You are on page 1of 25

AKUSTIK KELAUTAN LANJUTAN

:
INSTRUMEN AKUSTIK

Oleh:
KELOMPOK 3:
Kelas I01
M RAMADHANI MARFATAH125080600111060
YUSRINA RIZQI AMALIA

125080600111063

DESY WAHYUTHAMI

125080600111067

RISKY APRILIANSYAH

125080600111078

ARDELIA ANNISA L

125080600111085

GALANG FUJI ANARKI

125080600111086

DESI MAHMUDAH

125080601111010

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN DAN KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

INSTRUMEN AKUSTIK
PENDAHULUAN
Sonar adalah Sonar adalah istilah umum yang digunakan untuk semua peralatan
yang menggunakan suara untuk pendeteksian atau pengamatan sebuah objek di perairan.
Echosounder sendiri merupakan salah satu jenis penting dari sonar dimana salah satu
beam diarahkan secara vertikal ke arah bawah. Ada banyak jenis sonar dan echosounder
yang digunakan untuk pendeteksian dan pengamatan dalam bidang perikanan. Pada bab ini
kami akan menjelaskan beberapa macam sonar yang umum digunakan seperti netsonde
yang mana transdusernya menempel pada peralatan penangkapan perikanan, dual-beam
dan split-beam echosounder yang dapat mengukur target strength secara langsung, sectorscanner dan multi—beam sonar yang menghasilkan sebuah radar, seperti sebuah tampilan
dalam bentuk 2D, dan beberapa instrumen yang dikembangkan dari instrumen terdahulu
yang menyediakan tampilan 3 Dimensi dari target yang terdeteksi. Selain itu ada juga
wideband sonar sebuah teknik yang menyediakan informasi tentang target dari komposisi
frekuensi echo. Kemudian ada pinger dan transponder, digunakan sebagai peralatan
tambahan yang menempel pada ikan atau objek lain agar lebih terlihat pada tampilan sonar
dan untuk meningkatkan akurasi dari target.

Gambar. Konsep dari echosounder, pulsa yang ditransimisikan menghasilkan
gema/echo dari fish school dan dasar laut di bawah transduser yang hasilnya
ditampilkan pada sebuah echogram
ECHOSOUNDER
Transmitter memproduksi kumpulan energi pada frekuensi yang telah ditentukan.
Pada bidang perikanan frekuensi umum yang digunakan adalah 38khz,120 khz, 200 khz,
dan 420khz. Keluaran atau output dari transmitter ini akan dipergunakan oleh transduser
yang mengubah energi listrik menjadi energi akustik yang akan disebar di perairan. Lebar
dari beam ini berbanding terbalik dengan frekuensi suara. Umumnya lebar beam dari
echosounder untuk bidang perikanan berukuran 5-15 derajat.

ikan contohnya. satu beam diarahkan ke arah bawah dan beam kedua diarahkan ke atas sehingga mencakup badan perairan  sampai dasar perairan The Scanning netsonde Instrumen Untuk Pengukuran Target Strength . klasifikasi substrat. plankton  Echo integrator  Pada awalnya echo integrator instrumen elektronik terpisah yang terhubung    dengan keluaran dari echosounder Pada saat ini sudah dijalankan menggunakan software pad echosounder\ Pada intinya. Garis vertikal mengindikasikan tinggi dari objek. Echogram adalah representasi visual data akustik. target ini akan merefleksikan atau memantulkan atau menghamburkan pulsa dan energinya akan kembali ke transduser. atau ruang jika echosounder berada di bawah kapal yang bergerak. dimana transduser menempel pada bagian   kepala atau mulut dari jaring Kemudian gema akan ditransmisikan pada kapal penarik melalui kabel listrik Beberapa netsonde memiliki dua transduser.Suara pulsa yang ditransmisikan yang menyebar di perairan oleh transduser nantinya akan membentur beberapa target seperti ikan dan dasar perairan. alat ini memadukan atau menggabungkan energi pada gema yang kembali dari bagian yang terpilih dari echogram  Penting diingat bahwa integrator menjumlahkan energy echo/gema Basic Netsonde  Netsonde merupakan echosounder yang transdusernya jauh dari penerima  elektronik (receiver electronic) Biasa digunakan pada jaring trawl. vegetasi aquatik. Pantulan atau hamburan balik dari target ini akan terdeteksi oleh transduser lagi dan diubah menjadi energi listrik sebagai sinyal yang diterima Pada bab sebelumnya dijelaskan bahwasanya waktu dimana echo diterima menentukan jarak target dari transduser.  Scientific echosounder  Alat yang menggunakan teknologi sonar untuk mengukur komponen fisika dan biologi bawah laut  Memiliki komponen dasar yang sama pada umumnya  Memiliki rancangan dengan penstabil amplitudo dan dengan banyak fitur tambahan seperti batimetri. massa air. ikan. Sinyal yang berupa energi listrik ini akan diperkuat di receiver dan ditampilkan pada echogram. Sedangkan horizontal menunjukan perubahan waktu jika echosounder statiosioner. Hasil dari echo gram ini disebut “mark” atau tanda.

Kemudian program komputer akan memproses data tersebut untuk menghitung nilai σbs atau TS dan penyebarannya menurut kedalaman dan sebagainya. acoustic signal dipancarkan oleh narrow beam dan diterima oleh narrow-beam dan wide-beam secara bersamaan. Faktor “beam pattern” untuk wide-beam mendekati konstan pada “main-lobe” dari “narrow-beam” dan “wide-beam” adalah sama untuk suatu target pada sumbu utama beam (on-axis). Ketika ini dilakukan dengan metode langsung. Output dari masing-masing kuadran kemudian digabung lagi untuk membentuk suatu “fullbeam” dan dua set split beam. Pemancaran gelombang suara dilakukan dengan “full-beam” yang merupakan penggabungan dari keempat kuadran dalam pamancaran secara simultan. Target Strength didefinisikan juga sebagai 10x nilai logaritma dari intensitas suara yang mengenai ikan/target. tetapi sekaligus memberikan informasi yang sangat berharga tentang ukuran ikan di dalam populasi. Split-Beam Echosounder Split beam menggunakan “receiving transduser” yang displit menjadi empat kuadran.Target Strength adalah kekuatan pantulan gema yang dikembalikan atau dipantulkan oleh target dan relatif terhadap intensitas suara yang mengenai target. split beam. Informasi yang diperoleh dengan metode ini bukan hanya akan meningkatkan akurasi dari survai pendugaan stok ikan secara akustik. Dengan demikian dan ditambah dengan asumsi bahwa karakteristik TVG adalah ideal. Target tunggal diisolasi dengan menggunakan output dari fullbeam sedangkan posisi sudut target dihitung dari kedua set. Sistem sonar ini . Selanjutnya. Sinyal yang dihasilkan oleh single-beam echosounder bergantung pada arah target pada saat backscattering. sinyal yang memancar kembali dari target diterima oleh masing-masing kuadran secara terpisah. Dual-beam dan Split-beam echosounder adalah dua instrument yang telah dikembangkan (dan tersedia secara komersil) untuk pengukuran target strength secara langsung. Sonar Sonar (Sound Navigation And Ranging) merupakan sistem instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang objek-objek bawah air. split beam ini lebih sulit diimplementasikan karena memerlukan hardware dan software yang lebih rumit untuk mengukur beda fase antara sinyal-sinyal yang diterima pada kedua bagian/ belahan beam. Pengukuran target strength merupakan hal penting dalam aplikasi akustik kelautan. Dual-beam processor mengisolasi dan merekam data echo ikan tunggal yang diterima dari elemenelemen marrow dan wide beam-transduser. Dual-Beam Echosounder Pada transduser dengan beam ganda ini. kita harus memutuskan arah target sehingga echo strength dapat dihitung akibat efek pola beam transduser.

