PENDAHULUAN Vitamin berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine

) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin sama sekali tidak memiliki atom N. Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita. Asam askorbat terdapat pada semua hewan dan jaringan tumbuhan tingkat tinggi. Senyawa ini diperlukan di dalam diet manusia. Kebanyakan hewan dan mungkin semua tumbuhan dapat mensintesa vitamin C dari glukosa (Lehninger, 1995). Vitamin C berfungsi aktif dalam sel organisme hidup. Dimana enzim propil hidroksilase tetap stabil, apabila kandungan vitamin C cukup dalam sel. Vitamin C atau L-asam askorbat merupakan antioksidan yang larut dalam air (aqueous antioxidant) dan mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Vitamin C mencegah lesi pada kulit dan mencegah dinding pembuluh darah mudah pecah karena dapat menjaga struktur kolagen protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka, patah tulang, memar, perdarahan kecil dan luka ringan berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran, serta vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker.

Tujuan Percobaan Percobaan ini bertujuan untuk menghitung kadar vitamin C dalam tablet dan menghitung kadar vitamin C dalam sari buah Tabel 2. Hasil Pengukuran Titrasi Tablet Vitamin C Volume Larutan Awal (ml) 36 Blanko air 32,5 Tablet Vit C Sari buah 25,2 28,9 2,5 13,5 43,1 28,9 32,9 13,5 27,5 10,6 3,7 3,6 11 14 3,65 Akhir (ml) 46 Terkoreksi V rata-rata (ml) 10 10,3 V terkoreksi Kadar vitamin C (%)

12,5

Indikator : larutan pati Titrasi : C6H8O6 + I2 Reaksi : I2 + 2S2O322HI + C6H6O6 S4O62- + 2I-

Perubahan Warna : sebelum ditambah pati : kuning setelah ditambah pati : biru contoh perhitungan : y V terkoreksi tablet vitamin C : V rata-rata blanko- V rata-rata Vitamin: 10,3-3,65 = 6,65 ml y V terkoreksi sari buah : V rata-rata blanko- V rata-rata sari buah: 10,3-12,5= 2,2 ml y Kadar vitamin C dalam tablet : V terkoreksi x 8,08 mg/ml : 6,85 x 8,08 = 52,35 mg/ml y Kadar vitamin C dalam sari buah : V terkoreksi x 8,08mg/ml x100% V sari buah : 2,2x 8,08mg/ml x 100% 20 ml

: 88,88% (b/v) Penentuan kadar vitamin C dalam percobaan ini dilakukan dengan metode titrimetri. Dalan hal ini, yang menjadi titran adalah vitamin C dan titratnya adalah tiosulfat. Fungsi ditambahkannya H2SO4 adalah sebagai katalisator, reaksi antara vitamin C dan tiosulfat akan terjadi jika dalam suasana asam, H2SO4 merupakan asam, sehingga diperlukan sebagai suasana agar terjadi reaksi. Percobaan ini merupakan penerapan dari titrasi iodometri (titrasi berdasarkan redoks) dengan I2 sebagai titran. Titrasi ini menyangkut reaksi I2 + 2 e 2 I- (Harjadi 1990). . Vitamin C memiliki struktur yang mirip dengan struktur monosakarida, tetapi mengandung gugus enadiol. Secara alami bentuk vitamin C adalah isomer-L. Isomer ini memiliki aktivitas yang lebih besar dibandingkan bentuk isomer-D (Winarsi, 2007).

struktur kimia vitamin C

Hasil percobaan menunjukkan bahwa kadar vitamin C yang terkandung di dalam tablet vitamin C cukup tinggi, yaitu sebesar 52,35 mg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa tablet vitamin C dapat memenuhi kebutuhan vitamin C manusia perharinya. Kandungan vitamin C dalam sari buah juga terbilang tinggi, yaitu sebesar 88,88%.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful