You are on page 1of 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sel darah merah, yang juga disebut sebagai eritrosit, bertugas mengangkut
oksigen dari paru ke seluruh tubuh. Fungsi ini dapat diukur melalui tiga macam tes.
Hitung Sel Darah Merah (red blood cell count/RBC) yang menghitu ng jumlah total
sel darah merah, hemoglobin (Hb) yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas
mengangkut oksigen dari paru ke bagian tubuh lain, dan hematokrit (Ht atau HCT)
yang mengukur persentase sel darah merah dalam seluruh volume darah. ( Wikipedia,
2009 ). Eritrosit tidak mempunyai inti sel tetapi mengandung beberapaorganel dalam
sitoplasma. Sitoplasma dalam eritrosit berisi hemoglobin yang mengandung zat besi
(Fe) sehingga dapat mengikat oksigen.
Eritrosit berbentuk bikonkaf dan berdiameter 7-8 mikron. Bentuk bikonkaf
tersebut menyebabkan eritrosit bersifat fleksibel sehingga dapat melewati pembuluh
darah yang sangat kecil dengan baik. Bentuk eritrosit pada mikroskop biasanya
tampak bulat berwarna merah dan dibagian tengahnya tampak lebih pucat, atau
disebut (central pallor) diameter 1/3 dari keseluruhan diameter eritrosit.
Eritrosit berjumlah paling banyak diantara sel-sel darah lainnya. Dalam satu
milliliter darah terdapat kira-kira 4,5 – 6 juta eritrosit, oleh sebab itu darah berwarna
merah. Eritrosit normal berukuran 6 – 8 Nm atau 80 – 100 fL (femloliter). Bila MCV
kurang dari 80 fL disebut (mikrositik) dan jika lebih dari 100fL disebut (makrositik).
Eritrosit normal berukuran 6-8 um. Dalam sediaan apus, eritrosit normal
berukuran sama dengan inti limposit kecil dengan area ditengah berwarna pucat.
Kelainan morfologi eritrosit berupa kelainan ukuran (size), bentuk (shape), warna
(staining characteristics) dan benda -benda inklusi.

1

Tujuan  Untuk mengetahui apa definisi. bagaimana mekanisme terjadinya dan kelainan pada intra seluler eritrosit dari beberapa keadaan eritrosit meliputi: o Basophilic Stippling o Benda Pappenheimer o Benda Howll – Jolly o Cincin Cabot (cabot ring) o Benda Heinz o Nucleated Red Cell o Retikulosit o Rouleaux Formation o 2 .B. Bagaimanakah definisi. Rumusan Masalah 1. mekanisme terjadinya dan kelainan pada intra seluler eritrosit dari beberapa keadaan eritrosit meliputi a) Basophilic Stippling b) Benda Pappenheimer c) Benda Howll – Jolly d) Cincin Cabot (cabot ring) e) Benda Heinz f) Nucleated Red Cell g) Retikulosit h) Rouleaux Formation C.

yaitu dalam darah pada kadar tertentu sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan di berbagai organ tubuh manusia. kemudian terjadi kondensasi atau presipitasi RNA ribosom dan menyebabkan adanya eritrosit yang didalam sitoplasmanya terbentuk titik atau granula berwarna biru halus yang tersebar rata. Granula yang terbentuk ini berasal dari devective hemoglobig sintesis. Kelainan ini salah satunya disebakan oleh keracunan Plumbum (Pb).1% dari eritrosit dalam darah normal. Basophilic Stippling Basophilic Stippling Basophilic Stippling atau titik basofil adalah kelainan pada eritrosit dengan terdapatnya titik biru yang difus dalam eritrosit yang dikenal sebagai titik basofil. Mekanisme terjadinya Basoplilic stippling pada keracunan Pb diawali dengan masuknya Pb dalam kadar toksik tertentu menyebabkan defisiensi enzim G-6PD dan penghambatan enzim pirimidin-5’-nukleotidase sehingga terjadi akumulasi RNA serta ribosom. Adanya basofilik pada sel darah menandakan pasien tersebut mengalamai beberapa keadaan seperti :  Myelodysplastic Syndrome  Sideroblastic anemia  Lead poisoning (normocytic anemia) 3 . Distribusi dalam darah <0.BAB II PEMBAHASAN 1. salah satunya sistem hematopeotik.