3. Contoh dari echogram side-scan ditunjukkan pada Gambar 3. dengan transduser dipasang miring secara horizontal. dan hasil akhirnya adalah display dua dimensi dari . tetapi insonifies hanya terlihat bagian tepi paling depan jika target besar.13. Tanda transmisi di bagian atas gambar. dan dibutuhkan puluhan detik untuk memunculkangambaran lengkap dari target sekitar kapal.terdiri dari dua bagian yaitu sistem sonar aktif yang melakukan proses pemancaran dan penerimaan sinyal suara dan sistem sonar pasif yang digunakan untuk menerima sinyalsinyal suara yang dihasilkan oleh obyek-obyek bawah air Searchlight Sonar Instrumen ini adalah satu perangkat yang digunakan terutama oleh nelayan saat mencari untuk ikan. tegak lurus ke trek pelayaran.2 Side-scan Sonar Side-scan sonar adalah instrumen yang mempunyai beam tunggal dengan transduser yang dipasang di tubuh kapal dan ditarik sehingga balok diarahkan ke samping. mungkin diputar sehingga 360◦. Transduser memiliki pola beam yang sangat asimetris yang sempit di arah depan-belakang dan luas dalam bidang vertikal tegak lurus ke trek pelayaran. Gerakan transduser lambat. Gambar menunjukkan pukat udang dipasang dengan dua trawl dari penarik dentuman bagian tengah kapal. Misalnya. sehingga setiap benda di daerah yang dibayangi pleh target terbesar tidak akan terlihat. Sebuah jarak pendek di bawah merupakan gema dasar laut yang berpasir dan halus. Sonars Searchlight memungkinkan kendali manual atau otomatis dari arah beam. Kedua jaring. Setiap objek dapat dilihat dalam tampilan rencana menggunakan sonar. kapal dan belakangnya yang terlihat pada echogram tersebut.13 Sektor Pemindai Dalam sorotan side-scan sonars. transmisi secara berulang-ulang sehingga kolom dekat permukaan terdeteksi di sekitar kapal. transduser bergerak atau berputar sehingga setiap transmisi insonifi volume air berbeda. Gambar 3. Ia bekerja pada prinsip yang sama seperti yang dijelaskan dalam Echosounder. biasanya 1º hingga 40º. Side-scan sonars merupakan sonar yang paling sering digunakan untuk memetakan fitur dasar laut yang statis dan benda padat diatasnya.4.

Penerima membentuk sudut sempit yang mengarahkan atau scan secara elektronik. Gambar 3.14 Teknik scanning memanfaatkan perbedaan fasa antara gema yang terdeteksi oleh unsur-unsur.14). Komponen-frekuensi yang lebih rendah akan dihapus dengan cara filter celah tinggi.target di sekitarnya. scanner sektor (sektor pemindai) dapat mendeteksi dan mencari banyak target dalam arah yang berbeda. Frekuensi bagian ω1 bertambah dengan jumlah yang konstan? Ωin modulasi sinyal dari elemen transduser berturut-turut. Sehingga jangkauan dan arah target dalam sektor keduanya ditentukan setelah setiap transmisi. Ada dua jenis scanner elektronik. perbedaan fase bergantung pada arah target dalam sektor ini. meninggalkan satu sinyal yang telah bergeser ke frekuensi yang lebih tinggi (ω + ω1). hasilnya adalah jumlah dari dua sinyal dengan frekuensi (ω + ω1) dan (ω . Arah penerima beam tergantung pada apa? Η. Transduser ini dibangun sebagai sebuah susunan dari berbagai elemen di garis (Gambar. Lebih umumnya. Gambar 3. Berbeda dengan echosounder split-beam. yang meliputi sektor dalam satu pesawat. Sektor penuh dipindai dalam waktu kurang dari durasi pulsa. Seperti dibahas sebelumnya (hlm. rentang dan sudut dari semua target di sektor tersebut telah ditetapkan secara unik dengan mengacu pada ketergantungan waktu dari sinyal yang diterima (Tucker dan Gazey 1966). 3. Atau. Pemindai sektor melakukan hal tersebut lebih cepat dan tanpa instrumen yang bergerak.ω1) masing-masing. Sebuah sinar luas ditransmisikan sehingga gema kembali dari target ke segala arah. Sinyal diterima oleh unsur-unsur yang diolah sedemikian rupa sehingga penerima (atau scanning) beam adalah bagian vertikal tipis sinar ditransmisikan. garis elemen horizontal dan transduser vertikal. Misalkan untuk saat ini. bahkan ketika mereka berada di kisaran yang sama. 82). transduser pemancar terpisah dapat digunakan. Sektor ini merupakan sektor horisontal penampang beam yang ditransmisikan. Ini memperkenalkan perbedaan fase η antara sinyal dari elemen berurutan?. Pulsa transmitter diterapkan ke satu elemen sentral. Modulasi scanner (. ? η sebanding dengan? ω dan keduanya meningkat secara linear dengan waktu. menghasilkan sinar lebar pada transmisi. . yang berbeda dalam metode pengolahan sinyal yang diterima untuk mengarahkan beam di sektor scan. berkas pemindaian dipindahkan di bawah kontrol elektronik dan menyapu dari satu sisi sektor yang lain dalam durasi pulsa. Selanjutnya.15) tergantung pada fakta bahwa ketika gelombang sinus dari ω frekuensi dikalikan (modulated) oleh yang lain dari ω1 frekuensi.

Penundaan yang bertambah dalam langkah-langkah? T antara elemen transduser berturut-turut. benar menentukan sudut dari setiap sasaran. Mitson (1983) memberikan penjelasan yang baik dari desain dan operasi dari scanner. pemindaian sonars dari berbagai jenis telah digunakan lebih luas dalam perikanan.16 Selama dekade terakhir. Dalam petakan sounder misalnya. Instrumen ini telah diterapkan dalam studi tingkah laku dan migrasi ikan. Kinerja sektor pemindai dibatasi oleh kebisingan dan kebutuhan untuk bandwidth yang besar untuk memasukkan spektrum frekuensi yang penuh gema. Dalam hal ini sinyal yang diterima tertunda untuk variabel waktu sebelum mereka dijumlahkan untuk membentuk sinyal output. Ini setara dengan memperkenalkan pergeseran fasa (ω? T). diskriminasi target pada sudut ekstrim akan memburuk. pemrosesan sinyal digital lebih sederhana dalam menjalankan kedua teknik tersebut. Teknik pemindaian penundaan waktu diilustrasikan pada Gambar. Namun.16. 3. Jadi dengan mengubah? T beam penerima dibuat untuk bergerak di sektor ini. dan resolusi yang sama dapat dicapai dengan pulsa pendek dibandingkan dengan modulasi scanner. Gambar 3. Versi sederhana . teknik modulasi memiliki kekuasaan terbatas untuk menyelesaikan target dalam jangkauan. Pada setiap transmisi prosesor sinyal menentukan kedalaman dasar laut di bagian yang normal ke lintasan kapal. Perangkat ini digunakan oleh hidrografer untuk memetakan dasar laut. Sebuah petakan lebar sekitar dua kali kedalaman air dicapai dengan menggunakan biasanya antara 60 dan 120 beam. Tucker dan Gazey (1966) telah menggambarkan teori sektor pemindai. Mungkin juga ada ambiguitas antara sudut ekstrim sektor. Jika durasi pulsa berkurang untuk meningkatkan resolusi jangkauan. sektor scan dalam bidang vertikal normal dalam lintasan dari kapal survei. dan sebagian besar scanner sekarang berdasarkan metode timedelay. gema yang diterima oleh semua elemen transduser tumpang tindih sampai batas tertentu. karena membutuhkan pulsa cukup lama untuk memastikan bahwa target di tepi sektor ini. seperti perbedaan fase di tepi sektor berbeda dengan 2π radian dan karena itu tidak bisa dibedakan.sehingga beam berputar dan sektor dipindai. Meskipun prosesor penundaan waktu lebih sulit untuk diterapkan di hardware. dan dalam hal ini modulasi dan pemindaian waktu serupa dengan teknik scanning. Namun.

