You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN
Hemorrhoid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di
daerah anus yang berasal dari plexus hemorrhoidalis. Jaringan hemoroid
merupakan struktur anatomis normal pada kanalis anal yang berfungsi untuk
membedakan cairan, feses, dan udara, serta mencegah inkontinensia ani.
Hemoroid dikatakan suatu kondisi medis hanya jika muncul gejala. Hemoroid
sering terdapat pada tiga posisi primer, yaitu kanan-depan (jam 7), kananbelakang (jam 11), dan kiri lateral (jam 3).
Hemoroid yang lebih dikenal sebagai ambien atau wasir merupakan
penyakit yang sering ditemukan pada masyarakat Indonesia. Sekitar 5% dari
populasi umum, 35% dari penduduk yang berusia lebih dari 25 tahun dan 50%
dari penduduk yang berusia 50 tahun mengalami penyakit hemoroid. Walaupun
keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang
sangat tidak nyaman.
Tingginya prevalensi hemorrhoid disebabkan oleh beberapa faktor antara
lain: kurangnya konsumsi makanan berserat, konstipasi, usia, keturunan,
kebiasaan duduk terlalu lama, peningkatan tekanan abdominal karena tumor, pola
buang air besar yang salah, hubungan seks peranal, kurangnya intake cairan,
kurang olah raga dan kehamilan.
Sebuah penelitian di Amerika Utara pada tahun 2008 menunjukkan bahwa
14,8% orang dewasa mengalami konstipasi. Angka ini lebih tinggi daripada
penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes melitus,
sementara konstipasi merupakan salah satu faktor risiko dari kejadian hemorrhoid.
Penatalaksanaan hemoroid dibagi atas penatalaksanaan secara medik dan secara
bedah tergantung dari derajatnya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Anatomi Kanalis Anal
Kanalis anal memiliki panjang sekitar 4 cm, yang dikelilingi oleh spingter

anus. Setengah bagian atas dari kanalis anal dilapisi oleh mukosa glandular rektal.
Mukosa bagian teratas dari kanalis anal berkembang sampai 6-10 lipatan
longitudinal, yang disebut columns of Morgagni, yang masing masing memiliki
cabang terminal dari arteri rektal superior dan vena. Lipatan-lipatan ini paling
menonjol di bagian lateral kiri, posterior kanan dan kuadran anterior kanan,
dimana vena membentuk pleksus vena yang menonjol. Mukosa glandular relatif
tidak sensitif, berbeda dengan kulit kanalis, kulit terbawahnya lebih sensitive.
Bantalan hemoroid adalah jaringan normal dalam saluran anus dan rectum
distal yang dapat berfungsi sebagai fungsi kontinens yaitu menahan pasase
abnormalgas, feses cair dan feses padat. Fungsi lainnya adalah efektif sebagai
katup kenyal yang “watertight”. Bantalan vaskuler arterio-venous, matriks
jaringan ikat dan otot polos. Bantalan hemoroid normal terfiksasi pada jaringan
fibroelastik dan ototpolos dibawahnya.

Gambar 2.1 Bantalan hemoroid
Mekanisme spinter anal memiliki tiga unsur pembentuk, spinter internal,
spinter eksternal dan puborektalis. Spinter internal merupakan kontinuasi yang

Persarafan parasimpatik (nervi erigentes) berasal dari saraf sakral kedua.2 Vaskularisasi vena-vena kanalis anal Persarafan rektum terdiri atas sistem saraf simpatik dan parsimpatik. Vena-vena ini berasal dari 2 pleksus yaitu pleksus hemoroidalis superior (interna) yang terletak di submukosa atas anorectal junction dan pleksus hemoroidalis inferior (eksterna) yang terletak di bawah anorectal junction dan di luar lapisan otot. Vaskularisasi rektum dan kanalis anal sebagian besar diperoleh melalui arteri hemoroidalis superior.semakin menebal dari muskular dinding ginjal. dan keempat. ketika arteri tersebut melewati bagian atas spina ischiadica. Serabut saraf simpatik berasal dari pleksus mesentrikus inferior dan dari sistem parasakral yang terbentuk dari ganglion simpatis lumbal ruas kedua. dan inferior. Arteri hemoroidalis media merupakan cabang ke anterior dari arteri hipogastrika. dan keempat. ketiga. Gambar 2. ketiga. Arteri hemoroidalis superior merupakan kelanjutan akhir arteri mesentrika inferior. Sedangkan vena-vena dari kanalis anal dan rektum mengikuti perjalanan yang sesuai dengan perjalanan arteri. . Arteri hemoroidalis inferior dicabangkan oleh arteri pubenda interna yang merupakan cabang dari arteri iliaca interna. media. Spinter eksternal dan puborektalis sling (yang merupakan bagian dari levator ani) muncul dari dasar pelvis.

