SUARA PERTANIAN KALIMANTAN

No. 01 | MARET 2010

Kalbar Bebas AI?
CAKRAWALA
sang naga kebanjiran telur

Mengapa

LAHAN
perbaiki kesuburan dengan pupuk alami

2

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

TOPIK

Jangan Terlena!
“Penanganan Flu Burung diserahkan kembali kepada masing-masing provinsi – berarti menjadi pekerjaan rutin. Biasanya yang namanya ‘rutin’ itu sering membuat terlena. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini, saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kalbar; jangan terlena!”

“Malam ini Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA dan rombongan hadir di tengah-tengah NLWD XQWXN PHQ\HUDKNDQ 6HUWLÀNDW Bebas Flu Burung.” Demikian laporan Drh. Abdul Manaf Mustafa yang disambut tepuk tangan dari 500 undangan yang hadir memadati Function Hall – Hotel Kapuas Palace di Pontianak, 25 Januari 2010 lalu. Selanjutnya Kepala Dinas Peternakan dan Kehewanan Provinsi Kalbar yang sekaligus Pembina Assosiasi Agribisnis Perunggasan (AAP) Kalbar ini memohon kepada Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH untuk berkenan mengukuhkan Kepengurusan AAP Kalbar Masa Bakti 2010 – 2014. Prosesi pengukuhan Pengurus AAP Kalbar oleh Gubernur berjalan khidmat,

GLWHUXVNDQ SHQ\HUDKDQ 6HUWLÀNDW Bebas Flu Burung dari Mentan Pertanian kepada Gubernur Kalbar. “Setelah Menteri Pertanian menyerahkan surat keputusan tersebut, maka Provinsi Kalbar merupakan provinsi yang pertama yang berhasil mengatasi Flu %XUXQJ DWDX $YLDQ LQÁXHQ]D secara sistematis, terukur hingga terbebas. Ini bisa menjadi titik awal bagi proses pembebasan Flu Burung bagi provinsi atau wilayah lainnya di Indonesia,” ujar Ketua Pelaksana Harian Komnas Flu Burung Dr. Bayu Krisnamurti yang juga Wakil Mentan dalam sambutannya “Maret 2010 tugas Komnas Flu Burung sebagai ‘komando’ penanganan Flu Burung secara Nasional, berakhir. Penanganan

Flu Burung diserahkan kembali kepada masing-masing provinsi – berarti menjadi pekerjaan rutin. Biasanya yang namanya ‘rutin’ itu sering membuat terlena. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini, saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kalbar; jangan terlena! Meraih status Bebas Flu Burung sangatlah sulit, butuh keseriusan dan konsistensi. Tapi yang lebih sulit lagi adalah mempertahankan, agar Kalbar tetap terjaga dan WHWDS EHEDV ÁX EXUXQJµ SHVDQ Bayu. Sadar agar tugas berat menghadang di depan mata, Gubernur Kalbar mengingatkan apararaturnya, Assosiasi, dan masyarakat Kalbar untuk bekerja lebih keras lagi. Luas Kalbar ini 1,5 kali P. Jawa, kalau hanya mengandalkan petugas Pemda

tidak akan mampu. Partisipasi masyarakat lebih kita harapkan; mudah saja -- kalau ada kasus segera melapor. Kemudian Assosiasi hendaknya lebih proaktif ikut menjaga lalu lintas perdagangan ternak, khususnya pasokan-pasokan komoditi unggas seperti parent stock, bibit ayam petelur komersial, ayam arab, puyuh, itik dan daging ayam beku yang selama ini dipasok dari luar Kalbar. “Kemudian kepada Pemda di tingkat provinsi dan kabupaten, mohon dianggarkan penanganan ÁX EXUXQJ ² MDQJDQ VDPSDL OXSD -- karena tadi sudah diingatkan EDKZD SHQDQJDQDQ ÁX EXUXQJ tidak ditangani pusat lagi (Komnas Flu Burung – red),” ucap Cornelis kepada segenap pimpinan daerah yang turut hadir pada malam itu,

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

1

TOPIK
Drh. Abdul Manaf Mustafa

Drs. Cornelis, MH menerima 6HUWLÀNDW Bebas Flu Burung dari Mentan, Ir. H. Suswono, MMA

Dr. Bayu Krisnamurti (kanan): “Pokoknya, Pak, kalau AI berusaha masuk sini, tak gebuk!” Ir. H. Suswono, MMA (kiri): “Mmm, perlu saya sediakan pentungan?”

Tampak Wakil Gubernur, Muspida, Bupati dan Walikota se- Kalbar serta para kepala instansi teknis. Menteri Pertanian menyambut gembira atas prestasi yang diraih Kalimantan Barat dalam membebaskan wilayahnya GDUL ZDEDK ÁX EXUXQJ “Sesungguhnya ada instrument membebaskan suatu wilayah

menjadi status bebas Flu Burung,Yang pertama seperti yang dilakukan Kalbar yakni dengan surveillans (pengecekan dan pengetesan darah pada beberapa sektor secara periodik). Yang kedua adalah secara Kompartementalisasi – auditing plus surveillans suatu peternakan/ kompartemen berikut kawasannya ]RQLQJ  'HNODUDVL .DOEDU

Bebas Flu Burung diharapkan menjadi momentum awal proses pembebasan suatu kawasan/pulau dan seluruh wilayah Indonesia secara bertahap, sistematis dan terukur.” tegas Suswono dalam sambutannya Menutup rangkaian acara pada malam itu digelar Pencerahan Agribisnis dengan mengambil

tema : “Strategi Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian” dengan narasumber Dr. Ir. Arif Daryanto, M.Ec. – Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB (MB IPB), dan moderator Dr. Desianto B. Utono – Ketua MIPI (Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia).

AD 1/2 HALAMAN (194x 120)mm

2

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

DARI REDAKSI

Dua Kali dalam Sebulan Kunjungan Mentan ke Kalbar
Pada 25 – 27 Januari 2010 Menteri Pertanian RI Ir. H. Suswono, MMA, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. Beberapa kegiatan dalam tiga hari itu, antara ODLQ PHQ\HUDKNDQ VHUWLÀNDW EHEDV ÁX EXUXQJ XQWXN .DOEDU PHUHVmikan pabrik pakan ternak, panen padi usaha pertanian pondok pesantren, meninjau pusat pelatihan pertanian pedesaan dan pabrik pupuk organik berbahan dasar kotoran ayam, serta meninjau kegiatan karantina pertanian di perbatasan Entikong. Kemudian pada 20 Pebruari 2010 Mentan yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini kembali datang ke Pontianak memenuhi undangan koleganya di Komisi IV DPR RI dulu yang punya hajat mantu pada 20 Pebruari 2010 lalu. Setelah menghadiri hajatan itu, Mentan berkenan bertemu dengan pelaku agribisnis yang tergabung dalam asosiasi-asosiasi dan lembaga swadaya masyarakat bidang pertanian. Pertemuan yang dikoordinir oleh Dinas Pertanian dan Dinas Petenakan Provinsi Kalbar ini benar-benar menjadi ajang silaturahmi masyarakat pertanian Kalbar dengan Bapak Menteri-nya. Kedatangan dua kali dalam tempo kurang dari satu bulan ini memberi kesan mendalam bagi pelaku agribisnis Kalbar. SemanMenteri Pertanian RI Ir. H. Suswono, MMA menyalami pelaku agribisnis yang tergabung dalam asosiasi dan lembaga swadaya masyarakat bidang pertanian dalam silaturahmi di Hotel Mercure Pontianak, 20 Pebruari 2010.