Sehingga transek yang berdekatan menunjukkan punggung di petakan. disajikan dengan sedikit pasca pengolahan data petakan. Prosedur ini harus mencakup koreksi kesalahan. (1994.18. tentu saja. Ini adalah artefak lain. struktur/alur seperti dapat dilihat sejajar dengan jalur kapal. Inspeksi sangat dekat dari daerah pusat menunjukkan riak yang cepat di sepanjang lintasan. ditunjukkan pada Gambar. Sebuah peta lengkap dasar laut dapat diperoleh dengan survei daerah dalam dengan transek. kolom air di kedua sisi kapal dapat dipetakan. (1998. 2003) mempelopori ide pemindaian sektor dalam survei biomassa akustik menggunakan sonar Simrad SM2000. Gambar 3. Setiap transmisi memberikan gambar dua dimensi dari target dalam pesawati. diperoleh dengan menggunakan 95 kHz 60-petakan beam sounder (Simrad SM950). makaberdampak pada struktur. Jika sektor dipindai 90◦. dan transmisi berturut membangun tampilan 3D penuh dari kolom air. 3. 1999) telah mengembangkan pseudo-3D (tiga dimensi) sistem untuk memetakan gerombolan ikan dan mengevaluasi reaksi penghindaran mereka untuk survei kapal. Versi yang lebih canggih menggunakan fase gema bawah dalam cara yang mirip dengan teknik split-beam. Contoh peta tersebut. Hal ini disebabkan profil kecepatan kecepatan suara diasumsikan menjadi salah. maka air di hanya satu sisi dari kapal yang diperiksa. Sektor dipindai pada bidang vertikal yang normal ke lintasan kapal. Semua artefak ini dapat dihilangkan dengan pasca-pengolahan data petakan.17 Instrumen dasar survei laut ini telah diterapkan dalam aplikasi perikanan dengan merekam pelagis serta gema di bawah.18 memberikan gambaran tentang bagaimana sistem bekerja. 1998. Gambar 3. 3. terutama dampak perubahan ketinggian pasang surut selama durasi survei. karena dorongan kompensasi yang tidak sempurna dalam cuaca buruk yang menambahkan ombak yang tidak sebenarnya untuk kedalaman bawah. Pada daerah halus di bagian depan. Dengan sektor 180◦. Gerlotto et al.17 Hal ini menunjukkan peta struktur dasar laut dibentuk oleh kaldera vulkanik di sekitar Pulau St Kilda di sebelah barat Skotlandia. Melvin et al. seperti yang diilustrasikan pada Gambar. untuk memperkirakan kisaran ke dasar laut... 3D gambar dapat .dari petakan sounder hanya memperoleh satu perkiraan kedalaman per beam untuk setiap desingan (suara).

Hal ini tidak sepenuhnya 3D.7 cm.19. Splitbeam echosounder. Ini contoh gambar DIDSON menunjukkan chinook salmon (Oncorhynchus tshawytscha) panjang saat bereng 80-100 cm di kolam University of Washington. resolusi 4m adalah sekitar 2 cm. Namun. sonar tersebut harus memberikan intensitas gema datang dari posisi yang dikenal dalam volume terbatas. terlepas dari jenis target. sonar yang dapat dikatakan sepenuhnya 3D tidak memiliki keterbatasan ini.diproses untuk melihat benda-benda yang terdeteksi dalam berbagai cara. Akan ada percobaan lebih lanjut yang menyebabkan tersedianya instrument yang lebih canggih dalam waktu dekat. Pada prinsipnya. misalnya. dapat menemukan target di 3D. (Dengan berkat Ed Belcher izin untuk menggunakan ilustrasi.6 cm dan Tinggi 17. Three-dimensional sonar systems Kita telah membahas beberapa aspek tiga dimensi (3D) pengamatan akustik. Tiga pesawat melalui gerombolan iakn diilustrasikan bersama dengan representasi 3D dari permukaan dan beberapa deskriptor yang dapat digunakan untuk mengkarakterisasi gerombolan. Gambar 3. Lempeng 3. Kamera (inset) panjang 30.untuk setiap ping. Contoh dari gerombolan ikan tunggal diberikan dalam Lempeng 3.) Omni-sonar adalah alatnya lebih tua tapi tetap serbaguna menggunakan elektronik scanning untuk mencari target dalam dua dimensi dalam berbagai bagian dari belahan bawah kapal. Kamera DIDSON acoustic adalah multi-beam scanning sonar beroperasi pada 1. tetapi memiliki dua scanner sektor yang . Jumlahnya jarak dalam meter. Layar pseudo-3D yang disebutkan di atas membangun gambar 3D dari serangkaian gambar dua dimensi yang diperoleh dalam beberapa ping (pulsa akustik pendek).1 cm. lebar 20. Sudah diperlukan untuk mengembangkan prosedur kalibrasi baru untuk jangka panjang pemindai dengan frekuensi tinggi.5.8 MHz.6 menggambarkan kemampuan sistem tersebut untuk melihat 3D. tetapi hanya jika mereka kecil dan terisolasi.

Ada sebuah gerombolan tuna di sebelah kiri kapal.) Dengan menghubungkan instrumen navigasi untuk sonar. dan (c) diagram yang menunjukkan instrumentasi dan pukat tersebut. (b) gambar video yang direkam jaring lebih ke bawah. adalah untuk melihattrack kapal dan gerakan gerombolan ikan selama periode waktu. pada apa yang disebut tampilan ‘true motion’. sehingga objek tunggal atau gerombolan dalam skala kecil dapat berada di ruang di mana dua sektor bertepatan. Fasilitas lain yang berguna adalah pelacakan otomatis gerombolan ikan. direkam pada kapal yang memancing dengan purse seine. Gambar 3.21 Omni-sonar menunjukkan dua contoh dari transmitted beam yang dibentuk sebagai conical shells (heavy shading).7 Menunjukkan tampilan dari omni-sonar. 455 kHz) untuk mengamati perilaku ikan di dasar trawl: (a) gambar sonar menunjukkan garis oval jaring. Plate 3.20 Penggunaan sonar multi-beam (Reson Seabat. Gambar. Jalur kapal ditunjukkan oleh gema datang dari aerasi di belakangnya.Arah target dalam shell ditentukan dengan memindai sinar penerima yang sempit melalui sektor . Fasilitas yang komprehensif dari omni-sonar dicapai dengan cara mikroprosesor atau komputer yang mengakses akustik dan data lain. melakukan perhitungan yang diperlukan. (Dengan berkat Emma Jones dan Alwan Beras untuk ilustrasi. satu vertikal pada bidang depanbelakang. kontak dengan dasar laut. ditandai dengan panah putih. 3. Kamera video dan sonar yang digunakan pada remote-dikendalikan kendaraan diderek (RCTV). mengontrol sinar ditransmisikan dan menghasilkan layar. yang lain diarahkan ke depan dan miring sedikit ke bawah. omni-sonar menyesuaikan kemiringan shell otomatis kapal bergerak sehingga target tertentu (dipilih oleh operator) selalu dalam transmitted beam.beroperasi secara bersamaan. Kurva putih adalah melacak kapal yang telah mengelilingi gerombolan tuna saat pemotretan purse seine. Dalam mode ini.

dan frekuensi ini dapat ditentukan dari spektrum gema yang dihasilkan oleh sumber broadband seperti bahan peledak . Ini mengarah pada konsep sonar wideband. Ada kesulitan besar dalam pendekatan ini (lihat bagian 4.) Banyak pembangunan diperlukan untuk menyediakan pelacakan objek yang komprehensif 3D. Efek Doppler (the Doppler Effect) Misalkan sebuah sonar mentransmisikan suara f0 frekuensi. maka fr adalah 660 Hz kurang dari f0. Upaya awal untuk melakukan ini dengan akustik berarti memiliki keberhasilan yang terbatas. Spektrum gema yang diterima oleh sonar wideband adalah indikator yang berguna dari identitas sasaran.180◦. asalkan durasi pulsa (τ) cukup panjang untuk memastikan bahwa bandwidth echo adalah kurang dari | f0 -fr |. kita melihat bahwa vR dapat diperkirakan dari rumus: vR= c(f0 − fr) / 2f0 Sistem band lebar (Wideband systems) Masalah utama dalam akustik perikanan adalah bagaimana menentukan spesies dan ukuran dari target yang gemanya telah terdeteksi. Jadi untuk satu spesies. kekuatan target masing-masing spesies diharapkan ada perubahan kehadiran dengan frekuensi dengan cara yang khas. (Ilustrasi ditarik oleh Alwan Rice. dan kerja eksperimental di bidang ini pada tahap awal. jika c = 1500ms-1. dan gema yang diterima dari sasaran yang bergerak kisaran meningkat pada kecepatan vR. vR dapat diperkirakan dengan mengukur f0 dan fr. perubahan frekuensi dapat ditentukan ke akurasi sekitar (1 / τ). Saat ini. Kebutuhan penting untuk pengukuran ikan adalah bahwa lebar beam transduser harus sama di semua frekuensi. Rose dan Leggett (1988) melaporkan bahwa distribusi probabilitas dari amplitudo gema gerombolan ikan tergantung pada spesies. tapi fr sedikit berbeda yang diberikan oleh rumus: fr = f0(1 − 2vR / c) Perubahan frekuensi disebabkan oleh efek Doppler (Kinsler dan Frey 1951). Frekuensi sinyal yang diterima tidak f0. (3. Menata ulang equ. Lebih umum. sistem baru untuk pengamatan 3D jarak sedang dalam pengembangan.5). Tujuannya adalah untuk mengurangi frekuensi sonar untuk sekitar 100 kHz. Holliday (1977b) menyatakan bahwa ukuran ikan berhubungan dengan frekuensi resonansi dari Swimbladder. Kekuatan . yang akan memungkinkan rentang pengamatan beberapa ratus meter. yang memiliki bandwidth yang jauh lebih besar daripada sonars konvensional dan Echosounder. Pada prinsipnya. vR = 5ms-1 dan f0 = 100 kHz. mungkin karena kepadatan kemasan yang berbeda dalam gerombolan . semakin frekuensi ada di sinyal (atau lebih luas spektrum) informasi lebih disampaikan dari sumber ke penerima. Sebaliknya. Beam dapat diputar dan / atau miring untuk memeriksa belahan lengkap di bawah kapal (shading cahaya).5). Sebagai contoh. Simmonds dan Copland (1989) dijelaskan seperti instrumen yang bandwidth yang meliputi oktaf (yaitu faktor dua) dari 27-54 kHz.

