PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI

FORUM MASYARAKAT PEDULI KIA
DI KABUPATEN BANYUMAS

Di sampaikan Dalam rangka
Lokakarya Nasional Pembelajaran Penguatan
Keluarga & Masyarakat dalam Mendukung
Program KIA, Gizi & Pengendalian Penyakit
Menular
Jakarta 15 Desember 2015
Oleh Ratifah, SST.M.Kes
Forum Masyarakat Peduli KIA
Kab. Banyumas

1. UU Nomor 36 TAHUN 2009 tentang:
Kesehatan
2. UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang:
Pelayanan Publik
3. Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi
Baru Lahir

Mengacu Hasil SDKI, 2007,,,
Berdasarkan kesepakatan global

(Milenium Development Goals/ MDGs, 2000),
Pd thn 2015
Indonesia mempunyai komitmen u/:
me↓kan AKI dari 228 → 102/
100.000 KH,
AKB dari 34 → 23/ 1.000 KH
serta
AK Balita 97 → 32/ 1.000 KH

Ibu & Bayi merupakan
bagian yg tak terpisahkan
dari pembangunan bangsa

.
SHG PERLU DISIAPKAN
SDM
YG BERKUALITAS DI MASA
MENDATANG

Masyarakat dituntut scr aktif ikut berperan
sesuai potensi yg dimiliki, yg salah satunya dengan cara

Pembentukan Forum Masyarakat Peduli KIA

BENTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DIANTARANYA

1.PEMBENTUKAN
FMM:
FORUM
MASYARAKAT
MADANI/ FORUM
MASYARAKAT
PEDULI KIA
DESA
PELOPOR KIA

2.PEMBENTUKAN
MKIA:
MOTIVATOR
KESEHATAN IBU
& ANAK

I.FMM
FORUM MASYARAKAT MADANI/
FORUM MASYARAKAT PEDULI KIA=
(FORMAKIA)

FMM/ Forum Masyarakat Madani (FMM-KIA)
merupakan Arena Partisipasi warga td:
berbagai Organisasi Masyarakat Sipil
setempat untuk:

1. Menyuarakan kepentingan dan menuntut
hak mereka, agar pelayanan KIBBLA/ KIA
menjadi lebih baik.
2. Menyampaikan pandangan warga kepada
penyedia layanan dan pemerintah secara
bertanggungjawab dan berkualitas.

Melakukan Pemetaan Awal:
Identifikasi Awal potensi Organisasi Masyarakat
Sipil yang ada
2. Melakukan Pengukuran Indeks Masyarakat Sipil
(CIVICUS INDEK)
Tujuan:
1.

a.

b.
c.

Mengetahui kekuatan/ kesehatan masyarakat sipil
di suatu wilayah setempat
Mengetahui faktor pendukung dan penghambat
masyarakat sipil di suatu daerah
Mengetahui kontribusi masyarakat sipil dalam
masalah KIA

3. Merumuskan agenda aksi bagi penguatan dan
pengembangan masyarakat sipil
4. Pembentukan Forum Masyarakat Madani
Kabupaten (FMM)/ masyarakat yang peduli
KIA, yang keanggoataannya perwakilan OMS
dan Toma di daerah masing-masing.
5. Pembentukan FMM Kecamatan yang
Keanggoataannya: perwakilan OMS dan Toma
di daerah masing-masing.
6. Pembentukan Motivator KIA di tingkat Desa.

A. Sebagai Fasilitator Hak Pasien di Masyarakat
1. Membantu proses pelayanan gawatdarurat
dengan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat
komunitas / masyarakat (ambulan siaga,
donor siaga, dana sehat/ Infak bersalin, dll).
2. Bertindak sebagai “clearing-house” informasi
tentang layanan KIA.

