You are on page 1of 14

NAMA : MOCHAMMAD JAROT

NO.REG : 5315117186

MAKALAH MOTOR DIESEL


A. injektor pada motor diesel
Injector Salah satu komponen utama dalam sistem bahan bakar diesel di antarnya
adalah Injector atau pengabut atau Nozle. Injector berfungsi untuk menghantarkan bahan
bakar diesel dariinjection pump ke dalam silinder pada setiap akhir langkah kompresi dimana
torak (piston) mendekati posisi TMA. Injector yang dirancang sedemikian rupa merubah
tekanan bahan bakar dari injection pump yang bertekanan tinggi untuk membentuk kabut
yang bertekanan antara 60 sampai 200 kg/cm, tekanan ini mengakibatkan peningkatan suhu
pembakaran didalam silinder meningkat menjadi 600C. Tekanan udara dalam bentuk kabut
melaui Injector ini hanya berlangsung satu kali pada setiap siklusnya yakni pada setiap akhir
langkah kompresi saja sehingga setelah sekali penyemprotan dalam kapasitas tertentu dimana
kondisi pengabutan yang sempurna maka injector yang dilengkapi dengan jarum yang
berfungsi untuk menutup atau membuka saluran injectror ini sehingga kelebihan bahan bakar
yang tidak mengabut akan dialirkan kembali kebagian lain atau ke tangki bahan bakar
sebagai kelebihan aliran (overflow).
Untuk menyempurnakan fungsi injector ini maka injektor akan kita temukan dalam
beberapa jenis, tentu saja dengan karakteristik yang berbeda antara lain terdiri atas (Single
hole) dan injetor berlubang banyak (multi hole). Injector model pin atau trotle, injeKtor ini
terdapat dalam model trotle dan model pintle. Macam-macam injektor seperti disebutkan
diatas dengan sifat pengabutan dan karakteristik yang berbeda maka pemilihan untuk fungsi
pemakaiannya juga berbeda yang bergantung pada proses pembakarannya dan proses
pembakaran ini ditentukan oleh bentuk ruang bakarnya, untuk sifat-sifat injector ini antara
lain adalah seperti berikut Injector berlubang satu (Single hole) proses pengabutannya sangat
baik akan tetapi mememrlkukan tekanan injektion pump yang tinggi.
Demikian halnya dengan Injektor berlubang banyak (multi hole) pengabutannya
sangat

baik.

Injector

ini

sangat

tepat

digunakan

pada direct

injection (injeksi

langsung).Injektor dengan model pin, injektor model pin ini model trotle maupunmodel
pintle lebih

tepat

digunakan

pada

motor

diesel

dengan

ruang

bakar

yang

memiliki combustion chamber, kamar muka maupun kamar pusar (turbulen) dan Type
Lanova.
Injektor pada motor diesel berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam
selinder pada akhir langkah konpresi saat piston berada pada 14 sebelum TMA, pada
langkah ini nozzle ( bagian injektor ) menyemprotkan bahan bakar dalam bentuk kabut
sempurnya secara kontyniu dan teratur sesuai mekhanisme katup. Injektor di dalam
mekhanismenya di bantu oleh komponen komponen penunjang agar memaksimalkan
kinerja dari injektor di dalam mengabutkan bahan bakar.

Gambar 1. Komponen-komponen injector dan penepatannya


a. Nozzle adalalah klep yang digunakan menyemprotkan bahan bakar ke dalam cylinder dalam
bentuk kabut, sehingga bahan bakar dapat tercampur dengan udara secara merata ( homogen )
dan mudah terbakar.
b. Jenis jenis nozzle :
1. Capsule type nozzle di pergunakan pada precombution camber ( PC ) dan direct injektion
engine ( DI ), nozzle jenis ini tidak dapat di perbaiki atau di stel, jadi apabila ada kerusakan
nozzle harus diganti dengan yang baru.
2. Pencyl tipe nozzle yang dipergunakan pada direc injektion engine ( DI ) , nozzle jenis ini ada
yang dapat di perbaiki dan ada juga yang tidak dapat diperbaiki.
c.