transponder adalah perangkat yang mengirimkan sinyal ketika menerima satu. pinger dapat berada di dua dimensi (pada bidang array). Kegagalan untuk menyadari potensi dari pekerjaan ini adalah sebagian besar karena kurangnya dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan instrumen survei terpercaya.. Mereka mengandalkan refleksi transmisi mereka sendiri untuk mendeteksi target. Thompson dan Cinta (1996) menggunakan frekuensi rendah (0. Sebaliknya.5-10 kHz) wideband echosounder untuk mendapatkan perkiraan ukuran ikan dan kepadatan. bahkan terhadap gema dasar laut yang kuat. Tag canggih (Sophisticated tags) dan metode pemrosesan sinyal memiliki telah dikembangkan untuk memungkinkan pelacakan ikan dalam tiga dimensi dengan resolusi spasial lebih baik dari 1 m. pulsa terdeteksi oleh satu atau lebih hydrophone terletak di sekitarnya. Sayangnya. jika ada tiga menerima hydrophone dalam triangular array. sinyal lebih kuat (dan lebih mudah dideteksi) dapat diperoleh dengan melampirkan pinger atau transponder untuk target. Hal ini dilakukan dengan mengukur waktu kedatangan pulsa pinger di hydrophone. Deteksi Echo mungkin tidak dapat diandalkan jika target kecil. dekat dengan reflektor yang kuat seperti dasar laut. dan ini Teknik telah banyak digunakan dalam studi perilaku ikan di dekat jaring (review. Hasil yang baik diperoleh dalam spesies individu ditemukan memiliki karakteristik sifat akustik yang menunjukkan identitas mereka. 1990). penyelidikan ini berhenti sebelum hasil dari eksperimen studi dapat didukung dengan validasi yang diperlukan dalam keadaan relevan dengan survei akustik. perangkat ini yang biasa disebut acoustic tags. Spesies ikan tidak diidentifikasi langsung. Kemajuan lebih lanjut dalam teknologi pelacakan akustik telah dilaporkan oleh Ehrenberg dan Steig (2003). kemampuan mereka untuk aplikasi identifikasi target perikanan tidak pasti. 1996). Ada sonars wideband komersial di pasar namun. Pinger tidak memiliki receiver tetapi mentransmisikan pulsa suara secara berkala. 1989. Lokasi Sumber Suara: Pinger. melainkan distribusi ukuran itu disimpulkan dari spektrum gema dan Swimbladder model hamburan (lihat Bab 6). dan di lain perubahan mungkin dalam arah yang berlawanan. mereka mempelajari individu ikan ditambatkan dan menunjukkan bahwa spektrum gema tergantung pada kedua spesies dan aktivitas ikan yang mungkin berenang atau stasioner. Sinyal transponder jauh lebih kuat dari echo. Percobaan wideband lainnya telah dilaporkan oleh Zakharia dan rekan kerja (Zakharia et al. transponders and hydrophone array) Semua instrumen yang dibahas sejauh ini sonar aktif.Target mungkin meningkat antara 27 dan 54 kHz. Arnold et al. Hal ini dimungkinkan untuk mendeteksi ikan yang hidup di bawah yang telah diberikan dengan transponder tag. dan hydrophone arrays (Sound source location: pingers. Ketika melekat pada ikan. Penggunaan frekuensi-termodulasi . Namun. tapi keduanya tiba secara bersamaan di penerima sonar dan target mungkin berlokasi di jalan biasa. transponders.

Saya menerima dan secara otomatis menyimpan deteksi tag untuk setiap hidrofon. Teknik pelacakan pasif ini memiliki keuntungan jelas bahwa perilaku alam sama sekali tidak terganggu oleh prosedur eksperimental. dan posisi kesalahan dapat diperkirakan melalui analisis statistik pengukuran berlebihan. Instalasi sonar bervariasi dari sistem ekstensif di kapal penelitian besar dengan peralatan portabel minimal digunakan pada dinghies kecil (Gbr. tetapi mereka harus diikuti jika sistem yang akan digunakan secara maksimal. dan mereka harus disaring untuk melindungi sinyal sonar dari sumber gangguan listrik. Apapun aplikasi. perhatian terhadap instalasi listrik sangat penting untuk kinerja yang baik.23). Aturan dasar yang transceiver harus berada sedekat mungkin dengan transduser. Perangkat mungkin melekat eksternal untuk sirip. Kebanyakan produsen menyediakan deskripsi rinci tentang bagaimana untuk menghubungkan. Pemasangan sistem akustik (Installation of acoustic systems) Saran yang disajikan di sini tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau bahkan untuk melengkapi petunjuk instalasi yang diberikan oleh produsen dari echosounder atau sonar. Hal ini tergantung pada vokalisasi pulsa dengan lebar bandwidth yang cukup untuk tiba di hydrophone yang akan diukur dengan tepat.(kicauan) transmisi dapat mengurangi kesalahan multi-path dan memberikan pilihan untuk melacak beberapa tag secara bersamaan (Ehrenbergdan TORKELSON 2000). Array dengan banyak hydrophone (yaitu lebih dari minimum diperlukan untuk memperbaiki posisi yang unik) memungkinkan pelacakan yang lebih akurat. Pingers dan transponder yang digunakan untuk mempelajari perilaku ikan harus kecil untuk menghindari mengganggu perilaku alami hewan. durasi pulsa dan periode waktu yang perangkat perlukan untuk melanjutkan kerja. ini adalah sangat sulit dalam lingkungan kapal. Ukuran baterai ditentukan oleh kekuatan transmisi. 3. Teknik ini telah digunakan untuk mempelajari perilaku salmon dan banyak spesies lainnya di berbagai lingkungan perairan. layar peralatan akustik untuk melindunginya dari gangguan listrik. Beberapa hewan (terutama mamalia air) mengeluarkan suara cukup jelas di vokalisasi alami mereka untuk memungkinkan pelacakan oleh array hidrofon tanpa buatan sinyal dari pingers atau transponder. atau mungkin yaitu internal yang dimasukkan melalui mulut ke dalam usus atau tubuh rongga melalui sayatan di tubuh. Dalam kedua kasus. Sirkuit mikroelektronik modern sangat kompak. Banyak aplikasi pelacakan pasif telah dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir. . Sehingga pergerakan setiap pinger bisa diamati secara real time. ikan harus dibius untuk meminimalkan stres operasi. sistem yang dijelaskan oleh Ehrenberg dan Steig (2003) dapat memiliki hingga 16 hydrophone. sebagian besar volume diperlukan untuk transduser dan baterai kekuatan perangkat. dan plot posisi yang dihasilkan dalam tiga dimensi. dengan cara yang sama sebagai Pedersen tag. Petunjuk ini mungkin tampak rumit.

