You are on page 1of 5

PRIAPISMUS

Priapismus adalah suatu gangguan berupa ereksi penis yang terjadi terus-menerus dalam
waktu lebih dari 6 jam. Ereksi yang berkepanjangan ini terjadi tanpa adanya rangsangan
seksual.
Etiologi
Priapismus dibedakan menjadi 2 berdasarkan etiologinya yaitu : priapismus primer/idiopatik
dan priapismus sekunder. Priapismus sekunder dapat disebabkan oleh :
1. Kelainan pembekuan darah ( anemia bulan sabit, leukemia, emboli lemak)
2. Trauma Genitalia
3. Gangguan neurogen (pada waktu menjalani anestesi regional atau pada penderita
paraplegia)
4. Penyakit keganasan
5. Pemakaian obat - obat tertentu dan zat kimia tertentu (alkohol, psikotropik, dan
antihipertensi)
6. Pasca injeksi intrakavernosa dengan zat vasoaktif
Klasifikasi
Penyebab dari ereksi penis yang berkepanjangan dapat terjadi karena :

gangguan mekanisme outflow (vena - oklusi) sehingga darah tidak dapat keluar dari
jaringan erektil

peningkatan inflow aliran darah arteriel yang masuk ke jaringan erektil

karena penyebab priapismus adalah 2 hal di atas, maka secara hemodinamik priapismus dapat
dibagi menjadi :

Priapismus tipe veno oklusif / low flow

Priapismus tipe arteriel / high flow

Keduanya dapat dibedakan dengan memperhatikan gambaran klinis, laboratorium, dan
pemeriksaan pencitraan dgn arteriografi atau USG Color Doppler.
Priapismus jenis iskemik ditandai dengan adanya iskemia atau anoksia pada otot polos
kavernosa. Semakin lama ereksi, iskemia semakin berat, dan setelah 3-4 jam, ereksi dirasakan
sangat sakit. Setelah 12 jam dapat terjadi edema interstisial dan kerusakan endotelium
sinusoid. Nekrosis otot polos kavernosa terjadi setelah 24 - 48 jam. Setelah 48 jam maka
terjadi pembekuan darah dalam kaverne, destruksi endotel sehingga jaringan - jaringan
trabekel kehilangan daya elastisitasnya.

Batang penis menegang dengan keras sedangkan ujung penis lembek. color doppler ada aliran dan fistula. Ini menyebabkan ereksi badan cavernosa tanpa disertai ereksi corpus spongiosum atau glans. . Priapismus iskemik : terjadi pada saat tidur. color doppler tidak ada aliran darah. penis menjadi sangat tegang. bukan disebabkan karena gairah seksual. Pada ereksi penis yang normal. Priapismus biasanya disebabkan karena obat-obatan.Jika tidak diterapi. Sebelum tindakan agresif pasien diminta untuk melompat . Sedangkan pada keadaan priapismus.25. detumesensi terjadi setelah 2 . Tidak seperti penis normal dimana ereksi akan mereda setelah aktivitas seksual selesai. trauma atau karena suatu penyakit. Priapismus Non Iskemik : terjadi setelah trauma. darah akan mengisi dan memenuhi tabung ereksi sehingga penis menjadi ereksi. Jika keadaan ini tidak segera teratasi maka priapismus dapat menyebabkan kerusakkan jaringan penis dan selanjutnya mengganggu ereksi penis yang normal. warna darah merah. pCO2 < 50 mmHg. ketegangan penis ringan sampai sedang. pO2 > 50 mmHg. ereksi terjadi terus menerus karena darah yang berada dalam tabung ereksi tidak dapat mengalir keluar. arteriografi ada malformasi arteriovena Patofisiologi Priapismus terjadi saat keseimbangan fisiologis dari aliran darah menuju dan keluar dari corpora cavernosa terhalang (interrupted). pCO2 > 80 mmHg. Pada pemeriksaan laboratorium diperlukan preparat sel sabit (sickle cell) dan hitung darah lengkap (complete blood count/CBC) Terapi Prinsip terapi pada priapismus adalah secepat mungkin mengembalikan aliran darah pada korpora kavernosa yang dicapai dengan cara medikamentosa maupun operatif. arteriografi : pembuluh darah utuh. Diagnosis Pada pemeriksaan lokal didapatkan batang penis yang tegang tanpa diikuti oleh ketegangan pada glans penis.mula ringan menjadi saat nyeri. Corpus cavernosum mengeras dan nyeri saat dipalpasi.5. Glans dan corpus spongiosum lunak dan tak terlibat. pH < 7.4 minggu dan otot polos yang mengalami nekrosis diganti oleh jaringan fibrosa sehingga kehilangan kemampuan untuk mempertahankan ereksi maksimal Priapismus jenis non iskemik paling banyak terjadi setelah terjadinya trauma pada daerah perineum atau setelah operasi rekonstruksi arteri pada disfungsi arteri. nyeri dirasa ringan sampai sedang. darah kavernosa menjadi hitam. USG Doppler yang dapat mendeteksi adanya pulsasi arteri kavernosa dan analisis gas darah yang diambil intrakavernosa dapat membedakan priampismus jenis iskemik atau non iskemik. pH > 7.lompat dengan harapan terjadi diversi aliran darah dari kavernosa ke otot gluteus. pO2 < 30 mm Hg. Manifestasi Klinis Pasien datang dengan riwayat ereksi yang nyeri dan berlangsung selama beberapa jam. Prognosisnya lebih baik daripada jenis iskemik dan ereksi dapat kembali seperti sediakala. mula .