Benda Pappenheimer Benda Pappenheimer Benda pappenheimer atau Pappenheimer bodies adalah keadaan eritrosit dengan granula kasar pada sitoplasmanya. Arsenic poisoning  Beta thalassemia  Alpha-thalassemia. 4 . Inklusi ini ditemukan pada anemia sideroblastik. Benda pappenheimer termasuk jenis tubuh inklusi yang dibentuk oleh phagosomes yang mengandung senyawa besi yang berlebihan. petanda adanya gangguan sintesa hemoglobin. Pasca splenektomi. Inklusi jenis ini muncul berbentuk padat. HbH Disease  Hereditary Pyrimidine 5'-Nucleotidase Deficiency  Thrombotic thrombocytopenic purpura 2. Eritrosit yang mengandung benda inklusi disebut siderosit dan bila ditemukan > 10% dalam sediaan hapus. feritin. granula tersebut berwarna biru oleh karena memberikan reaksi Prusian blue positif. diameter ± 2 mikron yang mengandung Fe. Benda Pappenheimer merupakan granula yang abnormal ditemukan di dalam sel darah merah yang dapat diidentifikasi pada pewarnaan darah rutin. serta beberapa anemia hemolitik.

Benda howll – Jolly adalah temuan histopatologi dari sisa-sisa inti basofilik (cluster DNA) dalam sirkulasi eritrosit. Pasca splenektomi. berwarna ungu kehitaman. Anemia megaloblastik. anemia megaloblastik. anemia hemolitik. diameter pecahan rat-rata 1 mikron. Benda howll – Jolly Benda howll – Jolly merupakan sisa pecahan inti eritrosit . Osteomyelodisplasia. eritrosit biasanya mengeluarkan inti. Anemia hemolitik. Howell-Jolly bodies juga terlihat di anemia hemolitik berat. anemia sel sabit. biasanya tunggal.wikipedia. Talasemia. tetapi dalam beberapa kasus sebagian kecil dari DNA masih tersisa hingga meninggalkan berupa pecahan-pecahan ungu kehitaman. Kelainan metabolisme hemoglobin. 5 . autosplenectomy.org/wiki/Pappenheimer_bodies) 3. Steatorrhoe. seperti yang digunakan untuk mengobati limfoma Hodgkin. dan myelodysplastic syndrome (MDS). Benda pappenheimer terlihat dengan pewarnaan Wright dan atau Giemsa serta warna biru pada granulanya akan terlihat dengan cat Perls' Prussian blue. Adanya benda pappenheimer dapat mempengaruhi perhitungan jumlah platelet ketika analisis dilakukan dengan counter elektro-optik. yang terletak di pinggiran sel dan biasanya terlihat dalam penyakit seperti anemia sideroblastik. dan penyakit sel sabit. Benda howll – jolly ditemukan pada. Penyebab adanya benda howll – jolly lainnya adalah terapi radiasi yang melibatkan limpa. Selama pematangan dalam sumsum tulang. (sumber : http://en. Asplenia karena trauma.butiran biru-ungu dalam sel darah merah dan biasanya hanya ada satu atau dua.

dengan bentuk khas seperti cincin atau seperti angka ‘8’. Cincin cabot berwarna warna biru keunguan dalam sitoplasma eritrosit. Pasca splenektomi. Ditemukan pada Talasemia. Benda heinz 6 . Anemia megaloblastik. Cincin Cabot (Cabot Ring) Cincin Cabot (Cabot ring) Cincin cabot merupakan keadaan erotrosit yang sitoplasmanya berisi sisa dari membrane inti. 5.4. Anemia pernisiosa. Keracunan timah. Anemia hemolitik.

Beberapa kondisi tersebut antara lain :  Kekurangan NADPH yang dapat menyebabkan disfungsi dalam glutation  peroksidase yang merupakan enzim yang mengubah hidrogen peroksida ( spesies oksigen reaktif ) ke dalam air. Ada beberapa jalur yang mengarah ke kerusakan hemoglobin sehingga menyebabkan terbentuknya Badan Heinz. Talasemia. Sel yang rusak mengakibatkan terbentuknya badan Heinz . Badan Heinz dibentuk oleh kerusakan pada komponen hemoglobin. Kekurangan G6PD ( dehidrogenase glukosa-6-fosfat ) disertain dengan pemberian obat oksidan (misalnya. Tidak jelas terlihat dengan pewarnaan Wright’s.Benda Heinz Hasil denaturasi hemoglobin yang berubah sifat. tetapi dengan pengecatan kristal violet seperti benda-benda kecil tidak teratur berwarna dalam eritrosit. elektron dari hemoglobin ditransfer ke molekul oksigen. biasanya melalui kerusakan oksidan. atau dari mutasi yang diwariskan (dari perubahan dari residu asam amino internal). dapson . Ditemukan pada G-6-PD defesiensi. primakuin . Panyakit Hb Kohn Hamme Badan Heinz merupakan inklusi bulat kecil dalam sitoplasma sel darah merah. yang menciptakan spesies oksigen reaktif (ROS) yang dapat menyebabkan kerusakan sel yang parah menyebabkan lisis sel dini. Akibatnya. G6PD Badan Heinz juga dapat  ditemukan dalam penyakit hati kronis. 6. Pasca splenektomi. dimana inklusi ini tidak terlihat ketika diwarnai dengan pewarna Romanowsky dan tampak lebih jelas ketika diwarnai dengan pewarnaan supravital. Anemia hemolitik karena obat. Kehadiran badan Heinz juga dapat hiposplenisme atau asplenia. Nucleated Red Cell 7 mengidentifikasi adanya .quinidine ) juga dapat mengakibatkan badan Heinz.

