering merasa terharu. punya perasaan yang sentimentil terhadap keluarga saya. 7 . Tapi karena saya bapaknya. seperti halnya tokoh yang paling saya kagumi. Tiba-tiba ia langsung duduk di samping saya sambil ikut menonton. Bapaknya tidur di rumah. Kali akan diajak ibunya. baru mau ditinggal pergi. Ia menyantap dengan lahap makanan yang sangat saya sukai: tempe. Minta ikut naik Vespa. Kali sering bangun dini hari ketika saya menonton sepakbola. Kalau ia tahu saya mau pergi malam hari. apa yang dilakukannya. Besok pagi. Saya kerap membuntutinya jika ia sendirian. apakah apa yang ia lakukan merupakan karakter yang diwariskan dari saya. Hanya sekadar ingin tahu. ia bangun. Mungkin sama dengan apa yang dirasakan oleh Vito setiap kali melihat Santino dan anakanaknya yang lain pada saat bermain. memutari kompleks perumahan. Apa yang dilakukan Kali pasti sama dengan apa yang dilakukan anak-anak seusianya. Dan kadang-kadang mematut-matut diri.kali S aya. Dan acap kali begini. Vito Corleone. masuk ke bilik suara.

8 .

Terbangun pukul 13. sebuah pernikahan. saya memutuskan kalau saya tidak mungkin bisa berangkat. Kemungkinan besar saya tidak akan tidur. acara reriuangan selesai.acara keluarga S ebagai seorang bapak dan suami. menghadiri reriungan bersama teman-teman di Yogya yang sudah tinggal di Jakarta. saya bangkit dan mempersiapkan semua.00. Tapi usai mandi. Akhirnya saya tiduran. Walhasil. Namun ternyata acara bersama teman-teman saya usai jam 2 lebih. Setelah kami susun jadwal bersama. saya menghubungi istri saya kalau sebentar lagi akan meluncur. tidak ada suaminya berbeskap di sebuah acara keluarga yang sakral dan khidmat. Selain acara inti. 9 . Istri saya dan Si Kali menginap di rumah mertua. Akad nikah dilakukan tadi pagi jam 8. Toh saya bisa tidur setelah perhelatan. istri saya juga punya acara-acara lain. Hal tersebut saya kabarkan ke istri saya lewat pesan pendek. Usai azan Subuh. mendadak saya mual. Kepala saya pusing. Halalbihalal dan reuni-reunian masih sah dikerjakan. Setelah berpikir sesaat. kepala saya agak enteng. Hal yang biasa bagi saya. Sebelum berangkat ke Jakarta memang kondisi fisik saya tidak begitu fit. Mendadak saya merasa ingin menangis. Dan saya tidur. Baru saja memakai sepatu. saya sering merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak sanggup melakukan hal-hal sederhana untuk anak dan istri saya. Beberapa saat kemudian. Ia berpesan agar saya tidak lupa membawa sepasang sepatu Kali yang dititipkan ke koper saya. Sementara untuk acara-acara keluarga yang lain. pernikahan saudara. saya menginap di penginapan langganan. Membayangkan betapa sedihnya istri saya. Sekaligus merasa geli. Saya juga. Saya kemudian tiduran lagi. badan saya oleng. Semua seakan lancar saja. Keluarga istri saya sedang punya hajat cukup besar. jadilah kami keluarga kompak ceria. Semalam.. ternyata hanya tersisa satu: acara inti. berangkat ke ibukota dengan berusaha mengklopkan acara keluarga dan agenda kerja. membayangkan sepatu apa yang dipakai Si Kali. syukuran dilakukan jam 10. Maklum masih dalam suasana lebaran. Saya hendak mengambil sesuatu dari koper dan sepasang mata saya terperangkap pada sepasang sepatu mungil yang mestinya saya bawa pagi tadi. Tepat di saat itu. saya juga punya beberapa agenda di Jakarta. dari sekian deret acara yang mestinya bisa saya sambangi bersama istri dan anak. Saya sampai hotel hampir jam 3.. Saya memperkirakan jam 1 dini hari. saya punya acara kecil. saya tidak bisa bergabung. Badan agak segar.

takut dia langsung menelan. saya juga suka makan peyek kacang dan kacang bawang. Beda dengan gaya makan saya yang khas ndeso dan tak tentu waktu. Sama seperti saya. Istri saya keberatan jika saya memberi Kali kacang. Khusus untuk kerupuk. Lalu meminta terus. istri saya tidak keberatan. Jadi kadang-kadang saya lakukan sembunyi-sembunyi. Selain suka makan kerupuk. Tapi ternyata Kali bisa lancar mengunyah cemilan keras itu. Kali pun meminta. Tapi semua itu diberikan dengan cara khas istri saya kalau makan: tertib dan tepat waktu.makanan dan turunan K ali hobi sekali makan kerupuk. Saya kasih sedikit. Kemudian meminta. Bahkan ia memberi porsi jumbo khusus untuk Kali jika menginginkan makan kerupuk. Awalnya saya waswas. ia melihat saya makan kerupuk. 10 . Awalnya.

00. saya tetap nebeng. Salah satunya adalah gagal mengajari istri saya naik sepeda motor. Kadang jam 19. Lalu mereka pulang. Ketika kami berpergian bertiga naik mobil. Musim hujan lalu. Hingga saya kemudian memutuskan belajar menyetir mobil setelah empat tahun punya mobil. Sepeda motor saya sekarang sudah ganti dengan Vespa metik yang berat. istri saya yang nyetir.mengajari istri naik sepeda motor S ebagai suami. agak tinggi dan getarannya kencang. Usai menikah tahun 2010. Sekali dua. Soal pengalaman saya belajar nyetir mobil akan saya ceritakan lain waktu. Selama tiga hari itu. Saya sering berpergian keluar kota sehingga menjadi keniscayaan bagi istri saya untuk bisa mengendarai sepeda motor. Perkaranya sepele. Tapi setelah lewat lima kali. hujan turun deras. mengajari motor istri saya adalah agenda terpenting. Waduh. saya jadi tidak enak.00 tapi juga tidak jarang jam 22. 11 . istri saya yang nyetir mobil dan saya di belakang menjaga Si Kali. Istri saya bisa mengendarai sepeda angin. istri saya tidak berhasil mengendarai sepeda motor walaupun hanya 10 meter. saya tidak terganggu. Saya merasa gagal sebagai pelatih. Mestinya secara teoritik tidak akan ada masalah. Kami beli mobil kecil termurah meskipun begitu tetap mengkis-mengkis bagi saku seorang penulis. Jadilah kami keluarga kecil yang sedikit unik. Akhirnya dengan tekad bulat saya belajar nyetir mobil. Kalau Scoopy saja tidak bisa. bagaimana ia harus berbelanja atau berpergian jika saya tidak sedang di rumah? Tiga hari berturu-turut saya menggembleng istri saya agar bisa mengendarai moda transportasi yang paling mudah itu. Solusinya. Waktu itu. sepeda motor saya adalah Scoopy. Pendek. saya diantar istri dan tentu saja anak saya. Beberapa kali saat janjian jam 22. Jadi ke manapun kami berpergian berdua jika naik mobil. Saya memang “anti” memakai jas hujan karena alasan tertentu. kadang jam 20. Akhirnya harus saya tempuh solusi yang lain. saya kurang berhasil dalam banyak hal. ringan dan metik. Pagi tadi saya njumbul ketika dengan muka penuh percaya diri istri saya bilang minta diajarin nyetir sepeda motor. Tapi ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. apalagi Vespa? Tapi saya tidak boleh meremehkan tekad istri saya dan tidak berhak melarang orang untuk belajar. Istri saya tidak bisa mengendarai sepeda motor.00. Sampai lahirlah Si Kali. Ketika ia hamil dan rajin periksa ke dokter. saya tidak bisa nyetir mobil.00. Kalau sempat. Mengingat ia akan saya ajak pindah dari Jakarta ke Yogya. Kalau tidak. saya sering janjian sama teman-teman saya baik untuk rapat maupun untuk sekadar ngopi.

Istri saya langsung naik. Wus! Bisa! Ia memutari kompleks perumahan kami beberapa kali. mendadak menjadi motivator. Pesan saya: jangan takut. Ini hari yang luarbiasa bagi keluarga kami.Segera saya kasih panduan singkat. Hidup kami sudah melalui serangkaian hal besar dan menakutkan. Begitu pesan saya. Hanya kadang diganggu Si Kali yang sedang mengendarai mainan sepeda motornya. . Nyetater. Nyaris tidak ada hambatan berarti. dan kami bisa melewatinya.

Istri saya tertawa ngakak. kadang di luar rumah. Buatkan Indomie goreng karena saya masih lapar. seperti biasa istri saya minta dinilai hasil masakannya. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh masakan istri saya. 13 . saya bilang: Saya mau membalas email karena seharian tidak sempat cek email.. Dan selama makan. bisakah saya minta tolong? Minta tolong apa? Tanya istri saya. saya berusaha keras untuk makan malam dengan istri saya. Acara selesai. kami tidak pernah membicarakan soal pekerjaan. Kami bicara yang ringan-ringan. saya pulang untuk makan malam.. Tapi lebih sering makan malam di rumah. Wah. Saya pura-pura jadi ahli masak yang memberi penilaian. Begitulah yang dilakukan oleh Don Vito Corleone bersama keluarganya.hadiah dari istri S esibuk apapun jika saya di Yogya. Ketika kami berdua hendak merapikan meja. Hari ini setelah capek seharian mengikuti tiga kegiatan yang berbeda. Setelah makanan tandas. ini hasil dari ia ikut kelas memasak sehat yang dipandu Bang Jon Priadi Barajo.

Kali hampir selalu menangis dan menolak jika diajak mandi. Lari ke pojok. Terlebih kalau di kamar mandi.si kali membangkang di kamar mandi S aya termasuk bapak yang amat sangat jarang memandikan Kali. Sampai ia berumur 2. Sekaligus ia melakukan hal yang sama jika sudah selesai mandi lalu hendak diajak keluar kamar mandi. Tentu dalam hal ini saya bukan contoh yang baik. menolak disabuni. Jadi saya sering bingung. sebetulnya ia suka atau tidak sih? 14 . Kali memang punya polah yang luarbiasa.5 tahun mungkin tak lebih dari 10 kali saya melakukannya. Hobinya lari. memanjat. Mendadak kamar mandi selalu menjadi medan tempur jika ia mandi. hingga istri saya butuh kesabaran ekstra. tertawa dan menangis.

Saya sedang menunggu istri saya masuk kamar untuk memberi selamat karena ia punya presiden baru. karena saya tidur di kasur. salat Subuh adalah salat yang paling sering saya kerjakan mengingat persis habis itu biasanya saya akan tidur. saya peluk anak saya itu. kadang laku yang lain. 15 .. Saya pindah tidur di lantai dengan mata yang sangat berat.. saya sudah mendengar azan Subuh tapi malah mak lesss. Tapi saya berpikir biarlah toh momentum seperti ini tidak sering terjadi. ditirukan suara Si Kali. “Jo ko wi!” “O o wi!” Begitu berulang kali suara istri saya yang tampak semangat karena bakal punya presiden baru. Tapi tadi Subuh sangat ingin memeluk Kali... kadang laku mbisu.. Damai rasanya. suara istri saya. Jadi saya naik ke kasur.. Ketiga. Saya ingin meminta agar volume suara TV dikecilkan. Sembari menunggu. Tadi pagi semestinya begitu. saya mendengar suara ramai di ruang TV. Kali ini laku tidak tidur di kasur. Suara ibu saya yang kemarin datang. Tiba-tiba terlintas bau Indomie goreng dari dapur. Saya sedang tirakat tidak tidur di kasur melainkan di lantai tanpa alas apapun.pagi yang mbentoyong P agi ini saya terbangun karena tiga hal. Ibu saya menimpali dengan sesekali tertawa dan sesekali ikut teriak. saya tulis status di Facebook. Walaupun gothang-gothang. Kadang cuma makan singkong. Eh keterusan sampai sekarang. Kedua. suara Kali dan suara Jokowi. Saya tidak bisa menjelaskan hal ini kepada Anda semua karena saya biasanya punya sedikit urusan begini sama alam. Pertama karena teringat saya tidak salat Subuh.

teralis cinta S emalam. Ketika hendak membuka pintu. sepintas saya melihat sesuatu yang asing. ketika saya perhatikan betul desain teralis itu. Tadi. Jendela rumah kami sekarang ada teralisnya. saya tersenyum sambil terharu. Saya yang saat itu sedang menulis hanya menganggukkan kepala sambil mengucapkan terimakasih. Saya tahu lewat istri saya tiga hari lalu bahwa teralis sudah dipasang. Kepala sudah puyeng dan perut agak kembung. Teralis. Memang sekitar seminggu yang lalu. 16 . Ketika keesokan harinya saya dapat bayaran sebagai “kepala suku” dari manajemen Mojokdotco. saya pulang menjelang jam 3 dinihari. saya berikan sebagian ke istri saya untuk memesan teralis di dua jendela. sebagaimana malam-malam biasanya. Terlena sedikit. istri saya bilang sebaiknya segera membuat teralis karena Kali mulai sering melompat jendela dan lari cepat ke mana saja. Saya menghentikan memutar kunci.5 tahun itu. kami bisa kebingungan mencari bocah laki-laki yang berumur 2.

Kami agak bernafas lega kalau mertua saya datang atau orangtua saya datang. mencuci pakaiannya. Kali selalu membuat kami ngos-ngosan. Sejenak kami berdua bisa piknik sebentar. saya bukan kategori bapak yang baik karena saya sangat jarang memandikan Kali. menyuapi makanan untuknya. tanpa campur tangan baby sitter. menjaga kalau dia sedang tidur sambil main Twitter dan Facebook. memakaian baju untuknya.mengurus anak S emenjak istri saya mengandung Si Kali. apa yang dilakukan istri saya tetap tidak sebanding dengan apa yang bisa saya lakukan. 17 . Dengan energi polah yang luarbiasa. Saya kira. Walaupun hanya sekadar makan malam berdua di luar rumah atau nonton bareng. Saya paling hanya menemani Kali bermain. Saya punya kesadaran bahwa merawat anak adalah tanggungjawab istri dan suami. Tentu saja apa yang dilakukan istri saya tidak bisa diperbandingkan dengan saya. Jadilah kami pasangan muda yang pontang-panting. Tapi prakteknya. kami bertekad untuk mengurus anak kami sendiri. Namun semua bisa terbayar karena kami bisa mengetahui perkembangan Kali menit demi menit. Terlebih kalau saya sedang keluar kota.

Lima tahun kami berpacaran jarak jauh. lantai. Istri saya juga bisa menyikapi secara cerdik bagaimana rak-rak buku bisa terpasang dengan apik tanpa kehilangan fungsi utama sebagai penopang buku-buku. saya lupa apa istilahnya. Rumah kami kecil. bagaimana dengan pintu. dirombak lagi. Usai pemakaman. pacar saya yang kelak jadi istri saya ini di Jakarta. saya menelepon pacar saya. Kalau mereka kelak. tembok. merasa bosan lagi.istriku —Ini bukan catatan untuk Hari Ibu K emarin. atap. agar ia datang karena beberapa teman saya butuh tumpangan mobil. Ilustrasi kedua. begini saja. jendela. saya sering diajak pacar saya untuk ikut mengecek proyek-proyeknya. sebuah kursi berwarna biru di depan televisi. malamnya. bisa menghabiskan uang miliaran rupiah. Sofa serbaguna itu kami beli sebagai persiapan jika ada kerabat yang menginap di rumah kami. Ia memfungsikan gazebo kecil di belakang rumah kami untuk menerima tamu. Saya di Yogya. kok yang layat banyak dan seru. 18 . Saya juga baru tahu kalau orang-orang kaya itu jika merombak dapur atau ruang tidur mereka. dan mendesain meja makan yang juga mungil sekaligus sebagai tempat saya bekerja di rumah. Seperti biasa. Saya baru tahu kalau ada meja kecil. Sebagai ilustrasi. sebetulnya siapa sih Pramoedya itu. Kursi santai yang dihadiahkan kepada saya itu untuk menyelesaikan persoalan kecil supaya saya tidak perlu “membongkar” sofa yang sekaligus bisa berfungsi sebagai tempat tidur jika saya mau menonton film atau televisi. Istri saya yang dulu berprofesi sebagai seorang desainer interior lalu membuat konsep untuk menyikapi itu. sehingga kami tidak perlu lemari buku yang pasti tidak kompatibel dengan rumah kami. seharga Rp300 juta. Saya terbengong hanya karena istri saya sedang membahas persoalan engsel pintu ke pihak developer. Kira-kira kalau saya sarikan dan saya masukkan ke ilmu humaniora: engsel pintu itu punya mazab. Saya tidak punya ruang untuk bekerja.. setiap berkunjung di Jakarta. Saya mencoba menyimaknya dan nyaris tidak paham dengan apa yang mereka obrolkan. Lalu saya memeluk istri saya dan mengucapkan selamat hari ibu. Kalau engsel pintu saja punya mazab. Saya dikejutkan oleh sesuatu yang agak asing di rumah. tangga dan lain-lain? Tapi yang paling syok tentu saja soal harga. saya tiba di rumah ketika Magrib. Tentu saja saya terharu. di daerah Kemang. Waktu itu ia bekerja di salah satu perusahaan interior terkemuka di Jakarta. Saya dan istri saya adalah dua dunia yang berbeda. setahun atau dua tahun.. Suatu saat ketika sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia. Kami bahkan tidak punya ruang tamu. pacar saya itu mengirim SMS: Mas.

kami butuh nama kedua. akan kami beri nama: Bisma.Tentu saja.” (((PENULIS))) Ketika kami menikah. Awalnya. Tapi ya kami jalani saja. Intinya. Saya berkonsultasi ke beberapa orang yang saya anggap tahu soal agama Islam. Tinggal satu. pilihan ketiga ini paling lancar. mengantar istri saya menghadapi klien-kliennya sering membuat saya kikuk. Di situlah saya “berburu” nama. Fase itu sebetulnya adalah salah satu fase yang membuat saya gentar menghadapi hidup. Keteguhannya menjaga tongkat sebagai pintu mencari ilmu. Nama kedua ini adalah tokoh yang saya kagumi juga sejak masa remaja. Iramanya pas. istri saya meninggalkan pekerjaannya. Segera saya jepret karena sedang sesuai dengan suasana hati dan posisinya pas. Alternatif ketiga. Kedua nama itu berasal dari tokoh pewayangan yang saya kagumi. Entah kenapa. Kini kami berada di sini. ia seorang penulis. saya meminta istri saya untuk berkonsultasi dengan keluarga besarnya. suaminya. Sebelum menikah. Foto pernikahan kami berdekatan dengan buku tentang Sunan Kalijaga. jika punya anak laki-laki. Mereka berdua pergi ke Warung Mas Kali. Ia menggubah lagu. nama tersebut tidak jadi kami pakai. Pilihan kedua: Bisma Sosrokartono. Sementara saya di rumah. kami suka. Bukan ke soal keislamannya tapi ke soal perjalanan hidupnya yang dari bengal ke alim. menganggit cerita-cerita wayang bahkan menciptakan tokoh-tokoh pewayangan baru. Tidak mungkin hanya kami beri nama Bisma saja. dilanjutkan ke kantor KBEA untuk berkoordinasi proses pindahan dari kantor lama ke kantor baru. bisa menghidupi keluarga kami dengan profesi sebagai penulis. yang sebagian kecil saya catat. istri saya pergi bersama Kali. Makam kedua eyangnya ada di kompleks Seda Mukti. memilih tinggal di Yogya dan sangat percaya bahwa saya. Persoalannya. Tapi kemudian kami panggil dengan nama: Kali. punya nama panggilan Kali. Saya juga mengagumi Sunan satu itu. Kudus. ketika mau ke kamar mandi. Anak laki-laki kami. Semalam. 19 . Dan kami tidak punya alternatif keempat. Pilihan pertama nama anak saya adalah Bisma Bismillah. saya melewati foto ini. saya berkesempatan untuk sekaligus nyekar di makam Sosrokartono. Mencatat kisah ini sambil menyiapkan materi rapat yang akan saya jalani hari ini. Tapi ia selalu memperkenalkan saya ke mereka dengan nada bangga: “Ini pacar saya. ketika anak pertama kami lahir. Kali itu. saya sudah sepakat dengan istri saya. apakah secara adab ini tepat? Akhirnya saya putuskan tidak memakai nama tersebut. Pagi ini. Maknanya. Bisma Kalijaga. Sebuah keluarga kecil dengan kisah yang panjang. Jika dua: Bisma dan Karna. istri saya ada pertalian saudara dengan beliau. Dan karena kehendak langit. Sehingga setiap saya nyekar ke makam eyang istri saya. Dan terutama jiwa seninya. anak saya dipanggil Bisma.

Tapi waktu punya cara dan sangkarnya sendiri. Dan saya hanya bisa mencoba mengingat tahap demi tahap lewat foto-foto yang tersimpan di telepon genggam ini. Ia memakai semua celana tersebut. Tidak lama kemudian ia berlari mengambil handuk saya. Kali mengambil 3 celana di lemari pakaiannya. Rasanya. Sekalipun saya berusaha menangkap dan menikmati tiap momen bersamanya. menudungkan di atas kepalanya lalu mengeluarkan suara seperti seekor dinosaurus. Ia memukul-mukul mangkuk itu dengan kedua sendok tersebut seperti bermain drum. 20 . ia cepat besar. Seperti tak mau kehilangan satu detik pun bagaimana ia berproses untuk tumbuh.celana T adi sore. Sesudah itu mengambil mangkuk plastik di dapur dan dua buah sendok.

Lalu memilih salah satu dari botol itu. Tapi saya nggak peduli. Punya Om Agus memang kempling dan mencorong. mata saya dijidet-jidetkan oleh Kali sambil teriak. “O kalau bagian itu tiap orang punya beda-beda. mengusap-usap ke sikut ibunya. ketika masih tertidur. Berlari. karena repot mengurus perubahan menu warung. Ia bahkan langsung lendotan di bahu “Oom Penulis”. Kali tampak serius memperhatikan foto ini. Si Kali selalu memberi kejutan. kalau sudah begitu.kejutan S etiap hari. Nah. Ia naik dan sibuk mencari sesuatu. Seperti biasa. Saya sampai merasa khawatir karena tahu tenaga Si Kali bisa membuat Penulis lucu itu kewalahan. Saya mulai paham. membukanya. Kami berdua hanya bisa bengong menyaksikan polah Si Kali. Kontan ia meringis. Beberapa hari yang lalu. Suatu saat. saya bertanya kepada istri saya. lalu menunjuk bagian yang cemlorot. Segera ia turun. dua hari lalu kami sekeluarga kedatangan priyagung dari Magelang. Kali memang tipikal anak yang nggak punya takut dengan orang baru. seakan memberi hal segar tiap saat. Saya akhirnya juga cuma kukur-kukur gundul. Begitu bergantian. Jedug! Sikutnya terbentur lingiran tembok. “Bapak... 21 . Kadang mengkhawatirkan. Siang tadi saya perlihatkan foto ini ke dia. minyak kemiri dan lain-lain itu di lantai.” Kali tidak paham omongan saya. Kali yang tahu kejadian itu tiba-tiba membingungkan. Usai melek dan njenggelek. istri saya masuk rumah sambil sempoyongan. Anak laki-laki berusia 2 tahun 8 bulan ini. keseimbangannya mudah goyah. Terus melihat muka saya. Membuka kotak berisi minyak telon. “Ini ya?” Kali mengangguk. Ternyata ia mengambil kotak peralatan pasca-mandinya. Ia menarik kursi kecilnya lalu menyeret mendekat ke lemari kecil. “Sapa sing marai Mas Kali omongan cara Landa?” Istri saya hanya mengangkat bahu. kadang membahagiakan. wake up! Wake up!” Kontan saja saya kaget.

. Itu hobi yang paling saya awasi. Main caturnya anak usia 2 tahun 7 bulan ya kayak gitu. Kalau kena tembok atau lantai ya. saya harus pura-pura membangunkan dia. lalu mencari Jokowi di Youtube. ia segera merebut gajet tersebut dan mengutakatik sendiri kalau nggak nyetel “Let It Go” ya main catur. mengambil Ipad milik istri saya atau tablet Samsung saya. jokowi! Saya pusing karena tidak bisa mengatur kapan Jokowi harus muncul di televisi. saya membujuk sekreatif mungkin. Ya begitulah.hobi baru K ali kini punya hobi baru: bersembunyi di antara bantal-bantal. Masuk lagi ke kamar sambil teriak: main boa. main boa. Saya pasang banyak bantal di sekelilingnya. Sesudah pura-pura saya bangunkan. asal pencet sana pencet sini. 22 . memutarnya.. Nah. biasanya dia akan meletakkan gajet tersebut lalu kembali asyik dengan hobi barunya: bersembunyi di balik bantalbantal. dia lalu berlari ke ruang depan televisi. Kalau bantal-bantal sudah mengelilinginya. Jika hal tersebut telah terjadi. saya harus menemaninya main bola secapek dia. Terus pura-pura tidur dan pura-pura mendengkur. dia akan menjerit keras-keras. Saya kira itu “hobi” yang boros dan berbahaya.. Setidaknya supaya pas gajet itu dibanting kena bantal. Mau tidak mau. Sebagai gantinya.. Ambil bola sepak. Tapi paling susah kalau dia menyeret saya ke depan televisi dan dia teriak-teriak: Jokowi.. Dan kalau bosan. gajet itu dibanting. Kalau tidak..

Juga sebaliknya.. kalau saya berbuat salah kepada orangtua ya meminta maaf kepada mereka. Kadang terharu campur pengen tertawa juga melihat anak sekecil itu meminta maaf dengan cara yang “khusyuk”. Biasanya seusai makan malam atau seusai salat Isya. Ia harus duduk bersila dan ngaras. 23 . Hanya momentumnya dicari yang pas.. Baru kemudian ibu-anak itu berpelukan. ia tidak cukup hanya bilang: maaf. Itu tradisi keluarga istri saya. Oalah. Di keluarga kami. sejak kecil Kali kalau melakukan “kekeliruan” (saya kasih tanda khusus karena kekeliruan apa sih yang dilakukan oleh anak berusia 2 tahun 7 bulan?).berbuat salah D i tradisi keluarga saya.

kemudian dengan hati-hati disisir belah pinggir. Bapak saya orangnya rapi. Dalam hal potongan rambut saya. Setiap mau berangkat sekolah. 24 . memberi keterangan tentang apa saja. “Pak Harmoko juga suka makan tempe. apakah itu bentuk pembangkangan? Saya cuma jawab: ini hanya kebetulan karena tidak janjian. Sampai sekarang. Bapak saya berpindah “idola” ketika era Reformasi. bapak saya berhenti kagum kepada Harmoko dan berpindah kagum ke Amien Rais. Saya pernah dihukum guru SMA saya untuk cukur rambut. Saya mengikuti itu semua. Guru BP tidak percaya. Akhirnya kembali kami dipanggil guru BP (bimbingan dan penyuluhan). Saya pengagum beliau sejak SMA sekalipun saat itu Power Slave belum mengeluarkan album. Walhasil selain ikan laut. saya jawab: katanya disuruh potong rambut? Waktu ditanya kenapa pelontosnya massal. era rambut Lupus muncul. saya penyuka tempe. tapi sudah tidak pernah lagi ke tukang cukur rambut. Sehingga saya sering lari jika mau dibawa ke tukang cukur rambut. Kepala saya cukup diberi sentuhan oleh kakak sepupu saya atau teman-teman lain yang bisa memotong rambut. Di era ketika ia waswas dengan aktivitas saya. ibu saya malah bilang: Laki-laki tanpa bekas jerawat tidak keren. Tapi obsesi saya adalah berambut gondrong seperti Heydi. Terus menerus sampai saya remaja: rambut model Samsul Bahri di sinetron Siti Nurbaya. saya didudukkan di depan cermin. lalu model rambut Hongkong seperti bintang-bintang film Hongkong. Konon mendiang kakek saya pengikut Sukarno. Tidak lama kemudian. terutama pemutakhiran harga-harga pangan. Dia punya pandangan agak ganjil tentang penampilan orang. Dia tidak pernah suka gaya yang necis. Ibu saya beda lagi.” Harmoko adalah Menteri Penerangan kala itu yang paling kerap muncul di TV. lalu diberi minyak rambut merek Brisk. dia berbeda dengan bapak saya. Ibu saya pengagum Sukarno. Akhirnya saya tidak ikut-ikutan teman-teman saya. tempe adalah menu wajib keluarga kami. Kami semua potong gundul pelontos sebagai bentuk protes.potong rambut W aktu masih TK. Hampir semua teman laki-laki saya satu kelas kompak. Saat ditanya kenapa kok pelontos. saya benci potong rambut. Tapi dia tidak bisa membuktikan apa-apa. “Biar besok pintar seperti Pak Harmoko.” kata bapak saya. Mulai dari membelikan mainan sampai kesiapan untuk mengisahkan dongeng baru sebelum tidur. Maka pembangkangan saya yang pertama kepada bapak saya adalah mengubah model rambut Harmoko-nya menjadi belah tengah. sang vokalis Power Slave. Ketika teman-teman sebaya saya sibuk bagaimana menghapus jerawat dari wajah mereka. Bapak saya perlu kreativitas ekstra untuk membujuk saya potong rambut. Itu saya lakukan mungkin kelas 5 SD.

duduk bersebelahan. Ibunya mengambil keputusan cepat. Namanya Bilven Sandalista. Maka ketika cukur rambut. Padahal saya paling tidak suka sisiran. cukup saya jawab: pendek dan simpel. saya geli sendiri karena di depan saya ada cermin besar sekali. saya berambut gondrong. Termasuk betapa besarnya rahmat untuk saya. saya tidak punya dokumentasi ketika berambut gondrong. Cukur kumis dan jenggot pun saya jarang bercermin. keramas nggak jelas.Begitu kuliah. Akhirnya datanglah kami ke salon rambut. Ada yang basah di hati saya ketika melirik cermin Kali dan cermin saya. Sama seperti apa yang dilakukan bapak saya kepada saya dulu. Selebihnya sampai sekarang saya suka rambut pendek. Sederhana saja alasannya: kalau keramas tidak ribet dan tidak perlu sisiran. Sama-sama potong rambut. bapak-anak ini. Tukang cukur yang bertanya model apa. Bedanya cuma saya tidak bilang supaya Kali mirip Harmoko.. Sayang. Semalam saya mengalami hal yang membahagiakan. Semacam perasaan: anak saya mulai tumbuh besar. meminta Kali juga dipotong. Akhirnya kami. Tapi juga tidak pernah saya lihat dia menyisir rambut. Rupanya Kali minta potong rambut seperti saya. Ada teman saya yang potongan rambutnya dari saya kenal 10 tahun yang lalu sampai sekarang tidak pernah berubah. Jadi saya bercermin juga tiga bulan sekali.. Potongannya simpel dan pendek. Tapi kemudian saya potong pendek gara-gara kutuan. Hal itu memang membuat saya sedikit repot. dan betapa makin tuanya saya. Potongan rambut model Bilven itulah yang kerap disebut “potongan tidak punya pacar”. Pernah sampai sepunggung. Model rambut Kali memang eksperimen ibunya dan saya. Ada beberapa kegiatan manusia keseharian yang bikin saya sering tertawa sendiri: bercermin dan sisiran. Istri saya dan Si Kali mengantar saya untuk cukur rambut karena rambut saya mulai butuh disisir kalau tidak bakal njebobok. Rapi. Tiga bulan sekali harus menyempatkan diri cukur rambut. Kali menjerit-jerit ke arah ibunya. Maklum zaman “ngaktivis” kan tidur nggak jelas. Saya menoleh memperhatikan mereka berdua. Sehingga saya tidak bisa bergaya dengan memajang foto berambut gondrong di Facebook. Ketika tukang cukur mulai memotong rambut saya. 25 .

26 .

.. Nak. Ngomong sendiri. Ngobrol sama tembok. Kemudian menggelar sajadah. Tidak apa-apa.kali kemping K ali membuat manuver baru. Kemriyek. Teruskan saja. dan membawa beberapa mainannya masuk ke “kolong” antara kasur dan tembok. Tiba-tiba ia meminta ibunya memiringkan kasur yang kami cadangkan di kamar tempat biasa dia bermain. 27 . Dia merasa gembira sekali. Kali tampak menikmati manuvernya itu.

Tapi Kali malah berteriak makin keras. Kali biasanya ikut menginjak-injak saya. Saat seperti itu. Padahal tubuh saya di puncak letih. ibu-anak ini sering main iseng. ia meminta lauk saya. Namun punya risiko. Ia mulai lari menghindar dan menggoda jika habis mandi. Saya digeretnya sambil berteriak minta main bola. jam untuk tidur. Hal ini bikin repot. Begutu Kali teriak minta diinjak-injak. Bagaimana nggak pusing. pasti kepedesan.. Justru di saat saya mau berangkat tidur. Piring saya direbut dan diganti dengan piringnya. Begitu ia makan makanan saya. kalau saya tidak mau. ia akan menangis. Terpaksa saya harus berbohong mau mengajaknya pergi. Kali bisa meminta saya menempel stiker di muka saya. Tiba-tiba kali tengkurap di lantai sambil teriak minta diinjak-injak. istri saya hanya bisa tersenyum. Saya memang biasanya meminta injak-injak istri saya kalau pas sangat capek sementara tukang pijat berhalangan datang.metal kecil B eberapa hari ini. Mereka berdua main tempel-tempelan stiker di wajah Kali. ia akan menangis. ia menjerit meronta. Usut punya usut. Saya harus siap-siap menerima risikonya. Ia tidak mau memakai pakaian. Saya sih ikhlas saja. tetap saja Kali tidak mau. Kalau sudah seperti itu.. Baru kemudian ia mau memakai pakaian. Tapi saya tidak suka cara itu sebab saya membohonginya. Kalau saya tidak mau. Kalau saya sedang makan dan dia kebetulan sedang makan juga. kini dilakukan di pagi hari. Ia yang biasanya mengajak saya main bola di dalam rumah ketika sore hari. tingkah Kali agak bikin repot. terpaksa saya pijit Kali pakai tangan. Foto ini salah satu buktinya. Hal itu membuatnya tidak mau makan makanannya. Apalagi semalam saya dibuat terkejut. Kadang sampai 30 menit bujuk-rayu yang kami lakukan. Ia lari terus. Lalu tertawa cengengesan lagi kalau sudah dilepas. Padahal lauk saya rata-rata pedas. 28 . Ia meminta saya menginjak-injak punggungnya dengan cara saya berdiri di atas punggungnya sebagaimana yang dilakukan istri saya dan dia saat menginjak-injak saya. Jika kemudian tertangkap tidak bisa lari lagi.

Setiap model tas maksimal hanya dibuat 5 buah. Tapi ia pernah bilang.hasil karya istri K etika memutuskan pindah ke Yogya. suatu saat ingin kembali meneruskan berkarya membuat tas. Tentu saja saya akan mendukung sepenuhnya. Ini bukan semata soal uang namun soal bagaimana mengekspresikan diri. dan beberapa desainer busana meminta tas kreasi istri saya dipakai sebagai aksesoris untuk fashion show. Ternyata pasar menyambut baik. Sebab saya tidak pernah membayangkan manusia tanpa karya. kegiatan ini dihentikan. juga ia ingin konsentrasi khusus untuk kandungannya yang kian membesar. 29 . Selain tempat workshop pembuatannya cukup jauh yakni di Bantul. istri saya sempat bingung beraktivitas. Apapun karya itu. Profesinya sebagai desainer interior tidak banyak dibutuhkan di kota ini. dicangking para peragawati melenggang di panggung cat walk. Sebagian tas masih ada. Tapi kemudian ia punya ide berkreasi membuat tas dengan dibalut kain batik. Ketika istri saya mengandung Kali. Beberapa butik di Jakarta dan di Surabaya meminta ikut menjual. dengan model batik yang berbeda. Tentu tidak untuk dijual melainkan sebagai barang kenangan bahwa ia pernah melakukan kreativitas ini.

rasanya Kali cepat sekali tumbuh besar. Saya selalu berusaha keras berlama-lama dengannya.tiap hari tambah besar T iap pagi. ibunya mengidam sushi sewaktu hamil muda.. 30 . Padahal rasanya baru kemarin.. dan ia selalu berkembang lebih cepat dari pikiran saya tentangnya.

Kedua tokek itu sudah ada sejak saya duduk di bangku sekolah dasar. Padahal ada seekor tokek di rumah kami. Sekarang saya tidak tahu apakah kedua tokek itu masih ada atau tidak.” kata Kali. lalu menunjukkan ke dia. Kalau dia menangis. 31 . bilang dengan muka terlihat serius. Ibu. Kalau saya dan Kali melihat gambar tokek berdua di gajet. ada dua tokek yang bersembunyi di balik lemari di dalam kamar saya. Tokek beneran. Walaupun saya juga khawatir kalau suatu saat Kali akan memegangnya. Kerap Ibu Kali tidak jadi merebus air atau memasak gara-gara si tokek mecungul. Dulu sekali. ibunya takut campur jijik dengan tokek. tapi saya tidak berani memegangnya. Kontan Kali diam lalu sumringah. tidak sedikit pun saya ingin menangkap kedua tokek itu. Ketika wabah bisnis menjual tokek berukuran besar sedang melanda. Dia masih kecil ketika kami menempati rumah ini. kedua tokek itu masih sering terlihat. salah satu jurus pamungkas saya adalah mencari gambar tokek di gajet. Sampai saya masa awal kuliah. Kalau ibunya menjerit karena tokek itu anteng dan tidak juga pergi. “Baik dia. Berkali-kali. saya tak punya pekerjaan rumah untuk mengusir tokek itu dari tempatnya. Sekarang sepertinya sudah beranjak “remaja”.. malah dikejar ditunjukkan gambar itu. di rumah saya yang di kampung. Setidaknya. Saya berharap Kali dan tokek ini bersahabat.. Kali akan menghampiri ibunya.kawan kali K ali suka sekali dengan tokek. Karena saya tidak punya pengalaman itu. Kabalikan dengan Kali. “Baik dia. Tentu saja besar sekali. Tokek itu bersembunyi di balik lemari yang berisi perkakas dapur. Ibu Kali menyingkir..” Tentu saya senang jika Kali tidak takut kepada tokek. Saya tidak takut tokek. Walhasil parade jeritan Ibu Kali berpadu dengan ketawa ngakak Si Kali.. Tidak tega rasanya mengusir tokek itu dari rumah. tahu ibunya sengaja membuang muka atau pergi. Dasar Kali.

bermain bersama. Hal itu cukup meresahkan hati saya dan istri saya. Sedangkan satu lagi temannya sudah sekolah. Secara ekonomi saya hanya sanggup tinggal di sebuah perumahan. Orangtua yang tidak maju. Lain waktu. Terlalu terperangkap masa lalu.kali mulai bersekolah K emarin Kali pergi ke sekolah untuk pertama kalinya. Mungkin karena pengalaman pribadi. Teman sebayanya hanya ada tiga anak. Mungkin saya di mata mereka juga sama: sibuk sekali. Kalau mau belajar pencak silat yang langsung ke rumah Pak Merpati atau Paklik Bangau. Kali hanya punya beberapa teman. 32 . hari-hari Kali adalah hari-hari tanpa teman sebaya. Orangtua yang egois hanya karena punya pengalaman yang tidak membahagiakan tentang sekolah lalu ingin anaknya tidak usah sekolah. Belajar berbagi. Selebihnya dia bersama teman-temannya akan langsung belajar dari alam bagaimana menangkap ikan. usianya ganjil tiga tahun. bikin mobil-mobilan dari jantung pisang. Saya tidak begitu gembira. Tentu saja anak seusia Kali harus pelan-pelan belajar berinteraksi dengan teman sebayanya. Kalau dia mau belajar menyanyi dan main musik. Saya tentu saja penganut mazab “Sekolah Itu Candu” ala Roem Topatimasang. Walhasil. menjebak burung. Itu pun sudah sangat saya syukuri. Biar kelak Kali memilih sendiri mau belajar apa. Dua teman sebayanya jarang sekali berada di rumah karena sering ikut berpergian orangtua mereka. Betapa ndeso dan agrarisnya pemikiran saya. bertenggang rasa. Saya ingin Kali banyak bermain dengan teman-teman kampung sebayanya. Sedangkan yang benar-benar terisi adalah orang-orang supersibuk. Tapi “kampung” adalah sebuah kemewahan bagi saya sekeluarga. Betapa romantisnya. Sebagai orangtua. Sesekali kami bertegur sapa. Inginnya sih kalau bisa ya mengembalikan khitah sekolah sebagai waktu luang untuk bermain dan belajar. Mereka orang-orang baik. Pada kenyataannya saya berada di sini. Di perumahan ini. di sebuah perumahan yang sebagian rumah-rumah dalam keadaan kosong karena dibeli sebagai bagian dari produk investasi. saya punya pemikiran ideal tentang pendidikan. Padahal masih besok Mei. Saya pribadi punya pandangan yang tidak baik dengan sekolah formal. hanya saja sibuk sekali. semoga bisa saya kisahkan betapa mahalnya kampung bagi kebanyakan kelas menengah di Indonesia yang tinggal di kota. Ketika dia ingin belajar membaca kitab ya nyantrik di Nyai Hajar atau Mbah Yai. tinggal belajar di rumah Mbak Sinden dan Pakde Pengrawit. Tapi itu semua adalah antologi muskil. kalau mau belajar senirupa ya segera lari dengan gembira ke rumah Lik Sungging atau Mbokde Canting. Saya membayangkan Kali hidup di sebuah kampung yang ideal.

nanti agak rumit obrolan kita.. Dia butuh sekolah sebab tanpa itu.. jangan ke sana. sepakat atau tidak. Sebagai orangtua. Kali sebaiknya bermain dan bertemu dengan anak-anak sebayanya. Semoga kamu baik-baik saja. Dia butuh teman. Dia tidak boleh terasing dan terkucil.Tentu saya juga menyadari bahwa zaman Kali berbeda dengan saya. saya tidak boleh egois. saya dan istri saya setelah melalui sekian rentetan diskusi yang serius dan ujicoba ke beberapa sekolah. Dan itu semua hanya bisa dia dapatkan di sesuatu yang namanya: sekolah. Apapun itu. Bukan kampung.. Luarbiasa kehidupan saya. Kali bisa tidak punya masa depan. Nak! 33 . Dan sebetulnya apa sih yang disebut “masa depan” itu? Ah sudahlah. Tapi baiklah. Lha alasan itu juga yang dulu membuat orangtua saya menyekolahkan saya. Dia harus belajar hidup bersama orang lain yang bukan keluarga intinya. dengan berat hati kami memutuskan: Kali harus sekolah sekalipun usianya belum ganjil tiga tahun.. suka atau tidak.