gat kemandirian pangan yang didengungkan, bahkan peluang bagi Indonesia untuk tampil dalam kancah penyedia pangan dunia, semakin bergaung kuat. Bagi Kalbar sendiri, yang sejumlah kebutuhan pokok hidup warganya masih banyak dikirim dari luar pulau, dorongan itu tidak hanya sekedar motivasi, tapi pemacu agar lebih giat lagi untuk menuju mandiri. Karena tidak ada alasan penghalang bagi Kalbar untuk meningkatkan produksi bahan pangan -- karbohidrat maupun protein. Cara pandang melihat kecukupan pangan adalah swasembada beras (karbohidrat) juga harus diubah oleh seluruh pelaku pertanian mulai dari pejabat birokrat , akademisi maupun praktisi. ”Bahkan kecukupan karbohidrat harus WHUMDGL GLYHUVLÀNDVL -DQJDQ KDQ\D

beras, banyak tanaman-tanaman yang tumbuh subur di Bumi Pertiwi sebagai sumber karbohidrat,” pesan Pak Menteri. ”Sudah saatnya kecukupan pangan protein (hewani dan nabati) menjadi standar hidup rakyat Indonesia sebagainama warga negara maju.” lanjutnya. Bila Papua persisnya Merauke dipersiapkan menjadi ’Food Estate’ yang berbasis karbohidrat, Kalimantan khususnya Kalbar sesungguhnya telah mempersiapkan diri menjadi ’Food Estate’ berbasis protein hewani. Protein hewani yang terjangkau dan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat luas adalah daging ayam dan telur. Kedua komoditi di atas, terbukti dapat dipenuhi oleh peternakan ayam ras. Saat ini di Kalbar ada empat breeding farm yang mampu menyediakan 2 juta

ekor anak ayam ras tipe pedaging per bulan. Peternakan ayam ras petelur dengan populasi 2,7 juta ekor. Pabrik pakan ternak baru saja diresmikan Mentan. Tinggal pemotongan dan industri pengolahan daging ayam yang belum ada, sehingga hal ini menjadi alasan bagi pengusaha restoran cepat saji di Kalbar untuk membeli daging ayam beku di Jawa. Akan tetapi dengan pengalaman ’over supply’ Nasional komoditi unggas di akhir tahun 2009 hingga awal 2010 yang berimbas ke Kalbar, semakin mendorong pelaku agribisnis ayam ras Kalbar untuk segera membangun rumah pemotongan ayam dan cold storage yang juga berfungsi sebagai pengaman harga bila kelebihan pasokan. Semoga segera terlaksana. Salam

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI TOPIK Jangan Terlena! Mengapa Kalbar Bebas AI? Lapor Penyelundupan Telur ke Polda 3

LAHAN Perbaiki Kesuburan dengan Pupuk Alami ALBUM Kunjungan Kerja Mentan Pengukuhan AAP Kalbar Susunan Pengurus AAP Kalbar 2010-2014

PRAKTIS Khasiat Kosarin 7 HORTIKULTURA Berburu Anggrek Langka 10 11 12 CAKRAWALA Sang Naga Kebanjiran Jagung Box: Sigkawang = Sing Kwang?

13

ANEKA SATWA Buaya PenungguKandang Ayam

20

14

1 4 6

16 18

SUSUNAN TIM AGROBORNEO Pendiri: S. Sudjono Anggie, Ir. Bambang Mulyantono Pemimpin Umum/Pemimpin R d k i Ir. Bambang Mulyantono i Redaksi: I B b M l Staf Ahli: Suma Ruslian, Se. Mm ; Drh. Nengah Suardana, Sinambela …. Periklanan: Tri Wahyuni Sirkulasi: Suryaman Artistik/Produksi: Rachman Nurwanto Alamat Redaksi & Bisnis: Jl. Jenderal Ahmad Yani, Komplek Ruko A.Yani Sentral Bisnis Blok B No 37-38 Pontianak - Kalbar

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

3

TOPIK

AI di propinsi ini mewabah tahun 2004 yang mengakibatkan kematian ayam di dua kabupaten/kota yaitu Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang menimbulkan kematian pada ayam broiler. Kematian broiler di propinsi yang memiliki luas lebih besar dari Pulau Jawa ini mencapai 20.800 ekor (72%) dari 28.800 ekor yang ada di 2 kabupaten/kota.

Sulaxono Hadi
Penulis adalah Kepala BPPV Regional V Banjarbaru – Kalimantan Selatan.

Kalbar Bebas AI?
Sulaxono Hadi
4

Mengapa

Badan Kesehatan Hewan Dunia telah mengambil keputusan dalam mengevaluasi kondisi penyakit KHZDQ GDUL VHPXOD ´FRXQWU\ EDVHµ PHQMDGL ´]RQH EDVHµ %DJLDQ GDUL VXDWX QHJDUD \DQJ GLVHEXW ]RQD dapat dinyatakan tertular atau sebaliknya dapat dinyatakan bebas dari penyakit hewan menular. Zona GLGHÀQLVLNDQ VHEDJDL EDJLDQ GDUL VXDWX QHJDUD \DQJ memiliki batas-batas alam atau batas administrasi yang jelas. Berdasar dari pengertian tersebut maka, propinsi atau satu pulau dapat dikatagorikan sebagai VXDWX ]RQD .RQGLVL GHPLNLDQ VHEHQDUQ\D VDQJDW menguntungkan Indonesia dalam mengevaluasi status penyakit menular, yang bersifat menular, strategis DWDX ]RRQRVLV VHSHUWL KDOQ\D GHQJDQ $YLDQ ,QÁXHQ]D (AI). Upaya pengendalian HPAI melalui berbagai cara, monitoring, surveilans, bioskuriti, desinfeksi, eradikasi, dan vaksinasi telah dilakukan di seluruh daerah tertular di Indonesia. Evaluasi terpadu dari VDWX ]RQD NH ]RQD ODLQ SHUOX PHQGDSDW NDMLDQ ROHK pemerintah untuk menilai tolok ukur keberhasilan dalam pengendalian AI, disamping untuk kepentingan lain eksportasi.

Pengendalian AI Kalimantan Barat Sebagaimana propinsi lain, serangan HPAI juga masuk ke Kalimantan Barat. AI di propinsi ini mewabah tahun 2004 yang mengakibatkan kematian ayam di dua kabupaten/kota yaitu Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang menimbulkan kematian pada ayam broiler. Kematian broiler di propinsi yang memiliki luas lebih besar dari Pulau Jawa ini mencapai 20.800 ekor (72%) dari 28.800 ekor yang ada di 2 kabupaten/kota. Total populasi broiler di Kalimantan Barat mencapai 13.939.332 ekor, sedangkan layer 2.930.905 ekor dan buras 4.628.849 ekor serta itik 439.306 ekor. Pengendalian AI di Kalimantan Barat dilakukan dengan pemusnahan ayam pada kandang terserang, desinfeksi dan vaksinasi pada sektor 4.Vaksinasi juga dilakukan pada sektor 2 dan 1. Kalimantan Barat memiliki 3 breeding farm broiler. Sedangkan bibit ayam ras layer masih tergantung dari propinsi lain, Jawa Barat. Total desinfektan yang digunakan di lapangan 792 liter untuk 7 kabupaten/kota.Vaksin AI yang digunakan dalam periode tahun 2004-2006 sebanyak 3.594.140 dosis untuk sektor 4, sedangkan sektor 1 dan 2 sebanyak 2.295.000 dosis. Hal lain yang dilakukan oleh Propinsi Kalimantan Barat adalah pengawasan secara ketat terhadap media pembawa virus AI yang berasal dari propinsi lain bekerja sama dengan pihak Karantina Pertanian.