Terdapatnya lekukan tajam dari tempat ini juga memberi tambahan penghalang masuknya feses ke rektum. yang ditimbulkan oleh refleks kontraksi dari rektum dan relaksasi dari otot sfingter. Bantalan ini berada di kuadran lateral kiri. bila suatu gerakan usus mendorong feses ke arah rektum. Selain itu sel-sel Goblet mukosa mengeluarkan mukus yang berfungsi sebagai pelicin untuk keluarnya massa feses.Fungsi utama dari rektum dan kanalis anal ialah untuk mengeluarkan massa feses yang terbentuk di tempat yang lebih tinggi dan melakukan hal tersebut dengan cara yang terkontrol. selain hanya menyerap sedikit cairan. 2. Hal ini sebagian diakibatkan adanya otot sfingter yang tidak begitu kuat yang terdapat pada rectosimoid junction. .2 Definisi Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal. Hemoroid bukan sekedar pelebaran vena hemoroidalis. tetapi bersifat lebih kompleks yakni melibatkan beberapa unsur berupa pembuluh darah. Di dalam kanalis anal terdapat bantalan vaskular khusus yang membentuk massa dan dilapisi sub mukosa tebal yang tersusun atas pembuluh darah. Rektum dan kanalis anal tidak begitu berperan dalam proses pencernaan. Pada hampir setiap waktu rektum tidak berisi feses. Akan tetapi. jaringan lunak dan otot di sekitar anorektal (kanalis anus). secara normal hasrat defekasi akan timbul. otot polos serta jaringan ikat dan elastis. maka sering terjadi hemoroid pada daerah tersebut. anterior kanan dan posterior kanan dan kanalis untuk membantu kontinensi anal. kira-kira 20 cm dari anus. Feses tidak keluar secara terus-menerus dan sedikit demi sedikit dari anus berkat adanya kontraksi tonik otot sfingter ani interna dan eksterna.

3) b) Kelemahan dari tonus sphincter ani Sekunder 1) Pekerjaan.Gambar 2. 2. Vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemoroidalis kurang mendapat sokongan otot dan vasa sekitarnya sehingga memudahkan timbulnya timbunan darah. dan kerusakan jaringan penyangga. pembengkakan. mempunyai predisposisi untuk hemoroid. Semua hal yang menyebabkan susahnya buang air besar juga dapat digolongkan sebagai faktor predisposisi seperti makanan yang kurang serat yang dapat mengakibatkan feses keras sehingga sulit dikeluarkan.faktor seperti mengejan saat buang air besar dapat menghambat aliran balik darah vena hemoroidalis. Faktor. karena dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis. sehingga sukar bagi kita untuk menentukkan penyebab yang tepat bagi tiap kasus.3 Lokasi tersering hemoroid interna Hemoroid juga dapat dikatakan sebagai dilatasi. juga disebutkan bahwa mengejan mengakibatkan kontraksi lapisan otot dinding rectum selama defekasi. atau harus mengangkat barang berat.3 Faktor Risiko Faktor risiko hemoroid banyak sekali. 2) Anatomik dan fisiologi. . atau inflamasi vena hemoroidalis yang disebabkan oleh berbagai macam pencetus. Faktor risiko hemoroid yaitu: a) Primer 1) Keturunan. Orang yang harus berdiri atau duduk lama. menyebabkan dilatasi vaskuler.

BPH dan tumor rectum.4 Patofisiologi Penelitian terbaru menekankan pada besarnya faktor bantalan anus. dekompensasio kordis. 5) Pola makan. 2. Pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh.2) Umur. seperti pada saat mengejan akan mendorong banmtalan hemoroid menjadi prolaps dan juga dapat menjepit vena intra muscular kanalis ani sehingga terjadi obstruksi. dorongan pada bantalan anus saat persalinan. Bantalan ini tersusun dari tiga lapisan tebal dari kumpulan vena submukosa yang selalu terletak pada sisi lateral kiri. 3) Endokrin. 6) Pola defekasi. misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus (sekresi hormon relaksin) yang dapat melemahkan dinding vena di bagian anus. 4) Mekanis. Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut. cukup minum air putih. yang biasanya terletak diatas linea dentate pada kanalis ani. sirosis hepatis. juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis. misalnya penderita hipertrofi prostat. Fungsi bantalan ini . hindari makanan pedas akan menurunkan angka kejadian hemoroid. kebiasaan defekasi dengan berlama – lama sambil membaca. sering konstipasi akan meningkatkan angka kejadian hemoroid. 9) Peningkatan tekanan intra abdominal. tromosis. peningkatan tekanan intra abdominal. Pembendungan dapat terjadi karena dorongan massa faces yang keras pada vena. sering diare. Kebiasaan mengejan saat defekasi. atau pada penderita hipertensi portal. 7) Kehamilan merupakan salah satiu faktor pencetus hemoroid karena terjadi peningkatan vaskuler daerah pelvis. seperti buah dan sayur. 8) Obstruksi vena. postero lateral kanan dan atero lateral kanan. sering kostipasi. Diet tinggi serat.