Si Teman menangis dan mulutnya berdarah. Hanya Kali yang kemudian ikut nimbrung main bersama mereka. Kali ikut sembunyi. saya ini orang paling manis dan paling damai di seluruh dunia. kamu apakan temanmu?” kembali saya mencoba bertanya. Kali cenderung suka iseng. Gurune kesregepen. lalu pura-pura terjatuh dan tertawa. saya mencoba mengajak berkomunikasi Si Kali. kursi temannya dinaikin. Lalu malah cengengesan sambil main mobil-mobilan. “Nak. Suatu saat. Saya langsung syok.laporan sementara H ampir sebulan Kali sekolah. Akhirnya saya sedikit lega karena menurut istri saya. kenapa kamu bikin nangis temanmu?” Kali diam. Setidaknya ada sekali dalam seminggu Kali membuat teman sekelasnya menangis. dia merebut. Kata istri saya yang mengantar Kali sekolah (saya belum pernah mengantar satu kali pun). Walhasil mereka saling menabrakkan diri. dia kasih. Walaupun bingung juga bagaimana mengajak ngobrol anak seusia itu. Lalu dia memperagakan adegan mendorong. Kali geleng-geleng kepala sambil bicara dalam bahasa UFO yang tidak saya pahami. Di sekolah Kali. Saking penasarannya. Setiap dia masuk sekolah. Ada yang karena tabrakan badan. ada juga anak-anak TK. Kalau temannya mau menangis. Istri saya kemudian bercerita. memang diapain sama Si Kali? “Nak. apalagi ibunya. ada teman Kali yang main sembunyi-sembunyian di kolong tangga. Anak belum berumur tiga tahun kok diminta menerangkan. “Lha kenapa kamu dorong temanmu?” Tapi segera saya menyadari betapa bodohnya saya. Kalau dengan teman-teman sebayanya. Sepatu temannya dipakai. Kali memang suka menabrak-nabrakkan tubuhnya ke apa saja. Temannya sedang pegang mainan. Pusing saya. Tidak lama kemudian. Dan pecahlah tangis teman-teman Kali. Tentu ini bukan perkelahian. batin saya kalau sedang membaca laporan tertulis tentang Si Kali. Kali sudah meminta maaf. Saya pikir. Masih menurut laporan dari gurunya. Kali bikin bocor mulut seorang temannya. gurunya memberi laporan aktivitas apa saja yang dilakukan bocah berumur 2 tahun 8 bulan ini. Kalau mereka istirahat.. kadang masuk ke kelas Si Kali. istri saya melaporkan. masak anak kami hobi berkelahi. Kali lebih suka main sama anak-anak yang berumur di atasnya. Masak sih sampai berdarah.. 34 . Ooo. beberapa teman Kali juga suka menabrak-nabrakkan tubuh mereka.

“Ai iku naik espa! Ai iku naik espa!” Hhhhhhhhhhhh! 35 . Kali lari ke kamar. hujan hampir turun. tangan saya dilendoti Kali sambil dia berteriak. Tiba-tiba Kali teriak. “Ai aaauuuuu!” Segera saya ikuti Si Kali.. Nah. Kembali kami mencari kunci yang lenyap tanpa sebab itu. Capek. “Nah ini dia!” Ketemu! Di kantong tas raket yang barusan dipakai main-main Si Kali.. Mau tidak mau saya tetap keluar mencari makan. Istri saya juga. “Ini unciiii!” Kembali kami mencari kunci. Dia memeriksa kantong tas itu. malam hari. Tapi segera menepuk jidat begitu Kali mengambil kunci lemari sambil menjuntaijuntaikan kunci itu sambil bilang. Kami berdua melihat ke arah Si Kali dengan muka sebal.” jawabnya. Kembali Kali melompat-lompat sambil teriak. belum selesai. “Ai idak auuu. kaaaaan. saya mau beli makan malam di luar. Saya segera lari dan membalik bantal. Saya mencoba mengajaknya bicara. Ada kunci memang. “Ai aauuuuu!” Saya tidak percaya. Hujan mulai turun. Saya cari kunci Vespa tidak ketemu. jangankan temannya. Tiba-tiba istri saya mengambil tas raket badminton yang barusan saya beli. Ia menuju lemari. kami saja sering dibuat kalang kabut. menanyakan kunci. Saya tidak mau tertipu. Saya mulai kesal. tapi Kali malah tertawa sambil lompat-lompat. Saya mulai curiga. Baru mau buka pintu. Beberapa hari yang lalu misalnya. tapi lagi-lagi kunci lemari! Saya dan istri saya akhirnya hanya bisa duduk-duduk di kursi. Segera dia teriak. saya hampir lega.. Tidak masuk akal. “Ni unciii! Ni unciii!” katanya sambil menunjuk-nunjuk di balik bantal. Pasti saya mau dikerjain lagi ini.Soal iseng. Hujan makin deras. kunci itu “disembunyikan” Kali. Eh.. Istri saya ikut mencari.

36 .

begitu pula Si Anak. Diam. Kemarin saya kedatangan tamu. waktu saya kecil juga begitu. Musik mulai mengalun. Dengan kata-kata dari UFO-nya. “Bintangku! Bintangku! Bintangku!” Kedua musisi yang mengiringi terpaksa menghentikan alunan musik mereka. piye jal? Kalau saya ya apa butuh saya. kalau dia diajak pergi ke Superindo. mungkin yang dimaksud adalah lagu “Bintang Kecil”. Perbedaan yang lain.persamaan dan perbedaan S eperti itulah Si Bapak. Kali mau pergi sama ibu.” “O. Dia memberi kode ke para musisi. Seperti beberapa hari lalu. Ternyata Kali menyanyi sendiri. “Halo. Kalau dia merasa belum kenal. Semalam misalnya. Kali dipandu untuk menyanyi lagu “Bintang Kecil”. Kreativitas Kali juga mulai harus “diwaspadai”. yang paling terasa adalah dia tidak bisa tidur cepat di malam hari sebagaimana anak-anak seusianya. tentu saja dengan lafal cadelnya: “Bapak. Seperti biasa. Cium tangan. Apalagi ketika sudah besar. Kata orangtua saya. Woooh ternyata dia mengarang sendiri. “Adik Kali mau menyanyi apa?” “Bintangku. dia akan menyapa semua satu persatu. Kali akan pamit. Kali akan menyalami mereka sambik menerangkan siapa dirinya dengan lidah cedalnya. kasir dan juga pengunjung. namaku Kalijaga ganteng. misalnya. Orang-orang yang di ruangan itu tertawa semua. Misalnya. Tapi ternyata dia juga punya banyak perbedaan dengan saya. dua musisi memegang gitar dan organ bersiap mengiringi Kali. Bocah yang besok tanggal 20 Mei berusia tiga tahun itu langsung maju naik panggung ketika teman-teman lainnya masih perlu dibujuk. Dia mulai pakai kata-kata. dia baru tidur pukul 23. sambil teriak-teriak.45. Bapak di rumah saja ya. berpelukan. Biasanya kalau mau pergi dengan ibunya. selesai.. Sang Gitaris bertanya.. Di pinggir panggung. Bapakku: Puthut EA ganteng. Di situ kelihatan persamaan Kali dengan saya: berbakat menyenangkan hati orang dan pandai mengarang. sama ikan!” Asem. pramuniaga. 37 . Kali punya banyak persamaan dengan saya. Ibuku Diajeng Paramita cantiiiik!” Ngono je. ketika sekolahnya mengadakan acara peringatan Imlek. Dari mulai tukang parkir. Dia juga masih sering “mengerjai” saya. bintang kecil?” “No! Bintangku!” Istri saya juga bingung. cium pipi. Tapi sekarang tidak hanya itu. Kalau saya kan cenderung pemalu. satpam. Kali tidak merasa grogi jika tampil di publik. cepat. saya suguh segelas segelas kopi di gazebo kecil yang ada kolam ikan kecil di sampingnya.

Terus menuangkan sebagian kopi ke gelasnya.. dia bilang ke saya. ikannya dikasih kopi ya. 38 . “Bapak. sambil menumpahkan kopi ke kolam. Dia minta baik-baik kopi Si Tamu.Kali mendatangi Si Tamu dengan membawa gelas.” Saya dan tamu saya cuma kamitenggengen. Kemudian Kali menuju kolam kecil..

badan Kali terasa panas. 39 . Ibu Kali segera menghungi Miss Hana dan saudaranya yang kebetulan punya anak satu sekolah dengan Kali. bukan bocah yang belum berumur tiga tahun. Saya segera membangunkan istri saya dan berkonsultasi.. Pelajaran itu tampaknya bukan hanya berguna buat Kali. Saya tiba-tiba juga ikut bersedih. Namun semalam. Lalu saudara istri saya mengirim foto ini. Tapi dia juga tampak mengerti kenapa tidak jadi berangkat. Ayo Kali. juga agar kita lebih bisa menghargai ketika dalam keadaan sehat. Miss Hana juga bilang. Biarkan Kali belajar mandiri dan menikmati waktu bersama teman-temannya. hanya di sekitar Kasongan. tampaknya tak sabar Kali menjumpai pagi ini. istri saya tidak perlu ikut atau mengantar bocah yang belum berumur tiga tahun itu. begitu kira-kira ungkapan Miss Hana. Hanya kemudian saya kibaskan perasaan itu cepat-cepat. kami pergi untuk membeli botol minuman sebagai bekal Kali pergi piknik. sarapan dulu. lihat pagi hari ini. Sekolah di mana Kali belajar akan menghelat acara piknik di Kasongan. apakah Kali harus tetap berangkat atau tidak. Soal piknik Si Kali. saya belajar membuat keputusan yang belum pernah kami lakukan. Kadang di saat seperti itu. Saya kira itu solusi yang tepat. Tapi juga buat saya. guru Si Kali. tapi Ibu Kali akan menjemput ke Kasongan ketika acara hampir bubar. Semalam kami putuskan. Dia mungkin juga perlu belajar sejak dini bahwa sakit itu penting agar selain bisa tumbuh lebih baik. Guru Kali menyarankan. Ketika botol minuman sudah kami beli. Kali terlihat sedih. Toh hanya beberapa jam. kalau belum tega benar. akhirnya kami memutuskan jalan tengah: Kali ikut tanpa diantar ibunya sebagaimana yang disarankan Miss Hana. Kali tampak antusias. Tapi. Setelah melalui berbagai pertimbangan. sebagaimana biasa. Dia. silakan ikut. Beberapa hari lalu. Begitulah hidup ini. Kami memutuskan dia tidak jadi ikut piknik. Semalam. saya merasa sedang menghadapi bocah berumur 5 atau 6 tahun. Setidaknya Kali mulai belajar. saya kaget. lari ke sana ke mari dan bergulingan di lantai.. ketika saya mencium Kali yang sedang terlelap. Ternyata badan Kali tambah panas. saya dan istri saya terlibat diskusi agak serius. ditambah sedikit batuk. tidak semua hal yang dia inginkan terjadi akan benar-benar terjadi. situasi ketika rombongan mau berangkat.kali tak jadi berangkat piknik P agi ini.

Saya langsung sembuh saat itu juga.. Bagi Anda dan anggota keluarga Anda yang sedang sakit. Dia melorotkan celananya.usil S ekalipun dalam keadaan sakit. lalu joget-joget. Kaos yang dipakainya dijadikan topi. Entah kekuatan apa. kalau sakit jangan nglemprek. saya belajar. manteman.... saya langsung bangkit dan berlari menuju rumah tetangga saya.. melihat karya pertama saya terpacak di media massa tersebut. Dari dia. semoga cepat sembuh. Saya mendengar hal itu lamat-lamat. Selamat pagi. Saya teringat suatu saat ketika duduk di bangku SMP. Kali tidak kehilangan sifat main-mainnya. duduk minum obat pun harus dibantu. saya kena tipus. 40 . Jangankan berdiri. Hati yang riang adalah obat yang mujarab. Tiba-tiba tetangga saya memberi kabar ke ibu saya kalau tulisan saya dimuat di sebuah media massa. Amin. Usahakan hati tetap riang dan semangat.. Kadang juga usil.

Dan yang tidak semua itu. “Besok ke UGM. Kali bersama teman-teman sekolahnya melakukan mini trip ke UGM. Pura-pura gembira. sambil bilang. 41 . Semalam dia terlihat senang sekali. Padahal sesungguhnya saya sedang merasa malu karena UGM akhir-akhir ini sering didemo petani. belum ada gaungnya. ke sekolah bapak!” Begitu berulang-ulang. sayangnya. Saya tertawa. Intelektual UGM banyak terlibat mendukung kebijakan yang tidak prorakyat.ugm P agi tadi. Tentu tidak semua begitu.

Kadang saya tidak tega. hingga mereka berdua mengantar saya hanya lewat jendela. dengan seorang bapak yang baru akan tidur.kangen M ereka berdua selalu mengantar saya jika hendak pergi. saya selalu kangen mereka berdua. Kalau sama-sama baru bangun tidur beda sekali.” “Tidak mau!” Lalu mulailah dia merajuk. Sebab dia mengenali tas olahraga saya. dia dan ibunya akan mengantar dari balik jendela. Di beranda. Canda seorang anak yang baru bangun tidur. Saya hanya bilang. Tapi istri saya hanya perlu waktu sebentar untuk menenangkan Kali. Kalau pergi berhari-hari seperti ini. Terlebih di pagi seperti ini. lalu bercanda dengan saya.. meminta susu. Terutama tidak tahan melihat Kali menangis hanya karena tidak diajak main futsal. Tidak peduli apakah saya akan pergi selama berhari-hari atau sekadar beli rokok yang hanya sekian belas menit. “Kali boleh ikut tidak?” Saya tidak bisa mengatakan tidak.. “Kali di rumah saja sama ibu ya. Tidak perlu berbohong dan percuma saja kalau berbohong. “Bapak mau main futsal. ya?” Saya terpaksa mengiyakan. merengek dan kemudian menangis. Pagi ketika Kali mulai bangun. Paling susah meninggalkan Kali kalau dia tahu saya akan main futsal. Anda harus mengalaminya sendiri. 42 . Kalau Kali agak rewel dengan merengek minta diajak pergi naik Vespa. Butuh waktu untuk benar-benar meninggalkan mereka berdua.

dengan siapapun. Saya tidak mau mengganggunya. Hanya kanak-kanak yang sanggup melakukannya. Sebab setelah besar nanti. Erat.dunia P agi begini. akan terlalu banyak hal yang akan mengganggu hati dan pikirannya. dia bisa bermain sendirian selama dua jam. digenggam oleh dunia. Bercakap dengan dirinya sendiri. Saya membiarkan Kali menggenggam dunia. biasanya. Melempar daun-daun kering di kolam mungil di belakang rumah. 43 . saya biasanya hanya bisa memandang Kali asyik bermain sendiri. Jika dibiarkan. Berjalan mondar-mandir. Kita yang sudah dewasa. Tidak terganggu dengan apapun.

Kali naik ke tempat tidur.” “Kenapa Kali tidak diajak?” “Karena Kali tidur. Sehingga apa yang dilakukan Kali ketika bangun tidur. saya hanya tidur di sekitar waktu tersebut. Seperti didongengi oleh Si Kali. Saya butuh waktu 5 sampai 10 menit untuk mengalihkan perhatiannya. Dan saya terlelap lagi. Karena sedang berurusan dengan sekian hal. Kali bangun jam 4. Kini.. saya tidak tahu.” “O. “Mas. Kadang antara jam 7 atau 8 pagi. Kali langsung tanya. Dia kemudian mulai asyik bermain di tempat tidur. “Ibu Kali mana?” Biasanya saya jawab. saya tidur di atas tempat tidur.. Ketika Kali mulai terlelap itulah. lantas memeluknya. saya sedang angler tidur. Dia berdiri di samping tempat tidur. Dia menciumi saya lantas memeluk saya lagi. lalu kami bermain berdua. Dulu. mau tidur sebentar saja. Dia memeluk saya berkali-kali. Saya merasakan Kali memeluk saya.. kecapekan.” Tidak lama kemudian. Kali mau main mobil-mobilan. Belum tentu tiga bulan sekali. Hanya 3 jam dalam sehari. hal itu saya anggap berkah. Kali begitu bangun pasti langsung mencari ibunya. Mas. Namun kalau ada pekerjaan mendadak. Seperti yang terjadi kemarin. “Bapak capek ya?” Saya menjawab malas. gitu ya. bapak capek sekali. dia langsung menangis. bangun jam 4 sore. Biasanya Kali tidur siang jam 1 siang lalu bangun jam 4 sore. saya tidak jarang tidur antara jam 3 sore sampai jam 6 petang.kasih sayang kali J adwal tidur saya tidak teratur. saya baru tidur jam 3. 44 . “Ibu Kali ke Angkringan Mojok. Sementara itu. begitu bangun tidur.. Boleh ya?” Kali memeluk saya. Dia ngomong sendiri. saya ingat dalam lamat. “Iya. Kami kemudian sudah asyik bermain. Seperti beberapa hari belakangan ini. Kalau saya bisa tidur malam hari. Waktu berdua bersama Kali inilah yang paling saya nikmati. Beberapa hari kemarin tidak seperti itu karena ketika Kali terbangun. “Bapak. ketika ibunya tidak ada di rumah. Saya sambil terus merem. istri saya ke Angkringan Mojok sampai menjelang Magrib. Seperti sedang mendongeng.” Dia manggut-manggut terus meminta susu kotak kesukaannya. saya punya jadwal momong Si Kali. Kadang jam 10an pagi.” Saya antara sadar dan tidak menjawab. lalu bangun sekitar jam 2 siang.

Begitulah saya.. Sambil berteriak. “Ibu. Senang sekali rasanya. Hari menjelang Magrib. gggrrrhhhh gggrrhhhh ggggrrrhhh. 45 . tepat ketika saya istri saya membuka pintu. Ibu! Bapak sedang tidur. Lalu bangkit. Siap memulai aktivitas lagi walaupun hanya tidur dalam waktu 3 jam saja. Saya yang belum tuntas tidur ketawa ngakak..” ucapnya sambil menirukan saya mengorok. Kadang merasa beruntung bisa tidur dalam keadaan ‘‘dijaga’’ anak laki-laki saya yang belum berumur tiga tahun. Mendengar pintu dibuka. Terlebih dari dulu saya selalu merasa bahwa tidur adalah kemewahan bagi saya. Kali langsung melompat dari tempat tidur dan menyongsong ibunya.Hingga saya bangun tidur menjelang Magrib.

Turun. mengambil DVD. Kami akhirnya mencoba menyelidiki bagaimana hal ini bisa terjadi. Segera Kali bercerita sambil mempraktekkan. Akhirnya kami mencoba bicara baik-baik kepada Kali. Selesai. Kursi dikembalikan. Akhirnya kami bicara supaya saya tahu duduk soalnya. Tidak mengerti apa maksud protes istri saya. DVD film kesukaan Kali diletakkan di atas rak buku yang mustahil rasanya bisa diambil oleh Kali. yang jadi masalah adalah saya merasa tidak menyetel film. Lalu naik. Rasanya pasti itu bukan kelakuan saya. Kemudian dia menyetel film. Hari ini Kali ada jadwal pergi sekolah. Dia belum menata tas dan ganti baju tapi sudah khusyuk menonton film kesukaannya. Saya hanya bisa melongo. dia menemukan kursi kuning di ruang Kali bermain dalam posisi tidak sesuai biasanya.rekonstruksi B egitu keluar dari kamar mandi. bagaimana dia bisa mengambil keping DVD itu. belum bisa menyetel film. cuma plonga-plongo. Saya yang masih sibuk membalas email. Istri saya menemukan barang bukti berupa wadah keping DVD yang diletakkan di lantai. diseret mendekati rak buku. istri saya protes. Dia mengambil kursi kuning dari kamar bermainnya. Nah. 46 . Kedua. Proses penyelidikan dimulai. kenapa saya mau menerima rengekan Kali agar menyetel film kesukaannya. sepengetahuan kami. Persoalan lain adalah Kali.

Jaga apa? Jaga Kali. Kali apa? Kali Jaga. Dunia apa? Dunia Kali. saya tanya duluan. Mbulet. Jaga apa? Jaga ganteng.. Tapi jangan sampai kamu kehilangan waktu untuk anakmu paling tidak sampai dia berumur 5 tahun. seorang anak yang berusia 4 tahun bisa bertanya 200 sampai dengan 400 pertanyaan. Makan apa? Makan krupuk. Weh! Trembelane. Jaga apa? Jaga ganteng. Saat saya mau makan. kamu akan makin banyak kehilangan. Jurus pertama saya adalah jurus mbulet. Baiklah! 47 . Kali bikin kejutan. Dia sudah mulai gemar bertanya. Bapak sedang apa? Sedang makan. Hingga Kali capek. langsung saya tanya duluan. Padahal biasanya Kali akan mengakhiri dengan lari atau menjawab: Sudah. Enak apa? Enak Kali. Tapi saya betul-betul judeg kalau sudah ditanya. Segalanya berlalu makin cepat. Tapi ternyata untuk sementara waktu. Lele apa? Lele goreng. Kali hampir berusia 3 tahun. seorang anak akan banyak bertanya di usia 4 tahun. Dia putar-putar juga pertanyaan saya. Tak berujung apa? Berujung dunia. Kali capek! Rupanya dia juga belajar mengerjai bapaknya. Dalam sehari. Minimal 5 jam dalam sehari. Maka saya rajin menemani Kali. Kali apa? Kali Jaga. “Kalau kamu bisa. kalau sudah urusan soal anak hanya boleh manut dan manut. Kali mendekat hendak bertanya. Enak apa? Enak Kali. Misalnya saya sedang di depan layar gajet saya. Kali apa? Kali Jaga. kamu boleh kehilangan apapun itu. Apa saja ditanya. Adu kreatif. Kali mendekat mau bertanya.. Mendadak kemarin. Kali apa? Kali Jaga. Tidak ada bantahan.” Saya sudah tentu manut. Akhirnya dia bingung sendiri. Krupuk apa? Krupuk enak. utak-utik nulis. Jaga apa? Jaga Kali. Jurus kedua saya. Seorang sahabat saya memberi nasihat.. Mas Kali sudah makan? Sudah. Batin saya: Bapakmu diam-diam orang kreatif je. Ini contoh tanya-jawab antara Kali dengan saya. Aman. Dengan sigap saya tanya duluan. Bapak.adu kreatif M enurut informasi yang saya ketahui. Jadilah saya pakai jurus.. Le. Ganteng apa? Ganteng tak berujung. Makan apa? Makan lele. karir atau uang. kesempatan. Goreng apa? Goreng enak. Begitu kamu kehilangan waktu bersama dia di rentang usia itu. sebelum Kali bertanya. Orang kasep nikah macam saya ini.

Itu salah satu momen ketika saya bisa berdoa dengan tulus dan sederhana. Betapa damainya bocah kecil itu. Saya membopong menuju tempat tidur. Saya kemudian tiduran di sampingnya. Tidur begitu saja. Tanpa banyak berpikir. telinganya. Kemudian terlelap lagi sambil memeluk saya erat. saya akan nyawang Kali sebentar. Bahkan biasa tertidur ketika sedang ngemil atau disuapin makanan. rambutnya. Kemudian saya mendoakannya. Mendengar dengan jelas detak jantung dan nafasnya. Dia akan memeluk saya lagi. Di saat itu. Memeluknya. Betapa berbeda dengan saya yang nisbi susah tidur. Meniupkan doa itu di ubun-ubunnya. Kemudian saya angkat dia.tertidur K ali biasa tertidur ketika bermain. 48 . Di saat seperti itu. dia akan terbangun sebentar. Kadang juga saya perhatikan lebih detil lagi: alisnya. hidungnya dan lainlain. Cepat. Nyenyak. Kemudian saya letakkan pelan dia ke tempat tidur. saya merasa begitu berartinya menjadi seorang bapak. Di momen sederhana itulah.

boleh tidak dia melakukan eksperimen bikin tumpeng dengan mengeksplorasi menu yang ada di Angkringan Mojok? Boleh saja. Tepat. Kali diantar ibunya. Hidup ini seperti roda pedati. serta kado-kado mungil dibawa ke sekolah Kali untuk memulai rangkain ulang tahun Kali hari ini. Ambillah semua sifat baik kedua orang tuamu. Selamat ulang tahun. kadang di atas kadang di bawah. Barusan tumpeng bikinan Ibu Kali dan Mbak Eti jadi. tapi berputarlah terus untuk sampai ke tujuan. Hidup ini naik turun seperti harga emas. Tapi jalanilah dalam bentangan grafik naik terus. Nikmatilah. jawab saya. Kali. Saya tidak ikut. Jalan terus. 49 . istri saya bilang. Giliran saya nanti saja di rangkaian ketiga dan keempat. istri Mas Anang Batas. orangtua saya dan mertua saya. Seminggu yang lalu. Salah satunya: tumpengan.tiga tahun R angkaian ulang tahun Kali cukup panjang. Tumpeng ini dan penganan lain. Mbak Eti adalah rekan bisnis kami di Angkringan Mojok. jauhi semua sifat buruk keduanya.

Langsung.. Saya mengucapkan terimakasih. Kali sudah main sepakbola. Sudah menggambar dan menyanyi.. Belum usai saya mengagumi hasil racikan bocah berumur 3 tahun itu..dua kejutan B egitu sampai rumah. Kali pentas main drama? Wah. Istri saya yang kemudian bilang. Saya harus bersabar untuk kelak mengajarinya menulis. Sebentar lagi dia akan main teater. Kali menyodorkan ke saya sebuah undangan. Bapak datang ya?” Saya segera mengangguk. Dia mengngguk. Saya pikir. Saya harus datang. anak berumur 3 tahun main drama? Saya memastikan itu ke istri saya.. Segera saya teringat Andy Sri Wahyudi. Sudah menjadi koki.. roti itu adalah bekalnya yang tidak habis. Tiba-tiba saya teringat Rahung Nasution Si Koki Gadungan yang sohor itu. “Kali jadi orang Indian. Kali langsung mengulungkan bungkusan plastik yang berisi setangkup roti. tolong dong diapresiasi karena roti itu bikinan Si Kali. Hiyak! 50 . Saya baca baik-baik sembari mengernyit. Bapak kepada anak. aktor teater yang konon hebat itu. Ha? Kali bikin roti? Wuih! Pelajaran di sekolah Kali tadi adalah menjadi koki..

Pelatihan dilakukan di Pantai Parangtritis. Kami berdua tidak kangsenan. Saat itu saya diam-diam memperhatian bagaimana cara beliau mendidik putrinya. Mas Whani mengajak putrinya yang mungkin masih berusia 7 atau 8 tahun (?). mungkin 10 tahun lalu. Setiap sore. 51 . Saya juga baru tahu kalau Mas Whani ikut memberi pelatihan. Dan saya cuma bisa kamitenggengen. Prosesi menyapu dilakukan dengan pelan dan khusyuk. Tentu tidak jelas apa yang disapu. Si Putri menyapu di arena pelatihan. padahal saya belum menurunkan ilmu menyapu yang saya “curi” dari Mas Whani. di bawah panduan Sang Bapak. Siang tadi. arah sapuan. Sempat saya mau membantu putri kecil itu. saya berjanji akan meniru cara yang baik itu jika kelak punya anak. ternyata ada Mas Whani Darmawan yang memberi pelatihan teater. tapi Sang Bapak yang juga pendekar pencak itu memberi isyarat jangan. dll. cara pegang sapu. saya terkejut saat dari dalam kamar melihat Si Kali sibuk menyapu. Selain saya. saya memberi pelatihan menulis sebuah organisasi mahasiswa. Di dalam hati. ketika barusan bangun tidur.sapu S aya agak lupa. Wah blaik.

itu pun hanya menjemput di pinggir jalan. Turun dari panggung. saya memang orang yang malas mandi. dia melihat ke arah saya. Sebelum naik. untuk pertama kalinya Kali pentas di sekolahnya. Dan benar. Hari ini lain. saya ulurkan dua buku yang saya ambil dari rak. Saya aktivis garis keras #savewater. Dipindai dan dihitung petugas kasir. apapun itu. Hanya menggosok gigi. Saya hanya sekali datang ke sekolahnya. ketika mulai di kasir. Cukup lama menunggu Kali naik panggung. Tapi kadang senjata itu saya pakai jika ada aktivis sok save-save-an berdebat dengan saya. Saya senyum-senyum sendiri. Bahkan semalam saya bilang ke istri saya kalau saya akan mengenakan sandal Birkenstock hadiah ulang tahun darinya Maret lalu. sambil sesekali mengobrol dengan istri saya dan beberapa orangtua murid. Sampai sekarang. Benar. ganti pakaian. yang belum sempat saya pakai.hadiah M estinya kali ini saya tidak berada di kota Yogya. istri saya cuma mengenal 2 benda untuk ulang tahun saya. Saya juga asyik melihat-lihat buku. Nak? Kali menjawab dengan bersorak: Buku! Kali belum bisa membaca. Kamu akan baik-baik saja. Sekalipun hanya sempat tidur sejam. Kemudian gantian buku-buku yang diambil istri saya. Tapi karena hari ini ada momen spesial. Enggaklah. 52 . Kamu mau hadiah apa. langsung saya ucapkan selamat kepada bocah berumur tiga tahun itu. Lalu saya bilang kalau saya mau memberinya hadiah. cuci muka. Percuma jadi aktivis save-save-an kalau mandi masih sehari dua kali. saya terpingkal-pingkal melihat aksinya karena Kali lupa beberapa gerakan. Segera saya kasih kode dengan mengerdipkan mata dan mengacungkan jempol. Nak. Kali dan ibunya mendatangi saya. Sesuatu yang tidak menyenangkan dan mungkin meninggalkan trauma. Saya hanya mandi sehari sekali atau dua hari sekali. Saya sampai sekarang masih sering bermimpi tidak lulus SMA dan kuliah. saya sempat melihat tas hitam tempat buku-buku yang diseret oleh Kali. Tiba saatnya Kali naik panggung. Tentu saja saya tidak mandi. Giliran buku-buku Kali. Saya mulai deg-degan. dua. seperti rumah sakit bagi saya. Sejam lebih. Sejak pacaran. Dua benda yang pasti membuat saya riang jika membuka kado ulangtahun darinya. Kali lari ke sana ke mari mengambil buku-buku yang dia sukai. Tapi dia suka buku. Sekolah. saya tetap memaksa tinggal di kota ini. Segera kami bertiga meluncur ke Gramedia Ambarukmo Plaza. kalau tidak jam tangan Swatch ya sandal Birkenstock. saya berangkat dengan riang. tiga. Satu. Sudah? Keduanya mengangguk. Hari ini. Sembari menuju ke kasir.

Penulis kok melarang anaknya beli buku. Istri saya tertawa terpingkal-pingkal. Tujuh buku. Saya unjal ambegan landung. Bukan menyesal.. Kali menoleh ke arah saya. Dan ketujuh buku itu. Istri saya usai membayar.. Selesai... Saya kembali mengusap-usap wajah saya. Cuma berpikir keras.. “Itu pun tadi waktu di kasir sudah kusuruh mengurangi petugas kasir. Segera saya kembali mengacungkan jempol ke arahnya. Saya mulai mengusap-usap muka saya. Saya langsung kukur-kukur gundul. enam. bukan jenis buku-buku dengan harga “biasa”. segera saya berbisik ke arahnya. 53 . ke depan kalau Kali diajak ke toko buku bagaimana caranya agar dia tidak membeli buku banyak-banyak? Kalau dia menangis di Gramedia dan kebetulan ada orang yang kenal saya.” Jadi sebetulnya lebih dari tujuh ya? Istri saya mengaggukkan kepala..empat.. Lima.. tujuh... kan saya malu.

dan lebih mudah mengerti apa yang kami utarakan. Pak. “O ya? Untuk apa Mas Kali?” “Untuk bayar bensin.” Istri saya terdiam. kalau ada teman atau saudara yang sedang sedih.” Lalu kami berdoa. terstruktur.” “Kalau ada orang yang sedang kesulitan dan Mas Kali tidak bisa menolong. Dia manggut-manggut.. Pak....” “Itu ajaran Ibu kepada Bapak. Sekalipun usianya masih tiga tahun. dia meminta Kali memberikan uang pembelian ke tukang bensin. Tapi Dokter keluarga kami selalu bilang sejak Kali masih bayi merah agar kami mengajak Kali bicara selayaknya bicara kepada orang yang paham maksud kami. Mari kita doakan..obrolan sore “Mas Kali. “Ibuk. ini sedang ada orang berduka di Facebook. Kali mau ikut mencari uang. ketika istri saya sedang mengisi bensin mobilnya.. tiba-tiba Kali bilang. Kami menyaksikan sendiri Kali lebih cepat bicara.” Istri saya menahan ketawa. Dan kami selaku melakukannya. doakan juga. Pak.” “Iya.” “Nah.. Saya tidak yakin Kali paham maksud saya. kirimi mereka doa. Usai melakukan tertib dan adab transaksi.” “Gitu ya. Tentu masih terkejut dengan kalimat Kali. 54 . Lalu dia bertanya.. Kemarin sore.” “Iya.

disarankan untuk berbaring. Dia memeluk saya lagi. Memeluk saya. Tiduran. Kali minta maaf. iPad benda yang nisbi mahal.” jawab Kali dengan suara lempeng. Akhirnya jatuh beneran. Kali masuk kamar.. Pak. Saya bergeming. “Bapak. Kali lalu naik ke pangkuan saya.” ungkapnya suatu saat. Kalau sekarang rusak seperti itu terus bagaimana?” “Ya beli lagi. “Kalau nggak siap rusak dan hilang ya jangan beli barang itu. Sambil bilang lagi. Tetap duduk dan tidak merespons apaapa. terus saya dudukkan di kursi. Jujur saja saya sebal..” Tiba-tiba kalimat-kalimat itu melintas di kepala saya.. “Bapak. Sebetulnya gajet itu adalah hadiah saya untuk istri saya. sambil sedikit membungkuk.. tapi tentu saja setiap saat dipakai oleh Kali. Konon kata sebuah hadist jika seseorang dalam keadaan duduk masih tetap marah. ucluk-ucluk. “Kali kan sudah dipesan oleh ibu dan bapak. Bagaimanapun bagi saya. Saya teringat. Tapi tetap saja saya sebal sekali. Saya segera masuk kamar.” Saya hanya meliriknya. Kali mendekati tempat duduk saya. Tidak lama kemudian. Benda itu ambyar dalam arti sesungguhnya.” Akhirnya saya menjawab.. “Takdir barang kalau gak rusak ya hilang. hati-hati kalau pegang iPad. Dia menangkupkan tangannya. Tapi saya juga tidak bisa marah kepada anak umur tiga tahun itu. bapak saya mendidik saya cukup keras tapi dia tidak pernah marah kalau ada barangnya yang saya rusakkan atau saya hilangkan. Jangan dibawa lari-lari.kali menjatuhkan ipad K ali baru saja menjatuhkan iPad. Kali minta maaf. Saya angkat Kali dari pangkuan saya. 55 . Nanti jatuh.

.

jangankan bermain bersama. Hingga Kali ceria kembali. bukan hanya membawa hasil kebun yang melimpah. Karena itu pula. Bapak saya mengajari mendengarkan suara burung. Saya teringat. Nenek menunda kepulangan. Jaraknya berkisar 40 kilometer dari rumah saya. 57 . Dia orang yang cukup kaya untuk ukuran orang kampungnya. Kalau akan pulang. Apalagi di rumah nenek saya. Kalau mereka berkunjung ke Yogya. makin saya percaya dengan suara burung tersebut. lalu menangis. terbukti Nenek datang. Begitu berlangsung berhari-hari. dia akan menanyakan sedang di mana kedua mertua saya. dengan muka suntrut. Saya tarik-tarik kain jariknya. Sama seperti Kali.burung N anti malam. Nenek tinggal di pinggang Gunung Lasem. sebagaimana kebanyakan anak-anak. saya gendong pun dia enggan. Saya akan tahu bagaimana kisah selanjutnya. saya langsung berlari kencang pulang. saya akan menangis jika Nenek pulang. Makin hal itu sering terjadi. Terkadang. Begitu juga saat bangun dari tidur siang. saya juga lengket dengan kakek-nenek saya. dia memberi uang saku yang jumlahnya banyak sekali untuk ukuran anak kecil waktu itu. mirip sebuah kepastian. baik kedua orangtua saya maupun kedua mertua saya. setelah beberapa hari berkunjung ke Yogya. kedua mertua saya balik ke Jakarta. Jika suara burung itu saya dengar di pagi hari. saya mengejar Nenek yang hendak pulang. Akhirnya. namun juga membelikan saya mainan. Bahkan sering. upaya saya berhasil. begitu lonceng sekolah usai. saya memanggilnya: Mbah Nggunung. Begitu besok pagi bangun tidur. Nenek pulang saat saya sedang berada di sekolah. terutama nenek dari pihak Ibu. Saya tahu. Kali pasti akan bersedih. Hingga di kepala saya waktu itu tertanam semacam kepercayaan kalau burung itu memang dikirim nenek saya untuk memberitahu ketika dia hendak bertandang. Jika dia datang. Kali lengket dengan kakek-neneknya. Jika saya bangun tidur di pagi hari lalu mendengar suara burung tertentu. Dengan suara sendu. Saya hapalkan betul suara burung yang dimaksud Bapak. Tapi lebih sering tidak berhasil. maka siangnya nenek saya bakal bertandang. Kali akan mencari-cari kedua mertua saya. Tentu kala itu belum ada telepon di rumah saya. dan mendapati nenek saya sudah di rumah dengan tawa renyah. saya akan bersedih. Kalau tidak sedang tidur. Lalu ketika saya sudah tiba di rumah. Sekali dua. Suatu saat. waktu kecil pun.

. Lagian sudah ada telepon genggam. meminta kami menelepon nenek atau kakeknya. Kali tak sempat mengalami bagaimana suara burung bisa memberi pertanda kedatangan orang-orang yang disayanginya. bertanya sambil menangis. Hanya saja. ke mana kakek dan neneknya.Saya bisa merasakan apa yang dirasakan Kali jika besok begitu dia bangun tidur. Di sekitar rumah saya ada banyak burung. lalu dia ambil lagi untuk bicara langsung kepada mereka. Kali tinggal mengambil punya saya atau punya istri saya. Tapi saya sudah tidak hapal yang mana yang memberi pertanda.

Di tangan perempuan itulah. Hari itu. rasanya semua masih seperti mimpi bisa menikahinya. Kami memasuki tahap baru. Saya memanggilnya: Ibu Ageng. Jika disetujui. bundanya. Di situlah saya sadar bahwa saya laki-laki yang cukup bisa diandalkan. saya pastilah berteriak keras dan memeluk perempuan yang saya cintai. Sang Nenek yang merupakan jangkar keluarga besar itu menyetujui saya kelak menikahi cucunya. perempuan itu sangat tangguh dan kuat. lamaran. Kelak di kemudian hari. Perempuan yang saya cintai menyusul. Saya tinggal di Yogya. lalu serentet prosesi pernikahan yang panjang. dan benda-benda kuno lain. pacar saya tinggal di Jakarta. Langkah-langkah kaki terdengar. ayahnya. saya sowan ke seorang ibu sepuh. tapi saya tidak bisa melupakan hari itu. Sangat lama untuk ukuran saya yang biasa bekerja efektif dan simpel. Tapi kisah selanjutnya tidak mudah. Keluarga besarnya seolah sudah ‘‘mengadernya’’ untuk runtut dan tak abai pada detil. Airmata saya hampir keluar. Panjang. Kalau tidak sungkan. Saya tak berani memandang wajahnya lama-lama. bertahun lewat. babak menuju pernikahan yang memakan waktu sekira 6 bulan sendiri. Saya ‘‘dijodohkan’’ oleh salah seorang sahabat saya. Ringkas. Saya menunggu di sebuah ruang tamu yang penuh dengan foto-foto lawas. baru kemudian neneknya alias Ibu Ageng. 59 . Mungkin muka saya pucat kali itu. Kami berdua pacaran sembunyisembunyi selama kurang-lebih 5 tahun.diajeng T entu saja saya lupa tanggal dan harinya. Tahun keenam baru saya berkenalan secara bertahap dengan kakak laki-lakinya. Hati saya telanjur kacau. guciguci. membuat jantung saya berdegub keras. meninggal dunia di pelukan kami berdua. Dari situ saya makin sadar. Nenek dari perempuan yang sangat saya cintai. Tapi lagi-lagi saya beruntung karena hampir semua hal ditangani oleh calon istri saya. Setiap suara yang terdengar dari dalam rumah. Dan saya baru tahu kalau ternyata perempuan yang dijodohkan itu adalah sepupu sahabat saya tersebut ketika kami berdua sudah jadian. di balik sosoknya yang sabar dan lembut. saya bisa melanjutkan prosesi berikutnya: perkenalan keluarga. saya tak kuat melanjutkan babak selanjutnya. Saya hanya berani memberikan senyum sebentar. Di atas pangkuan kami. Dengan suara yang pelan namun terasa berwibawa. Kedua orang tua dari perempuan yang saya cintai keluar. Kalau tidak. Sampai sekarang. tak mungkin ada orang yang mau menjodohkan saya dengan saudaranya sendiri. Ibu Ageng. Salah satu hari yang paling menentukan bagi kehidupan saya selanjutnya. Sang Ibu berucap. Rasanya. nasib hubungan kami berdua diketok.

sabar. sebagai hadiah ulang tahun. Semoga dia makin baik. dia mau hadiah apa. bijak. saya bertanya. Semalam ketika membangunkannya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. dan makin mulia. Dan saya ingin menghabiskan sejenak waktu di pagi ini untuk mengenang. Saya menghadiahinya beberapa donat karena semalam terlalu malam saya keluar mencari kue ulang tahun. bahagia. Hanya tersisa Dunkin Donuts yang buka. Toko-toko sudah tutup. betapa tidak mudah bagi saya untuk mendapatkannya. Mimpi yang indah sekali. Dia menggelengkan kepala. segera mengambil salah satu mobil-mobilannya yang paling disayangi. kami berdoa bertiga. Rasanya masih selalu seperti mimpi. 60 . Pagi tadi. Kali yang ketika bangun tadi pagi tahu kalau ibunya berulang tahun.Hari ini perempuan yang saya cintai ini berulang tahun. katanya. Semalam kami sudah berdoa berdua. lalu diberikan kepada ibunya. Semua sudah cukup. Saya sungguh terharu.