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

TOPIK

Sistem surveilans AI di Kalbar Surveilans merupakan salah satu hal yang penting dalam pengendalian AI di Kalimantan Barat. Surveilans merupakan rangkaian kegiatan monitoring disertai dengan tindakan pengendalian. Monitoring dan deteksi dini perkembangan penyakit AI dilakukan oleh PDSR, Lab. Keswan Propinsi, FKH-IPB dan BPPV Regional V Banjarbaru. Studi serosurveilans telah dilakukan oleh FKH-IPB di Kalimantan Barat merupakan salah satu dasar pertimbangan ilmiah yang digunakan Komisi Ahli Kesehatan Hewan Ditjennak, yang diketuai oleh DR. Drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS dalam mempertimbangan Kalimantan Barat untuk direkomendasikan VHEDJDL ]RQD EHEDV GDUL +3$, Disamping itu, hal yang tidak kalah pentingnya adalah hasil surveilans yang dilakukan oleh Lab. Keswan Provinsi dan BPPV Regional V Banjarbaru dalam selang waktu 2005-2009. Berdasarkan penelusuran dan surveilans yang disertai pengujian secara virology terutama oleh BPPV Regional V Banjarbaru, tidak ditemukan material genetik virus AI di berbagai kabupaten/kota pada berbagai komoditi unggas di Kalimantan Barat. Surveilans pembebasan penyakit telah dilakukan secara besarbesaran oleh BPPV Regional V Banjarbaru di Propinsi Kalimantan Barat dengan memperhatikan aspek epidemiologi seperti VHQVLWLYLWDV GDQ VSHVLÀWDV pengujian RT-PCR, asumsi prevalensi 1% dan tingkat NRQÀGHQVL   'DODP WDKXQ 2008, total kabupaten/kota yang disampling sebanyak 9 kabupaten/ kota dengan jumlah kecamatan yang dikunjungi 22 kecamatan dan 40 desa. Sebanyak 162 peternak back yard (sektor 4) dikunjungi untuk diambil sampel ayamnya. Sebanyak 342 pool swab telah diuji di laboratorium virologi dan 1011 sampel serum

telah diuji di laboratorium serologi. Tidak ditemukan adanya material genetik virus AI dari pengujian sampel swab. Terdapat titer antibodi tinggi berkisar 1,79%-48,94% atau dalam rataan 9,59% di 15,43% dan dan 32,5% peternak.

bebas AI telah dilaksanaakan di Jakarta tanggal 16 Desember 2009 dan dilanjutkan dengan pertemuan pihak-pihak terkait di Kalimantan Barat yang difasilitasi KOMNAS FBPI di Pontianak tanggal 21 Desember 2009.

mempertahankan kondisinya agar tetap bebas dari HPAI. Kerjasama yang baik perlu dijalin dengan BPPV Regional V Banjarbaru dalam rangka surveilans dan kewaspadaan dini. Kerjasama juga perlu dijalin dengan

Penataan dan pengamanan lingkungan atau popular dengan istilah bio-security adalah garda depan pencegahan AI.

Pelaksanaan vaksinasi yang tepat mendukung program pemberantasan AI

Surveilans juga dilakukan pada breeding farm (sektor 1) dan layer komersial (sektor 2), serta pasar unggas. Material genetik virus AI tidak ditemukan pada semua tipe farm ini. Ditemukan adanya titer tinggi akibat dari pelaksanaan program vaksinasi. Konsekuensi Kalbar bebas AI Sidang Komisi Ahli untuk PHQJHYDOXDVL .DOEDU VHEDJDL ]RQD

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dalam arahannya menekankan bahwa pernyataan Kalimantan Barat bebas dari HPAI merupakan tonggak keberhasilan dalam pengendalian AI yang bisa menjadi contoh bagi propinsi lain. Namun demikian, bagi Dinas Provinsi yang membidangi peternakan di Kalimantan Barat merupakan babakan baru yang harus dapat

Karantina Pertanian dalam rangka pengawasan terhadap media pembawa virus AI. Disamping itu juga diperlukan tindakan untuk memperkuat kelembagaan pelayanan kesehatan hewan dan peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam mencegah, memberantas dan mengendalikan AI serta penyakit hewan menular lainnya.

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

5

TOPIK

Lapor Penyelundupan Telur ke Kapolda
Pada Kamis, 11 Maret 2010 Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Perunggasan Kalimantan Barat (AAP Kalbar) S. Sudjono Anggie bersama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Abdul Manaf Mustafa menghadap Kepala Polisi Daerah (KAPOLDA) Kalbar, Drs. Erwin TPL. Tobing, diterima di ruang kerja Kapolda di Pontianak. Kedatangan S. Sudjono Anggie dan Drh. Abdul Manaf Mustafa yang mewakili masyarakat perunggasan Wakil Menteri Pertanian yang juga Ketua Komnas Flu Burung untuk PHQ\HUDKNDQ VHUWLÀNDW EHEDV )OX Burung untuk Prop. Kalbar, yang dalam hal ini diterima Gubernur Kalbar.”ungkap Sudjono. ´6HUWLÀNDW EHEDV )OX %XUXQJ adalah pengakuan resmi pemerintah terhadap suatu propinsi yang menerapkan standar penanganan Flu Burung yang sesuai rekomendasi lembaga kesehatan hewan dunia. Untuk seluruh propinsi illegal, yang secara aspek ekonomi sangat merugikan masyarakat peternak ayam petelur Kalbar, sedangkan dari aspek kesehatan masyarakat mengancam status bebas Flu Burung yang sudah dicapai Kalbar.” tutur Manaf. “Untuk iru, atas nama masyarakat pelaku agribisnis perunggasan Kalbar, kami melaporkan kasus tersebut dan mohon penindakan secara tegas terhadap pelakunya.” imbuh Manaf.

Bpk. Sudjono Anggie saat bersilaturahmi kepada Kapolda Kalimantan Barat, Drs. Erwin TPL Tobing

Bapak Kapolda Kalimantan Barat, Drs. Erwin TPL Tobing, Bpk. Abdul Manaf dan Bpk. Sudjono Anggie.

“Penyelundupan telur ke Kalbar selain mengancam kesehatan jelasjelas mengganggu perekonomian kita. Untuk itu polisi siap menangkap pelanggaran hukum.”

Kalbar menyampaikan beberapa hal penting tentang perkembangan agribisnis perunggasan di Kalbar. Dikatakan oleh Sudjono bahwa AAP Kalbar merupakan asosiasi tempat bernaung bagi pelaku agribisnis unggas (ayam ras, ayam bukan ras, itik, puyuh, dll) mulai dari pembibitan, peternak pembudidaya, agen dan pemotong se wilayah Kalbar. “AAP Kalbar berdiri 2005 diresmikan oleh Gubernur Kalbar, untuk periode kepengurusan 2010 – 2014 dikukuhkan kembali oleh Gubernur Kalbar pada 25 Januari 2010 baru lalu. Bersamaan dengan itu, hadir Menteri Pertanian dan

di Indonesia, Kalbar yang baru pertama kali menerimanya.” lanjut Abdul Manaf. “Kunci keberhasilan menangani kasus Flu Burung salah satunya adalah pengawasan lalulintas ternak. Untuk itu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian, karantian hewan, dan semua pihak yang telah bekerja sama menjalankan peran dan tugas masing-masing.” ungkap Manaf. “Nah, terkait dengan ancaman dari luar, beberapa bulan terakhir ini kembali marak rembesan telur dari Serawak – Malaysia yang masuk ke wialayah Kabar secara

Menurut Kapolda Kalbar, Drs. Erwin TPL Tobing, pada prinsipnya polisi siap menindak tegas setiap pelanggaran hukum, apalagi menyangkut keselamatan bangsa kita terhadap penyakit berbahaya yang bersumber atau ditularkan oleh binatang ternak. “Penyelundupan telur ke Kalbar selain mengancam kesehatan jelas-jelas mengganggu perekonomian kita. Untuk itu polisi siap menangkap pelanggaran hukum. Prosedurnya buat laporan tertulis, nanti atas dasar itu akan kami tindak lanjuti hingga jajaran di lapangan. Prinsipnya polisi bertugas menangkap berdasarkan apa yang dilaporkan masyarakat, agar polisi tidak dituduh mengada-ada.” tutur Erwin TPL. Tobing,
AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

6

LAHAN

Pupuk Alami
Pemerintah pun sudah mulai tobat, subsidi pupuk an-organik secara bertahap dikurangi, subsidi pupuk organik ditingkatkan.