belum jelas. berjalan memanjang secara radier sambil mengadakan anastomosis. Ketika vena submukosal meregang akibat dinding pembuluh darah pada hemoroid melemah. Bila ini menjadi varises maka disebut hemoroid interna. heparin untuk migrasi sel endotel dan sitokin sebagai TNF-α serta interleukin 4 untuk pertumbuhan fibroblas dan proliferasi. akan terjadi ekstravasasi sel darah merah dan perdarahan. melalui mediator dan sitokin yang dikeluarkan oleh granul sel mast. Pada tahap selanjutnya hemoroid yang mengalami trombosis akan mengalami rekanalisasi dan resolusi. Drainase daerah anorektal adalah melalui vena-vena hemoroidales superior dan inferior. Vena hemoroidales superior mengembalikan darah ke vena mesenterika inferior dan berjalan submukosa dimulai dari daerah anorektal dan berada dalam bagian yang disebut kolumna Morgagni. Proses ini dipengaruhi oleh kandungan granul sel mast. posterior kanan. namun diketahui bahwa bantalan ini selalu membesar terisi oleh darah selama defekasi. yang menyebabkan prolapsus hemoroid yang klasik dan berdarah. pembuluh darah menjadi berdilatasi secara progresif dan jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internal di bawahnya. Lokasi primer hemoroid interna (pasien berada dalam posisi litotomi) terdapat pada tiga tempat yaitu anterior kanan. diduga untuk melindungi kanalis ani dari abrasi. konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting. Selanjutnya pembentukan jaringan parut akan dibantu oleh basic fibroblast growth factor dari sel mast. Pada tahap awal vasokonstriksi terjadi bersamaan dengan peningkatan vasopermeabilitas dan kontraksi otot polos yang diinduksi oleh histamin dan leukotrin. dan . Termasuk diantaranya tryptase dan chymase untuk degradasi jaringan stroma. Mengejan menyebabkan pembesaran dan prolapsus sekunder bantalan pembuluh darah hemoroidalis. Taweevisit dkk (2008) menyimpulkan bahwa sel mast memiliki peran multidimensional terhadap patogenesis hemoroid. Sel mast juga melepaskan platelet-activating factor sehingga terjadi agregasi dan trombosis yang merupakan komplikasi akut hemoroid. Jika mengejan terus menerus. Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti.

kanan belakang (jam 7) dan lateral kiri (jam 3). Hemoroid yang lebih kecil tedapat di antara ketiga letak primer tersebut dan kadang juga sirkuler.5 Klasifikasi dan Derajat Hemoroid Hemoroid diklasifikasikan menjadi tiga yaitu hemoroid interna. Hemoroid Interna Hemoroid interna adalah pelebaran dari plexus hemorroidalis interna (terdiri dari vena hemoroidalis superior dan media) dimana pleksus hemorroidalis interna ini berada di atas garis mukokutan (linea dentate) atau 2/3 canalis ani bagian atas dan ditutupi oleh mukosa. Hanya dapat dilihat dengan anorektoskop. hemoroid interna dibagi menjadi 4 derajat yaitu: 1. eksterna dan interna-eksterna. Karena tidak mempunyai inervasi somatic. Secara klinis. Derajat 3 : Pembesaran hemoroid yang prolaps dapat masuk lagi ke dalam anus dengan bantuan dorongan jari. mengikuti cabang-cabang vena hemoroidalis superior dan tampak sebagai pembengkakan globular kemerahan. maka pada umunya penyakit ini tidak disertai nyeri.lateral kiri. Hemoroid interna ini merupakan bantalan vaskuler di dalam jaringan sub mukosa pada rektum sebelah bawah. yang oleh Miles disebut “Three Primary Haemorrhoidal Areas”. Hemoroid interna terdapat pada tiga posisi primer. Kedua plexus hemoroid internus dan eksternus saling berhubungan secara longgar dan merupakan awal dari aliran balik vena yang bermula dari rectum sebelah bawah dan anus. terdapat di sebelah distal garis mukokutan (linea dentate) di dalam jaringan di bawah epitel anus. Hemoroid eksterna merupakan pelebaraan dan penonjolan pleksus hemoroidalis eksterna (vena hemorroidalis inferior). yaitu kanan depan (jam 11). . Derajat 2 : Pembesaran hemoroid yang prolaps dan menghilang atau masuk sendiri ke dalam anus secara spontan. a. 2. Selanjutnya plexus hemoroidalis interna ini mengalirkan darah ke vena porta. 2. Derajat 1 : Bila terjadi pembesaran hemoroid yang tidak prolaps ke luar kanal anus. 3.