Kali pamitan. Orang-orang yang siap sedih dan kesepian agar orang lain bisa tertawa gembira. Muka istri saya sendu. Apa artinya menjadi pemimpin. Dia dan ibunya mau Lebaran di Jakarta. saya tak bisa menahan laju air mata. istri saya melaporkan. bersenang-senang dengan menanggalkan semua tanggung jawab sosial mereka.. Doaku selalu menyala untukmu. Kali selalu bertanya: Ibu. Kali membangunkan saya. Dia mungkin satu-satunya orang yang berani membangunkan saya dari tidur. Bergembiralah. Sepertinya dia tidak tega meninggalkan saya sendirian di Yogya. Mereka tahu betapa mahal harga tidur buat saya.doa P agi tadi. Orang-orang yang bisa saja bergembira. Istri dan orang tua saya bahkan tidak berani melakukannya. Mereka berdua suntrut. Kali. kenapa Bapak tidak ikut kita? Dia bekerja ya? Dia bekerja untuk beli susu Kali ya?” Diberi kabar seperti itu. saya mendoakan Kali dan istri saya. 61 . Detik itu pula saya berjanji sedini mungkin akan memperkenalkan Kali apa arti tanggung jawab. Selama menuju dan berada di bandara.. di rumah mertua saya. Tapi mereka memilih untuk tidak menikmati kesempatan itu. Seperti biasa.

.

Semua salah Joko wi. ” Terus yang bener siapa? BAB 2 renungan harian 63 . Semua salah PKI.“ Semua salah agama.

.

Pada akhirnya. minum wine. Selain menjaga kesehatan fisik Anda. Makan gorengan ya jangan berlebihan. merokok bahkan air putih pun yang konon sangat sehat tidak boleh berlebihan.waras T embakau. minum kopi. konsumsi itu seperti yang sering dibilang orang bijak: jangan berlebihan. kapitalisme yang berkelindan di sana. makan kambing juga. 65 . Semua yang berlebihan tidak baik. jangan lupa yang jauh lebih penting adalah menjaga kesehatan jiwa dan tentu saja: jaga kewarasan pikiran Anda. juga ganja. dalam literatur kuno semua bangsa hanya dipakai untuk dua hal: ritual spiritual dan pengobatan. Kenapa kemudian tembakau dan ganja dianggap “jahat”? Ada sejarah imperialisme. Kalau baca buku jangan cuma versi WHO dan Kementerian Kesehatan. Baca juga buku-buku yang lain. makan nasi juga.

Lama sekali puasa dan jenis-jenis tirakat lain menjadi polemik kesehatan. Beberapa hari ini saya bertemu ahli-ahli kesehatan yang waswas atas isu itu. kini banyak ahli kesehatan yang menganjurkannya. Semua akan terasa membingungkan kalau menganggap yang lalu selalu benar. Lama sekali sarapan dianggap sebagai keharusan atau syarat sehat. 66 .kesehatan L ama sekali kopi menjadi musuh kesehatan. Sekarang banyak penelitian yang menyatakan sebaliknya. Dan yang sifatnya individual dianggap umum. Gula dan garam akhir-akhir ini sering dianggap sebagai musuh tubuh. Sekarang banyak ahli kesehatan yang menentangnya.

Bukan yang lebih cerdas. Ketika istri saya mengandung Si Kali. saya tidak pernah menghina profesi lain. Kadang kesehatan itu soal psikologis juga. Lalu tanya lagi: apakah ada yang pernah merokok? Ada dua yang menjawab. sama-sama mulia. centang. Ada 8 orang dari 10 penderita penyakit jantung yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan rokok. mestinya ada kualitatifnya. mereka centangi. Tidak bisa diganggu. Saya banyak belajar dari mereka. saya sempat tanya: boleh tidak istri saya makan nanas? Dokter tersebut menjawab: boleh dan bagus. Ketidaksetujuan saya yang lain. dipilih 10 penderita masalah jantung. Saya tentu saja kaget. Dan sejauh ini. Kompleksitas variabel kuantitatif kesehatan orang tidak bisa disederhanakan seperti itu. Bukankah konon orang hamil dilarang makan nanas? 67 . Karena saya memang tidak tahu. guru. seusai makan malam. Kesimpulan didapat dari sana. “Masalah” dalam hal ini berarti pengertian negatif. saya ganti beberapa dokter supaya dapat dokter yang pas. Misalnya. ambil 10 orang perokok. Hingga suatu malam. Tahun 2003 sampai dengan 2005. Rasa nyaman istri saya terhadap dokter juga penting. periksa mereka. tukang jual soto. Penulis. penelitian kesehatan tidak bisa kuantitatif saja. Dari beberapa kali ganti dokter saya juga tahu hal baru. Saya justru punya hubungan yang baik dengan para dokter. Lalu ditanya. presiden. setiap dokter saya tanya pantangan makanan. Diteruskan: apakah ada yang keluarganya merokok? Ada dua lagi. Tapi dokter tersebut bilang: itu sudah “template” dari atas. Di sana saya berinteraksi dengan banyak dokter. Mestinya. Malam itu saya bilang bahwa model penelitian itu mengganggu akal sehat saya. kalau mau adil. Kemudian dokter tersebut memberitahu caranya: Pertama. semua sama.saya dan dokter B anyak orang menduga saya punya masalah besar dengan dokter. dicentang lagi. Anggapan itu keliru total. saya bertanya ke seorang dokter: bagaimana metodologi dan piranti penelitian yang mereka lakukan sehingga bisa membuat konklusi: 80 persen penderita penyakit jantung itu karena merokok. Semenjak itu saya sangat hati-hati dengan penelitian kesehatan. Atau ambil 10 perokok dan 10 bukan perokok kemudian diperbandingkan. apakah mereka merokok? Jika ada 4 orang yang menjawab. tukang sate. dokter. Kalau bekerja demi kebaikan. saya ikut penelitian kesehatan.

maka dibuat mitos bahwa nanas muda (karena kalau tua kan sudah dipanen) akan membahayakan janin. yang tidak boleh adalah makan makanan dengan cara berlebihan. Dokter yang lain pernah saya tanya. kisah itu tinggalan kolonial. “Sekarang orang-orang ini gila semua. ngapain menyiksa diri makan nanas muda yang masam. Garam itu penting buat tubuh kita. Waktu itu.” Saya mengangguk pura-pura paham. Faktanya tidak demikian. Si Kali punya dokter langganan. Tentu saja nanas tua dan matang. Suatu saat. Tapi saya mengerti substansi apa yang dimaksud dokter tersebut. Sialnya kisah bahaya nanas buat kandungan dipercaya sampai sekarang. “Kalau begitu jangan makan babi dan anjing. apa yang tidak boleh dikonsumsi istri saya? “Anda dan istri muslim?” Saya mengangguk. supaya perkebunan nanas tidak dicuri oleh kaum kita. akhirnya dokter tersebut tahu kalau saya seorang penulis. Dikitdikit dilarang makan gula. Bahaya hanya jika orang tersebut dalam kondisi tertentu. Seruan itu tidak boleh bersifat umum. Dikit-dikit dilarang makan garam. Intinya dokter tersebut bilang makan apa saja boleh.Dokter itu menjawab. Jadi saya tidak punya masalah dengan dokter. Karena kami rajin berinteraksi. Nanas bagus untuk orang hamil. Saya juga pernah berantem keras dengan dokter karena waktu itu istri saya dikondisikan agar mau memberi sufor ke Kali. Gula juga penting. ia meminta tolong untuk dibuatkan tulisan bahaya orang yang melarang mengkonsumsi garam dan gula. Saya maki-maki dokter tersebut sampai ia pucat di depan banyak pasien dan di depan paramedis anakbuahnya. 68 .” Saya ketawa ngakak.

Jangan merokok seperti kebanyakan koruptor di indonesia. Lain kali siap-siap saja moral Anda akan diukur hanya karena makan Indomie atau makan beras. Sebab tampil manis itu jauh lebih penting dibanding apapun. Saya bilang kepada teman saya tersebut agar mengganti avatarnya jadi yang “manis”. 69 . diperingatkan oleh seorang “intelektual” agar tidak pakai avatarnya yang sedang ngudud. Biarpun kamu bajingan.rokok K awan saya pembela korban Sitok. Kalau Anda makan Indomie maka makin bejat moral Anda. Jangan merokok seperti Pak Andi Mallarangeng dan Mas Anas Urbaningrum. Jangan yang merokok. Kata si intelektual itu: supaya integritas kawan saya bisa dipercaya oleh masyarakat. Jadi si intelektual yang konon arsitektur hebat itu punya dogma di kepalanya bahwa ada hubungan yang kuat antara moral dan merokok. Kalau Anda merokok makin nggak bermoral.

Jika gempa melanda seperti dulu terjadi lagi. baik nyawa maupun harta. Puluhan. Apakah anda tahu? 70 . rumah-rumah kembali bertembok dan bertingkat. Sosialisasi dan pendampingan gencar dilakukan. Jadi apa kira-kira yang keliru? Masyarakat mengalami dan para “ahli” mendampingi. mungkin akan lebih parah. Semua LSM mafhum bahwa salah satu antisipasi soal bencana yakni bentuk rumah yang “tahan” gempa. Bantul merupakan salah satu wilayah yang pada saat gempa tahun 2006 menelan banyak korban. Juga pembuatan rumah-rumah contoh. bahkan mungkin seratus lebih LSM memberi bantuan dan membuat program di sana. Saya tidak tahu jawabannya.ahli M aaf pagi ini harus dibuka dengan sesuatu yang agak serius. Dipicu oleh gempa kemarin. Kini di bantul.

macam politikus saja. karena begini karena begitu.maaf O rang yang sudah mengaku salah ya dimaafkan. 71 . Mengaku salah dan memaafkan itu perbuatan baik. Tapi ya nggak perlu diperumit dengan nggak ini nggak itu. Biasa saja lah.

Bertanding juga penting.teori dan praktek Menulis itu mirip-miriplah sama sepakbola. dan lain-lain. Ada teorinya. akan aneh kalau ada komentator bola menyalahkan pemain yang menggolkan bola lewat jejakan tumit atau betis. Berlatih itu penting. menendang bola. Bikin gol lebih penting lagi. membayang-bayangi lawan. mencegat. seperti pemain bola disuruh latihan terus tanpa pernah bertanding. mengoper. 72 . ada prakteknya. Begitulah. Hanya gara-gara nggak ada teori menendang bola dengan cara menjejakkan tumit atau lewat betis. Tapi hati-hati. Teori itu penting. Malah dicatat dalam sejarah. Maradona pun bikin gol lewat tangan. Dengan cara apapun. kerjasama tim. Kalau Anda belajar teori menulis tanpa praktek. pasti diajari bagaimana berlari. Kalau Anda belajar di sekolah sepakbola atau bergabung dgn tim sepakbola.

logika R asionalitas bukan satu-satunya cara mendekati dan memahami realitas. sebab selain punya kuasa politik juga kuasa birokrasi dan anggaran. 73 . Terlebih pemerintah. gempa. Apalagi untuk yang sebesar fenomena alam seperti gunung njeblug. dan lain-lain. Maka baik pemerintah maupun kaum “intelektual” sebaiknya rendah hati untuk menerima pendekatan-pendekatan lain demi kemaslahatan banyak pihak. tsunami.

74 . tidur hanya 2 atau paling banyak 3 jam dalam sehari. dijamin njempalik. Dan bukan sehari dua hari tapi bisa seminggu dua minggu. kalau sedang bekerja. Kalau fisik nggak kuat.anggapan K adang-kadang saya agak risih kalo dibilang penulis itu profesi alusan. Padahal pengalaman saya. Setidaknya nyawang satu monitor jadi tiga. bukan kerja fisik.

Kalau fisik nggak KUAT . dijamin njempalik PUTHUT EA .

Orang yang baik hati. suka merepotkan orang.budi P engalaman dari hanya berdasarkan pengamatan sekeliling. hidupnya baik-baik saja. Rezekinya sempulur. pemurah. hidupnya penuh persoalan. tak pedulian. 76 . Banyak kena apes. suka menolong. Orang yang pelit.

77 .aku hanya punya yang sebiji Rp10 ribu. Dibelikan rokok cuma dapat satu bungkus. . Apalagi kalau memberi kaos plus seperangkat alat salat. Aku: bajindul. satu kaos kok Rp5 ribu dan Rp10 ribu. syukur yang memberi kaos seharga Rp200 ribu.kaos Mendengar percakapan ini: + kamu punya kaos yang harganya per biji Rp5 ribu? Ada partai X yang mau pesan Rp10 ribu per kaos. Seruan untuk rakyat: cobloslah partai yang memberi kaos dengan harga kaos Rp 50 ribu ke atas.

Begitu sederhana. Orangnya baik. kang. Semacam memperingati ulangtahun ke-37 dengan cara sederhana. Dia juga nggak minta aku nyoblos dia. untuk ngopi bersama teman-teman yang lain. Perut sampai mules. kamu besok milih partai apa? Agus: milih PKS. Tapi aku tahu balasbudi. Saya: boleh tahu alasanmu? Agus: alasanku sederhana kok. Orang itu juga yang memberiku pekerjaan jaga warnet waktu baru lulus SMA. menurut sampeyan piye? 78 . kehadiran Agus Mulyadi membuat situasi jadi kemripik dan gerrr. terselip juga dialog-dialog serius. Saya: mul. Agus Mulyadi. Dulu yang ngursusin komputer aku sekarang nyaleg dari PKS.korupsi (1) B eberapa hari lalu. Seperti biasa. kang. saya kembali mengundang salah satu idola saya. Di antara situasi yang serba guyon itu. salah satunya tentu yang sedang ngehits ya soal Pileg. Lagian yang korupsi bukan orang yang mau kupilih. Saya: tapi kamu tahu kalau PKS kena kasus banyak kasus korupsi to? Agus: lho yang korupsi kan bukan hanya PKS.

Kau bentengi ia dari kelakuan partai-partai pendukungnya. jika kau jadikan Prabowo presiden. insyaallah aku pun ikhlas... . Ah. jika engkau jadikan Jokowi presiden indonesia.. Insyaallah aku ikhlas ya Allah. kalau nggak Jokowi ya Ahok atau Mahfud MD gitu lho ya Allah.... tapi ya jangan Rhoma Irama dong ya Allah. Begitu dulu ya... Tapi kalau bisa. Hambamu ini kadang nggak siap dengan cara bercandamu itu.. tolong kau pancarkan aura kepemimpinannya. Tapi kalau bisa ya jangan lah ya Allah. Amin... soalnya kadang sampeyan kalau becanda sering kebablasan ya Allah... ya Allah. See you. kelakuan partai-partai itu.. Namun ya Allah. Kau jauhkan ia dari para sengkuni yang sedang merapat ke dirinya.DOA CAK KLEPON UNTUK INDONESIA Y a Allah. kau tahu sendiri lah ya Allah. masak Prabowo sih ya Allah.

Rumah Rakyat. Maka agak memper kalau presiden Indonesia adalah seorang tukang mebel. Rumah Dialog. Rumah Informasi. ada banyak sekali pemakaian kata ‘‘rumah’’ untuk konteks politik di negeri ini: Rumah Perubahan.arsitek S esungguhnya yang paling cocok menjadi politikus di Indonesia adalah orangorang yang memiliki latar belakang keilmuan arsitektur. 80 . Kenapa bisa begitu? Coba perhatikan. Rumah Aspirasi. Saya hanya berharap sebentar lagi tidak ada serial sinetron: Tukang Mebel Jadi Presiden. dan lain-lain.

Twitter bahkan pemotretan data C1 tidak bisa dilakukan oleh banyak orang. termasuk kemenangan Pak Jokowi. yakni kontribusi negara China. 81 . media sosial seperti Facebook.handphone Y ang sering dilupakan oleh kebanyakan orang di momentum Pilpres. Tanpa Hp murah produk China.

Markenyot mendatangi seorang petambak garam. Markenyot menyanggupi. Petani tersebut berbawarasa karena hujan tak kunjung turun. Markenyot menyanggupi. Padahal biasanya ia sudah menanam padi atau jagung. Tidak lama kemudian. Lebih tepatnya wadul ke Gusti Allah. tidak jauh dari tempat tersebut. Apakah minta kemarau semakin panjang atau minta hujan cepat turun? Masak hujan harus milih-milih. Sang Petambak meminta didoakan supaya musim kemarau tetap bertahan setidaknya sebulan lagi. Bagaimana solusinya ini?” Sampai detik ini. Di sebuah langgar kecil. Di akhir obrolan. Markenyot bertemu dengan seorang petani yang terlihat gundah di pinggir lahannya yang kering kerontang. Ia mengambil air wudhu lalu melakukan salat Ashar. Markenyot berdoa. Bagaimana sebaiknya saya berdoa. Markenyot berhenti. Tuhan tidak memberi jawaban. hari ini saya bingung. Kualitas garam bagus. “Gusti Allah. Karena itu. Markenyot pun mendatangi dan mengajak bicara. 82 . Selesai salat.doa markenyot S uatu hari. harga juga bagus. Markenyot pun pergi. sampai detik ini pula Markenyot masih belum berdoa... Ia meminta Markenyot agar mendoakan supaya hujan cepat turun. Ia berbincang asyik dan merasa bahagia karena banyak petani garam yang sedang berbahagia.

.

Dungu. Berpikir bahwa orang yang menolak penaikan BBM sebagai orang yang ingin menurunkan Jokowi. Paranoid.. Dulu menolak BBM naik. Saat menjadi mahasiswa ikut gerakan perlawanan.bbm Mari berdoa semoga kita dijauhkan dari tiga sifat buruk ini: 1. 3. sekarang mendukung BBM naik. Amnesia. sekarang goblokgoblokin mahasiswa. Alfatihah. 2.. 84 .

Beliau hanya diam sambil senyum. karya kolaborasi Wimo Bayang dengan saya. bengok-bengok. Masih perlu menjelaskan. Gus Mus ditanya oleh seorang wartawan: Itu tadi apa maksudnya. Suatu saat. Sore ini.. tetap saja tampak jengkel. akan dipajang.gumun D unia harus tahu tapi tak perlu repot-repot harus paham. Gus? Sekalipun beliau orang yang sabar dan arif.. Seandainya saya yang ditanya. njuk kualitas pertanyaanmu ki mung ‘apa maksudnya’? Tak tapuki raimu. Jangan sampai saya berpikir lebih baik saya menjelaskan maksud saya daripada berkarya. ditayangkan. Lha buat apa saya berkarya kalau masih ditanya maksudnya apa. tentu sudah saya jawab: “Matamu. dihadirkan. usai membacakan karya-karyanya dengan cara yang apik.. jempalikan.. gelem?” 85 . Tapi saya jangan ditanya maksudnya apa. aku wis pencolotan.

. meh seneng-seneng wae kok ora entuk. Di Sleman saja sudah nggak boleh.. Cap Tikus. Salah satu akibatnya ya minuman oplosan makin berkembang. makin dilarang.. dan lain-lain.oplosan S ebetulnya maunya pemerintah itu bagaimana sih? Bir makin dilokalisir. arak Bali. Legalkan “wine salak pondoh” khas Sleman! 86 . Kalau begini.. Orang Sleman kalau sedang butuh bir malah harus pergi ke kota kekuasaan Pak Hariadi. siapa yang rugi? Iki piye sakjane. Minuman lokal yang jelas-jelas sudah teruji seperti arak Tuban. Korban makin bertumbangan.

. 87 . Pak.. begini Mas. Lha kok sekarang malah diminta meninggalkan ayam aduan di luar.” “Wah... “Maaf.ayam S eorang bapak berpeci membawa seekor ayam jago masuk ke lingkungan masjid..” “Lho kok ditinggal?” tanya bapak itu dengan muka bingung.. Pak. Saya jauh-jauh datang ke sini karena mendapatkan informasi kalau Tuhan adalah tempat kita mengadu. Nanti bisa mengganggu orang yang mau beribadah. Ia hampir masuk ke beranda masjid ketika Sang Takmir dengan segera menyapa lembut. Nanti saya mengadu apa?” Takmir masjid pun melongo. Ayam Anda ditinggal di luar saja ya.. “Iya.

mana ada Jenderal Polisi tidak punya rekening gendut? Dari pangkat kapten saja rekening mereka sudah gendut. Jokowi: Kamu ada-ada saja.. 88 . Takciwel lho... mestinya Anda memilih Kapolri yang tidak punya rekening gendut. Bapak bisa saja.obrolan imajiner Pengamat politik: Pak. Pengamat politik: Ih..

Dua komoditas itu akan menyusul striker bernama kretek yang ada di barisan terdepan yang mencoba menahan gempuran krisis. Tapi tergantung model dan karakter pemimpinnya. Seyogianya pemerintah cepat tanggap. korban bisa diminimalisir. yang juga teruji menahan serangan krisis. 89 . Rakyat siap berlaga. kali ini ada dua komoditas yang ikut membantu menahan badai: kopi dan akik. Dan saya punya firasat. bir dan beberapa jenis miras lokal yang lain. Sayang. lebih dulu diberi kartu merah oleh pemerintah.krisis ekonomi S aya mencium bau krisis ekonomi di Indonesia. Badai tidak bisa dihela tapi jika ada sistem antisipasi yang bekerja optimal.

pemberantasan korupsi akan begini-begini saja...korupsi (2) T: Kenapa kita tidak boleh korupsi? J: Karena kita tidak boleh mencuri milik orang lain. anu.. T: Kenapa kita tidak boleh mencuri milik orang lain? J: Mmm. Kalau pertanyaan terakhir itu belum bisa dijawab dengan baik.. 90 .

.

Berhak punya klangenan. Berhak menikmati keselowan. Tidak apa-apa. orang berbuat baik saja bisa dikelirukan. Biarkan orang yang seperti itu terus membusuk dalam kedengkian. maido. suka dangdut.cerewet S eorang teman berkeluh kesah kepada saya. Bagi orang seperti itu. macem-macem lah. suka akik. Memang kadang ada jenis orang di dunia ini yang cerewet banget melihat orang senang. suka kopi. ngece pada orang-orang yang makan mi instan. orang salat saja juga bisa salah. dia dijauhi oleh salah seorang temannya hanya karena mulai suka mengumpulkan akik. suka ngebir. suka udud. Teruskan bersenang-senang. Sukanya melarang-larang. 92 . Setiap orang berhak punya hati senang. Saya menghiburnya.

Cuma menyesal lho. Menyesal saja kok nggak boleh.. disebut: tolol. Kalau dulu menentang BBM naik. Ini bukan salah atau benar. tertawa juga nggak boleh. Orang menyesal milih Jokowi kok nggak boleh. 93 . Kalau saya sih. sekarang menyesal.. bakar foto Jokowi juga boleh.menyesal L ama-lama negeri ini makin absurd saja. sekarang mendukung BBM naik. Kalau dulu ada orang mendukung Jokowi. Jangan-jangan sebentar lagi menangis juga nggak boleh. bakar rokok temanmu tanpa izin. Tapi dobel standar itu kontol. jangankan menyesal. disebut “dinamis”. Yang nggak boleh.

kita lepaskan hal semacam itu. misalnya). Ini bisa jadi proyek menang-menangan dan besar-besaran. pusat vs daerah. dong!” Kalau begitu dijawab saja: “Oke mulai sekarang kita nggak usah satu bangsa dan nggak usah satu negara.gaji tinggi S aya ikut berpendapat soal gaji ya. mana yang lebih kaya: Jakarta atau daerah!” Kalau perlu hilangkan kosa kata “adil” dan “tenggang rasa” dari kamus bahasa kita. tidak usah saja ada NKRI. Gaji lurah di Jakarta bisa 10 kali lipat lurah di luar Jakarta. dan lain-lain. Kalau masih mau menang-menangan. Kalau urusan duit. Ya kalau mau menang-menangan dan besar-besaran. pejabat-politikus vs rakyat. Karena kesejahteraan adalah hak setiap orang. Terutama terkait dengan gaji tinggi untuk PNS DKI dan pegawai kementerian tertentu. gua mau menggaji tinggi anak buah gua ya suka-suka. Konsekuensi logis dari berbangsa adalah solidaritas kebangsaan. 94 . Kita dulu selalu mengkritik soal kesenjangan: Jawa vs non-Jawa. Saya kira pernyataan terbodoh pejabat publik jika menyatakan demikian: “APBD gua tinggi. Gaji pegawai makin tinggi tentu makin baik. dan tidak adil dalam perspektif kemanusiaan. Biar kita tahu. teori kita buang.. bubarkan saja negara ini sekalian. Tapi soal gaji pegawai negeri. Kebijakan gaji tidak pernah diletakkan dalam konteks ke-Indonesiaan maupun solidaritas kebangsaan. satu bahasa sih nggak apa-apa. mungkin tidak melanggar apapun dalam matematika APBD. dan kementerian tertentu saja (Kementerian Keuangan. gaji Camat di Jakarta bisa 10 kali lipat gaji Camat di luar Jakarta.. Tapi selama ini kebijakan gaji masih bersifat teritorial (DKI Jakarta). Tapi menyakitkan dalam etika berbangsa. Itu lebih jelas dan lebih adil.

Kalau salah ya hukum saja orangnya. Anda juga harus siap situsweb Indoprogres diblokir karena dianggap menyebarkan ajaran Marxisme.blokir K alau hari ini Anda dukung pemblokiran belasan situsweb “Islami” dengan dalih menebar fitnah. dan Mojokdotco juga dibubarkan karena sarang tulisan ahli ghibah. 95 . Cukup PKI dan komunisme saja yang menanggung beban itu. Jangan bubarkan organisasinya. Ekspresi politik. sosial dan kultural tidak boleh diberangus. PKI dan komunisme pun harus dipersilakan tumbuh di Indonesia kembali. Kalau angin sedang baik nanti. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul tidak boleh dihalang-halangi atas nama apapun. Itulah kenapa saya tidak pernah mau mendukung pembubaran FPI atau ormasormas lain.

keluarga itu sebuah hasil karya. Bahkan menurut saya. Organisasi itu hasil karya. 96 . album lagu. dan karya sastra. hasil penelitian. Jangan terlalu minder kalau ditanya: Memang karyamu apa? Biasanya yang bertanya seperti itu hanya sedang krisis kepercayaan diri. Tetap rileks dan murah senyum. Gamang dengan ‘‘kualitas’’ karyanya sendiri. Kembali menyuburkan tanah yang tandus juga hasil karya.karya H asil karya itu tidak selalu merujuk pada karya seni.

bahkan satu pun kadang sudah kewalahan. pangan. Ada sekian hal dalam satu isu. Sehingga sangat cocok bekerja di LSM Jempol Perkasa. Kalaupun toh prioritas. kenapa isu X lebih kamu prioritaskan sementara isu Y kamu lirwakan. pro kontra itu biasa. Saya pernah mewawancarai beberapa aktivis terkait pilihan mereka atas isu tertentu untuk digeluti. Maklum tenaga. tidak bisa ‘‘diadili’’ dengan mana yang lebih benar. dan tidak mungkin seorang aktivis menceburkan diri lebih dari tiga isu secara total. Sungguh luarbiasa. Dalam sehari bisa 5 isu. maka sifatnya adalah manasuka. kenapa A kamu advokasi sementara B kamu cuekin. Bagi saya yang justru menarik adalah ketika dalam sebuah isu. Jadi dalam riuh segala pro-kontra. dan lain-lain. saya selalu merasa ganjil kalau ada orang yang menggunakan argumen ‘‘kenapa ini. Bisa juga hal itu dianggap kelebihan. Dunia internet dan media sosial membuat semua tampak lebih ramai sebab orang bisa berinteraksi dan berpendapat dalam lalulintas yang lebih cepat. Takjub saya. ada sekian puluh atau ratus turunan isu yang tidak mungkin dia tuntaskan sepanjang usianya. Ya suka-suka dia. keadilan hukum. Tidak perlu disamaratakan. Orang memilih isu korupsi dibanding isu lingkungan atau sebaliknya. pikiran dan energi terbatas sehingga harus memilih.kenapa ini. menit berikutnya bicara isu Y. bisa juga tidak. baik interes maupun kedekatan. Ambil contoh. dalam sebulan bisa 150 isu. Begitu juga di isu-isu lain: pendidikan. Kalau orang mau masuk ke isu lingkungan. seumur hidup pun tidak akan kemput. ada perdebatan dengan model begini: Kenapa ini kamu bela sementara yang itu tidak. Saya sempat berpikir bahwa dunia serbacepat dunia internet mendinamisir kemampuan seseorang sehingga menit ini bicara isu X. Sebab kadang banyak ‘‘bicara’’ memang pertanda tidak bisa ‘‘bekerja’’. Tapi memang ada orang-orang yang mengagumkan karena hampir setiap isu mereka punya pendapat dan punya sikap. Sehingga orang memilih menggeluti isu tertentu karena alasan yang lebih personal. 97 . Hal ini juga tidak harus setiap orang dianggap punya kemampuan seperti itu. Jawaban mereka pada intinya sama: Pilihan isu digeluti atau diperjuangkan biasanya atas dasar sikap prioritas personal. dan seterusnya. aktivis antikorupsi kalau mau benar-benar total berjuang di isu tersebut. kenapa bukan itu’’. kenapa bukan itu D alam sebuah isu. Terus begitu.

Terus begitu. Sungguh luarbiasa. PUTHUT EA .Saya sempat berpikir bahwa dunia serbacepat dunia internet mendinamisir kemampuan seseorang sehingga menit ini bicara isu X. menit berikutnya bicara isu Y. dalam sebulan bisa 150 isu. Takjub saya. Dalam sehari bisa 5 isu. Sehingga sangat cocok bekerja di LSM Jempol Perkasa.

kemerdekaan. 99 . kedaulatan. kebahagiaan. masing-masing kita harus berjuang sendirisendiri atau kalau sempat ya lebih baik berserikat. Sementara untuk soal ekonomi. keadilan.sendiri-sendiri S aya kira benar apa kata teman saya: Tugas sejarah Pak Jokowi ternyata hanyalah sebatas mengalahkan Pak Prabowo.

Fungsi utamanya apa? Untuk melindungi sepasang kaki kita dari bahaya lecet yang bisa ditimbulkan oleh sepatu. Sepatu dibuat dengan fungsi utama untuk melindungi sepasang kaki kita dari marabahaya dan cedera.perumpamaan lama B agi Anda yang sering membaca tulisan para budayawan kita. Jadi sebetulnya sepatu itu alat untuk melindungi atau mengancam kita? Menjaga atau melukai kita? Apa yang terjadi pada ‘‘sepatu’’ juga terjadi pada ‘‘polisi’’. Saya hanya menuliskan ulang saja. perumpamaan ini sudah lama. Dan lain-lain. Tetapi ternyata kita butuh memakai kaos kaki. 100 . Juga ‘‘pemerintah’’. juga ‘‘DPR’’.

sabdaraja J ika Sabdaraja dibaca dengan cara sederhana. tepat secara politis karena memfasilitasi pemimpin perempuan. upaya melanggengkan kekuasaan sehingga paugeran pun ditabrak. Anda pilih yang mana? 101 . Kedua. ada dua poin yang bersilangan: Pertama.

istimewa apanya?
S

oal Sabdaraja, membuat saya memikirkan hal-hal sederhana yang selama ini
tidak sempat saya pikirkan. Soal: Yogya Istimewa.
Apa sebetulnya yang istimewa dari Yogya? Kenapa Yogya disebut istimewa dan
yang lain tidak? Sejarahnya? Tata pemerintahannya? Undang-undangnya? Baiklah.
Berarti yang istimewa adalah ‘‘pemerintah’’-nya tapi mungkin bukan ‘‘warga’’-nya.
Mari kita uji dengan pertanyaan-pertanyaan yang juga sederhana.
Apakah pelayanan kesehatan rakyat Yogya lebih istimewa dibanding warga
yang tinggal di daerah lain? Apakah fasilitas dan sarana publik warga Yogya lebih
istimewa dibanding warga daerah lain? Apakah pelayanan pendidikan di Yogya lebih
istimewa dibanding yang lain? Apakah kalau kita membuat SIM, STNK dan KTP, lebih
istimewa dibanding yang lain? Apakah kualitas hidup warga Yogya lebih istimewa
dibanding kualitas hidup warga yang tinggal di daerah lain? Apakah... silakan
lanjutkan sendiri.
Tentu Yogya istimewa buat saya karena karena hampir 20 tahun saya tinggal di
sini. Saya berhutang banyak hal dari Yogya. Tapi setiap orang, dengan logika yang
sama, pasti merasa kota tinggalnya adalah istimewa.
Jadi sebetulnya Yogya itu istimewa apanya?

102

rupiah
R

upiah boleh makin melemah. Tapi semangat kerja tak boleh surut. Terlalu banyak
hal yang telah kita titipkan kepada berbagai pihak padahal mestinya hanya boleh
diamanatkan kepada diri kita, keluarga, para sahabat, dan organisasi kita sendiri.
Jalan terus!

104

siasat
A

pa yang dilakukan oleh para pedagang bakso dan mi ayam-bakso ketika terjadi
perlambatan ekonomi ditambah dengan harga daging sapi yang membubung
tinggi? Saya menelusurinya ke beberapa pedagang kaki lima dan warung kecil.
Saya pergi dengan membawa beberapa asumsi. Pertama, harga akan dinaikkan.
Kalau harga dinaikkan, perhitungan saya berkisar 20 persen dari harga lama. Kedua,
porsi akan dikurangi. Kalau bakso ya bulatannya mengecil, kalau mi ya dikurangi
beratnya. Ketiga, kualitasnya diturunkan. Persentase daging dikurangi. Keempat, bisa
kombinasi antara poin dua dan tiga. Porsi dan kualitas dikurangi.
Anda ingin tahu apa yang saya temukan di lapangan? Tentu tidak...

105

. Logika lebih lanjut. Mau dibeli lagi? Duit siapa? Memangnya negara ini punya duit berapa? Ketika harga makin rendah. para pelaku ekonomi tidak akan melepas begitu saja Indonesia. semudah membuat bakwan. Tapi begini. Itu wajar. Dalam banyak kasus. di sinilah biasanya para investor yang dulu menjual sahamnya. Saya mau memindai beberapa analisis yang ada di dinding Facebook saya. ada banyak analisis. Pertanyaan lebih lanjut. Jadi logika Pemerintah akan membeli saham BUMN-BUMN yang ada sudah masuk dalam skenario dagang. sawit. tapi jamak bagi pelaku pasar untuk ‘‘membeli’’ dan masuk di saat paling murah. tentu saja mana ada pemerintah sebuah negera yang sengaja membuat krisis dirinya sendiri dengan alasan supaya bisa membeli saham BUMN dengan harga murah. Itu benar adanya. Artinya. biasanya negara tersebut tetap tidak mampu membendung merosotnya saham-saham BUMN. Ini analisis yang baik. dan merupakan pasar yang besar sekali. seakan-akan krisis itu barang bikinan yang mudah. Tapi saya bukan ekonom. dan karet? Ada juga analisis “segar” ketiga yang lebih maju dan kreatif. ekspor apa? Berapa nilai ekspor kita jika diperbandingkan antara sebelum dan saat krisis? Berapa perbandingan industri kita yang rontok dibanding pertumbuhan ekspor? Bagaimana dengan komoditaskomoditas ekspor yang justru anjlok seperti batubara. analisis ini menggelikan. Pertama.. Analisis paling “segar” adalah pemerintah “sengaja” membuat krisis agar bisa membeli saham-saham BUMN dengan angka murah. Saya kira bagi Anda yang sudah belajar ekonomi saat SMP akan paham hal ini.krisis dan analisis D i depan pintu gerbang krisis ini. Tentu bagi Anda yang belajar ilmu ekonomi-politik. Analisis “segar” kedua menyatakan bahwa krisis ini bagus buat pengekspor. harus merasa perlu membuat solusi. Saya juga bukan jenis orang yang jika mengkritisi sesuatu. hanya pebisnis kecil. Ini analisis paling luarbiasa. Hanya saja yang patut diwaspadai adalah para pelaku ekonomi dunia memang tak akan melepas Indonesia begitu saja. Indonesia ini masih kaya sumber daya alam. Terus kira-kira apa solusinya? Saya bukan ekonom dan bukan pemerintah. 106 . Kedua. Selain memang harganya murah. juga diharap bisa mengintervensi pasar. Jadi ya mohon maaf kalau tidak otoritatif. Kalau Anda tidak suka dengan istilah “krisis” pakai saja frasa “perlambatan ekonomi”. masuk lagi membeli di harga terendah. Tapi mari kita lihat lebih lanjut dari logika tersebut. logika membeli saham BUMN banyak dipakai oleh beberapa negara yang kena krisis.

Baik yang berhasil maupun tidak. masak menurunkan harga minyak saja pakai mikir panjang.Kita pernah mengalami krisis termutakhir dua kali: 1998 dan 2008. Nanti orang berpikir: Situ sedang mikir atau sedang tidur? 107 . pelajarannya sudah jelas. Kecuali pemerintah ingin dapat duit yang serba instan.. mikirnya jangan kelamaan. Tentu dengan sekian modifikasi. Eksperimen solusinya sudah ada.. ekonomi domestik melambat. Dari dua krisis itu. Dan satu hal lagi. Satu lagi. Saya kira tak ada salahnya untuk mencoba dan memperbesar intervensi pada solusi-solusi yang sudah terbukti berhasil. hal kecil yang namun tidak segera dilakukan: apa sih salahnya menurunkan harga minyak? Minyak dunia turun.

Kami pernah ditipu mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta. Ya itu risiko bisnis. Indah.. Misalnya soal KBEA. KBEA ini salah hitung saja sering. Pertama. Sampai sekarang. saya paparkan sedikit hal. Biasanya kalau saya tidak sedang malas. Sebagai entitas bisnis. Risiko itu melekat. Bisnis itu ya seperti usaha yang lain. dan sebagainya. Kedua. kadang-kadang masih terjadi. 108 . Kalau banyak bisa takut. Hukum alamnya demikian. begitu bahasa mudahnya. Karena jika mereka mengalami itu. KBEA juga sering ditipu oleh rekan kerjanya. ada yang 4 tahun. ada teman saya yang mikirnya sampai 8 tahun. dalam rangka membantu membangun pengertian yang lebih maju dan adil untuk melihat bisnis. Itu mau bikin teori baru atau mau bisnis. Kenapa bisa begitu? Saya ambil contoh. Biasanya mental yang tidak siap berbisnis.. tidak mau rugi. Sampai jebol pikiran mereka ya pasti tidak akan menutup peluang terjadinya kerugian.bisnis S aya sering bertemu dengan banyak teman yang ingin punya usaha. mereka bisa pucat. Saya juga sering mendengar teman-teman saya berkomentar. kebanyakan dari mereka terlalu lama berpikir. belum tentu sanggup. melihat bisnis itu sendiri sebagai sesuatu yang molek. Berbisnis. Tidak banyak. dan kerugian kami dobel. kalau kemudian saya ceritakan sedikit saja soal perjalanannya. punya kemungkinan berhasil tapi juga punya risiko rugi. Itu masih belum apa-apa. Tugas kita meminimalisir risiko tersebut tapi tidak akan pernah bisa menghindari sepenuhnya. enak ya saya punya bisnis KBEA dan Warung Mas Kali. Mau bikin warung kopi saja. Sudah bertemu saya belasan kali. Maka jika ada orang yang suka bilang: enak ya punya KBEA. Tapi hampir semua yang saya temui belum punya sikap mental dalam berbisnis. Saya terus terang bingung. ada yang sudah 2 tahun mikir bisnis. tapi kalau ditipu orang. setiap ketemu obrolannya masih sama: konsep warung kopi. kalau salah hitung sudah jarang terjadi. Lha kami tidak salah apa-apa tiba-tiba semua pekerjaan tidak dibayar. Enak. Tapi banyak teman saya yang mikir bisnis kemudian tidak segera dieksekusi karena menghitung ada kemungkinan rugi. Dan banyak yang seperti itu.

Enak. . Indah.BIASANYA MENTAL YANG tidak siap berbisnis melihat bisnis itu sendiri sebagai sesuatu yang Molek.