3. Menjembatani kepentingan masyarakat
dengan penyedia pelayanan dan pemerintah,
misal : dalam hal pembiayaan/ jaminan sosialBPJS

B. Sebagai Penguat Rujukan Kegawatdaruratan
Unit Respon Emergency:
1.

Respon terhadap T1 dan T2

T1=Terlambat Deteksi Dini
MKIA segera melapor dan koordinasi
dng Bidan Desa bila menemukan Ibu
Hamil yg kondisinya tidak wajar/ Resti
T2: Terlambat Pengambilan Keputusan
 Melakukan koordinasi dng kelg dan
masy,
 Melapor ke bidan Desa, menggalakkan
Infak bersalin, siaga donor darah

2. Respon terhadap T3= Terlambat Merujuk
 Malapor ke faskes, mobilisasi ambulan
desa, mobilisasi warga masy, memantau
kesiapan faskes.
3. Respon terhadap T4 = Terlambat Penanganan
 Memantau kesiapan dan penanganan
difaskes, memantau kesiapan BPJS

C. Peran sebagai Advocator Kebijakan:
1. Data dan informasi:
 Sumber informasi: MKIA, media, kelg
bumil, kasus-kasus
 Out put: bahan advokasi

2. Advokasi pelayanan kesehatan:
 Pertemuan FMM bersama faskes dan
Pokja, publikasi media, menanyakan hasil
AMP,
 Out put: rekomendasi untuk faskes dan
rekomendasi untuk pengambilan
kebijakan
3. Advokasi kebijakan:
 Audensi dan loby dengan pengambil
kebijakan dan unsur pimpinan DPRD
 Out put: perubahan kebijakan

1. Melakukan Advokasi

Kebijakan Pro KIA
Advokasi Regulasi: Contoh Surat Edaran Bupati
Advokasi anggaran: Replika APBD
b. Penyadaran tentang pentingnya Kesehatan ibu dan
Anak kpd masyarakat.
 Pendampingan bumil Resiko Tinggi
 Sosialisasi P4K
 Sosialisasi ttg Resti kehamiln dan persalinan
 Sosialisasi ttg Tanda mulai persalinan
 Sosialisasi dan Motivasi KB pasca salin
a.

2. Melaksanakan Umpan Balik terhadap
Pelayanan Maternal dan Neonatal

FMM menyediakan layanan aduan masyarakat
b. Memastikan bahwa Faskes memiliki Maklumat
Pelayanan
c. Memastikan Maklumat Pelayanan dilaksanakan
oleh Faskes
d. Mensosialisasikan Maklumat Pelayanan kepada
masy.
e. Mendorong Faskes menyediakan layanan aduan
f. Mendorong masyarakat untuk memberikan
umpan balik kepada Faskes
a.

IV.Kegiatan FORMA-KIA Kabupaten
Banyumas yang telah dicapai
Mendukung & berpartisipasi aktif dlm kegiatankegiatan Program EMAS.
2. Membentuk Forum Masyarakat tingkat
Kecamatan

Awal sesuai daerah Vanguard yaitu 9
Kecamatan/ wilayah Puskesmas.

Replikasi ke seluruh Kecamatan di Kab. Bms
3. Pembentukan & Pembekalan Motivator KIA
Semula di 9 Kecamatan, dng jumlah Motivator 130
(Sumpiuh, Kemranjen: 29, Rawalo, Jatilawang,
Kebasen: 32, Cilongok, Baturraden: 32, Sumbang
& Sokaraja: 37. MKIA Organisasi Aisyiyah di PCA
Cilongok sejumlah 14
1.

4. Audensi dng Wakil Bupati ttg

5.

6.
7.
8.

9.

Terbentuknya FMM & Motivator KIA di
Banyumas
Berbagi ide, sharing pengalaman
dimasyarakat, konsultasi publik maklumat
pelayanan,
Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dan
Jampersal
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
Membentuk tim Fasilitator Kartu Penilaian
Masyarakat/KPM dilanjutkan dengan
Kegiatan FGD
Melakukan Pengukuran Civicus Indeks

10. Sosialisasi tentang BPJS pada FMM
dan MKIA Banyumas
11. Pengadaan ambulan desa dng
memanfaatkan kepemilikan kendaraan
masyarakat baik roda 2 maupun roda 4
12. Donor darah
13. Iuran Dana / Infak bersalin
14. Penguatan tahap Kemandirian FMM Tkt
Kecamatan
15. Sosialisasi FFM melaui RRI Purwokerto
16. Advokasi dengan Ketua Dewan ttg Hasil
FGD.
17. Pembentukan Desa Pelopor KIA

Berbagi ide, sharing
pengalaman dimasyarakat,
konsultasi bersama Bumil
dan MKIA

Terbentuknya Kader Motivator Kesehatan Ibu & Anak 130
(Sumpiuh dan Kemranjen: 29, Rawalo, Jatilawang,
Kebasen: 32, Cilongok, Baturraden: 32, Sumbang &
Sokaraja: 37.