Hemoroid Eksterna Hemoroid eksterna merupakan pelebaraan dan penonjolan pleksus hemoroidalis eksterna (vena hemorroidalis inferior). Derajat 4 : Prolaps hemoroid yang permanen. yaitu : a Bentuk hemoroid biasa. kecuali kalau ada ulcerasi dan infeksi. disebut sebagai hemoroid thrombosis eksternal akut. Bentuk ini sering terasa sangat nyeri dan gatal karena ujung – ujung saraf pada kulit merupakan reseptor nyeri. Gambar 2. Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada tepi anus yang sebenarnya merupakan suatu hematom.4 Derajat Hemoroid Interna b. Plexus hemorroidalis eksterna mengalirkan darah dari daerah perineum dan lipatan paha ke peredaran darah sistemik melalui vena illiaka. Rentan dan cenderung untuk mengalami trombosis dan infark. terdapat di sebelah distal garis mukokutan (linea dentate) di dalam jaringan di bawah epitel anus. Rasa nyeri pada perabaan menandakan adanya thrombosis yang biasanya disertai penyulit seperti infeksi. b Bentuk benjolan hemoroid dengan thrombosis akut. abses perianal. c. tapi letaknya di distal mucocutaneal junction. c Bentuk skin tags. Gabungan Hemoroid Interna-Eksterna .4. Ada 3 bentuk hemoroid eksterna yang sering dijumpai. Sedangkan pada penderita bentuk skin tags tidak mempunyai keluhan.

Kadang perdarahan hemoroid yang berulang dapat berakibat timbulnya anemia berat. Hemoroid ini sering ditemukan saat pemeriksaan colok dubur. Benjolan (prolaps) . Perdarahan massif terjadi bila bantalan prolaps pecah dan terbendung oleh spincter. Walaupun berasal dari vena. b). terjadi akibat tonus spincter yang melemah. Perbedaan gambaran hemoroid interna dan eksterna dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 2. yaitu pada orang tua dengan bantalan anus yang hanya ditutupi oleh mukosa yang terletak diluar anus.6 a) Manifestasi Klinis Perdarahan Perdarahan umumnya merupakan keluhan tersering dan tanda pertama dari hemoroid interna akibat trauma oleh faeces yang keras.5 Gabungan hemoroid interna-eksterna 2. dapat hanya berupa garis pada faeces atau kertas pembersih sampai pada perdarahan yang terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah. darah yang keluar berwarna merah segar karena kaya akan zat asam. Perdarahan dapat juga timbul diluar defekasi. Gabungan hemoroid interna dan eksterna ini biasanya terletak di atas dan di bawah linea dentate. Darah segar menetes setelah pengeluaran fases ( tidak bercampur dengan fases ). tanpa disertai nyeri dan pruritus.Berasal dari pelebaran plexus hemorroidalis interna dan plexus hemorroidalis eksterna.

Harus dapat dibedakan dengan thrombosis perianal. Pada stadium yang lebih lanjut. bahkan dapat menimbulkan maserasi kulit. Anemia terjadi secara kronis. yang sering mengotori pakaian dalam. hipertrofi papilla anus dan polip rektum. Gejala iritasi Iritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal yang dikenal sebagai pruritus anus dan ini disebabkan oleh kelembaban yang terus menerus dan rangsangan mukus. Karena itu harus dicari sumber perdarahan di lokasi lain. Puncak nyeri biasanya timbul setelah defekasi. penonjolan ini hanya terjadi pada waktu defekasi dan disusul reduksi spontan setelah defekasi. Rasa gatal bisa terjadi karena sulit untuk menjaga kebersihan di daerah yang terasa nyeri. Pruritus ani yang timbul bisa juga disebabkan karena iritasi kulit perianal oleh karena kelembaban yang terus menerus dan rangsangan anus. .Hemoroid yang membesar secara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol keluar menyebabkan prolaps. Sekresi dari mukosa anus disertai perdarahan merupakan tanda hemoroid interna. Keluarnya mukus dan terdapatnya faeces pada pakaian dalam merupakan ciri hemoroid yang mengalami prolaps menetap. d Nyeri Nyeri dan rasa tidak nyaman timbul bila ada komplikasi berupa prolaps. Pada tahap awal. c). skin tag yang edema. Pruritus ani sebenarnya bukan akibat dari wasir. Anemia yang terjadi karena jumlah eritrosit yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar. thrombosis. e Anemia defisiensi besi Anemia defisiensi besi akibat perdarahan berulang dengan kadar hemoglobin hingga dibawah 4%. Skin tags merupakan tanda pernah terjadinya episode komplikasi thrombosis hemoroid interna. abses dan keganasan. hemoroid interna ini perlu didorong kembali setelah defekasi agar masuk kembali ke dalam anus. atau akibat penyakit lain yang menyertai seperti fisura ani. Perdarahan yang tidak bias dihentikan harus segera dilakukan tindakan bedah. Pada akhirnya hemoroid dapat berlanjut menjadi bentuk yang mengalami prolaps menetap dan tidak bisa didorong masuk lagi.