Katakanlah kami mendapatkan proyek pengerjaan buku dengan total proyek Rp250 juta.” Dua risiko itu melekat di dalam bisnis. biasanya saya tanya: mau kamu menjalankan bisnis seperti KBEA? Kalau tidak. Kalau tidak siap. sebaiknya jangan berbisnis. Sehingga kalau mau dihitung secara benar. Maka tidak heran jika Anda pernah ikut seminar bisnis dan mendatangkan para pebisnis sohor. Karena kami tidak mau ada orang yang menipu kami. Saya berbisnis bukan untuk menjadi orang jahat. bukan hanya kerugian materi. Kerugian kami bukan hanya Rp100 juta. Anggaran untuk menjalankan seluruh proyek itu: Rp200 juta. tapi saya tidak mau membebankan itu ke semua orang yang terlibat. berarti belum pernah berbisnis. Bisnis jasa itu potensi ditipunya besar sekali. Saya boleh ditipu dan dirugikan orang. pelunasan tidak diberikan. Ternyata sampai proyek jadi. jangan bilang bisnis KBEA itu enak. maka berapa kerugian kami? Setelah cerita begitu. Porsekot diberikan: Rp100 juta. masih mau berbisnis? Atau masih mau mikir bertahun-tahun hanya untuk bikin sebuah warung kopi? 110 . tapi juga kerugian waktu dan tenaga. lalu kami juga menipu pekerja yang bekerja untuk kami di proyek tersebut. biasanya akan ditanya: “Apakah Anda pernah rugi dalam bisnis? Apakah Anda pernah ditipu dalam bisnis?” “Kalau ada yang bilang belum pernah rugi dalam berbisnis berarti belum pernah berbisnis. Ini sikap bisnis saya. Jadi. Kalau proyek itu dikerjakan selama 4 bulan. Keuntungan kami: Rp50 juta. tapi Rp200 juta penuh. Kalau belum pernah ditipu dalam berbisnis.

baik risiko kecil maupun risiko besar. dan hanya mampu bertahan 8 bulan. Banyak orang bilang bahwa gagal itu kesuksesan yang tertunda. saya anggap salah satu cara yang mengakomodasi sekian karakter saya: kreativitas. Ini soal pilihan. Pintu jebol. saya bersama para sahabat saya Bayu Kusuma. Kalau teringat kegagalan tersebut rasanya menyakitkan. Tanggal 20 Maret nanti. saya dan sahabat saya Faiz Ahsoul juga membuat warung. Bukan kali ini saja saya gagal dalam bisnis. 111 . Masih ada sekian bisnis lagi yang saya lakukan dan gagal. saya memutuskan bahwa WMK akan tutup untuk selamanya pada tanggal 18 Maret 2015. bisa berbilang tahun. Tahun 2008. Agung Nugroho dan almarhum Jadek membuat bisnis EO. Sebab tidak banyak orang misalnya. yang punya uang Rp100 juta atau Rp200 juta.. Warung Mas Kali (WMK) menginjak usia 1 tahun. Banyak yang lebih memilih menyimpannya di dalam bank. lebih memilih berbisnis dengan risiko semua uangnya habis. Tapi itu hanya ada di dalam pepatah. Dari sekian hal yang melekat di dalam bisnis. saya selalu kembali melakukan aktivitas bisnis. Tahun lalu. Tentu ini bukan salah atau benar. Keputusan ini sudah didasarkan atas banyak pertimbangan. Apa saja. Juga rasa traumatik. Asal halal. Kegagalan bisnis pertama saya terjadi di tahun 2000.akhir dari sebuah warung Teman-teman yang baik. Bisnis atau melakukan wirausaha. Di pagi ini. ada satu hal yang paling saya sukai: keberanian memutuskan sesuatu dalam tempo cepat. inisiatif.. Tutup. Tentu saja pertimbangan yang paling dominan adalah pertimbangan ekonomi. Tapi pada akhirnya. dan keberanian mengambil risiko. Waktu itu. Tapi kami bangkrut total. Lalu kami membuat keputusan berani untuk menanggap Slank tanpa sponsor utama.. Kemudian mempelajari risiko dari keputusan itu. ada perasaan marah dan kesal di diri saya sendiri. saya juga membekukan sebuah usaha penerbitan saya karena pihak distributor melakukan gagal bayar sehingga perputaran bisnis tersebut menjadi tidak sehat lagi. Untuk sekian bulan saya tidak mau membicarakan hal itu. Ternyata kami keliru mengambil keputusan di dalam sistem pintu dan keamanan. kami sukses berat. Tiga kali mengadakan kegiatan. Pentas ramai sekali. WMK gagal dalam mewujudkan dirinya sebagai sebuah bisnis yang sehat. Bisa berbilang bulan. Setiap kali saya gagal. Biasanya itu berlangsung cukup lama.

selain saya memang suka makanan dan minuman. Saya ingin kebas dari rasa gagal. Dan pagi ini. Dalam perjalanan WMK. Dan itu semua hanya bisa dilakukan dengan memperbanyak peristiwa kegagalan. lebih baik saya menyesali sesuatu yang sudah saya lakukan ketimbang saya menyesal tidak melakukan hal itu. Misal jatah saya sukses di urutan kesepuluh. 112 . sukses bisnis adalah soal jatah urutan.Saya secara pribadi masih sangat tertarik dengan bisnis kuliner dan sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa pihak. Setiap saya melakukan sesuatu dan gagal maka saya sedang mendekati urutan itu. saya menyatakan WMK gagal. dengan lapang dada. Untuk teman-teman yang mungkin ingin melakukan nostalgia dengan WMK. menempa diri dengan bangkit di kali delapan ketika jatuh tujuh kali. saya dibantu banyak oleh orang-orang baik. Saya ingin suatu saat ketika gagal hanya tersenyum. Bisnis kuliner punya tantangan tersendiri. Kepada mereka saya ucapkan terimakasih yang tulus dan dalam. masih bisa melakukannya sampai tanggal 18 Maret. Saya adalah satu-satunya orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan itu. Saya ingin seperti banyak orang hebat. Sembilan kali sebelumnya adalah kegagalan. Satu lagi saya punya prinsip. Bagi saya. Bangkit di kali dua puluh ketika jatuh sembilan belas kali. Sayang sekali kalau sudah gagal sembilan kali dan tinggal satu kali lagi tapi stok nyali pas sudah putus.

Bukan karena uangnya hilang untuk sebuah usaha. Dalam soal bisnis seperti itu. dan yang dipikir para pemilik usaha tersebut bukan soal diri mereka. Istri saya hanya mengkhawatirkan bulan depan mereka mendapatkan uang dari mana. tapi setidaknya ada orang-orang yang menggantungkan hidupnya di warung tersebut. Saya sudah pernah mendengar banyak kisah mengharukan tentang sebuah usaha yang mau ditutup. Di saat seperti itulah. ini ilustrasi yang paling mudah. dan ada teman saya yang sedang butuh uang. saya akan sujud di depannya. Istri saya jauh lebih lembut hatinya dibanding saya. Kalau dia bisa. saya kadang sering merasa marah atau sengak kalau ada orang “menghina” satu jenis usaha dengan hanya dianggap mempekerjakan sekian ribu orang. Tidak usah ratusan atau ribuan orang. Uang terlalu sederhana buat dia. dia akan kasih semua uang itu. Walaupun jumlahnya tidak banyak. Anda harus tahu susahnya mencari pekerja. Saya selalu berkata.sesaat seusai penutupan B arusan saya mendapat laporan lengkap dari istri saya yang bicara di depan karyawan Warung Mas Kali tentang penutupan warung tersebut. suara istri saya gemetar. mengakhiri usaha disertai doa dan airmata mereka.. saya memeluknya erat sekali 113 . Senja ini. “memecat” mereka. tidak ada penyesalan di diri kami tentang hilangnya modal. Kalau istri saya mengalami hal yang sama. Tidak ada. Saat kami membicarakan soal penutupan warung itu berdua.. saya akan bagi untuk saya Rp50 ribu dan untuk teman saya Rp50 ribu. Anda tidak bisa berkata mempekerjakan orang itu mudah sebelum pernah melakukannya. Sungguh mengharukan. Untuk menggambarkan perbedaan istri saya dan saya. Kalau saya hanya punya uang Rp100 ribu. suruh orang yang bilang seperti itu untuk membuka usaha dan coba saja pekerjakan 10 orang. Justru yang mengganggu kami adalah bagaimana nasib para karyawan. melainkan para karyawan. bekerja bersama mereka.

dan kaum kreatif Yogya kalau ngumpul di angkringan.. 114 . penulis. jeruk dan kopi. ceker. Sehingga problem hidup dan sengkarut masalah mendapatkan tempat untuk ditumpahkan. obrolan penting dan tidak penting terjadi. bukan berarti angkringan lenyap. Tentu saja minuman macam teh nasgitel dan jahe anget siap mendampingi. Salah satunya bisa dilakukan di angkringan. silakan mampir bersama rekan-rekan Anda. para mahasiswa. Angkringan juga dinamis. Ditemani dengan nasi kucing. Angkringan Mojok juga menyediakan minuman khas selain teh. sate usus. sastrawan. masih sangat tinggi. Beberapa warung makan mengadopsi konsep angkringan.ngangkring S ebelum kedai kopi marak di Yogya. ada penambahan beberapa menu lain seperti rica-rica enthok. oseng-oseng mercon. reriungan. dan yang paling favorit tentu saja: nasi goreng cakalang. guyub. Termasuk salah satunya adalah Angkringan Mojok. Selain tetap dengan menu khas angkringan. tempe goreng. pisang goreng.. Dalam remang lampu. Yogya termasuk daerah yang harapan hidup masyarakatnya cukup tinggi. Kini ketika kedai kopi sudah menjamur di Yogya. sebab hidup harus dilanjutkan.. Tidak mbentoyong di kepala. yakni sereh jeruk nipis dan es kawista. Jadi. dan sekian menu khas angkringan. Jangan lupa tertawa.. Salah satunya karena kebiasaan ngumpul.

coba cek dulu komentar-komentar di atas Anda. Gara-garanya sederhana. Dijawab lagi. dan ada yang tanya lagi. Dan ditanya lagi oleh pengisi kolom komentar selanjutnya. ditanya hal yang mirip. di bawahnya ada yang tanya lagi.. Ditanya lagi. jangan sampai mengulang pertanyaan-pertanyaan yang sama. Pagi ini saya berani mengiyakan pernyataan tersebut. Sudah dijawab. sudah ada yang tanya alamatnya di mana.amnesia S aya sebetulnya ragu untuk menyimpulkan bahwa manusia Indonesia itu paling mudah lupa pada sejarah. Edan. Kiat sebelum bertanya di kolom komentar. tapi mungkin dari hal seperti inilah. Ketika beberapa kali saya mengunggah soal Angkringan Mojok. Wkwkwk. Indonesia ancur-ancuran nggak jelas kayak gini. 115 . dan sudah saya jawab... Barusan saya lihat teman saya mengunggah jadwal acara.. Kelihatannya ini sepele. Konsekuensinya tentu saja tidak pernah bisa belajar dari sejarah.

gajian.gajian H ari ini. Para kru Angmo. kebahagiaan melayani para konsumen. yang diterima investor tidak lebih besar dibanding kru yang bekerja. selain uang lembur dan bonus yang tidak pernah mereka rasakan di bisnis yang dulu. ada makin banyak harapan di sana. 116 . Sekarang. demikian saya biasa menyebut. Hari ini semua kru bergembira. Semoga semua makin baik. kurun panjang nyaris tanpa harapan. Minta doa restu kawan-kawan semua. Secara material mereka mendapatkan gaji. Sebab bagi tim baik kru maupun yang punya. mereka mendapatkan sekian hal nonmaterial: kerjasama tim yang apik. Sebagian mata mereka berkaca-kaca saking tidak percaya. Saya yang punya kantor tersebut. laba atau apapun Anda menyebutnya. Mereka telah mengalami masa-masa sulit. Dan dalam situasi hati yang gembira. Semua sudah diujicobakan sejak saya menjalankan kantor KBEA. saling memaafkan. Istri saya berkisah. Kok bisa begitu? Ya memang begitu. Juga keriuhan dan mungkin lintang pukang. Angmo juga mulai menambah kru baru. Hari ini pula mereka mengawali tradisi baru. dan tentu saja harapan baik. orang mudah memaafkan. Sebagian dari mereka pernah bekerja sebagau kru Warung Mas Kali. Semua bisa punya kesalahan. uang lembur dan bonus. Masih dalam situasi adaptasi. sebulan persis Angkringan Mojok berdiri. Itu artinya kami juga membuka lapangan kerja. makin bermanfaat. Artinya juga. Hanya yang bekerja yang dapat penghargaan. Aneh? Saya kira tidak. Dan sekadar informasi. belum tentu menerima lebih besar dibanding seorang kru jika sama-sama terlibat dalam sebuah proyek. Kalau saya tidak terlibat di dalam proyek ya tidak dapat uang. makin ramai. telah melewati waktu yang nisbi panjang. Para anggota tim kemudian punya pengalaman yang penting: lebih baik capek melayani banyak konsumen daripada tidak capek karena warung sepi.

sepanjang Jalan Damai sejak bulan Januari banyak warung makan dan minuman yang tutup. Saya setuju dengan kedua fakta yang dijadikan alasan. nanti dulu. Pertama. Mestinya pengelola tersebut harus mengajak semua pemilik warung makan di kompleksnya untuk berembuk bersama. Dia harus mendengarkan keluhan dan pendapat para warga pemilik warung. mungkin yang bisa dilakukan justru menyiram lahan parkir secara bareng-bareng agar debu tidak berterbangan. termasuk tiga warung di kompleks tersebut. Kedua. musim kemarau membuat debu mudah terbang. 117 . Atas kedua hal itulah keputusan membuat konblok diketok. Iuran yang mendadak tanpa rembukan bisa membuat kekacauan. Dalam situasi sulit. Bisa jadi. Baik ikatan perut maupun ikatan persaudaraan. Hal lain. membuat sebuah keputusan yang menarik untuk dipelajari. Penentuan prioritas menjadi sangat penting. Tapi soal keputusan. mestinya dia berpikir bahwa hampir semua warung di kompleks tersebut. semua harus makin mengencangkan ikatan. keuangan dijaga dengan ketat. mestinya yang dilakukan paling utama bukan memasang konblok.kepala dan cara P engelola kompleks makanan dan minuman di mana Angkringan Mojok berdiri. termasuk rata-rata di Jalan Damai. Juga cara. dia juga akan “mengambil uang” berupa iuran dari warung-warung tersebut. Niatnya mulia: supaya debu tidak berterbangan. dan hal itu sebagai sebuah upaya agar warung makan di seluruh kompleks tersebut bisa selamat dari perlambatan ekonomi. Semua energi dan kreativitas difokuskan ke sana. Tentu saja ada risiko bahwa setiap warung makan di kompleks itu harus membayar iuran. Dia memutuskan akan memasang konblok di lahan parkir. sedang dalam konsentrasi menghadapi badai ekonomi. Alasannya sebagai berikut. Misalnya dalam situasi seperti ini. main setuju saja tanpa mempertimbangkan yang sedang berjibaku menghadapi ancaman tutup karena jebloknya omzet. terlebih selain sebagai pengelola. warung-warung yang lain bisa saja berpikir: mentang-mentang cukup kuat secara finansial. Katakanlah jika Angkringan Mojok setuju. Uang iuran untuk konblok bisa dipakai untuk hal yang lebih penting.

Mari kita lihat kasus tersebut.Atas dasar semua pertimbangan itu. Dari sisi data dan informasi tidak ada yang salah. Mungkin di lingkup kampung atau desa. Mungkin juga di puncak pemerintahan tertinggi. Ini soal mana yang lebih implementatif. Lebih tepatnya ada 11 warung makan dan minuman yang tutup sepanjang Jalan Damai sejak bukan Januari. juga tidak keliru. Dari sisi niat. taktis. pihak pengelola bisa mengerti dan menyadari landasan protes kami. dan efisien. Juga yang lebih sesuai dengan kondisi yang ada. Kasus seperti itu banyak muncul di kehidupan kita sehari-hari. Tapi analisis dan caranya berbeda dengan kami. 118 . Mana yang lebih benar? Ini tidak soal benar atau salah. Demikian. Mungkin saja kabupaten atau provinsi. Untung. manajemen Angkringan Mojok melakukan protes keras.

kemerdekaan akik S aya tidak pernah bisa membayangkan nasib rezim Jokowi tanpa akik. dari Aceh sampai Papua. Mungkin pertarungan masih sangat sengit. Waktu luang menjadi berharga. saya tetap tak bisa membayangkan seandainya akik tidak ikut “turun tangan” untuk mendamaikan. Selain hal itu. Bukan hanya itu. akik menggerakkan perekonomian Indonesia ketika melambat. Setidaknya saya telah mengalami pertarungan pemilihan Presiden langsung selama 3 kali. ada para penyewa lahan dan penambang. Sebagaimana kita tahu. dan baru di pertarungan Prabowo vs Jokowi. Di sektor hulu. Di mana-mana orang menggosok akik. mereka bukan hanya selamat tapi juga bungah. Lagi-lagi. “barisan Prabowo garis keras” masih sering bakusindir dengan “Laskar Jokowi sampai mati”. Semua menjalar dengan cepat. situasi politik lambat dingin. akik juga menggerakkan para pengrajin cincin. dan sekian sektor informal lain yang tergencet oleh perlambatan ekonomi. Sampai sekarang bahkan di dunia maya dan keseharian. begitu Jokowi naik jadi Presiden. tertolong oleh akik. Kemudian masuk ke pemrosesan. pengamen. 119 . dari mulai tukang ojek. selalu ada akik di sana. Industri makanan dan minuman otomatis berjalan. malah makin menjadi. Kemenangan Jokowi terlebih dahulu ditandai oleh ledakan akik. Sektor transportasi juga. sudah banyak disebut orang. perlambatan ekonomi yang semula memang sudah terjadi. tukang becak. Anda juga pasti tahu. Sekalipun begitu. tiap noktah yang kita tunjuk di atas peta Indonesia. Mari kita lihat sepintas saja bagaimana efek ledakan akik bagi rantai perekonomian Indonesia. ledakan akik kian terasa di mana-mana. Tepat di saat itu pula. terutama pengrajin perak.

Tiga poin di ataslah yang menurut hemat saya. pameran-pameran akik. Marilah di hari kemerdekaan ini. 120 . Kalaupun toh rezim Jokowi kurang mengapresiasi. itu tak akan menyurutkan harkat dan martabat akik di negeri ini. melibatkan kekusyukan. tidak membuat tensi emosi massa naik. Saya lebih suka menyebutnya sebagai pasar akik telah terkoreksi. Namun segalanya kasat mata. Sehingga ekonomi yang tak begitu baik. dan penyewaan geraigerai atau spot-spot perdagangan baru yang muncul karena akik. pasar bergemuruh. Namun terlalu banyak hal yang telah diberikan oleh akik dan insan akik untuk negeri ini. Booming nyaris selesai. tenang. Karena semua dibutuhkan proses apresiasi yang “mat-matan”. Saya tidak tahu. Saya tak tahu persis berapa besaran transaksi harian akik yang terjadi di seluruh Indonesia. kita mengenang jasa akik yang begitu mulia. Akik akan tetap bertahan dengan harga sesuai mekanisme dan hukum pasar. merupakan kontribusi besar akik terhadap rezim Jokowi. Itu belum kalau kita hitung juga majalah dadakan yang hanya berisi soal akik. Sekarang ledakan akik sudah hampir rampung. yang sering dilupakan orang adalah semua rangkaian aktivitas akik ini adalah rangkaian yang “menentramkan”.Di hilir. Terakhir. Akik tidak akan hilang dari negeri ini. Itu hal yang wajar. apakah Jokowi berikut jajaran kabinetnya bisa melihat hal ini atau tidak. Mari kita kenakan akik kita dengan rasa bangga dan merdeka. lagi-lagi tak ada data yang memadai yang bisa menyajikan itu semua. Sayang.

para seniman yang telah memberi kontribusi pada wilayah batin. Masak dikhianati. Bagi mereka. militer bukan satu-satunya lembaga yang punya otoritas kedisiplinan. mereka warga yang luarbiasa. yang perlu diperjelas adalah definisi dan formulasi “bela negara”. memberi tempat untuk bekerja dan berkarya.. Menurut saya. AS Roma saja saya bela kok. Begitu terus setiap hari. 121 . kena macet yang ngaudubilah. kreativitas. Negeri yang udara segarnya saya hirup. Atas dasar apa? Kalau misalnya supaya punya rasa disiplin. Tapi hal seperti di atas tentu saja tidak mungkin bisa dimengerti oleh elit politik kita. para petani yang menjamin bahan makanan ada terus di pasar.. Apa perlu dilatih seperti militer. Ya begitulah. bela negara adalah soal push up. bukan karena mereka tidak ingin mengerti tapi karena tidak cukup punya kapasitas intelektual. airnya saya minum. juga telah menunaikan dharma bela negara. apalagi tumpah darah saya. Atau bahkan dengan kelas menengah Jakarta yang sejak Subuh sudah keluar rumah.bela negara B erbeda dengan kebanyakan sahabat saya. Memang ada yang agak kebelinger dengan konsep bela negara di kalangan elit politik kita sehingga masuk dalam sebuah undang-undang yang dangkal. Saya kira mereka akan kalah jauh dibanding para buruh dan petani kita. sit up. Para nelayan yang telah memberi asupan gizi dengan harga nisbi terjangkau oleh masyarakat kita. telah melakukan tugas penting bela negara.. dan pulang larut malam. lari-lari. hasil buminya saya makan. Nah. dan buah permenungan. dan semacamnya. Negara harus dibela. Para wirausahawan yang telah menciptakan lapangan pekerjaan. Mungkin saatnya para elit politik kita masuk kamp untuk mendapatkan pelajaran rendah hati. justru saya setuju dengan program bela negara.. Malah negara yang harus berendah hati untuk makin membela wargannya. Saya kira semua sektor masyarakat telah melakukan aksi bela negara.

122 .

“ ~ Untuk Jopi ” Belum hilang sedih benar Kawan debu hanyut waktu BAB 3 komunitas & orang-orang sekitar 123 .

rileks
S

elalu menyenangkan buat saya bisa berkumpul dengan teman-teman yang
punya hobi makan dan ngopi. Hidup mereka tidak aneh-aneh. Ngomong politik
ya secukupnya, politik mereka adalah politik sehari-hari: mengantisipasi beras naik,
harga kertas naik, sambil bicara soal akik dan sepakbola. Di atas itu semua adalah
strategi individu dan komunitas dalam menghadapi semua persoalan supaya tetap
lentur dan rileks. Sebab kalau tidak, papan-papan pertahanan yang disusun oleh
setiap pribadi dan komunitas bakal dibuat patah oleh kenyataan.

125

lebih dari sekedar kantor
N

amanya simpel dan sedikit narsis: Klinik Buku EA atau biasa disingkat KBEA. Tidak
ada kerja besar dan gagasan hebat di sana. Semua tumbuh nyaris biasa begitu
saja.
Bermula dari sesuatu yang sepele. Tahun 2008 sebagai penulis, saya mulai
kebanjiran menulis buku dari berbagai lembaga maupun perorangan. Mulailah
saya merekrut tim setiap kali punya proyek menulis, mulai dari manajer sampai
transkriptor. Tugas saya menyempit dan lebih fokus: membuat konsep buku,
presentasi, melakukan wawancara (jika dianggap penting), terjun ke lapangan
(jika perlu riset lapangan) lalu menulis. Semua jadwal saya sudah diatur oleh
manajer proyek. Saya tidak perlu lagi melakukan kerja-kerja lain sebab sudah ada
transkriptor, peneliti pustaka, editor dan pemeriksa aksara (proof reader). Kalau di
proyek tersebut butuh fotografer atau ilustrator, semua sudah ada yang mengatur.
Juga kalau klien saya butuh sampai jadi buku. Sudah ada yang mengurus dari
tataletak, desain sampul sampai proses cetak.
Semakin banyak klien saya, semakin banyak orang yang saya ajak bekerjasama.
Dan tentu saja jadwal saya makin padat. Akhirnya saya sampai pada posisi membuat
konsep, presentasi, membuat outline lalu memeriksa di tahap sebelum penyuntingan
dimulai. Sebab sudah banyak penulis yang ikut bekerja bersama saya.
Semua orang yang bekerjasama dengan saya pasti tahu prinsip utama kerja saya.
Melanggar tenggat adalah “dosa” yang paling susah untuk diampuni. Saya dipercaya
orang karena saya nyaris tidak pernah ingkar tenggat. Kerja keras adalah keharusan.
Sebagai entitas usaha, tentu saya punya kompetitor terutama perusahaanperusahaan penulisan yang sudah mapan, memiliki sistem yang bagus, modal yang
besar dan tentu saja jaringan yang kuat. Bersaing dengan mereka tentu saya kalah.
Tapi untuk satu hal, saya tidak mau dikalahkan: kecepatan. Saya punya prinsip
bahwa saya boleh kalah pintar dan kalah modal, tapi saya tidak boleh kalah waktu.
Saya telah menempa diri saya untuk bekerja berhari-hari tanpa tidur. Bermingguminggu hanya dengan tidur maksimal 3 jam. Hal ini yang kemudian sering membuat
saya menang tender. Ketika kompetitor saya menawarkan proposal membuat buku
dalam waktu 6 bulan atau 3 bulan, saya mengunci semua pintu dengan kesanggupan
menulis 1 bulan.
Dari pengalaman tersebut, saya berpikir untuk membuat perusahaan penulisan
buku (bukan penerbitan) dengan nama yang nama saya melekat di dalamnya. Jadilah
janin KBEA.

127

Usai memenuhi mandat menjadi direktur.5 tahun saya “ganti profesi” dari penulis ke direktur. Kantor KBEA yang sederhana dan mungil itu kemudian menjadi tempat mampir dan menginap anak-anak muda dari luar kota. Tapi saya khas Aries dan romanisti sejati. Saya mulai menemukan kegembiraan. Kami bahu membahu berdua. sekaligus diminta menjadi direkturnya. Kini. Saya beruntung karena tidak semua relasi saya menghilang setelah 1. Tandem saya sekalipun umurnya jauh di bawah saya dan kalem. saya mengajak istri saya tinggal di Yogya. kondisi KBEA masih tidak begitu bagus. Bukan semata karena periuk perusahaan mengepul tapi karena ada banyak orang yang terlibat bekerja dengan saya. Mulailah kami dapat proyek penulisan dan penelitian. Jangankan untuk mengembangkan KBEA. Bahkan bukan hanya dari Yogya. saya mulai memikirkan kembali KBEA. 128 . Saat saya punya rumah mungil yang sekarang saya tempati. dan pulang ke rumah mertua jam 1 dini hari. siapapun tamu yang ada selalu ditawari makan. orang lain. Bagi saya yang kuliah saja nyaris tidak lulus. Sungguh menyenangkan. tapi sangat militan.Tapi kemudian saya memasuki momentum penting menikah. kantor KBEA tidak pernah sepi dari aktivitas dan anak muda. ngotot. Angka itu jauh di bawah rata-rata jika dibanding ketika saya masih menjadi penulis sendirian. kalau jam makan tiba. Kami mulai merekrut anggota tim. Saya juga mengajak seorang anak muda dari Jember untuk khusus konsentrasi “menyelamatkan” KBEA. Saya juga bisa berbagi pengalaman dan diskusi dengan mereka. Mereka menguasai banyak hal. Ia pernah tidak tidur hampir seminggu di depan laptopnya yang sudah butut. Sehingga saya bolak-balik Jakarta-Yogya. Saya hanya bisa memberi uang makan. penuh dengan semangat. untuk menulis status Facebook pun saya nyaris tidak sempat. Tentu perusahaan yang membayar tiket pesawat terbangnya. Selama 1. komunikasi dan uang bensin sebesar Rp1 juta. KBEA mulai dapat proyek pertama kali dengan nilai Rp18 juta. Di fase itulah.5 tahun saya menyuntuki pekerjaan tersebut. Tidak seperti yang saya bayangkan. ada banyak yang dari luar kota. KBEA nyaris bangkrut. Di kantor KBEA ada banyak kopi enak. Di saat yang hampir bersamaan. saya bersama beberapa teman membuat perusahaan di Jakarta. Sebagai gambaran. Saya mulai melakukan beberapa pembenahan. Saya waktu itu usai menikah sempat tinggal 3 bulan di rumah mertua di Jakarta. Di KBEA mereka belajar bekerja dengan profesional dan mendapatkan uang. waktu itu saya tidak sanggup menggaji dia. di rumah kontrakan saya. terutama anak-anak muda adalah tempat saya belajar. Ketika kondisi keuangan perusahaan mulai baik. Hingga saya putuskan KBEA pindah kantor dari kantor lama ke bekas rumah kontrakan saya yang juga tidak begitu besar. banyak gagasan. Tapi membuat usaha sendiri ternyata tidak mudah. Akhirnya saya menyewa rumah khusus untuk kantor KBEA. kalau ada musafir kehabisan uang maka KBEA wajib membantunya. saya punya waktu lebih banyak lagi. Hari-hari saya diisi dengan harus ke kantor jam 8 pagi.

semoga kantor baru kami nanti akan semakin baik buat banyak orang. Saya bukan pebisnis hebat. Perubahan bisnis itu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Juga soal buku. Selain itu. Dengan agak nekat. Kalau saya diminta masukan. (maaf belum boleh saya tulis). Saya juga minta restu teman-teman semua.. Dan itu cara paling menyedihkan karena Anda menutup pintu rezeki sendiri. Bagi teman-teman dekat KBEA mungkin keputusan saya dianggap gila. Akhirnya saya langgar prinsip itu. Saya hanya ingin menyemangati teman-teman lain yang mungkin sedang punya usaha. sebetulnya tidak ada yang hebat dari manuver itu. Saya punya prinsip. Mereka pasti menunggu saya menjelaskannya. Dan saya sudah mempresentasikan ke mereka apa yang akan dilakukan oleh KBEA dan mengubah nama ‘‘klinik buku’’ menjadi ... Apapun usaha Anda. Lagi-lagi. Karena baru saja saya presentasi ke mereka bahwa bisnis pembuatan buku harus segera ditinggalkan. Tapi saya memutuskan KBEA harus punya kantor sendiri. baru kemudian punya rumah. Agak mencengangkan bagi mereka. Amin.. Sebab tidak ada bisnis tanpa kepercayaan.Sampailah kemudian KBEA memasuki babak baru. Dan kini saatnya menunaikan. Hehe. Ada sekian banyak eksperimen yang harus kami lakukan dan tentu saja akan menguras keuangan KBEA.. saya memutuskan KBEA untuk punya kantor sendiri. Bisnis KBEA ini paling hanya akan bertahan 3 tahun lagi. Tapi mereka sudah terbiasa dengan ‘‘kegilaan’’ saya. jawaban saya hanya satu: jaga janji. Teman-teman di KBEA pasti mengira saya punya skenario jos di balik itu semua. Ada satu prinsip yang saya langgar karena situasi. Orang yang terbiasa melanggar janji atau tenggat. Tapi saya orang Jawa yang kadang-kadang menjaga perasaan orang lain itu juga penting. kalau memang nanti kurang modal ya tinggal kantor tersebut dijadikan agunan di bank. atau apapunlah. 129 . Masih belum apa-apa. Internet mengubah banyak hal. tidak akan pernah dipercaya oleh klien dan relasi bisnisnya. orang harus punya tempat usaha dulu. apalagi perasaan orangtua. kantor KBEA sudah terlalu sempit untuk aktivitas orang-orang yang ada di sana. Hal lain.

makin efektif dan makin banyak tertawa. Kami sederhanakan saja. Semua orang yang tergabung di KBEA pasti punya hobi. Apa itu? Bagaimana kira-kira praktiknya? Kami percaya bahwa setiap orang mencari kebahagiaan. dan lain-lain. Kami sedang mengusahakan sebuah komunitas dengan “gaya hidup bahagia”. terutama ketrampilan yang kami miliki kepada orang lain. Semua mirip. Kadang kesukaan itu harus dikorbankan karena kesibukan. 130 . kami percaya sebagai salah satu sumber kebahagiaan. Intinya bagaimana menyikapi pekerjaan sebagai sebuah kegembiraan. Tidak usah pakai teori keterasingan kerja. dan lain-lain. Sekali lagi mencari itu semua bukannya tidak boleh. Kami di KBEA memiliki konsep sendiri. makin tepat waktu. Intinya ya kira-kira menyarankan agar rutin berolahraga. ada tempattempat publik untuk orang bertemu dan bercengkerama. Lagi-lagi bukan berarti itu tidak baik. Dengan landasan sederhana itulah kami membuat kelas-kelas reguler seperti kelas digital dan kelas menulis. terlalu berat. Ini bukan soal baik atau tidak. Sekaligus kami berusaha membuktikan jika kita makin gembira melakukan pekerjaan tersebut maka hasilnya makin bagus. Beginilah kira-kira kami mencoba menyusun konsep hidup bahagia: Bekerja dengan gembira. mencari pangkat dan jabatan. dan lainlain. Menikmati hobi. Kami kemudian mulai memikirkan hal yang paling prinsip: menyikapi kerja. Ada yang suka membaca. mencari ketenaran. wisata. menonton film. pesta. Berkomunikasi dengan rileks. dan tentu konsep itu belum final. Tapi kadang kala pencarian itu tertutupi pencarian lain: mencari uang. Akan ada cara lain lagi yang kami lakukan untuk berbagi. Nongkrong. Berbagi. akan membuat hidup kami berkualitas. menjaga pola makan. Kemudian yang terjadi kebahagiaan berusaha “ditemukan” dengan cara yang berbeda: belanja. menyanyi. Maka dulu di komunitas-komunitas lama. Kami menciptakan kondisi agar hobi lama itu tetap berjalan wajar tanpa terganggu kesibukan. Kami menyadari bahwa membagikan apa yang kami miliki.gaya hidup bahagia S aya sering membaca artikel tentang bagaimana gaya hidup sehat di berbagai media massa. menghindari stres. Tapi kerap kita mengorbankan pencarian akan kebahagiaan.

Dan kami sangat terbuka. Sebab waktu hanya dihitung dari nilai ekonomis belaka... Kadang di kantor. Hanya saja di KBEA. pasti diterima dengan tangan terbuka dan dianggap sama. Ekspresi personal sangat kami hargai dan kalau bisa difasilitasi. ini bukan sekte tertutup. kadang di warung kopi. nongkrongnya dibuat variatif. kami selalu saling menyemangati agar setiap orang di dalam komunitas KBEA bisa berkarya di bidang masing-masing. Begitulah kira-kira yang kami jalani sehari-hari. 131 . Teman-teman yang datang untuk bersilaturahmi atau gabung di kegiatan kami. Tidak ada istilah “orang lama” atau “orang baru”. Terakhir. Padahal dulu aktivitas itu dianggap sebagai buang-buang waktu. Berkarya. termasuk sebetulnya kalau kami futsal atau nanti namplek alias badminton. Semua berjalan dengan santai dan menggelinding begitu saja. sebetulnya sikap mental kami adalah nongkrong.Bahkan ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa masyarakat yang gemar nongkrong di warung kopi lebih bahagia dibanding yang tidak.

janji —Untuk Bajang dan Pay S aya perlu menulis ini. Pay. penulis dari Pontianak yang kebetulan sedang singgah di Yogya. Lalu saya cek Twitter. kalau saya berjanji dan ada kemungkinan dihagalkan oleh keteledoran saya sendiri. Malam tadi. Setidaknya bisa mengurangi beban pikiran saya. Sebentar lagi subuh. saya ketiduran. saya juga sering bekerja di luar kota. Tadi siang. Saya punya anak laki-laki kecil. Benar. Misalnya saya janji ketemuan dengan orang jam 9 pagi lalu malamnya saya tidak tidur. Saya meminta maaf lewat Twitter. Bajang menjawab: dibatas jam delapan malam. Saya langsung lemas. Malam tadi saya telah melanggar janji. Istri saya sangat tahu apa arti janji buat saya. seorang penulis lain dari Lombok yang mukim di Yogya. saya browsing melalui gajet sambil tiduran. Karena saya merasa bahwa tidak ada hambatan apapun yang mengancam saya untuk ingkar janji. Ia akan melakukan apa saja kalau misalnya saya ketiduran. Tapi kalau hal itu terjadi. saya lalu membalas kicau mereka. mungkin sejak habis Magrib. jam di gajet menunjukkan pukul tiga kurang sedikit. tapi rasanya masih mengganjal. ada panggilan masuk dari Pay. Satu-satunya hambatan adalah hujan. saya tidak bilang ke istri saya kalau saya punya janji. 132 . Dan lhesssss. Saya lihat gajet. mereka sudah menunggu saya mungkin sejak pukul sepuluh malam. Biasanya. Bagi saya. istri saya dengan senang hati pasti mau mengantar saya. Tapi belum berjanji. sepulas apakah sehingga ketika ditelepon tidak mendengar? Persoalannya. barulah saya membuat janji lagi-lagi lewat Twitter. sesuatu yang saya anggap penting. itu bukan soal sepele.. Kira-kira jam delapan malam. Lalu yang terjadi adalah seperti ini. saya langsung panik. Selain saya telat menikah. benar adanya. maka saya akan bilang ke istri saya. maka saya cukup bilang ke istri saya bahwa saya punya janji. Malam tadi kami kangsenan untuk bertemu. Ia memensyen saya via Twiter bersama Bajang. Begitu terbangun dini hari. Mungkin ada pertanyaan. Kemarin malam. Tapi kebetulan saya ketiduran.. mengabari saya kalau sedang berada di sebuah kedai kopi yang jadi langganan saya. Hal seperti itu sudah biasa terjadi.. saya selalu “membisukan” gajet saya. Pay belum menjawab. Begitu saya terbangun. sambil masih menunggu jawaban Pay dan kabar dari Bajang. Saya tidak punya jas hujan dan tidak bisa menyetir mobil. Saya tulis ini sebagian karena dorongan rasa bersalah.

Rasanya. Rasanya tidak ada ‘nilai’ yang diajarkan oleh orangtua saya yang sesakral janji. Janji itu harga diri. juga mungkin bisa membantu memperjelas kepada teman-teman dekat saya atau kolega kerja saya. Karena sering bersama Kali. Titik. yang menjaga dan dijaga oleh martabatnya.Sehingga kalau saya berada di rumah. 133 . Dan saya masih ingat sampai sekarang. Kali tidur tiga kali dalam sehari: kira-kira jam sembilan pagi (mungkin hanya sejam atau paling lama dua jam). mengganti dengan nilai lain. Bisma adalah tokoh pewayangan yang sangat saya sukai karena keteguhannya dalam memeluk janji. Tapi saya sudah minta maaf dan sampai sekarang saya tidak lupa. Hal ini perlu saya tulis selain sebagai bagian dari permintaan maaf kepada Bajang dan Pay. diletakkan pada janji. Mungkin bagi mereka biasa. saya banyak menghabiskan waktu buat keluarga. Karena kuatnya ikatan saya dengan janji. Tidak ada pembelaan. Setiap orang punya nilai-nilai utama. ketika ia tidur. Mungkin sebagian martabat saya dan kedua orangtua saya. nama anak laki-laki saya. nilai utama yang diajarkan oleh kedua orangtua saya ini akan saya wariskan kepada anak-anak saya secara sadar. pasti saya tidak mendengar. Panjang ceritanya. Saya melanggar janji rapat dengan beberapa adik kelas saya di Fakultas Filsafat UGM. tapi bagi saya tidak. maka nama lengkap Kali adalah Bisma Kalijaga. kira-kira jam dua siang (juga kurang-lebih dua jam). Itu pula yang membuat saya bisa sangat marah baik dengan sahabat maupun kolega kerja saya. Saya punya kebiasaan menyentuh salah satu bagian dari Kali. Janji itu suci. Terlahir sebagai anak raja. kenapa saya bisa sangat marah kalau urusannya sudah pada ingkar janji. Saya bisa mendamprat habis atau menjadi tidak suka dengan orang begitu saya lihat ia ingkar janji. memenuhi janji sama sucinya bahkan mungkin lebih suci dibanding salat lima waktu. prioritas. Rasanya damai sekali. Saya hidup dengan dijaga oleh janji. Hal itu yang bisa menjelaskan kenapa saya tidak pernah luput dari tenggat sebuah pekerjaan. ia bersumpah tidak akan menikah karena ibu tirinya takut kalau ia menikah maka yang punya hak atas kerajaan adalah anak Bisma. Ia tepati sekalipun kelak harus mengecewakan kekasih hatinya. dan malam hari di atas jam delapan. Janji. Dan saya tidak ingin merevisinya. Bisma. gajet selalu saya setel tidak bersuara dan tidak memakai getaran. Jadi kalau saya tertidur dan ada orang menelepon. Untuk menggambarkan hubungan soal janji dan diri saya. Dari kecil. Saya punya alasan kenapa hal tersebut terjadi. mudah sekali. komplain terakhir yang saya dapat dari teman saya soal janji terjadi pada tahun 2001. berasal dari bahasa Sanskrit yang artinya: orang yang memeluk teguh janji. Saya perlu mengutarakan hal ini karena penting bagi diri saya. Kembali ke soal pokok: janji. Karena tenggat itu janji yang saya sepakati dengan si pemberi pekerjaan. Tokoh yang jadi panutan Pandawa dan Kurawa yang ingin membahagiakan bapaknya pun bersumpah tidak akan menikah.

di INSIST nggak boleh! Kali ini kisah soal dimarahi. Si mbak keuangan bilang: jangan begitu. Kok penting amat AKY dibahas? Lagian kalau membahas AKY kenapa harus saya yang dipanggil? 134 . Saya akan ceritakan secara singkat beberapa pengalaman kecil saya.mansour fakih M endung begini. Menjelang acara. Tapi ini di awal AKY berdiri. Saya ceritakan yang satu saja. Akhirnya saya menghadap Pak Mansour dan menceritakan soal itu. Dia (Pak Mansour) akan bilang: di tempat lain boleh begitu. segalanya dipikir dulu). saya teringat almarhum Pak Mansour Fakih. Ketika saya datang. Saya bingung. nggak boleh dibeda-bedakan. yang lain untuk peserta. sudah banyak pentolan dan sesepuh yang sering saya lihat di kantor INSIST.” Ada pengalaman lain. Namun tiba-tiba informasi ini bocor dan banyak orang bertanya ke saya tanggal dan jam diskusi. dekat ringroad utara. kalau kamu mau dimarahi Pak Mansour. apakah harus dibilang bahwa untuk kalangan terbatas atau bagaimana? Pak Mansour diam (selalu begitu. Si mbak sewot lalu pergi sambil bilang: lihat saja nanti. dan terbuka untuk umum. kita bikin lagi. Saat itu ada diskusi di mana Pak Mansour juga jadi salah satu narasumbernya. Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY). Saya ngeyel: biasanya begitu yang saya lihat di tempat-tempat lain. Pak Mansour bisa marah. Informasi ini tidak kami sebarluaskan karena kami ingin diskusi bisa berlangsung secara mendalam. kita tidak boleh menghalangi siapapun untuk belajar. hendak mengadakan diskusi terbatas dengan Pak Mansour dan seorang narasumber lain. Suatu saat. Seingat saya. Nanti kalau kalian merasa waktunya kurang. Masih soal acara diskusi. Suatu saat saya dipanggil ke rumah Pak Mansour di Gandok. sambil menemani Si Kali tidur. kemudian ia menjawab: “Thut. Konon agendanya rapat. Ia heran dan bertanya: itu konsumsinya kok beda wadahnya? Enteng saja saya jawab: yang satu untuk pembicara. Tapi sebelum rapat. Kebetulan ada salah satu mbak dari bagian keuangan INSIST yang datang ke pendopo di belakang kantor INSIST di Blimbingsari. jadi karena informasi ini sudah bocor ya tidak apa-apa. saya ikut mempersiapkan konsumsi. Pak Mansour bilang kalau akan membahas kasus AKY dahulu. Saya kebingungan. dua kali saya dimarahi Pak Mansour.