. Pod biasanya dilengkapi sebesar 515% dari lebar kapal ke sisi sirip lambung kapal. bahkan lebih baik di transduser yang di derek pada perairan dangkal. Untuk mengatasi hal tersebut. transduser dapat digunakan pada perairan dangkal dan dapat diderek. Pada bagian bawah lambung kapal berbentuk oval sekitar 0. Ilustrasi transduser yang di derek di perairan dangkal dapat dilihat pada gambar 3. Koreksi intensitas penyerapan gema yang tidak akurat sepanjang jalur transmisi. . (2003) menemukan bahwa metode transduser yang ditarik di kedalaman sangat meningkatkan resolusi spasial ikan di lapisan scattering.24 transduser ditarik kabel pendek bersama dengan kapal.Transduser didalam atau dekat kapal Instalasi echosounder tradisional memiliki transduser pada pod yang memperpanjang jarak pendek di bawah lambung kapal. Sebuah contoh yaitu kapal penelitian perikanan Skotlandia “Scotia” memiliki panjang sirip lambung kapal 6 m yang dapat diturunkan hingga kedalaman 3 m dibagian bawah sirip lambung kapal yang tetap. Transduser sering terletak diatas sirip lambung kapal untuk memberikan perlindungan dalam peletakannya. Transduser yang ditarik dikedalaman Estimasi kelimpahan akustik pada kedalaman memiliki sejumlah masalah diantaranya. Sebuah transduser yang menggunakan cara ini juga dilindungi dari induksi gelembung cuaca. bagi beberapa kapal (terutama komersial) yang digunakan untuk survei akustik tidak memiliki fasilitas canggih seperti penurunan sirip lambung kapal. Diskriminasi dasar laut mungkin sulit dilakukan karena penampang akustik beam.5m. Ketika transduser harus berada pada lambung kapal. Dalen et al. Pada gambar 3. Frekuensi tinggi yang mungkin membantu dengan identifikasi spesies yang tidak  dapat digunakan karena penyerapan akustik Target strenght tidak dapat diperkirakan secara in situ karena volume sampel yang  besar (yang tidak mungkin hanya berisi satu target). jika transduser ditempatkan dekat dengan permukaan air dengan cara yang biasa maka:    Pada kisaran ini hanya frekuensi rendah yang dapat memberikan rasio sinyal noise. Pada gambar 3.26 mengenai instalasi dan pemandangan penurunan keel yang dilakukan selama proses konstruksi. atau pengurangan pitching dan rolling dengan stabilisasi dinamika transduser. Instalasi tersebut memiliki kelemahan dalam penggunaan ilmiah. beberapa pengurangan gulungan dimungkinkan melalui stabilisasi kapal.25.3-0. hal tersebut mengurangi gangguan kebisingan (noise) dan memberi echogram yang jelas sehingga memungkinkan target spesies diidentifikasi lebih meyakinkan. Ketika beroperasi dalam cuaca buruk instalasi pod sederhana terganggu yang kemudian memungkinkan adanya kehilangan sinyal karena gerak yang diinduksi oleh gelembung yang dipaksa ke arah bawah dengan bentuk lambung kapal.

28 telah dikanal sebagai standar ICES.Di sisi lain. seperti arus bolak-balik di kabel listrik dan perangkat diode yang digunakan untu mengontrol motor. Kebisingan dengan frekuensi rendah sebagian besar diproduksi dengan menjalankan mesin. tampaknya perubahan teknologi di bidang teknik kelautan telah menghasilkan dua perkembangan yang melengkapi peralatan yang telah ada sebelumnya. Sebuah studi kasus yang menggunakan herring sebagai salah satu contoh untuk menggambarkan prosedur spesifikasi dimana seharusnya kebisingan tidak menggangu herring pada kedalaman 20m di bawah kapal. Hal penting lainnya yaitu untuk merancang sebuah kapal penelitian tanpa memperhatikan kebisingan bukanlah kebijakan yang baik. Kesimpulan secara keseluruhan bahwa transduser yang ditarik dikedalaman memiliki sebuah peningkatan substansial selama instalasi tradisional lambung kapal dipasang.. akan tetapi analisis mereka tidak cukup mendukung atau penjelasan ini ditolak. Penelitian ini menguji pada data kebisingan ambient. meningkatkan tuntutan untuk daya dan kinerja desain kapal yang memungkinkan timbulnya noise. Pengurangan kebisingan saat ini merupakan prosedur yang aman. sensitivitas transduser dari 38 kHz meningkat menjadi 2.5dB. antara permukaan dan kedalam 500 m. Pertama. Kedua. sedangkan kebisingan frekuensi tinggi dihasilkan oleh efek hidrodinamika seperti suara aliran disekitar lambung kapal dan yang paling pengting ialah kavitasi diujung pisau baling-baling. perilaku suara yang diinduksi untuk tujuan dalam menetapkan tingkat kebisingan di rentang audio yang tepat untuk pengamatan ikan. Tanda kebisingan pada garis yang ditunjukkan gambar 3. 1995). dan di band ultrasonik yang digunakan oleh echosounder. Pertanyaan yang ditunjukkan oleh kelompok studi ICES mengenai kinerja kebisingan yang dapat diterima dari kapal penelitian (Mitson. ada sumber energi lainnya dikapal yang menyebabkan getaran. baik di frekuensi rendah yang didengar oleh ikan. (2000) juga memiliki hasil yang sama di survei kedalaman ikan pelagis-bentik di Tasmania dan New Zealand. Namun. kinerja transduser tergantung pada kedalaman sehingga menyebabkan beberapa ketidakpastian mengenai kepadatan ikan yang ditunjukkan oleh sistem transduser yang ditarik di kedalaman. Menurut Dalen et al. Kinerja noise kapal Selama 30 tahun terakhir. pendengaran ikan. Kloser (1996) dan Kloser et al. Kalibrasi . Selain itu batas kebisingan ultrasonik yang ditentukan untuk menghindari degradasi kinerja echosounder. Ikan herring dipilih sebagai salah satu contoh karena memiliki pendengaran yang sangat sensitif. (2003) hal tersebut konsekuensi dari sinyal rasio noise yang berbeda. Pengukuran menunjukkan bahwa.5dB sedangkan transduser 120 kHz menurun 1. isolasi suara untuk mengurangi emisi kedalam air menjadi teknis dan layak secara finansial..

atau yang biasa disebut bias. Echosounder single-beam merupakan instrumen yang sulit untuk dikalibrasi karena instrumen ini tidak dapat mengukur target di bawah air secara langsung. yang disebut juga dengan pola beam (beam pattern). kemungkinan sebelum tahun 1980. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan sensitivitas sesuai dengan perubahan arah. Alat penerima (receiver) pada echosounder ini menggabungkan sistem TimeVaried Gain (TVG). Sensitifitas pada poros (The On-axis Sensitivity) Sumbu akustik merupakan arah kemana energi terbaik dipancarkan dan dari mana sinyal echo terbesar dipantulkan ke target pada jarak yang konstan. (2) fungsi TVG dan (3) pola beam. kalibrasi fisik dari single-beam echosounder melibatkan tiga pengukuran yang terpisah. Contoh kalibrasi instrument akustik adalah kalibrasi echosounder single-beam. umumnya membentuk sudut akustik dari transduser. Sensivitas dari single beam echosounder ditentukan dengan mengacu pada pantulan suara (echo) dari target dalam arah tertentu. 1984). Namun demikian. estimasi nilai kelimpahan akan berbeda dari nilai yang sebenarnya. dengan cara mengukur atau membandingkan dengan nilai standar. teknik kalibrasi yang paling baik dikembangkan pada tahun 1980-an. Kalibrasi sangat penting dalam hal kontrol kualitas yang dimana kualitas kontrol sangat penting dalam memberikan ketepatan pada hasil survei. metode ini tidak direkomendasikan karena memiliki kekurangan yaitu terlalu banyak memakan waktu   terutama pada kondisi laboratorium. yaitu arah dari sensitivitas maksimal dan oleh karena itu menjadi lebih mudah diidentifikasi. Dengan demikian. Terdapat tiga metode standart yang memungkinkan digunakan untuk mengukur on-axis sensitivity:  The reciprocity technique. Penerimaan ini berubah sesuai waktu setelah getaran (pulsa/pulse). Kalibrasi merupakan sebuah prosedur yang dilakukan untuk menentukan nilai yang tepat pada instrument dalam pembacaan skala. oleh Foldy dan Primakoff (1945-1947). hubungan ini dijelaskan oleh fungsi dari TVG. Jika ada kesalahan dalam kalibrasi. Target-target pada arah ini dikatakan sebagai target yang terletak pada sudut (on-axis). The calibrated hydrophone The standart target . kalibrasi menjadi sumber kesalahan utama dalam estimasi kelimpahan ikan (Blue.Dalam melakukan kalibrasi instrumen akustik dibutuhkan kehati-hatian dan keakurasian kalibrasi instrumen akustik tidak bisa ditekan terlalu kuat. untuk menentukan (1) the on-axis sensitivity. dimana sistem tesebut ditujukan untuk memastikan bahwa ikan dengan kesamaan densitas akan menghasilkan sinyal yang sama dalam jarak berapapun. Pada awal dilakukannya survei akustik.