Pemberian kompres air es pada penis atau enema larutan garam fisiologis dingin dapat merangsang aktivitas saraf simpatik sehingga memperbaiki aliran darah ke kavernosa. Jika dilakukan sebelum 24 jam setelah serangan. Priapismus iskemik derajat berat yang sudah terjadi beberapa hari tidak memberikan respon terhadap aspirasi aspirasi dan irigasi obat ke dalam intrakavernosa. o Beberapa tindakan pintas itu adalah (1) pintas korpora-granular sesuai yang dianjurkan oleh Winter atau Al Ghorab. untuk itu perlu dilakukan tindakan operasi. Pemberian hidrasi yang baik dan anestesi regional pada beberapa kasus dapat menolong. kemudian dilakukan instilasi 10 . Jika tindakan di atas tidak berhasil maka dapat dilakukan beberapa langkah berikut : o Aspirasi dan irigasi intrakavernosa : Aspirasi darah kavernosa diindikasikan pada priapismus non iskemik atau priapismus iskemik yang masih baru saja terjadi. hampir semua kasus dapat sembuh dengan cara ini. Aspirasi sebanyak 10 10 ml darah intrakavernosa. Winter Procedure . o Jalan pintas (shunting) keluar dari korpora kavernosa Tindakan ini harus dipikirkan untuk mencegah timbulnya sindroma kompartemen yang dapat menekan arteria kavernosa dan berakibat iskemia korpora kavernosa. Aspirasi dikerjakan dengan memakai jarum scalp vein no 21. (2) pintas korpora-spongiosum.20 mikrogram epinefrin yang dilarutkan dalam 1 ml larutan NaCl tiap 5 menit sampai penis mengalami detumesensi. dan (3) pintas safeno-kavernosum dengan membuat anastomosis antara korpus kavernosum dengan safena magna.

Sebagai akibatnya. Jika ereksi berlangsung lebih dari 4 jam. darah yang kekurangan oksigen akan mulai merusak jaringan penis. Darah yang terperangkap dalam penis menjadi beracun terhadap jaringan.Pintas Korpora-Spongiosum Anastomosis Kavernosa-Vena Safena Magna Komplikasi Priapismus iskemik dapat menyebabkan komplikasi yang serius. priapismus yang tidak ditangani dapat mengakibatkan : .

terjadi impotensi yang menetap karena tekanan yang tinggi pada penis sehingga menyebabkan kerusakkan jaringan.  Disfungsi ereksi. Prognosis Jika priapismus dapat diatasi dalam waktu 12 hingga 24 jam biasanya tidak ada kerusakkan jaringan yang serius. ketidakmampuan penis menjadi atau bertahan untuk ereksi dengan rangsangan seksual. . Jika lebih dari 24 jam. Pencegahan Obat-obat antineoplasma (hidroksiurea) dapat mencegah priapismus berulang pada penderitapenderita anemia sel sabit. Impotensi.