You are on page 1of 4

“Kajian tentang Pembelajaran Matematika di SD Berdasarkan KTSP”

Oleh kelompok KTSP
Ketua : Jekolina Weding
Anggota : 1. Hardani
2. Siti Rahmadani
3. Lily Astuty
4. Rizki Anggreani
5. Rahmat
Pada dasarnya standar kompetensi untuk mata pelajaran matematika diantaranya adalah:
1. Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam
konteks materi aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, pengukuran, statistika, dan
logika matematika.
2. Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan
masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata.
3. Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, prosedural, dan keterkaitan keduanya
dalam pemecahan masalah matematika, serta. penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, dan piranti lunak komputer.
Berdasarkan standar kompetensi tersebut maka dalam KTSP pendidikan matematika pada
tingkat SD menjadi awal dari kemajuan pencapaian standar kompetensi tersebut. Maka
pada artikel ini kami mengkaji tentang pembelajran matematika SD berdasarkan KTSP.
a. Pendahuluan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional
pendidikan yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
Keduanya merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar,
serta pemberdayaan sumber daya pendidikan. Kurikulum ini dikembangkan dengan tujuan agar
peserta didik memperoleh kompetensi dan kercerdasan yang mumpuni dalam membangun
identitas budaya dan bangsanya. Perbedaan kedua kurikulum tersebut hanya terletak pada
teknisnya saja. Jika KBK di susun oleh pemerintah pusat, dalam halini Depdiknas; KTSP disusun
oleh tingkat satuan pendidikan masing-masing, yaitu sekolah yang bersangkutan. KTSP secara
yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah. menyusun bukti. dan kreatif. tidak pasti. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar adalah proses menemukan dan membangun konsep melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari. merancang model matematika. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. dan kompetitif. mengelola. c. dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah.Hal ini dimaksudkan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. Tujuan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Tujuan pembelajaran matematika di SD dapat dilihat di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan 2006 SD. serta kemampuan bekerjasama. tabel. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol. . analitis. efesien. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algortima. akurat. menyelesaikan model dan menafsirikan solusi yang diperoleh. secara luwes.Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan tepat dalam pemecahan masalah. serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dan media lain. b. sistematis. 2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat. kritis. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. diagram. 1) memahami konsep matematika. Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar.

tabel. 5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. d. Prestasi Belajar Matematika di Sekolah Dasar .4) mengkomunikasikan gagasan dengan simbol. 4) Megurangkan pecahan berpenyebut tidak sama.”. 4)Mengurangkan pecahan. perhatian dan minat dalam mempelajari matematika sifat-sifat ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. 3)Menjumlahkan pecahan. Standar Kompetensi Matematika Sekolah Dasar Pengembangan materi pada KTSP di sekolah dilandaskan pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi (SI) adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan. Kompetensi dasar yang dikaji pada penelitian ini adalah menjumlahkan dan mengurangkan pecahan. kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran. 3) Mengurangkan pecahan berpenyebut sama. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Sedangkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dengan penjabaran indikator sebgai berikut: 1) Menjumlahkan pecahan berpenyebut sama. diagram. yaitu memiliki rasa ingin tahu. 5)Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan. Terdiri dari Kompetensi Dasar: 1)Menjelaskan arti pecahan. 2) Menjumlahkan pecahan berpenyebut tidak sama. Salah satu standar kompetensi mata pelajaran matematika berdasarkan SI dan SKL adalah “Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. 2)Menyederhanakan berbagai bentuk pecahan. e. atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

Jakarta: PT Rineka Cipta . S. Hal itu berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan banyak tergantung pada bagaimana kondisi yang mengiringi proses tersebut. 2006. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara Dakir. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. sehingga peran guru disini menjadi sangat penting dalam pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Reverensi Nasution. 2004. mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa selama melakukan kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran. Prestasi belajar dalam penelitian ini adalah tingkat keberhasilan dalam mempelajari materi bilangan pecahan yang dinyatakan dalam bentuk nilai setelah mengalami proses belajar mengajar. kegiatan belajar merupakan kegiatan yang pokok. Kurikulum dan Pengajaran.Mardjuki (dalam Retno 2011:9). H. Siswa disebut berprestasi dalam belajar apabila nilai yang merupakan hasil evaluasi menunjukkan nilai yang tinggi diatas KKM atau sesuai dengan target yang telah dirumuskan Kompetensi Dasar.