Perbaiki Kesuburan dengan

Beberapa dekade silam, saat negeri ini masih menganut sistem pertanian sederhana dengan pupuk kompos atau pupuk kandang seadanya, masuklah pupuk kimia. Atas nama peningkatan produksi, demi swasembada pangan, pupuk kimia menyebar merata ke semua lahan, dan akhirnya menjadi faktor produksi yang membuat ketergantungan para petani. Namun , kini kesadaran untuk kembali ke pupuk alami atau pupuk organik terus meningkat,
AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

karena banyak keuntungan yang bisa diperoleh terutama dalam hal memperbaiki struktur tanah. Pemerintah pun sudah mulai tobat, subsidi pupuk an-organik secara bertahap dikurangi, subsidi pupuk organik ditingkatkan. Pupuk adalah elemen penting dalam sistem pertanian kita. Begitu pentingnya, pemerintah dari dulu hingga sekarang, tak pernah absen mengurusi pupuk. Meski demikian, kasus kelangkaan pupuk tetap kerap terjadi dan mewarnai drama

kesulitan hidup para petani di negeri ini. Berbicara seputar pupuk , Agro Borneo menemui Ir. Loeky Zuraidah, Deny Ramdani, SP, dan Nur Rabil, SP dari Divisi Laboratorium PT. Sinka Sinye Agrotama, produsen pupuk organik di Singkawang. Tulisan di bawah ini merupakan rangkuman dari perbincangan dengan tiga nasumber tersebut

7

LAHAN

Dari kiri ke kanan: Ir. Loeky Zuraidah, Deny Ramdani, SP, dan Nur Rabil, SP dari Divisi Laboratorium PT. Sinka Sinye Agrotama, produsen pupuk organik di Singkawang

Yang menentukan kesuburan tanaman itu ada dua hal, yaitu pupuk dan ameliorant (pembenah tanah). Pupuk sendiri dibagi menjadi tiga bagian, pupuk anorganik, pupuk organik, dan pupuk hayati. Pembenah tanah ada dua, yaitu penetral asam dan pengikat kation. Penetral asam terdiri dari kaptan (kapur pertanian) dan dolomite. Sedangkan pengikat NDWLRQ DGDODK ]HROLW Berdasarkan unsur hara, pupuk an-organik dibagi dua; unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro bisa diperoleh secara buatan dan dari alam. Lebih lanjut, pupuk buatan atau sering disebut dengan pupuk kimia dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal,

majemuk dan campuran. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, antara lain Urea, ZA, SP-36, dan KCL. Sedangkan pupuk kimia majemuk adalah campuran dari ketiga unsur hara makro tadi (N,P,K). Sedangkan pupuk campuran adalah gabungan pupuk majemuk dan unsur mikro (Mg, S, Bo, Zn, Ca, Cl, dll). Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, gambut, kascing (kotoran cacing tanah) dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat,

cair, curah, tablet, pellet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Bahan yang tersedia di alam seperti dolomite, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) juga dimasukkan ke dalam pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah di pabrik juga ada misalnya tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhtumbuhan, dan lain-lain.

3XSXN KD\DWL ELRIHUWLOL]HU DGDODK mikrobia di dalam tanah untuk meningkatkan pengambilan hara oleh tanaman dari dalam tanah dan udara. Umumnya digunakan mikrobia yang mampu hidup bersama (simbiosis) dengan tanaman inangnya. Keuntungan diperoleh oleh kedua pihak, tanaman inang mendapatkan tambahan unsur hara yang diperlukan, sedangkan mikrobia mendapatkan bahan organik untuk aktivitas dan pertumbuhannya. Mikrobia yang digunakan sebagai pupuk hayati dapat diberikan langsung ke dalam tanah, disertakan dalam pupuk organik atau disalutkan pada benih yang akan ditanam. Penggunaan yang menonjol dewasa ini adalah mikrobia penambat N dan mikrobia untuk meningkatkan ketersediaan P dalam tanah. Contoh pupuk hayati pemasok unsur N dalam jumlah besar (78%) itu didapat dari udara dengan pengurainya bakteri yang hidup bebas dan bakteri yang bersimbiosis. Diantara bakteri yang bersimbiosis DGDODK UL]RELXP D]RVSLULOOLXP GDQ D]RWREDNWHU .DODX SXSXN hayati pemasok P ada dua kelompok mikroorganisme, yaitu bakteri dan fungi yang mampu bersimbiosis dengan tanaman. Bahkan ilmu mkrobiologi terbaru dapat mengubah jamur

8

AGROBORNEO No. AGROBORNEO // No 01 // MARET 2010 G BORNE BO NEO OR MARET 2010 RET RE 01

LAHAN
penyebab penyakit tular tanah menjadi mikroorganisme yang memperbaiki struktur tanah. Pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati adalah jenis pupuk yang tegas perbedaannya. Namun saat ini ada kecenderungan untuk mengombinasikan jenis-jenis pupuk tersebut. Misalnya ada produk pupuk yang menyebut dirinya pupuk NPK organik. Pupuk ini merupakan pupuk kimia yang dikombinasikan dengan pupuk organik. Ada juga yang menyebut sebagai pupuk bio-organik. Maksudnya adalah kombinasi antara pupuk organik dengan pupuk bio (hayati). Namun masih sedikit atau bahkan tidak ada yang mengombinasikan pupuk NPK dengan pupuk hayati. Karena umumnya mikroba tidak tahan jika disatukan dengan pupuk kimia dalam konsentrasi tinggi. Dengan berkembangnya teknologi revolusi hijau, penggunaan benih varietas modern yang responsive terhadap pemupukan, dan tersedianya pupuk an-organik, penggunaan pupuk organik menjadi sangat minimal atau bahkan tidak sama sekali. Hal tersebut menyebabkan kadar bahan organik tanah menjadi sangat rendah dan menyebabkan kemunduran kesuburan tanah. Rendahnya bahan organik tanah juga menyebabkan pemupukan DQRUJDQLN PHQMDGL WLGDN HÀVLHQ ketidakseimbangan unsur hara tanah, dan produktivitas mencapai leveling off. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk kembali menggunakan pupuk organik dalam pertanian. Lebih ekstrim lagi, beberapa pihak mengembangkan pertanian organik yang secara murni hanya menggunakan sarana produksi berbahan dasar organik atau alami (hayati). Menteri Pertanian menerbitkan Peraturan No. 28/permentan/ SR.130/5/2009 tanggal 22 Mei 2009 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah yang merupakan revisi dari Peraturan Menteri Pertanian No. 02/Pert/HK.060/2/2006
AGROBORNEO AGROBORNEO // No. 01 // MAR T 10 AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010 OR E o ARE AR

tentang Pupuk Organik dan Pembenah Tanah menetapkan GHÀQLVL pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk menyuplai bahan organik, PHPSHUEDLNL VLIDW ÀVLN NLPLD GDQ biologi tanah. Pupuk hayati adalah produk biologi aktif terdiri dari mikroba \DQJ GDSDW PHQLQJNDWNDQ HÀVLHQVL pemupukan, kesuburan, dan kesehatan tanah. Pembenah tanah adalah bahan-bahan sintetis atau alami, organik atau mineral berbentuk padat atau cair yang PDPSX PHPSHUEDLNL VLIDW ÀVLN kimia, dan biologi tanah. Dalam Peraturan Menteri Pertanian yang baru ini antara lain mengatur pendaftaran, peredaran, standar mutu yang menetapkan syarat minimal dengan menunjuk uji mutu dan uji efektivitas kepada lembaga tertentu.