Perdarahan yang paling dikeluhkan oleh pasien. adanya benjolan pada tepi anus (hemoroid externa). Pemeriksaan Fisis Pemeriksaan umum tidak boleh diabaikan karena keadaan ini dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti sindrom hipertensi portal. dokter harus menyanyakan tentang jumlah. pasien sering duduk berjam-jam di WC. perdarahan. b. yang membutuhkan tekanan intra abdominal meninggi (mengejan). Darah yang lebih gelap atau darah yang bercampur dengan fases harus mengarahkan kecurigaan pada penyebab perdarahan yang proximal. misalnya fisura ani. Evaluasi inspeksi pada daerah anorectal berupa perdarahan atau bekas perdarahan pada anus. adanya prolpas hemoroid interna (dengan pasien mengejan). mungkin skin tag atau hemoroid thrombosis. atau perubahan pola defekasi. termasuk karakteristik nyeri. fistel ani dan lain – lain. Rasa ini memuncak pada 48 – 72 jam pertama dan menurun setelah hari keempat pembentukan thrombus. miring (sim’s position) atau posisi menungging (knee chest position) ini yang terbaik. kelainan anorectal lainnya. Pada pemeriksaan lokal. defekasi yang keras. Pemeriksaan Colok Dubur : Pada pemeriksaan colok dubur. Pasien dengan hemoroid eksterna yang disertai thrombosis biasanya mengeluhkan adanya tonjolan yang sangat nyeri. Anamnesis Anamnesis harus dikaitkan dengan faktor obstipasi. dan dapat disertai rasa nyeri bila terjadi peradangan. 2. warna dan durasi perdarahan dari anus. catat pada posisi jam berapa. adanya penonjolan dari anus. Onset dan durasi dari keluhan.sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita walaupun Hb sangat rendah karena adanya mekanisme adaptasi. hemoroid interna stadium awal tidak dapat diraba sebab tekanan vena di dalamnya tidak terlalu tinggi dan biasanya tidak nyeri.7 Diagnosis Diagnosis hemoroid dapat dilakukan dengan melakukan: a. Hemoroid dapat diraba apabila sangat . penderita dalam posisi lithotomi.

Pemeriksaan dengan menggunakan barium enema X-ray atau kolonoskopi harus dilakukan pada pasien dengan umur di atas 50 tahun dan pada pasien dengan perdarahan menetap setelah dilakukan pengobatan terhadap hemoroid 2. antara lain.8 Diagnosis Banding Banyak masalah anorektal. perdarahan menetes dan umumnya berwarna merah tua. Karsinoma colon dan rectum. Berikut adalah beberapa diagnosis banding dari hemoroid. hipertrofi papil (teraba benjolan) dan sentinel tags (biasanya pada jam 6 dan 12). c. 1. atau iritasi dan gatal- gatal. disertai lender. Merupakan perumbuhan jaringan dari dinding rektum yang menonjol ke dalam lumen. anus dan rektum dapat dievaluasi untuk kondisi lain sebagai diagnosa banding untuk perdarahan rektal dan rasa tak nyaman seperti pada fisura anal dan fistula. 3. kolitis. adanya gangguan pola defekasi.. polip rektal. memanjang sejajar sumbu anus. Dapat memberikan keluhan berak bercampur darah. Pada rectal taoucher teraba massa yang berdungkul. Pemeriksaan colok dubur ini untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rektum. Fissura ani. Didapatkan trias khas: ulkus pada anus. 2.biasanya tunggal dan terletak di garis tengah posterior. Biasanya memberikan gejala perdarahan . Trombosis dan fibrosis pada perabaan terasa padat dengan dasar yang lebar. dan kanker. terasa sangat nyeri. yang memiliki gejala mirip dengan hemoroid dan harus dipahami sebelum direkomendasikan untuk melakukan pengobatan. fistula. selaput lendir akan menebal. Kemungkinan dapat teraba massa pada rongga abdomen. Dengan menggunakan sigmoidoskopi. abses. Side-viewing pada anoskopi merupakan instrumen yang optimal dan tepat untuk mengevaluasi hemoroid. Anoskopi dilakukan untuk menilai mukosa rektal dan mengevaluasi tingkat pembesaran hemoroid.. Merupakan perlukaan pada mukosa anus. Gejala hemoroid biasanya bersamaan dengan inflamasi pada anal canal dengan derajat berbeda. Pemeriksaan Tambahan Anal canal dan rektum diperiksa dengan menggunakan anoskopi dan sigmoidoskopi.besar. Polip rectum. umumnya minimal. Apabila hemoroid sering prolaps.