Pak Mansour bilang: Thut. Masak saya bohong? Saya juga baru tahu kalau orang-orang INSIST ya yang berkumpul di tempat ini. saudara X ini mungkin berbohong tapi juga mungkin dia sudah bertanya ke orang yang dianggap orang INSIST walaupun ternyata tidak ada di antara kita yang ditanya. sudah dapat izin dari orang-orang INSIST. Kenapa bisa disponsori oleh lembaga ini? Kira-kira begitu. Buku tersebut adalah karya dari salahsatu anggota AKY yang difabel. Ini semua orang-orang INSIST. Di diri Pak Mansour bukan hanya saya dapatkan sosok yang pintar tapi juga bijak. Jadi biarkan buku ini tersebar. Pak Mansour menggugat. apalagi dia? Kedua.Pak Mansour terlihat mengendalikan rasa marah sambil mengacungkan buku. thut. pak. Mendengar jawaban itu. Tercekat. Saya saja nggak tahu yang mana yang orang INSIST yang mana yang tidak. kenapa saya yang dipanggil. Mas X (anggaplah begitu namanya) bilang ke saya dan teman-teman bahwa terbitnya buku tersebut dengan sponsor lembaga yang dimaksud. Kita harus berprasangka baik kepadanya. Sebelum diteruskan. Nggak ada yang memberi izin. Lha wong Puthut saja nggak tahu mana yang orang INSIST dan mana yang bukan. Terus bagaimana? Apakah harus saya hadirkan mas X? Atau buku tersebut nggak jadi kita edarkan? Ruangan itu sepi. kawan kita X ini mungkin sudah lama ingin bukunya terbit. Terharu sekali. Lalu dia menjawab pelan: Gini teman-teman. saya bertanya. Orang INSIST yang mana? Ya mana saya tahu. ya saya nggak tahu. Lembaga yang dimaksud ternyata berseberangan dengan INSIST secara politik. Pak Mansour agak tersenyum. dan mari kita tanggung risikonya bersama-sama.. Dan itu dianggap sebagai mencoreng nama INSIST. Saya terdiam. Lalu bertanya satu persatu ke orang-orang yang hadir apakah ada di antara mereka yang pernah memberi izin? Semua menjawab tidak. Sambil menggerutu di hati. 135 . Pak Mansour terlihat berpikir keras. Wah. Dan di dalam kebijaksanaan terkandung kebaikan hati. AKY bukan hanya saya dan saya tidak merasa jadi apa-apa di sana. dia mungkin akan digugat oleh lembaga itu dan dia juga akan kecewa. kamu itu pemimpin walaupun informal. Seperti biasa. Kalau kita nggak jadi sebarkan buku ini. pak. walaupun nggak ada jabatan formalnya. Terus saya jawab soal kasus tersebut. Saya diam. Enak saja saya dianggap pemimpin di AKY. dan isinya juga bagus soal difabel.. Banyak orang berseliweran di insist.

136 . Bung!” Lalu tangannya yang bertato menyodorkan segelas bir dingin. Sebagaimana dia melewatkan sebagian besar waktunya. Sampai di penginapan tua ini. Membuat pagi saya begitu gelap. Suaranya. pikiran saya tak pernah lepas dari dia. Tepukan tangannya di bahu saya. Mulia hatinya.jopi P erjalanan menuju kota asing ini adalah perjalanan yang paling menyiksa. Begitu saja. Kerja saya hanya menghapus foto-foto yang diunggah teman-teman saya di sebuah grup di mana biasanya dia selalu membuat ramai. saya bahkan tidak bisa mengucap doa. dia selalu berusaha membuat riang. Dia pergi begitu saja. dia juga sering berbagi rezeki kepada teman-temannya. Vertigo saya langsung kambuh. Juga saya. Lalu mengenangnya dengan riang gembira. Dengan kisah yang memilukan. Selain berbagi keriangan. Saya tidak tahu harus bagaimana. Dia mangkat subuh tadi. Orang boleh saja memberi nilai. Periang. Dulu. Begitu saja. saya hanya ingin membeli bir dingin. Deretan gigi putihnya. Tapi karena kenangan atas seorang sahabat. Sepanjang perjalanan. Bukan karena jalanannya yang berantakan dan penuh tanjakan. “Jangan bersedih. Di kota asing ini. Apalagi kabar kematian yang mendadak. Bukan karena teman seperjalanannya. Tertawanya. Guyonannya. Dia orang baik. kalau saya sedang terlihat kucel dan suntuk. Apalagi kematian keluarga dan sahabat. Saya tidak suka kabar kematian. Saya ingin segera bisa berdoa untuknya.

Dan pedasnya minta ampun. Mati. Kalau saya perhatikan. Tapi juga tidak kami tegur. satu di samping rumah. tumbuh dua pohon cabe.hikayat pohon cabe —Untuk Jopi D i kontrakan saya dulu. Padahal kalau mereka mau. Tetap kami persilakan. Hanya untuk mencukupi kebutuhan harian dapur mereka. Kering. Ketika segala kebutuhan tersedia. dan buah cabenya banyak sekali. Hal yang sangat mengagumkan dari proses itu adalah tidak ada satu pun tetangga pemetik cabe yang rakus. mereka bisa melakukannya. yang memetik di luar kebutuhan mereka. ngrembuyung. Karena kami berempat jarang berada di rumah. Dan masih tetap bertanya: Siapa yang tega melakukan hal itu? Merampas sesuatu yang berguna bagi banyak orang. 137 . tidak ada yang menanam. Tanpa jelas dasar alasannya. Kenapa ada orang yang tega mencabut pohon yang berguna buat banyak orang itu? Apa yang dipikirkan Si Pelaku? Siapa dia? Apa motifnya? Semua sudah terjadi 10 tahun lalu. Selain berbuah lebat juga syukur berguna buat orang lain. Posisi pohon cabe itu persis di pinggir jalan tempat banyak orang lewat. Kadang ada tetangga yang meminta. Tinggi. Tapi pohon yang tumbuh di samping rumah benar-benar luarbiasa untuk ukuran pohon cabe. Bagi kami. Saya merasa sedih sekali. lalu orang-orang hanya mengambil sesuai kebutuhannya. Pohon yang tumbuh di belakang rumah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan penghuni kontrakan yang hanya 4 orang. Keduanya berbuah lebat. rata-rata mereka memetik hanya segenggam. Satu di belakang rumah. Kedua pohon itu tumbuh begitu saja. Hingga suatu saat saya melihat pohon cabe yang tinggi dan kuat itu dicerabut lalu tergeletak di atas tempatnya tumbuh. Saat itu saya sering berkhayal. Saya masih sering sedih mengingat hal itu. mungkin beginilah yang disebut masyarakat sosialis itu. bagus juga kalau cabe itu diambil. tentu saja kami persilakan. Kadang ada yang kepergok tidak minta izin.

Ketiga. ada CCTV. pelaku pembunuhan lebih dari satu. Perkara nyawa kita. Jadi soal pembunuhan Jopi adalah perkara kita semua. Persoalan ini nisbi mudah jika pihak Kepolisian dan POMAL mau bersikap terbuka. yang rasanya makin murah saja. sedang didalami kasusnya. di dalam arena cekcok di Kafe Venue. Keterangan dari pihak POMAL hanya ada satu pembunuh. 138 . Supaya tidak lagi ada kasus seperti ini yang menimpa kita. ada saksi dari rekan-rekan Jopi di malam itu yang bisa mengenali wajahwajah mereka. sahabat kita. Artinya. Padahal kalau kita simak dari kronologi yang disusun saksi dan tim advokasi kasus Jopi. Juga tidak sesederhana jawaban dari pihak AL yang mengatakan: Pelakunya satu. Korban dikejar. Kasus ini tidak sesederhana keterangan pihak Kepolisian yang seakan menghindar: Sudah dilimpahkan ke POMAL. selain berupaya mencari keadilan. Sebab kalau tidak. juga supaya kasus ini tidak terulang. Pertama. Mencari keadilan di negeri ini memang harus keras kepala. dalam kasus pembunuhan Jopi. dipukuli beramai-ramai. siapa gerombolan berambut cepak itu? Dan dijawab: mereka sedang bertugas. dan kemudian ditusuk. ada pekerja Venue yang sempat ditanya oleh rekan Jopi. Kedua. pekerja di Venue tahu siapa mereka.janggal (kasus Jopi) P embunuhan terhadap Jopi Peranginangin menyisakan sekian persoalan. tanya saja mereka. Tidak benar bahwa tim advokasi kasus Jopi dianggap cerewet. sanak saudara kita. Saya perlu mengingatkan kepada Anda semua. akan membentur tembok bisu dan sekian drama.

Maka saya lebih nyaman memanggil mereka berdua dengan panggilan ‘‘Pakde’’. tidak pernah dia menanyakan berapa saya atau warga saya harus membayar ke dia.. dia lalu berucap. Kakau tidak salah. Jarak usia saya dengan kedua senior saya itu cukup jauh.. Paling kalau saya pas ngobrol dengan almarhum Mansour Fakih. Simon HT yang sesungguhnya dengan ketajaman pikirannya hanya bisa dilihat kalau dia sudah minum barang dua atau tiga botol bir. Saya sudah lama tidak bertemu Simon. Seperti biasa. “Tapi sudah lama nggak laku lagi model teater beginian.pakdhe simon S aya lupa siapa yang menceritakan kisah ini kepada saya. sekitar tahun 2002 atau 2003. Begitulah mengapa forum itu diberi nama Forum Gentong. Proses berteater untuk membangun kesadaran dan pembebasan. Sudah puluhan tahun. dia suka mampir ke INSIST. Bir. melepas kangen saya kepada Simon. Suatu saat teman saya Hasta Indriyana perlu wawancara agak panjang dengan Pakde Simon. Thut?” “Wedang jahe. Di stasiun Tugu.. “Kok nggak ana anget-angete iki. ketika Pak Kayam balik dari Jakarta.. Semalam setelah mungkin belasan tahun tak bersua. Datanglah dia ke Jakarta. bir. Biasanya ngobrol sebentar. Pakde Simon dijuluki budayawan kondang itu dengan sebutan: Manusia Stasiun. “Ah. saya menyimak sebuah forum bernama Forum Gentong. “Dulu. dia sepantaran dengan Pakde Halim HaDe. Pakde Simon orang yang ‘‘dicawuki’’ ilmunya. selama berbulan-bulan dia mengajari warga saya berteater. sebab semua sekarang urusannya sudah perut.. Ketika dia sedang berada di Yogya. Sekian hari kemudian.” Pakde Simon adalah senior saya jauh di Fakultas Filsafat UGM. ya ora ngono ta.. Datang pula di forum itu Pak Muchtar Abbas yang menceritakan kisah bagaimana dulu. Mungkin mereka kuliah di akhir tahun 70-an sementara saya masuk kuliah di pertengahan tahun 90-an. Semenjak itu. “Saya datang ke forum ini untuk niat egois. ngobrol dengan teman-teman AKY.” ungkap Pakde Simon. Pakde? Atau teh anget?” balas saya menggoda. konon. ketika dia menjadi Kepala Desa di Pabelan kedatangan Simon yang mengajar warga desanya Teater Rakyat. Suatu saat.” Dia memang peminum bir sejati. Simon ngambil beberapa batang rokok kami untuk bekal latihan besok.” ungkap Pak Muchtar dengan suara agak gemetar. almarhum Umar Kayam pergi ke Jakarta naik kereta api. dia masih melihat Pakde Simon leyeh-leyeh di kursi yang sama. Saya kenal Pakde Simon justru di INSIST. dia ketemu dengan Simon HT yang sedang leyeh-leyeh di kursi ruang tunggu penumpang. Pakde Simon hanya akan 139 .

Sehat selalu. Thut.” Kemudian saya ingat kisah dia dan Pak Kayam di stasiun Tugu. obrolan kami hanya sebentar.. saya tertawa sampai sakit perut..” sepasang matanya mengerjap. Maka Hasta pun membawa bir..” Beberapa bagian tubuh Pakde Simon tertempel perban. Tapi nek wis ngombe bir ngomonge tekan ngendi-ngendi.. Khas Simon HT. Tapi semalam tidak ada bir di samping Pakde Simon... “Wis ora ngebir po Pakde?” tanya saya begitu forum buyar.” “Numpak apa. semacam tulang belakangnya kejepit. Dia menggelengkan kepala lemah. lalu akan saya gelandang ke Prawirotaman atau ke mana gitu. sepasang mata cemerlang itu berkilat. Berharap dia segera tertarik minum bir. Namun sepasang matanya tidak bisa berbohong. “Wah cilaka. Dia harus pulang dengan alasan kesehatan dan daya tahan tubuh yang menurun. Saya kira ada hubungan misterius antara dia dan bir. nek rung ngombe bir. “Kowe kok awet enom ya. ora isa ngomong. Begitu saya sebut “bir”. “Aku sesuk ya kudu balik neng Jakarta. Pakde?” “Ya numpak sepur wae ta. Semacam rasa cinta yang bertahan lama. Pakde! 140 . Dia memang sudah agak lama sakit. Mulutnya terkekeh. “Aku saiki ya wis ora isa melek bengi-bengi. Tapi Hasta mungkin agak sial. Tapi sayang.” Mendengar komentar Hasta itu.mengeluarkan kata-kata sakti jika sudah minum bir.

kadang sembuh. Cangkir teh poci diisi berkali-kali. Soeharto baru saja jatuh. 141 . hampir 60 tahun. Aku ingin mengerjakan sesuatu di sana. Tidak juga dinyalakan. “Aku ingin pergi dari tempat ini. Mereka kembali harus bekerja dan berpikir untuk segala hal yang mestinya dikerjakan oleh orang-orang yang berusia dua puluh tahun di bawahnya.. Dari sebuah lembaga yang usianya lebih dari 20 tahun. Meninggalkan kepak gema yang sunyi. Saya tidak yakin Roem akan benar-benar pergi. Gamang. Sebagaimana Goenawan pada akhirnya tetap jadi Pemred Tempo yang waktu itu lahir kembali. “Saya merasa tidak nyaman. Saya menemani laki-laki sepuh itu makan malam. terbaca jelas kalau Goenawan sebetulnya tidak bersedia. Banyak mantan jurnalis yang ingin Tempo hidup lagi. Sebatang rokok di tangannya hanya dipijit-pijit. “Mungkin ke Halmahera. Aku ingin lebih banyak menulis. Lalu seperti biasa.roem M alam itu kami ngobrol berdua. Bukan sekali saya bertemu dengan orang-orang seperti Roem. Dia capek. Dia ingin pergi namun sadar bahwa situasinya tidak sedang baik-baik saja. Hidup ini kadang tidak adil untuk orang-orang yang terlalu banyak bekerja dan bertanggungjawab. “Pak Roem mau pergi ke mana?” tanyaku pelan. Tapi ada rasa tegang. Sekalipun sudah menua. Lembaga yang tak pernah lepas dari namanya. Syukur kalau lebih.” Malam ketika saya ngobrol dengan Roem belum begitu lama terjadi. Kadang kambuh. Saya tiba-tiba teringat wawancara Janet Steel dengan Goenawan Mohamad. Angin yang sering memberi pertanda musim sakit akan bangkit. Daripada tidak ada suara di antara kami berdua. Mungkin itu satu dari sedikit wawancara yang menegangkan. Angin kering bertiup.” Dia ingin pergi dari sini. Usianya mungkin mirip dengan usia ketika Goenawan diwawancara oleh Steel saat itu. Seekor burung tiba-tiba terbang di dekat kami. Menjelang Lebaran. Benarbenar tidak bahagia. kami melanjutkan dengan ngobrol panjang. Orang baik yang harus membuang jauh-jauh keinginan dan kesenangan pribadinya. Dia baru saja agak pulih dari sakit yang tak begitu jelas. Orang hebat yang begitu letih. Sepasang mata yang sudah hampir berusia 60 tahun namun tetap tak juga ada kacamata plus yang nangkring di wajahnya itu. Dari tempat kami ngobrol malam itu. dan meminta Goenawan memimpin. Dalam wawancara dengan tempo yang lambat itu. Mungkin barang dua tahun. Sekira sebulan lalu.” Dia tampak capek.. lebih banyak menerawang.

Ada saat dia harus memikirkan dirinya.Tapi tidak gampang mencari orang. Saya berharap semoga Roem bisa pergi ke Halmahera sesuka hatinya. Kadang tidak banyak pilihan. Kesukaannya. namun terus harus berada di sana. Pemimpin pada akhirnya selalu berhubungan dengan stok. Nasibnya seperti barang langka. bukannya disimpan agar terjaga. 142 . menjaga sistem supaya terus bekerja. pertaruhannya terlalu besar. Kalau keliru memilih. Sialnya.

“ Di sini saya selalu kembali Di pinggang Merapi Menyepuh pedang dan puisi Di sini saya selalu tetirah Bertukar kisah Menata ulang segala yang tercabik dan berantakan di segenap medan Di sini Bergelas-gelas kopi Saya sesap Dari lengser senja Sampai batal dini hari Di sini Segala yang bercakap Hadir setelah batas sunyi ------- BAB 4 ”bola sastra 143 .

.

Dua api yang terus menyala. hemat saya. juga kecakapannya dalam menyunting. sampai tutup usia. Upaya rekonsiliasi yang pernah diprakarsai oleh beberapa pihak sepertinya kandas. bukan semata penerbit. membangkitkan lagi daya hidup. Pertikaian itu begitu sengit. Pram dan Joesoef. dan sekian persoalan lain. Hingga dua sahabat. Rasa bahasa. Hasta Mitra. dan menyebarkan karyakarya yang menguatkan mental dan menyehatkan pikiran. Para pemberani. Bagi saya. akan terus tumbuh bersama kita dan anak cucu kita. posisi mereka bertiga sebagai bekas tapol. pengetahuan. Kolaborasi kerja mereka. dua orang pemberani. Kita tidak pernah berdaya menyambungkan mereka kembali. Joesoef Isak. dua orang hebat itu. juga hadir sebagai editor kampiun. mengukuhkan bahwa Hasta Mitra lebih dari sekadar penerbit. tidak bertegur sapa. mereka bertikai. usai Pramoedya dibuang dari Pulau Buru. Ia hadir sebagai sebuah benteng perlawanan yang khas. Mereka bertiga mempelopori berdirinya penerbit Hasta Mitra (April 1980). Menerbitkan buku-buku Pram di tengah kuatnya cengkeraman Orde Baru. yang kelak banyak menerbitkan karya-karya Pramoedya. Tapi semua itu tidak pernah meruntuhkan penilaian saya. dan mungkin masih saling menyimpan amarah. di usia Pram dan Joesoef yang makin menua. Tapi kita tahu. juga mungkin bagi Anda yang mengagumi kedua orang itu. Selamanya. tempat melatih otot-otot keberanian. nama dan karya-karyanya tidak bisa dipisahkan dari dua nama lain: Joesoef Isak dan Hasjim Rahman. keduanya orang besar.perselisihan R asanya. baik di Hasta Mitra maupun di karya-karya Pramoedya. harus diakui punya kontribusi sangat besar bagi lahirnya sejumlah adikarya Pramoedya. 145 . hal ini terasa sangat menyedihkan.

Kalau tiba-tiba kita masuk final piala dunia padahal kebijakan ekonomi kita tidak jelas. Bagi saya. Bagi orang yang menjawab seperti di atas maka sastra adalah suatu hal yang bisa dicopot dari sebuah realitas besar yang saling terkait. Biasanya saya balik bertanya ke Si Penanya: Mengapa sastra harus maju? Biasanya Si Penanya lantas gelagepan. justru malah aneh. Terserah. Tidak bisa problem sastra diselesaikan secara internal. “negara kurang memberi perhatian”. Pertanyaan balik saya itu bukan keisengan. “organisasi yang tidak bertanggungjawab”.. “tidak adanya festival sastra yang bermutu”. Kalau sastra bisa maju sendiri terlepas dari sistem besar yang mengelilinginya malah akan mengherankan.. teater. Sesuaikan saja dengan konteksnya. ya sastra akan begini-begini saja. Sastra bagi saya merupakan salah satu sekrup yang menjadi bagian dari sebuah rangka besar yang entah kita beri nama peradaban. Apa sih biasanya jawaban dari pertanyaan tersebut? “Kurangnya kompetisi yang hebat”. Hampir mirip bukan? Hakul yakin hal yang serupa akan Anda dapatkan jika Anda bertanya soal senirupa. Coba bandingkan dengan jawaban soal sastra. “tidak ada dukungan yang memadai dari Pemerintah”. Kalau dua hal tersebut tidak bisa dijawab. “kurangnya pembibitan pemain yang baik”. Pertanyaan bagaimana cara memajukan sastra itu sama saja dengan pertanyaan bagaimana cara memajukan sepakbola Indonesia. Mulai dari “minimnya kritik sastra”. kenapa harus ditanya syarat dan caranya? Karena tidak ada pandangan yang jernih pada pokok soal. Saya bukan penganut cara berpikir fragmentaris seperti itu. mental kita masih mental kacung hanya pakaiannya saja yang necis. maka pertanyaan yang bersifat “bagaimana” menjadi agak aneh. Kenapa sastra harus maju dan untuk apa. Kalau tidak tahu alasan untuk apa maju. dan lain-lain.mengapa sastra kita harus maju? S aya cukup sering ditanya tentang bagaimana memajukan sastra di Indonesia. dan lain-lain. Kalau sistem kita masih seperti ini. Bukan pula jebakan. film. “tidak ada penghargaan sastra yang baik”. masyarakat atau negara. sekaligus sebagai alasan mengapa sastra kita tidak maju. dan lain-lain. partai-partai masih berwatak seperti itu. cara memilih presiden kita gak bener. politik dan sosial di Indonesia. 146 . Tapi memang serius. maka kemudian kita lihat serentetan pandangan untuk memajukan sastra. Itu persoalan yang relatif teknis. sastra atau sepakbola adalah bagian dari sebuah sistem ekonomi. Tapi yang jelas saya tidak akan pernah setuju jawaban-jawaban seperti itu. Saya tidak mau menilai masing-maing jawaban yang ada. Ini sudah soal perbedaan cara pandang.

Bukankah pembeli karya sastra sudah sampai jutaan orang. aneh juga kalau peduli sama sinetron.Kalau kemudian Anda jawab: buktinya ada Pramoedya yang bisa melahirkan karya-karya besar? Kalau seperti itu berarti kita tidak sedang bicara soal masyarakat sastra tapi orang per orang. Kalau sudah seperti itu biasanya saya lantas kasihan. bukunya bisa terjual jutaan eksemplar. ndomblong dan seperti orang bingung. Terus saya hibur: masyarakat sastra ya memang harus peduli sama sastra. clilang-clileng. Kalau begitu tidak perlu ada diskusi karena hanya bicara soal pribadi-pribadi. seorang penulis bisa sangat kaya. Kalau lawan bicara saya mulai tersenyum. bukankah itu pasar yang menggembirakan? Dan kalau pasar seperti itu mestinya tidak ada yang mengkhawatirkan. saya akan lanjutkan: walaupun cara peduli mereka susah dipahami. 147 . kadang saya juga menjawab: Bukankah sastra kita sudah maju? Biasanya Si Penanya juga bingung dan lantas bertanya: kok bisa? Saya menjawab dengan enteng: Di Indonesia. Setiap orang bisa punya solusi sendiri-sendiri. Biasanya saya tambahi: Makanya saya kadang bingung kalau ada komunitas atau lembaga yang dibentuk untuk memasyarakatkan sastra. Mau dimasyarakatkan seperti apa lagi? Kadang-kadang saya tambahi lagi: Jangan-jangan memang nggak ada persoalan di sastra kita tapi sengaja dicaricari supaya sastra terlihat penting dan ada sekian orang yang merasa peduli? Biasanya mata lawan bicara saya kethap-kethip. Balik ke pertanyaan di atas.

di zamannya. persuasif. Ia nyaris bukan siapa-siapa hingga tangan dinginnya mulai menampakkan hasil: majalah Tempo. tertib mengendalikan diri. Orang di luar tidak bisa segera menebak arah pikiran dan kecamuk strategi 148 . Jika Suharto menjaga jarak dengan dunia di luar dirinya memakai selapis senyum. Ia luput dalam daftar pendosa 65 sebab di kelak kemudian hari. Pendek kata. Semua hanya bisa terbelalak ketika di umur yang relatif muda. ia mencuci dosa itu dengan nyaris sempurna: ikut menggalang kekuatan anti-Suharto. Ia bahkan tidak ada di Indonesia ketika ontran-ontran 1965 terjadi. Tidak ditandai sebagai orang yang “berbahaya” olek PKI. pernah hampir habis sejarahnya gara-gara dipecat dari ketentaraan. Pak Goenawan seperti syair-syairnya yang liris. kemampuan organisatoris.sekilas pak goenawan -sebatas coretan B agi saya. nyaris bukan siapa-siapa. Pak Goenawan bukanlah orang remeh. Ia hanya dianggap bocah kemarin sore yang rajin membaca ketika Manikebu diteken. Demikian pula dengan Pak Goenawan. Tapi pada hakikatnya sama. dan mungkin hanya bisa disandingkan dengan Suharto. Hingga kemudian banyak orang sadar setelah tahun 1965. Tapi gerakan Pak Goenawan licin dan langkah-langkahnya jitu. Amunisi yang disembunyikan. memfasilitasi diskusi-diskusi yang berbau kiri. Pak Goenawan tidak seperti yang disangka oleh musuh-musuhnya. Pak Goenawan memiliki apa yang pantas dimiliki oleh para pemegang kunci: berkepala dingin. ketahanan stamina intelektual. mampu melihat bagaimana zaman akan bergerak. Suharto tidak bisa disepelekan. seperti punya indera keenam dalam melakukan pengkaderan. Ia pembaca arah mata angin yang baik. maka Pak Goenawan memagari dirinya dengan kernyit kening. Kisahkisahnya berkabut sehingga orang sering abai melihat yang sesungguhnya terjadi. Ia punya hal yang nyaris tidak dimiliki oleh rival dan koleganya saat itu: gabungan antara kesabaran dan kejelian membaca momentum. agak diremehkan oleh jenderal-jenderal tentara yang lain. Suharto berada di posisi tertinggi struktur pemerintahan dan politik. sendu dan agak gelap. Ia adalah salah satu dalang terbaik yang pernah ada di republik ini. piawai dalam bernegosiasi. Ia memiliki banyak hal yang disimpan. Ia adalah pemegang kunci-kunci penting. berada di garda depan gerakan pluralisme dan yang paling penting adalah menabalkan dirinya dalam proses rekonsiliasi politik dengan korban 65 walaupun tidak sepenuhnya berhasil. Suharto.

.

150

yang sedang disusunnya. Wajah mereka berdua sekalipun beda ekspresi namun
berada sekian tingkat di atas wajah poker ala Anas Urbaningrum atau Akbar Tanjung.
Semua bisa dilakukan okeh para pakar strategi yang hebat seperti Suharto dan
Pak Goen. Musuh mereka hanya satu: waktu.
Pak Goen semakin menua. Kontrol emosinya mengendur, kendali dirinya merosot.
Ia kemudian lebih sering membuka diri untuk hal-hal yang tidak perlu, yang
mestinya bisa dia lakukan dari balik jendela hanya dengan memberi kode lewat
ketukan-ketukan di kaca.
Mirip sekali dengan kisah Suharto. Entah kenapa kemudian justru kontrol Jawanya yang jadi pijakan batin politiknya mengendor, lalu condong ke Islam, agama
yang tidak mudah ia pahami. Ia membaca angin dengan baik karena Islam saat itu
menguat. Tapi angin yang dibacanya tidak membuat kesehatan batinnya tahan. Ia
mulai sering terpeleset.
Pak Goen yang menjelang uzur mencitrakan dirinya sebagai seorang pemikir dan
begawan, tiba-tiba mulai terperosok dalam kekeliruan langkah yang seharusnya
tidak perlu dilakukan oleh ahli strategi sekaliber dia. Membuat berbagai dukungan
politik terbuka mulai dari SBY, Boediono dan terakhir Sri Mulyani. Ia yang
mengikrarkan politik sebagai langkah pragmatis yang tidak perlu ditempuh oleh
seniman termasuk juga penyair dan pemikir sepertinya, dilanggar sendiri dengan
vulgar. Walaupun dalam pembelaannya selalu dibuat dalam tulisan yang tetap
terlihat murung, seakan-akan reflektif, dan tentu saja sedikit njelimet.
Suharto mulai tidak bisa mengendalikan orang-orang di sekitarnya. Pak Goen
juga.
Suharto sampai di fase dimana cuci tangan atas apapun di luar dirinya tidak bisa
dilakukan. Pak Goen juga.
Kalau ada seorang pengendara sepeda motor yang bannya bocor di tengah jalan
pada tahun 1998 lalu mengumpat itu kesalahan Suharto, tidak ada yang protes. Sama
dengan apa yang kelak akan dialami oleh Pak Goen, yang tanda-tandanya sudah bisa
kita baca di dua tahun belakangan ini.
Sialnya Suharto adalah sialnya Pak Goen. Di detik-detik kejatuhan Suharto,
orang-orang terdekat dan tepercayanya menyelamatkan diri dengan cara dan gaya
masing-masing. Demikian pula yang akan terjadi pada Pak Goen. Tanda-tandanya
sudah bisa kita lihat di bulan-bulan ini.
Secara teoritis, “kekuasaan” Pak Goen akan segera runtuh. Tapi ia orang yang
berkualitas. Tidak ada yang bisa membantah bagaimana ia bisa membangun
jaringan politik yang kuat baik di dalam maupun di luar negeri. Ia bisa membuat
belasan lembaga donor mempercayainya dalam waktu yang relatif lama. Ia bisa
mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan yang telah dibinanya. Ia bahkan tetap
disegani oleh para Malin Kundang muda yang pernah dirawatnya yang lalu
membangkang.
Ia terlalu besar untuk bisa jatuh. Atau setidaknya jika ia jatuh, ia bisa memilih
gaya terbaik dengan landasan terempuk.

Hanya saja, zaman bergerak pada arah yang tidak gampang lagi dibaca oleh Pak
Goen.
Dan biasanya, begitu orang besar limbung, para musuhnya akan menusuk dari
berbagai sisi, yang membuatnya hanya bisa menahan serangan tanpa sanggup
menyerang balik.
Serangan musuh-musuh Pak Goen yang beragam itu, bisa memperlihatkan
kualitas mereka. Cara seseorang menyerang akan segera diketahui apakah ia emas
atau loyang.
Nasib Pak Goen bisa berakhir seperti nasib Suharto. Namun Suharto sedikit lebih
beruntung karena masih ada sedikit orangnya yang cerdas dan loyal, yang kelak
masih bisa menempel mukanya di bak truk dengan tulisan besar: Piye, isih penak
jamanku ta?
Saya ragu ada orang secerdas dan seloyal itu di belakang Pak Goen. Tapi
kalaupun toh tidak ada, Pak Goen sudah tahu persis. Toh ia orang yang cerdas dan
reflektif. Ia pasti tahu apa arti “ngundhuh wohing pakarti”.
Bagi saya, semua ini layak ditonton dan diperhatikan. Siapa tahu ada kejutan.
Sebab Pak Goen punya kapasitas untuk membuat kejutan.

151

jurus mabuk saut
A

da banyak celometan yang ditujukan kepada Pak Goenawan. Namun menurut
saya hanya satu orang yang benar-benar menjadi penantang serius sang
begawan Salihara yakni Saut Situmorang.
Apakah yang lain tidak serius? Ada yang sedikit serius, ada yang hanya bisa
berisik, bahkan ada yang oportunistik. Tapi yang benar-benar melawan dengan
menyeluruh, tangguh, hanya bisa saya dapatkan pada diri Saut. Apa sih maksud
melawan Sang Begawan dengan oportunistik? Jika kemudian ada “sogokan”
panggung, kegiatan atau bantuan maka mereka menjadi lembek dan terkooptasi.
Lalu apa sih maksudnya melawan dengan berisik? Mereka yang melawan Sang
Begawan tanpa argumen memadai, hanya mengumpat, tidak jelas maunya apa, tidak
terang alasannya mengapa.
Saut mengumpat. Ia juga mencaci dengan kecenderungan yang kasar. Tapi ia
punya argumen yang kokoh. Banyak orang terutama yang ikut-ikutan menentang
kekuasaan Pak Goen hanya meniru “kekasaran” Saut. Mereka lupa membaca
dengan cermat esai-esainya yang runtut dan jernih. Umpatan atau cacian pun bisa
dibaca sebagai ragam ekspresi khas Saut. Tapi juga bisa dibaca lebih dalam dengan
kerangka teoritik sebagaimana para pendahulu kita melawan hegemoni bahasa yang
tertib, halus dan santun dengan bahasa yang lugas, langsung, cenderung kasar.
Ekspresi tersebut dipilih dengan sadar dan bukan asal-asalan.
Kekuatan lain Saut adalah soal integritas. Saut menolak karyanya masuk
nominasi sebuah penghargaan dan menjelaskan alasannya. Ia bukan tipe orang yang
“ada maunya”. Kalau “maunya” sedang difasilitasi bisa berubah jadi anak baik-baik.
Ia bukan orang yang seperti itu.
Bagi Saut, semua hal bisa jadi cara dan propaganda untuk melawan dominasi Pak
Goen. Dari mulai minum bir, diskusi formal, buku, blog, media sosial, semua adalah
arena pertempuran dimana ia akan memposisikan diri sebagai lawan Pak Goen.
Selain memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni, Saut juga diberkati ilmu
komunikasi yang baik. Ia propagandis sekaligus agitator yang ulung. Anda yang tidak
tahu Pak Goen atau dunia kebudayaaan maupun sastra di Indonesia, duduk setengah
jam saja dengan Saut akan terbuka peluang menjadi pembenci Pak Goen. Ditambah
dengan selera humor yang lumayan, lengkaplah senjata Saut.
Saut adalah nabi kecil lain yang sedang dan terus membangun kekuasaannya
yang khas, berhadapan dengan kekuasaan besar Sang Begawan. Setidaknya dalam
amatan saya sekitar 15 tahun. Bukan waktu yang pendek untuk kemampuan
melawan sebuah rezim kuat, mewah dan punya banyak sekali modal.

152

Saut adalah gerilyawan tulen, keras dan gigih. Mungkin dalam panggung
kebudayaan republik ini, Saut adalah fenomena yang pantas diberi tempat
tersendiri. Dalam ingatan saya belum ada seorang penyair cum intelektual seperti
Saut yang melawan sebuah dominasi kelompok elit kebudayaan dengan konsisten
dan awet.
Saya yakin ada banyak orang baik yang dekat sekali maupun agak dekat dengan
Sang Begawan yang risih dengan kehadiran dan jurus mabuk Saut. Pak Goen yang
dulu menganggap sepele kehadiran Si Gimbal dengan suara serak sengau bariton itu
pun lama-lama jengah juga. Tapi Pak Goen nyaris tidak bisa melakukan apa-apa. Ia
dalam posisi dilematis. Kalau melayani Saut berarti ia akan ikut terus mengangkat
performa pengganggunya itu. Jika tidak dilawan, Saut semakin bisa memperluas
arena pertempuran. Hal yang sama terjadi juga bagi orang-orang di sekitar Sang
Begawan. Mereka pura-pura tidak peduli Saut. Tapi sesungguhnya mereka sangat
terganggu.
Sialnya, Saut tidak bisa “dibeli”. Seakan-akan menghancurkan dominasi Sang
Begawan adalah salah satu tugas hidup Saut, alasan eksistensialnya, yang dilakukan
dengan riang dan bergairah.
Problem besar Saut saya kira adalah dia tidak berhasil membangun kapasitas
orang-orang yang ikut dalam rombongannya. Dan tampaknya Saut belum melakukan
pengorganisasian perlawanan yang baik dan terstruktur. Jurus mabuk masih efektif
di fase seperti ini. Tapi ada fase selanjutnya.
Dalam ilmu perang, jurus mabuk adalah sistem gerilya yang fungsinya untuk
mengganggu. Tapi untuk menganvaskan musuh tetap di tangan pasukan infanteri
yang masif, kuat dan solid.
Mari kita lihat babak selanjutnya...

153

tidak punya rahim tempat bocah kenyataan mbrojol. Kasus Sitok diblejeti seakan-akan di dekat kita tidak banyak terjadi. Lalu merasa tidak habis pikir kenapa Sapardi Djoko Damono dan sastrawan gaek lain mau membaiat Denny JA jadi sastrawan yang memiliki terobosan dalam bidang penulisan esai puisi. mau 100 ya tidak apa-apa yang penting bagi Denny dan panitia: nama Denny masuk. Peristiwa dianggap terlepas dari persoalan sosial. Ujug-ujug alias makjegagik. Kok repot amat analisanya? Panitia atau kuratornya jelas dibayar (mahal). Soal teori atau himpunan itu dibuatbuat saja supaya di dalam pembaiatan tidak terlalu vulgar. 154 . Kasus Ratu Atut diobrolkan seakan-akan jaraknya sangat jauh. Mau 33 kek. Tapi persoalan mendasar masyarakat lndonesia termasuk saya dan Anda memang belum berubah.denny ja dan rasa gampang kagetan K etika kasus Denny JA muncul lalu merebak di media sosial. bagi saya justru yang mengherankan adalah kenapa banyak orang yang merasa kaget? Seakan-akan persoalan Denny JA tidak mungkin terjadi di dalam kenyataan sosial kita. sebuah kejadian dianggap tidak punya tanah tempat akarnya bersembunyi. Makanya tidak usah repot juga bertanya soal 33. mau 50. Apa yang aneh kalau Denny JA yang berlebih uang itu menukar modal finansialnya dengan modal sosial? Masih saja ada yang mencoba mengulik betapa lemahnya argumen yang menempatkan Denny ke dalam himpunan 33 tokoh yang berpengaruh di dunia sastra.