Tipe Injection Nozzle dapat diklasifikasikan :

1) Hole type :
a) Single hole
b) Multiple hole
2) Pin type :
a) Throttle.
b) Pintle

B. Jenis jenis injektor yang sering digunakan pada motor diesel menurut waktu
penginjeksian bahan bakar
Injektor dalam penggunaannya pada motor diesel terdiri dari berbagai jenis yaitu
injektor langsung dam injektor tidak langsung.Dari segi pemakaian kedua jenis injektor ini
sering digunakan pada kendaraan karena keduanya memiliki kekurangan serta kelebihan
masing masing.Adapun perbedaan antara injektor langsung dan tidak langsung adalah :
1. Injektor jenis tidak langsung ( precombution camber PC )
Pada sistem ini bahan bakar tidak langsung disemprotkan langsung ke dalam cylinder ( ruang
bakar utama ), melainkan terlebih dahulu melalui suatu kamar muka atau precombution
camber ( PC ), sehingga proses pembakaran terjadi secara menjalar ke ruang bakar utama.
Gambar : injeksi tidak langsung ( precombution camber PC )
2. injeksi langsung ( direct injeksion DI )
Injeksi langsung pada motor diesel cara kerjanya adalah nozzle menyemprotkan baha n bakar
dalam bentuk kabut ke dalam selinder ( ruang bakar ) sehingga proses pembakaran terjadi
secara serempak.
Gambar : injeksi langsung ( direct injeksion )
Kelebihan kelebihan injeksi langsung (direct injeksion ) dengan injeksi tidak langsung
(precombution) :
a.

Untuk precombution pembakaran lebih sempurna , sedangkan direct injektion pemakaian


bahan bakar lebih hemat.

b. precombution umur komponen utama lebih panjang, pada direct injektion engine response
( percepatan ) lebih baik.
c.

Pada precombution nozzle tidak cepat kotor atau buntu, untuk direct injektion engine lebih
mudah dihidupkan.

d. Precombution lebih ramah lingkungan, karena tingkat polusi udara lebih rendah , padadirect
injektion kapasitas alat pendingin lebih kecil.
e.

Pada precombution kemungkinan pemakaian bahan bakar yang lebih berat ( energi lebih
besar ) sedangkan pada direct injetion horse power lebih besar.

C. Cara Kerja Injector

1.

Sebelum Penginjeksian
Bahan bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksimelalui oil passage menuju
oil pool pada bagian bawah nozzle body.

2. Penginjeksian Bahan Bakar


Bila tekanan pada oil pool naik, ini akan menekan permukaan nozzle needle.Bila tekanan ini
melebihi tegengan pegas,maka nozzle needle terdorong keatas dan menyebabkan nozzle
menyemprotkan bahan bakar.
3.

Akhir Penginjeksian
Bila pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar,tekanan bahan bakar turun dan pressure
spring

mengembalikan

nozzle

needle

keposisi

semula

(menutup

saluran

bahan

bakar).Sebagian bahan bakar yang tersisa antara nozzle needle dan nozle body,melumasi
semua komponen dan kembali ke over flow pipe.
D. Proses Pengabutan Bahan Bakar pada Injector
Proses pengabutan bahan bakar diesel melalui injektor ini diperlukan agar terjadi proses
pembakaran yang sempurna didalam silinder, kendati pada motor diesel ini pembakaran
diberikan melalui panas yang dihasilkan oleh pemampatan udara luar namun nyala api tidak
akan terjadi tanpa adanya penambahan oksigen. Oleh karena itu, dalam proses pengabutan ini
pada dasarnya adalah mencampur bahan bakar dengan oksigen, untuk itu proses pengabutan
untuk memperoleh gas bahan bakar yang sempurna pada injector dapat dilakukan dengan tiga
sistem pengabutan yaitu :
1) Pengabutan Udara
Proses pengabutan udara terjadi pada saat bahan bakar yang bertekanan 60 sampai 85 kg/cm
mengakibatkan tekanan pada rumah pengabut sebesar 60 kg/cm yang selalu berhubungan
langsung dengan tabung udara dengan tekanan bahan bakar dari pompa mencapai 70 kg/cm
pada Volume tertentu akan tertampung pada cincin pembagi dari pengabut tersebut. Tekanan
bahan bakar dari pompa tadi juga akan mengangkat jarum pengabut dengan demikian, udara
yang bertekanan tadi akan mengalir bersama bahan bakar melalui lubang-lubang halus pada
cincin pembagi sehingga membentuk gas bahan bakar dan masuk kedalam silinder. Gas
bahan bakar yang terbentuk karena proses persenyawaan antara udara dengan bahan bakar
maka akan sangat mudah terbakar bila berhubungan dengan udara panas dan bertekanan
tinggi. Dengan plunger pompa injeksi yang digerakan oleh poros bubungan dan distel
sedemikian rupa maka pengabutan hanya terjadi pada akhir kompresi.
2) Pengabutan Tekan

