You are on page 1of 34

HIPERSENSITIVIT

AS
TUTOR
dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, SpGK
Anggota Kelompok 3
Ghisqy Arsy Mulki (2011730136)
Bobzi Razvidi (2014730016)
Verga Torada(2014730096)
Siti Hazard Aldina (2014730085)
M. Luthfi Mandani (2014730064)
Nursyahfitriani (2014730078)
Rizti Rachmawati (2014730083)
Irmalita(2014730042)
Wildan Baiti Al-Anwari (2014730099)

SKENARIO (2)
Seorang anak perempuan berusia 5
tahun, dibawa kerumah sakit, dengan
keluhan sesak napas yang dirasakan
sejak semalam. Keluhan juga disertai
pilek dan batuk berdahak. Penderita
sudah sering mengalami hal yang sama
sejak berusia 1 tahun. Riwayat pada
keluarga, ayahnya menderita dermatitis.

KATA SULIT
- Dermatitis
Dermatitis adalah peradangan kulit baik epidermis
maupun dermis sebagai respon terhadap faktor
endogen dan atau faktor eksogen,menimbulkan
kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik
(eritema,edema,papul,vesikel,skuama,likenifikasi)da
n gatal.Dermatitis cenderung memiliki perjalanan
yang lama atau kronis resitif atau berulang.

Referensi :
Ilmu penyakit kulit dan kelamin, Edisi 5.Jakarta:FKUI

Ayahnya menderita dermatitis .KATA KUNCI - Anak perempuan usia 5 tahun Sesak napas sejak semalam Disertai pilek dan batuk berdahak Mengalami hal yang sama sejak berusia 1 tahun .

definisi&klasifik asi 2. Etiologi 1. WD 3. Mekanisme 3.MIND MAP Anak Usia 5 Tahun Terpaj an berula ng Sesak Napas Pilek & Batuk Berdahak 1. Hub. Etiologi 4. Mekanisme 3. Faktor resiko 5. Definisi Hipersensitivit as 1. Faktor pencetus 1. Definisi & klasifikasi 2. DD 2. pengobatan Ayah Dermatitis 1. Definisi . Antara ayah & penderita 4.

Jelaskan definisi sesak napas dan klasifikasinya. Jelaskan etiologi dan faktor pencetus sesak napas! 4. definisi batuk. Jelaskan definisi dan klasifikasi hipersensitivitas! 6. Jelaskan mekanisme dan etiologi hipersensitivitas! 7. Jelaskan mekanisme sesak napas! 3. Jelaskan faktor resiko hipersensitivitas! .PERTANYAAN 1. Jelaskan hubungan antara ayah penderita dan penderita! 8. Mengapa jika terpajan berulang dapat menyebabkan penyakit dengan gejala yang sama? 5. pilek dan dermatitis! 2.

R. Darmanto djojodibroto.paru.organ yang paling berkontribusi dalam sesak napas adalah jantung.P FCCP .sp. Respiratory medicine oleh DR.dan saluran napas. Sesak napas merupakan gejala yang umum ditemui dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi atau etiologi.DYSPNEA Dyspnea/sesak napas didefinisikan sebagai pernapasan yang abnormal atau kurang nyaman dibandingkan dengan dengan keadaan normal seseorang sesuai dengan tingkat kebugarannya.

orthopnea. Hodge HL.KLASIFIKASI DYSPNEA Morgan WC. mukerji V. Diagnostic evaluation of dyspnea. and paroxysmal nocturnal . Dypsnea.

Batuk juga bisa disebabkan oleh iritasi jalan napas.BATUK Batuk merupakan mekanisme refleks untuk menjaga jalan napas tetap terbuka (paten) dengan cara menyingkirkan hasil lendir yang menumpuk pada jalan napas.sp.R.P .jalan napas dapat menjadi hiperaktif sehingga hanya dengan iritasi sudah dapat menyebabkan refleks batuk. Darmanto djojodibroto. Respiratory medicine oleh DR.selain itu juga gumpalan darah atau benda asing.