Si pembawa makanan meminta syarat tidak hanya diberi ucapan terimakasih tapi juga dipuji. Sesederhana itu. Tunai.000 kata dibayar Rp5 juta. kok masih disalahkan? Kalau sampeyan punya rumah. Media massa yang mau memuat tidak usah Anda pikir. mungkin juga sudah harus memotong urat malunya. kemudian ketika warga sekitar protes karena anak-anak mereka lebih sering main game. Oke? Nggak mau? Taek! Apakah kalau Anda menerima tawaran itu keliru? Ya enggak. Apa sih beda antara kasus Denny dengan kerajaan-kerajaan tertentu yang mengecer gelar untuk kaum politikus. Lho apa salah Denny? Dia sudah mengeluarkan uang. Hanya persoalan banyak orang kelaparan dan ada orang yang membawa makanan. Tempat untuk memuji sudah dipersiapkan lalu sesudah memuji dikasih makan lagi. Sudah disiapkan. Apes banget hidup kita kalau sudah lapar tapi masih juga keliru. Satu resensi yang kirakira berjumlah 1. Bagaimana? Kok diam? Sudah gini saja. kita dolanan. mau nggak? Tidak mau? Bener? Dibayar lho. nggak usah ndakik-ndakik. Oke kalau sampeyan masih protes melulu. Masak orang lapar kok keliru. intelektual dan artis? Apa bedanya dengan kaum-kaum adat tertentu yang memberi gelar untuk mereka yang punya uang dan jabatan? Jadi ya nggak usah kagetan. 155 . kalau begitu dibayar Rp10 juta. Biasa saja. Nggak mau? Oke. yang disalahkan paling utama yang menyewakan rumah (sebagai bagian dari anggota komunitas) atau yang menyewa rumah? Saya kira juga tidak terlalu ribet untuk memakai teori ilnu sosial dan kebudayaan untuk membedah peristiwa ini. terus rumah tersebut disewa 10 kali lipat dari harga biasa. 20 juta ya. Menurut saya yang lebih menyedihkan lagi ketika pokok soalnya terarah bagi Denny. Kalau Denny JA meminta sampeyan untuk menulis resensi buku tentang 33 tokoh tersebut dengan nada yang positif. lalu dipakai untuk buka game center.Tapi apa persoalan Denny itu hal baru di dunia sosial dan kebudayaan kita? Kalau sampeyan bilang baru ya berarti cupet.

surat untuk pak denny ja
S

elamat pagi, Pak Denny.... Semoga kebaikan dan kesehatan baik jasmani maupun
rohani senantiasa menyertai Anda. Amin. Maaf, pembukaan dan salam saya hanya
singkat, sebab saya tidak begitu pintar berbasa-basi. Tapi Insyaallah bukan berarti
saya tidak baik hati, sebagaimana Anda juga. Lagi-lagi amin...
Saya menulis surat ini dari sebuah noktah teritori di bumi Indonesia.. Duh
Indonesia. Pak Denny... sebuah nama yang membuat banyak orang bisa merinding.
Sebuah negara yang begitu molek dan kemerah-merahan menyongsong tahun
politik. Tentu saja sebuah pesta politik yang dibangun di atas demokrasi liberal,
demokrasi yang riuh penuh warna dan balon, yang membuat banyak orang menoleh
lalu bercita-cita jadi politikus. Demokrasi semacam inilah yang membuat dari mulai
tukang sablon sampai konsultan politik berikut lembaga survei laris manis tanjung
kimpul. Ah, Anda tahu itu. Demokrasi Indonesia mutakhir tidak akan melupakan
nama Anda sebagai salah satu tokoh konsultan politik di barisan awal sekaligus
sebagai salah satu maestronya. Pengamat dan konsultan politik belakangan ini,
yang luarbiasa lanyah dan masih berusia muda setiap kali habis salat mestinya
mendoakan Anda karena tanpa pendahulu seperti Anda rasanya muskil profesi ini
pun menjadi sohor, moncer dan mentereng.
Saya tidak berpanjang kata untuk membahas hal yang terlalu besar seperti
Indonesia. Selain hanya menggarami laut, juga ini bukan saat yang tepat. Karena
dinpagi seperti ini, tidak perlu kita membahas hal yang terlalu serius. Pagi ini, Yogya
mendung. Cocok untuk membahas hal yang ringan-ringan saja sembari menyeruput
kopi dan mengisap udud. Eh tapi kalau tidak salah Anda tidak suka ngudud ya?
Pak Denny, tentu tidak mungkin Anda tidak tahu pokok soal apa yang ingin saya
sampaikan. Orang secerdas Anda pastilah mudah tahu. Benar, ini masih soal sastra.
Selembar teritori kreatif yang membuat nama Anda mumbul akhir-akhir ini. Tapi
mohon maaf kalau dalam menyatakan hal tersebut terdapat banyak kesalahan,
selain karena ilmu sastra saya masih dangkal, karya-karya saya juga belum terlalu
banyak dan masih karya yang begitu begitu saja, tidak ada terobosan seperti
karya-karya Anda yang kata beberapa sastrawan sepuh punya kelebihan dan
kecemerlangan. Eh, apa kabar Pak Sapardi? Semoga beliau sehat selalu. Di Indonesia
jarang ada akademikus sekaligus praktisi sastra yang panjang nafas dalam berkarya
seperti beliau. Sampaikan salam hormat saya.
Pak Denny, saya masih yakin kalau dunia sastra baik sastrawan, kritikus, pembaca
dll masih riuh membicarakan Anda di pagi ini. Tentu Anda suka dengan dunia yang
riuh, sebab demokrasi liberal adalah demokrasi yang riuh. Keriuhan dibutuhkan

156

dalam perdagangan juga. Termasuk dagang gagasan. Termasuk tentu saja dalam
dunia marketing politik. Sebab konon, kata pebisnis marketing politik yang lain yang
tentu Anda kenal yakni Pak Rizal Mallarangeng, kuncinya hanya ada tiga: money,
momentum dan media.
Saya menduga, dalam dunia sastra yang sedang Anda singgahi ini, tiga hal
tersebut tentu menjadi parameter dan pijakan. Barang siapa memiliki ketiganya,
maka ia akan bisa berkibar. Namun hemat saya, seseorang sebetulnya cukup punya
satu: money. Duit. Mothik kalau kata orang Yogya. Sebab dengan uang, seseorang
bisa menguasai, membeli atau terpampang di media. Dengan uang pula, ditambah
sedikit saja kepintaran, sesorang bisa menciptakan momentum.
Dan menurut saya, Anda orang yang sangat piawai menciptakan momentum.
Itu pula yang membuat Anda terus bisa berselancar dalam keriuhan hari-hari
belakangan ini. Anda sudah ungkapkan hal itu di dalam pledoi dan kicau Anda. Dunia
sastra, menurut Anda, mulai terasa menggeliat sejak buku yang Anda sponsori soal
33 tokoh sastra yang punya pengaruh, terbit.
Saya tidak tahu, mungkin sebelum Anda masuk di dalam himpunan nama
tersebut, dunia sastra sedang tertidur atau mungkin bahkan matisuri. Coba nanti
saya cek apakah masih banyak cerpen dan puisi yang nongol di hari Minggu, apakah
karya-karya sastra masih dicetak oleh para penerbit buku dan apakah debat dan
celoteh sastra masih bertaburan di media sosial.
Maaf lho Pak, kalau saya langsung nembak bahwa buku tersebut terbit karena
Anda sponsori. Seperti saya bilang di awal bahwa saya tidak pintar basa-basi. Dan
menyeponsori hal seperti itu biasa kok. Termasuk titip nama supaya masuk. Lebih
tepatnya buku tersebut dan sejumlah nama yang lain di dalam buku tersebut hanya
sebagai pelengkap saja. Intinya ada di Anda. Dan sekali lagi saya konsisten, Anda
tidak bersalah dalam konteks kekinian yang segala hal bisa diperdagangkan dan
ditukar dengan uang. Kalaupun toh misalnya masih perlu untuk disalah-salahkan
tentu yang paling salah ya para sastrawan yang ikut mendongkrak Anda. Pertama,
kok tega mereka memperlakukan hal seperti itu di dalam dunia sastra. Dunia yang
kaya imajinasi tapi masih agak miskin dalam apresiasi dan dukungan. Kesalahan
kedua, kok mereka nggak meminta banyak sekali uang agar bisa dibagi-bagikan
ke pelaku sastra lain. Kalau hal tersebut dilakukan sebanyak mungkin, maka yang
menghujat buku tersebut hanya jadi minoritas. Tidak seperti sekarang ini, yang
mengritik dan menghujat jauh lebih banyak. Salah satu sebabnya tentu saja banyak
yang tidak kecipratan mothik Anda. Setidaknya kalau ada slep-slepan kan tidak
perlu ikut bicara. Diam. Tapi Pak Denny, sekali lagi saya tidak suka bicara benar atau
salah. Biarlah soal seperti itu diurus para ahlinya.
Saya hanya menyayangkan, seandainya jauh hari sebelum ini kita bertemu, saya
bisa sampaikan usul dan saran yang gratis dan elegan jika Anda ingin numpang
tenar di dunia sastra. Sehingga gegeran macam ini tidak perlu terjadi. Ini terlepas
dari bahwa mungkin dengan gegeran ini Anda makin senang karena makin tenar lho
ya...

157

158

Pak Denny, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di dalam dunia sastra tanpa
harus sevulgar itu, dan dunia sastra selalu mencatat nama-nama yang mendukung
sastra tanpa melalui berkarya. Sebab sebuah karya membutuhkan sekian banyak
dukungan baik langsung maupun tidak langsung. Sedikit contoh, ada nama HB Jassin
yang pasti Anda tahu. Beliau kritikus dan pelaku dokumentasi yang penting dalam
jagat sastra Indonesia. Ada juga Joesoef Isak, seorang editor sekaligus salah satu
inisiator Hasta Mitra, penerbit alternatif yang berani menerbitkan karya-karya
Pramoedya Ananta Toer. Ada juga yang mungkin tidak Anda kenal seperti Buldanul
Khuri dan Bilven sandalista. Nama pertama adalah mantan pemilik penerbit Bentang
Budaya. Penerbit ini di saat penerbitan belum sebanyak ini, sudah punya komitmen
untuk menerbitkan buku-buku sastra. Buku sastra zaman akhir dekade 80an dan
awal tahun 90an tidak seprti sekarng yang bisa laku jutaan eksemplar. Zaman itu
bisa laku 3.000 eksemplar saja sudah bisa bikin girang pihak penerbit. Sedangkan
nama yang kedua itu pemilik Toko Buku Ultimus di Bandung. Setahu saya problem
toko buku itu dari dulu hampir sama: terancam bangkrut melulu. Tapi jangan tanya
kontribusinya selama kurang-lebih 10 tahun berkiprah, ada banyak fora sastra
dihelat di sana, tempat para sastrawan diskusi, numpang baca buku gratis, sampai
numpang tidur bahkan berutang duit. Selain kedua nama-nama tersebut ada banyak
nama lain yang punya jasa dalam dunia sastra kita tanpa harus menghasilkan karya
sastra.
Nah, kalau Anda serius mau membantu dunia sastra makin berkembang dan
dinamis, Anda bisa bantu anak-anak muda untuk menerbitkan karya-karya mereka.
Ada banyak anak muda Indonesia yang karya-karya mereka cukup bagus tapi
tidak bisa diserap dan diterbitkan oleh penerbit di Indonesia. Mungkin karya-karya
tersebut dianggap tidak diterima oleh pasar. Anda juga bisa membuat semacam
sekolah singkat reguler untuk kritik sastra. Konon kata banyak pelaku sastra,
mengapa sastra Indonesia kurang bermutu karena minimnya kritik sastra. Anggap
saja itu benar. Sebab saya tidak sedang ingin memperdebatkan hal tersebut. Sekolah
singkat itu bisa dirancang dan diisi oleh kritikus-kritikus gamben seperti Pak Faruk
HT, Pak Kris Budiman, Bu Katrin Bandel. Kalau spektrumnya mau lebih kaya lagi bisa
ditambah Pak Nirwan Dewanto, Pak Nirwan Ahmad Arsuka dan Pak Binhad Nurohmat.
Tapi kalau mau lebih kaya lagi bisa ditambah dengan Pak Jamal D Rahman dan
Mbak Helvy Tiana Rosa. Dengan sekolah kritik sastra yang reguler apalagi diampu
nama-nama keren di atas, maka anak-anak muda berbakat macam Arman Dhani dan
Dedik Priyanto bisa lebih terasah dan berdaya guna. Coba sekarang ini kalau Anda
perhatikan, kemampuan kedua orang itu hanya dipakai untuk hal yang menyemenye. Energi mereka dipakai untuk ribut. Termasuk untuk meributkan Anda.
Anda juga bisa melakukan hal lain yakni memberi beasiswa berkarya bagi para
pelaku sastra Indonesia. Ini juga keren. Kebanyakan sastrawan Indonesia masih ada
problem berkarya karena harus juga mencari makan. Sehingga mereka kekurangan
energi, waktu dan uang untuk melakukan penelitian untuk karya-karya mereka.
Kalau Anda lakukan itu, Insyaallah dunia sastra kita akan makin cerah. Bukan malah
berantem seperti saat buku yang Anda sponsori ini terbit.

Anda cukup memasang brand nama Anda di sana. Entah di nama lembaganya,
misalnya Denny JA Peduli Sastra, atau bisa memberi sedikit pengantar kalau
misalnya soal buku atau pidato singkat kalau misalnya sekolah kritik sastra.
Dan kalau Anda lakukan ini tiga tahun saja, saya yakin nama Anda akan berkilau.
Anda akan disubya-subya oleh banyak kalangan. Tentu pasti ada juga kritikan dan
cemoohan. Tapi tidak akan sebanyak sekarang. Kalaupun toh masih ada, mungkin
dari Saut Situmorang CS. Saya kira tidak ada masalah. Kritik itu bisa penting dan
tidak penting. Kalau Anda suka, tinggal Anda cap penting. Kalau tidak, ya tinggal
Anda bilang tidak penting. Gampang. Simpel.
Sebetulnya ada banyak hal yang bisa saya rekomendasikan untuk Anda. Tapi oagi
seperti ini tidak baik untuk terlalu mbentoyong. Perut saya juga mulai melilit. Kalau
misalnya Anda tertarik, kasih pesan di inboks saya. Atau: ping me.
Begitu dulu surat saya ya, Pak Denny... Selamat beraktivitas dan berkarya.

159

us.. Mau kukasih tahu? Tapi kamu harus belajar rendah hati. sesungguhnya yang penting bagimu adalah soal meruwat karmamu. dibodoh-bodohkan. Apa itu minta maaf yang tulus? Tidak perlu menulis surat terbuka.. Lalu minta maaf sama guru-gurumu. Ungkapkan permintaan maaf. Boleh saja itu dilakukan tapi bukan itu yang kumaksud. Lalu perhatikan jawaban-jawabannya. Lakukan dengan khusyuk. Setelah mengalami hal tersebut. Beri makan yang baik. nanti aku ceritakan... Buatkan kandang yang bersih dan nyaman.. Setelah itu kamu masuk tahap akhir. Jangan pongah. 160 . kabari aku. Sampai kemudian tidak jelas mana yang Gaus dan mana yang truwelu. Selanjutnya. Sependek pengalamanku ini. kamu harus belajar meminta maaf yang tulus. hanya karena nafsu sesaatmu. Kenapa harus ada ketiga benda itu. us. kalau mau pintar ya belajar... Tapi harus ada ketela. Nah setelah itu kamu buatlah makan-makan sederhana. kamu punya duit lumayan dengan duit banyak toh sekali mbadhog paling banter ya dua piring. Lalu sejam dalam sehari. gembili dan durian. Sampai kamu bisa dengar suara truwelu tersebut dengan gamblang. kamu bisa lepas truwelu itu dan kamu beli anjing. Hanya semata karena duit yang fana. sekolahmu mbiyen neng endi? Menurutku kamu nggak perlu membela sok ngintekektuil macam di blogmu itu karena akan semankin menunjukkan kebodohanmu. Us. soal kebodohan aku yakin kamu bisa mengatasinya. Dan berhenti mencari guru karena sudah merasa pintar.surat untuk ahmad gaus U s. Kalau sudah meninggal ya ziarahlah. Duit itu apa sih us. Lakukan hal yang sama. Mereka melahirkanmu bukan untuk menjadikanmu bahan gojlokan. ajaklah truwelu itu bicara. belilah seekor truwelu. Begitu kamu siap buat makan-makan.. orang yang melakukan zalim intelektual biasanya tidak pernah silaturahim lagi dengan gurugurunya. Us... Dunia ini memberi rumus yang gampang untuk soal itu: kalau mau ijazah ya sekolah. us. Us. Kita cocokkan jadwal. Jenis makanan apa saja boleh dihidangkan. Itu namanya “manjing”.. Syarat utamanya kamu harus sisihkan lebihdari 50 persen duit dari Pak Denny untuk menyumbang anak yatim dan orang-orang manula yang disia-diakan keluarga mereka. Nah siapa yang perlu kamu mintai maaf? Pertama minta maaflah sama kedua orangtuamu kalau beliau berdua masih hidup.

Us. Kalau nggak diawali dengan doa khusyuk. gunung-gunung bisa njeblug. tapi ya nggak tahu ding. gembili dan durian dalam konteks membakar karma sastra kita. khusus untuk memotong urat malu. gelas-gelas bisa pecah. Amin. Us. Eh..Di forum yang khidmat itu aku akan bongkar apa makna ketela.... bumi bisa horeg. Wis ngono sik. soalnya Pak Denny itu punya gunting yang mahal banget harganya. 161 . menerima kritikan tanpa setitik air yang mengandung kepongahan dan sakit hati.. Semoga kamu akan mengerti bagaimana melakukan kritikan tanpa kandungan seujung kuku kebencian. Us. Begitu dulu ya.. ngomong-ngomong kalau kamu mengajar menulis atau ketemu penulis yang lain apa nggak malu. Semoga belum dipinjamkan ke kamu.

Kamu ambil uangnya. 162 . tapi saya tetap agak kaget juga... Lebih baik anggota tim 8 daripada orang-orang macam begituan. Ternyata ada beberapa sastrawan yang ikut menyerang Denny JA tapi dapat uangnya.tim 8 W alaupun sudah saya duga. kamu maki-maki orangnya? Keji banget.

Kita membuat solidaritas urunan atau saweran mengumpulkan uang Rp10 juta untuk Mas Ahmadun dan memintanya mengembalikan uang tersebut ke Denny JA. Saya tidak tahu apakah sastrawan-sastrawan lain yang mendapatkan uang dari Denny JA akan berhenti memaki-makinya dan segera membuat pengakuan dosa.ahmadun S edih mendengar pengakuan Mas Ahmadun. 163 . Kita basuh dosanya. Saya usul. Tapi dia telah menyatakan bersalah dan menyesal. biar ia bisa kembali tegak dengan harga dirinya.

Sepertinya dari pimpinan mereka. tapi ke soal Fatin Hamama dan orang di belakangnya. Apalagi ada kawan Saut dari Kotagede yang bawaannya ingin memakan ketiga polisi tersebut.tiga penjemput K etiga polisi itu masih muda. Selain supaya suasana lebih rileks juga saya mau mengingatkan ke kawan-kawan yang berkumpul kalau persoalan kita bukan dengan ketiga polisi itu. Sampai akhirnya muka mereka terlihat pucat ketika Cepi mendapatkan telepon. Mereka sempat pamit sebentar untuk makan siang dan salat di masjid terdekat. Tapi begitu balik lagi. Apalagi ketika wartawan mulai berdatangan. bertanya. Sedangkan satu lagi. Ketiga polisi itu terlihat tertekan ketika makin banyak orang datang di rumah Saut Situmorang. Tapi tetap tekanan mengarah ke ketiga polisi itu. Tekanan mengarah ke ketiga polisi itu. Ketiga polisi 164 . Mereka bertiga menjadi kikuk. mungkin 30an tahun. dan seterusnya. Saya sendiri lebih sering mencandai ketiga laki-laki yang mulai kikuk tersebut. terlihat makin tertekan karena makin banyak kawan Saut yang datang. menyindir. Tidak lama kemudian mereka sibuk mengecek gajet yang sejak lama menjadi objek pelampiasan rasa tak nyaman. Mulai dari memotret. Sang Pimpinan yang bernama Cepi. Dua orang mungkin masih di kisaran umur 25 tahun.

mendengar banyak obrolan. ini kan bentuk solidaritas kawan-kawan Saut. Dia bilang kalau polisi meminta agar kami mengizinkan membawa Saut lebih dulu ke stasiun. Penyair gimbal itu awalnya masih ngotot ingin diperiksa di rumah. Ketiga polisi itu menunggu Saut di ujung gang ketika ada doa bersama sebentar yang dilakukan di depan rumah Saut. dong. oke intinya kami setuju. Kami bilang. kan?” Cepi tidak bisa menjawab. “Tapi jangan begini. Cepi cepat menyahut. akhirnya saya membisik dia supaya mengikuti saja proses hukumnya. untuk berembuk dengan mereka bertiga. nggak?” Saya lupa. tidak ada yang menyalahkan pihak kepolisian. pasti menjadi prioritas banyak orang.” “Begini bagaimana?” saut saya. silakan bawa Saut ke stasiun tapi tetap beberapa orang akan ikut ke sana. kami bilang wajar saja.. Dari tadi Anda kan mendengar semua wawancara. Ketiga polisi itu bangkit dan beranjak pergi. Bang Iwan memanggil saya masuk ke rumah Saut. para polisi itu tidak nyaman karena foto-foto mereka banyak sekali muncul di media sosial. Wajahnya yang kelelahan mulai terlihat sumringah. Semua orang yang datang mengerti kalau Anda ini hanya menjalankan tugas. pengacara Saut. Alasan kedua. Saut sempat melempar pertanyaan bernada canda. Anda yang harus tahu. Ketiga polisi itu akhirnya masuk lagi dengan wajah makin grogi ke dalam rumah Saut. Sambil melangkah pergi. Saya tidak keberatan. Kemudian mereka mengulang penjelasan Bang Iwan. Tapi keputusan ada di tangan Saut. Saut sudah siap. Muka mereka menunduk karena orang-orang yang semula duduk-duduk begitu Saut mau pergi. semua berdiri dan mendekat ke arah Saut. “Di kantor polisi ada bir. tentu sambil memotret dengan gajet mereka masing-masing..itu lantas saling berbisik dan mendadak menjauh dari orang-orang yang mengumpul di depan rumah Saut. Soal nanti urusan panjang dengan Fatin dan rezim uang di belakangnya. Mestinya Saut menyempatkan membaca puisi sebelum pergi bersama polisi.” “Saya tidak tahu. Salah seorang di antara mereka lalu meminta Iwan Pangka. 165 . Sekira 10 menit mereka berbincang. Alasannya. “Ya Anda sudah dewasa lah. Saut setuju. tidak enak dengan tetangga-tetangga Saut yang juga mulai bergerombol di depan. Wajahnya terlihat makin melas. Soal mereka yang keberatan jika ada banyak orang di situ. tahu yang saya maksud.

166 . Bukan ke saya. Juga supaya tidak terjadi fitnah. Saya boleh saja tidak setuju dengan caranya berekspresi tapi saya tetap bersikukuh dia tidak boleh dimasukkan penjara hanya karena cara itu. Mendadak menjadi pertikaian antara Saut Situmorang dengan Iwan Soekri dan Iwan Pangka.posisi Teman-teman yang baik... posisi saya di poin keempat tidak ada hubungan dengan apakah saya setuju atau tidak dengan ekspresi Saut. saya dan beberapa teman yang lain akan tetap berada di belakangnya. Karena yang tahu proses itu mereka berdua. Peradaban menyediakan jalan itu. Proses hukum juga menyediakan tahap mediasi. Apapun hasil akhirnya. Semoga tidak ada komentar yang melantur. Kecuali mereka berdua menganggap bahwa orang lain yang pernah terlibat ikut membela kasus mereka dianggap tidak penting. Karena bagaimanapun proses Iwan Soekri sudah menjadi perhatian “publik sastra” dan melibatkan sekian banyak orang lain. jika Saut tetap bersikukuh mengikuti proses hukum. Belum lagi ketidaksepakatan saya atas UU ITE. Sekali lagi yang dibutuhkan adalah penjelasan. Posisi saya sejak awal sudah jelas. Begitulah adab yang saya pahami. mereka berdua mengabarkan ke publik. Demikian jawaban saya.. Ada beberapa orang yang bertanya kepada saya terkait dengan proses saling memaafkan antara Sutan Iwan Soekri Munaf dengan Fatin Hamama. saya sendiri kalau soal saling memaafkan dan rekonsiliasi tidak ada masalah. Pertama. Itu dua hal yang berbeda. Ketiga. Saya akan bela Saut karena menurut saya tidak ada yang boleh dimasukkan penjara hanya karena persoalan perdebatan.. Pertikaian itu makin menjauh dari pokok soal yang saya pahami. saya juga tidak suka kalau kemudian proses ini menjadi lebih pelik lagi. Saya jawab saja di sini ya. Saya menyarankan supaya kabar tidak simpang-siur. Keempat. Kedua. mestinya pertanyaan kepada saya itu lebih tepat diajukan kepada Iwan Soekri dan pengacaranya yakni Iwan Pangka. Kelima.

Tapi setidaknya ada empat orang yang saya kenal: Saut Situmorang. tepat ketika grup musik Ilalang Zaman usai menjajal sistem pelantang. Ia tersenyum sambil meneriakkan pekik. Tempat saya duduk terhalang orang-orang yang berdiri. Agak meleng dikit. Maka niat saya perluas menjadi semacam silaturahmi dengan kawan-kawan lama. Suara baritonnya yang sedikit sengau. Tubuh bertato dengan rambut gimbal itu muncul di panggung. mungkin acara malam ini paduan antara pembacaan puisi dan stand up comedy. Gerimis sempat turun ketika Hasta maju ke panggung. Orang-orang bergantian merapat ke panggung. bersiap merekam dan memotret Sang Penyair. Sekian menit kemudian. Tiba saatnya Saut maju. mungkin sesuai dengan interes mereka sendiri-sendiri. orang-orang yang di tepi jalan dan yang semula duduk-duduk segera bangkit. Tiga puluh menit kemudian sudut yang difungsikan sebagai panggung menyala dengan dua pembawa acara yang cukup jenaka. Suasana cukup ramai. “Allahu Akbar!”.blues untuk saut S aya sudah bersiap tidak akan menemui hal yang istimewa ketika kemarin sore memutuskan datang ke acara pembacaan puisi. Disusul Hasta Indriyana. Langsung tancap gas baca puisi. Saya ikut berdiri sebab tidak mungkin lagi menikmati panggung sambil duduk manis di kursi. kemudian dilanjut ke Komang Ira Puspitaningsih. Sekian detik kemudian. Saya baru sekali ini menikmati puisi di sebuah kafe. para penyair Yogya yang sebagian saya kenal. Depan dan samping panggung langsung penuh sesak. azan Magrib berkumandang. Ada enam penyair yang akan manggung membacakan puisi. O. Tentu nama-nama mereka saya tahu semua. Menonjok sekali. seseorang dengan terompet besar mendekat di panggung. Banyak yang tidak beruntung mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa berdiri. Ketika namanya disebut. Saya datang di Asmara Art & Coffee Shop. sesuai hambatan yang terpancang dari tubuh-tubuh yang berdiri di depan saya. TS Pinang dan Irwan Bajang. Suara Saut berpadu 167 . Butuh sedikit kelincahan kepala untuk ikut menikmati suasana panggung. kadang agak merunduk. menerjang telinga. Penyair Kekal Hamdani membuka acara. sebuah kafe di daerah Yogya Selatan. Orang-orang hilirmudik. Hasta Indriyana. Tambah sesak karena hampir semua orang yang berada di dekat panggung mengeluarkan gajet mereka.

. Seperti yang saya duga. Dia benar-benar tampil memikat. Mengambil hati para pengunjung yang tak segan memberi tepuk tangan sangat meriah ketika setiap sajak rampung dibacakan.. Saut benar-benar jadi bintang malam itu.” ucapnya sambil matanya menyapu ke seluruh pengunjung. Kita hadapi.. Mempesona.” Saut surut dari panggung. 168 .yaitu Chairil Anwar dan WS Rendra. “Terimakasih. Bah! Langsung gelasgelas bir terisi dan kosong. Nyerocos. saya berpindah tempat menuju mejanya. Andy Liany seakan bangkit lagi dari kuburnya. Beragam gaya dimainkan oleh Saut. dan Rendra membantu saya menemukan kalimat. kemudia langsung berdiri khidmat ikut menyanyi dan meneriakkan syair salah satu lagu cinta paling gagah yang pernah diciptakan oleh penyanyi Indonesia.. Tapi ternyata dia hanya menutup dengan kalimat. Kadang diiringi dialog ringkas dengan orang-orang di sekeliling panggung. kita berbeda. terisi lagi dan kosong lagi. Nanti ada badai.” Dan kembali dia membaca sajak-sajaknya. Selesai? Belum. penuh gelas-gelas bir. Tubuhnya terayun-ayun..dengan suara terompet.. “. Melengking. Saut kemudian melanjutkan dengan satu kalimat. Ketika kemudian Ilalang Zaman mengakhiri pergelaran. Malam makin bedebah ketika dilanjutkan satu nomor dari Voodoo. “Biarkanlah manis. Chairil membantu saya menemukan kata.” Pengunjung terdiam. biarkan saja. tapi segera tertuju ke panggung ketika lagu ketiga grup musik itu terdengar ‘‘ganjil”.. Malam makin horeg ketika satu lagu Power Metal dibawakan. dan jari-jemari tangannya membolakbalik halaman-halaman buku puisi di tangannya. Jangan diubah. batin saya. Mereka menyanyikan lagu Andy Liany. Ketika Saut sudah undur dari panggung. “Ada dua penyair Indonesia yang sangat mempengaruhi saya. Kadang mirip zikir. Membombardir.” Semua orang berteriak.. kita berbagi. Hening. panggung hanya butuh jeda sejenak. yang kan mengujinya. Menunggu apa yang akan diungkapkan Si Gimbal di atas panggung... berjudul “Sanggupkah”... Awalnya saya ikut bergabung ngobrol dengan banyak kawan. kadang mirip tarian. Disusul kemudian penampilan TS Pinang dan ditutup dengan Irwan Bajang. hingga kemudian satu grup musik muncul. Wah nggak bener ini. Tibalah dia di satu judul: Blues untuk Katrin. Orang-orang bersuit-suit. Dia dikerubuti banyak sekali orang. “Semoga kalian paham.

Malam itu sah untuk dimilikinya. sambil terus mengayun-ayunkan tubuh tambunnya. Dan semuanya punya pacar kecuali jomblo satu itu! Tahu kau apa kerjanya tiap malam?” Saya menggelengkan kepala. Suara serak.. Rokok habis. “Makan babi kita?” ajak Saut. melompat dari kisah satu ke kisah lain. menggelengkan kepala. “aku akan ajari bagaimana ‘penyair sekedar’ itu membaca puisi. Aku menjawab. “Tiap malam dia hanya nonton sepakbola di TV.Setidaknya sudah dua kali vokalis di panggung mengundurkan diri tapi para pengunjung tidak mau. “Di Bali nanti... Si Jengki bilang akan membuatku merangkak dari tempat acara ke hotel.. Sambil internetan.. Dan kembali dia bertanya.. Datuk! 169 . Setidaknya pula ada dua penyumbang lagu yang suara mereka merdu sekali. Saatnya pulang. Berjanji makan gudeg di Jalan Kaliurang. saya bertanya ke mereka.. “Makan babi kita?” Akhirnya kami memutuskan pulang. “Aku nggak makan babi. “Makan babi kita?” Kembali kami semua menggelengkan kepala.. kenapa tidak ada yang mau ikut Saut? Hampir semua menjawab. Ketika kami semua sudah ngumpul kembali di gudeg lesehan. Tidak ada satu pun yang mau menemani Saut makan babi. “Kau tolong itu Si Bilven kimak itu.” Kami semua terbahak. Kembali Saut mengajak. Gelas-gelas telah kosong. Tapi hampir semua orang sepakat bahwa malam itu adalah malam terbaik Saut membacakan puisi.. Dan kembali lagi Saut mengelana dari satu cerita ke cerita lain.” Lalu dia tertawa terkekeh-kekeh. Purna sudah acara. nanti bisa sampai pagi dia ngoceh terus dan tidak mau pulang. Senantiasa panjang umur kau.” “Kau orang Pantura masak nggak makan babi?” Saut mulai mabuk dan mulai cerewet.” katanya.. Lama-lama bisa masuk rumah sakit jiwa temanmu itu. “Ada apa dengan Bilven?” “Orang-orang hilir-mudik di rumah besar yang ditempati Ultimus..” dia mendengus. Kami yang masih bertahan belasan orang di meja paling panjang.

170 . Di sana tercantum foto berisi nama saya sebagai bagian dari peserta yang hendak diberangkatkan ke Frankfurt Book Fair 2105. Bukan saya. Sekira dua minggu kemudian. Jelas di situ saya diminta untuk bergabung ke dalam rombongan. yang jika saya ringkas dalam satu kalimat berbunyi seperti ini: Anda masuk dalam radar panitia untuk diberangkatkan ke Frankfurt Book Fair. saya memang menerima undangan dari panitia. saya memutuskan untuk memenuhi saran dua kawan saya yang memberikan tautan berita dari CNN Indonesia. Dia kemudian mengabari bahwa memang yang paling Radio Buku. saya dihubungi oleh panitia via telepon. kenapa saya diajak? Salah satu jawabannya adalah saya dianggap punya kontribusi dalam perkembangan kesadaran membaca untuk publik. dan saya menyatakan bahwa saya tidak merasa punya andil seperti itu.frankfurt book fair S ebelum ada saran ketiga. Usut punya usut ternyata saya dianggap bagian dari Komunitas Radio Buku. Tentu saja saya menepis. Panitia yang menelepon meminta waktu untuk “menjernihkan” soal itu ke (mungkin) forum panitia. Di situ saya ragu. Saya bertanya. Mungkin sebulan lalu. kemudian memberikan nomor telepon saudara Faiz Ahsoul yang setahu saya aktif di komunitas Radio Buku. tunggu kabar dari kami. Jadi mungkin foto dokumen itu adalah dokumen belum direvisi oleh panitia.

Bukan urusan orang per orang. Sedangkan saya mencoba berpijak. hal itu masih jelas bisa dilihat. karena saya pernah bekerjasama dengan beberapa kementerian di era rezim SBY. maka saya selalu ada di luar itu. uang baru turun. Saya sudah membayangkan panitia akan ngutang uang dalam jumlah besar. karena memang setiap orang punya interes masing-masing dan berhak punya sudut pandang lain. Kalau soal kenapa saya tidak ikut ambil suara soal Frankfurt Book Fair. Maka yang satu mengkritik karena ini urusan negara. Dana sih pasti turun. Jauh hari sebelum gugon tuhon soal betapa “bodoh”-nya bangsa kita. panitia dan pengkritik setidaknya bersepakat bahwa Frankfurt Book Fair itu penting. Tapi tidak sesuai dengan logika kerja.Di tengah beda pendapat soal penyelenggaraan pameran buku tersebut. Demikian. Dan perdebatan itu baik. Selagi saya mampu. yang sesekali melintas di kepala saya malah betapa apesnya orang yang menjadi panitia. 171 . apa sih yang tidak menjadi bahan perdebatan di Indonesia? Kalau tidak terjadi perdebatan justru aneh. Sampai sekarang. Termasuk mengikuti imajinasi pihak lain. Saya akhirnya mengampil keputusan kapok bekerjasama dengan lembaga Pemerintah. Sementara panitia adalah representasi pemerintah. Itu pun sedikit demi sedikit. Dalam konteks ini. Kalau soal di debat. Saya membayangkan bagaimana panitia harus bermain antara logika kerja dan alur penyelenggaraan vs nalar tahun pembukuan dan birokrasi yang lemot. Ketika acara rampung. saya akan coba ambil cara pandang itu. kita tetap merasa penting untuk mengikuti alur tetapan pihak lain. Saya berharap rezim Jokowi tidak seperti itu. Jika hal seperti itu tidak dilihat. Ulama-ulama kita disegani karena buah pemikiran mereka yang luarbiasa. saya bosan bangsa ini dirumuskan dan didefinisikan oleh pihak lain. Kenapa panitia apes. toh kitab-kitab hasil karya para sesepuh kita sudah diajarkan di universitasuniversitas besar di luar.

172 . saya langsung memutuskan buku ini sebagai buku biografi terbaik yang pernah saya baca. Harus cukup waktu. membuat saya selalu menahan nafas ketika membacanya. dia juga pernah menjadi redaktur pelaksana Time. dia melibatkan belasan tenaga ahli dari berbagai bidang mulai dari sejarawan sampai profesor fisika untuk membantunya. Isaacson misalnya. Buku biografi adalah salah satu gagrak buku yang menarik buat saya. Bukan saja dari sisi teknis penulisannya. Dari Sukarno. Buku yang hak terjemahannya di Indonesia dimiliki oleh Penerbit Bentang ini. sungguh karya yang bagi saya sangat mencengangkan. Benjamin Franklin (2003). Nyaris tak tersisa. sampai sederet jendral dan sederet artis mengeluarkan buku biografi mereka. Buku biografi membuat masa lampau lebih memukau. buku Jobs menguras hampir semua rasa kagum di kepala saya. di buku Einstein. dan tentu saja buku tentang Steve Jobs (2011).biografer S alah satu penulis biografi yang bagi saya mentereng adalah Walter Isaacson. menurut saya. baik dari sisi teknis penulisan maupun dari kualitas informasi yang disajikan. Mungkin dia juga salah satu biografer paling kaya di dunia. Baru sekian puluh halaman saya baca. Terlepas dari cara penulisan yang rata-rata kurang memadai. buku biografi terbaik nomor dua yang pernah saya baca adalah tentang Einstein yang juga ditulisnya. Di Indonesia. Albert Einstein (2007). dan bisa menyusun mozaik di tembok sejarah dengan lebih apik. Tim editornya saja ada tiga orang. Habibie. hampir tiap halamannya disusun dengan cermat. buku ini salah satu buku biografi terbaik yang pernah saya baca. Tak hayal. Baru yang ketiga adalah “A Beautiful Mind” karya Sylvia Nasar tentang matematikawan John Nash yang baru saja meninggal dunia. Karir jurnalistiknya nyaris sempurna. buku setebal hampir 700 halaman versi terjemahan bahasa Indonesia ini. Selain itu. selain pernah menjabat sebagai CEO CNN. Sederet karya biografi telah dirampungkannya: Henry Kissinger (1992). Sialnya. Suharto. Dia juga membuat sesi-sesi diskusi khusus dengan para pakar untuk menguji tiap tahap tulisannya. Buku biografi pendiri Apple yang ditulisnya sangat monumental karena memecahkan semua rekor penjualan buku biografi yang sejauh ini pernah ditulis. Lagi-lagi hak penerjahan karya itu jatuh ke tangan Bentang. Buku Isaacson tentang Jobs baru saya baca tadi Subuh. Hasilnya. tapi semua proses dikerjakan dengan jauh lebih tertata. Hampir sama dengan buku Einstein. Sudah cetakan ketiga. Isaacson jelas bukan penulis biasa. buku-buku biografi juga cukup banyak. buku-buku biografi di Barat memang sekian langkah lebih serius dikerjakan. Berbeda dengan kebanyakan buku biografi di Indonesia. Tebal buku tersebut membuat saya menunda membacanya. tapi buku-buku tersebut sangat informatif.

tentu pertaruhan ekonominya pun lebih besar. dan Einstein. Hanya kebetulan saja jika saya menempatkan dua karya Isaacson ini sebagai karya-karya terbaik yang kebetulan juga nisbi tebal. dari mulai penerjemahan. menunjukkan keseriusan pembuatan sebuah buku nonfiksi termasuk buku biografi. Setidaknya. Mungkin juga Mizan. 173 . Agak melenceng dari soal itu. Tingkat keseriusan selalu ada hubungannya dengan kualitas dan penyajian. sesungguhnya saya juga ingin membaca pengalaman penerbit di dalam menerbitkan karya-karya tertentu. Belum lagi tim pembuatan buku. Saya yakin hak terjemahan buku-buku Isaacson cukup mahal. Justru ketebalan buku sebetulnya tidak begitu saya perhitungkan. Kemudian. mereka tahu harus menghubungi siapa. Saya tidak tertarik membaca karya Isaacson tentang Kissinger karena saya tidak tertarik tahu banyak tentang dia. Saya memang punya sedikit “penyakit” untuk memeriksa sebuah buku nonfiksi. Setelah itu tentu siapa yang menulis berikut deret pengalamannya di dalam dunia menulis. merasa yakin buku-buku tersebut akan laku? Terlebih dengan ketebalan kedua buku tersebut. Jika iya. Jobs. Itu juga salah satu faktor kenapa orang membaca sebuah karya biografi yakni siapa yang ditulis. dan mewawancarai lebih dari 120 orang untuk mendukung kisah yang ditulisnya ini. apakah Bentang perlu berebut hak terjemahan karya dengan penerbitpenerbit lain? Tentu sekian hal tersebut cukup menarik diketahui oleh publik. Baik Einstein dan Jobs memang tokoh-tokoh yang menarik. Isaacson mewawancarai Jobs sebanyak 40 kali. Bagaimana Bentang misalnya. yakni berapa tim yang terlibat dan berapa banyak wawancara yang dilakukan. sampai pemeriksaan aksara. bagi penggemar Isaacson. Mungkin Bentang perlu membuat buku biografi lembaga. penyuntingan. Makin banyak tim dan makin banyak wawancara.Buku dengan ketebalan 730an halaman ini dikerjakan dalam rentang waktu dua tahun.

174 .