melalui rectal disertai lender. Namun perdarahan bersifat intermiten dan pada pemeriksaan rectal taoucher teraba massa bertangkai yang lunak dan berpangkal pada dinding rectum. Didapatkan permukaan mukosa dengan rugae. meningkatkan konsumsi serat. 2. Pada rectal taoucher didapatkan bentukan seperti bunga kubis dan dapat tumbuh meluas serta tidak mudah berdarah. Tidak didapatkan keluhan nyeri.9 Penatalaksanaan Terapi hemoroid bertahap mulai dari perbaikan pola hidup hingga operasi. perbaiki pola atau cara defekasi. Hemorrhoids: From Basic Pathophysiology to Clinical Management) a. Gambar 2. dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan kostipasi seperti kodein. Terapi Konservatif Sebagian besar kasus hemoroid derajat I dapat ditatalaksana dengan pengobatan konservatif. 4. Bila dilakukan pemeriksaan. 2012. laksatif. dan benjolan. Berupa perbaikan pola hidup perbaikan pola makan dan minum. Didapatkan pula discharge mucous dan inkontinensia.6 Penatalaksanaan hemoroid (Lohsiriwat. Memperbaiki defekasi merupakan pengobatan yang . Prolaps recti (procidentia). 5. tergantung dari derajat dan keparahan dari gejala. tidak ada kelainan yang dapat ditunjukkan dan hanya tampak apabila penderita mengejan pada posisi duduk seperti pada waktu defekasi. Tatalaksana tersebut antara lain koreksi konstipasi jika ada. Perianal kondiloma akuminata. Lebih sering terjadi pada anak – anak.

cairan serat tambahan. dan perubahan perilaku perubahan air besar. banyak bergerak. Untuk memperbaiki defekasi dianjurkan menggunakan posisi jongkok (squatting) sewaktu defekasi.sayuran. Pasien diharuskan banyak makan serat antara lain buah-buahan. Ligasi dengan gelang karet . dan banyak jalan. sayur. dengan posisi menjongkok ini tidak dibutuhkan mengedan yang lebih banyak. prostatitis akut jika masuk dalam prostat. Perbaikan defekasi disebut Bowel Managemet Program (BMP) yang terdiri dari diit. Mengedan dan konstipasi akanmeningkatkan tekanan vena hemoroidalis dan akan memperparah hemoroid itu sendiri. misalnya 5% fenol dalam minyak nabati. Pasien diusahakan tidak banyak duduk atau tidur. Hemoroid interna yang mengalami prolaps oleh karena udem umumnya dapat dimasukkan kembali secara perlahan disusul dengan tirah baring dan kompres lokal untuk mengurangi pembengkakan. cereal dan suplementasi serat komersial bila kurang serat dalam makanannya. pelicin feses. tidak tepat untuk hemoroid yang lebih parah atau prolaps. 1 b. Supositoria dan salep anus diketahui tidak mempunyai efek yang bermakna kecuali efek anestetik dan astringen. dan reaksi hipersensitivitas terhadap obat yang disuntikan. Dengan banyak bergerak pola defekasi menjadi membaik. Penyuntikan diberikan ke submukosa dalam jaringan areolar yang longgar di bawah hemoroid interna dengan tujuan menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut. Penyulit penyuntikan termasuk infeksi.harus selalu ada dalam setiap bentuk derajat hemoroid. Rendam duduk dengan dengan cairan hangat juga dapat meringankan nyeri. Penyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan dengan jarum yang panjang melalui anoskop. Terapi minimal invasive Skleroterapi Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri.Terapi suntikan bahan sklerotik bersama nasehat tentang makanan merupakan terapi yang efektif untuk hemoroid interna derajat I 2 dan II.

