You are on page 1of 23

1

BAB II TINJAUAN
PUSTAKA

A.

Definisi padang lamun
Untuk menghindari kesalahpahaman antara lamun dan rumput laut,

berikut ini disajikan istilah tentang lamun, padang lamun, dan ekosistem lamun
(Azkab, 2006) :
1.

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan air berbunga (anthophyta) yang
hidup dan tumbuh terbenam

di lingkungan

laut, berpembuluh,

berimpang (rhizome), berakar, dan berkembangbiak secara generatif
(biji) dan vegetatif. Rimpangnya merupakan batang yang beruas-ruas
yang tumbuh terbenam dan menjalar dalam substrat pasir, lumpur, dan
pecahan karang.
2. Padang lamun (seagrass bed) adalah hamparan vegetasi lamun yang
menutupi suatu area pesisir/laut dangkal yang terbentuk oleh satu jenis
lamun (monospecific) atau lebih (mixed vegetation) dengan kerapatan
tanaman yang padat (dense) atau jarang (sparse).
3.

Ekosistem

lamun (seagrass ecosystem)

adalah satu

sistem

(organisasi) ekologi padang lamun yang di dalamnya terjadi hubungan
timbal balik antara komponen abiotik (air dan sedimen) dan biotik
(hewan dan tumbuhan).
Sedangkan

rumput

laut

(seaweed)

adalah

sejenis

makroalga

yang termasuk tumbuhan tingkat rendah (thallophyta), tidak memiliki akar, batang,
dan daun sejati.

2

B.

Morfologi tumbuhan lamun
Secara morfologis, tumbuhan lamun mempunyai bentuk yang hampir

sama, terdiri dari akar, batang, dan daun. Daun umumnya memanjang,
kecuali jenis Halophila memiliki bentuk daun lonjong. Adapun morfologi
tumbuhan lamun dapat dilihat pada Gambar 1 berikut (Tuwo, 2011) :

Gambar 1. Morfologi lamun. Sumber : Tuwo, 2011

1. Daun
Sebagaimana tumbuhan monokotil lainnya, daun lamun berkembang dari
meristem basal yang terletak pada rhizoma. Secara morfologis, daun
mudah dikenali dari bentuk daun dan ujung daun, keberadaan atau
ketiadaan ligula atau lidah daun. Ujung daun Cymodocea serrulata
berbentuk lingkaran dan berserat, sedangkan ujung daun Cymodocea
rotundata datar dan halus. Daun lamun terdiri atas dua bagian yang
berbeda, yaitu pelepah dan daun. Pelepah daun menutupi rhizoma yang
baru tumbuh, dan melindungi daun muda. Pada genus Halophila
yang

Akar-akar halus yang tumbuh pada rhizoma memiliki adaptasi khusus perairan. Karena xylem yang sangat tipis. Stele mengandung phloem atau jaringan transport nutrient dan xylem atau jaringan yang menyalurkan air. 3. akar menyerupai rambut berdiameter kecil. sehingga daun dapat menyerap nutrien langsung dari air laut. lamun memiliki akar yang kuat berkayu. sehingga tidak berperan penting dalam penyaluran air. Kutikel daun yang tipis tidak dapat menahan pergerakan ion dan difusi karbon. Rhizoma dan batang Tumbuhan lamun memiliki rhizoma atau rimpang yang dapat menstabilkan dasar perairan. Ciri anatomi yang khas dari daun lamun adalah ketiadaan stomata dan keberadaan kutikel yang tipis. Rhizoma berkayu . Namun demikian. Jenis tertentu memiliki rhizoma berkayu. Jika dibandingkan dengan tumbuhan darat. Sedangkan pada jenis Thalassodendron. akar dan rhizoma lamun memiliki fungsi yang sama dengan tumbuhan darat. akar lamun memiliki perbedaan yang jelas. maka akar lamun tidak berkembang baik untuk menyalurkan air. maka baik akar maupun akar rambut pada tumbuhan lamun tidak berkembang sebaik tanaman darat. misalnya Thalassodendrum memungkinkan cilliatum. 2.3 memiliki bentuk daun petiolate (oval). dimana akar memiliki pusat stele yang dikelilingi oleh endodermis. tidak memiliki pelepah. Pada jenis Halophila dan Halodule. Akar Secara morfologi dan anatomi.