“Kemarin ditutup dengan 12 juta. Kemarin. 175 . “Awalnya. Tapi ini kan masih jam 12 siang. Tapi Nursam tidak mau. Bung Muhammad Nursam. niscaya di rak buku Anda akan ada bukubuku terbitan dua penerbit yang punya konsentrasi menerbitkan tema tersebut: Penerbit Ombak dan Komunitas Bambu. karena memang produk-produk tersebut dicari banyak orang. Bukan hanya itu.. Tidak mau lagi saya melakukan hal itu. Saya percaya itu. “Saya tanggalkan semua kemewahan intelektual saya. “Itu gudang buku saya. Di Yogya. Jelas bukan jalan mudah buat Nursam untuk terus membesarkan Ombak. strategi bisnis Nursam bisa dibilang aneh. terlihat tanda-tanda langit cerah. saya ketar-ketir juga. Dia pernah menggantungkan leher penerbitannya di beberapa distributor buku. Tapi Penerbit Ombak masih bertahan. Bisa gak saya menjual buku tanpa lewat jalur distribusi umum dan tanpa lewat toko-toko buku? “Alhamdulillah. Di daftar itu pula ada nama penerbit-penerbit buku yang saat itu tengah berkilau seperti Penerbit Jendela dan Penerbit Buku Baik. alumnus jurusan Sejarah UGM ini mengubah haluan.” ungkap laki-laki kelahiran Jeneponto 41 tahun lalu itu. Dia memutuskan untuk tidak masuk lagi ke jalur distribusi umum. Lazimnya orang menjual buku dengan cara konsinyasi. nama Nursam lebih dikenal sebagai sejarawan muda yang cukup moncer. Hari masih panjang. Hidup saya tak tenang. Barang bagus pasti punya pasar.” Awalnya tentu saja banyak penjual buku yang keberatan. Akhirnya beginilah sekarang. Lalu dia menunjuk sebuah rumah besar.. di tahun kedua setelah saya putar kemudi. Para penjual buku harus membeli buku ke dia dengan tunai. semua sesuai dengan keyakinan saya. Bisa gak ya saya bertahan. mereka mau juga membeli produk Penerbit Ombak.” dia terkekeh. dan banting stir memasuki dunia penerbitan buku.” ujarnya sambil mempersilakan saya menyantap pisang goreng yang masih mengepul. Stres saya. saya berkesempatan menemui pendiri sekaligus pemilik rumah penerbitan Ombak. Dua nama penerbitan itu sudah almarhum. “Saya menjual buku bagus dan tema buku-buku saya tidak banyak digeluti oleh penerbit-penerbit lain. yang sekarang juga memiliki rumah penerbitan Komunitas Bambu. Menjelang akhir tahun 90an. Kalau dihitung sekitar 10 miliar. Semua itu buku returan dari distributor. Tapi lambat-laun.” Dalam dunia bisnis buku. Penerbit Ombak termasuk dalam daftar nama rumah penerbitan yang muncul secara serempak di awal tahun 2000an. malah makin membesar. Namanya berjajar dengan JJ Rizal. “Hari ini uang masuk sudah hampir tujuh juta. Berkalikali dia juga mengalami kegagalan. artinya pihak penjual baru akan memberikan uang ke penerbit sesuai dengan jumlah buku yang bisa mereka jual.” Tahu angin sedang tidak baik buat bisnisnya.bersama ombak J ika Anda suka buku-buku sejarah.

bahkan ada yang terbitan kesembilan. Pengalamannya sudah terlalu cukup untuk menyatakan kebenarannya. Padahal banyak yang terbit ulang. Nursam menunjukkan ke saya bukubuku Ombak yang diterbitkan ulang. Konsep sekarang adalah bekerjasama. Saingan dalam bisnis itu konsep yang kuno. Ketika saya pamitan. Ombak bisa menjual 1. Hadiah yang membuat saya riang gembira.. Belum lagi yang dijual sendiri oleh Penerbit Ombak lewat pasar onlen. bisnis ekspedisi. Sudah terlalu sering kita mendengar bahwa Indonesia kekurangan para wirausahawan. Tapi memang begitulah adanya. Saya selalu menaruh apresiasi kepada para wirausahawan. Nursam benar. sampai yang printilan kecil seperti lakban. Bahkan ketika saya sedang ngobrol dengan Nursam. ada banyak orang yang datang ke Ombak untuk membeli langsung. para pedagang buku baik yang oflen maupun onlen. ada 20 orang yang bekerja dengan Nursam sekarang. berarti ada 600 eksemplar terjual untuk tiap judul buku. sudah ada 30an penjual buku yang selalu mengambil apapun produk Penerbit Ombak dengan tunai. dan lain-lain. tinta. “Kita harus terus bekerjasama. Dengan hitungan sebesar itu.000 eks buku untuk terbitan pertama. Kini. Nursam sedang bersemangat untuk mengumpulkan para pebisnis buku di Yogya. ada yang terbitan ketiga. Bayangkan. Penerbitannya juga memperlancar bisnis kertas. Itu belum penjualan yang dilakukan lewat jalur-jalur penjualnya. Kita bisa berbagi potensi.Kini. kardus. 176 . Haha. Jika setiap penjual mengambil setiap judul 20 eksemplar.” Saya kira. Dalam hitungan sederhana. Fantastis untuk ukuran penerbit Yogya yang melawan arus utama distribusi buku. Mari kita berhitung.. saya tak heran jika penjualan langsung hariannya bisa tembus Rp12 juta. Menjual buku tak harus lewat toko-toko buku. sekantung buku dihadiahkan kepada saya. dan tak harus lewat cara konsinyasi.

dia memutuskan menjadi perupa. Dodo dikenal baik oleh berbagai kalangan. omongannya yang sedikit ketus. Buldan adalah pendiri penerbit Bentang. Sedangkan Ong adalah perombak kaidah umum perwajahan buku saat itu. Mungkin 40an judul. Dengan gayanya yang agak pecicilan.. Tapi di antara dua legenda hidup itu. lagi-lagi. dikenal baik oleh para penulis. ada rak khusus yang diberikan oleh insan buku Yogya untuk Dodo Hartoko. kampus. Buku Baik sebetulnya bukanlah penerbit yang cukup banyak menerbitkan buku. Dibanding penerbit lain. Dia masih kerap diminta tolong oleh beberapa galeri lukisan untuk mengurus katalog pameran atau jika ada perupa yang ingin menerbitkan karya-karya rupa mereka menjadi sebuah buku. pemilik rumah penerbitan Buku Baik. Mungkin lho ya. Sekalipun Buku Baik telah lama bangkrut. Begitu dia menginjakkan kaki di Yogya pada awal tahun 1990. 177 . tapi tidak akan terpaut jauh. Lebih banyak yang suka. Tapi memang produk Buku Baik dikenal dengan kualitas visual dan cetaknya. Buku ini sampai sekarang dianggap sebagai salah satu buku penting yang pernah diterbitkan oleh sebuah rumah penerbitan dari Yogya. Mungkin sama seperti Buldan. dia mencatatkan pergaulannya di dunia senirupa. Sebetulnya dunia Dodo tak pernah jauh dari dunia senirupa. yang kelak kemudian dijual ke kelompok Penerbit Mizan. Dia hadir di mana-mana. Dodo dikenal banyak penerbit lain karena dia rajin bertandang sambil memamerkan buku-buku terbarunya yang baru saja turun cetak. Mungkin karena itu pula. suka atau tidak.tempat khusus S uka atau tidak. tapi sebetulnya Dodo tak pernah jauhjauh dari dunia buku. Hingga kariernya kemudian naik sebagai pelukis wajah. Dodo adalah orang nyentrik. dunia penerbitan Yogya. Sementara publik pembaca lebih mengenal Buku Baik sebagai penerbit yang berhasil menerbitkan buku “Semiotika Negativa” karya St Sunardi. memberi tempat khusus untuk Buldanul Khuri dan Ong Hari Wahyu. Tapi keduanya memang punya sejarah bagi dunia penerbitan Yogya. bahkan mungkin Indonesia. Semiotika Negativa melekat dengan Buku Baik seperti Pramoedya lekat dengan Hasta Mitra. dia langsung menjadi sales lukisan wajah di Malioboro. cara bercandanya yang khas. Hal yang kadang dianggap tidak terlalu penting bagi puluhan penerbit yang muncul hampir serempak di awal tahun 2000an di Yogya.. jumlah orang yang tidak menyukainya dengan orang yang menyukainya hampir seimbang. bahkan para preman. Saya yakin.

kami dan beberapa rekan minum bir di Ascos. Ya jauh. 178 . Suatu saat. kowe malah numpak Mercy!” Kontan semua orang di perempatan yang berharap akan ada adu tinju. malah tertawa ngakak. je. Tapi ya begitulah. Saya berpesan kepada Anda. “Lha nek mendem pil ki kadang alise lali ra tak gawe.Tapi kala itu tidak semua orang puas dengan hasil karyanya. Indra Ismawan. Mulutnya tak terlalu nyaman buat telinga yang tak terbiasa. ketika masih mengelola Buku Baik. Suka atau tidak suka. sebab dia suka mabukmabukan. Dodo yang saat itu sedang naik sepeda ontel segera menabrakkan sepeda yang dikendarainya ke mobil gres tersebut. “Lha orang kayak gitu kok mau melawan Goenawan Mohamad. Tapi menurut saya. Dodo itu lucu.. Satu lagi saya bagi untuk Anda. “Lha kok isa awake dhewe ki kerjane padha. Dodo menjawab. Muhammad Nursam.” begitu pengakuan dia suatu saat kepada saya. Si Pemilik Mercy pun tertawa kecut. mukanya menjadi kecut. Memang ada rak khusus untuknya di dunia buku Yogya. kok kowe isa luwih sugih mbangane aku? Aku numpak sepeda je. Begitu Saut sedang sibuk berbicara di meja yang lain. Nyok ya brengose barang lali. di sebuah perempatan dia melihat seorang pebisnis buku di Yogya sedang mengendarai mobil Mercy keluaran terbaru. Terlalu banyak kisah konyol Dodo. lalu keluar dari mobil. “Pak Dodo ki ngapa kok mobilku ditabrak?” Dengan muka memerah dan suara keras. Lalu datanglah penyair gimbal Saut Situmorang yang kemudian cuapcuap tak karuan.” Lalu semua orang tertawa terkekeh-kekeh. Begitulah Dodo. dan sederet nama lain. Kontan pemilik mobil muntab. Kata orang. Rak yang sama dengan Adhe Ma’ruf. Begitu dia tahu yang menabrak adalah Dodo. Dodo segera bilang.. Dodo itu lucu tapi lebih banyak kadar konyolnya. Suatu saat. Apalagi kalau mabuk. jangan dekat-dekat dia kalau sedang mabuk.

Saya tidak tahu bagaimana jika dia hidup di era SBY dan Jokowi. Ketika Gus Dur berkuasa dan meminta maaf atas kesalahan NU yang terlibat terhadap pembantaian orang komunis. Orang seperti Pram adalah “persoalan” bagi setiap kekuasaan. sastrawan besar itu senantiasa “bermasalah” dengan kekuasaan. 9 bulan di era rezim Sukarno. dan 14 tahun di bawah kekuasaan Suharto. Di usia produktifnya. Tapi bolehlah saya merasa lega. Mereka yakin kekuasaan tidak akan pernah baik-baik saja karena itu perlu diawasi dan dikritik. Mereka dipersatukan oleh keresahan yang sama. Justru pendukung mereka berdua yang mungkin punya masalah. kenapa dalam kondisi seperti ini kampus dan seniman yang biasanya kritis tak juga bersuara? Saya tak tahu detil isunya. Saya benar-benar sedang menunggu pernyataan politik gerakan Indonesia Berkabung. mereka kembali menjaga jarak dengan kekuasaan. Hanya potongan-potongan kabar di media sosial dan poster kegiatan mereka. Sebab kesenian dan laku intelektual yang tidak mempertimbangkan penderitaan manusia adalah dekaden. Maka dia melewatkan hampir 2 tahun di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Kalimat terakhir itu bukan dari saya melainkan dari sastrawan besar Seno Gumira Ajidharma. Sampai sekarang saya belum membaca pernyataan sikap resmi mereka. Mungkin keresahan Pak St Sunardi dkk ini juga dirasakan banyak orang. Hanya orang cekak pikir yang percaya begitu saja kepada kekuasaan. Tapi ketika perhelatan politik itu telah rampung. Mungkin dia termasuk orang yang akan kena bully habis-habisan. Dan Pram juga mengakui kebesaran Gus Dur. Masih ada sekelompok orang yang ikut menjaga rasa awas. Indonesia tidak ada. Mungkin SBY atau Jokowi malah sebetulnya tidak punya masalah dengan Pram. Tapi Pram mengakui kebesaran Sukarno. Pram menanggapi: permintaan maaf saja tidak cukup. Dan saya kira akan ada banyak orang yang akan bergabung dengan gerakan Indonesia Berkabung. Tapi saya lupa membaca pernyataan itu di tulisan yang mana. Lalat-lalat memang lebih sering menjadi pengganggu daripada seekor tawon. kata Pram.indonesia berkabung S ejumlah dosen di beberapa universitas dan sejumlah seniman di Yogyakarta membuat gerakan dengan tajuk “Indonesia Berkabung”. Kalau Pram punya Facebook mungkin akan di-unfriend koleganya atau bahkan pengagumnya sendiri. Tanpa Sukarno. Saya yakin mereka yang bergabung dengan gerakan Indonesia Berkabung ketika musim Pilpres lalu banyak yang bergabung sebagai relawan Jokowi. Saya kira di titik inilah Pram menunjukkan marwah sekaligus rasa adilnya. 179 . Tiba-tiba saya teringat Pram.

saya persiapkan pula apa yang akan saya kerjakan di minggu ini. Sekaligus belajar menikmati semua yang serba lambat: derit kereta. Di kereta api. Semua hanya sebagai pemanasan karena saya kurang tidur dan butuh tidur. ada puluhan menu yang selalu menantang untuk dinikmati. Tentu sambil memeluk Kali. Berbagai agenda yang sangat padat bisa saya susun dengan lebih baik. dengan rajangan cabe rawit kesukaan saya. Saya selalu bersyukur bisa menjadi penulis. Begitu tiba. saya mendapat hadiah semangkuk Indomie rebus telor. Tapi hidup adalah soal mengubah atau menggeser apa yang ada di pikiran. Menjadi penulis dalam arti luas. Untuk sementara tidak berani naik pesawat terbang memang wajar mendapat ganjaran itu. Setelah mengisap sebatang rokok. setelah memeluk Istri dan mencium Kali.pulang T ubuh masih letih ketika menjelang Subuh saya sampai di Yogya. sembari merapikan apa yang telah saya kerjakan selama seminggu. pikiran saya bisa bekerja dengan lebih tenang. Begitu bervariasi. duduk hampir 10 jam. pemandangan malam yang hanya itu saja. saya ingin menjadi penulis lagi. Kalau nanti misalnya ada reinkarnasi. Seperti pencinta makanan. Sambil menikmati detik-detik mendekati letupan rindu bertemu anak dan istri. 180 . bagi saya selalu menyenangkan.

“ Apakah kau tak malu Bicara tentang bulir hikmah Dan keajaiban salat Sementara itu Mukena istrimu robek pun Kau tak tahu ---bukan puisi-(4 Agustus 2015) ” BAB 5 menuju langit 181 .

.

183 . ritualnya harus makan nasi putih dulu tanpa lauk apapun. seperti ayam juga cacing. Kita harus makan yang tidak enak dulu sebelum menikmati yang enak. Karena kalau menyisakan nasi satu biji saja dianggap sebagai kufur nikmat dan tuhan akan menghukum dengan mengurangi rezeki. Ada yang kalau mau makan. Kemudian ada pula yang tidak boleh menyisakan nasi satu biji pun. Tapi menarik sekali. Dua hal terakhir itu terkesan kontradiktif pada praktiknya. Sebagai sebuah isyarat bahwa hidup ini penuh perjuangan. Dengan alasan bahwa harus ada pihak lain yang ikut menikmati makanan kita. Apakah itu roh halus atau hewan.sesuap R itual makan sehari-hari yang saya temui cukup banyak yang unik. Namun ada pula yang menyisakan nasi sesuap.

datang ke resepsi pernikahan teman. Sehingga tak mau mengakui bahwa hidup sehari-hari selalu menyita energi besar. Orang lain menyebutnya sebagai visi. mengurus perpanjangan KTP.visi S aya percaya. Dia perlu digosok untuk memastikan kilaunya. Kadang kita malu menyebut semua itu sebagai kebetulan. sekalipun tak perlu disuarakan dengan keras benar. Tak terang sejak awal. berkutat dengan solusi-solusi sesaat seperti mencari rezeki. dan lain-lain. membetulkan rumah yang rusak. seakan kita digiring ke arah sana. secepat ini. mencari kredit rumah yang murah. atau “ndilalah kersane Allah”. momong anak. Yang bahkan jika kita tersesat dan terpeleset pun. Kadang saya berpikir. membayar hutang. rezeki nomplok. Saya lebih suka menyebutnya sebagai: agak kebetulan jika saya sampai di sini. Terkadang gosokan itu pun tak melulu dengan ketekunan dan presisi tingkat tinggi. 184 . mungkin ada yang namanya takdir. sebuah visi tak datang dengan jernih benar. belajar menyetir mobil. Kadang ada banyak hal dalam hidup ini yang cenderung kita dramatisir.

Artinya kurang lebih: rugi uang tidak mengapa yang penting memperbanyak dan mempertebal persaudaraan serta pertemanan.persaudaraan R enungan saya pagi ini adalah ungkapan jawa: “Tuna sathak bathi sanak”. 185 .

pamitan.” Lagi-lagi saya mengangguk sambil menyalakan udud. Padahal itulah modal hidup. “Tidak ada hal besar tanpa hal kecil.” ajaknya. sudahlah. Menempuh jalan lain lagi.tidak ada hal besar tanpa hal kecil “ Dia datang sendiri. “Penjual bakso gerobak itu. Mengontrol pikiran dan emosinya saja tak sanggup.” Dia tertawa terbahak. Tersenyum. Masak semua yang datang kepadamu harus yang selalu baik..” “Dia akan jadi pembimbang sejati. Kami segera menuju beranda.. Berjalan lalu berhenti lagi. Pura-pura mengerti. “Dia akan menjadi orang besar.” Sang Guru Aji menggerundel sendiri di dapurnya. Setidaknya baik buat kita. dan caranya mendorong gerobak. Atas kehendaknya sendiri. memberikan kembalian uang.” Saya mengangguk. Kenapa minta diperlakukan sama? Kasihan sekali yang namanya keadilan kalau begitu.” begitu usai menyantap bakso. 186 . Supaya kita tak lagi diganggu hal-hal yang tak menyenangkan di saat kita sedang konsentrasi untuk mengerjakan beberapa hal penting. “Kalau mau adil.” ujarnya sambil beralih dari menjerang air ke mencuci gelas di wastafel.. Jadi enak betul nasibmu. Ya kadang yang pahit juga.. Balik. lah. Kami berdua makan lahap. anggap saja sebagai pemanis hidup. Memesan dua mangkuk bakso. Begitu seterusnya.. apa urusanku dengan nasibnya?” Aku diam.. “Siapa?” tanyaku penasaran.” sahutku sambil meraih cangkir kopi yang diletakkannya persis di depanku. “Kita makan bakso dulu. “Tapi baguslah kalau dia pergi. Dia pikir siapa dirinya? Mengatur diri sendiri saja tak bisa.” “Kenapa kamu bisa mengatakan seperti itu?” “Kelihatan dari caranya menyajikan makanan. “Ah. Saya tak pernah memilihnya.. sambil menyalakan sebatang udud. “Aku cuma kasihan atas pikirannya yang melanggar batas. Bukan saya yang memintanya.. Tiba-tiba denting suara bakul bakso terdengar.

dibaca orang dulu.. Padahal kemewahan pribadi yang sederhana hanya membaca buku dan menonton film. berarti semua sudah saya serahkan di luar diri saya. Padahal jam 8 saya sudah ada janji. Janji habis Magrib. bahkan menonton film di bioskop. Saya banyak merancang liburan orang. sulitnya minta ampun. Berhentilah memikirkan orang lain karena itu semua tak berguna. Jangankan begitu. sampai sekarang belum datang.. Itu pun malam ini pemijatnya telat. sementara liburan diri sendiri malah tertunda terus. ada lagi. Oh. Sungguh sangat nggatheli.di depan cermin S eseorang di dalam cermin berkata kepada saya dengan muka hampir tertawa.” 187 . Keputusan-keputusan penting hidup saya sudah lama tidak pernah mempertimbangkan variabel apakah saya nyaman atau tidak. Saya pesan buku. Cuk. “Raimu koyok taek. salah satunya adalah pijat. Percayalah kepada saya. bukan?” Saya jawab dengan agak kesal. Padahal isi omongannya sedih belaka. “Saya nyaris sudah tak kenal lagi apa yang disebut dengan kemewahan pribadi. Kalaupun toh masih ada yang disebut kemewahan pribadi. saya suka atau tidak. Kalau kedua hal itu sudah tidak punya.

lha kalau mereka ketemu saya tetap berebutan cium tangan.pengkritik K epada seorang alim. Mereka kan membuat kita mawas diri. dia berbisik.” Saya benar-benar mengagumi mentalnya. “Gimana saya mau galak kepada pengritik saya. saya pernah bertanya. bagaimana Anda menghadapi para pengritik?” “Lho pengritik itu penting. sambil bersalaman. Tapi sebelum berpisah. “Gus. Dik.” 188 .

lha kalau mereka ketemu saya tetap berebutan cium tangan .GIMANA SAYA MAU GALAK KEPADA PENGKRITIK SAYA.

bukan? Tega sekali! Kambing bukan hanya lucu tapi juga berguna buat manusia karena kotorannya menjadi bahan pupuk terbaik buat para petani!” 190 . Pintu padepokan masih tertutup. satu guru. “Tidakkah kamu tahu bahwa anjing itu binatang yang lucu? Tega sekali engkau memakannya! Anjing itu sahabat manusia. Suaranya gemetar seperti menahan amarah. Dulu. “Pendekar Merah. “Masih. Ketiga pendekar itu duduk santai di gardu yang berada di luar pertapaan Sang Mahaguru. seorang pendekar berjubah kuning bertanya ke pendekar berjubah merah. Sepasang mata Pendekar Merah langsung melirik tajam ke arah Pendekar Kuning. Hina sekali mulut. dengan muka tanpa menoleh sedikit pun ke arah Pendekar Kuning. tapi terlihat jelas rivalitas di wajah mereka. apakah kau masih makan anjing?” tak sabar atas kebisuan. Mahaguru mereka memang menitahkan supaya mereka turba saat usai menjalani pendidikan di padepokannya. Saat ini.kisah tiga pendekar A lkisah. sowan ke Mahaguru mereka. Kemudian diminta kembali di saat yang bersamaan. kerongkongan dan perutmu!” suara Pendekar Kuning.” jawab Pendekar Merah datar. mereka satu angkatan. tiga pendekar sakti yang telah melanglang buana selama hampir 20 tahun. Sekalipun mereka saling kenal. Namun mereka pergi ke penjuru yang berbeda. “Kau masih makan kambing.

“He. Sepergulingan babi kemudian. Tawa yang dibuat-buat. he. Tapi otak kalian tetap saja dungu. he.. he.. melihat tiga sosok bersimbah darah di depannya. bersiap atas segala kemungkinan yang terjadi. ketika bulan pucat mulai terlihat. maka kau akan tahu jeritannya terlontar jauh. Udara begitu lengas. ia menutup kembali pagar padepokan. Masing-masing mulai memegang gagang pedang masing-masing dengan erat. Saling lirik terjadi.. Contohlah aku! Sudah 10 tahun aku hanya makan tanaman dan buahbuahan!” Muka kedua pendekar yang lain memerah. Matahari mulai turun. Ia hanya menggelengkan kepala. Sambil bergumam. Mahaguru mengernyitkan mukanya. Kalian saling bunuh bukan karena soal benar atau salah tapi karena kesombongan! Pengetahuan tanpa kearifan adalah sumber dari segala kesombongan. Tiba-tiba pendekar berjubah hijau tertawa terbahak-bahak. “Kau tolol sekali! Bukankah tanaman juga punya nyawa? Potonglah bambu di saat ia sedang menumbuhkan anakannya. “Dasar tiga murid bodoh. he.Suasana tegang.. saat matahari telah tenggelam. tubuhnya akan mudah bubukan!” ujar Pendekar merah sambil menggeser kakinya. dasar dua pendekar bodoh. Hanya nama kalian saja yang terbang terbawa angin. mendekati bayang gunung di arah Barat.” 191 . pagar padepokan terbuka.. Angin kering dari utara bertiup. “Dasar bodoh! Telingamu sungguh tuli! Tidak bisa mendengarkan rintih tumbuhan yang kamu makan!” teriak Pendekar Kuning sambil menyibakkan jubahnya. memasang kuda-kuda.

Juga solidaritas sosial. maka batin kita makin kinclong dan bercahaya. Pisau yang tidak diasah akan tumpul. Belajar bersama. Kepala kita membatu. Itulah perlunya berorganisasi. Begitu kita hanya sibuk memikirkan diri sendiri. jumlah rekening. Makin kita terbiasa memikirkan diri sendiri dan keluarga. dunia kita hanya sebatas memikirkan nasib perut. Termasuk sikap politik. Diasah. supaya bisa saling mengingatkan di dalam kebaikan dan kesabaran. Juga akal sehat. itulah mula dari semua petaka. Makin kita terisolir dengan itu semua. Makin batin kita menjadi egois. bersahabat dengan orang-orang baik. Digeladi. deposit pahala dan kapling surga kita sendiri. makin kita terasing. berkomunitas. Makin kita terbiasa memikirkan orang lain. Urat-urat kemanusiaan kita makin kuat dan liat. Kita butuh membangun lingkungan pergaulan yang baik dan kondusif untuk mengembangkan dan menguatkan kepribadian kita. kemanusiaan. Juga keberanian. 192 . masalah sosial.petaka S emua hal memang perlu dilatih.

Saya pernah berguru meditasi dengannya. Mempertaruhkan masa depan. membersihkan sungai adalah laku terbaik yang bisa dia lakukan untuk bumi. di sebuah pesantren kecil di Pantura. Hal itu sudah dilakukan selama puluhan tahun. Saya juga pernah mendengar dari seorang sahabat saya yang baik hati. mereka adalah sederet orang hebat dengan beragam ekspresi. Pura tersebut menurut kajian pustaka yang waktu itu pernah saya lakukan. Pertemuan saya dengan Pak Nengah agak kebetulan. ada beberapa anak muda luar biasa. Selalu ada yang berdoa dalam kelompok-kelompok kecil. Tapi mereka justru memilih mendampingi apa yang sering kita sebut sebagai orang-orang tertindas. Sebab jika saya mencoba mengingat. ternyata makin banyak nama yang masuk ke deretan tersebut. sudah lumayan. Saya kira. saya orang yang sangat beruntung. Sayang. Pak Nengah sangat percaya. Pak Nengah punya perilaku yang cukup unik. saya banyak berkawan dengan orang baik. Satu kelompok usai. Saya tidak sanggup melakukannya. Berarti hidup saya lumayan baik-baik saja. dia hanya mau makan dari hasil olah tanganya sendiri. berkali-kali saya ke Bali hanya untuk mencari sebuah pura bernama Pucaksari. Waktu itu. 193 . adalah tempat bergurunya Ronggowarsito. Di sekitar saya. Setidaknya. Mendoakan bumi dan manusia tak putus-putus. dia selalu mengalokasikan sekian jam untuk membersihkan sungai besar di dekat rumahnya. Sehingga kalau saya ketularan sedikit saja. mereka bisa bekerja dan hidup mapan. dia tetap makan. pencarian saya kandas.petani T iba-tiba saya teringat Pak Nengah. Mereka sangat cerdas. Bagi saya. Kalau mereka mau. Hidup tak menentu. ada orang saleh yang kerjanya bersama para muridnya hanya berdoa. Setiap hari. misalnya tentang apa yang harus dievaluasi dari kerja-kerja mereka karena saya sadar bahwa apa yang mereka lakukan sangat luar biasa. Dia petani biasa di daerah Tabanan. Saya tidak perlu berpikir terlalu rumit. Tapi kalau saya bawakan oleh-oleh penganan. disambung kelompok lain. Dari hasil pertaniannya. Kalau tidak terpaksa. Tapi saya bersyukur bisa bertemu dengan Pak Nengah. Mereka mengatur supaya selama 24 jam selalu ada yang terjaga.

Berlebihan alias lebay. Dari presiden sampai tetangganya. Rugi bisnis. malah menekan teman-temannya dan membebani keluarganya. Anda sedang rugi. Semua orang dimaki. Sebagian persoalan mental orang ada pada soal porsi. atau karyanya sedang jelek. Sedang tidak bisa berkarya.porsi S eorang alim pernah menasehati saya. Bahkan memualkan. baik kalau begitu. Misalnya begini. kan di dinding Facebook sendiri atau di timeline Twitter sendiri. kata orang alim tersebut. Sebab sering terjadi jika seseorang kena masalah. bisa menjadi awal persoalan besar. Tidak tahu porsi juga sering muncul di media sosial. Porsi itu juga bisa berkaitan dengan hal begini: kalau ada orang melakukan satu kesalahan. Di bisnis akik. kalau untung diam saja. 194 . dan begitu terus setiap hari. malah membebankan hal itu justru ke orang-orang terdekatnya. Jelas nggak jos itu. Itu jelas nggak oke. Anda bebankan ke bisnis buku. Ya boleh-boleh saja. Tapi boleh juga siapapun yang membaca itu lalu menilai kalau hal itu membosankan. yang kena omelan para tetangganya. Terus apa kesalahan rekan kantornya kok kena imbas dari persoalannya? Dalam hal bisnis juga sering seperti itu. ada istilah begini: Kalau rugi ngomong ke mana-mana. Apa salah konsumen buku Anda sehingga mereka harus ikut menanggung risiko bisnis Anda? Hal itu. bukan menyelesaikan masalah itu. Suka-suka. Di dalam dunia bisnis. Bisnisnya sedang lesu. Kalau untung tidak berbagi kalau rugi ingin disebar. Ada orang ngamuk-ngamuk di kantor hanya karena sedang punya masalah di rumah. Anda punya bisnis misalnya jual-beli akik dan jualan buku. lalu supaya kerugian itu cepat balik. Wah. seakan seluruh hidupnya salah semua. malah yang ditipu teman-temannya agar tidak jadi rugi.

Namun sebelum acara berakhir. Dahlan kemudian menambah. tapi menurut hemat saya ini berlaku untuk semua jenis dan level pemimpin). tidak pekerja keras. Sebab yang paling dibutuhkan bagi seorang pemimpin adalah jiwa kepemimpinannya. Sebab ada orang bersih yang di otaknya hanya ingin dirinya yang terlihat kinclong. Saya tidak peduli siapa dia. tapi apa yang dinyatakan semalam. jelas konsentrasi saya tidak penuh. saya menyaksikan acara ngobrol di salah satu stasiun TV. sehingga dia tidak punya kompetensi apapun. saya setuju sepenuhnya. saya keburu harus pergi karena punya janji. Memilih orang seperti itu menjadi pemimpin adalah sebuah kekeliruan besar. Saya tidak tahu apakah Dahlan punya catatan tambahan lagi atau hanya berhenti di sana. kemampuan manajerial saja juga tidak cukup. Orang bersih saja tidak cukup kalau dia tidak kompeten. sambil berkemas hendak ke Pakem. Menurut saya. Salah satu narasumbernya: Dahlan Iskan. Kira-kira kalau disederhanakan menjadi begini: Orang bersih saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin (sepertinya semalam konteksnya menteri. Banyak di sekeliling kita orang bersih tapi tidak punya ketrampilan. sebaiknya pemimpin punya kemampuan manajerial yang baik. Saya juga setuju. 195 .bersih saja tidak cukup S emalam. sembari berharap dan bersyukur jika ada orang-orang di sekelilingnya yang berlaku kotor dan korup. Namun karena menonton disambi kegiatan yang lain.

tidak kekurangan orang jujur. Tapi ada pada kerugian mental. kata Dahlan. tidak berkembang. Ia tidak tumbuh. Susah menjawabnya. Hanya saya belum punya kesimpulan yang cukup untuk menjawab: apakah sesungguhnya pemimpin itu bisa dididik dan diciptakan? Tak terhingga kursus-kursus kepemimpinan yang dihelat oleh negara dan swasta dari dulu. tidak belajar. Makin ke atas. Tanpa mempedulikan apa kata Dahlan selanjutnya. saya mau menambahkan: yang jelas kita kekurangan para pemimpin. Namun kalau tidak bisa dididik dan diciptakan kok terkesan bawaan lahir. Di titik ini pula. Dari titik inilah saya setuju bahwa lapangan kerja itu penting. kerja. Tapi dari sedikit itu. tapi masih mentok juga. Pasti lebih dari itu. masih menurut Dahlan.Kita. untuk ukuran Indonesia masih berlimpah. 196 . Tentu yang dimaksud Pram bukan soal uangnya. Itu kata Dahlan. Pram benar: bekerjalah yang membuat kamu menjadi manusia. Terkesan tidak adil. yang pertama diperhitungkan jangan dari sisi ekonominya. Saya juga setuju Jokowi bilang: kerja. makin sedikit orang dengan orang yang jujur dan punya kualifikasi seorang manajer. kerja! Kalau ada anak muda tidak punya pekerjaan. Hal yang tidak susah adalah ada kemungkinan kita semua untuk memberi akar atau fondasi pada seluruh proses seorang pemimpin yakni menciptakan iklim yang membuat anak muda kita punya hobi bekerja keras dan berkarya.

jangan-jangan Anda hanya sedang memikirkan politik yang hanya layak untuk kita kubur sesegera mungkin di dalam tanah negeri ini.berdoa P ernahkan Anda berdoa untuk negeri ini? Walaupun sebentar saja. Jangan-jangan politik bagi Anda hanyalah soal siapa yang pantas berkuasa. karena udaranya kita hirup. yang menciptakan odol dan sabun untuk kita pakai setiap hari. Pernahkan Anda memikirkan soal rakyat? Rakyat yang lebih luas bukan sekadar teman-teman kongkow Anda. Bukan juga sekadar keluarg Anda. hasil buminya kita santap. 197 . Sebab pada mulanya. dan airnya kita minum? Jangan-jangan Anda tidak pernah. berangkat dari titik yang sama dengan Anda. para elit politik itu dulu kala. Mereka yang tidak pernah diperhitungkan oleh para elit selain hanya biting alias suara pemilu belaka. Atau belajarlah berpolitik dari pijakan yang lebih nyata. Mereka yang mengolah tanah negeri sehingga bisa menghasilkan padi. Kalau tidak pernah. Atau sekadar mengucapkan terimakasih setiap malam menjelang tidur seperti ini atau pagi begitu membuka mata dari lelap.

Pada saat saya sangat membutuhkan dan tidak tahu lagi harus melakukan apa. Saya tidak tahu apakah amalan itu ada hubungannya dengan keberuntungan atau tidak. Tentu saya bukannya tidak pernah keprojol melakukannya. Buntu pikiran saya. Saya punya uang sebesar itu tapi harusnya saya pakai untuk urusan lain. Jam 12 siang. 198 . energi dan tentu finansial. Saya juga cuma bisa diam. saya juga tidak berdoa. Dua hari menjelang keluar rumah sakit. Setiap pagi. Tapi sungguh ajaib. Sering sekali keberuntungan itu datang di saat yang sangat tepat. Dari mana saya dapat uang sebanyak itu dalam waktu yang secepat itu? Dalam waktu berbulan-bulan saja belum tentu bisa. Saya cuma bisa mumet. dari siang sampai malam tidak melakukan apapun karena tidak tahu lagi mau melakukan apa-apa. salahsatunya terjadi di tahun 2010. Ambeien saya dioperasi. Susuk. Salah satunya adalah dilarang keras sambat atawa mengeluh terutama soal ekonomi kepada orang lain. dalam waktu 1 x 24 jam harus punya uang sejumlah kira-kira kalau dibelikan sepeda motor Mio dapat 10. Pernah juga saya dirawat di rumahsakit tapi dalam kondisi di mana sekian masalah mendatangi saya sebelumnya sehingga menguras emosi. Esok paginya jam 8 sd jam 10 tiba-tiba beruntun rezeki ajaib mendatangi saya. njekethut. saya dapat uang Rp30 juta. Semacam nilai-nilai yang diwariskan oleh orangtua saya. Saya punya “amalan” keluarga. ibu saya yang menunggui dapat laporan pengeluaran kami. Saya masuk ke kamar VIP. bahkan kepada teman. Pernah juga. Saat itu saya terdesak.keberuntungan S aya merasa sejak dulu. esoknya ada keajaiban lagi. Sampai bisa saya pakai untuk obat jalan pascaoperasi dgn tetap memakai fasilitas VIP. Dari sekian banyak keberuntungan itu. Dan keberuntungan itu datang dari hal-hal yang tidak saya kira. ibu saya dapat laporan keuangan dari rumahsakit yng harus kami bayar. Tapi percaya nggak percaya. orang yang cukup beruntung. mau tidak mau. Total sekitar Rp25 juta. Eh. Seperti keajaiban. semua urusan tuntas.

Nanti kalau pas saya ke jakarta. Eh ternyata sewa motor naik sehari jadi Rp50 ribu sampai dengan Rp60ribu. baru-baru ini.” Saya langsung njenggirat. kayaknya ada salah satu teman dekat saya yang melakukan laku seperti yang saya lakoni. 199 . Terakhir. Kini saya bisa kembali beraktivitas. Ketemu. pulang jam dua dinihari. sembari mengucap syukur ke Gusti Allah. saya juga judeg. bro. salah satu teman yang saya tanya harga sewa motor menjawab: “ngapain sewa. saya mencoba mengingat-ingat.Banyak kasus seperti itu. hidupnya juga penuh keajaiban di saat-saat tertentu. ketika Vespa saya rusak dan harus dibawa oleh pihak dealer yang membutuhkan waktu 3 minggu. Itu yang saya alami. Dari dulu saya nggak pernah dengar ia mengeluh. pakai saja sesukamu. Nanti kalau saya analisis malah keberuntungan saya nggak datang lagi. habis subuhan tadi. tidak langsung mengambil keputusan. Kalau saya nggak lupa. nanti sore diantar motor ke rumahmu. Saya sempat mikir-mikir dulu. itu pula yang saya kisahkan. Iseng-iseng. tapi manajer kantor terus naik apa? Akhirnya saya bertanya ke beberapa teman untuk sewa motor. Tentang keberuntungan-keberuntungan ini. Lha lalu selama 3 minggu ke mana-mana saya naik apa? Saya belum bisa nyetir mobil. Senior saya. Dan sepertinya. Sekarang jadi tokoh muda yang disegani di jakarta. Memang ada sepeda motor di kantor saya. akan saya tanyakan ke dia. Di saat saya mikir. saya tidak mau menganalisis terlalu ribet. saya nggak mungkin merepotkan teman untuk jemput-antar.

Tuture kaya kiai.kemaki Biasane. 200 . Biasane. ati lan kelakuane kaya sengkuni... wong kemaki prejengane alus kaya priayi... wong melik nggendong iri lan srei. saben omong ninggal blai.

Harus menahan lapar dan haus setiap hari. maka sisi manusiawi kita terasa ganjil. Kalau suka. lebih baik jujur tidak suka melakukan ibadah. Sebab kalau suka melakukannya.puasa B erbeda dengan kebanyakan orang. Saya setuju dengan Emha Ainun Nadjib. Dan terutama yang menjengkelkan adalah mendengar pesan-pesan keagamaan di layar televisi yang sebetulnya sedang jualan produk. Justru karena kita tidak suka melakukannya maka Allah memerintahkannya sebagai bagian dari rasa taat. 201 . ngapain diminta. kalau mau puasa saya sedih.

kemrungsung. Gek ya ra entuk diinterupsi. je. Khotbah masih berlangsung.” “Lha khotbahe rung rampung. Mosok kabeh ikhlas ora ana proses keberatan dan mikir?” “Mulane.” Suara Sang Pengkhotbah terdengar lagi: “Nabi Ismail begitu mendengar ayahnya diperintah. ora bahagia. Lalu Si Bapak menggulung sajadah.” “Ngaku apa?” “Anu. saya ikhlas!” Si Anak menoleh ke arah bapaknya. Bapak-anak itu tampak khusyuk mendengarkan khotbah tentang kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Misale diinterupsi malah aku dikira wong edan to?” Sang Bapak diam. Nabi Ibrahim tidak ada keraguan dan langsung melakukannya! Semua karena Allah!” Si Bapak menoleh ke Si Anak. Si Bapak bertanya. Pak?” “Ya ora. aku ki Jumatan kan ben entuk ilmu. Pak. seorang bapak duduk di samping anak sulungnya untuk mendengarkan khotbah. Aku ragu-ragu. Awalnya tidak ada yang aneh dari mereka berdua. Si Bapak berumur kirakira 60an dan Si Anak kira-kira berumur 30an tahun.dialog bapak dan anak di saat salat id D i hari raya Kurban beberapa waktu lalu. Juga sebaliknya. “Kowe nek misale tak omongi ngono njuk kira-kira apa responmu?” “Ya aku wegah to.” 202 . Nek kaya ngono Nabi Ibrahim gagal sebagai bapak. ngenthengke pikir. Mumpung wektune tepat. Aku butuh wektu. Tapi mulih-mulih malah mangkel. Hingga tiba suara pengkhotbah meninggi: “Begitu dapat perintah dari Allah untuk menyembelih Ismail. Pak.. Demikian juga sebaliknya. Si Anak langsung bertanya: “Arep neng endi je. “Kowe nek misale dadi Nabi Ibrahim ya kaya ngono. aku ki wis 3 tahun ra Jumatan. edan po piye?” “Mosok Nabi Ibrahim ora ragu. Bapak. Pak?” “Mulih.” “Lha ngapa?” “Lha piye. Pak. nambah iman. Lha khotbahe ra mutu kabeh. Aku saiki meh ngaku. ia langsung bilang: sembelih saya..” “Wah iki ceritane ra manusiawi iki. Lalu Si Anak berbisik. Mosok langsung gelem ngono wae?” “Nek menurutku ora.

” Si Anak ikut menggulung sajadahnya. Pak? Merga ora Jumatan 3 tahun?” “Ora! Wis ayo mulih. Nek iki jan bapak ra urus tenan iki. 203 . “Kowe nesu to asline? Merga aku ora Jumatan 3 tahun?” “Kowe ki wis tak kandhani ora ya ora.. kowe wis gerang. lha aku dhewe ki wis meh 5 tahun ya ra Jumatan.” “Ora usah crewet.” Si Anak langsung menghentikan langkahnya.” “Tenane?” “Ya piye aku meh nesu ro kowe. Padha ra Jumatane wae kok padu. tentu saja sambil dilihat banyak orang. Mereka berjalan kaki menuju rumah. wis nduwe anak. Pertama. Lalu mereka bekerjasama membuka pagar rumah sambil saling menatap.. Kedua. Lalu mereka berdua pulang.” Kedua bapak-anak itu tiba di pagar rumah mereka. “Wah.” “Kowe nesu ro aku po. bajigur.“Iki nek aku krungu khotbahe nganti rampung iso emosi. Tidak lama kemudian tertawa terbahak-bahak. Si Anak masih penasaran.

.