Infra Red Coagulation ( IRC ) / Koagulasi Infra Merah Dengan sinar infra merah yang dihasilkan oleh alat yang dinamakan photocuagulation. . Cara ini baik digunakan pada 6 hemoroid yang sedang mengalami perdarahan. maka krioterapi mencapai hasil yang serupa dengan yang terlihat pada ligasi dengan gelang karet dan tidak ada nyeri. biasanya setelah 7 – 10 hari. Tindakan ini cepat dan mudah dilakukan dalam tempat praktek atau klinik. Nyeri yang hebat dapat pula disebabkan infeksi. Perdarahan dapat terjadi waktu hemoroid 3 mengalami nekrosis. Terapi ini tidak dipakai secara luas karena mukosa yang nekrotik sukar ditentukan luasnya. Gelang karet didorong dari ligator dan ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemoroidalis tersebut. Dingin diinduksi melalui sonde dari mesin kecil yang dirancang bagi proses ini. arteri hemoroidalis diikat sehingga jaringan hemoroid tidak mendapat aliran darah yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan 5 hemoroid mengempis dan akhirnya nekrosis. Generator galvanis Jaringan hemoroid dirusak dengan arus listrik searah yang berasal dari baterai kimia. tonjolan hemoroid dikauter sehingga terjadi nekrosis pada jaringan dan akhirnya fibrosis. Krioterapi / bedah beku Hemoroid dapat pula dibekukan dengan suhu yang rendah sekali. Pada satu kali terapi hanya diikat satu kompleks hemoroid.Hemoroid yang besar atau yang mengalami prolaps dapat ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron. dan hanya diberikan ke bagian atas hemoroid pada sambungan anus rektum. Jika digunakan dengan cermat. Penyulit utama dari ligasi ini adalah timbulnya nyeri karena terkenanya garis mukokutan. Hemorroidal Arteri Ligation ( HAL ) Pada terapi ini. Dengan bantuan anoskop. Untuk menghindari ini maka gelang tersebut ditempatkan cukup jauh dari garis mukokutan. mukosa di atas hemoroid yang menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke tabung ligator khusus. Cara ini paling efektif digunakan pada hemoroid interna. Krioterapi ini lebih cocok untuk 4 terapi paliatif pada karsinoma rektum yang ireponibel. sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarak waktu 2 – 4 minggu.

Eksisi sehemat mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus. bedah laser (sinar laser sebagai alat pemotong) dan bedah stapler (menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler). Eksisi jaringan ini harus digabung dengan rekonstruksi tunika mukosa karena telah terjadi deformitas kanalis analis akibat prolapsus mukosa. Terapi Bedah Terapi bedah dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemoroid derajat III dan IV. Namun yang digunakan sebagai penghancur jaringan yaitu radiasi elektromagnetik berfrekuensi tinggi. Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah konvensional (menggunakan pisau dan gunting). Prinsip yang harus diperhatikan dalam hemoroidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Teknik ini dikembangkan di Inggris oleh Milligan dan Morgan pada tahun 1973.7 Bipolar Coagulation / Diatermi bipolar Prinsipnya tetap sama dengan terapi hemoroid lain di atas yaitu menimbulkan nekrosis jaringan dan akhirnya fibrosis. Pada terapi dengan diatermi bipolar. Penderita hemoroid derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat ditolong segera dengan hemoroidektomi. selaput mukosa sekitar hemoroid dipanasi dengan radiasi elektromagnetik berfrekuensi tinggi sampai akhirnya timbul kerusakan jaringan. Cara ini efektif untuk hemoroid interna yang mengalami perdarahan. Bedah konvensional Saat ini ada 3 teknik operasi yang biasa digunakan yaitu : 1 Teknik Milligan – Morgan Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemoroid di 3 tempat utama. c. Terapi bedah juga dapat dilakukan dengan perdarahan berulang dan anemia yang tidak dapat sembuh dengan cara terapi lainnya yang lebih sederhana. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan dicekap dengan hemostat dan .

hemoroid internus dijepit radier dengan klem. Suatu incisi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemoroidalis internus dan eksternus. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Hemoroid dieksisi secara keseluruhan. Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut chromic no 2/0. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu banyak. 3 Teknik Langenbeck Pada teknik Langenbeck. yang dibebaskan dari jaringan yang mendasarinya. maka mukosa dan kulit anus ditutup secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. Sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. 2 Teknik Whitehead Teknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa daerah itu. Biasanya tidak lebih dari tiga kelompok hemoroid yang dibuang pada satu waktu.diretraksi dari rektum. Penting untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus.( 5 ) . Kemudian dipasang jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan. Bila diseksi mencapai jahitan transfiksi cat gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi. Teknik ini lebih sering digunakan karena caranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis. Setelah mengamankan hemostasis.

