You are on page 1of 2

Friday, 4 September 2015 | Keluarga

Di Antara Rahasia Keberkahan dalam
Rumah Tangga
Redaksi: Fauziya
MuslimahZone.com – Wanita ini bergegas menuju kota Makkah bersama suami dan banyak
pasangan lainnya. Mereka yang sama profesinya ini hendak berkeliling kota suci itu untuk
mencari anak susu. Sudah menjadi adat, menyusukan anak kepada wanita lain memiliki
beberapa kelebihan; mengajarkan tata bahasa yang lebih santun, ‘mengasingkan’ anak
menuju tempat yang lebih baik, dan banyak lagi hikmah lainnya.
Sesampainya di Makkah, sebab wanita ini hanya mengendarai tunggangan kecil yang tak
mampu diajak berlari, ia ‘kehabisan’ rezeki. Semua anak orang kaya berhasil diadopsi oleh
teman-temannya. Yang tersisa hanyalah beberapa anak yatim. Kepada anak-anak yatim ini,
mereka seakan sepakat, “Apa yang bisa diharapkan dari ibunya? Apakah mereka mampu
membayar kita dengan harga yang layak?”
Kelar berkeliling kota Makkah, wanita ini tak menjumpai anak susu lain, kecuali si yatim
yang tak menarik bagi wanita-wanita dalam rombongan itu. Masalah semakin lengkap saat
tunggangannya bertambah sakit, kambing yang dibawanya tak mengeluarkan susu untuk
diminum, dan wanita-wanita sesukunya telah bersiap pulang.
Di tengah kecamuk persoalan itu, sang wanita berkata kepada suaminya, “Demi Allah, aku
tidak akan pulang bersama teman-temanku kecuali setelah membawa anak yatim itu untuk
kujadikan anak susu.”
Sebagaimana suami lain yang lebih mengedepankan logika di banding perasaan, sejatinya
laki-laki itu bisa menukasi dengan ketus atas perkataan dan niat istrinya itu. Sayangnya, yang
dilakukan justru kebalikannya. Katanya, “Lakukanlah, semoga Allah Ta’ala melimpahkan
keberkahan kepada kita.”
Si yatim yang tak diminati ini pun diambil. Lalu, didekapnya dengan kasih sayang amat tulus,
layaknya ibu kepada anak kandungnya. Ajaib! Luar biasa! Allahu Akbar! Wanita yang
mulanya lemah itu, seketika setelah mendekap anak yatim, tenaganya berangsur pulih,
bahkan semangatnya penuh kembali.
Kemudian, saat hari menjelang malam, ketika mereka bergegas menuju kediamannya,
keajaiban lain muncul. Keledainya berangsur pulih dan berjalan amat cepat, kambing yang
dibawanya menghasilkan susu yang amat melimpah. Saking cepatnya, keledai yang
ditunggangi itu berhasil menyusul teman-teman si wanita yang telah terlebih dahulu
melakukan perjalanan.
“Tunggu kami,” pinta seseorang di antara wanita dalam rombongan itu. “Apakah itu keledai
yang kau jadikan tunggangan saat berangkat itu?” lanjut mereka memastikan.

“Demi Allah. perhatikan ini dengan baik. dan istrinya wajib mematuhi jika suaminya sampaikan penolakan. bahwa keberkahan dalam rumah tangga bisa jadi dimulai dari inisiatif sang istri. hargai saran wanita yang telah kau pilih dengan iman itu. bahkan berpeluang menuju kegagalan jika ukurannya adalah logika manusia semata. Jangan remehkan istrimu. Wahai para suami. Tundukan egomu. kami melihatnya amat berbeda dengan yang kemarin. “Demi Allah.” jawab sang wanita yang dijawab langsung oleh teman-temannya itu. (keluargacinta/muslimahzone. suami Halimah memiliki opsi menolak usul istrinya. meski yang dilakukan istrinya itu tidak wajar.com) . Tapi. sang suami pun berkata dengan kagum yang tak tergambar. apa pun tingkat pendidikan dan strata sosial keluarganya. Apalagi jika kalian tidak memiliki alasan yang lebih baik untuk menolak usulnya itu. atas izin Allah Ta’ala. Dalam kisah ini.” Sebab mendapati kejadian-kejadian di luar nalar itu. sang suami pun memberikan dukungan kepada Halimah. jangan serta merta menolak sebelum melakukan konfirmasi. kau telah mengambil anak yang penuh berkah ini.” *** Bukan fiksi atau dongeng. Jika apa yang disarankan olehnya adalah kebaikan. Si wanita dalam kisah di atas adalah Halimah binti Harits asSa’diyyah yang menjadi ibu susu bagi anak yatim terbaik di muka bumi ini. Di antara hikmah yang bisa kita petik. meski tak logis dalam pandangan orang umum. Namun. Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muthalib. ianya akan benar-benar mewujud saat mendapat dukungan penuh dari suaminya.“Benar.