Saat ini telah banyak produk pupuk organik yang ditambahkan mikroba atau campuran pupuk anorganik dengan pupuk organik yang tidak terakomodasi oleh batasan tersebut. Disamping itu, pupuk organik dalam peraturan Menteri Pertanian tersebut hanya dibatasi untuk menambah bahan organik, tetapi saat ini banyak pupuk organik yang dimaksudkan sebagai penambah hara maupun hormon. Batasan pupuk organik tersebut perlu didiskusikan untuk kepentingan pengadaan maupun pengawasan. Upaya mendukung peningkatan kualitas pupuk organik – salah satunya – ditempuh dengan penyediaan alat mesin dan teknologi bagi penyajian pupuk organik berbentuk granul. Sehingga pupuk organik menarik minat petani, pekebun, perkebunan dan pengusaha agribisnis – sebagai pengguna. Bentuk granul, disamping memudahkan dalam aplikasinya di kebun maupun sawah, juga adanya dukungan pemerintah melalui BUMN Pertanian. Sejak

Tahun Anggaran 2008, APBN telah memberikan subsidi bagi 385.000 ton (2008), 450.000 ton (2009) dan ………………ton (2010). Dengan subsidi pemerintah melalui BUMN (PT. Pusri, PT. Pertna – Perseor, PT, Sang Hyang Seri dan PT. Petroganik) telah membuka kesempatan bagi Usaha Kecil Menengah – UKM berinvestasi dalam industri Pupuk Organik Granul. Pada saat penggunaan pupuk organik menjadi suatu gerakan secara menyeluruh maka pupuk organik yang memiliki keragaman sumber bahan baku, perlu pembenahan lebih jauh tentang standarisasi mutu pupuk organik yang lebih komprehensif sesuai dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI), kapasitas produksi pupuk organik, regulasi maupun teknis distribusi dan efektivitas pupuk terhadap hasil maupun ekonomi usaha tani.

9

ALBUM

Disambut Bpk. Tetion o, direktur Pabrik Pup uk Organik Sinka Sinye Agrotama (SSA) di Singkawang

an rik Pak nis ian Pab is Peresm erminal Agrib anak T nti Ternak Siantan - Po u Terpad

Kunjungan Kerja Mentan
Selasa (26/1) dengan didampingi Wakil Gubernur Kalbar Christiandy S. Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA melakukan serangkaian kunjungan kerja ke sujumlah pusat-pusat kegiatan pertanian, salah satunya meresmikan pabrik pakan ternak di Terminal Agribisnis Terpadu (TAT) Siantan – Pontianak. Pendirian pabrik pakan ternak yang VHFDUD ÀVLN GLEDQJXQ VHMDN  LQL diprakarsai oleh Pemerintah Daerah atas biaya APBD dan Bantuan Ditjen P2HP Deptan. Bertujuan mengurangi ketergantungan pasokan pakan ternak dari Jawa, dan mendorong peningkatan produksi jagung lokal. Pabrik pakan ini memiliki kemampuan produksi maksimal 5 ton/jam dilengkapi dengan silo berkapasitas 1.000 ton. Pada akhir 2009 lalu, pabrik pakan ini beroperasi atas kerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai pemasok bahan baku pakan, khususnya jagung, serta dilibatkan pihak ketiga dalam hal ini swasta yakni PT. Borneo Mitra Agrotama. Mentan bersama Wagub Kalbar juga mengunjungi pabrik pupuk organik yang berlokasi di Singkawang. Pabrik pupuk PT. Sinka Sinye Agrotama (SSA) ini berbahan baku utama kompos (kotoran ayam), humus (sisa organik/tumbuhan), EDWXDQ NDSXU GDQ ]HROLW ”Pada prinsipnya unsur makro dan mikro dari bahan-bahan alam tersebut diolah sehingga komposisinya sesuai kebutuhan tanaman. Kemudian ditambahkan bakteri pengaktif hara tanah yang disebut bioaktivator, sehingga nutrisi tanah siap dimakan oleh tanaman. Pupuk yang dihasilkan NHUDS GLEHUL LVWLODK ELRIHUWLOL]HUµ terang Tetiono – Direktur Utama PT. SSA. Kunjungan kerja Mentan ke Kalbar berlangsung hingga Rabu (27/1), obyek lain yang dikunjungi adalah Pusat Penerapan Alat & Mesin

Latar : M eninjau P anen Pad Pondok id Pesantre n Paniram i an. Atas: Me nde Bpk. Sum ngarkan penjela san ad Pertanian i Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya

Pertanian Modern (ALSINTAN) di Sungai Kakap – Kabupaten Kubu Raya, Panen Padi di Pondok Pesantren Paniraman dan mengunjungi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) di Sungai Kunyit – keduanya di Kabupaten Pontianak, kemudian ke Pusat Penelitian Jeruk (Citrus Centre) di Tebas – Kabupaten Sambas, dan terakhir ke Karantina BLPP Entikong. Rombongan Mentan bertolak ke Jakarta lewat Kucing – Serawak (Malaysia).
AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

10

ALBUM

AAP
ie Sudjono Angg ngan plakat): (3 dari kiri, de begini pasti “Kalau masih kukuh....” belum

Pengukuhan Pengurus AAP Kalbar
Masa Bakti 2010-2014
Assosiasi Agribisnis Perunggasan (AAP) Kalimantan Barat lahir pada 2005 dengan dilatarbelakangi kesibukan penanganan penyakit Flu Burung di propinsi yang luasnya sebanding dengan luas P. Jawa + Madura + Bali ini. Penyakit Flu Burung atau Avian ,QÁXHQ]D PHQ\HUDQJ XQJJDV GL .DOEDU SDGD DZDO tahun 2004, persisnya di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. “Akibat yang paling parah dari Flu Burung justru bukan pada serangannya, tapi dampak social dan ekonomi-nya, yaitu terjadi penurunan konsumsi VHFDUD VLJQLÀNDQ WHUKDGDS SURGXN SHWHUQDNDQ unggas – daging ayam maupun telur. Akibatnya harga komoditi unggas sempat terjun bebas.” ungkap Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Perunggasan Kalimantan Barat (AAP Kalbar) masa bakti 2010 – 2014, S. Sudjono Anggie. Sejak itulah mulai terjalin sinergi antara pemerintah dan pelaku agribisnis perunggasan, untuk bergotongroyong memberi penjelasan kepada masyarakat luas tentang Flu Burung, dengan mensosiasliasikannya, t VHNDOLJXV SURPRVL WHQWDQJ NHVDGDUDQ JL]L VHUWD SROD hidup bersih dan sehat. Sinergi seperti inilah yang pada akhirnya melahirnya sejumlah SK Gubernur terkait dengan penanganan Flu Burung di Kalbar. Termasuk di dalamnya pembentukan Assosiasi Agribisnis Perunggasan Kalimantan Barat sebagai mitra pemerintah dalam mengawal keputusankeputusan strategis tersebut. AAP Kalbar Periode 2005 – 2009 yang dikomandani (almarhum) Drs. Tominti -- telah menjalankan tugas dan perannya dengan sangat baik dan maksimal. Dari kerja keras antara Pemerintah dan AAP serta Masyarakat Kalbar dalam menangani masalah perunggasan tersebut, hasilnya dapat dibuktikan dengan adanya penghargaan Pemerintah Pusat c.q 0HQWHUL 3HUWDQLDQ EHUXSD VHUWLÀNDW  .DOEDU VHEDJDL SURYLQVL SHUWDPD \DQJ GLQ\DWDNDQ EHEDV ÁX EXUXQJ “Kini, AAP Kalbar Periode 2010 – 2014 haruslah melanjutkan peran dan tugasnya dengan lebih baik lagi.” tegas S. Sudjono Anggie.

s, Drs. Corneli lbar : Gubernur Ka saya juga “Sabar, nanti . mengukuhkan yang nggu, ya....” Tu

Pengukuhan Pengurus AAP Kalbar oleh Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis

Para Pengurus Periode 2010 - 2014, siap melaksanakan tugas membangun agro industri dan perunggasan Kalimantan Barat. Selamat!