Sosialisasi Pemberdayaan
Masyarakat, P4K (Program
Perencanaan Persalinan &
Pencegahan Komplikasi)

Membentuk tim Fasilitator
Kartu Penilaian
Masyarakat/KPM dilanjutkan
dng Kegiatan FGD Melakukan
Pengukuran Civic Indeks

Penyerahan Hasil Monitoring RSUD Banyumas Oleh
FORMAKIA Banyumas

II. MKIA

(MOTIVATOR KESEHATAN IBU DAN ANAK)

1. Kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan
diri ke fasilitas kesehatan/ ANC kurang.
karena beberapa hal, diantaranya adalah;
 Kurangnya kesadaran akan pentingnya KIA
 Biaya mahal
 Malu karena usia yang sudah terlalu tua,
 Malu karena anak banyak
 Kehamilan diluar nikah.

2. Masih ada ibu hamil yang melahirkan
dibantu oleh dukun, bahkan melahirkan
sendiri

Perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil/ OMS
atau relawan yang bertugas mendampingi ibu
hamil Resiko Tinggi dalam menjaga
kehamilan dan mempersiapkan persalinannya
(termasuk perencanaan pembiayaan
persalinan).

1.
2.
3.
4.
5.

Pemetaan kekuatan jaringan ORMAS
Pemilihan MKIA melalui jaringan ORMAS
Orientasi MKIA
Pendampingan ibu hamil Resiko Tinggi,
Rapat koordinasi MKIA tiap 3 bulan

Kegiatan yang dilakukan oleh Motivator Kesehatan
Ibu dan Anak (MKIA) adalah:
1. Pendampingan ibu hamil yang dalam resiko tinggi
dan melakukan koordinasi dengan bidan Desa atau
petugas kesehatan Puskesmas untuk tindak
lanjutnya
2. Pendampingan dilakukan kepada ibu hamil dan
keluarga termasuk juga yang memiliki kendala
ekonomi dan budaya
3. Kegiatan yang dilakukan MKIA membantu ibu
hamil dalam Pemanfaatan buku Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA) serta penempelan Stiker P4K
4. Perencanaan pembiayaan persalinan dengan infak
persalinan atau dengan..
5. Pemanfaatan KBS dan atau BPJS

Penguatan
seluruh Desa–Desa
u/ menjadi
Pelopor KIA

Penguatan
MKIA bersama Bumil
di seluruh Desa
Kec. Kebasen

DESA PELOPOR KIA
Di KABUPATEN BANYUMAS

1. Kecamatan Kebasen Desa Kalisalak
Dengan Kegiatan:

 Mendata Bumil serta
Pendampingan Bu Mil Resti
Jmlh Kader : 26
Jumlah Bumil: 70, Resti: 8
 Penarikan Infak bersalin bagi
seluruh warga dng ketentuan
Per KK/ Rp 1000/ bulan
Dari bulan Okt 2012 s/d
tgl 25 Nov 2015
Dana terkumpul = Rp 106.700.000.
Mehirkan di Puskesmas 150.000
Melahirkan di RS 250.000
Telah membantu 475 ibu bersalin dan dana
terdistribusi = Rp 73.800.000
Saldo = Rp 32.900.000

 Pengadaan Ambulan Desa dng menggunakan
kendaraan milik warga, yang semula
berjumlah 13 kini sudah mencapai 98
(masyarakat mendaftar dng kesadarannya
sendiri)
 Melaksanakan Donor Darah setiap 3 bulan
 Mengadakan Penyuluhan-penyuluhan yang
berhubungan dengan KIA
 Sosialisasi Penggunaan Buku KIA dan
Penempelan Stiker P4K bersama Bidan Desa
 Sosialisasi BPJS

1. Dari masyarakat dana dikumpulkan di Tkt RT.
2. Dari RT dana tersebut di setor ke Bendahara
Forum KIA tingkat RW.
3. Bendahara Forum KIA tingkat RW melaporkan
perolehan dana yg ter kumpul ke bendahara
Forum KIA tingkat Desa.
Bersamaan dng pertemuan/ Rapat Koordinasi PKK
Desa tiap tanggal 25, dana tsb dilaporkan
penggunaannya /dipertanggungjawabkan.