Transduser yang diletakan pada badan derek atau lambung kapal. Prosedur Eksperimen Target standart yang tergantung di bawah transduser. Ketika transduser diletakkan pada sebuah alat yang ditarik (contohnya manta tow). bola itu dapat digantung pada tiga “lengan” horisontal dalam sebuah bingkai (frame) yang dipasang di bagian atas badan alat tersebut (Fig 3. Telah diketahui bahwa target pada umumnya berbentuk bulatan padat (sphere) yang digantung dibawah transduser. Ketiga kabel pembantu dari bulatan tersebut dapat mengarah pada lengan vertikal sehingga dapat diakses untuk penyesuaian saat di permukaan. disertai oleh sedikit bahan tambahan untuk menghindari pantulan yang tidak diinginkan. Dengan menggerakkan target melewati beam. Target lalu diarahkan ke sudut akustik dan Ca ditentukan oleh pengukuran echo terkait. metode standard target merupakan metode yang baik dalam meghasilkan hasil yang paling akurat.Dua metode yang pertama disebutkan di atas hanya digunakan sebagai pelengkap. badan yang ditarik (tow). Perlakuan ini dapat digunakan untuk menyesuaikan panjang kabel dari target yang melayang. bulatan dan frame) diturunkan ke dalam air. Metode ini dioperasikan menggunakan TVG. Pada frekuensi yang rendah. Bulatan tersebut akan tercelup dalam larutan sabun – gabungan dari deterjen dan air tawar dengan perbandingan 1:4 – untuk membasahi permukaan bulatan tersebut seluruhnya agar gelembung udara pada jaring dapat dibersihkan. dan saat dimana bulatan-bulatan frekuensi rendah biasanya lebih besar ketika target strength lebih besar. Pengukuran metode ini terbilang sangat cukup untuk mengestimasi jarak target dan kombinasi transmitter receiver dari tranducer. Hal ini biasanya dilakukan dengan membungkus target dalam kain nilon monofilamen. Kabel . panjang dari kabel-kabel tersebut dapat disesuaikan dengan remote control yang ada pada frame. Echosounder dioperasikan secara normal dan dengan kekuatan pulse yang sama. digantungkan oleh sebuah kabel yang terikat pada bagian atas lengan vertikal. posisi saat echo dirasa paling kuat dapat ditemukan dengan ketentuan jarak diketahui. TVG dan tingkatan kekuatan juga sama seperti yang digunakan selama survei. Penurunan kedalam air ini dilakukan hingga transduser terletak pada kedalaman normal. efek dari udara apapun yang terperangkap dapat dikurangi jika frekuensi yang dihasilkan cukup rendah. pelaksanaan kalibrasi dapat menjadi jauh lebih mudah dengan menggunakan remote control. Seluruh bagian alat (transduser. Selain itu. Echo yang dihasilkan dari target dan waktu yang dibutuhkan antara echo dan pulse yang dihasilkan lalu diukur. namun tidak direkomendasikan. Pengukuran-pengukuran ini diperlukan untuk memperkirakan jarak target dan gabungan dari sensitivitas transmisi serta sensitivitas penerimaan dari transduser pada arah target. Pada jaman modern. Tiga kabel suspensi terpasang pada jaring dan dilakukan penyesuaian ukuran panjang dari kabel-kabel tersebut.30).

gaya hidrodinamik pada bola dapat menyebabkan bola dan badan derek bergerak tak terduga. Kurang lebih ini terjadi ketika kabel penunjang yang terkait pada lengan bingkai terlalu pendek. prinsip yang sama dapat diterapkan untuk kalibrasi 40 log R yang digunakan untuk menghitung sinyal echo. Fungsi yang diprogram akan memberikan kompensasi yang memadai pada jarak yang besar dari echosounder. dimana titik bola tetap berada pada sumbu akustik. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai energi echo maksimal pada setiap penyesuaian mencapai nilai stabil. Di samping itu. dan dicatat oleh echo-integrator yang biasanya termasuk dalam kalibrasi. error dari TVG dapat diabaikan. tetapi bisa menetapkan besarnya error pada rentang jarak dekat yang diperlukan untuk kalibrasi. . Bola digerakkan sepanjang beam untuk menemukan posisi dimana sinyal echo paling kuat untuk jarak yang sama.Sayangnya ini tidak selalu terjadi. badan derek dapat berayun-ayun karena disebabkan oleh tiupan angin. Bola digerakkan secara berturutturut ke dua arah kanan dan kiri. Fungsi TVG Tujuan dari time-varied-gain (TVG) berfungsi untuk mengkompensasi kisaran ketergantungan echo. Untuk menentukan posisi optimum jarak peletakkan bola dengan transduser dapat diestimasi dengan menggunakan formula sebagai berikut: Ropt = 2d2 f0/c Dimana: d = lebar maksimal penampang transduser f0 = frekuensi echosounder c = kecepatan suara di dalam air Kekuatan echo diukur sebagai suatu energi (integral dari amplitudo kuadrat). bola harus diletakkan cukup jauh dari transduser. karena beberapa instrumen didesain agar mempunyai pengabaian efek dari panjang pulsa yang ditransmisikan dan bandwidth penerima. asalkan fungsi dilakukan dengan benar. tetapi secara umum tidak akan mengkompensasi ketergantungan jangkauan dengan tepat dan tujuan kalibrasi adalah untuk memperkirakan kesalahan yang dihasilkan. Fairlead pada kapal dapat digunakan sebagai metode yang murah dan tahan lama untuk mengatur kabel penunjang dengan menguragi gesekan ketika transduser berpindah arah.penunjang harus dilakukan dengan mekanisme yang sesuai pada target untuk meminimalisir kemungkinan pergerakan bebas dari garis tersebut. Jika kalibrasi dilakukan dari sebuah kapal yang berlabuh. Seperti kebanyakan echosounder ilmiah yang sekarang menerapkan TVG yang diproses dari sinyal digital. Namun. A (t) adalah fungsi TVG yang sebenarnya. Misalkan tegangan penerima sebanding dengan A (t) dimana t adalah waktu setelah dimulainya pulsa transmitter. Alat ini untuk mempertimbangkan intergasi gema yang didistribusikan oleh target. saat ketepan fungsi TVG bernominal 20 log R.Untuk melakukan hal ini.

Nilai t0 untuk echosounder tertentu dapat dilihat pada Tabel 3. a (t). dan nilai-nilai teoritis yang berasal dari Ψ dianggap cukup baik. pembuat umumnya mengabaikan (atau tidak menyadari) kebutuhan untuk waktu mulai dari TVG (pada t = t0) akan tertunda untuk selang waktu sejak mulai dari pulsa transmitter. menambahkan koreksi kecil yang dihitung dari teori memperhitungkan energi dalam sisi lobus. jika tansducer telah rusak. mereka harus menghubungi produsen dan konfirmasi bagaimana mengimplementasikan perubahan fungsi dengan pulsa dan pengaturan bandwidth. Simmonds (1984a.3.MacLennan (1987) telah membuktikan bahwa fungsi berikut. Oleh karena itu untuk menentukan Ψ. biasanya cukup hanya mengukur pola beam secara rinci dalam lobus utama. Ekuivalen Sudut Beam Tahap ketiga dari prosedur kalibrasi adalah penghitungan nilai ψ. echosounder lain mungkin memiliki sedikit perbedaan nilai dari t0 tetapi perbedaan itu tidak terlalu berpengaruh.pengukuran A (t) dibandingkan dengan fungsi TVG yang ideal. merupakan representasi yang cukup baik dari 20 log R TVG untuk semua tujuan praktis: a(t) = c(t − t0) exp(βct / 2) Dengan c adalah kecepatan suara.Ψtelah dijelaskan pada bagian 2.ekuivalen sudut beam dari transduser. misalnya. Oleh karena itu cukup memeriksa perhitungan produsen dari 3-dB-down sudut . Perubahan besar dari pola beam mungkin terjadi. yang merupakan ukuran lebar beam.t0tergantung pada durasi pulsa dan bandwidth penerima. yang diberikan oleh persamaan di atas. kurang dari 1% dari energi yang ditransmisikan muncul di sisi lobus beam transduser.Jika pengguna dalam keraguan tentang fungsi dari TVG yang benar. Untuk durasi pulsa dan bandwidth yang sama. Tampaknya pembuatan transduser sekarang menjadi proses yang lebih handal dan konsisten. β adalah koefisien penyerapan akustik dan t0 adalah waktu optimal mulainya dari TVG. beberapa pengukuran harus dilakukan dari arah luar lobus utama untuk memeriksa bahwa sisi lobus sesuai yang diharapkan. Perhitungan dari t0 agak rumit.1. Dia menunjukkan dalam banyak kasus. Penelitian selanjutnya dengan menggunakan metodologi yang samatelah lebih menggembirakan. meskipun tidak sepenuhnya tepat.Namun. kekurangan ini dapat diatasi asalkan A (t) dibandingkan dengan fungsi ideal yang benar. Awalnya pengukuran dilakukan oleh Simmonds (1984b) mengungkapkan bahwa prediksi teoritis bisa salah lebeih dari 20%. Namun. Hal ini dimungkinkan untuk menghitungΨ dari teori dan geometri yang diketahui dari permukaan transduser. 1984b) menjelaskan bagaimanaΨ dapat ditentukan dengan percobaan.4. dan Ψdari transduser yang berbeda seharusnya menunjukkan variasi yang identik dari urutan yang sama. Di masa lalu. itu selalu lebih dari setengah durasi pulsa. yang tidak mengkompensasi ketergantungan jangkauan dengan tepat.