Pada proses pengabut tekan ini saluran bahan bakar dan ruangan dalam rumah pengabut
harus selalu terisi penuh oleh bahan bakar, dengan jarum pengabut yang tertekan oleh pegas
sehingga saluran akan tertutup. Namun ketika bahan bakar dari injection pump yang
beterkanan 250 kg/Cm mengalir kebagian takikan jarum pengabut, pengabut akan tertekan
keatas sehingga saluran akan terbuka. Dengan demikian, bahan bakar akan terdesak melalui
celah di antara jarum pengabut dalam bentuk gas. Untuk memperoleh proses pembakaran
yang sempurna didalam silinder maka proses pemampatan udara di dalam silinder diusahakan
menghasilkan turbulensi udara.
3) Pengabutan Gas
Pengabut ini dikonstruksi sedemikisn rups dengan komponen-komponen yang terdiri atas
rumah poengabut, katup dan bak pengabut yang ditempatkan di bagian bawah dari pengabut
dan berada di dalam ruang bakar. Dalam proses pengabutan ini bahan bakar telah berada
dalam keadaan bertekanan tinggi dan katup injeksi sudah terbuka sejak langkah pengisapan
oleh torak dan pada kondisi demikan ini sebagian bahan bakar telah menetes ke bak
pengabut yang di bagian sisinya terdapat lubang-lubang kecil. Keadaan ini akan
mengakibatkan motor menjadi sangat panas sehingga bahan bakar tadi akan berubah menjadi
kabut. Pada akhir langkah kompresi udara yang bertekanan akan menerobos masuk ke bak
pengabut tersebut melalui lubang-lubang kecil dari bak pengabut tersebut dan mengakibatkan
letusan Namun hal ini tidak cukup membakar bahan bakar secara keseluruhan kartena tidak
cukup oksigen sehingga sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan keluar masuk didalam
ruang bakar dan terbakar pada ruangan ini, oleh kerena itu pada sisitem pengabutan ini askan
terjadi dua kali proses pembakaran yaitu proses pembakaran mula dan prose pembakaran
yang sebenarnya, kendati sistem ini jarang digunakan namun proses pengabutan dengan gan
ini dapat menghasilkan kabut bahan bakar yang memenuhi syarat dalam kebutuhan proses
pembakaran.

E. Bentuk bentuk pengabutan pada injektor


Di dalam menyemprotkan bahan bakar, nozzle memiliki bentuk bentuk penyemprotan
bahan bakar , bentuk penyemprotan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas campuran bahan

