MATERIAL TEKNIK

NON – DESTUCTIVE TESTING

DISUSUN OLEH :
MARDHIANSYAH H. A.
F 331 10 031

JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2010 / 2011
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU, SULAWESI TENGAH

Prinsipnya sama dengan sinar X yang digunakan untuk tubuh manusia. 2. SULAWESI TENGAH menggunakan 0. Ultrasonics. dengan menggunakan sinar X untuk mendapatkan gambaran dalam material. Radiography.NONDESTRUCTIVE TEST Uji tanpa merusak atau lazim disebut NonDestructive Test ( NDT). Untuk inside crack ada 3 metode yang dapat digunakan. bentuk.1~ 15 Mhz. dan lokasi non konformasi yang terdapat pada objek inspeksi tersebut PENGGUNAAN RADIASI DAN GELOMBANG Radiasi dan gelombang biasa dipakai untuk mengetahui keretakan pada sesuatu benda tanpa melakukan perusakan pada benda tersebut. gelombang Prinsipnya. tetapi panjang gelombang yang digunakan berbeda (lebih pendek). sebagai sarana untuk mendapatkan data dari ukuran / dimensi objek inspeksi maupun jenis. dengan frequensi antara UNIVERSITAS TADULAKO PALU. yaitu: 1. ultrasonic gelombang dengan ultrasonic . adalah sarana penunjang yang sangat diandalkan oleh kegiatan pengendalian dam pemastian mutu ( quality control and quality assurance ).

struktur bahan maupun komposisinya. Liquid penetrant dapat meresap ke dalam celah retakan yang sangat kecil bahkan ke dalam keretakan yang hanya sedalam 4 mikron UNIVERSITAS TADULAKO PALU. SULAWESI TENGAH .dipancarkan dalam material dan gelombang baliknya atau gelombang yang sampai di sisi yang lain di bandingkan dengan kecepatan suara dari material itu sendiri untuk mendapatkan gambaran posisi dari crack. arah keretakan. bentuk. Yaitu keretakan yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Deteksi keretakan dengan cara ini tidak tergantung pada ukuran. Accustic emission INSPEKSI CAIRAN PERESAP ( LIQUIT PENETRANT INSPECTION ) Cacat yang mampu dideteksi dengan uji ini adalah keretakan yang bersifat mikro. 3.

gelas. c. Proses ini banyak digunakan untuk menyelidiki keretakan permukaan (surface cracks).(4×10-6 m). Keretakan atau kekeroposan yang diselidiki dapat dideteksi apabila keretakan tersebut terjadi sampai ke permukaan benda. Pemilihan salah satu sistem bergantung pada faktor-faktor : 1) Kondisi permukaan benda kerja yang diselidiki 2) Karakteristik umum keretakan logam 3) Waktu dan tempat penyelidikan 4) Ukuran benda kerja UNIVERSITAS TADULAKO PALU. Permukaan yang terlalu kasar atau berpori-pori juga dapat mengakibatkan indikasi yang palsu. SULAWESI TENGAH . dan benda-benda hasil powder metallurgi. lapisan-lapisan bahan. Keretakan di bawah permukaan (subsurface cracks) tidak dapat dideteksi dengan cara ini. Lingkup pemakaian uji liquid penetrant Penggunaan uji liquid penetrant ini sangat terbatas yakni : a. Penggunaan uji liquid penetrant tidak terbatas pada logam ferrous dan non ferrous saja. Sedangkan seberapa dalam keretakan tersebut tidak mampu dideteksi dengan uji ini. dll. Klasifikasi liquid penetrant sesuai cara pembersihannya Ada tiga macam sistem liquid penetrant yang dapat digunakan ketiganya memiliki perbedaan yang mencolok. tetapi juga pada ceramics. plasik. kekeroposan (porosity). Penyerapan liquid penetrant ke dalam celah retakan terjadi karena daya kapiler. b. Tidak dianjurkan menyelidiki benda-benda hasil powder metallurgi karena kurang padat (berpori-pori).