lalu instrumen telah dikalibrasi dengan benar. produsen sebaiknya memberikan nilai empiris dari Ψ dengan masing-masing transduser. ini dilakukan untuk kerusakan mesin atau kerusakan transduser.4). lebar beam yang sempit maka sudut transduser akan semakin besar. pada transduser yang tidak mengalami kerusakan. Untuk lebar beam kecil. c adalah kecepatan suara sebenarnya. α adalah koefisien penyerapan akustik (dB m-1). sebab P0 konstan.Namun. Yang jelas jarak R juga menurun karena dihitung sebagai c0 setengah kali dari waktu delay echo (th). kita mulai dengan rumus berikut untuk Pr. Jika kecepatan suara naik. Untuk mengerti efek dari perubahan kecepatan suara dalam Ca. menghindari kebutuhan pengguna untuk menjalankan pengukuran ini. Keseluruhan sensitifitas dan kecepatan suara Kalibrasi berkerja pada lokasi tertentu dimana kecepatan suara lokal (diasumsikan) adalah c0.7) mungkin diperlukan untuk memperoleh konversi faktor yang benar dalam analisis berikutnya. Kecepatan suara yang ditemui pada saat survei mungkin berbeda. Dengan demikian perubahan kecepatan suara mempengaruhi berbagai faktor dalam Equ (3. daya penerima echo-integrator (tanpa TVG) dari jangkauan target yang terditribusikan R: Pr = PoGTR−210−2αR/ 10ψ(cτ /2)n_σbs_GE Dimana Po adalah daya yang tertransmisikan. maka panjang gelombang dan delay echo menurun. setidaknya untuk singgle-beam transduser sangat sulit dan memakan waktu prosedur. GT dan GE bervariasi sebagai 1/c2. namun. dan kemudian teoritis nilai Ψ dapat digunakan secara langsung dalam persamaan echo-intergrator (cf. Secara teknis split-beam memberikan tindakan akustik arah sasaran serta TS.(3. beberapa membutuhkan ukuran target yang bebas (non akustik).13) dengan cara yang berbeda. dapat diandalkan. jika terjadi perubahan yang mendadak dalam sudut itu harus diamati diantara dua kalibrasi yang berturut. dalam hal pola beam harus diukur lagi. beberapa produsen menyediakan perangkat lunak khusus untuk memperkirakan Ψ dari data yang tercatat sebagai standar target yang dipindahkan ke berbagai posisi yang meliputi beam.beam tidak seduai dengan teori transduser. τadalah durasi pulsa dan n adalah jumlah ikan per satuan volume.Ini adalah ‘kesatuan keuntungan’ efek yang berhubungan dengan perubahan dalam ψ.Idealnya. ψbervariasi sebagai c2 karena berbanding terbalik dengan jumlah dari panjang gelombang dan permukaan transduser. Pengukuran dari transduser yang sama oleh Simmonds (1990) telah diulang dalam selang beberapa tahun mengungkapkan bahwa Ψ tetap hampir konstan. dan beberapa penyesuaian faktor di Equ.Penyediaan data tersebut merupakan bukan hal sepele bagi sebagian besar instalasi.Jika pengaturan echosounder berhubungan pada c0.GT dan GE adalah masing-masing dari kenaikan sudut transduser transduser ketika mentrasmisikan dan menerima.Bagian 5. Panjang pulsa pada air (cT/2) tentu saja . Namun.

Dalam kasus yang sederhana. kemudian untuk echo integrator. Bagian 6 dan 7). Tambahan lagi. TVG dikalibrasi dengan metode yang dijelaskan di atas untuk . dan juga dengan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa untuk menggemakanmenghitung. penting untuk mengetahui apakah fitur yang telah diimplementasikan dalam prosesor sinyal. lalu c2o/c2z dan 105α(cz-c0)th keduanya kesatuan dan ΔK menjadi {c20/c2scf/c0} = c0cf/c2s. Persamaan yang relevan untuk daya yang diterima dari target yang terisolasi adalah: di mana keuntungan transduser sekarang fungsi dari arah sasaran (è.Sebelum manual mengoreksi pengukuran akustik untuk perubahan kecepatan suara. Jika sounder yang akan digunakan di mana ada perbedaan penting dalam kecepatan suara antara transduser dan agregasi ikan. Memperhatikan bahwa kecepatan suara tergantung pada kedalaman.sebagai variasi c. cf dikedalaman ikan dan memiliki nilai rata-rata cz didalam kolom air dari permukaan. yang sesuai dengan Fungsi TVG adalah 40 log R. hilangnya penyebaran (r2) sebagai c20/c2z. ini ketergantungan suara kecepatan secara otomatis dimasukkan dalam faktor sensitivitas pada sumbu setiap kali kecepatan suara ratarata yang berbeda dimasukkan dalam pengaturan. Faktor dalam Equ. maka faktor koreksi yang lebih lengkap diperlukan dapat dihitung dari equ. Hasil ini dalam keseluruhan faktor kalibrasi (F/E) berubah oleh proporsinya. Perbedaan ketergantungan kecepatan suara timbul kasus dari target tunggal (dan pengukuran dari kekuatan targetnya). Ketika instrumen yang akan digunakan untuk echo-menghitung atau pengukuran kekuatan sasaran. ö). transduser lebih efesien bervariasi sedikit dengan c. (3. Jika kecepatan suara cz digunakan untuk mengkoreksi ketergantungan kedalaman. misalkan di daerah survei adalah cs di transduser. Dalam beberapa Echosounder modern. ᴪ sebagai c2s/c20 (meskipun ada beberapa ketergantungan pada cz dan cf karena pembiasan dikolom air yang diabaikan disini). faktor kalibrasi keseluruhan berbanding terbalik dengan kekuatan keempat kecepatan suara. tetapi kita tidak bisa memperitmbangkan faktor ini (untuk (σbs) cf. kemudian ΔK = {c20/c2sc20/c2s} = {c40/c4s}. keseluruhan faktor kalibrasi adalah perbandingan terbalik dari kecepatan suara. hilangnya penyerapan sebagai 105α(cz-c0)th. dan (σbs) bervariasi dengan c dengan cara yang pasti. Dalam hal ini ø tidak relevan dan hasil analisis adalah: Jika jangkauan tersebut benar dicatat dengan menggunakan cz. kecepatan suara lokal c0 dan kesesuaian ekuivalen sudut beam digabungkan dalam echosounder dan pengaturan ini tidak berubah saat survei. Misalkan selama kalibrasi.13) akan berubah sebagai berikut: GT dan GE sebagai c20/c2s. dan panjang pulsa cT/2 sebagai cf/c0. Sensor arah echosounder Sinyal yang dihasilkan oleh split-beam dan dual-beam Echosounder menentukan arah sasaran serta jangkauan dan amplitudo gema.