bakar di dalam selinder.Di bawah ini akan dijelaskan mengenai bentuk penyemprotan nozzle
serta pengaruhnya terhadap pembakaran.
Gambar : bentuk bentuk penyemprotan pada nozzle.
Keterangan :
a) Pada gambar a terlihat tidak terjadi penyemprotan pada nozzle dan ini menandakan bahwa
terjadi penyumbatan pada nozzle nedle. Keadaan ini apabila dibiarkan akan menimbulkan
kerugian serta efek samping terhadap mesin. Nozzle yang tersumbat akan mengakibatkan
tidak adanya bahan bakar yanga disalurkan ke dalam selinder, ini akan mengakibatkan mesin
akan pincang dan tenaga akan berkurang bila nozzle yang tersumbat hanya satu buah.
b) Sedangkan pada gambar b terlihat penyemprotan nozzle tidak sempurna karena pengabutan
hanya berpusat pada satu titik saja dan keadaan ini mengakibatkan pembakaran tidaklah
sempurna karena bahan bakar yang dikabutkan tidak terkabut secara sempurna dan
pemakaian bahan bakar alan boros dan asap pada kenalpot akan tebal dan berwarna putih.
c) Pada gambar c terlihat pengabutan yang sempurna dimana pengabutannya menyebar dan
tidak berpusat pada satu titik . Pengabutan yang baik membentuk sudut pengabutan dengan
sudut 14 .
Pengabutan yang sempurna akan menghasilkan pembakaran yang sempurna dan pembakaran
yang sempurna akan menngkatkan efisiensi mesin. Diameter nozzle akan mempengaruhi
tekanan pengabutan tekanan pengabutan yang baik tergantug dari spesifikasi motor diesel.
F. Pelindung panas untuk nozzle
Pelindung panas pada nozzle berfungsi untuk melindungi nozzle dari temperatur yang tinggi,
temperatur yang tinggi akan mempengaruhi kinerja dari nozzle karena dengan temperatur
yang tinggi akan menyebabkan berubahnya bentuk dan fisik nozzle itu sendiri. Melihat dari
kondisi di atas maka para insinyur mulai mengembangkan pendingin nozzle yang berfungsi
untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat temperatur yang tinggi.Di bawah ini akan
dijelaska jenis jenis pendingin pada nozzle yang banyak digunakan dewasa ini pada motor
diesel.
1.

Pelindung panas nozzle jenis pintel dan trotle


Jenis pelindung nozzle pintel dan trothle dengan cara meletakkan / menyisipkan plat di antara
mur penahan dan kepala nozzle. Tujuan diletakkannya plat ini adalah sebagai sirip pendingin
yang gunanya untuk membuang panas ke udara, dengan begitu permukaan nozzle yang
menerima panas lebih sedikit.

keterangan gambar :
1. nozzle
2. Mur penahan
3. Plat pelindung panas
4. kepala nozzle

2. Pelindung panas nozzle jenis lubang


Pelindung panas ini digunakan pada nozzle jenis kubang banyak dan langsung dipasang pada
badan nozzle. Dengan pemasangan pelindung panas ini temperatur nozzle dapat berkurang
hingga 40 c pelindung panas ini dibuat dari bahan bebas karat yaitu tembaga dan kuningan

Gambar : pendingin nozzle


keterangan gambar :
1. Nozle lubang banyak
2. Mur penahan nozzle
3. Ring / perapat
4. Pelindung panas
5. Kepala nozzle

G. Katup penyalur pada nozzle


Katup penyalur pada nozzle merupakan suatu bagian dari injrktor yang berfungsi untuk
menyalurkan bahan bakar yang akan dikabutkan .
Fungsi dari katup penyalur :
Memisahkan hubungan solar antara pipa tekanan tinggi dengan ruang tekan pada pompa
injeksi pada waktu alur pengontrol membuka lubang pemberi.
Menurunkan tekanan solar setelah torak pembebas menutup saluran solar sehingga dapat
mencegah tetesan solar pada nozel (pada akhir penyemprotan).
Mempertahankan supaya didalam pipa tekanan tinggi selalu terisi solar.
gambar : Katup penyalur

H. Spuyer pembalik aliran


Spuyer pembalik aliran merupakan fungsi dari bagian nozzle yang berfungsi untuk pembalik
aliran ketika aliran / jumlah bahan bakar yang akan dikabutkan melebihi standard.
Fungsi dari spuyer pembalik aliran :
Menghindari terjadinya kelapukan/keausan pada sistem tekanan yang tinggi yang disebabkan
oleh kecepatan aliran solar.
Kelapukan/keausan dapat terjadi pada elemen pompa dan nozel pada saat langkah efektif
berakhir yang disebabkan oleh getaran solar yang masih mempunyai tekanan tinggi.
Tidak semua motor diesel mempunyai spuyer peredam aliran seperti ini (hanya dipakai pada
motor diesel ukuran besar).
Gambar : spuyer pembalik aliran.
I.