2009) sebagai berikut : Divisi : Anthophyta Kelas : Angiospermae Subkelas : Monocotyledonae Ordo : Helobiae Famili : Hydrocharitaceae Genus : Enhalus Species : Enhalus acoroides Genus : Halophila Species : Halophila decipiens Halophila ovalis Halophila minor Halophila spinulosa Genus : Thalassia Species : Thalassia hemprichii . Rhizoma dan akar lamun menancap kuat ke dalam dasar perairan atau substrat. Rhizoma membenam dalam substrat secara luas. Rhizoma berperan penting dalam proses reproduksi secara vegetatif. Klasifikasi lamun Klasifikasi lamun di perairan pantai Indonesia (Phillips & Menez.4 jenis ini dapat hidup berkoloni di terumbu karang. 1988 dalam Takaendengan. C.

Menurut tipe vegetasinya. padang lamun dapat dibagi menjadi 3 kelompok. Jadi struktur vegetasi lamun merupakan bentuk susunan komunitas lamun yang tumbuh di suatu ekosistem. Halophila ovalis. yakni struktur yang berarti bentuk dari sebuah susunan. dan Thalassia hemprichii. 2010) : a. Contoh jenis lamun yang dapat membentuk vegetasi tunggal. yakni Enhalus accoroides. Halodule uninervis.5 Famili : Potamogetonaceae Genus : Cymodocea Species : Cymodocea rotundata Cymodocea serrulata Genus : Halodule Species : Halodule pinifolia Halodule uninervis Genus : Syringodium Species : Syringodium isoetifolium Genus : Thalassodendron Species : Thalassodendron ciliatum D. Padang lamun vegetasi monospesifik (monospesifik seagrass beds) Hanya terdiri dari 1 spesies saja. . Struktur vegetasi lamun secara umum Struktur vegetasi berasal dari dua kata. sebagai berikut (Makwin. dan vegetasi yang berarti keseluruhan komunitas tumbuh-tumbuhan yang menempati suatu ekosistem.

Vegetasi lamun yang tumbuh di substrat pasir. seperti tipe padang lamun vegetasi tunggal. Sedangkan struktur vegetasi lamun yang akan diamati dalam penelitian ini. serta perbandingan struktur vegetasi lamun di masing-masing stasiun penelitian. c. yakni Cymodocea rotundata. Cymodocea serrulata. serta vegetasi lamun yang tumbuh di substrat pasir berkoral. Enhalus acoroides. Menurut Kiswara (1992). selalu terdapat asosiasi spesies Enhalus acoroides dengan Thalassia hemprichii (sebagai spesies lamun yang dominan). Halophila ovalis. dan Thalassia hemprichii.20 m. Padang lamun vegetasi asosiasi 2 atau 3 spesies Ini merupakan komunitas lamun yang terdiri dari 2 sampai 3 spesies saja. Tetapi padang lamun campuran ini. dan tipe padang lamun vegetasi campuran. Dan lebih sering dijumpai dibandingkan padang lamun monospesifik. Halodule uninervis. tipe padang lamun vegetasi asosiasi 2 atau 3 spesies. Syringodium isoetifolium. Padang lamun vegetasi campuran (mixed seagrass beds) Padang lamun campuran umumnya terdiri dari sedikitnya 4 dari 7 spesies. vegetasi lamun di rataan terumbu dan gugus Pulau Pari dapat dikelompokkan menjadi 3 sub-komunitas yaitu vegetasi lamun yang tumbuh di substrat lumpur dengan ketebalan lumpur sampai 1. yakni tipe dari struktur vegetasi lamun yang ada di perairan Pulau Saronde. dengan kelimpahan yang lebih tinggi dibandingkan spesies lamun yang lain. dalam kerangka struktur komunitasnya. .6 b.

