You are on page 1of 8

Penyesuaian Diri Pada Remaja Putri Yang Menikah Muda (Devi Octavia

)
eJournal Psikologi, 2014, 2 (1): 115-122
ISSN 0000-0000, ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2014

PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG
MENIKAH MUDA
Devi Octavia1
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat penyesuaian diri remaja putri
yang menikah muda (early married). Metode pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Subjek
penelitian ini berjumlah dua orang. Tehnik analisa data menggunakan metode
miles dan hubermen yang terdiri atas reduksi data, penyajian data dan
kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan remaja putri yang menikah muda
mampu menyesuaikan diri dengan pasangannya, bisa menyesuaikan masalah
seksual dengan pasangan, tidak mengalami masalah dengan penyesuian
keuangan, ada yang mampu dan tidak mampu dalam menyesuaikan diri
dengan keluarga pasangan.
Kata Kunci : Menikah Muda, Penyesuaian Diri, Remaja.

1

Mahasiswa Program S1 Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Mulawarman. Email: cokelat_mint08@yahoo.com

115

dan pada januari 2013 tercatat 133 kasus cerai gugat dan 46 cerai talak dan pada februari 2013 tercatat 139 cerat gugat dan 46 cerai talak. 2001). Perceraian tersebut kebanyakan terjadi karena kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Persiapan yang kurang inilah yang menimbulkan masalah saat remaja memasuki masa dewasa (Hurlock. 1999). tercatat sepanjang tahun 2012 terdapat 1. Tugas perkembangan pada masa remaja dipusatkan pada penanggulangan sikap dan pola perilaku yang kekanakkanakan dan mengadakan persiapan untuk menghadapi masa dewasa yang salah satunya adalah mempersiapkan pernikahan dan keluarga (Hurlock. 1999). individu yang gagal dalam menyesuaikan diri akan mengalami kemelut dalam pernikahan mereka (Hurlock. Individu yang berhasil dalam melakukan 116 . sedangkan pada bulan januari 2013 tercatat 143 remaja pria dan 223 remaja putri menikah dan pada februari 2013 tercatat ada 147 remaja pria dan 244 remaja putri yang mendaftarkan dirinya ke KUA untuk menikah. Penyesuaian diri yang sehat akan membawa pada suatu kondisi pernikahan yang bahagia begitu juga sebaliknya. begitupun juga remaja. dimana yang menjadi penyebab utamanya adalah sedikitnya pengalaman dan faktorfaktor kurangnya kesiapan dalam menghadapi pernikahan. Pernikahan itu harus memberdayakan diri untuk menerima kelebihan sekaligus kekurangan pasangan (Hassan.Penyesuaian Diri Pada Remaja Putri Yang Menikah Muda (Devi Octavia) PENDAHULUAN Setiap masa perkembangan memiliki tugas perkembangan yang harus dilalui. hal ini di sebabkan usia yang masih muda sehingga kebanyakan pasangan kurang memikirkan dampak dari yang mereka lakukan. dikarenakan munculnya kecenderungan kawin muda dikalangan remaja yang tidak sesuai dengan tugas perkembangan mereka. Menikah merupakan hak untuk semua orang tapi menikah pada usia muda akan menyebabkan rentan pada perceraian.378 kasus cerai gugat dan 532 cerai talak yang terjadi. Persiapan mengenai aspek-aspek dalam pernikahan dan bagaimana membina keluarga masih terbatas dan hanya sedikit dipersiapkan baik itu di rumah maupun perguruan tinggi. Angka itu sesuai dengan catatan Kemenag. 2005) dan masing-masing individu perlu menyesuaikan diri dengan pasangannya dan mengubah diri agar sesuai dengan pasangannya (Munandar. Angka menikah muda di Samarinda juga berkembang pesat menurut survei Kemenag Samarinda tercatat pada bulan Desember 2012 ada 194 remaja pria dan 195 remaja wanita menikah. Persiapan pernikahan merupakan tugas perkembangan yang paling penting dalam tahun-tahun remaja. Boykin & Stith (2004) mengemukakan bahwa kecenderungan pernikahan diusia remaja memunculkan distress dan berakhir pada perpisahan. 1999).