Di anus. dibutuhkan daya laser 12 – 14 watt. serabut syaraf dan selubung syaraf menempel jadi satu. Untuk hemoroidektomi. luka bekas operasi direndam cairan antiseptik. Sedangkan pada bedah laser. Pada bedah dengan laser. luka akan mengering. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan ( 7 ).Bedah Laser Pada prinsipnya. Saat laser memotong. Dalam waktu 4 – 6 minggu. terdapat banyak syaraf. Bentuk alat ini seperti senter. nyeri berkurang karena syaraf rasa nyeri ikut terpatri. tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal. saat post operasi akan terasa nyeri sekali karena pada saat memotong jaringan. Bedah Stapler Teknik ini juga dikenal dengan nama Procedure for Prolapse Hemorrhoids (PPH) atau Hemoroid Circular Stapler. Di Indonesia sendiri alat ini diperkenalkan pada tahun 1999. Alat yang digunakan sesuai dengan prinsip kerja stapler. pembuluh jaringan terpatri sehingga tidak banyak mengeluarkan darah. . seperti terpatri sehingga serabut syaraf tidak terbuka. Pada bedah konvensional. serabut syaraf terbuka akibat serabut syaraf tidak mengerut sedangkan selubungnya mengerut. terdiri dari lingkaran di depan dan pendorong di belakangnya. Setelah jaringan diangkat. Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun 1993 oleh dokter berkebangsaan Italia yang bernama Longo sehingga teknik ini juga sering disebut teknik Longo. pembedahan ini sama dengan pembedahan konvensional. hanya alat pemotongnya menggunakan laser.

2. Infeksi.10Komplikasi  Perdarahan. Infeksi yang berat dapat menyebabkan sepsis perianal dan bisa mengakibatkan kematian. Keadaan ini yang menyebabkan nekrosis mukosa dan kulit yang menutupinya. . 2.  Tidur cukup. sfinter ani untuk melebar dan mengerut menjamin kontrol keluarnya cairan dan kotoran dari dubur. Kerjasama jaringan hemoroid dan m. Perdarahan pada hemorrhoid dapat terjadi akibat laserasi plexus vena hemorroidalis oleh fases yang keras. Banyak terjadi pada hemoroid eksterna. dan tidak dapat masuk lagi ( inkarserata / terjepit ) akan mudah terjadi infeksi yang dapat menyebabkan sepsis Laserasi yang terjadi pada plexus hemorroidalis tersebut dapat terinfeksi oleh kuman – kuman yang banyak terdapat dalam kanalis  analis tersebut.11Pencegahan  Hindari mengedan terlalu kuat saat buang air besar. Teknik PPH ini mengurangi prolaps jaringan hemoroid dengan mendorongnya ke atas garis mukokutan dan mengembalikan jaringan hemoroid ini ke posisi anatominya semula karena jaringan hemoroid ini masih diperlukan sebagai bantalan saat BAB. Fungsinya adalah sebagai bantalan saat buang air besar.Pada dasarnya hemoroid merupakan jaringan alami yang terdapat di saluran anus. Dapat juga terjadi pada hemoroid interna yang mengalami prolaps. yang akan menjadi irreponible sehingga tidak dapat dipulihkan oleh karena kongesti yang mengakibatkan oedema dan thrombosis. Bila kronis dapat  menyebabkan kronis.  Cegah konstipasi dengan banyak mengonsumsi makanan kaya serat (sayur dan buah serta kacang-kacangan) serta banyak minum air putih minimal delapan gelas sehari untuk melancarkan defekasi. sehingga tidak perlu dibuang semua.  Jangan menunda-nunda jika ingin buang air besar sebelum feses menjadi keras. Apabila hemoroid keluar. Trombosis.

 Jangan duduk terlalu lama. . Modifikasi perilaku ini merupakan langkah paling penting dalam mencegah kekambuhan hemoroid. Secara keseluruhan prognosa hemoroid adalah baik. mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk buang air besar.12Prognosis Dengan terapi yang tepat.  Senam/olahraga rutin. semuanya akan mengurangi lama waktu mengejan dalam posisi jongkok. Prognosis kambuhnya penyakit hemoroid sebagian besar tergantung pada keberhasilan mengubah kebiasaan buang air besar penderita. Memperbanyak serat dalam diet. 2. dan sesuai indikasi pasien hemoroid yang simptomatik dapat menjadi asimtomatik.