Pemeriksaan serta penyetelan injektor


Penyetelan injektor sangat erat sekali hubungannya dengan sempurna atau tidaknya
pembakaran karena menyangkut hubungan dengan homogenisasi campuran bahanbakar dan
udara.

1. Melakukan pemeriksan tes kebocoran pada injektor


Melakukan tes pemeriksan kebocoran pada injektor dengan cara sebagai berikut :
Letakkan / pasangkan injektor pada dudukan yang telah di sediakan pada injektor tester.
Kemudian kuatkan dudukan injekor pada posisinya agar pada saat pengetesan injektor
tidakterlepas.
Setelah itu kemudian hidupkan injektor tester.
Tekan hendle injektor tester sampai jarum manometer menunjukkan angka pada tekanan 80
kg/cm .
Biarkan injektor selama 5 menit baru kemudian lakukan pengetesan dengan cara menempelkan
nozzle ke tangan dan periksa kebocoran solar. Apabila tangan basah karena solar berarti ada
kebocoran pada ijektor dan sebaliknya.
Gambar : melakukan pengetesan kebocoran pada injektor.
Gambar : ijektor tester
2. Melakukan tes tekanan penyemprotan injektor
Melakukan tes tekanan penyemprotan bertujuan untuk memastikan berapa tekanan yang di
hasilkan injektor. Besarnya tekanan sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan pembakaran
serta bentuk penyemprotan.

Melakukan tes pemeriksan kebocoran pada injektor dengan cara sebagai berikut :
Letakkan injektor pada posisi yang telah disediakan pada injektor tester.
Kemudian tekan handl/ tuas pda injektor tester dengan durasi tiap tekanan 1 detik dengan
banyak tekanan 15 kali tekanan.
Setelah itu lihat besarnya tekanan pada manometer , kemudian bandingkan hasil tekanan
dengan sepesifikasi tekanan dengan limit tekanan 120-150 kg/cm untuk engine mitshubishi
L 300.
Apabila tekanan melebihi spesifikasi lakuan pengurangan shim pada nozzle karena shim
dengan ketebalan 0.1 mm akan mengurangi tekanan sebesar 10 kg/cm . Dan sebaliknya
apbila tekanan penyemprotan kurang dari spesifikasi hal yang harus dilakukan adaah dengan
cara penmbahan shim pada injektor sesuai dengan ketentuan di atas.
gambar : melakukan tes tekanan penyemprotan.
Warning : sewaktu bekerja dengan nozzle tester, jangan mengarahkan semprotan kebagian
tubuh mekanik. Semprotan nozzle dapat masuk ke aliran darah sehingga dapat menimbulkan
keracunan pada darah.
3. Lakukan pemeriksaan bentuk penyemprotan
Langkah langkah melakukan tes bentuk penyemprotan :
Pasang injektor pada tester tidak perlu kuat- kuat / longgarkan saja.
Kemudian lakukan pembangan udarayang ada pada saluran tester, dengan menggerakkan
handle sampai solar ke luar pada sambungan pipa.
Kemudian tutup kran saluran tekan ke mnometer, lakukan pengetesan bentuk penyemprotan
dengan menekan handle selama 15 kali teknan dan durasi tekanan selama 1 detik dengan kuat
dan epat.
Kemudian lakukan tes pemeriksaan bentuk penyemprotan
Bentuk penyemprotan sangat erat sekali hubungannya dengan proses pembakaran karena
bentuk penyemprotan yang baik akan menghasilkan atomisasi pengabutan empurna
sedangkan bentuk pengabutan yang tidak baik akan mempengaruhi atomisasi pengabutan,
oleh sebab itu bentuk penyemprotan juga wajib diperhatikan.
Langkah-langkah pemeriksaan hasil penyemprotan :
v Pasang injektor pada injektor tester kemudian tekan handle tester secara penuh selama 15 kali
tekanan, dan amati bentuk penyemprotan.
v Indikator bentuk penyemprotan :