Susunan Pengurus bisa dilihat di halaman 14

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

11

ALBUM

Susunan Pengurus AAP Kalbar
Masa Bakti 2010 – 2014
Pelindung: Gubernur Kalimantan Barat Pembina: Pemda Propinsi Kalimantan Barat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Penasehat: Tetiono, Teddy, Mandjuniah Henny, Haryanto Ketua Umum: S. Sudjono Anggie Ketua 1: Suryaman Ketua 2: Agus Rendi Ketua 3: Ir. Bambang Mulyantono Ketua 4: Lim Jau Hui Sekretaris Umum: Suma Ruslian, SE, MM Sekretaris: Ir. Fadillah H. Usman, M.Si Bendahara Umum: Iwan Setiawan Bendahara: Tri Wahyuni Bidang Organisasi & Humas : Suganda Gandi, S.Pd, )DFKUXUUD]\ 63W Bidang Hukum & Peraturan : Bambang Setiadi, SH, Drh. M. Sholeh Bidang Pemasaran & Promosi : Syamsudin, Satriya Sendra Bidang Pembinaan Budidaya: Itik: Dedi Octaris, C. A.Md Puyuh: Bambang, S.Pd. Ayam Buras: Ir. Edy Mulyo Ayam Ras Petelur: Drh. Samsi Ras Pedaging: Ir. Rahmat Wijana Bidang Pembibitan: Drh. Nengah Suardana, Drh. Agung Wahyudi, Drh. I Made Swartika Bidang Pakan: Alexander, Ir. Anggraito

Depan duduk dari kiri ke kanan: Gubernur Kalbar, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian Belakang dari kiri ke kanan:

12

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

PRAKTIS

Khasiat

KOSARIN
Semua petani tahu dalam kotoran sapi dan air kencingnya mengandung senyawa yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan yang sangat penting bagi tanaman.Tapi bagaimana memproduksinya secara lebih baik sehingga semakin manjur khasiatanya dan tepat sasaran? Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Alam Cemerlang Sejahtera (ACS) – Sungai Kunyit, Kabupaten Pontianak memberikan petunjuk praktis cara membuat biokultur dari kotaran sapi + urin, yang populer disebut KOSARIN.
Membuat biokultur dari kotoran sapi 1. Siapkan wadah atau drum dari plastik 1 buah ukuran 125 liter, dan tidak boleh dari besi atau semen. 2. Masukkan 10 kg tinja sapi yang masih segar dan baru ke dalam drum tadi, lalu tambahkan air sumur atau kolam 100 liter. Jangan menggunakan air ledeng yang ada kaporit atau tawas. 3. Aduk rata air dan tinja sapi tersebut sampai rata, lalu PDVXNDQ  OLWHU HQ]\P murni* dan aduk lagi sampai rata. 4. Larutan tadi lalu dipasang aerator untuk diaerasi selama 7 hari. (aerator seperti yang digunakan untuk pemberian oksigen pada akuarim). Jika tidak ada aerator, boleh juga larutan tadi diaduk sesering kali secara perlahan setiap harinya. 5. Setelah 7 hari, maka sudah jadilah proses pembuatan biokultur tersebut.
AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

Bapak Suma dari Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya (P4S) Alam Cemerlang Sejahtera (ACS) - Sungai Kunyit, Kabupaten Pontianak dengan peralatan pengolahan Kosarin yang digunakannya.

Mengolah urin atau air kencing sapi 1. Siapkan wadah atau drum dari plastik sebanyak 2 buah ukuran 600 liter, dan tidak boleh dari besi atau semen 2. Masukkan 500 liter urin sapi murni yang tidak tercampur dengan air ke dalam drum pertama dan tambahkan 1 ²  OLWHU HQ]\P PXUQL ODOX diaduk sampai rata. 3. Urin sapi yang sudah GLFDPSXU HQ]\P WDGL GLSDVDQJ aerator untuk diaerasi selama 7 hari. 4. Setelah urin sapi diaerasi selama 7 hari, maka pindahkan kedalam derum ke dua yang diletakan diatas tower setinggi 2,5 m – 3 m. 5. Selanjutnya alirkan urin sapi dari drum ke dua yang terletak diatas tower tadi secara perlahan-lahan dan masukan kembali ke derum pertama melalu tangga-

tangga yang sudah disiapkan sebelumnya. 6. Tujuan dialirkan urin sapi dari drum kedua kembali ke derum pertama dimaksudkan untuk penipisan amoniak dan untuk pengikatan oksigen menjadi lebih sempurna. Setelah proses penipisan amoniak ini dilakukan minimal 45 menit, maka pengolahan urin sapi telah selesai. HQ]\PH PXUQL  NDWDOLVDWRU asal hayati yang berfungsi untuk mempercepat proses reaksi kimia tanah, agar tanah menjadi normal, WHUGLUL GDUL  MHQLV HQ]\P KD\DWL dengan substrat pasangannya. P4S-ACS dengan teknologi sederhana mampu ‘mengikat’ HQ]\PH LQL GDUL EDKDQEDKDQ DODPL dan mengemasnya secara praktis sehingga mudah digunakan.

Aplikasi pada akar tanaman: a. campurkan 1 liter biokultur kotoran sapi + 0,5 liter urin sapi yang sudah diolah + air sumur 10 liter s/d 50 liter. b. siramkan di sekitar tajuk tanaman c. lakukan setiap kali pemberian pupuk makro. Aplikasi pada daun tanaman: a. campurkan 1 liter biokultur kotoran sapi + 0,5 liter urin sapi yang sudah diolah + air sumur 15 liter s/d 20 liter. b. semprotkan pada mulut daun pada pagi hari sebelum pukul 09.00 pagi. c. penyemprotan yang bertujuan untuk merangsang pembungaan tambahkan 1 biji telur bebek. Karena di dalam telur bebek mengandung……..yang dapat ………

13

HORTIKULTURA

BERBURU

ANGGREK LANGKA
DI TAMAN BOUGENVILLE

14

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

HORTIKULTURA
Taman Bukit Bougenville adalah salah satu tempat rekreasi di Kota Singkawang – Kalimantan Barat, sekitar 6 km ke arah selatan dari Kota Singkawang. Posisinya terletak di kaki bukit berlatar belakang Gunung Pasi dan dikelilingi area hutan dan perkebunan. Areal taman seluas 6 hektar ini dimiliki oleh Sudarminto, seorang pensiunan polisi yang hobi bertani, saat masih aktif berdinas ia sudah menanami kebun ini dengan pisang dan papaya. Sejak 2001 melihat kemajuan Kota Singkawang dan wilayah Kalbar pada umumnya yang minim tempat rekreasi, pria kelahiran Yogyakarta 17 Agustus 1956 ini menyulap kebun buahnya menjadi taman rekreasi, kombinasi buah dan bunga yang diberi nama Taman Bukit Bunga Bougenville. Sesuai namanya, koleksi bunga di taman yang sejuk ini didominasi bunga bougenville, kemudian koleksi bunga yang lainnya seperti aglonema, antorium, dan beragam anggrek khas Kalimantan. Khusus anggrek khas Kalimantan sengaja dibiakkan bekerjasama dengan Laboratorium Hortikultura – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prop. Kalbar, sengaja dijual sebagai souvenir. Kemudian tanaman buahnya adalah belimbing madu, alpukat, rambutan dan durian. Sarana public yang bisa dinikmati pengunjung adalah kolam renang mini untuk anak-anak, cafetaria, pondok-pondok tempat bersantai, hutan homogen pohon gaharu yang dinamakan area super sejuk, mushola, panggung hiburan dan ornamen taman yang serasi dengan keindahan alamnya, sehingga dapat digunakan untuk foto sebelum/sesudah pernikahan. Dengan membayar tiket masuk Rp……..pengunjung dapat menikmati pemandangan dan menghirup hawa segar serta fasilitas public yang disediakan yang semuanya dibangun dengan cita rasa seni yang tinggi. Apabila ingin membeli bunga sebagai koleksi keluarga dapat dibeli langsung pada green house taman bunga. Puncak pengunjung umumnya terjadi pada saat libur khususnya Imlek hingga Cap Go Meh, tidak hanya dari Kalbar dan Jakarta, tapi juga Malaysia, Singapura, Hong Kong , Taiwan dan China.