Rimpang menjalar. Jenis-jenis lamun di indonesia Di perairan Indonesia. kadang-kadang muncul di atas permukaan air selama surut rendah (Coremap. Seludang daun keras. . 2007). terdapat 12 jenis lamun. panjang antar ruas 4 sampai 7 mm. Tumbuh di substrat pasir-lumpuran sampai pecahan karang dari daerah atas pasang tinggi sampai ke surut rendah. Thalassia hemprichii Helai daun membujur sampai sedikit lebar (pita) dengan beberapa garis coklat. panjang 3 sampai 7 cm. 2007. Adapun bentuk lamun jenis Thalassia hemprichii. ujung daun tumpul. dapat dilihat seperti pada Gambar 2 berikut (Coremap. Amran (2007). Thalassia hemprichii. diameter 3 sampai 5 mm. ujung daun membulat (panjang 5 sampai 20 cm. Berikut deskripsi mengenai jenis-jenis lamun yang ada di perairan Indonesia menurut Coremap (2007). 2007) : Gambar 2.7 E. Sumber : Coremap. dan Nur (2011) : 1. lebar 4 sampai 10 mm) bergaris pinggir seluruhnya.

3. Ujung daun bulat dan seludang daun keras. dengan tulang daun yang jelas dan 1 sampai 20 pasang daun yang sebelah-menyebelah memotong urat daun.5 cm. pasir-lumpuran sampai pecahan karang mulai dari atas pasang tinggi sampai di bawah surut rendah. Adapun bentuk lamun jenis Halophila ovalis dapat dilihat seperti pada Gambar 3 berikut (Coremap. Sumber : Coremap. bentuk daun lurus sampai agak bulat. 2007. Cymodocea rotundata Tanaman ramping. Tumbuh di substrat lumpur. daun seperti garis lurus (panjang 6 sampai 15 cm. Rimpang menjalar dan bulat (diameter 1 sampai 2 mm). 2007). lebar 2 sampai 4 mm). 2007) : Gambar 3. Halophila ovalis Helai daun bulat telur dan bergaris (panjang 1 sampai 2. panjang antar . Rimpang ramping (diameter 1 sampai 2 mm. Halophila ovalis. Panjang tangkai daun 1 sampai 4 cm. kadang-kadang bercampur dengan jenis lamun lain (Coremap.8 2. lebar 3 sampai 10 mm). mirip dengan Cymodocea serrulata. tidak menyempit sampai ujung daun.

ujung daun bulat dengan sedikit gerigi. lebar 4 sampai 10 mm) dan lebih bulat. 2007). 2007. 4. 2007) : . dengan tunas tegak yang pendek. daun lebih panjang (panjang 5 sampai 15 cm. kadang-kadang bercampur dengan jenis lamun lain (Coremap. Sumber : Coremap.9 ruas 1 sampai 4 cm). Lamun jenis Cymodocea rotundata tumbuh di pasir-lumpuran atau pasir dengan pecahan karang di daerah pasang surut. Adapun bentuk lamun jenis Cymodocea serrulata dapat dilihat pada Gambar 5 berikut (Coremap. Cymodocea serrulata Tanaman mirip Cymodocea rotundata. Rimpang gemuk (diameter 2 sampai 3 mm. Adapun bentuk lamun jenis Cymodocea rotundata dapat dilihat pada Gambar 4 berikut (Coremap. setiap ruas ada 2 sampai 4 daun. Cymodocea rotundata. Seludang daun kokoh. panjang antar ruas 2 sampai 5 mm). 2007) : Gambar 4.

Ujung daun dengan dua gigi bagian samping dan satu gigi di tengah yang berakhir pada tulang daun. lebar 1 sampai 4 mm). 2007). Sumber : Coremap. Tumbuh pada substrat pasir-lumpuran atau pasir dengan pecahan karang pada daerah pasang surut. 2007. Daun kadang-kadang melengkung pada ujungnya dan sempit pada bagian pangkal (panjang 5 sampai 15 cm. 2007. 2007) : Gambar 6. dan mempunyai sel-sel tanin yang kecil. 5. Rimpang menjalar (diameter 1 sampai 2 mm). Adapun bentuk lamun jenis Halodule uninervis dapat dilihat seperti pada Gambar 6 berikut (Coremap. . Halodule uninervis. Cymodocea serrulata. kadang-kadang bercampur dengan jenis lamun yang lain (Coremap. Halodule uninervis Tanaman lurus. Sumber : Coremap.10 10 Gambar 5. mirip dengan Halodule pinifolia. Urat atau tulang daun bagian tengah jelas.