R. Darmanto .penyakit pilek sering diikuti dengan peradangan tonsil/amandel dan radang tenggorokan.dapat menyerang anak-anak ataupun usia lanjut. Respiratory medicine oleh DR.pilek merupakan penyakit yang paling umum dan sering ditemui.PILEK Pilek (commoncold) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagian atas.

vesikel.Dermatitis cenderung memiliki perjalanan yang lama atau kronis resitif atau berulang .edema.skuama.menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik (eritema.Jakarta:FKUI . Ilmu penyakit kulit dan kelamin.DERMATITIS Dermatitis adalah peradangan kulit baik epidermis maupun dermis sebagai respon terhadap faktor endogen dan atau faktor eksogen. Edisi 5.papul.likenifikasi )dan gatal.

MEKANISE SESAK NAPAS Gangguan mekanik alat pernafasan Kemampuan mengembang dinding toraks atau paru menurun serta resistensi sel napas meningkat Kerja pernafasan meningkat Bahan hasil metabolit meningkat Kebutuhan oksigen meningkat Tenaga yang diperlukan oleh otot-otot pernafasan meningkat Merangsang reseptor sensori di otot Sistem saraf pusat Sensasi sesak napas .

ETIOLOGI SESAK NAPAS Sesak napas karena keturunan Etiologi sesak napas Sesak napas karena faktor lingkungan Sesak napas karena kurangnya asupan cairan Sesak napas karena ketidakstabilan emosi .

.FAKTOR PENCETUS SESAK NAPAS Aspek genetik Faktor pada pasien Faktor pencetus Kemungkinan alergi Obesitas Anemia Faktor lingkunga n -Bahan bahan didalam ruangan -Bahan bahan diluar ruangan Makanan -Obat-obatan tertentu -Iritan (bau-bau yang merangsang. parfum) -Asap rokok -Ekspresi emosi yang berlebihan -Polusi udara dari luar dan dalam ruangan -Infeksi saluran napas -Aktivitas fisik yang berlebihan -Perubahan cuaca (udara dingin).

maka pemaparan berikutnya dari antigen yang sama akan menyebabkan respon imunologik sekunder.MENGAPA JIKA TERPAJAN BERULANG DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT DENGAN GEJALA YANG SAMA? Reaksi yang terjadi bila seseorang yang pernah terpapar pada antigen tertentu. .

.DEFINISI HIPERSENSITIVITAS Hipersensitivitas adalah peningkatan reaktifitas atau sensitivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya.

Menurut waktu timbulnya reaksi 2. yaitu : 1. Menurut Gell dan Coombsnya .KLASIFIKASI HIPERSENSITIFITAS Terbagi 2.

sitokin yang dilepas sel T mengaktifkan sel efektor makrofag yang menimbulkan kerusakan jaringan . menghilangkan dalam dua jam.Menurut Waktu timbulnya reaksi • Reaksi cepat: Dalam hitungan detik. Ikatan silang antara alergen dan IgE pada permukaan sel mast menginduksi pengelepasan mediator vasoaktif. Reaksi ini melibatkan pembentukan komplek imun IgG. Pada DTH. • Reaksi Lambat: sekitar 48 jam setelah terjadi pajanan dengan antigen yang terjadi oleh aktivasi sel Th. dan kerusakan jaringan melalui aktifasi komplemen dan atau sel NK / ADCC. • Reaksi intermediet: terjadi setelah beberapa jam dan menghilang dalam 24 jam.

•. Fase sensitisasi yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan IgE sampai diikat silang oleh resptor spesifik (Fc-R) pada permukaan sel mast/basofil •.Menurut Gell & Coombs a. Hal ini terjadi oleh ikatan silang antara antigen dan IgE. Fase efektor yaitu waktu terjadi respon yang kompleks (anafilaksis) sebagai efek mediator – mediator yang dilepas sel mast/basofil dengan aktivitas farmakologik . HipersensitivitasTipe I Pada reaksi tipe I. Urutan kejadian reaksi Tipe 1 adalah sebagai berikut : •. Fase aktivasi yaitu waktu yang diperlukan antara pajanan ulang denga antigen yang spesifik dan sel mast/basofil melepas isinya yang berisikan granul yang menimbulkan reaksi. alergen yang masuk ke dalam tubuh menimbulkan respon imun berupa produksi IgE dan penyakit alergi.