Sudarminto
Tentang ilmu menanam dan perawtan tanaman bunga maupun buah-buahan, Sudarminto mengaku semua itu dipelajarai secara otoddak, logika pertanian, tanaman hias yang daya tariknya pada daun harus cukup diberi ……. Untuk bunga banyak diberi………….sedangkan buah ………………. Suami dari…………………….. yang berprofesi guru Sekolah Dasar dikaruniai 6 orang anak masih bercita-cita mengembangkan tamannya dengan menyediakan penginapan hotel maupun cottage di areal Taman Bukit Boegenville. “Sedang mencari investor siapa yang berminat?” pungkas Sudarminto.

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

15

CAKRAWALA

Sang Naga
Kebanjiran Telur

Tahun Baru Imlek 2561 jatuh pada Hari Minggu, 14 Pebruari 2010. Sabtu petang ketika matahari baru saja tenggelam, di atas langit Singkawang berhamburan warnawarni kembang api sambung menyambung muncrat menghiasi angkasa.
16

Ruas-ruas jalan penuh sesak oleh mobil, sepeda motor dan pejalan kaki. Perniagaan tutup sejak siang, toko-toko yang masih buka sampai malam umumnya merangkap tempat tinggal dan secara bergiliran penghuninya menanggap pertunjukan barong naga yang berkeliling mempertontonkan kepiawaiannya. Tetapi atraksi barong naga yang digelar di pelataran toko dan sebagian badan jalan terlihat tidak

maksimal gerakannya kerena berjubelnya orang dan kendaraan. Stadion Olah Raga Kridasana - Singkawang menjadi titik pusat pesta, di sana digelar ED]DDU ODPSLRQ WHUEHVDU dan kue keranjang terbesar yang keduanya memecahkan Rekor Muri. Pada malam harinya berbagai hiburan dan pertunjukan digelar; musik dan opera berlatar belakang budaya
AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

CAKRAWALA

Cina yang datang dari Jakarta maupun mancanegara. Pada malam ketiga belas, warga kota dan keluarganya melakukan arak-arakan keliling kota dengan membawa lampion dari rumah, berpadu serasi dengan suasana kota yang sudah sejak hari pertama dihiasi lampu warnawarni, menjadikan Singkawang di waktu malam semakin meriah dengan nuansa cahaya memerah.

Sebagai puncak acara pesta adalah hari kelima belas (Cap Go Meh). Pagi hari persis Hari Minggu, 28 Pebruari 2010, warga Singkawang dan tamu-tamu yang berdatangan berjajar rapi di tepi jalan yang akan dilalui arak-arakan. Di depan Gedung Wanita di Jalan Diponegoro dibangun panggung tempat upacara yang dihadiri pejabat negara dan rombongan tamu dari Jakarta maupun mancanegara. Pejabat negara

yang datang ke Singkawang kala itu adalah Menko Kesra Agung Laksono beserta rombongan, termasuk Duta Besar RRC di Jakarta, Gubernur Kalbar Cornelis dengan rombongan dari Pontianak, serta tuan rumah Walikota Singkawang Hasan Karman berserta jajarannya. Puncak acara Cap Go Meh adalah mengarak keluar tempat persembahyangan yang sehari-harinya diletakkan di

kuil atau klenteng. Tidak salah jika Singkawang dijuluki ‘Kota Seribu Kuil’, ada sekitar 900-an kelompok peserta arak-arakan yang berasal dari kuil-kuil yang ada. Tidak hanya mengusung ‘rumah persembahyangan’, masing-masing kelompok peserta arak-arakan juga menyuguhkan atraksi ilmu kebal yang dipertunjukkan oleh seorang tatoong.

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

17

CAKRAWALA
Berjarak 145 km dari ibukota Kalimantan Barat, Pontianak, Kota Singkawang dihuni oleh mayoritas warga etnis Tionghoa, Dayak dan Melayu. Etnis Tionghoa mendominasi hampir seluruh kota yang dijuluki China Town Indonesia ini. Dengan luas 654,06 km2, kota ini sangat khas Tionghoa, baik bangunan, bahasa, dan orang-orangnya yang mayoritas berkulit kuning langsat. Nama Kota Singkawang sendiri muncul dalam beberapa versi bahasa. Dalam versi Melayu, nama Singkawang konon diambil dari nama tanaman Tengkawang yang banyak terdapat di hutan tropis. Sementara menurut versi bahasa Mandarin, Singkawang berasal dari kosakata, “San .HZ -RQJµ \DQJ VHFDUD KDUÀDK berarti “Gunung Mulut Lautan”, maksudnya suatu tempat yang terletak di kaki gunung yang menghadap ke laut. Kedatangan orang-orang Tionghoa ke Singkawang berlangsung sejak ratusan tahun silam terkait dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho alias Laksama Haji Sam Po Bo yang memang seorang muslim. (Baca: Singkawang = Sing Kwang = Tanah Baru?). Versi lain mengisahkan, sekitar 1770, Singkawang masih wilayah kekuasaan Kerajaan Sambas. Saat itu Sultan Akamuddin II yang memimpin Kesultanan Sambas mendatangkan orangorang dari Tiongkok daratan ke daerah kekuasan Sambas dengan tujuan dipekerjakan sebagai buruh penambang emas di daerah Monterado – untuk meningkatkan pendapatan Kesultanan Sambas. Mereka datang dengan perahu layar yang disebut junk. Mayoritas berasal dari Provinsi Kanton yang berbahasa Hakka. Orang-orang Tiongkok inilah yang kemudian menjadi leluhur orang Tionghoa di Singkawang. Kala itu Singkawang hanyalah sebuah tempat persinggahan sementara bagi mereka yang berminat bekerja sebagai penambang emas. Namun dalam perkembangnnya, ternyata di antara mereka ada pula yang menetap membangun desa yang berada di tepian sungai.

“Disinyalir banyak penumpang gelap – telur dari tetangga – masuk secara illegal. Kalau melihat populasi yang ada tidak mungkin terjadi over-produksi seperti sekarang ini.”

SINGKAWANG = SING KWANG = TANAH BARU (?)
Di dalam periode 1405 – 1425, angkatan laut Tiongkok Dinasti Ming dibawah komando Laksamana Cheng Ho atas perintah Kaisar Tai Tsu berkali-kali mengadakan misi perdamaian ke Asia Tenggara.
Di Tiongkok di Zaman Dinasti Ming (1368 – 1645) Agama Islam (Mahzab Hanafi) berkembang di seluruh Tiongkok. Mayoritas penduduk di daerah Singkiang, Yunnan, Shensi, dan Hopei, memeluk Islam. Di dalam periode 1405 – 1425, angkatan laut Tiongkok Dinasti Ming dibawah komando Laksamana Cheng Ho atas perintah Kaisar Tai Tsu berkali-kali mengadakan misi perdamaian ke Asia Tenggara. Ikut serta dalam pelayaran tersebut adalah dua orang staf ahli kaisar yang pandai bahasa Arab yakni Haji Mah Wang dan Haji Feh Tsing.