Nucleated Red Cell Nucleated Red Cell atau yang disebut dengan normoblas merupakan sel darah merah yang memiliki inti di dalam sitoplasmanya. kromatin lebih tebal dan kasar dari rubriblas. dan pada hypoxemia kronis. Polikromatofilik/ Retikulosit 8 . myelofibrosis. Keadaan dimana terdapat Nucleated Red Cell merupakan keadaan dimana eritrosit yang belum matang yang dalam hal ini masih dalam tahap normoblas terdistribusi terjadi anemia. berwarna keunguan. dan anak inti kadang masih dapat terlihat.org/wiki/Nucleated_red_blood_cell) 7.wikipedia. Inti terlihat besar seperti rubriblas. (Sumber : http://en. Inti yang terbentuk berwarna kebiruan. thalassemia. miliary tuberculosis. kanker sumsum tulang belakang.

seperti setelah episode pendarahan besar atau setelah sumsum tulang tertekan dan regenerasi. dan mitokondria) yang terbentuk seperti jala. Retikulosit adalah sel darah merah yang masih terdapat pecahan inti atau kromatin (RNA. setelah pembentukan hemoglobin dan penglepasan inti sel. masih diperlukan beberapa hari lagi untuk melepaskan sisa-sisa RNA. retikulosit tidak memiliki inti sel (nukelus). Retikulosit berkembang dan matang di sumsum tulang merah dan disirkulasikan dalam pembuluh darah sebelum matang menjadi eritrosit. Setelah dilepaskan dari sumsum tulang sel normal akan beredar sebagai retikulosit selama 1-2 hari. Jumlah retikulosit dalam darah meningkat ketika produksi sel darah merah luar biasa besar.Retikulosit Retikulosit adalah sel eritrosit yang belum matang. Retikulosit adalah sel darah merah muda yang biasanya tetap di sumsum tulang dan hanya sejumlah kecil yang merambah ke sirkulasi darah (kurang dari 1 persen). dan kadarnya dalam eritrosit manusia sekitar 1%. Sebagian proses ini berlangsung di dalam sumsum tulang dan sebagian lagi dalam darah tepi.5 % dalam darah menunjukkan adanya kelainan intra seluler berupa respon sumsum tulang terhadap 9 . Mekansime terbentuknya retikulosit dimulai pada proses maturasi eritrosit. Keadaan dimana terdapat retikulosit lebih dari 0. organela.5 % – 1. Seperti eritrosit.

Protein fase akut. Rouleaux Formation Rouleaux Formation Rouleaux formation merupakan kondisi yang menyebabkan pembentukan rouleaux termasuk infeksi . Hal ini juga terjadi pada diabetes mellitus dan merupakan salah satu faktor penyebab untuk oklusi mikrovaskuler di retinopati diabetes. terutama fibrinogen berinteraksi dengan asam sialat pada permukaan sel darah merah untuk memfasilitasi pembentukan rouleaux. multiple myeloma .kondisi tubuh yang memerlukan lebih banyak sel darah merah seperti yang terjadi pada kondisi anemia. 8. dan kanker. inflamasi gangguan jaringan ikat dan. meningkatkan pembentukan rouleaux dan mempercepat sedimentasi. seperti yang terlihat dalam pengaturan anemia dan hipovolemia. 10 . Peningkatan rasio sel darah merah untuk plasma volume.

benda Heinz. Selain itu beberapa inklusi juga terlihat hanya dengan pewarnaan khusus. Disarankan untuk mengidentifikasinya dalam hapusan darah dilakukan seteliti dan seoptimal mungkin untuk memaksimalkan diagnosa dan terapi karena beberapa kelainan eritrosit tersebut bermakna adanya suatu penyakit atau kelainan tertentu dalam mekanisme tubuh. cincin cabot. Simpulan Beberapa keadaan eritrosit seperti basophilic stippling. benda Pappenheimer. merupakan inklusi dalam sitoplasma eritrosit dengan masing-masing perbedaannya. Saran Beberapa inklusi atau keadaan eritrosit yang menandakan suatu kelainan memang bervariasi. dan Nucleated Red Cell (Eritrosit berinti) dan retikulosit merupakan keadaan eritrosit yang belum matur namun telah terdistribusi dalam darah.BAB III PENUTUP A. B. 11 . Keadaan lainnya seperti Rouleaux termasuk kelainan bentuk eritrosit yang bergumpal berbaris. benda Howll – Jolly.

DAFTAR PUSTAKA http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleated_red_blood_cell 12 .ru/dic.academic.wikipedia.html http://en.org/wiki/Basophilic_stippling http://hartatimonda.blogspot.nsf/enwiki/1056635/Howell-Jolly_body \http://en.com/2014/07/kelainan-sel-darah.