• Manifestasi Reaksi Tipe I Reaksi local Reaksi sistemik-anafilaksis Reaksi pseudoalergi atau anafilaktoid .

Yang diawali oleh reaksi antara antibodi dan determinan antigen yang merupakan bagian dari membran sel komplemen. terjadi karena dibentuk antibodi jenis IgG atau IgM terhadap antigen.b. Hipersensitivitas Tipe II Disebut juga reaksi sitolitik. . Antibodi tersebut dapat mengaktifkan sel yang memiliki reseptor FcɣR dan juga sel NK yang dapat berperan sebagai sel efektor dan menimbulkan kerusakan melalui ADCC.

Reaksi transfuse 2.• Manifestasi Reaksi Tipe II 1. Anemia hemolitik . Penyakit hemolitik bayi baru lahir 3.

• Tipe III • terjadi akibat endapan kompleks antigenantibodi dalam jaringan atau pembuluh darah. . Makrofag yang dikerahkan ke tempat tersebut akan merusak jaringan sekitar tempat tersebut. • Kompleks tersebut mengaktifkan komplemen yang kemudian melepas berbagai mediator terutama macrophage chemotactic factor.

• Manifestasi Reaksi Tipe III 1. Reaksi Tipe III sistemik – serum sickness . Reaksi lokal atau Fenomen Arthus 2.

•. Tipe IV Baik CD4⁺ maupun CD8⁺ berperan dalam reaksi Tipe IV.d. bersama dengan produksi mediator sitotoksik lainnya menimbulkan respons inflamasi yang terlihat pada penyakit kulit hipersensitivitas lambat. Delayed Type Hypersensitivity Tipe IV •. Sitokin yang berperan pada DTH . Sel T melepas sitokin.

Hipersensitivitas tuberculin c. Reaksi Jones Mote d. T Cell Mediated Cytolisis (penyakit CD8⁺) . Dermatitis kontak b.• Manifestasi Reaksi Tipe IV a.

MEKANISME HIPERSENSITIVITAS TIPE I Imunologi dasar edisi ke 10 FKUI .

Makanan(asal laut.Reaksi sistemik : A.Dermatitis atopik 2.Rinitis alergi B.Obat-obatan C.Reaksi lokal : A.kacang”an) B.ETIOLOGI HIPERSENSITIVITAS TIPE I Ada 3 penyebab yang dapat menimbulkan reaksi hipersensivitas : 1.Asma C.Sengatan serangga dan juga lateks Imunologi dasar edisi ke 10 FKUI .

3.Reaksi Pseudoalergi/anafilaktoid : A.Syok B.Pruritus Imunologi dasar edisi ke 10 FKUI .Urtikaria C.Bronkospasme D.Anafilaksis E.

termasuk reaksi tipe segera (immediate).HUB. . yaitu: Dari segi waktu timbulnya reaksi. sering melibatkan lebih dari satu mekanisme reaksi imunologik yakni Reaksi autoimun terhadap Rhinitis Alergica yang bisa dipengaruhi faktor kongenital Alergi Dermatitis dari orangtuanya. Jadi Hipersensitivitas tipe I. karena reaksi berlangsung lebih lambat yaitu umumnya kurang dari 12 jam. PENYAKIT ANAK DENGAN PENYAKIT ALERGI PADA ORANGTUA Hal inilah yang terjadi pada skenario 2. Reaksi hipersensitivitas cukup dipengaruhi faktor Congenital (keturunan) Reaksi hipersensitivitas tidak selalu berdiri sendiri.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERSENSITIVITAS TIPE I Keturunan Jenis kelamin Faktor Genetik Ras Umur Reaksi Alergi Polusi Udara Faktor Lingkungan Makanan Zat Kimia .

WD .

DD .

PENATALAKSANAAN .