2007). 6. tidak . Adapun bentuk lamun jenis Syringodium isoetifolium dapat dilihat seperti pada Gambar 7 berikut (Coremap.11 11 Tumbuh di substrat pasir atau pasir dengan koral dari daerah pasang tinggi sampai pasang rendah. Rimpang bulat dan menjalar dengan cabang yang tidak teratur (diameter 2 sampai 3 mm). 2007) : Gambar 7. kadang-kadang bercampur dengan jenis lamun lain (Coremap. Enhalus acoroides Tanaman lurus. tetapi kadangkdang ditemukan tumbuh sendiri (Coremap. Syringodium isoetifolium Tanaman dengan batang pendek. lebar 1 sampai 5 cm). Rimpang merambat. 2 sampai 5 daun muncul dari rimpang yang tebal dan kasar dengan beberapa akar-akar kuat. Tumbuh padat di substrat pasir atau pasir dengan pecahan karang di daerah bawah surut rendah bercampur dengan jenis lamun lain. 7. kasar. Daun seperti pita atau pita rambut (panjang 40 sampai 90 cm. 2007). ada 1 sampai 3 daun bulat pada setiap ruas (panjang 7 sampai 20 atau 30 cm. 2007. diameter 2 sampai 3 mm). Helai daun menyempit di bagian dasar. nampak pembuluh tengah pada potongan melintang. Sumber : Coremap. Syringodium isoetifolium.

Rimpang merambat (diameter 1 sampai 1. Panjang seludang daun 1 sampai 4 cm. 2007).5 mm). tetapi kadang-kadang ditemukan tumbuh sendiri (Coremap. lebar 0. Akar panjang dan berbulu (panjang 5 sampai 15 cm. diameter 2 sampai 4 mm). Sumber : Coremap. 2007) : Gambar 8. mirip dengan Halodule uninervis.12 12 bercabang atau bercabang (diameter 1 sampai 3 cm). Adapun bentuk lamun jenis Enhalus acoroides dapat dilihat seperti pada Gambar 8 berikut (Coremap. Pada bagian tengah daun terdapat celah berbentuk huruf V. 8.5 mm). 2007) : . bercampur dengan jenis lamun lain. Adapun bentuk lamun jenis Halodule pinifolia dapat dilihat seperti pada Gambar 9 berikut (Coremap. Enhalus acoroides.8 sampai 1. Urat bagian tengah daun jelas. dan mempunyai sejumlah sel tanin kecil. Panjang daun 5 sampai 20 cm. dengan batang pendek pada setiap ruas. 2007. Tumbuh pada substrat pasir-lumpuran sampai pecahan karang mulai dari bagian surut terendah sampai ke bagian surut tengah. tetapi urat antara bagian tepi tidak jelas. dikelilingi oleh kulit luar yang tebal. Halodule pinifolia Tanaman lurus.

Halophila minor Lamun jenis ini serta helaian daunnya sangat mirip dengan Halophila ovalis tetapi lebih kecil (panjang 0.4 cm) dan jumlah urat daun juga lebih sedikit (3 sampai 8 pasang). 2007.7 sampai 1. Rimpang tipis dan mudah patah. 2007). Halophila minor.13 13 Gambar 9. kadang-kadang bercampur dengan jenis lamun lain (Coremap. Adapun bentuk lamun jenis Halophila minor dapat dilihat seperti pada Gambar 10 berikut (Coremap. . 2007. Tumbuh pada substrat pasir-lumpuran atau pasir dengan pecahan karang mulai pada pasang tertinggi ke daerah pasang tengah. Halodule pinifolia. Lamun jenis Halophila minor lebih sering dijumpai hidup berdampingan dengan seperti vegetasi lamun yang tidak menutup penuh permukaan sedimen. 9. Sumber : Coremap. Sumber : Coremap. 2007) : Gambar 10.