Penampang balok dibagi menjadi tujuh wilayah daerah yang sama. Sensitivitas kalibrasi hanya masalah merekam energi gema sedangkan target standar ditempatkan di sejumlah posisi didistribusikan di seluruh beam. lebih atau kurang. dengan asumsi gerakan cukup diinduksi oleh arus air dll. . dan variasi tambahan dari sinyal output yang disebabkan oleh kompensasi eksak untuk arah sasaran. Gambar 3. Statistik sensitivitas kemudian dapat diperkirakan seperti dijelaskan di atas. Untuk pendekatan pertama. faktor bobot wi sebanding dengan jarak sudut dari posisi pengukuran lebar dari sumbu akustik di pusat balok. Seiring waktu. Target tersebut akan dipindahkan sehingga jumlah pengukuran adalah sama di setiap daerah. Dalam hal ini target standar ditangguhkan pada satu baris di bawah transduser sehingga bebas untuk ayunan di sekitar.33 menggambarkan metode yang diusulkan oleh MacLennan dan Svellingen (1989). Ini bukan prosedur sepenuhnya ketat.It tidak diperlukan untuk mengukur posisi target secara mandiri sejak arah gema ditentukan oleh instrumen itu sendiri . sebuah lingkaran di tengah dan enam segmen di pinggiran. Persyaratan umum adalah untuk menentukan sensitivitas rata tertimbang dengan luas balok penampang. atau model teoritis dapat dipasang ke data untuk memperkirakan pola balok. memastikan bahwa semua bagian dari balok menerima perhatian yang sama. bola harus terdeteksi di berbagai arah meliputi. sensitivitas dalam berbagai arah dapat diukur dengan mengacu pada gema dari target standar yang ditempatkan di sejumlah posisi perwakilan atas bagian aktif dari balok. Mean VB B dan varians dari sensitivitas diperoleh dari rumus: Ada metode sederhana tapi mungkin kurang tepat untuk memetakan sensitivitas directional dari echosounder split-beam. karena beberapa bagian dari balok akan sampel lebih dari yang lain dan bobot relatif yang tidak terkontrol.Seperti sebelumnya. The TVG kalibrasi harus dilakukan pertama.33 Misalkan pengukuran n dibuat dan Bi adalah sensitivitas diamati pada posisi lebar target.echosounder single-beam.Arah pada sumbu tidak sangat penting dalam kasus ini.Gambar 3.Sensitivitas rata diperkirakan oleh bobot setiap pengukuran sebanding dengan daerah yang diwakilinya. dan hasilnya digunakan untuk memperbaiki pengukuran sensitivitas berikutnya untuk setiap ketergantungan berbagai sisa gema. seluruh berkas.

Namun. . setiap variasi sensitivitas di balok akan meningkatkan penyebaran distribusi diamati. tidak perlu mempertimbangkan kompleksitas dekonvolusi jika kompensasi untuk arah target yang cukup baik. yang backscattering penampang dari target. Hal ini juga diasumsikan bahwa target terdeteksi didistribusikan secara acak di atas area aktif dari balok. VB adalah ukuran variasi sensitivitas.3. varians sampel yang diamati lintas-bagian. dekonvolusi sama berlaku untuk instrumen arah-sensitif. banyak pengamatan yang diperlukan dari target individu sebagai sampel yang representatif dari populasi. Hasil dapat dianggap dalam hal kekuatan sasaran atau backscattering setara penampang ikan terdeteksi. mengingat sejumlah besar pengukuran kekuatan target dan sensitivitas sebagai fungsi dari arah sasaran. Gambar 3.34 menunjukkan beberapa pengukuran yang diperoleh selama kalibrasi dari echosounder DualBeam. Namun. Ini berarti bahwa jika E adalah rata-rata dari energi gema diamati.Hal ini dapat dilakukan dengan metode dekonvolusi dijelaskan oleh Clay (1983).Hal ini dimungkinkan untuk merekonstruksi distribusi kekuatan sasaran yang benar dari histogram dari pengamatan. Meskipun awalnya dikembangkan untuk pengobatan sinyal dari echosounder tunggal-beam. perkiraan berisi VO diberikan oleh: Sejauh ini kita telah dianggap hanya mean dan varians dari distribusi kekuatan sasaran. maka (EB) adalah perkiraan berisi OBS.Arah-sensing echosounder sering digunakan untuk menentukan distribusi kekuatan target populasi ikan yang akan disurvei. untuk menolak gema di wilayah anomali yang In / Iw kurang dari sekitar 0. Target yang sama telah dipindahkan ke posisi yang berbeda di seluruh balok. dan pada dasarnya konstan jika faktor beam Dalam / Iw cukup besar. Statistik lainnya seperti skewness mungkin juga terdistorsi oleh variasi sensitivitas di balok. Untuk memperkirakan statistik ini. Misalkan OBS adalah mean benar dan VO adalah varian yang sesuai. yaitu untuk mengatakan jika Vs / O2 bs jauh lebih besar daripada VB / B2. dan jumlah ini seperti yang ditetapkan dari kalibrasi dapat digunakan untuk memperbaiki Vs. Pada asumsi yang masuk akal bahwa variasi sensitivitas dan kekuatan sasaran tidak berkorelasi.3). TS faktor. I2 w / Dalam sebanding dengan OBS. Ambang A diterapkan pada faktor beam (lih Bagian 3.

The Reson sonar memiliki . reson Seabat 6012 sonar.Melvin et al. Yang terakhir ini memiliki penggemar 60 balok dengan nominal 1. (2003) memberikan persamaan resmi berlaku untuk satu perangkat tersebut. sehingga membentuk sektor 90◦.5◦ spasi.Setiap balok 1. 3.34 Sensitivitas diukur dari transduser split-beam diilustrasikan pada Gambar.35b. Ada beberapa variasi residual sensitivitas dengan arah.35. (2000) telah mengembangkan prosedur kalibrasi untuk contoh lain.. Kalibrasi sonar ini melibatkan serangkaian scan sekitar sektor 90◦ untuk menentukan pola balok untuk masing-masing 60 balok. sonar Simrad SM2000. tetapi jauh lebih kecil dari pola balok terkompensasi ditunjukkan pada Gambar. sementara Simmonds et al. yangdigabungkan untuk mendapatkan keseluruhan sensitivitas mengirim-menerima dan ψ.35 Kalibrasi dari sonar multibeam Sonars multi-beam dengan cepat berkembang sebagai alat untuk pengamatan ikan dan pengukuran. Plot atas adalah lanskap yang menunjukkan arah sensitivitas setelah amplitudo gema telah dikompensasikan dengan menggunakan fase diukur dari sinyal yang diterima. 3. Gambar 3.9◦ oleh 15◦ lebar.. Gambar 3.Gambar 3.36 menunjukkan sensitivitas relatif dari 60 balok.

sekitar 1. dan kemungkinan besar terjadi selama kalibrasi karena target standar diadakan di berbagai tetap. untuk memastikan bahwa masalah tersebut dihindari atau diperbaiki secara memadai. dan mereka mahal karena setiap kesalahan dalam kalibrasi akan bias estimasi kelimpahan ikan yang berasal dari survei. tapi waktu sampel relatif terhadap perubahan gema dengan nomor berkas.Dia menyimpulkan bahwa praktik yang baik harus menentukan kinerja sistem echointegration ke dalam 7%. Salah satu kesulitan serius yang dihadapi dalam kalibrasi sonar Alasan.Jika kedua sampel yang dekat dengan puncak. Karena itu. Praktek kalibrasi yang baik Untuk mencapai hasil yang memuaskan. Itu semua terlalu mudah untuk membuat kesalahan. menggunakan peralatan yang mampu akurasi yang diperlukan.5 dB.Simmonds et al. Hasilnya adalah perubahan siklik buatan sekitar 1 dB dalam pengukuran sinar-tobeam. tetapi tidak ada kebutuhan untuk kesalahan kalibrasi untuk menjadi salah satu dari mereka.. Simmonds (1990) menyelidiki akurasi yang diharapkan dari kalibrasi. yang muncul sebagai riak halus ketika kepekaan diplot terhadap jumlah balok.sekitar 3 dB variasi yang luas di seluruh sektor. Echo terjadi pada kisaran yang sama pada masing-masing balok.(2000) memperkirakan riak dengan mencocokkan timing sampel yang tepat untuk titik pada gelombang echo.Jenis masalah praktis adalah fitur disayangkan teknik digital sampling.Hal ini mempengaruhi kalibrasi karena sampel sonar masing-masing 60 balok berurutan. namun terpisahkan berkurang jika sampel baik adalah di lereng awal atau akhir. dengan variabilitas lokal (lebih dari 3 atau 4 balok) yang agak kurang. dan ini memungkinkan hanya dua sampel dalam setiap target echo (yang berarti 2 per balok = 120 total). dan sesuai dengan prosedur yang dianjurkan dijelaskan di sini. nilai terbesar diperoleh. Banyak masalah timbul dalam interpretasi hasil survei akustik.Ini memiliki terbatas naik turunnya kali. dan jadi mampu mengimbangi hasil mereka untuk efek yang tidak diinginkan ini. nilai-nilai sampel tergantung pada di mana mereka diukur pada gelombang gema yang diterima.. Tujuannya harus untuk mengembangkan rutin atau protokol untuk kalibrasi yang akan mencapai akurasi ini secara konsisten.Perawatan harus selalu diambil untuk menentukan bagaimana sampel prosesor digital Data akustik. . Ini memiliki pulsa sangat pendek (60ìs) untuk memberikan resolusi berbagai baik. kalibrasi instrumen akustik harus dilakukan dengan perhatian terhadap detail.