Besarnya sampel dalam penelitian ini keseluruhan subjek ada 2 orang. Berdasarkan hasil wawancara kedua subjek. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penyesuaian diri remaja putri yang menikah muda (early married). METODE PENELITIAN Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat mengenai penyesuaian diri remaja putri yang menikah muda baik itu berupa manfaat secara teoritis maupun manfaat secara praktis. Empat hal itu adalah : Penyesuaian dengan pasangan. keuangan. Penyesuaian seksual. seperti agama. hal ini terlihat dari subjek yang memahami keadaan suami dan mampu menerima keadaan tersebut. hukum. HASIL PENELITIAN Penyesuaian diri dalam perkawinan memiliki beberapa area yang akan dilalui. Hal ini juga terjadi pada remaja yang menikah. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data secara kualitatif berupa Observasi dan Wawancara. Subjek mampu menyesuaikan diri dengan pasangannya. pendekatan ini menghendaki adanya sejumlah asumsi yang berlainan dengan cara yang digunakan untuk mendekati perilaku orang dengan maksud menemukan “fakta” atau “penyebab”. dimana pendekatan ini berusaha untuk memahami makna peristiwa serta interaksi pada orang-orang dalam situasi tertentu. Masalah yang paling penting yang pertama kali harus dihadapi saat seseorang memasuki dunia perkawinan adalah penyesuaian dengan pasangan (istri maupun suaminya). ada empat hal pokok yang paling umum dan paling penting dalam menciptakan kebahagiaan perkawinan. kehidupan sosial. subjek mengerti dengan kebiasaankebiasaan serta sifat-sifat yang di miliki pasangannya sehingga subjek tahu bagaimana harus bersikap ketika di berbicara dengan suami dan mengerti bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan baik bersama pasangan sehingga permasalahan tidak terlalu berlarut-larut. penyajian data. dan seksual. teman yang menguntungkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. masalah ini adalah masalah yang 117 . Masalah penyesuaian utama yang kedua dalam perkawinan adalah penyesuaian seksual. kesimpulan dan verifikasi. Hurlock (1999) juga mengatakan bahwa dari sekian banyak masalah penyesuaian diri dalam perkawinan . Langkah-langkah yang diambil dalam analisis data kualitatif ini adalah reduksi data. baik itu remaja putri maupun remaja putra.Penyesuaian Diri Pada Remaja Putri Yang Menikah Muda (Devi Octavia) penyesuaian diri pada kehidupan pernikahannya akan mengalami kehidupan pernikahan yang harmonis.

subjek RJ mampu menyesuaikan diri dengan keluarga pasangan. subjek tidak mempermasalahkan tentang variasi seksual yang di lakukan bersama suami. subjek juga tidak mempermasalahkan tentang kebiasaan suami memberikan uang untuk anggota keluarga yang lain.paling sulit dalam perkawinan dan salah satu penyebab yang mengakibatkan pertengkaran dan ketidakbahagiaan dalam perkawinan. Berdasarkan hasil wawancara kedua subjek pada awalnya tidak mengerti tentang sex education karena mereka baru melakukan seks bersama suaminya. namun apabila beberapa kondisi membuat subjek tidak nyaman subjek menolak dan suami bisa menerima hal tersebut sehingga tidak menjadi masalah. menurut subjek variasi tersebut mengikuti arahan yang diberikan suami. subjek mendahulukan keperluan yang lebih penting untuk keluarga di bandingkan keperluan pribadi. mulai dari bayi hingga kakek atau nenek dan terkadang dengan latar belakang yang berbeda. budaya dan latar belakang sosial yang berbeda. Penyesuaian dengan pihak keluarga pasangan. Mereka itu adalah anggota keluarga pasangan dengan usia yang berbeda. Permasalahan biasanya dikarenakan pasangan belum mempunyai pengalaman yang cukup dan tidak mampu mengendalikan emosi mereka.dan subjek juga bisa mengatur keuangan dengan baik. Uang yang di dapat suami semua di berikan ke subjek dan subjek yang mengatur keungan. hal ini juga di landasi sebelum menikah subjek sudah pernah bertemu dan kenal dengan keluarga pasangan. Berdasarkan hasil wawancara kedua subjek. hanya pada subjek RK agak keberatan kalau suaminya memberikan uang untuk anggota keluarganya mengingat kebutuhan subyek yang cukup besar tidak sebanding dengn penghasilan suami subjek. tingkat pendidikan yang berbeda. Istri yang berusia muda atau masih remaja cenderung memiliki sedikit pengalaman dalam hal mengelola keuangan untuk kelangsungan hidup keluarga. 118 . Subjek menerima keadaan dan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan keuangan sehingga subjek tidak menggunakan uang untuk hal-hal keperluan pribadi atau hal-hal penunjang kehidupan yang lain. Penyesuaian keuangan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap penyesuaian diri individu dalam perkawinan. berdasarkan hasil wawancara keempat subjek. Suami juga terkadang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keuangan. Subjek bisa menyesuaikan masalah seksual dengan pasangan. subjek tidak mengalami masalah dengan penyesuaian keuangan. subjek juga tidak mempermasalahkan penghasilan pasangan yang tidak banyak. Setiap individu yang menikah secara otomatis memperoleh sekelompok keluarga baru.

Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Successfull Teenage Marriage : A Qualitative Study of How Some Couples Have Made It Work. Graw Hill Companies. 1999. Virginia Polytechnic Institute and State university. Early Marriage and Childbearing in Indonesian and Nepal. Daley. Subjek mengenal dengan baik mertua dan saudara yang di miliki subjek. Clinican’s Guide to Mental Illness. 2003. James dan Acoacella Joan Ross. 2001. Ilmu Jiwa Agama. diakses 25 Desember 2011 Calhoun. A. Namun secara keseluruhan subjek bisa menempatkan diri dengan baik bersama keluarga pasangannya.. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Thapa S. F.org/ draft/html. C. D. & Salloum I. Jakarta: PT. Berlainan dengan subyek RK ia kesulitan menyesuaikan dengan pihak keluarga pasangan mengingat perkawinan mereka yang ditentang oleh pihak keluarga pasangannya..S. G. Atwater. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang. New Jersey: Prentice-Hall. Psychology for Living Adjustment: Growth. V. Mc. 2007. Suharsimi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. I. Inc. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. FTP:http://www. M. Achmad S. Thousand Oaks: Sage Publication. 119 . Lincoln. Z. Usaid organization.com. http://www. 2003. Behavior Today (7 th ed. 1996. K. 1998. Gramedia Widiasarana Indonesia. Miles Textbook of Midwives..usaid. Denzin. Psikologi Tentang Penyesuaian Diri Dan Hubungan Kemanusiaan. K. IKIP Semarang Press Choe. Inc Azwar. Saifuddin. N.findasrticles. and. Edisi ketiga. 2001. Daradjat. R. juga keluarga pasangannya pun kerap menceritakan keadaan subyek yang tidak baik bertentangan dengan keadaan diri sebenarnya subjek. Diakses 20 Februari 2012. Diterjemahkan oleh Satmoko. Toronto: Churchill Livingstone Boykin. 1999. & Duffy.. M. 2007.Penyesuaian Diri Pada Remaja Putri Yang Menikah Muda (Devi Octavia) Subjek juga merasa keluarga pasangan seperti keluarga sendiri karena bisa menerima subjek dengan baik. Jakarta: Rineka Cipta. Brown. Stith.1995. K. Dariyo.K and Y.). namun karena subjek tidak tinggal bersama mertua dan anggota keluarga lain menyebabkan subjek terkadang kurang berkomunikasi dengan keluarga pasangan hal tersebut juga di sebabkan aktivitas yang berbeda yang di lakukan sehingga tidak banyak waktu yang bisa di habiskan bersama. Bennet. E. Strategies of Qualitative Inquiry. L. Semarang.

Dyer. D. S. 1 No. Marriage Adjustment. Mappiare.Digest. & Hassan. Kompas. Singgih. stress and depression among working and non-working married women. Duvall. Hurlock. Courtship. Early Marriage (Child Spouses). Perkawinan Usia Belia. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. (1956). Psikologi Wanita. 2007. Hanum. Alma L. C. and Family.L & Hirning. New York: Harper & Row Publishers. New Delhi: Sage Publication Inc. Marriage.kompas. 1999. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). (1983). Jakarta. Rienny. Hassan. Gunarsa. 1997. Marcia & Lasswell. 2007.htm. com/ver1/ Kesehatan/0612/13/141734. Riset Kesehatan Dasar 2010. http://jurnal. Naturalistic Inquiri.geocities. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2010. New York. New York : McGraw Hill.1982. Menikah Yuk!”.Andi. SH. Innocenti. Kementerian Kesehatan RI. Yogyakarta: Pusat penelitian Kependudukan UGM dan Ford Foundation Hashmi.id/ejournal/article/view/ 797. Marriage and The Family (2nd Ed).co. FTP:http://www. E. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Khurshid. B. Lasswell. 1995. Lincoln dan Guba. Z. Ejournal Vol. Singgih dan Gunarsa.ac. D. Diakses 24 Maret 2012. B. UNICEF Press. Diakses 14 Jenuari 2012. Thomas. html. Bandung : Pustaka Hidayah. American Book Company. B. Psikologi Remaja.org/draft/html. Lahey. Wadsworth Publishing Company.id. Internet journal of medical. M. J. FTP.1995. D. ”Biar Sehat.1. 2007. Diakses 3 Februari 2012. 2004. Ibrahim. Gunung Mulia. 2012. Marriage and Family Development : Sitxth Edition. & Miller. 1987. Marital Adjustment. B. http://www. Psychology An Introduction (8th Edition).http://www/UNFPA.com/agnihotrimed/peper02janjun2007. The Dorsey Press.unpad. E. 2006. Hubungan Pengetahuan Remaja tentang Pernikahan Usia Muda dengan Niat untuk Menikah Muda di SMPN 1 Campaka Cianjur. Surabaya: Usaha Nasional 120 . Diakses 26 November 2012. 1985. Hirning. Usia Lima Tahun Perkawinan Rawan ?. Diakses 21 Maret 2012 Kurni. FTP:http://www. 2002. republika.