SULAWESI TENGAH . Proses seperti ini sesuai dan sangat luas digunakan untuk inspeksi lapangan. Untuk situasi seperti ini solvent removable system digunakan pada saat pembersihan pendahuluan (pracianing) dan pembasuhan penetrant.Ketiga sistem liquid penetrant yang dapat digunakan adalah : The Water Washable Penetrant System Direncanakan agar liquid penetrant dapat dibersihkan dari sistem serupa. kondisi permukaan benda kerja. Penetrant jenis ini dilarutkan dalam oli dan membutuhkan langkah tambahan pada saat penyelidikan yaitu pembubuhan emulsifier dibiarkan pada permukaan benda kerja. Pembersihan pelarut secara optimum UNIVERSITAS TADULAKO PALU. harus dibatasi waktunya agar penetrant yang berada di dalam keretakan tidak menjadi water washable agar tidak ikut terbasuh The Solvent Removeable System Kadang-kadang dibutuhkan penyelidikan pada daerah yang sempit pada permukaan benda kerja yang penyelidikannya dilakukan di lapangan. Derajat dan kecepatan pembasuh untuk proses ini tergantung pada karakteristik dari spray nozzle. tekanan. Pembasuhan harus dilakukan secara hati-hati. Sistem ini dapat berupa flucreacont atau fisibledye. dan karakteristik liquid penetrant sendiri. temperatur air selama pembasuhan. Hal ini penting agar tidak ada kemungkinan penetrant terbasuh oleh air. Penetrant jenis ini larut dalam oli. karena liquid penetrant dapat terhapus habis dari permukaan yang retak. digunakan penetrant yang tidak dapat dibasuh dengan air (not water washable). Biasanya benda kerjanya besar atau ongkos pemindahan benda kerja ini dari lapangan ke tempat penyelidikan adalah relatif mahal. Prosesnya cepat dan efisien. The Post Emulsifisible System Untuk menyelidiki keretakan yang sangat kecil.

tetapi membutuhkan cahaya putih yang cukup untuk pengamatan. Cara ini diterapkan pada benda kerja yang besar. Hal ini ditunjukkan pada penampilannya yang kontras terhadap latar belakang warna developernya. Tetapi pelaksanaannya harus berada dalam keretakan tidak ikut tebasuh.dapat dicapai dengan cara mengelap permukaan benda kerja dari penetrant dengan lap yang dibasuhi solvent. UNIVERSITAS TADULAKO PALU. Tahap akhir dari pengelapan dilakukan dengan kain kering. tetapi cukup memadai untuk berbagai kegunaan. Proses seperti ini biasanya dilakukan untuk aplikasi yang khusus. SULAWESI TENGAH . karena prosesnya memakan tenaga yang relatif banyak dan tidak praktis untuk diterapkan sebagai inspeksi pada hasil produksi. Kalsifikasi liquid penetrant berdasarkan pengamatannya Berdasarkan pengamatannya ada tiga jenis liquid penetrant. Penetrant dapat pula dibasuh dengan cara membanjiri permukaan benda kerja dengan solvent. yaitu : 1) Visible Penetrant Pada umumnya visible penetrant berwarna merah. Proses ini tidak membutuhkan cahaya ultraviolet. Walaupun sensitivitas penetrant jenis ini tidak setinggi jenis fluorecent. Proses ini merupakan proses liquid penetrant inspection yang paling sensitive bila dilakukan dengan cara yang baik.

