You are on page 1of 13

VARIASI SOMAKLONAL

Fakhri Hafidh

145040200111117

Eka Maulidina P.

145040201111164

Erwin Sartono R.

145040201111263

Doni Bramastyo

145040201111313

Muhammad Istaghfuri 145040207111100

DEFINITION OF
SOMACLONAL
VARIATION

SOMACLONAL VARIATION
Variasi somaklonal adalah suatu fenomena tanaman yang
terregenerasi secara kultur in vitro melalui sel somatik sering
berbeda fenotip dengan tanaman awal atu terjadi perubahan
genetik. Selain itu keragaman genetik eksplan dan keragaman
genetic yang terjadi didalam kultur jaringan diperkirakan sebagai
penyebab variasi somaklonal.
Variasi somaklonal digunakan untuk memperoleh tanaman
potensial dengan sifat-sifat yang diinginkan, tetapi variasi ini justru
tidak dikehendaki dalam kultur jaringan (sebagai perbanyakan
aseksual) karena dapat meningkatkan variabilitas terutama untuk
tanaman transgenik.
Variasi somaklonal tidak muncul sebagai fenomena yang
sederhana, dan mungkin merefleksikan perbedaan-perbedaan preexisting cellular genetic atau keragaman yang diinduksi oleh kultur
jaringan.

SEBERAPA JAUH VARIASI


SOMAKLONAL SEBAGAI ALAT
(TEKNIK) DAPAT DIANDALKAN?

SOMACLONAL VARIATION
Faktor-faktor yang mempengaruhi kultur in vitro dalam
meningkatkan variasi :

Tingkat pertumbuhan awal organ


meristematik
semakin besar tingkat pertumbuhan organ dan semakin lama waktu yang
digunakan tumbuh di media, maka semakin besar perubahan yang terjadi
sebagai hasil variasi somaklonal.
Konstitusi genetik material awal
Genotipe merupakan faktor penting di dalam menimbulkan variasi
somaklonal, karena genotipe dapat mempengaruhi frekuensi regenerasi dan
frekuensi variasi somaklonal yang terjadi

SOMACLONAL VARIATION
Faktor-faktor yang mempengaruhi kultur in vitro dalam
meningkatkan variasi :

Lingkungan kultur (zat pengatur tumbuh di


medium
kultur)
Zat pengatur
tumbuh
mempengaruhi variasi somaklonal selama fase kultur melalui
efeknya pada pembelahan sel Kondisi kultur dengan media yang mengandung auksin
kuat dapat mengimbas proses dedifirensiasi, sehingga kromosom menjadi tidak stabil
dan mengganggu siklus mitosis serta replikasi DNA. Ketidakstabilan ini diduga karena
benang-benang (spindle) kromosom tidak normal sehingga terjadi keragaman
kromosom dalam jenis tanaman yang sama.

Sumber jaringan atau eksplan (the tissue


source )

Sumber eksplan merupakan sumber yang sangat penting dalam menginduksi variasi
somaklonal. Karena jaringan yang berbeda dapat menimbulkan frekuensi variasi
somaklonal. Semakin tua atau semakin khusus suatu jaringan, maka akan semakin
besar variasi yang diperoleh dari tanaman yang diregenerasikan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

VARIASI
SOMAKLONAL

SOMACLONAL VARIATION
Kelebihan:
Mampu memperbaiki sifat produksi
beberapa tanaman seperti tomat,
tebu, seledri, padi, dan sorgum.
Lebih murah dibandingkan dengan
hibridisasi somatik dan transformasi
genetik.
Sistem
kultur
jaringan
dapat
menggunakan lebih banyak spesies
tanaman
daripada
manipulasi
dengan hibridisasi somatik dan
transformasi genetik.
Tidak perlu identifikasi sifat (trait)
berdasarkan sifat genetik.
Dilaporkan varian-varian noveltis
telah banyak dihasilkan di antara
somaklon yang dihasilkan variasi
somaklonal.

Kekurangan:
Tidak dapat diaplikasikan pada
tanaman gandum, jagung, dan
barley meskipun diusahakan
dengan skala yang besar dan
ekstensif.
Hasil (regeneran) dari variasi
somaklonal
tidak
dapat
diprediksi.

FAKTOR-FAKTOR
VARIASI
SOMAKLONAL
Subtitle

SOMACLONAL VARIATION
Genetik (Variasi Terwariskan)
Variasi yang sudah ada dalam sel-sel somatik dari eksplan (Sudah ADA PADA
Variasi sel somatik sebelumnya)
Disebabkan oleh mutasi dan perubahan DNA lainnya
Terjadi pada frekuensi tinggi

Epigenetik (Variasi Nondiwariskan)


Variasi yang dihasilkan selama kultur jaringan (Variasi Yang diinduksi Diposkan
Kondisi kuljar)
Disebabkan oleh perubahan fenotipik sementara
Terjadi pada frekuensi rendah

SOMACLONAL VARIATION
mahkota
bunga

500 dan 1000


rad
In vitro
tunas
Pengakar
an

Gamma

SOMACLONAL VARIATION

Thank you

Gracias

Terimakasih