2003. A. diakses 26 November 2012.or. 2001.F. Metode Penelitian Kualitatif. 2006. New York: Mc Graw Hill Inc. Geneva: WHO Document Productionn Services.com/node/85524. S.. and Health of Young Married Girls). Sarwono. Haditono. Terjemahan. 2008. Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Lexy J. Journal of Personality and Social Psychology. Pearson. Sri M.Penyesuaian Diri Pada Remaja Putri Yang Menikah Muda (Devi Octavia) Mathur. Qualitative Data Analysis: Second Edition. L. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Salam.html.1037/a0023809. E. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2008. Human Development (9th ed.A. Miles. Raja Grafindo Persada. Jakarta: Penerbit Erlangga. http://kbi. E.). Peter. M. Makassar. J. 2003. W. Neff. Monks. Rights. Thousand Oaks: SAGE Publication Moleong. & Broady. S. Too Young too Wed (The Lives. E. Matthew B. Lutfiati. Santrock. Malhotra. Adolescence (Perkembangan Remaja). 2005. Knoers. Married Adolescent : No Place of Safety.huffingtonpost.. Advance online publication. 2003. Program Pasca Sarjana UNM. http://www. International Center for Research on Women (ICRW). W. Child Marriage Is 'A Major Psychological Trauma. Pengaruh Pergaulan Bebas Dan Vcd Porno Terhadap Perilaku Remaja Di Masyarakat. F. Seks Pranikah Makin Memprihatinkan.gemari. R. Abdul. Bandung: Remaja Rosdakarya. Utami. php?id=2569 Diakses Tanggal 10 maret 2012. K. Greene. Michael. 1998.. Diakses 24 Maret 2012. Agama dalam Kehidupan Manusia. Olds. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. P. Poerwandari. 121 .' New Study Says. Papalia. Catherine. Munandar. D. 2006.. Feldman R. McIntyre. Psikologi remaja. 2011.pikiran-rakyat. Cetakan keenam. 1994.A. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi UI Rohmahwati D. Jakarta:PT. 2003. A.. Sarlito Wirawan. 2001.. A.J.id/ beritadetail.. Jakarta: Penerbit Rainbow. Stress Resilience in Early Marriage : Can Practice Make Perfect ?. doi: 10. dan Huberman. http://www. Pikiran Rakyat.com/2011/08/30/childmarriage-psychological-effects_n_941958. D. 2011.

Bandung: Pustaka Setia Soenarto. Dr. 1964. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. 122 . Prof. Pengantar Psikologi Abnormal. Jhon. Wiramihardja. Sutardjo A. Psi. 2003. New York: Holt Rinehart & Winston. Buku Panduan Mahasiswa. Bandung. Jakarta : Rineka Cipta Walgito. Psikologi Umum Dalam Lintas Sejarah.. Jakarta: Pustaka Utama. 1994. Perkembangan Peserta Didik. Reseacth Design Qualitative & Quantitative Approach. Personal Adjustment and Mental Health. Bimbingan dan Konseling Perkawinan. W. Refika Aditama. & Hartono. Alex. A. 1984. A. 1994. Inc. Creswell.Schneiders. London: SAGE Publication. A. B. Warsito. H. 1992. 2005. Sobur. Pengantar Metodologi Penelitian.