jenis proses (system). yaitu : a. dan tingkat sensitivitas yang diinginkan.2) Fluorecent Penetrant Liquid penetrant jenis ini adalah liquid penetrant yang dapat berkilau bila disensitivitas. kondisi permukaan yang diselidiki. SULAWESI TENGAH . UNIVERSITAS TADULAKO PALU. Ada tiga tingkatan sensitivitas. sehingga dengan duel sensitivity dapat diperoleh hasil yang lebih teliti dan akurat. Sensitivtas normal (cahaya normal) b. maksudnya adalah benda kerja mengalami dua kali pengujian yaitu : visible penetrnat dan fluorecent penetrant. Sensitivitas tinggi (cahaya gelap) c. Sensitivitas ultra tinggi (infra merah) Pemilihan penggunaan sensitivitas penetrant bergantung pada kekritisan inspeksi. 3) Dual Sensitivity Penetrant Ini adalah gabungan dari visible penetrant dan fluorecent penetrant. Fluorecent penetrant bergantung pada kemampuannya untuk menampilkan diri terhadap cahaya ultraviolet yang lemah pada ruangan gelap.

TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN Uji cairan penetran dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1. 3. Benda uji dicuci/dibersihkan. Sisa cairan penetran di permukaan yang tidak masuk kedalam celah dibersihkan 4. struktural . Permukaan dilapisi developer untuk menyedot ke luar cairan penetran yang berada dalam celah. dan metalurgi bahan ferromagnetic atau non ferromagnetic Inspeksi arus eddy digunakan untuk : UNIVERSITAS TADULAKO PALU. SULAWESI TENGAH . bila perlu diberi perlakuan anti karat INSPEKSI ARUS EDDY ( EDDY CURRENT ) Inspeksi arus eddy current juga disebut inspeksi induksi elektromagnetik . Pelapisan dapat dilakukan melalui penyemprotan pengolesan atau pencelupan. adalah teknik inspeksi untuk mengidentifikasi atau membedakan antara kondisi fisik . Permukaan diinspeksi secara visual untuk dideteksi adanya indikasi 6. Permukaan yang diperiksa dibersihkan dari kotoran yang mungkin menyumbat/menutupi celah 2. agar menghasilkan indikasi 5. Permukaan yang bersih dilapisi oleh cairan penetran dalam waktu tertentu agar cairan penetran dapat masuk kedalam celah.

Metode Inspeksi Arus Eddy Di dalam IAE. Namun sebaliknya dalam hal bahan feromagnetik. voids . kekerasan ( hardness ) . dan inklusi  untuk memilah metal berbeda ( dissimilar dan mendeteksi beda komposisi . dapat memusingkan karena seringkali hal – hal yang tidak berarti dari aspek material atau daya guna bagian yang seringkali diinspeksi . arus eddy menghasilkan medan elektomagnet yang dapat dideteksi melalui pengaruh medan elektromagnet pada koil penggerak utama (primary exiting coil) atau melalui sensor tersendiri. struktur mikro . Pada bahan elektromagnetik. dan sifat lainnya  untuk mengukur lapisan non kondoktif pada material yang konduktif . atau lapisan non konduktif pada metal yang magnetic . UNIVERSITAS TADULAKO PALU. kondisi perlakuan panas ( heat treatment ) . sehingga dapat mengakibatkan interprestasi yang salah . permabilitas magnetic . retak . ukuran kristal ( grain size ) . memberikan sinyal yangm justru mengaburkan variable yang penting . SULAWESI TENGAH . mengukur atau mengidentifikasi kondisi dan sifat konduktifitas listrik . dan kondisi fisik  mendeteksi cacat seperti seam . adapun keterbatasannya antara lain : kepekaan metode ini terhadap sifat dan karacteristic material . medan elektromagnetik secondary dihasilkan semata-mata dari arus eddy.

biasanya pengaruh magnetik tambahan cukup kuat untuk mengelilingi (overshadow) medan arus eddy yang sebenarnya.  Sinyal keluaran koil inspeksi diproses sebelum diperkuat (amplifikasi). Jika pengaruh permeabilitas tidak dihapus metode inspeksi lebih dikategorikan sebagai inspeksi elektromagnetik atau induksi magnetik (magnetoinductive). Indikasi Arus Eddy bervariasi dalam kesulitannya tergantung dari persyaratan inspekasi yang ditentukan. atau recorder. UNIVERSITAS TADULAKO PALU. Pengaruh medan magnet yang berasal dari permebilitas benda uji dapat dihapus dengan magnetisasi bahan tersebut sehingga kenyang. Pada umumnya IAE diharuskan memenuhi persyaratan sebagai berikut:  Penggiatan (excitation) koil inspeksi.  Penyajian (display) sinyal pada meter.  Modilasi (penyetelan) sinyal keluaran koil inspeksi oleh benda uji. osiloskop. osilograf.  Perlajuan pada benda uji.  Dudukan pada rakitan koil inspeksi. SULAWESI TENGAH .  Pendektesian atau demodulasi sinyal koil biasanya disertai dengan analisis atau pembedaan (diskriminasi) sinyal.  Amplifikasi sinyal koil.

Keuntungan penggunaan butir magnetik adalah sebagai berikut:  indikasi cacat langsung tampak dilokasi keberadaannya.  Tidak memerlukan kalibrasi peralatan. UNIVERSITAS TADULAKO PALU.  Tidak memerlukan pembersihan awal pada permukaan uji. Keuntungan dan Kerugiannya Inspeksi butiran magnetik juga memerlukan sumber tenaga listrik untuk menghaslkan gaya elektromagnetik. kabel-kabel khusus dll.  Tidak ada batasan terhadap luas permukaan uji. Selanjutnya walaupun terdapat sumber tenaga listrik. SULAWESI TENGAH .INSPEKSI BUTIR MAGNETIC ( MAGNETIC PARTICLE TEST ) Inspeksi nonkonformasi butir magnetik dipermukaan dan digunakan dibawah untuk mengungkap permukaan cacat (subsurface) atau dengan memanfaatkan kebocoran garis-garis gaya magnetik (flux) pada permukaan beda uji. sehingga dengan menyemprotkan butir ferromagnetik akan berkumpulah serbuk magnetik tersebut pada bocoran flux tadi sehingga karenanya terungkaplah jenis dan dimensi cacat permukaan dan bawah permukaan. horseshoe. inspeksi ini masih memerlukan piranti khusus untuk pelaksanaannya seperti yoke.

misalnya longitudinal. melingkar.  Kekurangannya adalah bahwa magnet permanen tidak dapat memberikan magnetisasi pada permukaan yang luas. maka didisain beberapa konfigurasi elektroda dan kabel untuk menghasilkan berbagai arah garis-garis magnet atau flux. Flux longitudinal akan mengungkap jenis defect yang melintang flux. dan sirkular pada permukaan datar. yakni jenis defect yang transversal. Flux yang melingkar pada permukaan uji akan mengngkap jenis-jenis defect diantara dua elektroda. sehingga dapat digunakan dilokasi yang tidak memiliki sumber arus listrik. jika kekuatan magnet pemanennya UNIVERSITAS TADULAKO PALU. Untuk maksud mengungkap berbagai jenis defect yang bergerak pada permukaan uji dengan segala dimensi dan arah. SULAWESI TENGAH . Flux yang melingkar panjang benda uji yang panjang akan mengungkap seluruh jenis defect yang longitudinal.Magnetisasi Magnetisasi didapatkan dari arus listrik searah yang dihasilkan dari rectifier atau dari generator arus searah. Kelebihan dan kekurangan penggunaan magnet permanen sebagai sumber tenaga untuk membentuk ladang magnet adalah sbb:  Keuntungannya tidak memerlukan unit pembangkit tenaga atau sumber arus listrik .

besar. dan serbuk ferromagnetik lebih tertarik pada sumber magnet daripada berkumpul pada bocoran flux dipermukaan uji untuk mengungkap defect disubsurface . SULAWESI TENGAH . UNIVERSITAS TADULAKO PALU. sulit untuk menggerakannya. Yoke adalah piranti untuk menggerak-gerakan dua kutub magnet sekaligus diatas permukaan uji guna membuat ladang magnet yang dapat mengungkap keberadaa defect atau cacat subsurface dalam benda uji.