2007). Akar dan rimpangnya sangat kuat sehingga sangat cocok untuk hidup pada berbagai tipe sedimen termasuk di sekitar bongkahan batuan karang. Halophila spinulosa Bentuk daunnya bulat-panjang menyerupai pisau wali. 2007. 10. 2007). Halodule pinifolia. memiliki 4 sampai 7 pasang tulang daun. 2007) : Gambar 11. Lamun jenis Thalassodendron ciliatum dijumpai pada dasar perairan yang cekung dan berdekatan dengan daerah tubir terumbu karang (Coremap. Cymodocea rotundata. Tegakan batang mencapai 10 sampai 65 cm. 11.0 cm. Halodule uninervis. Daun-daunnya berbentuk seperti pita. Thalassodendron ciliatum. Sumber : Coremap. Adapun bentuk lamun jenis Thalassodendron ciliatum dapat dilihat seperti pada Gambar 11 berikut (Coremap. Syringodium isoetifolium.5 sampai 3. serta . Thalassodendron ciliatum Rimpang mempunyai ruas-ruas dengan panjang 1. Daun dapat berpasangan sampai 22 pasang. dan Cymodocea rotundata (Coremap.14 14 jenis Halophila ovalis.

daun membujur seperti garis dengan panjang 50 sampai 200 mm. 12. Adapun bentuk lamun jenis Halophila decipiens dapat dilihat seperti pada Gambar 13 berikut (Nur. 2011) : Gambar 13. Halophila spinulosa. 2004 dalam Dahuri 2003 dalam Amran 2007). Halophila decipiens Bentuk daunnya bulat-panjang dan menyerupai pisau wali. 2011 Lamun jenis Halophila spinulosa tumbuh pada rataan terumbu karang yang rusak (Bengen. Sumber : Nur. Pinggiran daun seperti gergaji. Halophila decipiens. Adapun bentuk lamun jenis Halophila spinulosa dapat dilihat seperti pada Gambar 12 berikut (Nur. . Sama halnya dengan Halophila spinulosa dan Halophila minor. 2011.15 15 memiliki tangkai yang panjang. 2011) : Gambar 12. Sumber : Nur.

kekeruhan juga dapat disebabkan oleh fitoplankton. F. dan substrat.16 16 Lamun jenis Halophila decipiens tumbuh pada substrat berlumpur (Bengen. yang semuanya dapat menurunkan keberadaan energi cahaya untuk pertumbuhan lamun. Selain itu. arus. salinitas. 2004 dalam Dahuri 2003 dalam Amran 2007). dan secara otomatis kondisi ini akan mempengaruhi pertumbuhan lamun. antara lain kecerahan dan kedalaman. Kekeruhan yang disebabkan oleh suspensi sedimen dapat menghambat penetrasi cahaya. maka semakin dalam daerah yang ditumbuhi lamun. Kedalaman perairan dimana lamun dapat tumbuh sangat bergantung pada kecerahan. Kecerahan dan kedalaman Sebagai tumbuhan. dan limbah organik. 2. Arus Tumbuhan lamun hidup pada perairan yang dangkal dan jernih. lamun membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. dengan sirkulasi air yang baik. limbah domestik. suhu. Faktor pembatas padang lamun Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keberadaan ekosistem padang lamun. Air yang bersirkulasi dengan baik diperlukan untuk membawa zat hara dari luar ekosistem lamun. semakin jernih perairan. dan membawa hasil . Kemampuan tumbuh lamun pada kedalaman tertentu sangat dipengaruhi oleh saturasi cahaya. Adapun deskripsi mengenai faktor pembatas padang lamun menurut Tuwo (2011) sebagai berikut : 1.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan proses fotosintesis lamun yang dapat menurun jika temperatur berada di luar kisaran optimal tersebut. Penurunan salinitas akan menurunkan fotosintesis. Lamun yang hidup di daerah tropis dapat tumbuh optimal pada suhu 28°C sampai 30°C.5 m/detik. Lamun salinitas yang besar. tetapi pada suhu tinggi akan membutuhkan cahaya yang cukup banyak untuk mengatasi pengaruh respirasi dalam rangka menjaga keseimbangan karbon. Produktivitas ekosistem padang lamun sangat dipengaruhi oleh kecepatan arus perairan.d 40 ‰. Salinitas Kisaran salinitas yang dapat ditolerir oleh tumbuhan lamun adalah 10‰ s. dimana nilai optimalnya adalah 35 ‰. Toleransi lamun terhadap jenis dan umur. 4.17 17 metabolisme lamun ke luar ekosistem padang lamun. 3. Arus atau pergerakan air dapat membantu suplai unsur hara dan gas-gas terlarut kepada tumbuhan lamun. Lamun yang tumbuh pada kondisi mendekati level kompensasi atau kekurangan cahaya akan mencapai pertumbuhan optimal pada suhu rendah. Thalassia testudium dapat tumbuh optimal pada kecepatan arus sekitar 0. kemampuan lamun untuk melakukan yang tua salinitas bervariasi menurut dapat mentoleransi fluktuasi . Suhu Ekosistem padang lamun dapat hidup pada daerah dingin dan tropis karena memiliki toleransi yang cukup luas terhadap perubahan suhu.