18

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

CAKRAWALA
Pada akhirnya perkampungan Tionghoa di Singkawang tersebar di delapan penjuru mata angin – daerah pesisir pantai, tepi sungai, hingga masuk ke pinggiran hutan. Daerah Mungguk Pancung, Kulor, Pajintan, Hang Mui, Mungguk Muchsin Roban, Sakok, Saliung, Kali Asin, Sedau, Lirang, Pasir Panjang, Sungai Nangka, Sagatani, Sijangkung, Sampalit, dan Lohabang merupakan daerah pinggiran kota yang menjadi perkampungan warga etnis Tionghoa. Setiap kerumunan pemukiman warga memiliki tempat peribadatan yang disebut Pak Kung. ‘Pak’ dalam dialek Hakka berarti laki-laki (ayah), sementara ‘Kung’ berarti kakek. Jadi ‘Pak Kung’ bisa diartikan sebagai sesepuh yang sangat dihormati. Biasanya orang Hakka menambahkan kata ‘Thai’ yang artinya besar. Sehingga disebut Thai Pak Kung, Dialek Teochiu atau Hokkian menyebutnya Toa Pe Kong. Kehadiran kuil atau yang disebut ‘Toa Pe Kong’ di dalam masyarakat Tionghoa tidak saja sebagai pusat peribadatan, tapi juga merupakan tempat pertemuan warga. Bangunan yang didominasi warna merah ini, dapat ditemui di setiap sudut kota dan perkampungan Tionghoa. Kehadirannya bisa diidentikkan dengan keberadaan orang Tionghoa di suatu wilayah. Seperti kehadiran masjid di perkampungan Melayu, dan rumah adat di wilayah perkampungan etnis Dayak. Berbagai ukuran kuil bisa ditemui di sini. Mulai dari seukuran kamar hingga sebesar aula gedung-gedung pertemuan. Dengan demikian sangat tepat kiranya jika kota ini mendapat julukan ‘Kota Seribu Kuil’. Dalam dunia agribisnis peternakan ayam ras, Kota Singkawang adalah pusat peternakan ayam petelur di Kalbar. Lebih 90% populasi ayam petelur di Kalbar yang berjumlah 2,7 juta ekor berada di Singkawang. Ketika warga ‘Kota Seribu Kuil’ berpesta harga telur di Singkawang malah terpuruk jatuh di bawah biaya produksi. “Disinyalir banyak penumpang gelap – telur dari tetangga

– masuk secara illegal. Kalau melihat populasi yang ada tidak mungkin terjadi over-produksi seperti sekarang ini.” kata S. Sudjono Anggie, Ketua Umum Asosasi Agribisnis Perunggasan Kalbar. Bahkan beberapa hari sekitar Imlek, Sudjono ‘kerja bakti’ mengirim telur ke Jakarta minta tolong kepada koleganya untuk memasarkan telur asal Singkawang. Tentang penumpang gelap dari Jiran, Sudjono segera melaporkan kasus penyelundupan tersebut ke Kapolda – Kalbar.

Pulau Jawa saat itu masih beragama Hindu, maka Dinasti Ming lebih dulu mengadakan hubungan diplomatik dengan kesultanan-kesultanan (Islam) yang ada di Pulau Andalas, terutama dengan Kesultanan Aru/Barumun (1299 – 1512). Di dalam melaksanakan lawatan, Haji Sam Po Bo alias Laksamana Cheng Ho banyak mendirikan pangkalan angkatan laut, pusat perdagangan, masjid-masjid dan perguruan Islam yang tersebar di pantai-pantai Asia Tenggara. Antara lain di Semarang/ Jawa, Cirebon/Jawa, Ancol/ Kalapa, Kukang/Palembang, Bagansiapiapi/Andalas, Pahang/ Malaya, Campa/Kamboja, Matan/Filipina, Manila/Filipina, Kutai/Kalimantan, Sambas/ Kalimantan, Petani/Siam, Lasem/ Jawa, Tuban/Jawa, dan masih banyak lagi.

Pada 1411 Laksamana Haji Sam Po Bo mendirikan mercusuar di atas Bukit Giri. Di waktu itu arus air laut di Selat Madura begitu deras, sehingga kapal-kapal yang memasuki Selat Madura dari Utara, sering terdampar di suatu tempat yang waktu itu masih kosong penduduknya. Pada suatu tempat dimana banyak kapal terdampar itu juga dibangun suatu komunitas Muslim Mazhab Hanafi yang diberi nama Tse Tsun, yang lambat laun berubah menjadi Kota Gresik. Di Tse Tsun diizinkan pula pemukiman pedagang-pedagang orang-orang Koya, yakni orang-orang Islam yang berasal dari Persia, India, Samarqand (Asia Tengah). Di saat itulah Maulana Malik Ibarahim datang dan menetap di Gresik, di mana dia wafat pada tahun 1419. Pada 1416, Laksamana Haji Sam Po Bo mendirikan penggergajian kayu meranti dan galangan kapal di muara Sungai Batanggadis di

Tanah Batak. Di situ dibentuk komunitas muslim Tionghua yang tenpat tersebut diberi nama ‘Sing Kwang’ (=Tanah Baru) yang kemudian menjadi Singkuang. Apakah Singkawang yang dulu merupakan bagian dari kekuasan Kesultanan Sambas juga bentukan dari Laksaman Haji Sam Po Bo, dan awalnya merupakan komunitas Muslim Mazhab Hanafi? Menjadi kajian yang sangat menarik bagi peminat dan ahli sejarah. Sungguhpun Laksamana Cheng Ho getol membangun komunitas Muslim Tionghoa di pantaipantai Asia Tenggra, namun pada kenyataannya perkembangan Agama Islam di wilayah tersebut surut. Bahkan, orang-orang Tionghoa Islam lenyap. Mengapa? Di dalam penyebaran Islam, dan di dalam mengerjakan Fardu Ain serta Fardu Kifayah orang-orang Islam Hanafi menggunakan Bahasa Tionghoa. Hal demikian

memang dibenarkan di dalam Mazhab Hanafi. Orang-orang Turki (Mazhab Hanafi) juga menggunakan Bahasa Turki untuk hal-hal tersebut. Sehingga sejak 1450-an, ketika Dinasti Ming di Tiongkok mengalami masa surut, armada angkatan lautnya tidak datang lagi ke Asia Tenggara, maka putuslah hubungan antara Muslim Hanafi di Asia tenggara dengan pusat Islam di Tiongkok. Karakter dan tradisi orang Tionghoa semakin menonjol, sementara pelaksanaan syariat Islam kian luntur. Bahkan di kalangan mereka, Laksaman Haji Sam Po Bo berubah menjadi Dewa Sam Po Kong. Masjid-masjid Tionghoa Mazhab Hanafi banyak yang berubah menjadi Klenteng Sam Po Kong seperti di Semarang, Ancol, Pahang dan daerah lain.

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010

19

ANEKA SATWA

Buaya Penunggu
Kandang Ayam

Bagi para dokter hewan atau sarjana peternakan yang berprofesi sebagai technical service, berhati-hatilah bila memasuki kandang ayam ras pedaging atau broiler milik Aliong di Desa Sempalai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Di sebelah kanan kandang ada rawa kecil lengkap dengan naungan pohon dan semak-semaknya, ada penghuninya yang angker dan sangar dia adalah seekor buaya besar yang dipelihara oleh Aliong selama sebelas tahun lebih. Meskipun santapan rutinnya adalah ayam broiler yang sudah

mati, kucing dan anjing sang pemilik juga hilang masuk ke dalam perut buaya, Badannya yang panjang dan besar membuat ngeri vaksinator apabila si buaya sedang naik ke daratan dan berjemur di bawah kandang panggung ayam. Sejauh ini tidak mengancam keselamatan manusia asalkan tetap waspada apabila mendekati semak atau berteduh mencari naungan pohon rindang di sisi kandang. Pesan tersembunyi dari orang yang berpengalaman; jangan kencing sembarangan di lokasi peternakan ini.

20

AGROBORNEO // No. 01 // MARET 2010