gambar : bentuk bentuk penyemprotan pada injector


Keterangan :
a) gambar A bentuk penyemprotan tidak baik karena penyemprotannya pendek dan menyebar.
b) Gambar B bentuk penyemprotan kurang baik karena sudut penyemprotannya lebih lebar dan
juga pendek.
c) Gambar C bentuk penyemprotan baik hanya saja penyemprotannya tidak lurus.
d) Gambar D bentuk penyemprotan yang di harapkan karena sudut penyemprotan membentuk
sudut 14 dan arah penyemprotan juga lurus.
gambar : pengetesan bentuk penyemprotan pada injector
4. Pembongkaran dan penyetelan injektor
Bila salah satu tes yang dilakukan hasilnya tidak memuaskan , lepas injektor pada tester
kemudian jepit injektor pada ragum dengan alas penjepit alumunium dan bongkar bagian
bagian injektor.

Gambar : bagian bagian injektor


Keterangan:
1. Nut
2. Gasket
3. Nozzle holder
4. Shim
5. Preasure spring
6. Retaining pin
7. Distance spase
8. Nozzle pin
9. Retaining nut

Kemudian bersihkan semua komponen menggunakan injektor cleaner


Gambar : membersihkan injektor menggunakan injekror cleaner.

Setelah melakukan pembersihan komponen menggunakan solar, kemudian lakukan tes luncur
jarum pada nozzle pin dan bodynya. Jarum harus meluncur pelan pelan dengan sendirinya.
Kemudian lakukan penyetelan tekanan penyemprotn dengan cara mengurangi ataupun
menambah tebal shim. Perbedaan tebal 0.04 mm akan merubah tekanan penyemprotan 4 bar,
atau menambahkan shim dengan tebal 0.1 mm akan menambah tekanan sebesar 10 kg/cm .
Setelah semua penyetelan tekanan penyemprotan selesai dan hasil tes menunjukkan tekanan
penyemprotan sudah sama dengan standard , kemudian pasang injektor pada mesin.
Terakhir hidupkan mesin dan lakukan pembuangan angin palsu pada injektor saat mesin mati
dan saat nesin hidup.
Gambar : membuang angin palsu ( membleding ) pada injektor.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan di atas , maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada kendaran motor diesel, mekanisme sistim pengabutan bahan bakar sangat penting
dijaga kondisinya agar maksimalnya proses pembakaran serta homogenisasi pembakaran.
2. Injektor yang baik pada motor diesel dapat memaksimalkan kinerja serta perfomani
kendaraan di lapangan.
3. Perawatan pada injektor sangat mudah bila dilakukan perawatan secara berkala.
B. Saran
1. Bagi teknisi kendaraan, bagian maintenence dealer dan masyarakat secara umum hendaknya
memperhatikan kondisi serta keadaan mekhanisme sisitim pengabutan pada kendaraan
( khusus untuk motor diesel ) , terutama bila terjadi gejala- gejala yang tidak normal pada
mesin dan
tebalnya asap kendaraan yang menandakan adanya ketidak beresan pada pembakaran. Hal ini
juga berhubungan dengan kurangnya perawatan secara berkala pada kendaraan serta tidak
maksimalnya kinerja sistim penyemprotan bahan bakar pada kendaraan akan merugikan
pengendara sendiri. Jadi, diharapkan agar perawatan serta pemerisaan sisitim pengabutan
dilaksanakan sesuai dengan Standard Operation Prosedur ( SOP ) masing masing
kendaraan.
2. Mudah- mudahan makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai
pemeriksaan serta penyetelan sisitim pengabutan bahan bakar ( injektor system ) pada
kendaraan.
3. Harapan penulis makalah ini dapat menjadi sumber rujukan dan pedoman dalam melakukan
service dan reparasi injektor pada kendaraan nantinya.

DAFTAR PUSTAKA
Budi santoso , 1989 Teknis Praktis Sevise Motor Diesel . Surabaya :Karya Anda
Basic Engine System for Heavy Equipment , 1999 . Perawang : Repair Centre
PT.INDAH KIAT PULP DAN PAPER CORP, repair centre, 1991 Dasar dasar Motor
Diesel
Grotamsil purba , 1991 Trouble Shooting For Diesel . Perawang : Repair Centre Dept.
Heavy Equipment