produktivitas. Di samping itu. kerapatan. namun ekosistem padang lamun yang luas umumnya dijumpai pada substrat lumpur berpasir yang tebal. 2001 dalam Nur. G. Tumbuhan lamun dapat hidup pada berbagai sedimen. mulai dari berlumpur sampai karang.18 18 Salinitas juga berpengaruh terhadap biomassa. 5. dan kecepatan pulih. dan dapat menjamin pasokan nutrien ke tumbuhan lamun. dari substrat berlumpur sampai berbatu. Substrat Hampir semua substrat dapat ditumbuhi oleh lamun. Peranan padang lamun Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem di laut dangkal yang produktif. diketahui bahwa peranan lamun di lingkungan perairan laut dangkal sebagai berikut (Bengen. yaitu dasar perairan lebih stabil. substrat seperti ini umumnya berada di antara ekosistem mangrove dan terumbu karang. 2011) : 1. lebar daun. ekosistem lamun mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan perkembangan jasad hidup di laut dangkal. Ada dua manfaat dari sedimen yang dalam. Menurut hasil penelitian. . Syarat utama dari substrat yang dikehendaki oleh lamun adalah kedalaman sedimen atau substrat yang cukup dalam. Produsen primer Lamun mempunyai tingkat produktivitas primer tertinggi bila dibandingkan dengan ekosistem lainnya yang ada di laut dangkal seperti ekosistem terumbu karang.

Di samping itu. bahan kerajinan. 4. Penangkap sedimen Daun lamun yang lebat akan memperlambat air yang disebabkan oleh arus dan ombak sehingga perairan di sekitarnya menjadi tenang. 2007 dalam Nur. pakan ternak. seperti dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. dan bahan obat-obatan (Ferianita. Pendaur zat hara Lamun memegang peranan penting dalam pendauran berbagai zat hara dan elemen-elemen yang langka di lingkungan laut. padang pengembalaan (nursery ground) dan mencari makan (feeding ground) bagi berbagai jenis ikan herbivora dan ikan–ikan karang (coral fishes). Jadi padang lamun yang berfungsi sebagai penangkap sedimen. Habitat biota Lamun memberikan tempat perlindungan dan tempat menempel berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan (alga). 3. Rimpang dan akar lamun dapat menahan dan mengikat sedimen. pupuk. bahan baku kertas. lamun juga mempunyai manfaat ekonomis.19 19 2. padang lamun merupakan daerah pemijahan (spawning ground). dan dapat mencegah erosi. Di samping peranan ekologis tersebut. padang lamun lebih dominan tumbuh dengan koloni beberapa jenis (mix species) pada suatu kawasan tertentu yang yang berbeda dengan kawasan temperate atau daerah dingin . Untuk tipe perairan tropis seperti Indonesia. sehingga dapat menguatkan dan menstabilkan permukaan substrat. 2011).

