About Us

Contact Us Disclaimer

Term of Services

Cari

Berita Bioteknologi

Go Kamis, 29 Juli 2004

Halaman Depan » Berita » Keanekaragaman Hayati

Informasi
Berita Bioteknologi Keanekaragaman Hayati Pertanian Organik Hutan Opini Kabar dari Daerah Informasi / Data Media Siaran Pers Penjelasan Pers For Kids Bioteknologi Keanekaragaman Hayati Pertanian Organik Hutan

Berita Keanekaragaman Hayati

Proses pemutihan karang kemungkinan kekuatan tersembunyi karang untuk beradaptasi
Diah Tantri Dwiandani - 29 Jul 2004 04:53 Para ahli dari Amerika Serikat menduga proses pemutihan terumbu karang (coral bleaching) yang menjadi fenomena global kemungkinan memberikan kemampuan beberapa karang untuk beradaptasi pada pemanasan global dan perubahan lingkungan lainnya. Hasil studi, yang dilakukan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) organisasi lingkungan yang berkantor pusat di New York, dimuat dalam Jurnal Nature edisi 14 Juni 2004. Hasil studi itu berbeda dengan pendapat umum yang percaya pemutihan karang kerusakan karang yang universal. WCS berpendapat proses pemutihan karang adalah sebuah strategi di kondisi ekologi yang berisiko tinggi sehingga memungkinakan karang menyingkirkan alga yang tidak pas untuk hidup di kondisi berisiko tinggi itu. Kemudian karang yang memutih bisa menjadi rumah bagi jenis alga yang lebih pas pada kondisi ekologi yang kritis sehingga membantu karang bertahan selama mengalami tekanan. Memang karang pembangun terumbu karang bersimbiosis dengan jenis alga jenis zooxanthellae yang berbeda-beda. Alga ini hidup di jaringan polip karang. Dr Andrew Baker dari Laboratorium Ilmu Kelautan WCS di Osborn mentransplantasi karang yang diambilnya dari pesisir Pantai Panama di perairan dangkal maupun dalam. Ia menemukan karang yang ditransplantasi di perairan lebih ke permukaan umumnya memutih tetapi bisa tumbuh lagi setelah bersimbiosis dengan jenis alga yang baru. Sebaliknya, karang yang ditransplantasi di perairan lebih dalam tidak memutih dan tidak mengganti alga yang bersimbiosis dengannya, meskipun karang-karang itu sulit beradaptasi di perairan yang lebih dalam. Akibatnya cukup banyak karang-karang ini mati. “Temuan ini menunjukkan proses memutih kadang bisa menolong karang menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan lingkungan,” kata Baker, ahli yang melaporkan penelitian itu di Jurnal Nature. “Proses memutih serupa yang membuat karang menjadi mudah mati juga mungkin, selama masa-masa tekanan lingkungan yang ekstrem, menyelamatkan mereka,” kata Baker lebih lanjut. Temuan ini, ujar Baker, memberikan secercah harapan bahwa terumbu karang memiliki kemampuan bertahan dari perubahan lingkungan dan peningkatan suhu

Interaktif
Papan Diskusi Tanya Ahlinya

Mailing List
Bergabung dengan mailing list Berita Bumi Isi Email Anda Gabung

Newsletter
Berlangganan newsletter Berita Bumi Isi Email Anda Gabung

yang mematikan yang diperkirakan akan terjadi setengah abad kemudian.

Fasilitas Berita Keanekaragaman Hayati
Versi Teks Kirim Ke Teman Isi Komentar Lihat Komentar (0)

Berita Keanekaragaman Hayati Terkait
About Us | Contact Us | Disclaimer | Term of Services © 2003 Konphalindo, All Rights Reserved. Privacy Policy