Karena Pak Munajat sering ikut pujian. 205 . Ia hanya bergegas ke langgar ketika iqomah sudah diserukan.seorang anak kepada orangtuanya Ini kisah biasa. Subhan dan Lastri. Lastri begitu lulus SMA bekerja di pabrik sepatu. Tidak lama kemudian. Padahal merokok bagi Pak Munajat mungkin satu dari sedikit kesenangan yang dimilikinya. dia bisa berkumpul dan bercengkerama dengan tetangga-tetangganya. lalu bekerja menjadi satpam di sebuah bank. P ak Munajat dan Bu Warni adalah sepasang petani kecil. istrinya bekerja di sebuah perusahaan elektronika. Imam melarang Pak Munajat melakukan Yasinan bersama orang-orang kampungnya di malam Jumat. dan sering mendapatkan ilmu baru. Mulai dari tasyakuran. hanya Imam yang kuliah. Dia tidak tahu banyak soal Al Quran dan Hadist. Mereka hanya punya lahan seperempat hektar. Imam juga melarang Pak Munajat merokok. Imam menjawab: itu bid’ah. Pak Munajat dan Bu Warni sangat bangga dengan anak pertama mereka. Padahal acara itu sangat ditunggu oleh Pak Munajat karena di forum Yasinan itulah. Haram. Dia kalah pintar. laki-laki (5 tahun) dan perempuan (2 tahun). Imam. Ia menikah. ritual nyanyian yang dilakukan di antara waktu usai azan sampai sebelum iqomah. Ia lulus tepat waktu dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan mobil ternama. Subhan lulusan STM. Ketika Pak Munajat bertanya kenapa. Keluarga yang sempurna. berbagi kabar. Anaknya tiga. Dia kalah pintar. Imam anak yang cerdas. Lagi-lagi Pak Munajat tidak bisa membantah. terpaksa Pak Munajat menghentikan hal yang disukainya itu. Imam menjawab: Itu bid’ah. Pak Munajat tidak berani membantah anaknya. Di antara ketiga anaknya. Sebetulnya Pak Munajat hendak membantah. khataman dan lain-lain. Pak Munajat kadang menjadi kuli bangunan. Akhirnya Pak Munajat mengalah. Pasangan ini dikaruniai dua anak. Bu Warni menjadi tukang masak di sebuah warung milik tetangganya. Imam juga melarang Pak Munajat datang ke berbagai kendurian yang biasa dihelat di kampungnya. Selain itu. manakiban. Diceritakan dengan cara biasa. kata Imam. Ketika Pak Munajat bertanya kenapa. Hingga tiba suatu saat. merokok juga penting kalau sedang ngobrol dengan tetangga atau ketika datang ke sebuah hajatan. Pasangan itu banting tulang agar Imam bisa lulus sarjana. Imam melarang bapaknya pergi ke langgar sebelum salat Magrib dimulai. Tapi karena diancam jika masih merokok tidak boleh mendekati kedua cucunya.

Dia hanya ingin menjadi anak yang berbakti. Subuh ini. Mereka tidak menyesal telah menyekolahkan Imam hingga menjadi sarjana. melahirkannya. mereka berdua terisak. 206 . 100 hari. yang menenangkan mereka. sosok yang barusan meninggal adalah emak yang sangat disayangi dan dicintainya. Dia bilang. Tak tahu apa yang akan dilakukan. Mereka bersyukur karir Imam cemerlang dan dianugerahi keluarga yang sejahtera. haram. kelak dilanjut 40 hari. Pak Munajat tetap bersikukuh dengan sikapnya. Kali ini. Sebagaimana biasa. dia tetap ingin melanjutkan acara doa bersama sampai 7 hari. sampai menjelang subuh. Kali ini. Baru berjalan semalam. Pak Munajat memohon betul agar kali ini Imam memperbolehkannya melakukan ritual yang sangat penting itu. Orang yang mengandung dirinya. Di atas sajadah mereka menangis. saya menangis untuk mereka. harus diakhiri dengan tiga kata: bid’ah. Sekarang ini ada banyak sekali orang yang mengalami seperti apa yang dialami oleh Pak Munajat. digelar ritual doa bersama tetangga selama 7 hari di rumahnya.Suatu saat. 1. Imam marah luarbiasa. Ada banyak sekali orang yang berperilaku seperti Imam. Toh mereka memakai uang mereka sendiri. emak Pak Munajat meninggal dunia. bukan uang dari Imam atau dari siapapun. Mereka hanya bisa menangis di depan Allah. yang menyenangkan mereka. Bid’ah. Tapi mereka berdua tidak bisa mengerti. Imam tetap tidak memperbolehkan. Dia tunjuk muka kedua orangtuanya yang masih berduka itu dan bilang: kalian kafir! Malam itu. setiap hal yang mendamaikan mereka.000 hari dan seterusnya. dan bahkan kafir. Mereka tidak bisa mengerti kenapa anak yang begitu disayangi tega mengatakan kafir kepada orangtuanya padahal mereka merasa tidak pernah menyembah apapun selain Allah. merawatnya dan membesarkannya seorang diri karena bapaknya meninggal saat dia berumur 10 tahun. Tak bisa menerima apa yang telah terjadi. Malam itu. Pak Munajat membantah. Pak Munajat hanya ingin berdoa. Bu Warni dengan bersimbah airmata pun memohon agar Imam memperbolehkan ritual itu. Pak Munajat dan Bu Warni masih menangis di dalam kamar. Imam kemudian melarang acara itu diteruskan. ingin tetangga-tetangganya ikut berdoa. katanya.

pikiran D ulu sekali. Mungkin mereka bahkan punya kehidupan sosial yang lebih baik daripada saya: dermawan.. dan lain-lain. Cara mereka berpakaian tak lebih hanya ekspresi atas keyakinannya atau ekspresi lain sebagaimana saya. Maafkanlah saya. dan lain-lain. Saya menyadari betapa jahatnya stereotip yang mengendap di kepala saya. Pikiran itu berlanjut dengan penyesalan dan kadang-kadang sampai saya tidak bisa menahan tangis saat pesawat sudah mendarat.. mungkin juga sama atau jauh lebih baik daripada saya: orang yang sedang mencari nafkah untuk menghidupi diri dan keluarga mereka. Dulu teman-teman saya yang bertato sering melakukan kampanye yang juga saya dukung: tato bukan kriminal. Setiap kali saya mau naik pesawat terbang dan saya tahu kalau di deretan calon penumpang itu ada laki-laki berjenggot. hanya karena dahi mereka menghitam. saya merasa waswas. 207 . Saya memang tidak punya purbasangka buruk kepada orang bertato tapi saya punya purbasangka pada yang lain yakni orang-orang yang tidak saya kenal. baik kepada kerabat dan saudara. Semoga segera saya dijauhkan dari pikiran keji seperti itu. Mereka yang saya pikir ‘keji’ hanya karena apa yang tampak. Saya merasa bahwa pesawat terbang yang saya tumpangi setiap saat bisa dibajak dan atau tiba-tiba meledak. Sama dengan saudara kita yang bertato. celana cingkrang dan atau perempuan yang memakai tutup muka hingga hanya kelihatan sepasang matanya saja. Betapa kotornya pikiran saya. dahi menghitam. saya pernah menulis kultwit di Twitter. Kira-kira mudahnya seperti itu. atau yang suka ditindik. atau yang suka pakai surjan. berjenggot dan celana mereka cingkrang. suka menolong. yang kadang dibangun oleh apapun itu sehingga saya berpikiran buruk.

kalau semua hal kita tafsiri harfiah. Tapi begitu membaca berita ini. Dia menunjukkan bahwa semua arah berubah sekian derajat setiap tahun.kiamat S ebagaimana kematian yang merupakan kepastian alamiah manusia. Mungkin juga Anda. Bahkan pasti. keesokan harinya kiamat pasti terjadi. menurut dia. Keringat saya langsung gemrobyos. Di luar dugaan saya. bagi para ahli pemetaaan. Bumi ambrol. apa yang akan Anda kerjakan malam nanti jika esok hari kiamat sudah pasti terjadi? 208 . Tapi saya hanya teringat gagasan naskah itu. Sudah lama sekali saya punya ide membuat naskah drama dengan tema: apa yang dilakukan oleh orangorang di sebuah malam ketika mereka semua tahu. Omong-omong. Di agama saya. saya teringat kembali gagasan tersebut. Saat itu saya melempar guyonan. Tapi keduanya lebih sering saya lupakan. Jadi. bagi saya sangat mengerikan. teman saya itu membuka laptopnya. kiamat bagi saya adalah kepastian alamiah matinya bumi. Meteor-meteor menghujani bumi. Tidak tahu kenapa. lalu membuka sekian program pemetaan di sana. kiamat tidak akan terjadi karena tidak mungkin matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur. tentang suara yang mirip suara sangkakala dari langit. Tapi tema kiamat itu pula yang sangat menarik saya. Hingga suatu saat. Gagasan naskah ini sampai sekarang tidak saya kerjakan. ciri kiamat bukan hanya matahari terbit dari barat melainkan juga terdengarnya suara sangkakala dari langit. Kiamat. saya bertemu dengan seorang ahli pemetaan. Belum tentu juga saya kerjakan. matahari terbit dari barat itu sangat mungkin.

kadang mengimami di masjid NU dan melakukan salat tarawih 20 rakaat. Saya mengaku NU. Insyaallah tahun ini saya mau salat Tarawih lagi ah.. Tiba-tiba saya ingin pindah Syiah saja. Bukan karena “ideologis” tapi karena lupa doanya. dan lain-lain. Saya kalau dulu salat Tarawih. Lalu di manakah letak ke-NU-an saya? Akhir-akhir ini. membantu mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah di kampung-kampung lain dan seterusnya. salat tarawih 8 rakaat. Bapak saya kalau Ramadhan. 100 hari. Bapak saya juga melakukan ziarah kubur. Bapak saya ikut Yasinan dan Sholawatan. Bapak saya memperingati meninggalnya nenek saya mulai dari 3 hari. Tapi saya tidak begitu mengerti apakah bapak saya benar-benar Muhammadiyah? Bapak saya kalau salat Subuh pakai doa Qunut. masjid.. tidak melakukan ziarah kubur. cukup 8 rakaat. 40 hari. saya tidak tega melihat orang-orang Syiah dipojokkan. Organisasi itu kini kian membesar. Alasan saya supaya efisien. Maka di mana letak ke-Muhammadiyah-an bapak saya? Kalau bapak saya dianggap bukan Muhammadiyah. Saya kalau salat Subuh tidak memakai doa Qunut. lha dia termasuk pendiri Muhammadiyah di kampung saya dan kini lembaga tersebut tumbuh besar dengan punya BMT. dan sebentar lagi memperingati 1000 hari meninggalnya nenek saya. Boleh kan? 209 . Tapi sudah bertahun-tahun saya tidak salat Tarawih.muhammadiyah? B apak saya salah satu pendiri Muhammadiyah di kampung saya. Kalau yang dimaksud Muhammadiyah adalah anti-sholawat. tidak memakai doa Qunut. 7 hari.

Babi! 210 . Macam khatam saja ilmumu. Bagi kelompok masyarakat lain mungkin diekspresikan dengan menghormat secara militer. maka saya sungkem kepada mereka. atau menelangkupkan kedua tangan di dada. Sungkem itu pertanda penghormatan. Sepele soalnya. Saya menghormati semua pendapat itu. Mertua laki-laki saya sebelum makan. yang di situ dianggap terletak ka’bah. Saya hormat kepada kedua orangtua saya. atau menundukkan kepala. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik. Bapak saya mengajari. Di twiter ramai sekali orang berkomentar tentang peristiwa sungkem para siswa dan guru di depan gambar Kartini. Ada bagian dari masyarakat kita yang mengekspresikan rasa hormat dengan sungkem. Lalu mana yang benar? Pertanyaannya yang salah. menyisihkan sesendok nasi sebagai penghormatan untuk leluhurnya. bisa dianggap menyembah batu? Macam baik saja kelakuanmu. sisakan jatah untuk makhluk lain seperti misalnya ayam dan kucing di piring nasi saya. atau membungkukkan badan. Hal seperti itu bukan soal benar atau salah. Salah satu guru ngaji saya waktu kecil mengajari kalau makan jangan dihabiskan semua.sungkem musyrik S eketika mata saya yang mengantuk langsung membelalak. setuju atau tidak soal hari Kartini. Apakah orang yang berdoa di depan salib terus bisa dianggap menyembah salib? Apakah orang yang salat menghadap kiblat. Sebab itu cara mensyukuri nikmat dan menghormati petani. Tapi baiklah jika Anda suka memvonis orang lain dengan cap musyrik. Beberapa komentar memvonis apa yang dilakukan oleh mereka adalah perbuatan syirik. kalau makan harus habis. Ini lepas dari soal Anda suka atau tidak suka kepada Kartini.

. Ketika kedua orang tersebut cuti sementara dari padepokan yang dikelola seorang resi. jeh? Ki Joyo: ya sapa ngerti. Tidak lama kemudian terdengar suara resi mereka: mulane tah. Wis ayo mulih. Kaget. sebuah energi dahsyat mengepung mereka. Sehari. Berangkatlah mereka ke sana. Angin berpusar mengitari dua laki-laki yang berjejer semadi itu.. Kluntrung-kluntrung mereka meninggalkan gunung Penanggungan dengan muka ketekuk sambil mengomel. Lalu lhhhaaap! Tangan kanan Ki Ageng dan tangan kiri Ki Joyo teracung menangkap sebuah benda.ki joyo bintoro (1) K i Joyo Bintoro dan Ki Ageng Bejo selain memiliki kisah-kisah bersama yang mistis juga sama-sama punya kisah konyol. Segera mereka lari menuju gunung Arjuna.. mosok zaman Raja Airlangga wis ana cawet merek-e Sony. Dapat! Kemudian mereka menenangkan nafas. Sesampai di sana. buktine kene tapa terus entuk cawet iki. Tiba-tiba Ki Ageng teriak: jeh. Lalu mereka bangkit dan siap pulang. Terbaca: s-o-n-y. iki dikerjai iki. mereka berdua bukannya pulang kampung tapi malah pergi ke gunung Penanggungan. Mereka mendengar desas-desus bahwa di gunung Penanggungan ada banyak pusaka Raja Airlangga. cuuuk! Mereka berdua lalu membaca pelan-pelan tulisan di cawet tersebut. Ki Joyo dan Ki Ageng langsung misuh: juancuk. lalu membuka mata. Satu benda ditangkap dua tangan. delengen tah iki! Ki Joyo: ana apa? Ki Ageng: iki cawet-e ana tulisane. pamite arep sowan wongtuwa malah dolin wae. Lalu mereka sepakat di hari ketiga jika tidak ada tanda apapun akan meninggalkan tempat tersebut. tidak ada sinyal apa-apa. ojok mbelingmbeling. 211 . Mesthi nggak baek-baek! Ki Ageng: bener kandhamu. Ki Ageng: ini apa? Ki Joyo: ini cawet! Ki Ageng: mosok Prabu Airlangga cawetan. dua hari. Tepat di malam ketiga. mereka mulai mengheningkan cipta..

Saya mencermati lagi.. Memperhatikan.. Juancuk! 212 .. Tapi Ki Joyo sudah tidak ada di samping saya. nyah-nyoh.... Juancuk Ki Joyo ini. menurutmu foto ini bicara apa? Saya yang masih mengantuk.. brutal sedekah. Apanya yang aneh.ki joyo bintoro (2) Memahami kepribadian orang dari caranya berdoa Ki Joyo Bintoro tiba-tiba ada di samping saya: dik. Ini menunjukkan orangnya lang-lung. Ki Joyo: bingung kan. Ki Joyo: cara berdoa Jokowi ini menunjukkan kalau dia dapat sesuatu cepat dilempar ke belakang. bikin saya nggak percaya diri sedang lelaku ilmu kawaskitan. ki. Saya merasa ditempiling. coba perhatikan cara jokowi mengangkat tangan dalam berdoa.. Jenggirat.. Saya diam. menjawab dengan polos dan tulus: PDIP mau koalisi sama PKB. Itu jawaban cah sekolahan yang cari ijazah. Beda sama yang lain... otak saya tetap nggak sampai tentang apa yang diomongkan Ki Joyo. Lalu hendak berkomentar. Ki Joyo: wah.. Terus saya perhatikan betul.. kalau jawaban seperti itu bukan jawaban orang yang sedang belajar ilmu kawaskitan dan ilmu tua.

CARA BERDOA JOKOWI ini menunjukkan kalo dia dapat sesuatu cepat dilempar ke belakang #KIJOYOBintoro .

tanpa N U itu hebat. Kita tidak bisa membayangkan Indonesia tanpa NU atau tanpa Muhammadiyah. 214 . kita tidak bisa membayangkan Indonesia tanpa PKI. Dan sejujurnya. Muhammadiyah juga luarbiasa. Apalagi tanpa keduanya.

Mirip dengan Brawijaya di akhir kekuasaannya. Karena ternyata Suharto benar-benar “ngrasuk” Islam dan pelan-pelan mencoba “menanggalkan” Kejawen. Tapi saya menemukan hal lain. walaupun tidak sama persis. 215 . Semalam. Selama ini cukup dibaca bahwa hal tersebut semata bagian dari taktik Suharto untuk merespons membesarnya kelas menengah beragama Islam. menjelang munculnya kiblat baru yang dipimpin Raden Patah. Lebih dari sekadar itu. Saya berharap ada penjelasan memadai di buku Mengislamkan Jawa soal pertanyaan saya di atas. Hal lain.orang jawa dan islam S aya ada pertanyaan besar tentang Orang Jawa dan Islam. yang salah satunya kerap diidentikkan dengan ICMI. saya diberi buku oleh Mas Waskito Giri Sasongko anggitan Ricklefs. Pertanyaan itu bermula dari rasa penasaran saya tentang kenapa orientasi spiritual Suharto bergeser dari Kejawen ke Islam. Sekali lagi. bagi saya hal ini bukan semata persoalan benar tidaknya ajaran agama. adalah orang-orang seperti Ki Manteb yang juga ngrasuk Islam dan bahkan orang seperti Ki Joko Bodo.

Biasanya memang orang yang “ditolong” dalam keadaan kepepet. Semoga Anda semua tidak sedang mengalami hal seperti itu. gelap mata.nulung menthung D i bahasa Jawa ada istilah “nulung menthung” atau terjemahan bebasnya kirakira: pura-pura menolong tapi sebetulnya justru mencelakakan. Alfatihah... Menjerumuskan. dan semoga jika Anda sedang mengalami hal itu. tidak sempat berpikir panjang. segala petaka yang sedang Anda alami akan berbalik ke orang yang melakukan kekejian nulung menthung itu. Membuat Anda makin tenggelam dalam persoalan yang rumit dan gelap. 216 .

Tapi Islam saya sih Islam Mega Asri. dan menambah fasilitas masjid. “Lha kok sampeyan malah pakai istilah itu.islam mega asri “Mas. Para warga tidak berhasil mendapatkan takmir masjid sesuai keinginan mereka. Islam Nusantara. Mereka takut kalau pengurus takmir masjid berasal dari orang Islam yang berpakaian cingkrang. Syiah.” “Lho. Tetap tidak ada kegiatan di masjid. 217 . Perumahan itu bernama Mega Asri. Kemudian mempersilakan para warga untuk mencari takmir yang pas. Fasilitas masjid ada tapi selama ini tak ada kegiatan. Mas? Itu kan proses yang gagal?” “Pertama. Pak RT meminta maaf atas kekeliruannya kalau memang dianggap tidak patut mendatangkan tukang-tukang yang satu aliran dengannya. Mereka tidak mau hal seperti itu terjadi. apa itu Islam Mega Asri?” Berceritalah saya kemudian soal apa itu Islam Mega Asri. Sebab hanya mereka yang dikenal oleh Pak RT. Maka beberapa perwakilan mereka menghadap Pak RT. Ketika semua sudah terbangun. Sunni. dan lain-lain. Dia juga setuju kalau takmir masjid bukan berasal dari kelompoknya. Beberapa warga berunding. lalu ketika tiba-tiba sudah dikuasai kelompok lain. soalnya saya ada alasan nggak Jum’atan. sebab Pak RT juga berasal dari aliran serupa. Suatu saat di sebuah kompleks perumahan. kejadian seperti ini khas Indonesia.. keributan kecil terjadi. NU. Muhammadiyah. Mas!” kata teman saya sambil ngakak. Masjid mereka sering kosong.. Kedua. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh rombongan itu. Lha salah sendiri ditinggal kosong. masjid perumahan itu tetap kosong. Tukang-tukang yang bekerja juga serupa. Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan.” “Jinguk sampeyan itu. Sampai sekarang. je. Dana disokong rame-rame oleh warga perumahan. para warga bersepakat untuk “menghidupkan” masjid perumahan. njuk nesu. sampeyan setuju Islam Nusantara nggak?” “Lho ya setuju. Akhirnya kepala RT perumahan tersebut diberi mandat untuk membangun kamar buat takmir masjid. pokoknya saya setuju semua.

Capek rasanya harus tersenyum. Melihat apa kira-kira yang membedakan Yogya ketika menjelang Lebaran dengan hari-hari biasa. Saya baru balik persis ketika salat Id akan dimulai. datang salat Id lalu tertidur di ruang tamu orang. Sejak kecil. saya hanya njegonggok di dalam kamar. Tanpa pura-pura tersenyum. saya masuk rumah sakit untuk operasi wasir. Selama hampir sebulan saya terkapar di rumah. Kepala saya berat. Setelah itu hambar. sekalipun tidak dalam arti menyenangkan. saya menikmati Lebaran ketika kelas 4 atau 5 SD. Seminggu sebelum Lebaran. Rasanya aneh sekali. dan berbasa-basi mengucapkan Minal aidzin wal faidzin. ketika Lebaran tiba. mulai dari kemarin. Dia tertusuk perutnya. berbasa-basi. kalau tidak ada perubahan jadwal mendadak. Tentu. Karena tidak enak dengan orang tua saya. Kejadiannya selalu hampir mirip. Pertama. Dan saya berpapasan dengan orang-orang yang hendak menunaikan salat Id. Di kampung saya. Ingin cepat melalui Lebaran. Karena sedikit penasaran dengan suasana Lebaran di Yogya. Segera saya menggedor beberapa rumah terdekat untuk meminjam mobil dan “memaksa” yang punya mobil untuk mengantarkan korban ke rumah sakit di Rembang sejauh 40an kilometer. Kali ini. Saat itu di Yogya. saya ikut menemaninya. saya tidak begitu suka Lebaran. lalu situasi berubah menjadi hari-hari biasa. Ada beberapa momentum Lebaran yang begitu saya ingat kejadiannya. selain mobil-mobil plat B yang berjejalan di jalan. setiap habis Magrib saya luangkan sedikit waktu untuk sejenak berkeliling Yogya. Ternyata ketika saya tertidur. Saya sudah mabuk berat dan tertidur di pangkalan ojek ketika tiba-tiba saya mendengar orang-orang menjerit di sekeliling saya. tapi tidak “mengalami” Lebaran. Sebetulnya tahun 2012. saya berada di Yogya. Tapi kayaknya terlalu banyak dan sampai Subuh. cepat 218 . Terakhir yang saya ingat. saya bergabung dengan teman-teman di kampung untuk minum arak. ada perkelahian di dekat saya. ketika malam Lebaran.lebaran dan ingatan S udah 20 tahun saya tinggal di Yogya tapi belum pernah sekalipun merasakan Lebaran di kota ini. Badan saya melayang. saya akan mengalaminya. Seperti biasa. Tapi saat itu saya sedang dalam kondisi sakit. Tangan saya masih penuh darah. berjabat tangan. Mabuk saya langsung hilang ketika mendapati orang di samping saya berdarah perutnya. mungkin saya orang yang diingat. Kalau Lebaran di kampung. seperti biasa saya bergabung dengan teman-teman kampung untuk minum arak. Malam Lebaran. Saya tidak begitu bisa menikmati basa-basi.

Takbiran kan juga butuh minum. Sudah saya guyur kepala saya berkali-kali tapi rasa kantuk tidak hilang juga.. Akhirnya saya membuat kopi. Sementara orang-orang takbiran. Sakit jantung ibu saya kumat. ibu saya melewati operasi jantung yang menguras air mata. Jauhi alkohol. lalu tidur di lantai ruang tamu. Selamat mudik. Waktu itu. saya duduk-duduk di emperan orang bersama beberapa kawan lain. Jangan nakal-nakal. Saking tidak kuat menahan kantuk dan mabuk. berusaha mencari cara agar keduanya bisa sembuh. Saya baru dibangunkan teman-teman saya ketika salat Id sudah rampung.. Alhamdulillah.. terus saya cangking ke masjid. dan bapak saya lolos dari ancaman lumpuh. tidak afdol rasanya jika saya ke masjid tidak membawa minuman. sambil nguyup kopi. Tapi saya gagal. Semenjak itu. Tuhan menyembuhkan mereka berdua. sekian tahun kemudian. Teman-teman.. Di depan masjid ada dua rumah yang biasa dipakai nongkrong jika menjelang salat Id. berusaha menghilangkan rasa pening dan mual karena efek alkohol. Saya menangis keras sekali setelah beberapa tahun bertarung dengan emosi yang meluap. Tapi salah satu momentum Lebaran yang paling saya ingat adalah ketika saya menangis keras saat sungkem ke kedua orang tua saya. Keduanya sekarang segar bugar.. Saya sangat bersyukur sekali..saya mandi lalu berangkat ke masjid. Ibu saya membangunkan untuk salat Id. dan bapak saya terancam lumpuh. 219 . saya masuk di salah satu rumah itu. Saat itu saya juga mabuk berat. saya merasa menjadi anak yang tidak berguna. tapi jangan jauh-jauh. Saya mungkin orang yang pertama kali juga membawa minuman ke masjid ketika salat Id. Pasalnya juga sederhana.

sebuah lembaga jejaring pendidikan kritis yang ada di hampir semua titik penting di Maluku (Ambon. Semua telah telat. kita sibuk mencari bagaimana cara api dinyalakan tapi tidak pernah peduli dengan situasi sosial di wilayah tersebut. Kedua istilah itu terlalu diberi beban sehingga membuat kita malas mencari pokok soal. Karena sifatnya yang genting. 2004). Provokasi dan desain tidak akan bisa bekerja kalau tidak ada kondisi yang pas. Mudahnya begini. Penelitian lapangan itu kelak terbit dengan judul “Orang-orang Kalah” (INSISTPress. Haruku. Para peneliti adalah orang-orang di bawah jaringan Baileo. Di Maluku.tolikara P ersis dua puluh tahun sebelum pecah kerusuhan berbau sentimen agama di jazirah Maluku. Tanimbar. sebuah penelitian lapangan usai dilakukan dan disimpulkan. Kenapa ada sekam? Kenapa kayu basah bisa kering? Apa yang menyebabkan itu semua? Hal yang sama juga tidak pernah ditanyakan ketika konflik Poso meletus. Baru ketika dua puluh tahun kemudian kerusuhan meletus di wilayah yang terdiri dari 1. disunting oleh pemimpin peneliti: Roem Topatimasang. Kei. dokumen penelitian ini dikaji kembali. Sebagian besar orang selalu menyederhanakan setiap konflik dengan istilah “provokasi” atau “desain”.000 lebih pulau itu. tidak lagi membahas bagaimana api bisa bekerja dan menyala. Sementara itu. Tapi hasilnya nihil. Api tidak menyala di kayu basah. tidak ada yang mengarah ke persoalan agama. Anda bisa ikuti contoh-contoh kelenturan itu tiap hari selama bulan Ramadan kemarin di Jawa Pos. 220 . dan lain-lain). persoalan agama diterima dengan sangat lentur bahkan melebihi kelenturan yang terjadi di Jawa dan Sumatra. temuan lapangan itu sempat dipresentasikan ke beberapa lembaga negara. Tak ada tindak lanjut. Korban telah jatuh. Dari sekian kesimpulan di penelitian itu. Api mudah membara di dalam sekam. Bahkan pertanyaan sederhana misalnya: Kenapa Poso? Kenapa tidak di kota lain? Saya berharap kejadian di Tolikara.

Tidak lama kemudian. “Dasar muslim!” Atau kadang. Sekalipun dari Gunung Kidul tapi logatnya Suroboyoan. Sama seperti kalau di antara kami ada yang memanggil “China. Mungkin ada barangnya yang tertinggal. Dia segera mempersilakan kedua tamunya untuk masuk. Kardono akhirnya punya inisiatif untuk membukakan pintu. “Dasar Islam!” Hingga kemudian mereka capek. Kardono inilah yang berasal dari Surabaya. Tidak ada usaha untuk menjelekkan sebuah agama. Tidak ada alasan yang lain. saya punya adik angkatan yang berasal dari Gunung Kidul. Katolik sedang nyek-nyekan dengan Todi. berwajah bersih. Seperti biasa. Batak. Lagi-lagi ketukan pintu terjadi. Kardono ada di pihak Todi. mukanya langsung pucat. Entah uang atau dompet. Hingga dia dijawil oleh Kardono. Muslim dilarang masuk!” teriak Katolik. Segera dia teriak kelas. pintu kamar diketuk dari luar.. Mereka punya geng dengan selera humor yang bisa bikin perut kejang. Todi disepakati yang pergi membeli es. Kali ini dengan kalimat salam. ada dua orang berpakaian rapi. Humor yang menggembirakan. Suatu saat di kamar kos Kardono. Kardono cepat menguasai keadaan. Terutama salat lima waktu di masjid terdekat. Orangnya kemeriyek. Dia segera duduk sambil menundukkan kepala. Tentu saja karena agamanya Katolik. memakai baju muslim. Katolik teriak lagi. Kalimat barusan itu lebay. belum begitu ngeh dengan kejadian itu. Kami memanggilnya Katolik. Dayak”. Dengan cekakakan mereka ngece Katolik. Lucunya minta ampun. “Assalamu’alaikum. “Dasar Katolik!” Sebaliknya Katolik membalas ecean mereka dengan sesekali mengeluarkan kalimat. Maklum sahabat dekatnya berasal dari Surabaya. Tepat di depan pintu persis. Sementara Katolik yang masih dalam posisi tengkurap.es campur dan religiusitas S aat kuliah. Katolik bersahabat akrab dengan Kardono. 221 . “Muslim dilarang masuk!” Ketukan masih terjadi. Katolik merasa yang mengetuk pintu adalah Todi. karena kalau “bersahabat” ya pasti “akrab”. diminta duduk. semua panggilan dilakukan dengan tingkat kelenturan yang tinggi.. Begitu Katolik mendongak.” “Nggak dengar apa. Ternyata mereka adalah mahasiswa-mahasiswa sebuah jamaah yang sering berkeliling dari satu tempat kos ke tempat kos yang lain untuk mengajak umat Islam melakukan aktivitas beribadah. lalu bersepakat membeli es campur. Sambil sesekali melempar kalimat.

“Ini lho Mas. Dengan perasaan gak enak. Katolik merutuk kebodohannya teriak-teriak. “Entek. Ya kan..” jawab Todi kalem. Tapi belum punya sandaran yang kuat. Akhirnya kedua tamu itu pergi. Di saat seperti itu. “Lho lha es-ku endi?” tanya Katolik dengan muka memelas. Muka Katolik langsung mirip rempeyek. sambil memberikan plastik es ke arah Kardono. “Juancuk. Lik. Kardono ngakak lagi. Dalam hati. Makanya tadi teriak-teriak nggak jelas. Suasana hening. Kembali rentetan dakwah keluar bergantian dari mulut kedua tamu. Kardono membuka pintu. Mung gari loro. Kardono manggut-manggut. Kedua tamu itu langsung tertarik dengan kasus Katolik. memastikan kedua orang itu pergi agak jauh.” Todi dengan muka capek kepanasan berkata begitu.. Kan kamu sudah mantap. Lalu dia bilang.” Muka Katolik memerah.Seperti sudah biasa. Don.. dia mengucapkan terimakasih. kedua tamu itu menyampaikan dengan runtut maksud kedatangan mereka berdua.. Seperti ada katak kecil tersangkut di tenggorokannya. Dia ingin masuk Islam. Mereka berdua langsung berhenti mengumpat dan tertawa... Katolik seperti menunggu waktu sekian menit. Begitu Katolik sadar kalau yang datang Todi. plus kedua tamu yang tak pulang-pulang. Sementara Kardono terpingkal-pingkal sampai terguling-guling di lantai. dan Kardono yang membuat situasi tambah gak enak. Lebih tepatnya rempeyek yang sudah melempem. koen Don! Tuaek! Ngguatheli!” Antologi umpatan keluar gilir-gumanti gak ada habisnya dari mulut Katolik. Sementara yang satu dia pegang sendiri. Sampai dia sadar kedua temannya sudah tandas minum es. Pintu kembali ditutup. pintu diketuk kembali. dia kembali mengumpat berkali-kali. Mas?” tanya Kardono seakan-akan minta konfirmasi ke para tamunya. Muka Katolik makin gak enak dilihat. “Lebih baik kamu masuk Islam sekarang saja. dia teriak. Cuk. mengajak Katolik dialog. Lalu mereka berdua mengajak mengobrol Katolik soal Islam dan kisah orang-orang yang masuk Islam. 222 . teman saya agamanya Katolik. Dia blangkemen karena merasa nggak enak dengan teriakannya. lalu setelah yakin. Kardono sesekali menimpali. Muka Katolik pucat. “Es-e mung kari loro.

Dia salahkan banyak hal. tidak boleh salat di rumah. Dengan kemampuan retorikanya. kata istrinya. para istri ini gantian membodoh-bodohkan suami mereka. Tapi karena bekal ilmu agamanya sangat baik. suatu pagi. Istrinya tiba-tiba menegur saat dia mau melakukan salat. Coba kamu bayangkan. dia haramkan banyak hal yang masih bisa diperdebatkan. dan mereka diam.” Tampaknya teman saya benar-benar syok. peserta yang datang kan sudah meluangkan waktu. mengeluh. tolol. Membalas salam kalau salah sedikit. seorang alim. Kawan saya langsung syok.majelis K awan saya. dia meladeni teguran istrinya dengan kokoh. Kini dia rajin diskusi dengan istrinya tentang berbagai hal keagamaan. Kini dia makin waspada. juga didukung oleh pengeras suara dan layar visual. Tapi bukan kejadian tersebut yang mengganggunya. Sudah begitu masih ditolol-tololkan. Dia menyadari ada yang tengah mengancam banyak keluarga di Indonesia lewat majelis semacam itu. Di pengajian yang dihadiri ribuan orang dan rata-rata diikuti para perempuan. Mereka mau saja dibilang bodoh dan tolol. kawan saya mengantar istrinya ke majelis pengajian yang rutin diikuti Sang Istri. dia tampil memukau.. berarti temannya setan. harus di masjid. Tapi mereka diam.. Padahal mereka perempuan-perempuan terpelajar. Astaghfirullah. Gila. Kali itu istrinya “kalah”. “Ustadnya mantan seorang artis. Seorang laki-laki. melainkan bagaimana istrinya bisa punya “pengetahuan” agama yang mengkhawatirkan semacam itu? Akhirnya... Mereka juga mengeluarkan uang untuk membeli buku dan CD ustad tersebut. Tapi setidaknya dia masih beruntung karena bekal keilmuannya bisa menjadi benteng bagi keluarganya. Semua peserta dibilang goblok. membodoh-bodohkan tetangga-tetangga mereka. kawan saya makin syok. Dia tidak pernah mengira akan ditegur seperti itu. membodoh-bodohkan anak-anak mereka. Tapi bagaimana dengan nasib orang-orang yang lain? 223 . Lalu pulang-pulang. dibodoh-bodohkan. bodoh.

Pada ketipung kami percaya. Ketipung adalah alat pemersatu. 224 . musik yang sekalipun kadang liriknya sedih. Tapi barusan ada suara dangdut koplo terdengar. bisa kami nikmati dengan bergoyang riang. Ya Allah. Ketipung adalah oh yes. dan sesekali daun jatuh di taman belakang. uyel-uyelan. Ya Allah. lalu njoget di depan panggung. Tanpa ada orang yang peduli satu sama lain. Hanya suara jam dinding.. selain kebersamaan. Menenggak arak dan AO.. hanya ndangdutlah. sembari merem melek. dan teriakan gembira. tak pernah sekalipun mendengar suara-suara di tengah malam seperti ini.ketipung L ebih dari 3 tahun saya tinggal di perumahan ini. saya rindu ngesul.

Kelak kebanyakan dari kita akan menghabiskan masa tua yang ngelangut di panti jompo. Tidak kuat berpikir. yang sebentar kemudian disusul beduk Magrib dan kumandang azan. manusia dan peristiwa. Zaman bergerak tak tertebak. menyepelekan waktu. ketika kita masih lamat-lamat bisa melihat berbagai benda. Senja yang membuat nyali siapapun akan gemetar. penulis besar itu dengan tegar bilang. Ingatan kita pun koyak dedel duwel oleh usia. Akan tiba di suatu saat. ia bicara dengan nada tanpa gentar. Sudah separuh pikun. Kita sudah tidak bisa bermain catur. “Aku sudah tidak bisa menulis. Senja yang suatu saat akan menaungi kita. Kalau tidak kita hadapi hanya akan menghantui. Sebagian dari kita. Tulang kita berderit serupa daun jendela kayu di rumah ibu kita dulu. 225 . Senja yang mengambang di ufuk sana. Penyesalan itu semakin merusak usia yang telah keropos. besok. Tapi arahnya bisa kita candra. jangan pernah berpikir saya (juga dia. Memandang ke arah jendela. saya dan juga Anda semua. dihunjam rasa bersalah karena melewatkan masa-masa produktif kita. tidak punya karya. Tapi semua sudah kutulis. menistakan kesempatan. Tak bisa memikirkannya. Jauh hari sebelum Pram meninggal dunia.ketika senja itu tiba K ira-kira 5 tahun yang lalu. akan dirawat anak sendiri. Semua yang bisa kulakukan sudah kulakukan. Melihat matahari tenggelam.” Apa yang dihadapinya? Apa yang menakutkan itu? Kematian. Tidak lagi kuat membaca. Nafas kita memendek. Teman-teman. Tapi kita tak sanggup mengingat mereka. “Ini saatnya menemui yang satu ini. saya diberitahu oleh teman saya bahwa kelak. akan membaca sebuah karya yang memikat di kisaran soal itu. Jari-jariku sudah tidak bisa mengetik. dan mungkin kebanyakan dari kita).” Dan sekian hari sebelum nafasnya berhenti.

.

epiLOG 227 .

” Mungkin kalau tidak malu.” Empat hari lalu. dan berbudaya. kemudian kembali merutuki Jakarta yang kerap macet itu. sambil mengobrol bersama Pak Ong Hari Wahyu dan Mas Gunawan Maryanto. asyik. tidak nyeni dan tidak berbudaya seperti Jakarta. Apalagi setahun atau dua tahun. Kedua. Saya kira pandangan ini tidak adil. Yogya sangat eksotik untuk barang seminggu dua minggu. Usai iseng-iseng bikin acara membaca cerpen bareng. dia juga harus menyediakan uang yang cukup. Dia memuji Yogya dan Magelang. Damai. . penulis naskah acara TV Sentilan Sentilun ini juga mengeluh: Di Jakarta susah nongkrong ngobrol ngalor-ngidul seperti yang saat itu sedang kami lakukan. Tapi belum tentu mereka tahan hidup di Yogya sebulan atau dua bulan. dia mendesah sambil bilang. saya sempat bertemu juga dengan Mas Agus Noor. Kawan saya yang bekerja di Jakarta juga pernah bilang ke saya. pede sekali. jelas setiap kota punya persoalan sendiri-sendiri. Sehingga “kebudayaan” juga macet. mungkin Yogya indah karena dilihat dari orang yang sedang bosan terhadap Jakarta. Karena mereka hidup di kota yang macet. “Mas. Minggu kemarin Mas Bre Redana menyusul menumpahkan kekesalannya atas Jakarta lewat tulisannya di Kompas. Jakarta yang macet itu. “Enak sekali ya di Yogya. Buat orang-orang seperti itu. untuk ketemuan saja. Selain menyediakan waktu dan energi yang cukup. Kalau di Jakarta bawa duit Rp200 ribu rasanya masih waswas. sebuah kota tidak bisa dilihat dari kerangka kecapekan. tempatnya kuliah dulu.. Pertama. saat menikmati dingin bir. tidak macet. Baik ketika pergi maupun pulang. Juga pacaran. Atau dia sedang liburan. saya ini kalau di Yogya. mungkin juga indah bagi orang Yogya yang sedang liburan di sana. Semua serba harus pasti agendanya. Jadi di mata para orang-orang yang tinggal di Jakarta itu. Bagi orang yang terbiasa hidup di Jakarta. Sebelumnya.jakarta-yogya S 228 etelah keluhan Mas Seno Gumira Ajidharma tentang Jakarta yang penduduknya rela dalam kehidupan serba-macet kemudian bersedia mengakhiri karir dengan uang pensiun tak seberapa. seseorang harus rela macet berjam-jam. Yogya adalah kota yang damai. sebentar kemudian pasti dia menangis.. tidak asyik. Sebab terbayang. yunior saya yang menjadi redaktur di sebuah media massa terkenal di Jakarta. bawa duit Rp50 ribu di dompet. nyeni. Dia tampak menikmati Yogya.

Dan kenyataannya. teman saya dari Jakarta begitu ketemu saya di Yogya langsung protes: Kok Yogya mulai macet. Saya dulu juga merasa paling nyaman hidup di Bali. baik Mas Seno.Banyak teman saya yang memutuskan pindah dari Jakarta ke Yogya tapi tidak tahan juga dan akhirnya mereka balik ke Jakarta lagi. Dia ingin sebuah kota bergerak sesuai dengan keinginannya. sih?! Nah. Saya kira itu sebuah persoalan. Suatu saat... 229 . Mas Bre dan Mas Agus Noor pun tetap saja mencari penghidupan di Jakarta. Juga dua teman saya di atas. Saya kira sebuah kota ditakar bukan hanya dari persoalan lalu-lintasnya. Ternyata saya hanya kuat tinggal di sana kurang dari tiga bulan. kan.

.

com Puthut Ea @puthutea puthutea puthutea@yahoo.com .Puthut EA www.puthutea.

.

ISBN 602-1318-18-8 9 786021 318188 .