. Thallasia hemprichii dan Thalassodendron ciliatum (Kasim. Kita bisa saja menemukan lamun yang terekspos oleh sinar matahari saat surut di beberapa pantai atau melihat bentangan hijau yang di dalamnya banyak ikan-ikan kecil saat pasang. 4. Ada yang dapat dimakan atau dikonsumsi. Mengisi kasur. Syringodium isoetifolium. Tumpukan untuk pematang. Jenis lamun yang terdapat di pantai Indonesia ada 12 jenis lamun dari sekitar 63 jenis lamun di dunia dengan dominasi beberapa jenis diantaranya Enhalus acoroides. Cerutu dan mainan anak-anak. 2005). 3. Halodule spp. 2. Potensi lamun (seagrass) Philips & Menez (1988) dalam Tangke (2010) menyatakan bahwa lamun digunakan sebagai komoditi yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat baik secara tradisional maupun secara modern. Dibuat jaring ikan. 5.20 20 kebanyakan didominasi oleh satu jenis lamun (single species). 6. Dianyam menjadi keranjang. Secara tradisional lamun telah dimanfaatkan untuk : 1. Kompos dan pupuk.. Cymodocea spp. Halophila ovalis. Penyebaran lamun memang sangat bervariasi tergantung pada topografi pantai dan pola pasang surut. dan 7. H.

kompetisi. 2001) : 1. Over fishing (pengambilan ikan cara penangkapannya yang merusak. 2. 3. maupun predasi. Natural stress bisa disebabkan gunung meletus. lamun telah dimanfaatkan untuk : 1.21 21 Pada zaman modern ini. 3. Water polution (logam berat dan minyak). Penyaring limbah. I. 4. Perubahan fungsi pantai untuk pelabuhan atau dermaga. Bahan untuk pabrik kertas. Obat-obatan. Sedangkan anthropogenik stress disebabkan oleh kegiatan sebagai berikut (Bengen. tsunami. Stabilisator pantai. Eutrofikasi (blooming mikro alga dapat menutupi lamun dalam memperoleh sinar matahari). 5. Makanan. 4. yang berlebihan dan . 2. dan 5. Aquakultur (pembabatan dari hutan mangrove untuk tambak). Penyebab kerusakan padang lamun Kerusakan yang terjadi pada padang lamun dapat disebabkan oleh natural stress (kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam) dan anthropogenik stress (kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas atau kegiatan manusia).

Perubahan dalam produsen primer yang dominan dari yang bersifat bentik yang bersifat planktonik. Adapun kegiatan atau proses dari alam maupun aktivitas manusia yang dapat mengancam kelangsungan hidup ekosistem lamun dapat dilihat pada Tabel 1 berikut (Bengen. pengerukan lumpur. Hilangnya struktural dan biologi dan digantikan oleh pasir yang gundul. 1989 dalam Bengen 2001) : 1. dan rumah tangga yang dibuang ke laut. 2001) Kegiatan Dampak potensial 1 2 1. pelabuhan. Perusakan total padang lamun. Reduksi detritus dari daun lamun sebagai konsekuensi perubahan dalam jaring-jaring makanan di daerah pantai dan komunitas ikan.22 22 Selain itu juga limbah pertanian. 2. Perusakan habitat di lokasi pembuangan hasil pengerukan. 2001) : Tabel 1. perubahan yang dapat terjadi sebagai berikut (Fortes. industri. b. dan lain-lain kegiatan manusia dapat mempengaruhi kerusakan lamun. industri. lalu lintas perahu yang padat. 3. Perubahan dalam morfologi pantai sebagai akibat hilangnya sifatsifat pengikat lamun. . Di tempat hilangnya padang lamun. a. Aktivitas manusia beserta dampak potensialnya terhadap padang lamun (Bengen. saluran navigasi. Pengerukan dan pengurugan yang berkaitan dengan pembangunan real estate pinggir laut. 4.

Pencemar pupuk dapat mengakibatkan eutrofikasi. Penurunan kandungan oksigen terlarut. b. Pencemaran limbah pertanian. Dapat terjadi eutrofikasi yang mengakibatkan blooming perifiton yang menempel di daun lamun. Pencemaran minyak. Pembuangan sampah organik. 3. 1 2. Pencemaran pestisida dapat mematikan hewan yang berasosiasi dengan padang lamun. Lapisan minyak pada daun lamun dapat menghalangi proses fotosintesis. 2 a. . 4.Sambungan Tabel 1. dan juga meningkatkan kekeruhan yang dapat menghalangi cahaya matahari. b. a.