2. Kecamatan Rawalo Desa Sidomulih, dng
kegiatan:

a. Julh MKIA:
b. Mendata Bumil dan Pendampingan Bumil Resti
c. Infak Bersalin
 Setiap bulan Rp 500- Rp 1000/ KK

 Menabung 1 kali selama hamilan: Rp 10.000

 S/d Bln Okt Dana Terkumpul : Rp 2. 850.000

d. Ambulan Desa
e. Donor Darah
f. Penyuluhan ttg Kesehatan Ibu dan Anak

3. FMM Kecamatan Baturaden Desa Pamijen,

dng kegiatan:
a. Jmlh MKIA:
b. Mendata Bumil dan Pendampingan Bumil
Resti
c. Menggalang Infak Bersalin:


Setiap bulan Rp 1000/ KK
Menabung/bln selama hamil Rp 5000
S/d bln Okt. dana terkumpul: Rp 1.800.000

d. Ambulan Desa
e. Penyuluhan ttg KIA.

Dan tlh dikembangkan di 3 Desa, yaitu:
Kutosari, Kemutug dan Karang Salam

4. FMM Kecamatan Sumbang
Desa Pelopor KIA Desa Datar dng
Dng kegiatan:

a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penggalangan Infak Bersalin setiap
bulan Rp 1000/ KK
c. Ambulan Desa
d. Donor Darah

5. FMM Kecamatan Sokaraja
Sudah semua (18 desa) menjadi Desa
Pelopor dan dng 18 MKIA, dng kegiatan:

a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penghimpungan Infak Bersalin setiap
bulan Rp 1000/ KK
c. Ambulan Desa
d. Donor Darah

6. Kecamatan Kemranjen, Desa Pelopor
KIA Desa Karang Gintung, dng kegiatan:
a. Pendataan Bumi dan Pendampingan
Bumil resti
b. Penghimpunan Infak Bersalin setiap
bulan.
c. Ambulan Desa.
d. Donor Darah

7. FMM Kecamatan Lumbir (Replikasi),
dng 3 Desa Pelopor, yaitu:
a. Lumbir
b. Kedung gede
c. Cingebul

Dengan kegiatan
a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penghimpunan Infak Bersalin setiap
bulan.
c. Ambulan Desa.
d. Donor Darah

8. FMM Kecamatan Pwt Barat
(Replikasi), tlh membentuk Desa
Pelopor.
Dengan kegiatan
a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penghimpunan dana Infak Bersalin
setiap bulan.
c. Ambulan Desa.
d. Donor Darah

9. FMM Kecamatan Pwt Utara
(Replikasi),
Dengan kegiatan
a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penghimpunan Infak Bersalin setiap
bulan.
c. Ambulan Desa.
d. Donor Darah

10. FMM Kecamatan Purwojati, desa Kali
Urip (Replikasi),
Dengan kegiatan
a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penghimpunan Infak Bersalin setiap
bulan.
c. Ambulan Desa.
d. Donor Darah

11. FMM Kecamatan Kedungbanteng, 14
desa (Replikasi), u/ menjadi Desa
Peloor KIA
Dengan kegiatan
a. Pendampingan Bumil Resti
b. Penghimpunan Infak Bersalin setiap
bulan.
c. Ambulan Desa.
d. Donor Darah

Yo ayo Motivator KIA..
Motivator KIA Nusantara
Bekerja ikhlas tanpa jasa..
Demi Ibu dan Bayi Indonesia
Janganlah bimbang jangan ragu..
Kerahkan maumu dan mampumu
Ibu Resti ..Rindu menunggu
Pendampingan dan aksi gerakanmu
Jika lelah terasa mendera,,
Jangan mengeluh ..jangan putus asa
Mantapkan diri kuatkan hati
Demi ibu.. bayi bumi Pertiwi

Pejabat dan aparat setempat,
Dukung kami gerakan masyarakat,
Maju terus bersama kita bisa.
Ibu bayi ..sehat selamat sejahtera

KEGIATAN LAIN FMM dan
SOSIALISASI TTG PROGRAM KIA

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI
FORUM MASYARAKAT PEDULI KESEHATAN IBU & BAYI
DI KABUPATEN BANYUMAS

bersama LSM Granat di RRI Purwokerto dng Topik:
“Bahaya Narkoba bagi Ibu Hamil “

DEMIKIAN
TK atas perhatiannya.
W3